Anda di halaman 1dari 20

nASUHAN KEPERAWATAN

PADA NY.S P1A1 POST SECTIO CAESARIA DENGAN PEB

DI RUANG PERMATA HATI

RSUD BANYUMAS

Disusun oleh:
1. Annisa Novia Hasanah (1811040092)
2. Anzas Arie Kustanto (1811040043)
3. Kartika Dwi Mulyaningsih (1811040088)
4. Ninda nila Insani (1811040054)
5. Suci Murniasih (1811040064)

PROGRAM PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
2018-2019
FORMAT PENGKAJIAN POST PARTUM

I. BIODATA KLIEN
Inisial Klien : ny. S Initial Suami : Tn. D
Usia : 39 thn Usia : 44 tahun
Status Perkawinan : menikah Status Perkawinan : jawa
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Buruh
Pendidikan Terakhir : SMP Pendidikan Terakhir :SMP
No. RM : 8xx1xx Tanggal pengkajian : 23 januari 2019
Jam pengkajian : 16.30

Keluhan Utama : Pasien mengatakan nyeri pada luka operasi

Riwayat Penyakit Dahulu : pasien mengatakan mempunyai riwayat abortus


satu tahun yang lalu pada usia kandungan 10 minggu . Pasien tidak
memiliki riwayat penyakit pada sistem reproduksi ,hipertensi,DM,jantung,
asma, maupun TBC.

Riwayat Penyakit Sekarang : Pasien P1A1 Nifas hari ke 1 Post sectio


caesaria dengan PEB,sub fertil 12 tahun masuk ke ruangan permata Hati
pada hari Selasa pukul 15.30. Pada saat pengkajian hari rabu, tanggal 23
Januari 2019 pukul 16.30, Pasien mengeluh nyeri pada luka operasi, nyeri
seperti disayat dengan skala 7 , sifat nyeri hilang timbul dan nyeri semakin
berat jika bergerak, nyeri dirasakan pasien kurang lebih 15 menit dan hilang
timbul. Pasien mengatakan ASI sudah keluar sedikit dan pasien mengatakan
ingin memberikan ASI ekslusif untuk bayi. Pada pemeriksaan fisik terdapat
luka operasi SC tertutup balutan , terpasang drain kanan, produk drain 350
cc berwarna merah kehitaman.

Riwayat Penyakit Keluarga : pasien mengatakan tidak mempunyai riwayat


penyakit keluarga
Riwayat Kehamilan dan persalinan yang lalu: pasien pernah abortus 1 tahun
yang lalu.
Pengalaman menyusui : pasien belum pernah menyusui .

Riwayat kehamilan saat ini


Beberapa kali periksa hamil : pasien mengatakan rutin memeriksakan
kehamilan setiap satu bulan sekali pada
trimester 1 dan 2, kemudian 2 minggu
sekali pada trimester 3 (14 kali selama
masa kehamilan) di puskesmas terdekat.
Masalah kehamilan : pasien mengatakan mengalami tekanan
darah tinggi pada saat masa kehamilan 23
minggu, kaki pasien bengkak.

Riwayat persalinan

1. Jenis persalinan : SC a/I PEB, 22 Januari 2019 jam : 09.05 WIB


2. Jenis kelamin bayi: L/p , BB/ PB : 3300 gram/ 50 cm
Perdarahan : 500cc
Masalah dalam persalinan :

Riwayat Ginekologi

- Masalah Ginekologi : pasien mengatakan mens pertama (menarche


pada usia 11 tahun , siklus menstruasi pasien tidak teratur setiap
bulannya, lama waktu menstruasi setiap bulannya kurang lebih 5-7
hati. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit melular seksual.

Riwayat KB : Belum pernah mengikuti program KB

II. Data Umum Kesehatan saat ini


Status Obstetri : P 1 A1 bayi Rawat gabung : Ya
Keadaan umum : baik Kesadaran : compos mentis
BB: 65 kg TB : 155 cm
Tanda Vital : Tekanan Darah: 140/80 mmHg , Nadi : 74x/menit,
0
Suhu: 36,6 C, Pernafasan : 25 x/menit
Kepala – Leher
Kepala : mesochepal, tidak ada hematom,rambut
hitam , kebersihan kurang.
Mata : pupil ishokor, sklera anikhterik, ukuran
pupil 3 mm, reaksi pupil terhadap cahaya baik.
Hidung : tidak ada polip, tidak ada serumen
Mulut : mukosa bibir lembab, tidak menggunakan
gigi palsu : tidak menggunakan gigi palsu
Telinga : tidak ada serumen
Leher : tidak ada kelenjar tiroid
Dada
Jantung : normal, lup-dup
Paru : suara nafas vesikuler, perkusi sonor
Payudara : tidak ada benjolan, bentuk simetris
Putting Susu : an inverted
Penyaluran ASI : ASI sudah keluar
Kemampuan Menyusui : pasien menyusui bayi setiap 2 jam sekali
Abdomen
Strie Gravidarum : Ada
Linea Nigra : Ada
Involusi uterus
Fundus uterus : 2 jari dibawah pusat Kontraksi : keras
Kandung kemih :
Diastasis Rektus abdominis : 2 jari
Fungsi pencernaan : baik
Perineum dan genital
Vagina : Integritas kulit : baik , edema: (-) memar (-)
Hematom : tidak ada
Perineum : Utuh
R (Red) : Kemerahan : ya/ tidak
E (Edema) : Bengkak : ya/tidak
E (Echimosis) : ya/tidak
D (Discharge) : ya/tidak ada
A (Approxiamate) : ya/tidak
Kebersihan Perineum : cukup
Lochea : rubra
Jumlah : 100 cc,
Jenis warna : merah segar
Konsistensi : cair
Bau : amis
Hemorrhoid : ada/Tidak
Ekstremitas
Homan Sign : - (negatif)
Ekstremitas Atas : Edema : ya/tidak, Kesemutan/ baal : ya/tidak
Ektremitas bawah : edema : ya/tidak, lokasi -
Varises: ya/tidak
Reflek patela : +/-

Masalah Keperawatan : tidak ada masalah keperawatan


Eliminasi
Urin : Kebiasaan BAK
BAK saat ini : menggunakan DC (1200 cc/24 jam) ,menggunakan
catether ukuran 16
BAB : 1xsehari
Kebiasaan BAB
BAB saat ini : 1xsehari konstipasi : tidak
Masalah khusus : resiko infeksi
Istirahat dan kenyamanan
Pola tidur : kebiasaan tidur, lama 8 jam. Frekuensi
Pola tidur saat ini 4 jam sering terbangun dimalam hari karena bayi
rewel.
Keluhan ketidaknyamanan : ya lokasi : luka post OP . Pasien mengeluh
nyeri pada luka operasi, nyeri seperti disayat dengan skala 7 , sifat nyeri
hilang timbul dan nyeri semakin berat jika bergerak, nyeri dirasakan
pasien kurang lebih 15 menit dan hilang timbul.
Sifat : Hilang timbul Intensitas : sedang
Mobilisasi dan latihan
Tingkat mobilisasi : mobilisasi ditempat tidur miring kanan miring kiri
dan duduk. Mobilisasi duduk dibantu keluarga dan perawat.
Latihan/ senam : miring kanan miring kiri dan duduk
Nutrisi dan cairan
Asupan Nutrisi : baik Nafsu makan: habis 1 porsi
Asupan cairan : 6-7 gelas perhari (oral) , infus RL 20 tpm
Masalah khusus : tidak ada masalah khusus
Keadaan mental
Adaptasi psikologis : pasien merasa bahagia setelah melhirkan
anak pertamanya, suami dan keluarga memberikan dukungan untuk
pasien.
Penerimaan terhadap bayi : pasien bahagia dengan kelahiran anak
pertamanya , suami, mertua dan keluarga
sangat menerima bayi dengan rasa syukur
karena kelahiran bayi sangat dinantikan
dalam keluarga pasien.
Masalah khusus : tidak ada masalah khusus
Obat-obatan yang digunakan :
NO Hari/Tanggal Nama Obat Dosis Intruksi Waktu Pemberian
1 Rabu, 23-01- Inj dexa 1A 12.00
19 Tranfusi PRC 1 kolf 200 cc 12.00
Inj metochlopamid
Inj furamin
2 Kamis, 24-01- Inj ceftri 1g 07.00, 19.00
19 Inj ketolorac 30 mg 06.00, 14.00, 22.00
Inj metochlopamid 06.00, 14.00, 22.00
Inj dexa 1A 12.00
Tranfusi PRC 1 kolf 200 cc
06.00
3. Jum’at, 25 – Asam mefenamat 3x 500 mg 06.00, 14.00, 22.00
01- 19 Amoxicilin 3x 500 mg 06.00, 14.00, 22.00
Nifedipine 3x10mg 06.00, 14.00, 22.00

Hasil Pemeriksaan Penunjang :


No Tanggal Jenis Hasil Satuan Nilai normal
Periksa Pemeriksaan
1. 22/01/2019 Darah lengkap
Hemoglobin 7.6 /ul 12.0 - 16.0
Hematokrit 26.2 % 36.0 - 48.0
Eritrosit 4.40 10^6/ul 4.06 – 5.80
Leukosit 17.53 10^3/ul 3.70 – 10.10
Trombosit 319 Fl 150 - 450
MCV 59.4 Pg 81.0 – 96.0
MCH 17.4 % 27.0 – 31.2
MCHC 29.2 % 31.8 – 35.4
RDW 20.1 % 11.5 – 14.5
Neutrofil 87.04 % 39.30 – 73.70
Limfosit 8.73 % 18.00 – 48.30
Monosit 3.969 % 4.400 – 12. 700
Eosinofil 0.020 % 0.600 – 7.300
Basofil 0.241 % 0.0 – 1.7

2 24/01/2019 Darah lengkap


Hemoglobin 9.5
/ul 12.0 - 16.0
Hematokrit 32.0
36.0 - 48.0
Eritrosit 5,46 %
4.06 – 5.80
Leukosit 12.87
10^3/ul 3.70 – 10.10
Trombosit 370
150 - 450
MCV 58.6
MCH 17.4 10^3/ul 81.0 – 96.0
MCHC 29.7 27.0 – 31.2
Fl
RDW 19.2 31.8 – 35.4
Neutrofil 81.93 Pg 11.5 – 14.5
Limfosit 13.19 39.30 – 73.70
%
Monosit 4.160 18.00 – 48.30
Eosinofil 0.190 % 4.400 – 12. 700
Basofil 0.537 0.600 – 7.300
%
0.0 – 1.7
KIMIA
%
SGOT (AST) 60
u/l 0 – 50
SGPT (ALT) 26
0- 50
Glukosa sewaktu 99 u/l
74 – 140
Elektrolit (Na,
K, CL)
Natrium (Na) 139
135 – 155
Kalium (K) 4,1
3.5 – 5.5
Klorida (Cl) 104
94 - 111

III. Rangkuman Hasil Pengkajian


Masalah : Pasien mengeluh nyeri pada luka operasi, nyeri seperti disayat
dengan skala 7 , sifat nyeri hilang timbul dan nyeri semakin berat jika
bergerak, nyeri dirasakan pasien kurang lebih 15 menit dan hilang timbul.
Terdapat luka post SC , panjang luka 15cm,luka tertutup verban. Leukosit
17.530. pasien mengatakan ingin memberikan ASI eksklusif untuk bayinya.
Puting susu menonjol, ASI keluar sedikit. Tekanan Darah: 140/80 mmHg
, Nadi : 74x/menit, Suhu: 36,60C,Pernafasan :25x/menit
Perencanaan Pulang :
─ Baby care
─ Perawatan tali pusat/umbilikus
─ Cara menyusui yang baik dan benar
─ Massase payudara dan pijat oksitosin
IV. Analisa Data

No Data Fokus Etiologi Masalah


1 DS : pasien mengatakan nyeri pada luka Agen injury fisik Nyeri akut
post SC
P : post sc
Q : ditusuk2
R : perut bagian bawah
S:7
T : hilang timbul

DO : - pasien tampak meringis kesakitan


- Pasien menahan nyeri

2 DS : pasien mengatakan merasa tidak Resiko infeksi Luka insisi


nyaman pada bagian luka post sc

DO : - panjang luka 15cm


- Luka tertutup verban
- S : 37,1 o C
- Leukosit 17.53
- Terpasang DC
- Terpasang drain
3 DS : pasien mengatakan ingin memberikan Kesiapan
ASI eksklusif untuk bayinya. pemberian ASI

DO : - putsu anifertid
- ASI sudah keluar
- Pasien berusaha menyusui
anaknya

V. PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Nyeri akut berhubungan dengan agen injury fisik
2. Resiko infeksi dengan faktor resiko luka insisi
3. Kesiapan pemberian ASI
VI. RENCANA KEPERAWATAN
Nama Klien : Ny.S
Usia : 39 Tahun
Status Obstetri : P2A1
Tgl Persalinan : 22 Januari 2019
Tanggal Pengkajian : 23 Januari 2019

No.Dx NOC NIC


1 NOC NIC
Tingkat Nyeri Pain Management
Setelah dilakukan tindakan 1. Lakukan pengkajian
keperawatan selama 3x24 jam nyeri secara
diharapkan tingkat nyeri pasien komprehensif termasuk
berkurang dengan kriteria hasil : lokasi, karakteristik,
durasi frekuensi, kualitas
No Indikator A T dan faktor presipitasi
1 Ekspresi wajah nyeri 2 4 2. Observasi reaksi
2 Nyeri yang 2 4 nonverbal dan
dilaporkan ketidaknyamanan
3 Menyeringit 2 4 3. Kontrol lingkungan
yang dapat
Keterangan : mempengaruhi nyeri
1 : berat seperti suhu ruangan,
2 : cukup berat pencahayaan dan
3 : sedang kebisingan
4 : ringan 4. Pilih dan lakukan
5 : tidak ada penanganan nyeri
(farmakologi, non
farmakologi dan inter
personal)
5. Ajarkan tentang teknik
non farmakologi
6. Kolaborasi pemberian
analgesik
7. Evaluasi keefektifan
kontrol nyeri
8. Monitor penerimaan
pasien tentang
manajemen nyeri

2 NOC : Kontrol resiko : proses NIC


infeksi Infection Control (Kontrol
Setelah dilakukan tindakan infeksi)
keperawatan selama 3x24 jam 1. Bersihkan lingkungan
diharapkan pasien dapat mengontrol setelah dipakai pasien
infeksi dengan kriteria hasil : lain.
No Indikator A T 2. Monitor tanda dan gejala
1 Mengindentifikasi 2 4 infeksi sistemik dan
faktor resiko lokal
2 Memonitor prilaku 2 4 3. Pertahankan teknik
diri yang isolasi
berhubungan dengan 4. Gunakan sabun
proses infeksi antimikrobia untuk cuci
3 Mempraktikan 2 4 tangan
strategi untuk 5. Kolaborasi pemberian
mengontrol infeksi terapi antibiotik bila
4 Mencuci tangan 2 4 perlu
6. Cuci tangan setiap
1 : tidak pernah menunjukan sebelum dan sesudah
2: jarang menunjukan tindakan keperawatan
3 : kadang-kadang menunjukan 7. Berikan perawatan luka
4 : sering menunjukan dengan tepat
5 : secara konsisten menunjukan
3 NOC : keberhasilan menyusui : NIC : Konseling laktasi
bayi 1. Berikan informasi
Setelah dilakukan tindakan mengenai manfaat
keperawatan selama 3x24 jam menyusui baik
diharapkan pasien dapat berhasil fisiologis maupun
menyusui dengan kriteria hasil: psikologis
No Indikator A T 2. Beri kesempatan pada
1 Refleks menghisap 2 4 ibu untuk menyusui
2 Menyusui minimal 2 4 setelah melahirkan jika
5-10/ payudara memunginkan
3. Instruksikan posisi
menyusui yang
bervariasi
4. Diskusikan cara untuk
memfasiitasi
perpindahan ASI ( mis
teknik relaksasi, pijat
payudara)
5. Monitor kemampuan
bayi untuk menghisap
CATATAN TINDAKAN KEPERAWATAN
Nama Klien : Ny.S Usia :39 Tahun
Status Obstetri :P2A1 Tanggal Pengkajian : 23 Januari 2019
Tgl Persalinan : 22 Januari 2019

Tgl/jam No Implementasi Respon pasien Para


. f
Dx
23/01/201 1 1. Melakukan 1. Pasien mengatakan
9 pengkajian nyeri nyeri pada luka
17.00 secara komprehensif operasi
termasuk lokasi, P : prosedur invasif
karakteristik, durasi Q : seperti disayat
frekuensi, kualitas dan R : abdomen
faktor presipitasi S : skala 7
2. Mengbservasi reaksi T : hilang timbul,
nonverbal dan makin berat saat
ketidaknyamanan bergerak.
3. Mengontrol 2. Pasien tampak
lingkungan yang meringis kesakitan.
dapat mempengaruhi 3. Membatasi jumlah
nyeri seperti suhu pengunjung, jumlah
ruangan, pencahayaan penunggu 1 orang
dan kebisingan 4. Pasien dapat
4. Mengajarkan tentang mendemonstrasikan
teknik non relaksasi nafas
farmakologi teknik dalam dan merasa
relaksasi nafas dalam. nyeri sedikit
berkurang.
2 1. Menggunakan sabun
antimikrobia untuk
17. 05 cuci tangan
2. Melakukan Pemberian antibiotik
19.00 kolaborasi ceftriaxone 1 gram
pemberian terapi
antibiotik bila perlu
3. Mencuci tangan
setiap sebelum dan
sesudah tindakan
keperawatan
17.30
3 1. Memberikan 1. Ibu memahami
informasi informasi yang
mengenai diberikan tentang
manfaat manfaat menyusui
menyusui baik 2. Setelah melahirkan
fisiologis ibu dilakukan IMD
maupun
psikologis
2. Memberi
kesempatan pada
ibu untuk
menyusui setelah
melahirkan jika
memunginkan

24/01/201 1 1. Melakukan 1. Pasien mengatakan


9 pengkajian nyeri nyeri pada luka
10.00 secara komprehensif operasi berkurang
termasuk lokasi, P : prosedur invasif
karakteristik, durasi Q : seperti disayat
frekuensi, kualitas R : abdomen
dan faktor presipitasi S : skala 6
2. Mengbservasi reaksi T : hilang timbul,
10.05 nonverbal dan makin berat saat
ketidaknyamanan bergerak.
3. Mengontrol 2. Pasien tampak
10.30 lingkungan yang meringis kesakitan.
dapat mempengaruhi 3. Membatasi jumlah
nyeri seperti suhu pengunjung, jumlah
ruangan, penunggu 1 orang
pencahayaan dan 4. Memberikan injeksi
kebisingan ketorolac 30 mg
14.00 4. Melakukan 5. Pasien mengatakan
kolaborasi nyeri berkurang
pemberian analgesik
5. Mengevaluasi
keefektifan kontrol
nyeri
06.00
2 1. Memberikan 1. Transfusi PRC 200
10.35 Transfusi PRC 200 cc masuk
cc 2. Tidak ada tanda
2. Memonitor tanda tanda infeksi, area
dan gejala infeksi sekitar luka
10.40 sistemik dan lokal bersih,tidak ada
3. Mencuci tangan edema,kemerahan,
10.45 setiap sebelum dan maupun cairan
sesudah tindakan abnormal dari luka.
keperawatan 3. Cuci tangan
4. Memberikan 4. Melakukan
09.00 perawatan luka perawatan luka dan
dengan tepat ganti verban.

3 1. Mendiskusikan cara 1. Pasien merasa


untuk memfasiitasi nyaman setelah
perpindahan ASI ( dilakukan tindakan
mis teknik relaksasi, pijat payudara, ASI
pijat payudara) sudah keluar.
2. Monitor kemampuan 2. Kemampuan bayi
bayi untuk untuk menghisap
menghisap baik.
25/01/201 1 1. Melakukan 1. Pasien mengatakan
9 pengkajian nyeri nyeri pada luka
09.00 secara komprehensif operasi berkurang
termasuk lokasi, P : prosedur invasif
karakteristik, durasi Q : seperti disayat
frekuensi, kualitas R : abdomen
dan faktor presipitasi S : skala 4
2. Melakukan T : hilang timbul,
14.00 kolaborasi makin berat saat
pemberian analgesik bergerak.
14.10 3. Mengevaluasi 2. Injeksi ketorolac 30
keefektifan kontrol mg
nyeri 3. Pasien mengatakan
nyeri berkurang
2 1. Memonitor tanda 1. Tidak ada tanda
10.00 dan gejala infeksi tanda infeksi, area
sistemik dan lokal sekitar luka
2. Mencuci tangan bersih,tidak ada
10.05 setiap sebelum dan edema,kemerahan,m
sesudah tindakan aupun cairan
keperawatan abnormal dari luka.
10.07 3. Memberikan 2. Cuci tangan
perawatan luka 3. Melakukan
dengan tepat perawatan luka dan
14.00 4. Kolaborasi ganti verban
pemberian 4. Po asam mefenamat
analgertik asam 500 mg
09.00 mefenamat 500 mg
3 1. Monitor 1. Kemampuan bayi
kemampuan bayi untuk menghisap
09.05 untuk menghisap. baik
2. Monitor 2. ASI sudah keluar dan
pengeluaran ASI cukup untuk nutrisi
ibu bayi
CATATAN PERKEMBANGAN KEPERAWATAN
NO. DX TGL/JAM CATATAN PERKEMBANGAN PARAF
1. 23 jan 2019 S : Pasien mengatakan nyeri pada luka
operasi
P : prosedur invasif
Q : seperti disayat
R : abdomen
S : skala 7
T : hilang timbul, makin berat saat
bergerak.
O : Pasien tampak meringis kesakitan
A : Masalah belum teratasi
Indikator A T S
1. Ekspresi wajah nyeri 2 4 2
2. Nyeri yang dilaporkan 2 4 2
3. Menyeringit 2 4 2
P : Lanjutkan intervensi
1. Lakukan pengkajian secara
komprehensif
2. Observasi reaksi nonverbal dan
ketidaknyamanan
3. Ajarkan teknik non farmakologi
4. Kolaborasi pemberian analgetik
2. 23 jan 2019 S : Pasien mengatakan merasa tidak nyaman
pada bagian luka post sc

O : Terdapat luka post SC


- panjang luka 15cm
-Kondisi luka baik
-S : 37,1
-Leukosit 17.53
- Terpasang drain
- terpasang DC
A : Masalah belum teratasi

No Indikator A T S
1 Mengindentifikasi 2 4 3
faktor resiko
2 Memonitor prilaku 2 4 3
diri yang berhubungan
dengan proses infeksi
3 Mempraktikan strategi 2 4 3
untuk mengontrol
infeksi
4 Mencuci tangan 2 4 3
P : lanjutkan intervensi
1. Memberikan Transfusi PRC 200 cc
2. Memonitor tanda dan gejala infeksi
sistemik dan lokal
3. Mencuci tangan setiap sebelum dan
sesudah tindakan keperawatan
4. Memberikan perawatan luka dengan
tepat

3. 23 jan 2019 S : pasien mengatakan ingin memberikan ASI


eksklusif untuk anaknya
O : - putsu anifertid
-ASI sudah keluar
- Pasien berusaha menyusui anaknya
A : masalah belum teratasi
No Indikator A T S
1 Refleks menghisap 2 4 3
2 Menyusui minimal 5- 2 4 3
10/ payudara
P : lanjutkan intervensi
1. Ibu memahami informasi yang
diberikan tentang manfaat menyusui
2. Setelah melahirkan ibu dilakukan IMD

1 24 jan 2019 S : Pasien mengatakan nyeri pada luka


operasi
P : prosedur invasif
Q : seperti disayat
R : abdomen
S : skala 6
T : hilang timbul, makin berat saat
bergerak.
O : Pasien tampak meringis kesakitan
A : Masalah belum teratasi
Indikator A T S
1. Ekspresi wajah nyeri 2 4 2
2. Nyeri yang dilaporkan 2 4 2
3. Menyeringit 2 4 2
P : Lanjutkan intervensi
1. Lakukan pengkajian secara
komprehensif
2. Observasi reaksi nonverbal dan
ketidaknyamanan
3. Ajarkan teknik non farmakologi
Kolaborasi pemberian analgetik
2 24 jan 2019 S : Pasien mengatakan merasa tidak nyaman
pada bagian luka post sc

O : Terdapat luka post SC


- panjang luka 15cm
-Kondisi luka baik
-S : 37,1
-Leukosit 17.53
- Terpasang drain
- terpasang DC
A : Masalah belum teratasi

No Indikator A T S
1 Mengindentifikasi 2 4 3
faktor resiko
2 Memonitor prilaku 2 4 3
diri yang berhubungan
dengan proses infeksi
3 Mempraktikan strategi 2 4 3
untuk mengontrol
infeksi
4 Mencuci tangan 2 4 3
P : lanjutkan intervensi
1. Memberikan Transfusi PRC 200 cc
2. Memonitor tanda dan gejala infeksi
sistemik dan lokal
3. Mencuci tangan setiap sebelum dan
sesudah tindakan keperawatan
Memberikan perawatan luka dengan
3 24 Jan 2019 S : pasien mengatakan ingin memberikan ASI
eksklusif untuk anaknya
O : - putsu anifertid
-ASI sudah keluar
- Pasien berusaha menyusui anaknya
A : masalah belum teratasi
No Indikator A T S
1 Refleks menghisap 2 4 3
2 Menyusui minimal 5- 2 4 3
10/ payudara
P : lanjutkan intervensi
1. Ibu memahami informasi yang
diberikan tentang manfaat menyusui
2. Setelah melahirkan ibu dilakukan IMD

1 25 jan 2019 S : Pasien mengatakan nyeri berkurang pada


13.30 luka operasi
P : prosedur invasif
Q : seperti disayat
R : abdomen
S : skala 4
T : hilang timbul, makin berat saat
bergerak.
O : Pasien tampak lebih rileks,pasien dapat
beristirahat
A : Masalah belum teratasi
Indikator A T S
1. Ekspresi wajah nyeri 2 4 3
2. Nyeri yang dilaporkan 2 4 3
3. Menyeringit 2 4 3
P : Lanjutkan intervensi
Kolaborasi pemberian analgetik
S : Pasien mengatakan area luka perih

O : Terdapat luka post SC


- panjang luka 15cm
-Kondisi luka baik
-S : 37,0
-Leukosit 17.53
- Terpasang drain
- terpasang DC
A : Masalah teratasi sebagian

No Indikator A T S
1 Mengindentifikasi 2 4 3
faktor resiko
2 Memonitor prilaku 2 4 3
diri yang berhubungan
dengan proses infeksi
3 Mempraktikan strategi 2 4 3
untuk mengontrol
infeksi
4 Mencuci tangan 2 4 3
P : lanjutkan intervensi
1. Memonitor tanda dan gejala infeksi
sistemik dan lokal
2. Mencuci tangan setiap sebelum dan
sesudah tindakan keperawatan
Memberikan perawatan luka dengan tepat
S : pasien mengatakan ingin memberikan ASI
eksklusif untuk anaknya
O : - putsu anifertid
-ASI sudah keluar
- Pasien berusaha menyusui anaknya,
pasien menyusui anaknya 8 kali dalam sehari
A : masalah belum teratasi
No Indikator A T S
1 Refleks menghisap 2 4 3
2 Menyusui minimal 5- 2 4 4
10/ payudara
P:
- Monitor pengeluaran ASI

Monitor refleks menghisap