Anda di halaman 1dari 24

44 tahun IKA RSAA, 7 April 2019

Update Meeting off Pediatric in Arifin Achmad Hospital / UMPin PAAH/ 7 April '19
th

TATALAKSANA DAN STABILISASI


SINDROM SYOK DENGUE DI IGD
WORKSHOP UMPinPAAH - KSM/KJF IKA RSUD Arifin Achmad / FK UNRI
3 Pendahuluan

 Etiologi : Virus dengue


 DENV-1, DENV-2, DENV-3, DENV-4
 Vektor perantara :
Stegomiya aegipty (Aedes aegipty )
Stegomiya albopictus ( Aedes albopictus)

Update Meeting off Pediatric in Arifin Achmad Hospital / UMPin PAAH/ 7 April '19
Perjalanan Penyakit Infeksi Dengue
Sejak kapan pasien demam?

Pada umumnya demam reda pada hari


sakit ke 3-4

Perhatikan setiap fase mempunyai


masalah berbeda

Pola kinetik kadar Ht dan trombosit pada


setiap fase berbeda

Uji diagnostik perlu diperhatikan pada


setiap fase
NS-1

Fase perjalanan penyakit sangat penting


Klasifikasi Diagnosis Dengue WHO-SEARO 2011

Source: Comprehensive guideline for prevention and control of dengue and dengue haemorrhagic fever.
Revised and expanded edition. Regional office for South-East Asia, New Delhi, India 2011.
A. Demam dengue

 Demam 2-7 hari, mendadak, tinggi, terus menerus, bifasik


 Manifestasi perdarahan: ptekiae, purpura, ekimosis, epistaksis,
Uji RL positif
 Nyeri kepala, mialgia, artralgia, nyeri retroorbital
 Dijumpai kasus DBD baik di lingkungan sekolah, rumah
 Leukopeni <4000/mm3
 Trombositopeni <100.000/mm3
B. Demam berdarah dengue

 Demam 2-7 hari, tinggi, mendadak, terus menerus


 Manifestasi perdarahan :
uji bendung (RL) positif, ataupun spontan:
ptekiae, ekimosis dan purpura, epistaksis,
perdarahan saluran cerna
 Nyeri kepala, mialgia, artralgia, nyeri retroorbital
 Dijumpai kasus DBD dilingkungan
 Hepatomegali
Demam berdarah dengue

 Terdapat kebocoran plasma yang ditandai dengan salah


satu tanda/gejala:
- peningkatan nilai hematokrit,
>20% dari pemeriksaan awal atau dari data
populasi menurut umur
- ditemukan efusi pleura, asites
- hipoalbuminemia, hipoproteinemia
 Trombositopeni <100.000/mm3
Diagnosis DBD

Demam 2-7 hari + dua/lebih manifestasi klinis


+
Bukti perembesan plasma
+
Trombositopenia

Demam Berdarah Dengue


Perbedaan demam dengue (DD) dan
demam berdarah dengue (DBD)

DD DBD
1. Demam 2-7 hari + +
2. Manifestasi perdarahan


Tourniquet test positif atau
Perdarahan Spontan
+/- +
3. Thrombocytopaenia
 ≤ 100,000/mm³
+/- +
4. Plasma leakage
Efusi pleura /ascites
- +

 Hypoproteinaemia
 ≥ 20% peningkatan HCT dr normal
Warning signs

Warning Signs
Klinis Demam turun tetapi keadaan anak memburuk
Nyeri perut dan nyeri tekan abdomen
Muntah yang menetap
Letargi, gelisah
Perdarahan mukosa
Pembesaran hati
Akumulasi cairan
Oliguria
Laboratorium Peningkatan kadar hematokrit bersamaan dengan penurunan
cepat trombosit
Hematokrit awal tinggi
DBD dengan syok
(sindrom syok dengue)
 Memenuhi kriteria DBD
 Ditemukan tanda dan gejala syok hipovolemik :
1. Syok terkompensasi
2. Syok dekompensasi
Syok terkompensasi

 Takikardi, takipneu
 Tekanan nadi (perbedaan antara sistolik dan diastolik)
kurang dari 20 mmHg
 Waktu pengisian kapiler (capillary refill time/CRT) >2
detik
 Kulit dingin
 Produksi urine (urine output) menurun, < 1 ml/kgbb/jam
 Anak gelisah
Syok dekompensasi

 Takikardi
 Hipotensi
 Nadi cepat dan kecil
 Pernafasan kusmaull atau hiperpneu
 Sianosis
 Kulit lembab dan dingin
 Profound shock: nadi tidak teraba dan tekanan darah
tidak terukur
Sindrom Syok Dengue

• Syok hipovolemik akibat perembesan plasma


• Fase dini, syok kompensasi /compensated shock
• Fase lanjut, syok dekompensasi/uncompensated shock

• Prinsip utama pada pengobatan SSD


• Pemberian cairan yang cepat dengan jumlah adekuat.
• Segera atasi ko-morbid dan penyulit: hipoglikemi, gangguan asam basa dan
elektrolit
Sindrom Syok Dengue Terkompensasi
• Berikan oksigen 2-4L/menit
• Cek kadar hematokrit
•Kristaloid RL/RA 10-20ml/kg.BB bolus dalam 10-20 menit

Ya Tidak
Syok teratasi
IVFD 10ml/kg.BB, 1-2 jam Periksa Ht, AGD, gula darah,
kalsium, perdarahan (ABCS)
Koreksi asidosis, hipoglikemia, hipokalsemia
Tanda vital stabil
Turunkan IVFD bertahap
Ht naik Ht turun
7, 5, 3 , dan 1,5 ml/kg.BB/jam

Bolus ke-2 dg kristaloid atau


Koloid 10-20ml/kg.BB Perdarahan
Stop IVFD dalam 10-20 menit Tidak jelas
maksimal 48 jam
setelah syok teratasi
Koloid 10-20ml/kg.BB
Transfusi darah
dalam 10-20menit, jika syok menetap
dianjurkan transfusi
Nama …………BB…kg Rumatan ……ml/hari=….ml/jam, rumatan+def5%....ml/hari=…ml/jam
10
6 jam: ….ml
Kecepatan cairan (ml/jam)

8 12 jam: ….ml
10-5ml/kgBB/jam
18 jam: ….ml
6
5-3ml/kgBB/jam 24 jam: ….ml
4
3-1,5ml/kgBB/jam

2 1,5ml/kgBB/jam
Syok

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24
jam

Kecepatan cairan intravena pada DSS (ml/jam)


Jam ke

Jam

Jenis

Ht %

Urin,ml

Sumber: Kalayanarooj S, Nimmannitya S. Guideline for Dengue & Dengue Haemorrhagic Fever Managemant. Bangkok Medical Publisher, Bangkok 2003.
Syok Dengue Dekompensasi
apabila syok tidak teratasi

Apabila syok tidak teratasi, berarti pasien jatuh dalam syok


dekompensasi
Periksa analisa gas darah, hematokrit, kalsium dan gula darah yang dapat
memperberat syok hipovolemik :
A-B-C-S ( A=asidosis, B=bleeding, C=calcium, S=sugar)
 Apabila kelainan ditemukan  segera lakukan koreksi
Sindrom Syok Dengue Dekompensasi

• Berikan oksigen 2-4L/menit


• Periksa hematokrit, AGD, gula darah, kalsium, perdarahan (A-B-C-S)
• Kristaloid atau koloid 10-20ml/kg.BB dalam 10-20 menit

Ya Syok teratasi Tidak

IVFD 10ml/kg.BB, 1-2 jam Evaluasi Ht, AGD, gula darah,


kalsium, perdarahan (ABCS)
Koreksi asidosis, hipoglikemia, hipokalsemia
Tanda vital stabil
Turunkan IVFD bertahap
Ht naik Ht turun
7, 5, 3 , dan 1,5 ml/kg.BB/jam
Bolus ke-2 dg kristaloid atau
Koloid 10-20ml/kg.BB Perdarahan
dalam 10-20 menit
Stop IVFD Tidak jelas
maksimal 48 jam
setelah syok teratasi Koloid 10-20ml/kg.BB
dalam 10-20menit, jika syok menetap Transfusi darah
dianjurkan transfusi
Pemantauan SSD

Pemeriksaan berkala
Tanda vital setiap 15-30 menit, selanjutnya setiap jam bila fase kritis
sudah dilewati
Analisis gas darah, gula darah, kalsium pada saat masuk rumah sakit
terutama pada pasien syok dekompensasi atau syok yang
berkepanjangan.
Hematokrit harus diperiksa saat pemberian cairan resusitasi pertama dan
kedua, selanjutnya setiap 4-6 jam
Produksi urin harus ditampung dan diukur
Pemantauan SSD

Perhatian khusus
Bila ditemukan gangguan fungsi organ lain, seperti ginjal, hati, gangguan
pembekuan, jantung, periksa atas indikasi
Periksa keadaan respirasi (nafas cepat, nafas cuping hidung, retraksi, ronki
basah), peninggian tekanan vena jugularis, adanya asites, efusi pleura.
Perhatian khusus harus diberikan untuk kemungkinan terjadinya edema
paru.
th

24