Anda di halaman 1dari 5

PEMERINTAH KABUPATEN MUSI RAWAS

RUMAH SAKIT Dr. SOBIRIN


ALAMAT :JL. YOS SUDARSO NO. 13 TELP (0733)321013 FAX (0733)324973 KODE POS 31611

KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT Dr. SOBIRIN


NOMOR : 01 /KPTS/RS.DS.I.1/VIII/2017

TENTANG
KEBIJAKAN AKSES KE PELAYANAN DAN KONTINUITAS PELAYANAN
DI RUMAH SAKIT Dr. SOBIRIN

DIREKTUR RUMAH SAKIT Dr. SOBIRIN

Menimbang :
a. Bahwa sehubungan dengan upaya untuk meningkatkan mutu
pelayanan di Rumah Sakit Dr. SOBIRIN, maka diperlukan
penyelengggaran pelayanan yang bermutu tinggi;
b. Bahwa agar pelayanan di Rumah Sakit Dr. SOBIRIN dapat
terlaksana dengan baik, perlu adanya Keputusan Direktur tentang
kebijakan akses ke pelayanan dan kontinuitas pelayanan sebagai
landasan bagi penyelenggaraan pelayanan pasien di Rumah Sakit Dr.
SOBIRIN
c. Bahwa untuk memenuhi maksud butir (a) dan (b) di atas, maka perlu
diatur dan ditetapkan melalui keputusan Direktur Rumah Sakit Dr.
SOBIRIN

Mengingat :
1. Undang-undang no: 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 116,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4431);
2. Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 Tentang Kesehatan
(Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2009 nomor 144,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063);
3. Undanag-undang Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 153,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5072);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 Tentang Tenaga
Kesehatan,
5. Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2005 Tentang Pengelolaan
Keuangan Badan Layanan Umum (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2005, Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4502) sebagaimana telah di ubah dengan
Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2012 Tentang Perubahan Atas
Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan
Keuangan Badan Layanan Umum (Lembaran Negara Republik
Indonesia tahun 2015 Nomor 171, Tambahan Lembaran Negara
Republik IndonesiaNomor 5340);
6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 Tentang
Pedoman Teknis pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum
Daerah;
7. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor :
269/Menkes/Per/III/2008 Tentang Rekam Medis;
8. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2001
Tentang pedoman Organisasi Rumah Sakit Daerah
9. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 tahun 2002 tentang
Pedoman Susunan Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Daerah;
10. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor :
129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Rumah Sakit;
11. Peraturan Daerah kabupaten musi rawas Nomor 3 Tahun 2008
tentang Organisasi dan tata Kerja Lembaga Teknis daerah Kabupatan
Musi rawas (Lembaga daerah Kabupaten Musi Rawas Tahun 2008
nomor 3);
12. Peraturan Daerah kabupaten Musi rawas nomor 7 Tahun 2008
tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten
Musi Rawas (Lembaran Daerah Kabupaten Musi Rawas Tahun 2008
Nomor 7);
13. Peraturan Daerah Nomor 08 tahun 2015 Tentang Retribusi Pelayanan
Kesehatan;
14. Keputusan Bupati Musi Rawas Nomor 13 tahun 2010 tentang
Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit Dr. SOBIRIN Kabupaten
Musi Rawas;
15. Keputusan Bupati Musi Rawas Nomor 179/KPTS/II/2010 tentang
Penetapan Rumah Sakit Dr. SOBIRIN SEBAGAI skpd YANG
MENERAPKAN Pola pengelolaan Keuangan BLU Daerah scara
Penuh;
16. Keputusan Direktur Nomor 445/18.8/SK/RSSBR/2015 tentang
Retribusi Pelayanan kesehatan Pada Rumah Sakit Dr. SOBIRIN
Kabupaten Musi Rawas.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT Dr. SOBIRIN


TENTANG KEBIJAKAN AKSES KE PELAYANAN DAN
KONTINUITAS PELAYANAN DI RUMAH SAKIT Dr. SOBIRIN

KESATU : Kebijakan akses ke pelayanan dan kontinuitas pelayanan di Rumah


Sakit Dr. SOBIRINsebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan
ini harus dijadikan acuan dalam melaksanakan tindakan/kegiatan dalam
lingkup pelaksanaan pelayanan yang bermutu di Rumah Sakit Dr.
SOBIRIN
KEDUA : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dengan ketentuan
apabila ternyata terdapat kekeliruan akan diadakan perubahan dan
perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Lubuk Linggau


Pada tanggal, 07 Agustus 2017
DIREKTUR RS Dr. SOBIRIN

dr.H.Raden Muhammad Nawawi.


Nip.196011301988011001
LAMPIRAN KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT Dr. SOBIRIN
NOMOR : 01 /KPTS/RS.DS.I.1/VIII/2017
TANGGAL : 07 Agustus 2017

KEBIJAKAN AKSES KE PELAYANAN DAN KONTINUITAS PELAYANAN DI


RUMAH SAKIT Dr. SOBIRIN KABUPATEN MUSI RAWAS
1. Skrining dan Triase :
- Skrining dilakukan pada kontak pertama untuk menetapkan apakah pasien dapat
dilayani oleh Rumah Sakit.
- Skrining dilaksanakan melalui kriteria Triase, Visual atau pengamatan,
Pemeriksaan fisik, Psikologi, Laboratorium Klinik atau diagnostic imaging
sebelumnya.
- Kebutuhan darurat atau mendesak segera diidentifikasi dengan proses triase
berbasis bukti untuk memprioritaskan pasien dengan kebutuhan emergency.
- Kebutuhan pasien akan pelayanan preventif, paliatif, kuratif, dan rehabilitative
di prioritaskan berdasarkan kondisi pasien pada waktu proses admisi sebagai
pasien rawat inap.

2. Transfer atau perpindahan di dalam rumah sakit :


- Transfer di laksanakan sesuai dengan kriteria yang telah di tetapkan.
- Pasien yang di transfer harus di lakukan stabilisasi terlebih dahulu sebelum
dipindahkan.

3. Transfer keluar rumah sakit atau rujukan :


- Stabilisasi terlebih dahulu sebelum di rujuk.
- Rujukan ke Rumah Sakit di tujukan kepada individu secara spesifik
- Merujuk berdasarkan atas kondisi kesehatan dan kebutuhan akan pelayanan
berkelanjutan
- Rujukan menunjuk siapa yang bertanggung jawab selama proses rujukan serta
pembekalan dan peralatan yang dibutuhkan selama transportasi.
- Kerja sama yang resmi atau tidak resmi dibuat dengan rumah sakit penerima.
- Proses rujukan di dokumentasikan di dalam rekam medis pasien.

4. Penundaan Pelayanan
- Memperhatikan kebutuhan klinis pasien pada waktu menunggu atau penundaan
untuk pelayanan diagnostic dan pengobatan.
- Memberikan informasi apabila akan terjadi penundaan pelayanan atau
pengobatan.
- Memberi informasi alasan penundaan atau menunggu dan memberikan
informasi tentang alternatif yang tersedia dengan keperluan klinik mereka.

5. Pemulangan Pasien
- DPJP yang bertanggung jawab atas pelayanan pasien tersebut, harus
menentukan kesiapan pasien untuk dipulangkan.
- Keluarga pasien dilibatkan dalam perencanaan proses pemulangan yang baik
atau sesuai dengan kebutuhan pasien.
- Rencana pemulangan pasien meliputi kebutuhan pelayanan penunjang dan
kelanjutan pelayanan medis.
- Identifikasi organisasi dan individu penyedia pelayanan dilingkunganya yang
sangat berhubungan dengan pelayanan yang ada di rumah sakit serta populasi
pasien.
- Resume pasien pulang dibuat oleh DPJP sebelum pasien pulang.
- Resume pasien pulang.
 Alasan masuk rumah sakit
 Penemuan kelainan fisik dan lainnya yang penting
 Prosedur diagnosis dan pengobatan yang telah dilakukan
 Pemberian medikamentosa dan pemberian obat waktu pulang
 Keadaan atau kondisi pasien waktu pulang
 Intruksi untuk tidak lanjut/ follow up
- Selain resume pasien pulang didokumentasikan dalam rekam medis
- Selain resume pasien pulang diberikan pada praktisi kesehatan perujuk

6. Transportasi :
- Transportasi milik rumah sakit harus sesuai dengan hukum dan peraturan yang
berlaku berkenaan dengan pengoperasian, kondisi dan pemeliharaan.
- Transportasi yang disedikan atau diatur sesuai dengan kebutuhan dan kondisi
pasien.
- Semua kendaraan yang dipergunakan untuk transfortasi, baik kontrak maupun
milik rumah sakit dilengkapi dengan peralatan yang memadai, perbekalan dan
medikamentosa sesuai dengan kebutuhan pasien yang dibawa.

7. Penolakan pelayanan dan pengobatan.


- Memberitahukan hak pasien dan keluarga untuk menolak atau tidak melanjutkan
pengobatan.
- Memberikan tentang konsekuensi, tanggung jawab berkaitan dengan keputusan
tersebut dan tersedianya alternatif pelayanan dan pengobatan.
- Memberitahukan pasien dan keluarga tentang menghormati keinginan dan
pilihan pasien untuk menolak pelayanan resusitasi atau memberhentikan
pengobatan bantuan hidup dasar (Do Not Resusitation).

8. Pasien dengan kendala fisik, bahasa dan budaya :


- Pasien dengan kendala fisik dianjurkan pada keluarga untuk selalu
mendampingi atau ada petugas pendamping.
- Pasien dengan kendala bicara/bahasa rumah sakit akan menyedikan petugas
penerjemah bahasa.

DIREKTUR,

dr.H.Raden Muhammad Nawawi.


Nip.196011301988011001