Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Kekurangan Energi Kalori Pada Ibu Hamil

Pokok Bahasan : Kekurangan Energi Kalori Pada Ibu Hamil


Sub Pokok Bahasan : Gejala dan penanganan KEK pada ibu hamil
Sasaran : Ibu hamil
Hari/tanggal : Jumat, 04 Januari 2018
Waktu : 1x 90 menit
Tempat : Di kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji

A. Tujuan Penyuluhan
1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan tentang kekurangan energi kalori
pada kehamilan, diharapkan ibu hamil mampu memahami tentang
kekurangan energi kalori pada kehamilan
2. Tujuan Khusus
1. Diharapkan ibu hamil dapat mengetahui tentang pengertian kekurangan
energi kronik pada kehamilan
2. Diharapkan ibu hamil dapat mengetahui tanda dan gejala kekurangan
energi kronik pada kehamilan serta penyebabnya
3. Diharapkan ibu hamil dapat mengetahui dampak yang ditimbulkan dari
kekurangan energi kalori pada kehamilan
4. Diharapkan ibu hamil dapat mengetahui cara pencegahan kekurangan
energi kalori pada kehamilan
5. Diharapkan ibu hamil dapat megetahui cara penanganan kekurangan
energi kalori pada kehamilan

B. Materi (terlampir)
1. Pengertian kekurangan energi kronik pada ibu hamil
2. Tanda dan gejala kekurangan energi kronik pada ibu hamil
3. Penyebab kekurangan energi kronik pada ibu hamil
4. Pencegahan kekurangan energi kronik pada ibu hamil
5. Penanganan kekurangan energi kalori pada kehamilan

C. STRATEGI PELAKSANAAN
a. Persiapan
 Membuat Satuan Acara Penyuluhan
 Membuat Leaflet
 Melakukan pendekatan dan persiapan terhadap klien yang akan diberi
penyuluhan.
 Membekali diri dengan ilmu pengetahuan yang cukup dan
mempersiapkan mental untuk menyampaikan penyuluhan

b. Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan
No Kegitan Waktu
Penyuluhan Peserta Media
1. Pembukaan  Mengucapkan  Menjawab 3 menit
salam salam
 Memperkenalkan  Memperhatikan
diri  Memperhatikan
 Menjelaskan
maksud dan tujuan

2. Isi  Menjelaskan apa itu  Memperhatikan 7 menit Leaflet


KEK pada kehamilan dan mendengarkan
 Menjelaskan tanda dan
gejala KEK pada
kehamilan serta
penyebabnya
 Menjelaskan dampak
KEK pada kehamilan
 Menjelaskan
penanganan KEK
 Mengajukan  Menanyakan hal
pertanyaan kepada yang belum
peserta penyuluhan dimengerti
 Meminta peserta  Mengulangi
mengulangi apa yang informasi yang telah
telahdisampaikan didapat
 Membuat
kesimpulan

 Menyampaikan Menjawab salam 1 menit


3. Penutup salam penutup
 Memberikan leaflet Mengambil leaflet
KEK

D. METODE
1. Ceramah secara individual (face to face)
2. Tanya jawab
3. Diskusi
E. MEDIA
Leaflet

F. EVALUASI
1. Ibu hamil dapat menjelaskan kembali hal-hal yang telah diterangkan oleh
penyuluh, berupa :
a) Pengertian kekurangan energi kronik pada kehamilan
b) Tanda dan gejala kekurangan energi kronik pada kehamilan serta
penyebabnya
c) Dampak dari kekurangan energi kronik pada kehamilan
d) Pencegahan dari kekurangan energi kronik pada kehamilan
e) penanganan kekurangan energi kalori pada kehamilan
2. Peserta aktif bertanya
3. Peserta merasa senang mengikuti penyuluhan

G. MATERI PENYULUHAN
1. Pengertian KEK
Kekurangan Energi Kronis adalah keadaan dimana ibu penderita
kekurangan makanan yang berlangsung manahun (kronis) kesehatan pada
ibu. Ibu hamil diketahui menderita KEK dilihat dari pengukuran LILA,
adapun batas LILA ibu hamil dengan resiko KEK di Indonesia adalah
kurang dari 23,5 cm (Depkes RI, 2002)
Kekurangan energi kronik (KEK) yaitu keadaan ibu hamil yang
menderita kekurangan makanan yang berlangsung lama (kronik) dengan
berbagai timbulnya gangguan kesehatan pada ibu hamil (Sayogo,2007).

2. Penyebab KEK
Menurut (Djamaliah, 2008) penyebab dari KEK yaitu :
a. Ekonomi

Ekonomi seseorang mempengaruhi dalam pemberian makanan


yang akan dikonsumsi sehari-harinya. Seorang dengan ekonomi yang
rendah maka kemungkinan besar gizi yang dibutuhkan tidak tercukupi.
b. Pengetahuan
Pengetahuan yang dimiliki oleh seorang ibu akan mempengaruhi
pengambilan keputusan dan juga akan berpengaruh pada perilakunya. Ibu
hamil dengan pengetahuan gizi yang rendah, kemungkinan akan
memberikan gizi yang kurang bagi bayinya
c. Produksi pangan yang tidak mencukupi kebutuhan

Pola konsumsi juga dapat mempengaruhi status kesehatan ibu


hamil, dimana pola konsumsi yang kurang baik dapat menimbulkan suatu
gangguan kesehatan atau penyakit pada ibu hamil
d. Usia Ibu Hamil
Melahirkan anak pada usia ibu yang muda atau terlalu tua
mengakibatkan kualitas janin/anak yang rendah dan juga akan merugikan
kesehatan ibu karena pada ibu yang terlalu muda (kurang dari 20 tahun)
dapat terjadi kompetisi makanan antara janin dan ibunya sendiri yang
masih dalam masa pertumbuhan dan adanya perubahan hormonal yang
terjadi selama kehamilan. Sehingga usia yang paling baik adalah lebih
dari 20 tahun dan kurang dari 35 tahun, sehingga diharapkan status gizi
ibu hamil akan lebih baik.
e. Jarak Kehamilan
Ibu dikatakan terlalu sering melahirkan bila jaraknya kurang dari 2
tahun. Penelitian menunjukkan bahwa apabila keluarga dapat mengatur
jarak antara kelahiran anaknya lebih dari 2 tahun maka anak akan
memiliki probabilitas hidup lebih tinggi dan kondisi anaknya lebih sehat
dibanding anak dengan jarak kelahiran dibawah 2 tahun.
Jarak melahirkan yang terlalu dekat akan menyebabkan kualitas
janin/anak yang rendah dan juga akan merugikan kesehatan ibu. Ibu tidak
memperoleh kesempatan untuk memperbaiki tubuhnya sendiri (ibu
memerlukan energi yang cukup untuk memulihkan keadaan setelah
melahirkan anaknya). Dengan mengandung kembali maka akan
menimbulkan masalah gizi ibu dan janin/bayi berikut yang dikandung.
f. Berat Badan Selama Hamil .
Berat badan yang lebih ataupun kurang dari pada berat badan rata-
rata untuk umur tertentu merupakan faktor untuk menentukan jumlah zat
makanan yang harus diberikan agar kehamilannya berjalan dengan
lancar. Di Negara maju pertambahan berat badan selama hamil sekitar
12-14 kg. Jika ibu kekurangan gizi pertambahannya hanya 7-8 kg dengan
akibat akan melahirkan bayi dengan berat lahir rendah
Pertambahan berat badan selama hamil sekitar 10 – 12 kg, dimana
pada trimester I pertambahan kurang dari 1 kg, trimester II sekitar 3 kg,
dan trimester III sekitar 6 kg. Pertambahan berat badan ini juga sekaligus
bertujuan memantau pertumbuhan janin.
g. Pendapatan yang rendah
Pendapatan keluarga yang memadai akan menunjang gizi, karena
tidak dapat menyediakan kebutuhan gizi yang seimbang

3. Gejala dan tanda KEK


a. Lingkar lengan atas (LILA) kurang dari 23,5 cm
b. Badan Kurus (BB tidak sesuai dengan tinggi badan)
c. Rambut kusam
d. Turgor kulit kering
e. Hb kurang dari normal (<11gr%)
f. Nafsu makan kurang
g. Jika hamil cenderung akan melahirkan anak secara prematur atau jika
lahir secara normal bayi yang dilahirkan biasanya berat badan lahirnya
rendah atau kurang dari 2.500 gram.

4. Dampak KEK
a. Bagi Ibu
Bagi ibu hamil yang menderita KEK dapat melemahkan
fisiknya yang pada akhirnya menyebabkan perdarahan, partus lama,
abortus dan infeksi (Susilowati, 2008).
b. Persalinan
Pengaruh gizi kurang terhadap proses persalinan dapat
mengakibatkan persalinan sulit dan lama, persalinan prematur / sebelum
waktunya, perdarahan post partum, serta persalinan dengan tindakan
operasi cesar cenderung meningkat (Susilowati, 2008).
c. Bagi bayi
Bayi yang terlahir dari ibu hamil yang menderita KEK akan
mengalami keguguran, bayi lahir mati, kematian neonatal, cacat
bawaan, berat badan lahir rendah (BBLR) (Susilowati, 2008).

5. Pencegahan KEK
Menurut Chinue (2009), cara pencegahan KEK adalah :
a. Meningkatkan konsumsi makanan bergizi yaitu :
- Makan makanan yang banyak mengandung zat besi dari bahan
makanan hewani (daging, ikan, ayam, hati, telur) dan bahan
makanan nabati (sayuran berwarna hijau tua, kacang-kacangan,
tempe).
- Makan sayur-sayuran dan buah-buahan yang banyak mengandung
vitamin C (daun katuk, daun singkong, bayam, jambu, tomat, jeruk,
dan nanas) sangat bermanfaat untuk meningkatkan penyerapan zat
besi dalam usus.
b. Menambah pemasukan zat besi kedalam tubuh dengan minum tablet
penambah darah.

6. Penanganan KEK
a. Menganjurkan ibu untuk makanan bergizi
Makanan pada ibu hamil sangat penting, karena makanan
merupakan sumber gizi yang dibutuhkan ibu hamil untuk perkembangan
janin dan tubuhnya sendiri. Keadaan gizi pada waktu konsepsi harus
dalam keadaan baik, dan selama hamil harus mendapat tambahan protein,
mineral, dan energi.

Contoh Menu Ibu Hamil


Bahan Porsi hidangan Jenis hidangan
makanan sehari
Nasi 6 porsi 1. Makan pagi :
Sayuran 3 mangkuk  Nasi 1,5 porsi (150gr)
Buah 4 potong  Ikan/daging 1 potong sedang (40 gr)
Tempe 3 potong  Tempe 2 potong sedang (50 gr)
Daging 3 potong
 Sayur 1 mangkok
Susu 2 gelas
 Buah 1 potong
Minyak 5 sendok teh
Gula 2  Selingan : susu 1 gelas dan buah 1
potong sedang
2. Makan siang :
 Nasi 3 porsi (300gr)
 Lauk, sayur dan buah sama dengan
makan pagi
 Selingan : susu 1 gelas dan buah 1
potong sedang
3. Makan malam
 Nasi 2,5 porsi (250 gr)
 Lauk, sayur dan buah sama dengan
makan pagi/siang
 Selingan : susu 1 gelas

b. Istirahat lebih banyak


Ibu hamil sebaiknya menghemat tenaga dengan cara mengurangi
kegiatan yang melelahkan. Siang ± 4jam/hari, malam ± 8 jam/hari
c. Pemberian makanan tambahan (PMT)
PMT yaitu pemberian tambahan makanan disamping makanan
yang dimakan sehari-hari untuk mencegah kekurangan energi kronis
Pemberian PMT harus memenuhi kalori dan protein, serta variasi menu
dalam bentuk makanan. Pemenuhan kalori yang harus diberikan dalam
program PMT untuk Ibu Hamil dengan Kekurangan Energi Kronis
sebesar 600-700 kalori dan protein 15-20 mg (Ginarti, 2012).
Contoh makanan tambahan antara lain : susu untuk ibu hamil,
Makanan yang berprotein (hewani dan nabati), susu, roti, dan biji-bijian,
buah dan sayuran yang kaya vitamin C, sayuran berwarna hijau tua, buah
dan sayuran lain

Apabila terjadi atau timbul masalah medis maka hal yang perlu dilakukan
yaitu :
a) Rujuk untuk konsultasi
b) Perencanaan sesuai kondisi ibu hamil
c) Minum tablet zat besi atau tambah darah : Ibu hamil setiap hari harus
minum satu tablet tambah darah (60 mg) selama 90 hari mulai minggu
ke 20.
d) Periksa kehamilan secara teratur : Setiap wanita hamil menghadapi
resiko komplikasi yang bisa mengancam jiwanya. Ibu hamil sebaiknya
memeriksakan

7. DAFTAR PUSTAKA
Depkes RI. 2015. Asuhan persalinan normal. Jakarta: JHPIEGO
Djamaliah. 2017. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kekurangan energi
kronis pada ibu hamil. http://www.journal.unhas.ac.id, diakses tanggal 17
Maret 2017
Ginarti. 2015. Askeb KEK di BPS Ariyanti Sragen. Karya Tulis Ilmiah. Surakarta:
STIKES Husada
Susilowati. 2016. Pengukuran Status gizi dengan antropometri gizi. Jakarta : CV.
Trans Info Media.