Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN

PEMBUATAN PREPARAT SUPRAVITAL EPITELIUM MUKOSA


MULUT

Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Praktikum Mikroteknik

Dosen Pengampu : Dra. Ely Rudiyatmi, M.Si.

Oleh:

Afra Fauziah Lisprabowoningtyas Putri

4411416008

JURUSAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2019
A. JUDUL
Pembuatan Preparat Supravital Epitelium Mukosa Mulut

B. HARI, TANGGAL PRAKTIKUM


Senin, 07 April 2019

C. TUJUAN PRAKTIKUM
1. Membuat preparat supravital epithelium mukosa mulut dengan zat warna
Methylene Blue
2. Mengamati dan menganalisis preparat supravital epithelium mukosa
mulut manusia yang telah dibuat

D. DASAR TEORI
Jaringan epitel terdiri dari sel-sel polihedral yang berkumpul dengan erat
dengan sedikit zat intersel, pelekatan diantara sel-sel ini kuat. Jaringan epitel
membentuk lapisan yang menutupi permukaan tubuh dan melapisi rongga-
rongganya. Jaringan epitel mempunyai fungsi –fungsi berikut ini :
1. Menutupi dan melapisi permukaan, misalnya epitel di kulit
2. Absorbsi, misalnya di usus, bagian proksimal tubulus kontortus nepron
3. Sekresi, misalnya epitel kelenjar
4. Sensoris, misalnya neuroepitel
5. Kontraktil, misalnya mioepitel
6. Proteksi, misalnya epitel di ureter, kulit.
Menurut bentuk selnya, sel epitel dapat dibedakan menjadi: epitel pipih
(skuamosa), kuboid, atau komlumner.
1. Epitelium pipih selapis; sebagai contoh sel-sel epitel penyusun lapisan
parietal capsula Bowmani ginjal, sel endotel pembuluh darah, dan sel
mesotel yang melapisi rongga-rongga tubuh tertentu.
2. Epitel kubus selapis; sebagai contoh sel-sel epitel (epitel kubus selapis
dengan striated brush border) penyusun lapisan tubulus contortus
uriniferus (TCU) pars proksimalis ginjal. Sel-sel epitel (epitel kubus
selapis tanpa brush border) penyusun lapisan TCU pars distalis ginjal.
3. Epitel kolumner selapis; sel-sel epitel penyusun lapisan duodenum
mammalia.
4. Epitel transisional; sebagai contoh sel-sel epitel penyusun lapisan
esophagus kelinci. Sel epitel berlapis-lapis pada bagian superfisial
berbentuk pipih, sedangkan lapisan dalam bentuknya bervariasi dari
kuboid sampai kolumner. Sel-sel lapisan luar mengalami penandukan
(kornifikasi). Ureter, pada bagian superfisial terlihat sel-sel yang
bentuknya seperti payung (sisi atas lebih lebar dari sisi bawah) dan sel-
sel lapisan di bawahnya berbentuk polygonal. Trakhea domba, sel epitel
kolumner bersilia, sel-sel kolumner bertumpu pada membrana basalis
tetapi tidak semuanya mencapai permukaan bebas.
5. Epitel berlapis digolongkan menurut bentuk sel lapisan superfisialnya:
skuamosa, kuboid, kolumner, dan transisional.

Mukosa rongga mulut adalah jaringan yang melapisi rongga mulut,


terdiri dari dua bagian yaitu epitel dan lamina propia. Lamina propia
mengandung serabut kolagen, serabut elastik, retikulin, dan jaringan
penghubung. Lapisan di bawah lamina propia adalah lapisan submukosa,
yang merupakan jaringan ikat kendor yang mengandung lemak, pembuluh
darah, limfe, dan saraf. Epitel rongga mulut tersusun dari sel squamosa
bertingkat, mirip dengan epitel squamous bertingkat yang ditemukan di
bagian tubuh lain, yaitu memiliki aktivitas turn over yang dimulai dari sel
basalis (Santoso, 2013). Lapisan mukosa adalah lapisan basah yang berkontak
dengan lingkungan eksternal.Terdapat pada saluran pencernaan, rongga
hidung, dan rongga tubuh lainnya.Pada rongga mulut, lapisan ini dikenal
dengan oral mucous membrane atau oral mucosa. Mukosa oral mempunyai
fungsi utama yaitu sebagai pelindung jaringan yang lebih dalam pada rongga
mulut. Fungsi lainnya, antara lain sebagai organ sensoris, aktifitas kelenjar,
dan sekresi.

E. PROSEDUR KERJA
Sebuah gelas benda dibersihkan dengan menggunakan alkohol 70% yang
diteteskan pada tisu. Kemudian, zat warna methylen blue 0,25% dalam
larutan NaCl 0,9% diteteskan pada sisi kiri gelas benda dengan jarak 1 cm
dari tepi gelas benda. Epithelium mukosa mulut diambil dengan
menggunakan tangkai sendok yang tumpul dan steril, dan diletakkan di atas
tetesan zat warna pada gelas benda sambil direntang-rentangkan, dilanjutkan
dengan proses mounting menggunakan gelas penutup dan jarum preparat.
Preparat supravital epithelium mukosa mulut diamati dengan menggunakan
mikroskop perbesaran 40x10, difoto, dan dianalisis hasilnya (30 menit).

F. HASIL DAN ANALISIS


No. Gambar preparat supravital mukosa mulut Keterangan
1. Perbesaran :
1
40 x 10
Keterangan :
2 1. Sitoplasma
2. Nukleus

Analisis :
Preparat mukosa mulut merupakan preparat sementara yang keawetannya
hanya beberapa jam saja tidak lebih dari 24 jam. Dalam pengamatan ini, sel
epithelium terwarnai dengan baik. Warna nukleus lebih gelap dibandingkan
sitoplasma. Ada beberapa sel epithelium yang menggerombol dan masih
bertumpuk-tumpuk, tetapi masih dapat diamati. Sitoplasma berwarna biru
transparan sedangkan nucleus berwarna biru gelap. Preparat ini cukup baik
karena tidak terdapat kotoran dan gelembung yang dapat mengganggu
pengamatan.

G. PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil pengamatan preparat supravital epithelium mukosa
mulut, epithelium ini termasuk kedalam epithelium pipih dengan bentuk agak
bulat namun dengan tepi yang tidak rata. Dalam pengamatan ini, pembuatan
preparat mukosa mulut dilakukan dengan metode supravital dan
menggunakan pewarnaan methylene blue 0,25% dalam larutan NaCl
fisiologis sehingga dapat diamati pada perbesaran 40x10, meskipun pada saat
pengamatan masih terdapat beberapa sel epitel yang terilhat menumpuk.
Dari hasil Pengamatan preparat supravital epithelium mukosa mulut, sel-
sel epitel terwarna biru. Nukleus sel epitel terwarna lebih kuat yaitu biru tua,
hal ini terjadi karena nukleus bersifat asam sehingga terwarnai oleh pewarna
basa yaitu methylene blue. Sementara sitoplasma sel epitel berwarna biru
pudar. Saat pengamatan, sel masih dalam bentuk asalnya yaitu berbentuk
agak bulat namun dengan tepi yang tidak rata. Didalam preparat masih
terdapat kotoran, hal ini diduga karena kotoran tersebut berasal dari kotoran
yang ada di dalam mulut yang ikut terambil saat pengambilan epitelium
mukosa menggunakan sendok, selain itu tidak adanya gelembung udara yang
terdapat dalam preparat.
Saat proses pembuatan preparat supravital terdapat tahap Pemberian zat
warna methylen blue 0,25% dalam larutan garam fisiologis (NaCl 0,9%), hal
ini diduga methylene blue 0,25% memiliki fungsi untuk menjaga sel agar
tetap kontras sehingga dapat diamati dan NaCl 0,9% memiliki fungsi untuk
menjaga agar sel tetap hidup sehingga tidak mengalami lisis atau krenasi.
Pengambilan epitel menggunakan tangkai scalpel atau tangkai sendok yang
tumpul bertujuan agar didapat epithel dengan ukuran kecil, kemudian
direntangkan dan diratakan dengan zat warna agar sel menjadi tipis dan tidak
saling bertumpuk. Selain itu, proses pewarnaan preparat tidak diawali dengan
proses fiksasi terlebih dahulu, pewarnaan ini merupakan pewarnaan tunggal,
yaitu pewarnaan yang hanya menggunakan satu macam zat warna saja.
Setelah proses pewarnaan dan penutupan dengan gelas penutup. Preparat
langsung diamati dengan menggunakan mikroskop.

H. SIMPULAN
1. Preparat epithelium mukosa mulut merupakan jenis preparat sementara
yang dibuat dengan metode supravital dan pewarnaan menggunakan
methylene blue.
2. Pewarnaan dengan zat warna methylene blue dapat mewarnai sel
epithelium mulut dengan kontras, sehingga dapat dibedakan antara inti sel
dengan sitoplasma.

I. SARAN
1. Dalam pembuatan preparat supravital epithelium mukosa mulut, sel epitel
mukosa mulut direntang-rentangkan diatas gelas benda sampai rata
sehingga preparat tidak menumpuk.
2. Sebelum memulai pembuatan preparat sebaiknya praktikan
membersihkan mulut terlbih dahulu, sehingga tidak ada kotoran yang ikut
terambil dan teramati dalam preparat

J. DAFTAR PUSTAKA
Rudyatmi, Ely. 2016. Bahan Ajar Mikroteknik. Semarang: Jurusan Biologi
FMIPA UNNES.
Santoso, D., Titien, I., & WM, P. K. (2013). Pengaruh Pemakaian Breket
Terhadap Maturasi Sel Epitel Mukosa Bukal pada Pasien Anak Periode
Gigi Bercampur (Kajian pada Tahap Leveling 2 Minggu). Jurnal
Kedokteran Gigi, 4(4), 248-253.