Anda di halaman 1dari 4

TUGAS KELOMPOK

KONSEP ONE HEALH DAN EKOSISTEM


GELOMBANG XIV KELOMPOK B

Oleh :
Muhammad Rama Imam Saputra,SKH 1809612002
Lalu Rian Mahpuz, SKH 1809612007
Wadi Opsima, SKH 1809612009
Yuliana Asriani, SKH 1809612010
Rizki Pratiwi, SKH 1809612013
Ayu Putu Sri Agustin Swandewi, SKH 1809612020
DSM Odiec Yusma Purnawan, SKH 1809612021

PROGRAM PROFESI DOKTER HEWAN


FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2018
1. Analisis apa yang akan terjadi bila terjadi perubahan-perubahan pada
peradaban manusia yang berdampak pada gangguan pada ekosistem
seperti yang ditunjukkan pada gambar sebelumnya!

2. Kaitkan diskusi anda dengan zoonosis!


Ekosistem adalah hubungan timbal balik antara komponen biotik dengan
komponen abiotik di alam. Komponen ekosistem terdiri dari dua komponen,
yaitu komponen abiotik dan komponen biotik, dimana komponen abiotik ini
merupakan komponen yang terdiri dari makluk tak hidup (seperti: air, tanah,
udara, suhu dan cahaya matahari), sedangkan komponen biotik merupakan
komponen yang terdiri dari makhluk hidup (seperti: tumbuhan, hewan, bakteri,
dan jamur), sehingga ekosistem merupakan kesatuan yang menyeluruh antara
unsur biotik dan abiotik yang saling mempengaruhi. Pada ekosistem, manusia
merupakan salah satu komponen biotik.
Hubungan komponen-komponen ekosistem membentuk suatu sistem.
Dalam struktur maupun dalam fungsi komponen-komponen tersebut merupakan
suatu kesatuan yang tidak terpisahkan, apabila salah satu komponen terganggu,
maka komponen-komponen lainnya secara cepat atau lambat pun akan
terpengaruhi. Manusia sebagai saah satu komponen biotik memiliki perangaruh
yang paling dominan terhadap lingkungan.
Manusia tinggal dan hidup dalam lingkungannya, berinteraksi dengan
komponen lingkungan fisik, baik biotik (hewan dan tumbuhan) maupun dengan
komponen abiotik (tanah, air, batuan dan lain-lain). Manusia juga melakukan
interaksi dengan sesamanya atau lingkungan sosialnya dan mengembangkan nilai
dan norma untuk mengaturinteraksi tersebut. Dari interaksi tersebut, manusia
menghasilkan kebudayaan dalam berbagai bentuk seperti bahasa, teknologi dan
lain-lain. Pada awalnya, ketika manusia belum mengenal teknologi, hubungan
manusia dengan komponen lingkungan lainnya masih berjalan secara harmonis.
Selain jumlah manusi masih sedikit, juga tidak berlebihan dalam mengambil
sumberdaya alam, sehingga tidak menimbulkan kerusakan yang berarti.
Perlahan tapi pasti, seiring dengan berkembangnya teknologi, peradaban
manusia semakin maju dan meningkatnya jumlah serta kebutuhan manusia
cenderung eksploitatif atau mengambil sumberdaya alam secara berlebihan.
Semakin bertambahnya jumlah manusia juga mempengaruhi ekonomi untuk
memenuhi kebutuhannya. Peradaban modern yang menuntut manusia untuk
memenuhi kebutuhannya mendorong manusia begitu serakah terhadap
lingkungan, dimana manusai menggambilan sumber daya alam secara berlebihan
untuk pemenuhan kebutuhan hidup ataupun aktivitasnya yang tidak ramah
lingkungan seperti penebangan hutan dan alih fungsi hutan, pertambangan,
maupun pencemaran udara, air, dan tanah. Di Indonesia berkurangnya luas hutan
disebabkan adanya pengalihan fungsi hutan menjadi suatu lahan yang digunakan
untuk tujuan tertentu seperti pertanian, peternakan, perkebunan, atau perkotaan
dan penebangan pohon secara liar.
Perubahan peradaban manusia juga menyebabkan perkembangan
teknologi. Teknologi memungkinkan negara-negara tropis (terutama negara
berkembang) untuk memanfaatkan kekayaan hutan alamnya dalam rangka
meningkatkan sumber devisa negara dan berbagai pembiayaan pembangunan,
tetapi akibat yang ditimbulkannya merusak hutan tropis sekaligus berbagai jenis
tanaman berkhasiat obat dan beragam jenis fauna yang langka.
Teknologi juga memberi rasa aman dan kenyamanan bagi manusia akibat
mampu menyediakan berbagai kebutuhan. Semua yang harus cepat, hemat dan
menguntungkan tak hiraukan jerit pohon yang ditebas demi perluasan
pabrikseperti tabung gas kebakaran, alat-alat pendingin (Iemari es dan AC),
berbagai jenis aroma parfum dalam kemasan yang menawan, atau abat anti
nyamuk yang praktis untuk disemprotkan, dan sebagainya. Serangkai dengan
proses tersebut, ternyata CFC (chlorofluorocarbon) dan tetrafluoroethylene
polymer yang digunakan justru memiliki kontribusi bagi menipisnya lapisan
ozone di stratosfer. Adanya peradaban manusialah yang menyebabkan
terganggunya keseimbangan ekosistem.