Anda di halaman 1dari 4

56

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang didapatkan dari hasil pengamatan proses
penambangan pada tambang Tambang Rakyat (TR) 4.218 Paku adalah sebagai
berikut :
1. Proses penambangan menggunakan alat mekanis yaitu dump truck
Mitsubisi Fuso GD 16 4x2 dan Back Hoe yang terdiri dari CAT 320 D2 dan
Hitachi 200 ZAXIS.
2. Proses pengolahan di Tambang Rakyat 4.218 Paku menggunakan alat yang
dapat memisahkan bijih timah dari pengotornya berdasarkan ukuran
butirnya , yaitu Ball mill dan Spiral Classifier. Terdapat juga alat
pemisahan bijih timah dari pengotornya berdasarkan berat jenisnya yaitu
Shaking Table dan sebagi alat pendukung lainnya seperti grizzly berfungsi
untuk menyaring tanah bertimah dan mesin Feeder yang berfungsi untuk
mengatur laju pengeluaran tanah bertimah yang akan diolah.
3. Tahap pengeringan mempunyai 2 tahapan, yaitu proses pencucian
konsentrat , dan pengeringan. Alat yang digunakan pada tahap pengeringan
adalah Hand Drayer.

5.2 Saran
Saran yang dapat disampaikan dari hasil kerja praktek di Tambang Rakyat
4.218 Paku adalah sebagai berikut:
1. Perlunya pembentukan terhadap bagian-bagian atau kepala pengawas yang
bertugas di TR 4.218 khususnya menggurus masalah k3 sehingga dapat lebih
meningkatkan keamanan dan kenyamana para pekerja yang bekerja di dalam
perusahaan.
2. Di area tambang yang memiliki tingkat kecelakaan yang tergolong tinggi
hendaknya ditambahkan rambu-rambu seperti bendera ataupun simbol yang
berguna menjadi petunjuk bagi orang-orang yang berada di sekitar area
tambang untuk dapat selalu waspada terhadap lingkungan sekitar dan juga
dapat mencegah terjadinya kecelakaan selama aktivitas pertambangan dan
dapat mempermudah orang-orang yang berada di area tambangan untuk
memahaninya.
57

3. Perawatan alat harus lebih ditingatkan lagi karena banyak alat yang telah
mengalami korosi.
4. Sebaiknya di dalam proses pengeringan timah penggunaan Hand Dryer dapat
digantikan dengan bantuan mesin seperti alat Rotary Dryer yang dapat
menggurangi penggunaan tenaga manusia yang berarti dapat meningkatkan
produktivitas dari para pekerja karena penggunaan Hand Dryer dinilai kurang
efektif dan menggunakan terlalu banyak tenaga manusia di dalam prosesnya.
58

DAFTAR PUSTAKA

Agus, H., 2005, Metode Perhitungan Cadangan, Departemen Teknik


Pertambangan Fakultas Ilmu Kebumian dan Teknologi Mineral Institut
Teknologi Bandung (ITB), Bandung.

Aldrian, E., Budiman., Mimin Karmini., 2011, Adaptasi dan Mitigasi Perubahan
Iklim di Indonesia, Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara Kedeputin
Bidang Klimatologi, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, Jakarta.

Allan, A.W., 1920, Handbook Of Ore Dressing : Equipment & Practice, Mc-Graw
Hill Book Company,Inc., London

Arif, Irwandy., 2000, Tambang Terbuka, Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas


Ilmu Kebumian dan Teknologi Mineral, Institut Teknologi Bandung.

Arikunto, S., 2004, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta : Bumi Aksara.

Chappel, B.W., White A.J.R., 1974. Two Contrasting Granite Types, Pasific
Geology 8, 173-174. Gafoer, S., Amin, T.C., Setyogroho, B., 1992. Peta
Geologi Indonesia, Lembar Palembang, sekala 1 : 1000.000, Pusat Penelitian
dan Pengembangan Geologi (PPPG) Bandung.

Cobbing, E.J, Ph’field .P.E.., Darbyshire, D.P.F & Mallick D.I.J.,1992, The
granites of the Southeast Asian Tin Belt. Overseas Memoirs of the British

Currie, JM, 1973, “Unit Operation in Mineral Processing”, Burnaby British


Columbia.

Djumhana, D., 1995. Beberapa Aspek Petrologi Batuan Granitik di Daerah Bagian
Barat P. Bangka, Kolokium Hasil Pemetaan dan Penelitian Puslitbang Geologi
1992/1993, Publikasi Khusus No. 16, 101-117, Pusat Penelitian dan
Pengembangan Geologi.

Hutchison, R.W., 1980. Massive base metal sulphide deposits as guides to


tectonicevolution. In: Strangeway D.W (ed.), The continental crust and its
mineral deposits. Geological Association of Canada, Special Peper 20. 659-
684.

Indrayani dan Fuad, A., 2010, Modul Kuliah Pemindahan Tanah Mekanis dan
Alat Berat, Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Sriwijaya, Palembang.

Ishihara, S., 1980. Granite and Sn-W deposits of Peninsular Thailand, Mining
Geology Spesial Issue. No. 8, 223-241.
59

Katili, J.A., 1967, Structure and age of the indonesian tin Belt With special
reference to Bangka, Elsevier Publishing Company, tectonophysics,
Netherlands.

Kelly Eg., Spottiswood DJ., 1982, “Introduction to Mineral Processing”, John


Willey and Sons, Canada.

Lehmann, B. 1990. Metallogeny of Tin. University California: Springer-Verlag.

Mangga, S, A., dan Djamal, B., 1994, Peta Geologi Lembar Bangka Utara, Pusat
Penelitian Pengembangan Geologi, Bandung.

Partanto, 1983, Pemindahan Tanah Mekanis, Jurusan Teknik Pertambangan


Institut Teknologi Bandung, Bandung.

Pongoh, Jimmy, 2011, Evaluasi Penggunaan Alat Berat dan Alat Angkut Untuk
Material Bijih (Ore) Emas Pada Pit Rasik PT. Avocet Bolang Mongondow
Kabupaten Bolaang Mongondow Sulawesi Utara, Skripsi, Jurusan Teknik
Pertambangan, Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan
Nasional “Veteran” Yogyakarta, Yogyakarta.

Priyano, N.B., April, 2015, Perlatan pencucian, Pangkalpinang.

Rachmanhadi, 1938, Kapasitas dan Produksi Alat-Alat Berat. Jakarta : Yayasan


Badan Penerbit Pekerjaan Umum Jakarta.

Sudaryanto, dkk., 2006, Petunjuk Praktikum : Pengolahan Bahan Galian,


Universitas Veteran Yogyakarta, Yogyakarta.

Suwandi, 2004, Perencanaan Jalan Tambang, Diklat Perencanaan Tambang


Terbuka, Universitas Islam Bandung, Bandung.

Tamantono, E.P.S.B., 2007, Diktat (Buku Ajar) Pemindahan Tanah Mekanis


(EdisiPertama), Pangkalpinang : Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas
Teknik Universitas Bangka Belitung.

Tenriajeng, Andi Tenrisukki, 2003, Pemindahan Tanah Mekanis, Gunadarma,


Jakarta.

Wigroho, H, Y., dan Suryadharma, H., 1992, Pemindahan Tanah Mekanis,


Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Yogyakarta.