Anda di halaman 1dari 11
A. Sistem Dispersi Jika kita mencampurkan suatu zat dengan zat cair, maka akan terjadi penyebaran
A. Sistem Dispersi Jika kita mencampurkan suatu zat dengan zat cair, maka akan terjadi penyebaran
A. Sistem Dispersi Jika kita mencampurkan suatu zat dengan zat cair, maka akan terjadi penyebaran

A. Sistem Dispersi

Jika kita mencampurkan suatu zat dengan zat cair, maka

akan terjadi penyebaran secara merata dalam campuran dari suatu zat

tersebut ke dalam zat cair. Hal inilah yang disebut sebagai sistem

dispersi​. ​Dispersi terdiri dari dua fase yaitu fase yang didispersikan dan fase pendispersi. Pada umumnya, fase yang jumlahnya lebih sedikit disebut sebagai fase terdispersi​, sedangkan fase yang jumlahnya lebih banyak disebut sebagai medium pendispersi​. Jadi sistem dispersi adalah pencampuran antara fase terdispersi dengan medium pendispersi yang bercampur secara merata.

B. Koloid, larutan, dan suspensi

a) Larutan adalah campuran yang homogen (serbasama) sehingga antara zat terlarut dan pelarut tidak dapat dibedakan walaupun dengan mikroskop ultra. Larutan disebut juga dengan larutan sejati. Larutan sejati adalah campuran antara zat padat atau zat cair sebagai fase terdispersi dengan zat cair sebagai medium pendispersi. Pada larutan sejati, fase terdispersi tersebar sempurna dengan medium pendispersi sehingga dihasilkan campuran yang homogen, antara fase terdispersi dengan medium pendispersinya tidak dapat dibedakan lagi. Larutan stabil dan tidak memisah bila didiamkan.

1
1

Molekul-molekul fase terdispersi tersebar secara merata ke dalam komponen medium pendispersi, sehingga larutan disebut juga dispersi molekuler​.

b) Suspensi adalah campuran yang heterogen (serbaaneka) antara fase terdispersi dengan medium pendispersi dimana fase terdispersinya ​tidak dapat bercampur secara merata ke dalam medium pendispersinya, sehingga antara zat terlarut dengan pelarut dapat dibedakan dengan mudah. Partikel-partikel suspensi masih tampak oleh mata, dapat disaring dengan kertas saring dan mudah mengendap karena gaya gravitasi. Sistem dispersi suspensi disebut suspensi kasar. Pada umumnya, fase terdispersinya berupa padatan sedangkan medium pendispersinya berupa cairan. Dalam suspensi, antara fase terdispersi dengan medium pendispersinya dapat dibedakan dengan jelas. Suspensi labil sehingga dapat terjadi pemisahan bila didiamkan

c) Koloid disebut juga dengan dispersi koloid atau sistem koloid adalah campuran yang ukuran partikel zat terdispersi di dalam koloid terletak antara suspensi dan larutan sejati. Koloid merupakan sistem dispersi yang ukuran diameter partikel zat terdispersinya 10​ -7 - 10​ -5 cm (1 – 100 nm), secara makroskopis tampak homogen, tetapi sebenarnya heterogen (dengan mikroskop ultra dapat dibedakan antara partikel pendispersi dengan partikel terdispersi). Koloid memiliki fase terdispersi dan medium pendispersi. ​Pada dasarnya campuran koloid itu bersifat homogen, dan unsur-unsur pembentuk campuran itu sudah menyatu dan sulit dibedakan. Hanya saja campuran itu tidak dibentuk oleh sebaran-sebaran molekuler, melainkan berupa gabungan dari beberapa molekul. Namun karena bentuknya sangat kecil, gabungan-gabungan molekul itu sulit dikenali lagi. Koloid stabil sehingga tidak terjadi pemisahan bila didiamkan.

Berikut perbandingan larutan, koloid, dan suspensi.

No

Aspek

Larutan

Koloid

Suspensi

1

Ukuran

Ukuran partikelnya < 1 nm

Ukuran partikelnya antara 1 – 100 nm

Ukuran

partikel

partikelnya >

 

100 nm

2

Jumlah Fase

Terdiri dari 1 fase

Terdiri dari 2 fase

Terdiri dari 2 fase

3

Kestabilan

Stabil ( tidak mengendap )

Pada umumnya stabil

Tidak stabil ( mudah mengendap )

4

Pemisahan

Tidak dapat

Dapat disaring dengan penyaring ultra

Dapat disaring

disaring

5

Pengamatan

Homogen (

Secara makroskopis bersifat homogen tetapi jika diamati dengan mikroskop ultra, bersifat heterogen

Heterogen

Mikroskop

tidak dapat

dibedakan

walaupun

menggunakan

mikroskop

ultra )

 

6

Sistem

Molekular

Padatan halus

Padatan kasar

dispersi

7

Contoh

larutan gula, udara bersih, etanol 70 %

air sabun, susu, mentega

air kopi, air sungai yang kotor, campuran air dan pasir.

gula, udara bersih, etanol 70 % air sabun, susu, mentega air kopi, air sungai yang kotor,
4
Cermati pertanyaan berikut dan isi titik-titik yang tersedia agar mendapat suatu keutuhan jawaban! ● Rumus
Cermati pertanyaan berikut dan isi titik-titik yang tersedia agar mendapat suatu keutuhan jawaban! ● Rumus

Cermati pertanyaan berikut dan isi titik-titik yang tersedia agar mendapat suatu keutuhan jawaban!

Rumus empiris suatu senyawa karbon adalah CH2 O. Apabila sebanyak 90 gram senyawa tersebut dilarutkan dalam 200 gram air, larutan tersebut akan mendidih pada suhu 101,3 °C. Jika diketahui Kb air = 0,52°C/m, tuliskan rumus molekul senyawa karbon tersebut!

Pembahasan :

Langkah –langkah untuk menjawab soal diatas.

1.

Cari ∆Tb dengan rumus = Tb – Tb air

2.

Cari Mr senyawa dari rumus ∆Tb = m x Kb

3.

Setelah itu cari faktor pengali indeks rumus empiris dengan rumus:

n = Mr senyawa/Mr empiris

4.

Setelah itu kalikan n dengan indeks setiap atom penyusun rumus empiris

Tb

= 101,3

Tb air

= 100

∆Tb = Tb – Tb air = 101,3 – 100 = …

∆Tb = m x Kb

Mr

= gr/Mr x 1000/P x Kb = 90/Mr x 1000/… x 0,52 = 234/Mr = 234/… = …gr/mol

= gr/Mr x 1000/P x Kb = 90/Mr x 1000/… x 0,52 = 234/Mr = 234/…
= gr/Mr x 1000/P x Kb = 90/Mr x 1000/… x 0,52 = 234/Mr = 234/…
= gr/Mr x 1000/P x Kb = 90/Mr x 1000/… x 0,52 = 234/Mr = 234/…

Faktor pengali indeks senyawa n = Mr rumus senyawa / Mr rumus empiris = 180/30 = 6

Rumus senyawa adalah = (CH2 O)n = (CH2 O)6 = C6 H12 O6

5
5

Untuk mengetahui kadar gula dalam campuran gula dan air dilakukan pendidihan. Hasil yang diperoleh ternyata larutan tersebut mendidih pada suhu 100,65 . Jika diketahui jenis gula dam larutan tersebut adalah gula tebu (C12 H22 O11 ) dan Kb air = 0,52 /m, berapakah kadar gula dalam larutan tersebut? (Ar C = 12, O = 16 dan H =1)

Pembahasan :

Langkah langkah untuk mendapatkan jawaban:

1. Cari ∆Tb dengan rumus ∆Tb = Tb – Tb air

2. Cari massa gula tebu dalam larutan menggunakan rumus : ∆Tb = m x Kb

3. Setelah massa didapat, cari kadar dengan rumus = (massa gula/massa larutan) x 100%

Langkah 1 Tb = 100,65 T0b = 100

∆Tb = Tb – Tb air =

Langkah 2 ∆Tb = m x Kb

– 100 =

= gr/Mr x 1000/p x Kb

= gr/

x 1000/p x 0,52

x gr/p

=

=

gr/p =

1000 x 0,52/

1,635 x gr/p

/1,635

=

Langkah 3

Kadar gula = (massa gula/massa larutan) x 100%

= (gr/g + p) x 100%

= (1 + g/p) x 100%

= (1 +

) x 100% = 140 %

6
6

Kedalam 25 gram benzena dilarutkan 2,5 gram zat Y . Ternyata, larutan tersebut

mendidih

pada suhu 82,53˚C dan Kb benzena 2,53; tentukan massa molekul relatif

zat Y ! Jawab :

diketahui

; P benzena = 0,45 gram , gr zat Y = 2,5 gram ,

Tb = 82,53˚C ; Tb pelarut =80˚C ; Kb , benzena = 2,53 Ditanya ; Mr zat Y ? Jawab ;

∆Tb = Tb – Tb Y = 82,53˚C – 80˚C =

˚C

∆Tb

= Kb × m

= 2,53× m

m

=

/2,53

m

=

molal

m

= gr/Mr × 1000/P

molal

= 2,5gram/Mr × 1000/25

molal

= 2500/… Mr

Mr

= 2500

Mr

= 2500/

Mr

=

/mol

Jadi Mr zat Y adalah

g/mol

7
7
8
9
10