Anda di halaman 1dari 3

Implementasi Keperawatan

Pelaksanaan tindakan keperawatan disesuaikan dengan rencana tindakan. Sebelum


melaksanakan tindakan keperawatan yang sudah direncanakan, perawat perlu
memvalidasi apakah rencana keperawatan masih dibutuhkan dan sesuai dengan kondisi
klien saat ini (Kusumawati dan hartono, 2011).

Setelah dilakukan pengamatan didapatkan hasil bahwa kekuragan selama


melaksanakan tindakan keperawatan pada Ny. Y adalah : Pelaksanaan tindakan atau
implementasi yang sesuai dengan teori tetapi tidak ada pada saat praktek adalah klien
belum mendapat dukungan penuh dari keluarga dalam mengontrol halusinasinya karena
keluarga klien jarang sekali datang menjenguk dan dari pengkajian didapatkan pula
data bahwa Ny.Y pernah mengalami gangguan kejiwaan dikarenakan konsumsi obat
yang tidak teratur (relaps). Upaya untuk mencari informasi tentang keluarga klien juga
sudah penulis lakukan dengan cara memanfaatkan sosial media tetapi belum
mendapatkan hasil maksimal.

Selain kemampuan pasien, taraf kesembuhan juga tergantung dari kondisi dan situasi
lingkungan tempat tinggal pasien. Lingkungan yang kondusif membantu mencapai
taraf kesembuhan lebih baik dan mengurangi kemungkinan pasien relaps (kambuh).
Hasil riset dalam sebuah penelitian yang dikutip oleh Amelia (2013), menunjukkan
bahwa 80% pasien skizofrenia mengalami relaps berulang kali.

Relaps terjadi pada pasien yang cenderung tidak mendapatkan support langsung dari
keluarga, dan hanya menyerahkan pasien pada rumah sakit dengan pemberian obat
obatan anti psikotik. Hasil penelitian yang dilakukan Amelia (2013) menunjukkan
bahwa penyebab pasien relaps disebabkan oleh faktor keluarga, faktor keluarga
menjadi paling dominan sehingga pasien menjadi relaps pasca perawatan rumah sakit.

Penelitian yang dilakukan oleh Kritzinger, (2011) di Afrika juga mendukung


pernyataan tersebut. Hasil penelitiannya menyatakan bahwa dengan adanya dukungan
keluarga (terapi keluarga) dapat berdampak positif guna mencegah kekambuhan gejala
pada pasien skizofrenia.
Dari hasil analisa diatas penulis berasumsi bahwa peranan keluarga sangat berperan
dalam kesembuhan klien dengan gangguan kejiwaan, hadirnya seseorang atau
kelompok yang berarti bagi klien dapat mempercepat proses penyembuhan serta
pemeliharaan kesehatan kejiwaan klien. Disamping itu peran perawat tampaknya
kurang intensif dalam penanganan kepada klien. Perawat terkesan kurang peduli
terhadap keluh kesah yang dialami klien. Padahal klien perlu orang lain dalam
mengungkapkan gangguan yang dialaminya serta perawatan yang intensif dan
pendekatan kepada klien sehingga penulis dapat menyimpulkan peran keluarga serta
perawat sangat penting dalam kesembuhan gangguan jiwa yang dialami klien saat ini
agar tidak terjadi gangguan-gangguan jiwa lainnya pada klien.

Evaluasi Keperawatan
Evaluasi dilakukan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya dalam
perencanaan, membandingkan hasil tindakan keperawatan yang telah dilaksanakan
dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya dan menilai efektivitas proses
keperawatan mulai dari tahap pengkajian, perencanaan dan pelaksanaan. (Mubarak,
dkk., 2011)

Kriteria evaluasi klien tercapai karena klien dapat memahami dan dapat mengulang
kembali dari apa yang telah didiskusikan dan dilakukan bersama. Adapun evaluasi yang
belum tercapai adalah evaluasi pada keluarga klien dikarenakan selama masa klinik
keperawatan jiwa penulis tidak bertemu dengan keluarga klien sehingga tidak dapat
dilakukan implementasi keperawatan.

Penelitian yang dilakukan Arif, dkk (2015) dengan judul “Hubungan Peran Keluarga
Dengan Kekambuhan Penderita Skizofrenia Di Wilayah Kerja Puskesmas Cawas 1
Klaten” yang bertujuan untuk mengetahui hubungan peran keluarga dengan
kekambuhan penderita skizofrenia mendapatkan hasil bahwa peran serta keluarga
masih sangat rendah.

Berdasarkan hasil evaluasi maka penulis berasumsi bahwa core problem pada Ny.Y
yaitu Gangguan sensori persepsi: Halusinasi pendengaran teratasi dan diharapkan
dilakukan intervensi selanjutnya pada masalah yang menjadi effect atau causa serta
pada keluarga klien.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan uraian diatas mengenai halusinasi dan pelaksanaan asuhan


keperawatan terhadap klien, maka dapat diambil beberapa kesimpulan
sebagai berikut:

1) Dalam melakukan asuhan keperawatan dengan halusinasi, klien sangat


membutuhkan peran keluarga sebagai pendukung klien yang mengerti
keadaan dan permasalahan yang dihadapi klien. Selain perawat atau
petugas kesehatan juga membutuhkan kehadiran keluarga untuk
memberikan data yang dibutuhkan demi tercapainya keberhasilan dalam
asuhan keperawatan. Maka penulis menyimpulkan keluarga sangat
penting dalam proses penyembuhan pada klien.
2) Dalam melaksanakan asuhan keperawatan peran perawat sangat
dibutuhkan untuk pelaksanaan tindakan yang insentif pada klien.

5.2 Saran

1) Bagi Tenaga Kesehatan


Diharapkan dapat menambah pengetahuan dalam perawatan klien gangguan
kejiwaan dan sebagai bahan masukan dalam memberikan asuhan
keperawatan secara komprehensif guna meningkatkan kualitas hidup klien.
2) Bagi Pelayanan Kesehatan
Hendaknya menyediakan fasilitas pelayanan yang optimal sehingga
mempercepat proses penyembuhan klien.
3) Bagi Klien dan Keluarga
Hendaknya klien mampu berlatih dan melaksanakan interaksi social secara
bertahap, mengikuti program terapi, serta dibutuhkan pemahaman keluarga
tentang perawatan klien dirumah secara tepat agar klien selalu dapat
berinteraksi dengan orang lain dan merasa mendapatkan perhatian dari
lingkungan sekitar.