Anda di halaman 1dari 8

EBM

CRITICAL APPRAISAL
BLOK KEDOKTERAN KELUARGA

“CLOBETASOL PROPIONATE, 0.05% VS HYDROCORTISONE,1%, FOR ALOPECIA


AREATA IN CHILDREN A RANDOMIZED CLINICAL TRIAL”

Disusun Oleh:
Indah Pratiwi
NPM 1102015097

Dosen Pembimbing:
dr. Lilian Batubara, M. Kes.

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS YARSI
TAHUN 2018
Skenario

Nn. D, anak perempuan berusia 8 tahun datang ke poliklinik ditemani dengan orang
tuanya dengan keluhan rambut rontok sejak 6 bulan yang lalu. Awalnya, orang tua pasien
mengira hanya kerontokan biasa. Tetapi lama kelamaan terlihat area kebotakan pada kepala
pasien di sisi kiri. Di samping itu itu, area kebotakan mulai melebar ke arah sisi tengah kepala
pasien. Selain mengeluh adanya kebotakan, pasien terkadang merasa gatal pada area yang
mengalami kebotakan teutama saat beraktivitas di luar ruangan.

Setelah dilakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik, dokter melakukan pemeriksaan


penunjang pada pasien. Pada hasil pemeriksaan penunjang, didapatkan adanya penyakit
autoimun berupa alopesia areata yang menyebabkan kebotakan pada pasien.

Khawatir akan kondisi tersebut, orang tua pasien kemudian meminta dokter untuk
memberikan terapi yang efektif untuk pasien. Dokter mempunyai dua alternatif pilihan untuk
memberikan pasien terapi topikal menggunakan Clobetasol Propionate 0.05% atau
Hydrocortisone 1%.

Pertanyaan (foreground question)


Apakah penggunaan Clobetasol Propionate 0.05% lebih efektif dibandingkan Hydrocortisone
1% untuk terapi alopesia areata pada anak?

PICO
• Population : Anak dengan alopesia areata.
• Intervention : Terapi dengan Clobetasol Propionate 0.05% (steroid potensi tinggi)
• Comparison : Terapi dengan Hydrocortisone 1% (steroid potensi rendah).
• Outcomes : Steroid berpotensi tinggi topikal dapat efektif dan aman sebagai agen
lini pertama untuk alopecia areata pada anak.

Pencarian bukti ilmiah

Alamat website : https://jamanetwork.com/journals/jamadermatology


Kata kunci : alopesia areata, children, steroid, efficacy.
Limitasi : 5 tahun
Hasil Pencarian :7

Dipilih Artikel Berjudul


“Clobetasol Propionate, 0.05% Vs Hydrocortisone,1%, For Alopecia Areata In Children A
Randomized Clinical Trial”
Review Jurnal :
CRITICAL APPRAISAL

VALIDITY
1. Apakah ada atau tidak randomisasi dalam kelompok dan teknik randomisasi yang
digunakan?
Jawab: Pada penelitian ini dilakukan randomisasi menggunakan bantuan komputer
dengan cara pengacakan menjadi empat blok dan alokasinya seimbang.

2. Apakah semua pasien yang dimasukkan ke dalam penelitian dipertimbangkan dan


disertakan dalam pembuatan kesimpulan?
a. Apakah pasien diidentifikasi lengkap atau follow up?
Jawab: Pada penelitian ini, terdapat 41 pasien di follow up pada minggu ke 6, 12, 18,
dan 24. Tetapi, terdapat salah satu pasien yang melewatkan kunjungan pada minggu
ke 6.

b. Apakah ada analisis pasien pada kelompok randomisasi berulang?


Jawab: Ya, dilakukan analisis berulang pada pasien.
3. Apakah ada blinding pada pasien, klinisi dan peneliti?
Jawab: Pada penelitian ini tidak hanya dilakukan blinding pada pasien, klinisi dan
peneliti, tetapi juga pada orang tua dan dokter kulit.

4. Apakah ada persamaan pada kedua kelompok di awal penelitian?


Jawab: Ya, terdapat persamaan yaitu menetapkan sampel pasien anak-anak berusia 2
(dua) sampai 16 (enam belas) dengan diagnosis akhir alopesia areata.

5. Apakah ada persamaan perlakuan pada kelompok selain perlakukan eksperimen?


Jawab: Ya, pada kedua kelompok tidak tercantum terdapat perlakuan yang berbeda.
Di samping itu terdapat persamaan bahwa pada awal penelitian, peneliti hanya
mendaftarkan pasien untuk datang ke klinik kulit di The Hospital For Sick Children in
Toronto, Ontario, Canada.
IMPORTANCE
6. Tentukan besar efek terapi (CER, EER, ARR, ARI, NNT)
Pasien dengan Pasien dengan Total
pengurangan pengurangan
rambut rontok ≥ rambut rontok ≤
50% (minggu 24) 50% (minggu 24)
Clobetasol Propionate 17 3 20
0.05%

Hydrocortisone 1% 7 14 21

Total 24 17 41

a. EER (Experimental Event Rate)


Proporsi outcome pada kelompok eksperimental.
𝒂
Rumus :
𝒂+𝒃

𝟏𝟕
= = 0,85 = 85%
𝟐𝟎

b. CER (Control Event Rate)


Proporsi outcome pada kelompok kontrol.
𝒄
Rumus :
𝒄+𝒅

𝟕
= = 0,5 = 50%
𝟏𝟒

c. RR (Relative Risk)

𝑬𝑬𝑹 𝟎,𝟖𝟓
Rumus : = = 1,7
𝑪𝑬𝑹 𝟎,𝟓𝟎

d. OR (Odds Ratio)

𝒂𝒙𝒅
Rumus :
𝒃𝒙𝒄

𝟏𝟕 𝒙 𝟏𝟒 𝟐𝟑𝟖
= = = 11,3
𝟑𝒙𝟕 𝟐𝟏
e. RRR (Relative Risk Reduction)
Berapa persen terapi yang diuji memberikan perbaikan dibanding kontrol.

Rumus : 1 – RR
= 1 – 0,85 = 0,15

f. ARR (Absolute Risk Reduction)


Beda proporsi kesembuhan atau kegagalan antara terapi eksperimen dan
kontrol.

Rumus : | CER – EER |


= | 0,5 – 0,85 | = 0,35

g. NNT (Number Needed to Treat)


Berapa jumlah pasien yang harus diterapi dengan obat eksperimental untuk
memperoleh tambahan satu kesembuhan atau menghindari kegagalan.

𝟏
Rumus :
𝑨𝑹𝑹

𝟏
= = 2,85
𝟎,𝟑𝟓

7. Tentukan presisi estimasi efek terapi (95% CI)


𝒑𝟏𝒒𝟏 𝒑𝟐𝒒𝟐
Jawab: CI = ARR ± 1,96 √( + )
𝒏𝟏 𝒏𝟐

APPLICABILITY
8. Apakah hasil ini dapat diterapkan kepada pasien saya?
Jawab: Pada penelitian ini, terapi hanya bersifat sementara. Sementara untuk terapi
jangka panjang belum dapat ditentukan.

9. Tentukan potensi keuntungan dan kerugian bagi pasien.


Jawab: Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan Clobetasol
Propionate, 0.05% mengurangi kerontokan rambut dibandingkan Hydrocortisone,1%.
Clobetasol Propionate, 0.05% juga dianggap lebih efektif dan aman sebagai lini
pertama untuk mengatasi alopesia areata pada anak.

Di samping itu, tidak ada pasien yang mengeluh karena sensasi yang menyengat atau
terbakar pada saat pemakaian. Serta, tidak ditemukan adanya absorpsi sistemik dari
steroid.

Kerugian dari terapi ini adalah terkadang efeknya hanya sementara.