Anda di halaman 1dari 29

LAPORAN ON JOB TRAINING

AVIATION SECURITY

PROTECTION

PT. ANGKASA PURA I (PERSERO)

BANDAR UDARA INTERNASIONAL JENDERAL AHMAD YANI

SEMARANG

Disusun oleh :

LUCKY MEI ARDIANTO

PROGRAM STUDI INITIAL BASIC AVIATION SECURITY

JOGJA FLIGHT TRAINING CENTER

2019

1
Laporan OJT

Laporan ini disusun guna memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan

Program Initial Basic Aviation Security

Pada

JOGJA FLIGHT TRAINING CENTER

Disusun Oleh :

Nama : Lucky Mei Ardianto

Program : Initial Basic Aviation Security

JOGJAFLIGHT

TRAINING CENTER

2019

2
LEMBAR PERSETUJUAN

Laporan ini disusun sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan laporan OJT di
Bandar Udara Jenderal Ahmad Yani Semarang kurang lebih 2 bulan sebagai AVSEC
PT. Angkasa Pura I

Kegiatan On Job Training AVSEC

Telah di setujui pada :

Hari, Tanggal : Selasa, 30 Januari 2019

Disetujui

Mengetahui

Airport Security Protection Airport Security


Performance & Standard
Section Head
Team Leader

Celly Z. Lawerissa
Erik Primus Patriot

3
LEMBAR PENGESAHAN

Laporan ini disusun sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan laporan OJT di
Bandar Udara Jenderal Ahmad Yani Semarang kurang lebih 2 bulan sebagai AVSEC
PT. Angkasa Pura I

Judul : Laporan OJT Initial Basic Aviation Security Bandara Internasional

Jenderal Ahmad Yani Semarang

Nama : Lucky Mei Ardianto

Program : Initial Basic Aviation Security

Airport Security Protection Section Head : Celly Z. Lawerissa

Airport Security Performance & Standard Team Leader : Erik Primus Patriot

Semarang, 27 Januari 2019

Mengesahkan

Mengetahui

Airport Security
Jogja Flight Training
protection
Center
Section Head

Pembimbing Lapangan Celly Z. Lawerissa


Eka Ndari

MOTTO

4
Kita tidak bisa kembali dan mengubah masa lalu, maka dari itu tataplah masa
depan dan jangan buat kesalahan yang sama dua kali

(Penulis)

Sesungguhnya bersama kesukaran itu ada kemudahan. Karena itu bila kau
selesai ( mengerjakan yang lain ) dan kepada Tuhan, berharaplah

( Q.S Al Insyirah :6-8)

SUCCESS IS THE ABILITY TO GO FROM ONE FAILURE TO ANOTHER


WITH NO LOSS OF ENTHUSIASM

( Sir Winston Churchill, Great Britain Prime Minister on World War II )

Ambilan Kebaikan dari apa yang di katakana, jangan melihat siapa yang
mengatakannya

( Nabi Muhammad SAW )

5
PERSEMBAHAN

1. Ucapan syukur dan terimakasih untuk Allah yang tak henti-henti memberikan
petunjuk dan memberikan kelancaran atas terselesaikannya laporan saya
2. Terimakasih kepada Orangtua saya, yang tak henti-hentinya memberikan do’a
serta dukungan baik moril maupun materiil kepada saya
3. Terimakasih kepada PT.Angkasa Pura 1 semarang yang telah mengijinkan saya
melakukan On Job Training selama 2 bulan ini
4. Terimakasih kepada Airport Security & Safety Departemen yang telah mendidik
dan mengajarkan saya tentang basic-basic, struktur, cara kerja dan lain-lain
secara lebih detail tentang AVSEC
5. Terimakasih kepada Jogjaflight yang sudah membimbing dan memberikan
pelatihan secara teori kepada saya
6. Kepada para sahabat saya yang telah memberikan kritik dan saran untuk
penulisan laporan ini
7. Untuk semua pihak yang telah membantu saya dan mempermudah saya secara
langsung maupun tidak langsung, saya ucapkan terimakasih

6
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan
rahmat dan nikmat yang terhingga, sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan OJT
di Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang.

Penyusunan Laporan ini merupakan syarat untuk menyelesaikan diklat Basic


Avsec di Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang.

Terselesainya Laporan ini tidak terlepas dari dukungan dan bantuan dari
berbagai pihak, atas tersusunya laporan ini penulis tidak lupa mengucapkan terimakasih
kepada :

1. Bapak Dedi Sri Cahyono, selaku Airport Security dan safety department head
2. Bapak I Wayan Suaja, selaku Airport Security Screening Section head
3. Bapak Celly Z Lawerissa, selaku Airport Security Protection Section head
4. Bapak Sutardi , selaku Airport Security Screening team leader
5. Bapak Sumedi, selaku Airport Security Protection team leader
6. Bapak Dalimin, selaku Airport Security Screening team leader
7. Bapak Rusmanto, selaku Airport Protection team leader
8. Bapak Ari Budi W. , selaku Airport Security Screening team leader
9. Bapak Bambang T. , selaku Airport Security Protection team leader
10. Airport Security Section
11. Seluruh senior yang telah memberikan ilmunya dan arahan selama proses
pelaksanaan OJT

Penulis menyadari bahwa laporan ini belum sempurna dan masih banyak
kekurangan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang
bersifat membangun.

7
Akhir kata saya ucapakan terimakasih kepada semua pihak yang telah
membimbing saya. Semoga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak
yang membutuhkan dan berkepentingan.

Semarang, 30 Januari 2019

Penulis

8
DAFTAR ISI

Judul ..................................................................................................................................1

Halaman Judul ...................................................................................................................2

Halaman Persetujuan .........................................................................................................3

Halaman Pengesahan .........................................................................................................4

Halaman Motto ..................................................................................................................5

Halaman Persembahan .....................................................................................................6

Kata Pengantar ..................................................................................................................7

Daftar Isi ............................................................................................................................ 9

BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................9

A. Latar Belakang.....................................................................................................12
B. Rumusan Masalah ............................................................................................... 12
C. Tujuan .................................................................................................................12
D. Manfaat ................................................................................................................12
E. Metode Pengumpulan Data .................................................................................13

BAB II LANDASAN TEORI.......................................................................................... 14

BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN .......................................................... 21

BAB IV PEMBAHASAN .............................................................................................. 22

BAB V PENUTUP ..........................................................................................................27

A. Simpulan .............................................................................................................27
B. Saran ...................................................................................................................27

LAMPIRAN ....................................................................................................................28

9
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sistem transportasi udara di Indonesia semakin berperan dalam
pengembangan perekonomian dan merupakan kewenangan transportasi udara
untuk dapat meayani seluruh wilayah nusantara terutama dalam kaitannya
dengan percepatan arus informasi, barang, penumpang, dan lain sebagainya
Bandar Udara yang selanjutnya disingkat Bandara merupakan prasarana
pendukung transportasi udara yang sangat penting karena daerah-daerah yang
sebelumnya sulit di jangkau melalui jalur transportasi darat kini dapat diatasi
melalui jalur transportasi udara untuk berhubungan dlaam bidang ekonomi,
pemerintahan, pariwisata dan lain-lain.
Untuk menunjang keamanan serta keselamtan penerbangan suatu
bandara ada beberapa persyaratan yang harus di penuhi pengelola bandara.
Pertama, sumber daya manusia yang handal. Dalam hal ini semua Personil
Kemanan Penerbangan Aviation Security ( AVSEC ) adalah Personil Keamanan
Penerbangan yang telah wajib memiliki lisensi atau surat tanda kecakapan
petukas (STKP) yang diberi tugas dan tanggung jawab di bidang kemanaan
penerbangan. (Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor :
SKEP/2765/XII/2010 Bab I butir 9).
AVSEC di Indonesia sendiri Pengamanan Bandar Udara (Aviation
Security) adalah sebuah unit kerja yang dibentuk oleh PT.Angkasa Pura dalam
memenuhi atuiran-aturan Internasional dan nasional sebagai pengelola dna
penyedia jasa keamanan bandara harus mempunyai lisensi yang di persyaratkan
sesuai posisi. Kedua, peralatan keamanan yang memadai dan sesuai kebutuhan.
Artinya, selain memenuhi jumlah minimal yang harus dimiliki peralatan

10
keamanan tersebut uga harus dalam kondisi baik dan lulus uji test keamanan
alat. Ketiga, prosedur yang digunakan harus jelas dan dilaksanakan secara
benar. Prosedur tersebut juga harus emngacu pada regulasi keamanan
penerbangan Nasional maupun Internasional. Antara penerapan prosedur di
lapangan dan yang tercantum dalam aturan yang ada harus sesuai. Baik itu
prosedur tentang pemeriksaan keamanan maupun prosedur tentang
pengoperasian alat keamanan
ICAO (International Civil Aviation Organization) yaitu organisasi dunia
yang menangani pemerbangan sipil. Badan ini mempunyai fungsi dan tugas
membuat peraturan-peraturan penerbangan dan melakukan pengawasan terhadap
implementasi peraturan-peraturan tersebut, yang wajib dipatuhi oleh seluruh
Negara anggota ICAO, termasuk Indonesia. Semakin meningkatnya taraf
perekonomian masyarakat yang menyebabkan peningkatan gaya hidup
masyarakat, sehingga pemanfaatan transportasi udara sudah menjadi kebutuhan
masyarakat dalam berpergian antar daerah.
Peningkatan penumpang pesawat udara menuntut pihak pengelola
bandara untuk menjamin keamanan penerbangan. Pengelola bandara harus
melakukan pemeriksaan terhadap semua orang beserta barang bawaannya yang
akan memasuki area terbatas bandara tanpa terkecuali.
Salah satu jenis tindak pidana pencurian yang marak terjadi di Bandara
Indonesia adalah tindak pidanan pencurian bagasi pesawat. Apabila kita sering
berpergian dengan menggunakan jasa pesawat terbang, tentunya kita sudah tidak
asing lagi dengan urusan bagasi. Dibuatnya dan disahkannya Peraturan Menteri
Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Angkutan udara
dianggap mampu melindungi penumpang dari kasus pencurian bagasi tersebut
Setelah kejadian tersebut tugas pokok AVSEC untuk menjamin
keamanan dan juga keselamatan penerbangan sipil di Indonesia dan tindakan
melawan hokum dan juga memberikan perlindungan keamanan terhadap awak
pesawat udara, pesawat udara, penumpang, instalasi Bandar Udara, para petugas

11
di darat, masyarakat, dan pengguna jasa penerbangan lainnya dari tindakan
melawan hukum.
Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan evaluasi
terhadap sistem pengamanan di Bandar Udara dalam meningkatkan keamanan
terkait pemeriksaaaan penumpang dan barang di Bandara
B. Rumusan Masalah
Bagaimanan meningkatkan pelayanan keamanan pada pemeriksaan penumpang
dan barang di Bandar Udara ?
C. Tujuan
1. Untuk menambah Ilmu keamanan dan keselamatan penerbangan
2. Untuk mengetahui dan menganalisa barang yang boleh dan tidak boleh
dibawa ke pesawat
3. Untuk memberikan pengalaman tentang kerja lapangan di Bandar Udara
4. Untuk mengetahui tata cara pemeriksaan sesuai dengan standar SOP
D. Manfaat
1. Teoritis
Laporan ini diharapkan dapat memberikan sumbang saran serta
pemikiran bagi perkembangan ilmu pengetahuan penerbangan pada
umumnya, serta AVSEC pada khususnya, serta sekaligus dapat memberikan
referensi bagi kepentingan yang bersifat akademis serta bahan tambahan
bagi kepustakaan
2. Praktis
Laporan ini diharapkan dapat memberikan kegunaan praktis yaitu dapat
menjadi bahan evaluasi bagi para akademisi dan praktisi yang bergerak
dalam bidang penerbangan, khususnya mengenai permasalahan yang sering
terjadi dalam keamanan Bandar Udara

12
E. Metode Pengumpulan Data
Metode yang digunakan dalam laporan ini adalah metode deskriptif yaitu
metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat
gambaran atau deskriptif secara objektif
1. Observasi
Dilakukan pengamatan secara langsung terhadap keadaan di Bandar Udara
pada saat melakukan OJT guna untuk mengetahui keadaan secara umum
pengamanan di Bandar Udara

2. Studi Kepustakaan
Yaitu pengumpulan data dengan cara mempelajari literature review maupun
buku-buku yang masih actual secara teori agar mendapatkan sumber yang
benar dan akurat yang berhubungan dengan penyusunan Laporan ini.

13
BAB II

LANDASAN TEORI

1. Pengertian / Definisi
a. Kriteria merupakan ukuran yang menjadi dasar penilaian atau penetapan
sesuatu. Ukuran yang menjadi dasar tersebut dapat berupa standar,
tujuan, petunjuk, pedoman, norma, atau pernyataan terukur. Sedangkan
sesuatu yang dinilai, di bandingkan dan di tetapkan tersebut dapat berupa
keputusan, pelayanan/ services, hasil outcome, proses penerbangan,
operasi dan lain sebagainya di dalam penyelenggaraan penerbangan (LB,
2015)
b. Tempat pemeriksaan Keamanan (Security Check Point/SCP) adalah
tempat pemeriksaan keamanan bagi penumpang, orang, personel pesawat
udara dan barang yang akan masuk ke daerah keamanan terbatas
dan/atau ruang tunggu di gedung terminal Bandar Udara
c. Jalur pemeriksaan adalah jalur antrian pemeriksaan keamanan untuk
penumpang, personel pesawat udara dan barang bawaan yang diangkut
dengan pesawat udara dan perseorangan pada tempat pemeriksaan
keamanan (Security Check Point/SCP) sebelum masuk ke daerah
keamanan terbatas dan/atau ruang tunggu digedung terminal Bandar
Udara
d. Daerah Keamanan Terbatas (Security Restricted Area) adalah daerah-
daerah disisi udara pada Bandar Udara setelah posisi pengendalian jalan
masuk yang diidentifikasi sebagai daerah beresiko tinggi
e. Ruang Tunggu, adalah daerah tertentu di Bandar Udara yang
diperuntukan bagi penumpang yang akan naik ke pesawat udara setelah
dilakukan pemeriksaan keamanan
f. Barang bawaan, adalah barang yang dibawa oleh penumpang, personel
pesawat udara dan orang perseorangan yang memasuki daerah keamanan
terbatas dan/atau yang kaan memasuki peswat udara

14
g. Personel Keamanan adalah personel yang telah memiliki lisensi yang
diberi tugas dan tanggungjawab di bidan keamanan penerbangan
2. Prosedur Pemeriksaan
Menurut SKEP 2765/XII/2010 untuk prosedur pemeriksaan, personel pesawat
udara dan barang bawaan dan orang perseorangan adalah sebagai berikut:
a. Setiap penumpang, personel pesawat udara dan orang perseorangan
yang memasuki daerah keamanan terbatas harus mempunyai izin masuk
yang berlaku
b. Setiap penumpang, personel pesawat udara dan orang perseorangan serta
barang bawaan harus dilakukan pemeriksaan keamaman antara lain :
a) Bagasi atau barang bawaan yang ditempatkan pada
conveyor belt mesin x-ray pada posisi yang tepat untuk
pemeriksaan dan memastikan jarak antara dua bagasi atau
barang bawaan
b) Mantel, jaket, topi, ikat pinggang, ponsel, jam tangan,
kunci dan barang-barang yang mengandung unsure logam
diperiksa melalui mesin x-ray
c) Laptop dan barang elektronik lainnya dengan ukuran yang
sama dikeluarkan dari tas/bagasi dan diperiksa melalui
mesin x-ray
d) Semua cairan, aerosol dan gel diperiksa melalui mesin x-
ray
e) Setiap penumpang, personel pesawat udara, orang
perseorangan dan barang bawaan masuk melalui jalur
pemeriksaan pada tempat pemeriksaan dan keamanan
(security check point/ SCP)

c. Pasal 3 izin masuk ke Bandar Udara berupa :


a) tiket penumpang atau pas masuk pesawat udara (boarding pass)
sesuai dengan identitas diri yang sah

15
b) pas Bandar udara
c) identitas penerbang dan personel kabin (crew ID Card)
d) tanda pengenal Inspector Penerbang Direktorat Jenderal
3. Prosedur Pemeriksaan Khusus
a) Setiap penumpang yang karena alasan kondisi kesehatah fisik , dan
permintaan khusus dapat dilakukan pemeriksaan khusus diruangan yang
telah disediakan
b) Unit penyelenggara Bandar Udara dan badan usaha Bandar Udara harus
menyediakan ruangan untuk pemeriksaan khusus
c) Setiap penumpang yang menggunkaan kursi roda, dan penumpang yang
menggendong, dengan alat atau menggunakan kereta bayi harus di periksa
secara manual
d) Setiap penumpang yang menggendong bayi dlaam pelukannya harus
diperiksa celah antara bayi dan penumpang secara manual
e) Penumpang yang menggunakan alat bantu gerak/jalan harus dilakukan
pemeriksaan secara manual
f) Penumpang yang tidak dapat berdiri dari kursi roda harus dilakukan
pemeriksaan dlaam posisi duduk secara manual
g) Alat bantu yang dipakai penumpang berupa kursi roda atau kereta bayi dapat
melewati samping alat gawang detector logam (Walk Through Metal
Detector / WTMD) dan alat gendong bayi di periksa melalui mesin x-ray
h) Setiap diplomat yang memasuki daerah keamanan terbatas dan ruang tunggu,
harus mempunyai izin masuk yang sah dan dilakukan pemeriksaan
keamanan oleh personel keamanan Bandar Udara
i) Kantong diplomatic tidak dilakukan pemeriksaan kecuali atas permintaan
instansi yang berwenang dibidang hubungan luar negeri dan pertahanan
Negara
4. Lokasi Pemeriksaan Keamanan (Security Check Point / SCP)
Menurut SKEP 2765/XII/2010 tempat pemeriksaan keamanan (Security Check
Point / SCP) dibagi dalam dua area yaitu :

16
a. Tempat pemeriksaan keamanan pertama (Security Check Point/SCP-1)
1) Terletak pada pintu masuk menuju sekitar tempat pelaporan
keberangkatan (counter check-in)
2) Harus memiliki sekurang-kurangnya 1(ssatu) jalur pemeriksaan
b. Tempat pemeriksaan keamanan kedua (Security Check Point/SCP-2)
1) Terletak di daerah pintu masuk menuju ruang tunggu
2) Jalur pemeriksaan yang menggunakan peralatan keamanan
penerbangan harus mempunyai peralatan keamanan paling sedikit
meliputi mesin x-ray bagasi tercatat, gawang detector logam Walk
Through Metal Detector / WTMD), dan detector logam genggam
(Hand Held Metal Detector/ HHMD)
5. Peran AVSEC dalam dunia penerbangan :
1. Tugas AVSEC (Aviation Security) yaitu :
a) Menjamin keamnaan dan keselamatan penerbangan, keteraturan dan
efisiensi penerbangan terhadap awak pesawat udara
b) Memberikan perlindungan terhadap awak pesawat udara, penumpang,
para petugas darat, ,masyarakat dan instalasi di Bandar Udara dari
tindakan melawan hukum
c) Memberikan perlindungan perusahaan angkutan udara dari tindakan
melawan hukum
d) Memenuhi standard rekomendasi Internasional
6. Personel Pemeriksaan Keamanan Bandar Udara
1. Tugas dan tanggung jawan
1) Inspector / Shift Leader
a) Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan dinas pada shift yang
dibawahinya
b) Membuat daftar/ jadwal dinas
c) Memimpin apel persiapan yugas
d) Memastikan semua peralatan agar siap dioperasionalkan

17
e) Melaporkan ke unit teknik bila ada peralatan security check pint
(SCP) yang mengalami kerusakan
f) Berkoordinasi dengan dinas terkait bila dianggap perlu guna
menunjang kelancaran tugas operasional
g) Melaporkan semua kejadian dalam pelaksanaan tugas langsung ke
asisten manager screening penumpang dan barang
2) Coordinator Supervisor
a) Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan tugas pada terminal yang
dibawahinya
b) Melaporkan keadan pasa saat apel awal dinas pada inspector/ shift
leader
c) Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan dinas sesuai jadwal yang
dibuat oleh inspector/ shift leader
d) Mengkoordinir setiap kegiatan pada masing-masing screening check
point
e) Mengambil langkah dan melaporkan kepada inspector/shift leader
bila ada pelaksanaan di titik-titik SCP yang bermasalah baik pada
peralatan maupun SDM
f) Melaporkan semua kejadian kepada inspector/shift leader
3) Pengatur bagasi
a) Mengatur jarak tas / bagasi/ barang lain di x-ray
b) Memposisikan barang sesuai dengan arah sinar x-ray sehingga
menghasilkan tampilan gambar yang jelas
4) Pengatur Flow Penumpang
a) Mengatur jarak penumpang yang masuk WTMD agar tidak
menganggun proses body search
b) Mempersiapkan keranjang dan meminta penumpang untuk
mengeluarkan barang bawaan berupa metal ditaruh dala keranjang
untuk mempermudah proses pemeriksaan
5) X-Ray Operator

18
a) Mengartikan tampilan gambar, sehingga bisa memastikan keamanan
barang tersebut tidak membahayakan keselamatan penerbangan
b) Menginformasikan posisi barang yang dicurigai untuki di periksa
kepada petugas manual search
c) Melaoprkan kep[ada supervisor apabila ditemukan barang/ bahan
yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan
6) Body Search
a) Memeriksa penumpang dengan menggunkaan alat bantu hand held
metal ditektor sesuai SOP
b) Menemukan penyebab alarm saat penumpang melewati WTMD
c) Memastikan penumpang tidak membawa bahan/ barang yang dapat
membahayakan
d) Melaporkan kepada supervisor apabila ditemukan barang/ bahan
yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan
7) Pemeriksa Bagasi/ Bagasi
a) Memeriksa/ mencari barang yang dicurigai oleh operator x-ray
b) Memeriksa barang bagasi/bagasi kabin, tas sesuai dengan SOP
c) Melaksanan pemeriksaan random 10% sesuai dengan program
keamanan penerbangan nasional
d) Memastikan penumpang tidak membawa barang/bahan yang dpaat
membahayakan
e) Melaporkan kepada supervisor apabila ditemukan barang/bahan yang
membahayakan keselamatan penerbangan
8) Pelebelan / Security Check
a) Member pelebelan security check pada bagasi yang sudah di X-ray
pada lipatan tas atau posisi melintang sehingga dapat dilihat apabila
tas tersebut dibuka
9) Supervisor
a) Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan tugas pada masing-masing
SCP yang diwakili

19
b) Memastikan bahwa peralatan operasional siap dioperasionalkan
c) Melaporkan kepada coordinator supervisor bila terdapat kendlaa pada
peralatan maupun SDM
d) Memastikan pemeriksaan secara random tetap dilaksanakan
e) Memastikan ada pergantian setiap 20 menit pada operator x-ray
(20/40)
f) Mengawasi apakah pelaksanaan tugas masing-masing personil sudah
benar atau tidak
g) Melaporkan pada coordinator supervisor bila terjadi sesuatu

20
BAB III

STRUKTUR ORGANISASI AIRPORT SECURITY BANDAR UDARA


INTERNASIONAL JENDERAL AHMAD YANI SEMARANG

AIRPORT SECURITY AND


SAFETY DEPARTEMENT
HEAD

AIRPORT SECURITY AIRPORT SECURITY


SCREENING SECTION PROTECTION
HEAD SECTION HEAD

AIRPORT AIRPORT AIRPORT


SECURITY SECURITY SECURITY
INVESTIGASI BAB IVTEAM
PERFORM PERFORM
TEAM LEADER LEADER TEAM LEADER

STAF
PROTECTION

AIRPORT AIRPORT
SECUITY SECUITY
SCREENING PROTECTION
TEAM LEADER TEAM LEADER

SQUAD LEADER SQUAD LEADER

AIRPORT AIRPORT
SECURITY SECURITY

21
PEMBAHASAN

1. Bidang kerja
A. Bagian-bagian pos jaga protection antara lain :
1. Pree Screening
a) Melakukan check 20% terhadap barang bawaan penumpang
b) Melakukan profiling atau mengawasi pergerakan orang yang masuk
dan keluar di area keamanan
c) Melakukan penyisisran di area ex.hall
d) Mengarahakan penumpang ke pintu keberangkatan / kedatangan
e) Melakukan pencatatan kegiatan-kegiatan tigas dlaam terminal
lohbook dan diserah terimakan
f) Melaporkan setiap kejadian kepada squad leader terminal protection
2. Pengendalian Sisi Darat ( check in area)
a) Memeriksa tiket/e-ticket penumpang yang akan masuk pintu check in
b) Memastikan ticket/e-ticket sesuai dengan tanggal dan jadwal
keberangkatan
c) Memastikan pas karyawan yang masuk pintu check in sesuai area
yang berlaku
d) Melaporkan setiap kejadian kepada squad leader terminal protection
3. Transit
a) Melkaukan pengawasan terhadap penumpang transit yang
menggunkan jalur transit
b) Melakukan pemeriksaan dan pengawasan terhadap petugas whell
chair yang akan mengambil dan setalah mengantar penumpang
c) Melakukan pemeriksaan terhadap petugas atau karyawan yang
mempunyai area pas “P” guna keperluan tugas ke make up area
maupun flops area
d) Melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap orang maupun
barang untuk keperluan rekonsiliasi

22
e) Memastikan orang yang masuk melewati jalur transit tidak membawa
tas kecuali tas jinjing berisi laptop
f) Melkaukan pencatatan kegiatan-kegiatan tugas dalam logbook dan
diserahterimakan
g) Melaporkan setiap kejadian kepada squad leader terminal protection
4. Arrival
a) Melakukan pengawasan dan pengaturan terhadap penjemput
b) Melakukan pemeriksaan pas dan orang beserta barang bawaab
terhadap pegawai yang berada di kedatangan termasuk porter
c) Mengarahkan protokoler penjemput lewat akes pemeriksaan CIP
d) Memastikan orang dan barang bawaan yang masuk ke ruang
kedatangan dalam keadaan aman
e) Melakukan profiling terhadap orang diruangan kedatangan (domestic
dan internasional)
f) Melakukan pencatatan kegiatan-kegiatan dalam logbook dan
diserahterimakan
g) Melaporkan setiap kejadin kepada squad leader terminal protection
5. Boarding Gate
a) Melkaukan pengawasan, pemantauan dan walking patrol di tiap tiap
pintu boarding
b) Melakukan penguncian pntu boarding apabila tidak digunakan
c) Melakukan profiling terhadap orang dan barang bawaan di jalur
penumpangberangkat dan dating (domestic dan Internasional)
d) Memastikan semua pintu boarding dalam keadaan tertutup dan
gterkunci apabila selesai penerbangan
e) Melakukan pencatatan kegiatan-kegiatan tugas dalam logbook dan
diserah terimakan
f) Melaporkan setiap kejadian pada squad leader terminal protection

23
6. Loading Doc Timur
a) Melakukan pemeriksaan pas karyawan yang masuk melewatiakses
LDT
b) Melkaukan pemeriksaan menggunakan HHMD apabila WTMD
berbunyi
c) Melakukan pemeriksaan barang bawaan menggunkaan X-ray
terhadap pegawai atau karyawan yang masuk melewati akses LDT
d) Melakukan pemeriksaan terhadap pegawai atau karyawan yang
mempunyai pas “P” guna keperluan tugas ke make up area maupun
flops area
e) Memastikan orang dan barang bawaan yang masuk dalam keadaan
aman
f) Melakukan pencatatan kegiatan-kegiatan tugas dalam logbook dan
diserah terimakan
g) Melaporkan setiap kejadian pada squad leader terminal protection
7. Main Gate
a) Melakukan pemeriksaan pas dan orang atau pegawai yang masuk
melalui akses maingate
b) Melkaukan pemeriksaan barang dan kendaraan
c) Minta orang yang akan diperiksa untuk turun dari kendaraan
d) Melakukan pemeriksaan kendaraan cargo, pertamina dan catering
e) Melakukan pemeriksaan pas kendaraan dan segel label security
tertempel dengan baik
f) Melakukan kegiatan patrol dengan menggunakan mobil patrol,
sepeda dan walking patrol
g) Melakukan pencatatan kegiatan-kegiatan tugas dalam logbook dan
diserah terimakan
h) Melaporkan setiap kejadian pada squad leader terminal protection

24
B. Bagian-bagian POS jaga Screening/SCP antara lain :
1. CIP
a) Melakukan pemeriksaan terhadap barang dan penumpang yang akan
masuk ke lounge
b) Akses masuk protocol, tamu vip/vvip dan penumpang dengan
menggunkaan whell chair
c) Memastikan orang dan barang bawaan yang masuk ke lounge dalam
keadaan aman
d) Melakukan pencatatan kegiatan-kegiatan ke dalam logbook dan
diserah terimakan
e) Melaporkan setiap kejadian kepada squad leader screening
2. Centralize
a) Melakukan pemeriksaan boarding pass sesuai kartu identitas
b) Mengarahkan penumpang ketempat pemeriksaan barang untuk
dimasukan ke mesin x-ray
c) Petugas memeriksa penumpang, apabila alarm gawang detector
logam(walk through metal detector) berbunyi, dilakukan langkah
berikut :
1) Meminta penumpang utnuk mengulang kembali pemeriksaan
melalui gawang detector logam (walk through metal detector)
setelah mengeluarkan dan meletakan sepatu dan benda yang
mengandung unsure logam yang masih terdapat pada yang
bersangkutan kedalam wadah (troy) yang disediakan dan di
periksa melalui x-ray
2) Apabila alarm gawang detector logam walk through metal
detector) masih berbunyi, dilkaukan pemeriksaan manual atau
dengan alat keamanan lainnya secara menyeluruh dan atau
khusus, pemeriksaan khusus dapat pula dilakukan dalam hal ini :
a. Penumpang , personel pesawat udara dan orang perseorangan
berperilaku mencurigakan

25
b. Terdapat kejanggalan pada postur tubuh penumpang, personel
pesawat udara dan orang perseorangan
c. Melewati gawang detector logam walk through metal
detector) denganmenggunakan kursi roda atau kereta bayi,
atau penumpang yang menggunkaan alat bantu medis tertentu
3) Melaporkan setiap kejadian pada squad leader
3. HBS (Handling Bagagge Screening)
a) Memeriksa bagasi penumpang menggunakan mesin X-ray dari
counter check in
b) Apabila bagasi tersebut dicurigai bagasi tersebut dihentikan dan
diambil oleh petugas untuk dibawakeruang rekonsiliasi untuk
ditindak lanjuti dengan catatan penumpang yang membuka sendrii
bagasinya
c) Segera melapor kepetugas check in untuk memanggil pemilik barang
yang dicurigai
d) Mencatat nama penumpang, nomor bagasi, tujuan barang yang
dicurigai dan tanda tangan jika barang ditinggalkan dengan
melampirkan fotocopy KTP

26
BAB V

PENUTUP

Simpulan

Berdasarkan praktik kerja lapangan yang telah dilkaukan dapat disimpulkan


bahwa setiap penumpang, pegawai atau karyawan melewati jlaur pemeriksaan atau
pengamanan seperti yang ada di Bandar Udara Jenderal Ahmad Yani Semarangini ada
POS : Pre Screening, CIP, Gate check in, centralize, gate transit, BHS, Loading doc
timur, Boarding gate, gate arrival, drop zone/pick-up dan main gate

Kewajiban seorang petugas AVSEC memberikan pelayanan beserta menjaga


keamanan dan kenyamanan penerbangan. Bandar Udara Petugas AVSEC melakukan
pemeriksaan penumpang dan barang bawaan. Sebelum bagasi masuk ke dalam
pesawat, bagasi penumpang di periksa terlebih dahulu melalui alat pemeriksaan bagasi
disebut mesin X-ray agar tidal terangkutnya barang berbahaya kedalam peswat setelah
itu penumpang di periksa melalui WTMD, jika berbunyi alarm penumpang wajib di
periksa menggunkaan HHMD atau secara manual sesuai dengan gender

Saran

saran selama On Job Training di PT Angkasa Pura 1 Semarang yaitu kegiatan


materi di lapangan yang belum didapatkan di lembaga seharusnya di ajarkan agar ilmu
yang di serap lebih kompleks dan pengalaman bertambah

lebih meningkatkan, menjaga keamanan dan pelayanan karena kepuasan


penumpang yang menjadi prioritas utama dalam jasa penerbangan.

27
LAMPIRAN

28
29