Anda di halaman 1dari 8

EBM

CRITICAL APPRAISAL
BLOK KEDOKTERAN KELUARGA

“CHOLERA RAPID TEST WITH ENRICHMENT STEP HAS DIAGNOSTIC


PERFORMANCE EQUIVALENT TO CULTURE”

Disusun Oleh:
Laura Rahardini
NPM 1102014147

Dosen Pembimbing:
dr. Insan Sosiawan A. T., Ph.D

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS YARSI
TAHUN 2017
Skenario

Pasien Ny.M datang ke poliklinik dengan keluhan buang air besar terus menerus,
muntah, dan lemas. Pasien mengeluhkan gejala tersebut selama 3 hari, gejala ini dikeluhkan
juga oleh suami dan cucunya dirumah dan tetangga sekitar rumahnya. Daerah pasien tinggal
mengkonsumsi air yang berasal dari sungai yang telah disaring, tetapi seminggu terakhir air
tersebut berubah menjadi keruh dan berbau.
Setelah dilakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik, pasien diduga mengalami penyakit
kolera dan akan dilakukan kultur feses pasien untuk menegakkan diagnosis penyakit kolera.
Pasien menanyakan kepada dokter apakah pemeriksaan kultur feses akan memberikan hasil
yang cepat dan dokter menjawab bahwa kultur membutuhkan waktu yang lebih. Kemudian
pasien bertanya apakah ada pemeriksaan selain pemeriksaan kultur feses yang lebih baik dan
dokter menjawab pemeriksaan dengan PCR akan menunjukkan hasil yang baik tetapi hanya
bisa dilakukan dilaboratorium yang dilengkapi dengan alat yang memadai.
Kemudian pasien menanyakan yang lebih mudah untuk pemeriksaan dan dokter
menjawab bahwa rapid test salah satu pemeriksaan yang bisa dipakai. Pasien lalu bertanya
apakah pemeriksaan rapid test lebih akurat dari pemeriksaan dengan PCR pada penyakit
kolera.

Pertanyaan (foreground question)


Apakah pemeriksaan rapid test lebih baik dibandingkan dengan pemeriksaan dengan PCR
untuk konfirmasi diagnosis pada pasien kolera?

PICO
• Population : Wanita dewasa dengan kolera.
• Intervention : Konfirmasi diagnosis melalui rapid test.
• Comparison : Konfirmasi diagnosis melalui pemeriksaan dengan PCR
• Outcomes : Rapid test lebih cepat dan akurat dibandingkan dengan kultur feses.

Pencarian bukti ilmiah

Alamat website : https://ebscohost.com


Kata kunci : cholera AND diagnosis AND comparison AND gold standard AND
other test
Limitasi : 2 tahun
Hasil Pencarian : 80

Dipilih artikel berjudul


Cholera Rapid Test with Enrichment Step Has Diagnostic Performance Equivalent to Culture.

2
Review Jurnal :

CRITICAL APPRAISAL

VALIDITY
1. Apakah ada perbandingan yang dilakukan secara independent dan blind terhadap suatu
standard rujukan (gold standard)?
Pada penelitian dilakukan adanya perbandingan yang dilakukan secara blind, tetapi
peneliti tidak mencantumkan apakah penelitian dilakukan secara independen.

3
2. Apakah terdapat kesesuaian antara sample pasien penelitian dengan spektrum penderita
pada setting praktik klinik saat uji diagnostik tersebut diaplikasikan?
Setting praktik dan pada artikel sesuai pada seknario dimana pasien adan penelitian ini
adalah pasien yang memiliki ciri-ciri kolera dan semua individu berusia satu tahun dan
lebih tua yang dengan tiga atau lebih buang air besar dalam 24 jam sebelumnya di pusat
pengobatan kolera yang berpartisipasi dan telah rehidrasi oral.

3. Apakah terdapat rujukan standard yang dilakukan tanpa melihat hasil uji diagnostic?
Ada. Pada artikel dijelaskan bahwa gold standard untuk diagnosis pasien dengan
kolera adalah pemeriksaan dengan PCR untuk menemukan Vibrio cholerae.

4
IMPORTANCE
4. Tentukan sensitivity, specificity, dan LR

Pada jurnal ini didapatkan bahwa sensitivitas pemeriksaan Rapid Diagnosis Test adalah
sebesar 86,1% Kemudian dilakukan pengecekan dengan tabel 2x2.

Keadaan Sebenarnya
PCR (+) PCR (-) Jumlah
RDT (+) 31 0 31
RDT (-) 5 65 70
Jumlah 36 65 101

Likelihood Ratio:
 LR positif = sensitivitas : (1-spesifisitas) = 0,86 : (1-1) = 0
 LR negative = (1-sensitivitas) : spesifisitas = (1-0,86) : 1 = 0,14

Hasil menunjukkan bahwa RDT memiliki tingkat senstivitas yag tinggi yaitu sebesar
86,1% dan spesifitas sebesar 100%.

5
APPLICABILITY
5. Apakah hasilnya memungkinkan untuk di terapkan kepada pasien?

 Available
Ya, Rapid Diagnosis Test dapat dilakukan untuk melakukan konfirmasi
dengan cepat dan akurat untuk mengidentifikasi V. cholerae.

 Affordable
Pada penelitian ini tidak dijelaskan tentang biaya pemeriksaan, tetapi
dijelaskan bahwa pemeriksaan dengan PCR membutuhkan alat yang
lengkap dan tenaga yang memadai.

6
Sementara itu RDT dapat dilakukan apabila kekurangan alat laboratorium
untuk melakukan identifikasi.

 Precise
Dalam penelitian dijelaskan RDT memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang
tinggi, sehingga dapat dikatakan cukup akurat untuk mengkonfirmasi
diagnosis kolera.

 Accurate
Penelitian ini menyebutkan bahwa keakuratannya sangat baik.

7
6. Tentukan perhitungan pre-test probability pasien.
Keadaan Sebenarnya
PCR (+) PCR (-) Jumlah
RDT (+) 31 0 31
RDT (-) 5 65 70
Jumlah 36 65 101

Pre-Test Probability: (A+C)/(A+B+C+D) = 36/101 = 0.35 = 35%

7. Apa manfaat uji diagnostik terhadap pasien?


 Manfaat pemeriksaan RDT: Penelitian ini menunjukkan bahwa RDT
sangat membantu untuk menegakkan diagnosis fase awal epidemi
kolera yang sangat penting untuk respon kesehatan masyarakat yang
tepat waktu untuk mengendalikan wabah dengan sensitivitas dan
spesifitas yang tinggi.
 Kerugian pemeriksaan RDT: Pada pemeriksaan RDT, hasil yang
ditunjukkan tergantung pada adanya organisme yang dapat dikultur,
sementara tes langsung juga bisa mendeteksi organisme yang lain.