Anda di halaman 1dari 28

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA DI

PUSKESMAS ”A”

CASE STUDY RESEARCH


Diajukan Untuk Menyusun Case Study Research
Program Studi Kebidanan Program Sarjana Terapan
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas ‘Aisyiyah
Yogyakarta

Disusun oleh :

PUTERI FATHIMAH AZ-ZAHRA

1810104174

PROGRAM STUDI KEBIDANAN PROGRAM SARJANA TERAPAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ‘AISYIYAH
YOGYAKARTA
2019
HALAMAN PERSETUJUAN

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA DI


PUSKESMAS “A”

CASE STUDY RESEARCH

Disusun oleh :

Nama Mahasiswa : PUTERI FATHIMAH AZ-ZAHRA


NIM : 1810104174

Telah Memenuhi Persyaratan dan Disetujui Untuk Mengikuti Ujian


Case Study Research pada Program Studi Kebidanan
Jenjang Program Sarjana Terapan
Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas ‘Aisyiyah
Yogyakarta

Oleh :

Pembimbing :
Tanggal :

Tanda Tangan :
HALAMAN PENGESAHAN

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA DI


PUSKESMAS “A”

CASE STUDY RESEARCH

Disusun oleh :

Nama Mahasiswa : PUTERI FATHIMAH AZ-ZAHRA


NIM : 1810104174

Telah Dipertahankan di Depan Dewan Penguji dan Diterima


Sebagai Syarat Untuk Mendapatkan Gelar Sarjana Sains Terapan
Program Studi Kebidanan program sarjana terapan
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas
‘Aisyiyah Yogyakarta

Dewan Penguji Tanggal Tanda Tangan

1
.......................... ..........................
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikumwarahmatullahiwabarakatuh

Alhamdulillahirabbil’alamin penulis haturkan kehadirat Allah SWT yang telah


melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga dapat menyelesaikan penyusunan Case
Study Research (CSR) dengan judul “Asuhan Kebidanan pada Ibu Hamil Dengan Anemia di
Puskesmas “A” CSR ini merupakan syarat untuk menyelesaikan studi pada Program Studi
Kebidanan program sarjana Terapan Fakultas Ilmu Kesehatan di Universitas ‘Aisyiyah
Yogyakarta.
Telah banyak bantuan dari berbagai pihak dalam penyusunan Case Study Research
ini, oleh karena itu dalam kesempatan ini dengan penuh kerendahan hati dan penuh rasa
hormat, penulis haturkan ucapan terimakasih yang setulusnya kepada:
1. Warsiti, S.Kep., M.Kep., Sp.Mat selaku rektor Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta yang
telah memberikan ilmu, bimbingan dan kesempatan untuk pelaksanaan pendidikan di
Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.
2. Ismarwati, S.KM., S.ST., MPH selaku dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas
‘Aisyiyah Yogyakarta yang telah memberikan bimbingan.
3. Fitria Siswi Utami, S.SiT., MNS selaku ketua Program Studi Kebidanan program sarjana
Terapan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta yang telah
memberikan ilmu, bimbingan dan inspirasi kepada penulis.
4. selaku penguji 1 ujian Case Study Research.
5. selaku dosen pembimbing Case Study Research yang telah memberikan ilmu, saran dan
masukkan dalam proses bimbingan Case Study Research.
6. Kedua orang tua serta saudara-saudara yang tak henti-hentinya memberikan do’a,
dukungan dan motivasi.
7. Semua pihak yang telah berpartisipasi dalam penyusunan Case Study Research yang
tidak dapat penulis sebutkan satu per satu.
Semoga Allah SWT membalas segala bentuk bantuan dan kerjasama kalian dengan balasan
kebaikan dan kebahagiaan, aamiin. Penulis membutuhkan saran dan masukan yang bersifat
membangun demi kesempurnaan dalam penulisan Case Study Research ini.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Yogyakarta, Maret 2019

Penulis
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ........................................................................


HALAMAN PERSETUJUAN .......................................................
HALAMAN PENGESAHAN ..........................................................
KATA PENGANTAR ......................................................................
DAFTAR ISI.....................................................................................

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ............................................................
B. Batasan Masalah .........................................................
C. Rumusan Masalah .....................................................
D. Tujuan ..........................................................................
E. Manfaat ........................................................................
BAB II TINJAUAN TEORI
A. Tinjauan Pustaka .........................................................
B. Landasan Hukum ........................................................
C. Manajemen Kebidanan ................................................
D. Pendokumentasian SOAP ..........................................
E. Tinjauan Islam ............................................................
F. Kerangka Teori ............................................................
BAB III METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian ............................................................
B. Lokasi dan Waktu Penelitian .......................................
C. Subjek Studi Kasus......................................................
D. Pengumpulan Data ......................................................
E. Uji Keabsahan Data .....................................................
F. Analisis Data ...............................................................
G. Kerangka Jalannya Penelitian .....................................
BAB IV HASIL PENELITIAN
A. Analisis Jurnal dalam bentuk PICOT .........................
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

AKI merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan pada sektor

kesehatan. Menurut World Health Organization (WHO) (2012), prevalensi anemia pada

ibu hamil mencapai 41,8% di dunia, dan Asia menduduki peringkat kedua di dunia setelah

Afrika dengan persentase prevalensi penderita anemia dalam kehamilan 48,2 %.

Prevalensi anemia dalam kehamilan di Indonesia sebesar 37,1%. Diantaranya pada

trimester satu sebanyak 3,8%, trimester dua 13,6% dan trimester tiga 24,8% (Riskesdas,

2013).

Data Kementrian Kesehatan pada tahun 2016 tercatat 305 ibu meninggal per 100.000

kelahiran hidup. Penyebab langsung kematian ibu di Indonesia adalah perdarahan (60-

70%), pre eklamsi dan eklamsia (10-20%) infeksi (10-20%) dan penyebab tidak langsung

(10-5%). (Manuaba, 2010).

Perdarahan merupakan faktor terbesar penyebab tingginya AKI. Anemia dan KEK

menjadi penyebab utama terjadinya perdarahan dan infeksi yang merupakan faktor

kematian utama ibu, di berbagai negara paling sedikit seperempat dari seluruh kematian

ibu disebabkan oleh perdarahan, proporsinya berkisar antara kurang dari 10% sampai

hampir 60% (Minatunnisa, 2011).

Dari profil Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2017, Prevalensi anemia

ibu hamil di DIY pada tahun 2015 sebesar 14,85 % dan mengalami kenaikan pada tahun

2016 yiatu sebesar 16,09 % dan kembali turun menjadi 14,32 pada tahun 2017. Upaya

menuruman prevalensi anemia ibu hamil harus lebih dilakukan secara optimal mengingat

target penurunan jumlah kematian ibu menjadi prioritas permasalahan kesehatan di DIY.

Peringkat pertama kejadian anemia pada ibu hamil terdapat di Kota Yogyakarta prevalensi
anemia sebesar 30,81% , peringkat kedua Gunung Kidul 16,77% dan ketiga Kabupaten

Bantul 16,32% (Dinkes DIY, 2017).

Upaya pemerintah untuk menurunkan prevalensi anemia pada ibu hamil salah satunya

dengan dilakukan Program Kelas Ibu Hamil. Dalam program ini ibu hamil dapat belajar

bersama tentang kesehatan, dalam bentuk tatap muka dalam kelompok yang bertujuan

untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu mengenai kehamilan,

perawatan kehamilan, persalinan, perawatan nifas, perawatan bayi baru lahir, mitos,

penyakit menular dan akte kelahiran. Selain itu, kelas ibu hamil juga bertujuan untuk

meningkatkan pemahaman, sikap, dan perilaku ibu hamil termasuk dalam pengaturan gizi

melalui pemberian tablet besi untuk penanggulangan anemia (Depkes RI, 2011).

Bidan sebagai tenaga kesehatan berperan dalam mengatasi masalah anemia

kehamilan. Upaya yang dapat dilakukan oleh bidan yaitu dengan memberikan

Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada ibu hamil tentang bahaya anemia,

pentingnya tambahan zat besi, pentingnya peningkatan kesehatan, peningkatan ANC

sehingga anemia dapat diketahui dan diatasi secara dini. Pemeriksaan darah minimal dua

kali selama kehamilan terutama pada trimester satu dan trimester tiga (Manuaba, 2009).

Asuhan yang diberikan oleh bidan di Puskesmas “A” yaitu memberikan KIE terkait

penatalaksanaan Anemia dan menganjurkan ibu untuk minum tablet Fe. Setelah itu, untuk

mengatasi Anemia dilakukan dengan cara memberikan penyuluhan kesehatan separti

mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi yang tinggi, seperti sayur bayam

hijau, bayam merah, ati ayam, kacang kacangan dan buah buahan segar.

Firman Allah Ta’ala,


Artinya : “Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada
kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang
bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku
dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.” ( QS. Luqman ayat 14).

Makna dari ayat diatas adalah tentang perintah untuk selalu berbuat baik dan

bersyukur kepada kedua orang kita yaitu ibu dan bapak. Keterkaitan QS. Luqman ayat 14

dengan penulisan case study researchini adalah ibu mengalami kesusahan ketika

mengandung yaitu ibu dalam keadaan lemah karena ibu mengalami anemia pada saat

hamil. Keadaan ini di rasakan setiap ibu pada awal hingga akhir kehamilannya. Sehingga

haruslah kita berbuat baik kepada kedua orang tua terutama ibu yang telah bersusah

payah demi melahirkan seorang anak.

Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas “a” diperoleh

data bahwa pada tanggal 23 Maret sampai 13 April Tahun 2019 jumlah ibu hamil yang

berkunjung adalah 50 orang. 20 ibu Trimester I, 15 ibu Trimester II, 15 ibu Trimester III.

Dari total 20 ibu hamil Trimester I yang berkunjung, 10 ibu hamil mengalami Anemia

pada awal kehamilan.

Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian dalam

rangka penyusunan Case Study Research yang berjudul “Asuhan Kebidanan Pada Ibu

Hamil dengan Anemia di Puskesmas “a” Tahun 2019”.

B. Batasan Masalah

Pada studi kasus ini berfokus pada penatalaksanaan masalah kebidanan dengan

Anemia di Puskesmas “a” .

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan

masalah sebagai berikut : “Bagaimanakah Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil dengan

Anemiadi Puskesmas “a” Tahun 2019 ?”


Tujuan

1. Tujuan Umum

Untuk dapat melaksanakan dan meningkatkan kemampuan penulis dalam

memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan Anemia sesuai teori

manajemen kebidanan yang diaplikasikan dalam asuhan kebidanan menurut SOAP

secara komprehensif di Puskesmas “a”.

2. Tujuan Khusus

a. Mahasiswa mampu melaksanakan pengumpulan data subjektif dan data objektif

pada ibu hamil dengan Anemia di Puskesmas ”a”.

b. Mahasiswa mampu melakukan analisa terhadap kasus pada ibu hamil dengan

Anemia di Puskesmas ”a”.

c. Mahasiswa mampu melaksanakan asuhan pada ibu hamil dengan Anemia sesuai

evidence based di Puskesmas “a”.

d. Mahasiswa mampu mengevaluasi asuhan yang diberikan pada ibu hamil dengan

Anemia darihasil analisa jurnal dan teori berdasarkan metode Patient,

Intervention, Comparison, Outcome, Teory (PICOT).

e. Mahasiswa mampu menganalisa dan membandingkan kesenjangan antara

evidence based dan kasus nyata di lapangan pada ibu hamil dengan Anemia.

D. Manfaat

1. Bagi Institusi

a. Bagi Perpustakaan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai masukan dan informasi

untuk menambah wawasan serta pengetahuan terkait penatalaksanaan Anemia.

b. Bagi Bidan di Puskesmas “a”


Dapat memberikan informasi dan masukan kepada Puskesmas “a” dalam

manajemen asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan Anemia sehingga dapat

memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat.

2. Bagi Pengguna

a) Bagi Responden

Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan wawasan

responden tentang penatalaksaan Anemia pada ibu hamil.

b) Bagi Mahasiswa

Penelitian ini diharapkan mahasiswa mampu menganalisa asuhan yang diberikan

pada ibu hamildengan Anemia dari hasil analisa jurnal dengan metode PICOT.
BAB II
TINJAUAN TEORI

A. Tinjauan Pustaka

1. Definisi Kehamilan

Kehamilan didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan

ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Bila dihitung dari saat fertilisasi

hingga lahirnya bayi, lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan

7 hari) dan dihitung mulai dai hari pertama haid terakhir (Prawirohardjo, 2009).

Ditinjau dari tuanya kehamilan, kehamilan dibagi menjadi 3 bagian, antara lain.

a. Kehamilan trimester pertama ( antara 0-12 minggu)

b. Kehamilan trimester kedua (antara 12-28 minggu)

c. Kehamilan trimesster ketiga ( antara 28- 40 minggu)

Dalam trimester pertama organ janin mulai di bentuk. Dalam trimester kedua

organ janin telah terbentuk, tetapi belum sempurna. Janin yang dilahirkan pada

trimester ketiga telah viabele (dapat hidup). Bila hasil konsepsi dikeluarkan dari

kavum uteri pada kehamilan dibawah 20 minggu, disebut dengan abortus

(keguguran), bila ini terjadi dibawah 36 minggu sampai 40 minggu disebut partus

aterm (Prawirohardjo, 2009).

2. Asuhan Antenatal Care (ANC)

Pelayanan antenatal merupakan pelayanan kesehatan oleh tenaga profesional

yang diberikan kepada ibu selama masa kehamilan yang dilaksanakan sesuai dengan

standar pelayanan antenatal. Pelayanan antenatal merupakan pelayanan kesehatan

yang diberikan kepada ibu selama masa kehamilannya sesuai dengan standar

pelayanan antenatal yang mencakup anamnesis, pemeriksaan fisik umum dan


kebidanan, pemeriksaan laboratorium atas indikasi tertentu serta indikasi dasar dan

khusus (Agustini, 2013).

3. Anemia

1. Pengertian Anemia

Anemia atau sering disebut kurang darah adalah keadaan di mana sel darah

merah kurang dari normal, dan biasanya yang digunakan sebagai dasar adalah

kadar Hemoglobin (Hb). WHO menetapkan kejadian anemia ibu hamil berkisar

antara 20% dengan menentukan Hb 11 gr% adalah normal, 8-<11 gr% anemia

ringan, <8 anemia berat.

Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin

kurang dari 10,0 gram/100ml. Jika Hb kurang dari 11,5 gram/100ml pada awal

kehamilan, wanita mungkin perlu diberikan obat profilaktik karena hemodilusi

berikutnya biasanya mengurangi kadar Hb untuk kurang dari 10 gram/100ml.

Anemia terjadi pada 1/3 dari perempuan selama trimester ketiga. Sekitar 95%

kasus anemia selama kehamilan adalah kekurangan zat besi (Anemia Defisiensi

Besi) (Proverawati, 2011). Zat besi tambahan dibutuhkan oleh tubuh selama

kehamilan, kebutuhan total zat besi adalah antara 580 dan 1340 mg. dan dari

jumlah itu, sampai dengan 1050 mg akan hilang saat melahirkan. Pada awal

kehamilan, kebutuhan zat besi sekitar 2,5 mg/hari meningkat sekitar 6,6 mg/hari

dan 3-105 diabsorbsi terutama dari duodenum.Pada wanita sehat, kehilangan zat

besi sehari-hari adalah 1-2 mg (Wylie & Bryce, 2010).

2. Faktor Penyebab Anemia Pada Ibu Hamil

Menurut Proverawati (2011) Anemia merupakan suatu kumpulan gejala

yang disebabkan oleh bermacam-macam penyebab. Terdapat beberapa hal yang

bisa menyebabkan kadar Hb menurun seperti :


a. Meningkatnya aktivitas fisik

b. Dehidrasi

c. Kurangnya asupan nutrisi dalam tubuh

d. Kehamilan

e. Perdarahan

f. Genetik

g. Infeksi penyakit tertentu

h. Konsumsi Tablet Fe

3. Tanda dan Gejala Anemia

Menurut Wylie & Bryce (2010), gejala anemia ditandai dengan pucat pada

kulit dan membrane mukosa dapat dilihat, dan mungin tampak pada telapak

tangan dan konjungtiva, meskipun tanda ini bersifat subjektif dan tidak dapat

diandalkan. Pada anemia berat, tanda dan gejala klinis yang tampak secara

langsung dihubungkan dengan ketidak adekuatan suplai oksigen dan mencakup

takikardia dan palpitasi, angina dan klaudikasi intermiten.

4. Klasifikasi Anemia Dalam Kehamilan

Menurut Sarwono (2009) klasifikasi anemia dalam kehamilan adalah sebagai

berikut :

a. Anemia Defisiensi Zat Besi

b. Anemia Defisiensi Asam Folat

c. Anemia Aplastik

d. Anemia Penyakit Sel Sabit

5. Patofisiologi Anemia Dalam Kehamilan

Pada kehamilan kebutuhan oksigen lebih tinggi sehingga memicu

peningkatan produksi eritropoetin. Akibatnya, volume plasma bertambah dan sel


darah merah (eritrosit) meningkat. Namun, peningkatan volume plasma terjadi

dalam proporsi yang lebih besar jika dibandingkan dengan peningkatan eritrosit

sehingga terjadi penurunan konsentrasi hemoglobin (Hb) akibat hemodilusi

(Prawirohardjo, 2009).

Penurunan hematokrit, konsentrasi hemoglobin, dan hitung eritrosit

biasanya tampak pada minggu ke-7 sampai ke-8 kehamilan, dan terus menurun

sampai minggu ke-16 sampai ke-22 ketika titik keseimbangan tercapai. Sebab itu,

apabila ekspansi volume plasma yang terus-menerus tidak diimbangi dengan

peningkatan produksi eritropoetin sehingga menurunkan kadar Ht, konsentrasi

Hb, atau hitung eritrosit di bawah batas “normal”, timbulah anemia. Umumnya

ibu hamil dianggap anemia jika kadar hemoglobin di bawah 11 g/dl atau

hematokrit kurang dari 33 % (Prawirohardjo, 2009).

6. Dampak Anemia Dalam Kehamilan

Menurut Fadlun (2014) beberapa dampak dari anemia pada kehamilan yaitu :

a. Abortus, lahir prematur, lamanya waktu partus karena kurang daya dorong

rahim, pendarahan postpartum, rentan infeksi, rawan dekompensasi kordis

pada penderita dengan Hb kurang dari 4 g%.

b. Hipoksia akibat anemia dapat menyebabkan syok bahkan kematian ibu saat

persalinan, meskipun tidak disertai pendarahan.

c. Kematian bayi dalam kandungan, kematian bayi pada usia sangat muda, serta

cacat bawaan.

7. Pencegahan Anemia Dalam Kehamilan

Menurut Depkes (2009), cara mencegah dan mengobati anemia adalah :

a. Meningkatkan konsumsi makanan bergizi.

1) Mengonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi


2) Bahan makanan hewani: daging, ikan ayam hati, dan teiur

3) Bahan makanan nabati: sayuran berwarna hijau tua kacang-kacangan dan

tempe. Makan sayur-sayuran dan buah-buahan yang banyak

mengandung vitamin C sangat bermanfaat untuk meningkatkan

penyerapan zat besi dalam usus. Bahan makanan tersebut, antara lain

daun katuk, daun singkong, bayam, jambu, tomat, jeruk, dan nanas

Menurut Grober (2013) mengonsumsi bersama vitamin C (200 mg atau

lebih) dapat meningkatkan absorpsi zat besi sedikitnya 30%

b. Menambah asupan zat besi ke dalam tubuh dengan minum tablet tambah

darah (TTD)

c. Mengobati penyakit yang menyebabkan atau mamperberat anemia, seperti

kecacingan, malaria, dan TB paru.

8. Penatalaksanaan Anemia pada Kehamilan

Penatalaksanaan anemia ringan pada ibu hamil dapat dilakukan dengan cara

pemberian tablet besi, asam folat, vitamin B12, serta peningkatan kualitas

makanan sehari-hari. Pada kasus anemia ringan, diberikan kombinasi 60 mg/hari

zat besi dan 250 mg asam folat peroral sekali sehari. Pemberian zat besi 60 mg

per hari dapat meningkatkan Hb sebesar 0,6 dalam waktu 10 hari, untuk dapat

menaikkan Hb sebanyak 1,2 gr/dl dibutuhkan waktu 20 hari (Arisman, 2010,

hal.150-151).

Memberikan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan kuantitas dan

kualitas makanan. Konseling konsumsi nutrisi yang baik selama hamil, makan

makanan yang tinggi kandungan zat besi (seperti sayuran berdaun hijau, daging

merah, sereal, telur, dan kacang tanah), serta pemberian vitamin untuk

memastikan bahwa tubuh memiliki cukup asam besi dan folat serta memberikan
konseling untuk menghindari makanan dan minuman yang dapat menghambat

proses penyerapan tablet besi seperti teh atau kopi (Proverawati, 2011).

Gizi pada waktu hamil harus ditingkatkan hingga 300 kkal per hari, ibu

hamil seharusnya mengkonsumsi makanan yang mengandung protein, zat besi,

dan minum cukup cairan (menu seimbang) (Kusmiyati, 2008).

Penderita anemia ringan sebaiknya mengupayakan perbaikan menu

makanan dengan meningkatkan konsumsi makanan yang banyak mengandung zat

besi, seperti telur, susu, hati, ikan, daging, kacang-kacangan (tempe, tahu, oncom,

kedelai, kacang hijau), sayur-sayuran berwarna hijau tua (kangkung, bayam, daun

katuk), dan buah-buahan (jeruk, jambu biji, pisang). Gizi makanan dalam sarapan

dan frekuensi makan yang teratur terutama bagi yang berdiet. Penambahan

substansi yang memudahkan penyerapan zat besi juga diperlukan (Luh, 2013).

9. Pengobatan Alternative atau Herbal

Menurut penelitian yang dilakukan oleh titik wijayanti pada tahun 2016

perbaikan status hb (hemoglobin) pada ibu hamil trimester pertama dengan jus

daun bayam. Pada penelitian ini ibu hamil sejumlah 30 responden selanjutnya

diklasifikasikan ke dalam kelompok Pemberian jus daun bayam dilakukan setiap

pagi hari sebelum makan pagi (sekitar jam 7 pagi). Pemberian jus daun bayam

tersebut dilakukan. Peneliti melakukan intervensi dengan cara memberikan pada

kelompok dilakukan dengan mengambil darah menggunakan lancet dan pipet Hb.

Proses pengambilan darah dibantu oleh petugas puskesmas Desa Pendem.

Selanjutnya, penentuan kadar hemoglobin dilakukan menggunakan metode

cyanmethemoglobin. Pemberian perlakuan jus daun bayam (A. tricolor L.)

dilakukan selama 10 hari secara berturut-turut. Pemilihan waktu selama 10 hari

ini dikonversikan dengan proses pembentukan sekaligus pematangan eritrosit


menurut pernyataan Junqueira, et all., (2008) yang menyatakan bahwa

perkembangan suatu eritrosit dari pertama rangkaian sel tersebut dikenali sampai

pelepasan retikulosit ke dalam darah membutuhkan waktu kurang lebih 7 hari. Sel

yang telah berdiferensiasi mencapai tahap dimana sel telah memiliki kemampuan

untuk melaksanakan segala fungsi. Sedangkan proses dasar pematangan adalah

sintesis hemoglobin dan pembentukan sebuah enukleasi, bikonkaf, badan kecil

yaitu eritrosit.

Perbaikan status anemia menjadi kadar Hb normal, jus daun bayam dapat

memberikan jaminan kesehatan janin dan ibu selama kehamilan. Sehingga

diharapkan bayi yang nantinya lahir dapat lahir dengan selamat dan sehat dan ibu

yang melahirkan juga dalam keadaan selamat dan sehat. Jus daun bayam dapat

direkomendasikan sebagai salah satu menu dalam pelayanan posyandu bagi ibu

hamil ataupun pelayanan gizi di puskesmas. Harga bayam yang relatif murah dan

terjangkau ketersediaannya menjadi faktor pendukung penggunaan jus daun

bayam oleh masyarakat luas. Penggunaan jus daun bayam di posyandu dapat

digunakan sebagai salah satu menu preventif anemia pada ibu hamil.

Ibu hamil dianjurkan mengkonsumsi tablet Fe setiap hari agar cadangan

besi dalam tubuh tidak berkurang, dimulai sejak kehamilan 12 minggu sampai 12

minggu setelah persalinan. Respon terhadap intervensi terpantau melalui

perbaikan nilai hemoglobin yang meningkat paling sedikit 0.3 gr/dl dalam

seminggu. Pada masa kehamilan secara fisiologis terjadi perubahan hematologi

dimana volume darah ibu mulai meningkat selama trimester pertama, meningkat

lebih pesat pada trimester kedua dan kemudian meningkat dengan kecepatan jauh

lebih lambat pada trimester ketiga hingga mendatar pada beberapa minggu

terakhir kehamilan, perubahan hematologi ini disebut hemodilusi.


B. Landasan Hukum

Peraturan Kementrian Kesehatan Indonesia nomor 1464 /Menkes / per/X/2010

pasal 10 ayat 1 pelayanan kesehatan ibu sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 huruf a

diberikan pada masa pra hamil kehamilan, masa persalinan, masa nifas, masa

menyusui, dan masa antara dua kehamilan. Ayat 2 pelayanan kesehatan ibu

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:

a. Pelayaan konseling pada masa pra hamil

b. Pelayanan antenatal pada kehamilan normal

c. Pelayanan persalinan normal

d. Pelayanan ibu nifas normal

e. Pelayanan ibu menyusui

f. Pelayanan konseling pada masa antara dua kehamilan

Bidan dalam memberikan pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (2)

berwenang untuk:

a. Episiotomi

b. Penjahitan luka jalan lahir

c. Penanganan kegawat-daruratan, dilanjutkan dengan perujukan

d. Pemberian tablet Fe pada ibu hamil

e. Pemberian vitamin A dosis tinggi pada ibu nifas

f. Fasilitas bimbingan inisiasi menyusu dini dan promosi air susu ibu ekslusif

g. Pemberian uterotonika pada manajemen aktif kala tiga dan postpartum

h. Penyuluhan dan konseling

i. Bimbingan pada kelompok ibu hamil

j. Pemberian surat keterangan kematian

k. Pemberian surat keterangan cuti bersalin.


C. Manajemen Kebidanan

Sebuah Hadits Riwayat Thabrani menyebutkan, sabda Rasulullah SAW : “

Sesungguhnya Allah mencintai orang yang jika melakukan suatu pekerjaan,

dilakukan secara itqan (tepat ,terarah, jelas, dan tuntas)”. Makna dari hadits tersebut

adalah bahwa setiap muslim hendaknya mampu menyelesaikan pekerjaan, tugas dan

tanggungjawabnya secara sistematis, artinya secara tepat, terarah, jelas dan tuntas

sehingga menghasilkan hasil yang maksimal.

Varney dalam Mufdillah (2008) mengatakan seorang bidan dalam menerapkan

manajemen perlu lebih kritis dalam melakukan analisis untuk mengantisipasi

diagnose dan masalah potensial. Kadang kala bidan juga harus bertindak untuk

menyelesaikan masalah tertentu dan mungkin juga melakukan kolaborasi, konsultasi

bahkan segera merujuk klien.

D. Pendokumentasian SOAP

Pendokumentasian adalah tahap akhir dalam manajemen kebidanan sebagai

suatu proses pertanggung jawaban terhadap seluruh perencanaan, kegiatan dan hasil

yang dicapai dalam menjalankan organisasi untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.

Metode pendokumentasian yaitu dengan mencatat yang benar, jelas, singkat, dan

logis dalam asuhan yang diberikan (Salmiati dkk, 2011).

Follow up kesehatan pasien untuk mengetahui perkembangan kesehatan

pasien diperlukan data sekunder untuk pendokumentasian. Pendokumentasian yang

benar adalah pendokumentasian yang dapat mengkomunikasikan kepada orang lain

mengenai asuhan yang telah dilakukan kepada seorang pasien, yang didalamnya

tersirat proses manajemen kebidanan sehingga dalam pendokumentasian dengan

menggunakan penulisan secara SOAP.


a. S : Subjektif

b. O : Objektif

c. A : Analisa

d. P : Penatalaksanaan

Dalam penatalaksanaan terdapat juga intervensi yaitu data subjektif,

objektif berubah atau tidak tergantung data yang sudah ada. Selanjutnya

dievaluasi untuk menganalisa respon pasien terhadap intervensi yang

diberikan (Zulvadi, 2010).


BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain studi kasus

berbasis asuhan. Penelitian deskriptif adalah suatu metode penelitian yang dilakukan

dengan tujuan untuk membuat gambaran tentang suatu keadaan secara obyektif

(Notoatmodjo, 2010).

Penelitian ini merupakan permasalahan dari suatu kasus dengan mengangkat

asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan Anemia sebagai permasalahan dan

dilaksanakan dengan metode penelitian studi kasus. Studi kasus adalah laporan yang

dilaksanakan dengan cara meneliti suatu permasalahan studi kasus melalui suatu yang

terdiri dari unit tunggal (Notoatmodjo, 2010). Studi kasus ini termasuk asuhan kebidanan

7 langkah Varney dari pengumpulan data sampai evaluasi dan data perkembangan

termasuk SOAP.

Pada penelitian ini peneliti berusaha menguraikan secara komprehensif

permasalahan mengenai individu. Responden dalam penelitian ini secara mendalam

dianalisis baik dari segi yang berhubungan dengan keadaan itu sendiri, faktor – faktor

yang mempengaruhi, kejadian – kejadian khusus yang muncul sehubungan dengan kasus

dan reaksi kasus terhadap suatu perlakuan atau pemaparan tertentu. Jadi pada penelitian

ini peneliti berfokus pada dua subyek yang dilakukan penelitian dengan kasus yang sama

dan diberikan penatalaksanaan yang sama serta dilakukan analisis dengan PICOT.
B. Lokasi dan Waktu Penelitian

Pengambilan kasus dalam studi kasus ini dilaksanakan di Puskesmas “a”.

Penelitian ini dilakukan mulai dari pelaksanaan asuhan, penyusunan laporan, dan sampai

pengumpulan hasil penelitian yaitu pada bulan April sampai dengan Mei 2019.

C. Subyek Studi Kasus

Subyek dalam studi kasus ini adalah ibu hamil dengan Anemia yaitu Ny. “R” umur

21 tahun G2P1A0 umur kehamilan x minggu, beragama Islam, suku Jawa, pendidikan

terakhir SMA, pekerjaan swasta, nama suami Tn. S umur 22 tahun, beragama Islam,

suku Jawa, pendidikan terakhir SMK, pekerjaan swasta.

Ny “T” umur 24 tahun G2P1A0 umur kehamilan x minggu, beragama Islam, suku

Jawa, pendidikan terakhir SMA, pekerjaan Ibu Rumah Tangga, nama suami Tn. U umur

25 tahun, beragama Islam, suku Jawa, pendidikan terakhir SMA, pekerjaan swasta.

D. Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan di Puskesmas “a” Sleman dan di lanjutkan dengan

kunjungan ke rumah pasien sebanyak 3 kali, yaitu pada pasien Ny. R dan Ny. T. Alat

yang digunakan dalam pengambilan data ini adalah sebagai berikut :

a. Alat Pengumpulan Data

1) Data primer

a) Wawancara

Alat yang dibutuhkan untuk melakukan wawancara antara lain :

(1) Alat tulis

(2) Pedoman wawancara

b) Pemeriksaan Fisik

Alat yang dibutuhkan untuk melakukan pemeriksaan fisik antara lain :

(1) Termometer
(2) Tensimeter

(3) Stopwatch

c) Observasi

Alat yang dibutuhkan untuk melakukan observasi antara lain :

(1) Lembar panduan observasi

(2) Alat tulis

2) Data Sekunder

a) Alat tulis

b) Buku KIA

c) Rekam Medis

b. Metode Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data adalah suatu cara atau metode yang digunakan untuk

mengumpulkan data (Notoatmodjo, 2010). Teknik pengumpulan data pada penelitian

ini adalah :

a. Data Primer

Data primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan di Iapangan oleh orang

yang melakukan penelitian atau yang bersangkutan melakukan penelitian.

1) Wawancara

2) Observasi

b. Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh orang yang

melakukan penelitian dari sumber-sumber yang telah ada.Cara mendapatkan data

sekunder dengan studi dokumentasi yaitu semua bentuk sumber informasi yang

berhubungan dengan dokumentasi (Notoatmodjo, 2010). Studi dokumentasi ini


diambil dari rekam medik di Puskesmas “a” Sleman. Perencanaan studi

pendokumentasian di lapangan menggunakan SOAP.

E. Uji Keabsahan Data

Menurut Patton (2009) ada 4 macam triangulasi Sebagai teknik pemeriksaan untuk

mencapai keabsahan, yaitu :

1. Triangulasi data

Menggunakan berbagai sumber data seperti dokumen, arsip, hasil wawancara,

hasil observasi atau juga dengan mewawancarai lebih dari satu subjek yang dianggap

memeiliki sudut pandang yang berbeda. Wawancara juga dilakukan terhadap suami,

dan ibu pasien.

2. Triangulasi Pengamat

Adanya pengamat di luar peneliti yang turut memeriksa hasil pengumpulan

data. Dalam penelitian ini, pembimbing lahan studi kasus bertindak Sebagai pengamat

(expert judgement) yang memberikan masukan terhadap hasil pengumpulan data.

3. Triangulasi Teori

Penggunaan berbagai teori yang berlaianan untuk memastikan bahwadata yang

dikumpulkan sudah memasuki syarat. Pada penelitian ini, berbagai teori telah

dijelaskan pada bab II untuk dipergunakan dan menguji terkumpulnya data tersebut.

4. Triangulasi metode

Penggunaan berbagai metode untuk meneliti suatu hal, seperti metode

wawancara dan metode observasi. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan metode

wawancara yang ditunjang dengan metode observasi pada saat wawancara dilakukan.
F. Analisis Data

Analisis data dilakukan sejak peneliti berada di lapangan melakukan pengumpulan

data sampai asuhan selesai. Analisa data dilakukan dengan metode PICOT (Patient-

Intervensi-Comparison-Outcome-Teory).

1. Patient

Merupakan keadaan atau hasil pengkajian pada subyek penelitian yang menjadikan

dasar penelitian dalam memberikan penatalaksanaan kepada responden

2. Intervensi

Merupakan asuhan atau penatalaksanaan yang diberikan kepada pasien. Intervensi

yang diberikan berdasarkan pada evidence based.

3. Comparison

Merupakan perbedaan penatalaksanaan antara pasien satu dengan pasien yang lainnya.

4. Outcome

Merupakan hasil ataupun perubahan yang diharapkan terjadi setelah pasien diberikan

asuhan atau penatalaksanaan atas masalah

5. Teory

Merupakan dasar dalam memberikan penatalaksanaan atau masalah yang dihadapi

oleh pasien. Teori diperoleh melalui studi pustaka buku atau jurnal.
A. Analisis Jurnal dalam bentuk PICOT

Jurnal 1

Jurnal Populasi Intervensi Comparation Outcome Teory


PERBAIKAN Ibu hamil dengan anemia Kelompok Kelompok Hasil penelitian menunjukkan Bayam (A. tricolor L.)
STATUS Hb berisiko melahirkan perlakuan kontrol bahwa jus daun bayam (A. selain memiliki kandungan
(HEMOGLOBIN) bayi lahir prematur dan diberikan jus diberikan tablet tricolor L.) berpengaruh nyata zat besi (Fe) yang cukup
PADA IBU HAMIL Berat Bayi daun bayam besi satu tablet dalam meningkatkan kadar tinggi yakni 3,9 mg/100 g
TRIMESTER Lahir Rendah (BBLR) setiap pagi hari per hari selama hemoglobin darah ibu hamil juga memiliki kandungan
PERTAMA
(Koura et al., 2012; sebelum 10 hari. trimesterpertama. Kemampuan zat vitamin C sebesar 80
DENGAN JUS
DAUN BAYAM WHO, 2007). makan pagi besi Salah satu faktor yang diduga mg/100 gr (Bandini, 2004).
(Amaranthus tricolor. Jumlah (sekitar jam 7 kuat mempengaruhi peningkatan Menurut pernyataan
L). setiap kelompok 30 pagi) selama komponen yang mempengaruhi sbentuk Ferri menjadi
Titik Wijayanti. Sample. 10 hari. absorbsi zat besi yakni asam Ferrosehingga bersifat
Jurnal Kesehatan Penelitian ini tergolong askorbat atau vitamin C. larut dan mudah diabsorbsi
EDUBIOTIK Vol. 1 eksperimen (True Hasil uji T berpasangan oleh tubuh. Jadi dalam hal
No. 1 : Hal. 30-34 Experiment) dengan menunjukkan bahwa nilai sig. (2 ini zat besi (Fe) bayam
desain The Pretest- tailed) < p (0,05) yang berarti tidak bekerja sebagai zat
Postest Control Group terdapat perbedaan kadar Hb tunggal dalam
Design, dimana sebelum dan sesudah diberikan meningkatkan kadar
dilakukan pengukuran jus daun bayam. Hal ini hemoglobin darah.
(kadar Hb) sebelum dan menunjukkan bahwa jus daun
sesudah diberikan bayam efektif meningkatkan
perlakuan. Teknik kadar Hb pada ibu hamil trimester
sampling yang dipilih pertama.
yaitu consecutive
sampling dengan jumlah
setiap kelompok 30
responden.
Jurnal 2
Jurnal Populasi Intervensi Comparation Outcome Teory
PERBANDINGAN Jenis penelitian ini 17 responden 17 responden Pemeriksaan kadar Salah satu alternatif untuk
PENGARUH adalah penelitian Pada kelompok pada kelompok hemoglobin dengan memenuhi kebutuhan zat besi
PEMBERIAN eskperimen semu intervensi kontrol yang Hemoglobin Testing System dapat dilakukan dengan
EKSTRAK atau quasy diberikan mengkonsumsi Quick Cheek set, lancet, konsumsi sayuran yang
BAYAM HIJAU experiment dengan ekstrak bayam suplemen Fe Setelah dilakukan intervensi mengandung zat besi dalam
DENGAN
rancangan selama 7 hari. selama 7 hari dengan mengkonsumsi menu makanan. Zat besi
DENGAN
PREPARAT FE randomized pretest ekstrak bayam hijau secara ditemukan pada sayur-sayuran,
TERHADAP and posttest with teratur selama 7 hari, rata- antara lain bayam (Amaranthus
PERUBAHAN control group design. rata kadar hemoglobin spp.) Menambhakan kandungan
KADAR Populasi dalam kelompok I mengalami zat besi pada bayam berperan
HEMOGLOBIN penelitian ini adalah peningkatan sebesar 0.541 untuk pembentukan
IBU HAMIL ibu hamil trimester gr/dl. Dan rata-rata kadar hemoglobin (Fatimah 2009).
PASIEN II-III di Puskesmas hemoglobin pada kelompok
PUSKESMAS Gambir sari yang mengkonsumsi
Dheny Rohmatika, Surakarta sejumlah suplement tablet Fe dengan
Supriyana, 74 orang dengan teratur
Djmaluddin Ramlan.
jumlah sampel 34
Jurnal
responden (Hb < 11
KesMaDaSka
g/dl) yang dibagi
kelompok I sejumlah
17 orang (konsumsi
esktrak bayam), dan
kelompok II
sejumlah 17 orang
(konsumsi suplemen
Fe). Metode atau
cara pengambilan
sampel dengan
simple random
sampling dengan
amplop tertutup.