Anda di halaman 1dari 13

METODE BIMBINGAN LABORATORIUM

(DEMONSTRASI)

MAKALAH

OLEH

HERLIANA
1801032381
KELAS B EKSTENSI

DOSEN : NURRAHMATON, SST,M.Kes

PROGRAM STUDI D4 KEBIDANAN


FAKULTAS FARMASI DAN KESEHATAN
INSTITUT KESEHATAN HELVETIA
MEDAN
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat serta karunia-Nya kepada saya sehingga berhasil menyelesaikan makalah
ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “Metode Bimbingan
Laboratorium (Demonstrasi)”. Diharapkan Makalah ini dapat memberikan
informasi kepada kita semua.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh
karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu
penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata, saya sampaikan
terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan
makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala
usaha kita. Amin.

Medan, 17 April 2019

Penyusun

9
DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN PENGESAHAN
KATA PENGANTAR .................................. Error! Bookmark not defined.
DAFTAR ISI ................................................ iError! Bookmark not defined.

BAB I PENDAHULUAN .................................................................... 3


1.1 Latar Belakang ................................................................. 3
1.2 Tujuan Penelitian ............................................................. 1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA .......................................................... 4


2.1 Tinjauan Penelitian TerdahuluError! Bookmark not defined.
2.2.1 Pengertian Bayi Berat Badan Lahir Rendah
(BBLR). ................ Error! Bookmark not defined.
2.2.2 Klasifikasi Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)Error!
Bookmark not defined.
2.2.3 Manifestasi Klinis BBLR ....................................... 7
2.2.4 Diagnosis bayi berat badan lahir rendah (BBLR). . 7
2.2.5 Masalah jangka pendek yang terjadi pada bayi
berat badan lahir rendah (BBLR). .......................... 9

BAB III PENUTUP .................................................................................... 9


3.1 Kesimpulan ...................................................................... 9

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... 10

9
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Berbagai metode dapat dikembangkan dan digunakan dalam suatu kegiatan

pembelajaran. Metode pembelajaran adalah cara dalam menyajikan (menguraikan

materi, memberi contoh dan memberi latihan) isi pelajaran kepada siswa untuk

mencapai tujuan tertentu (Asep Herry Heriawan; 2003). Tidak setiap metode sesuai

untuk digunakan dalam pembelajaran tertentu. Karena itu, guru harus dapat

memilih metode yang sesuai agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Pelaksanaan Metode Demonstrasi ada berbagai metode pembelajaran yang

biasa digunakan guru dalam kegiatan pembelajaran, yaitu metode ceramah, metode

demonstrasi, metode diskusi, permainan dan sebagainya. Salah satu metode yang

dapat mendorong siswa untuk aktif dan kreatif adalah metode demonstrasi. Metode

demonstrasi merupakan metode mengajar yang sangat efektif untuk membantu

siswa dalam mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan.

1.2 Tujuan

Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk mengetahui metode


demonstrasi dalam bimbingan di dalam ruang laboratorium.

9
8

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Metode Bimbingan Laboratorium (Demonstrasi)


2.1.1 Definisi Metode Demonstrasi
Istilah demonstrasi dalam pengajaran dipakai untuk menggambarkan suatu

cara mengajar yang pada umumnya penjelasan verbal dengan suatu kerja fisik atau

pengoperasian peralatan barang atau benda. Kerja fisik itu telah dilakukan atau

peralatan itu telah dicoba lebih dahulu sebelum didemonstrasikan. Orang yang

mendemontrasikan (guru, peserta didik, atau orang luar) mempertunjukkan sambil

menjelaskan tentang sesuatu yang didemonstrasikan (Ramayulis, 2004: 244).

Metode demonstrasi adalah cara penyajian pelajaran dengan memeragakan

suatu proses kejadian. Metode demonstrasi biasanya diaplikasikan dengan

menggunakan alat-alat bantu pengajaran seperti benda-benda miniatur, gambar,

perangkat alat-alat laboratorium dan lain-lain (Kustandi, 2005: 14). Metode

demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian,

aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui

penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi

yang sedang disajikan (Syah, 2000: 52).

Metode demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan

suatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran

(Djamarah, 2000: 15). Berdasarkan pendapat di atas dapat dipahami bahwa metode
8

demonstrasi merupakan tehnik mengajar yang memperagakan suatu barang atau

alat yang menggambarkan suatu proses atau kejadian berkenaan dengan materi

pelajaran yang dipelajari.

Dalam penggunaan metode ini guru bisa menjadi demonstrator dan bisa

juga orang lain yang ahli dalam bidang pelajaran itu. Metode ini menggugah rasa

ingin tahu siswa dan rangsangan visual siswa. Metode demonstrasi merupakan

metode mengajar yang sangat efektif untuk menolong siswa mencari jawaban atas

pertanyaan-pertanyaan seperti ini (contoh : Pembuatan Biodiesel, bagaimana cara

membuatnya? terdiri dari bahan apa? bagaimana proses mengerjakannya?)

Istilah demonstrasi dalam pengajaran dipakai untuk menggambarkan suatu

cara mengajar yang pada umumnya penjelasan verbal dengan suatu kerja fisik atau

pengoperasian peralatan barang atau benda (Ramayulis, 2004:244). Kerja fisik itu

telah dilakukan atau peralatan itu telah dicoba lebih dahulu sebelum

didemonstrasikan. Orang yang mendemonstrasikan (guru, peserta didik atau orang

luar) mempertunjukkan sambil menjelaskan tentang sesuatu yang

didemonstrasikan.

2.1.2 Kebaikan Metode Demonstrasi

3 Keaktifan peserta didik akan bertambah, lebih-lebih kalau peserta didik

diikutsertakan.

4 Pengalaman peserta didik bertambah karena peserta didik turut membantu

pelaksanaan suatu demonstrasi sehingga ia menerima pengalaman yang bisa

mengembangkan kecakapannya.
8

5 Pelajaran yang diberikan lebih tahan lama. Dalam suatu demonstrasi, peserta

didik bukan saja mendengar suatu uraian yang diberikan oleh guru tetapi juga

memperhatikannya bahkan turut serta dalam pelaksanaan suatu demonstrasi.

6 Pengertian lebih cepat dicapai. Peserta didik dalam menanggapi suatu proses

adalah dengan mempergunakan alat pendengar, penglihatan, dan bahkan

dengan perbuatannya sehingga memudahkan pemahaman peserta didik dan

menghilangkan sifat verbalisme dalam belajar.

7 Perhatian peserta didik dapat dipusatkan dan titik yang dianggap penting oleh

guru dapat diamati oleh peserta didik seperlunya. Sewaktu demonstrasi

perhatian peserta didik hanya tertuju kepada suatu yang didemonstrasikan sebab

peserta didik lebih banyak diajak mengamati proses yang sedang berlangsung

dari pada hanya semata-mata mendengar saja.

8 Mengurangi kesalahan-kesalahan. Penjelasan secara lisan banyak menimbulkan

salah paham atau salah tafsir dari peserta didik apalagi kalau penjelasan tentang

suatu proses. Tetapi dalam demonstrasi, di samping penjelasan lisan juga dapat

memberikan gambaran konkrit.

9 Beberapa masalah yang menimbulkan pertanyaan atau masalah dalam diri

peserta didik dapat terjawab pada waktu peserta didik mengamati proses

demonstrasi.

10 Menghindari ”coba-coba dan gagal” yang banyak memakan waktu belajar, di

samping praktis dan fungsional. Khususnya bagi peserta didik yang ingin

berusaha mengamati secara lengkap dan teliti atau jalannya sesuatu.


8

11 Metode ini membutuhkan kemampuan yang optimal dari pendidikan untuk itu

perlu persiapan yang matang.

12 Sulit dilaksanakan kalau tidak ditunjang oleh tempat, waktu dan peralatan.

2.1.3 Kelemahan Metode Demonstrasi

1. Memerlukan waktu yang cukup banyak

2. Apabila terjadi kekurangan media, metode demonstrasi menjadi kurang

efesien

3. Memerlukan biaya yang cukup mahal, terutama untuk membeli bahan-

bahannya

4. Memerlukan tenaga yang tidak sedikit

5. Apabila siswa tidak aktif maka metode demonstrasi menjadi tidak efektif.

2.1.4 Mempersiapkan Suatu Demonstrasi

Suatu demonstrasi yang baik membutuhkan persiapan yang teliti dan

cermat. Sejauh mana persiapan itu dilakukan amat banyak tergantung kepada

pengalaman yang telah dilalui dan kepada macam atau demonstrasi apa yang ingin

disajikan. Secara umum dapatlah dikatakan bahwa untuk melakukan demonstrasi

yang diperlukan:

1. Perumusan tujuan instruksional khusus yang jelas yang meliputi berbagai

aspek, sehingga dapat diharapkan peserta didik itu akan dapat melaksanakan

kegiatan yang didemonstrasikan itu setelah pertemuan berakhir. Untuk itu

hendaknya guru mempertimbangkan:

a. Apakah metode itu wajar dipergunakan dan merupakan cara paling efektif

untuk mencapai tujuan intruksional khusus tersebut.


8

b. Apakah alat-alat yang diperlukan itu mudah diperoleh dan sudah dibacakan

terlebih dahulu atau apakah kegiatan-kegiatan fisik bisa dilakukan dan telah

dilatih kembali sebelum demonstrasi dilakukan.

c. Apakah jumlah peserta didik tidak terlalu besar yang memerlukan tempat

dan tata ruang khusus agar semua peserta didik dapat berpartisipasi secara

aktif.

2. Menetapkan garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan dilaksanakan.

Dan sebaiknya sebelum demonstrasi, guru sudah mencobakannya lebih dahulu

agar demonstrasi itu tidak gagal.

a. Apakah guru terbiasa atau memahami benar terhadap semua langkah-

langkah atau tahap-tahap dari demonstrasi yang akan dilakukan.

b. Apakah guru mempunyai pengalaman yang cukup untuk menjelaskan setiap

langkah demonstrasi itu.

c. Apakah tidak membutuhkan latihan lanjutan untuk menguasai demonstrasi

itu.

3. Mempertimbangkan waktu yang dibutuhkan. Hendaknya guru sudah

merencanakan seluruh waktu yang dipakai maupun batas waktu untuk langkah

demonstrasi yang akan dilakukan sehingga pertanyaan-pertanyaan di bawah ini

terjawab.

a. Apakah kendalanya juga sudah termasuk waktu untuk memberi kesempatan

kepada peserta didik mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan komentar

selama dan sesudah demonstrasi?


8

b. Berapa lama waktu yang dipakai untuk memberi rangsangan atau motivasi

agar peserta didik berpartisipasi dan melakukan observasi ulang, baik

sebagian maupun keseluruhan?

c. Apakah ke dalamnya juga termasuk waktu untuk mengadakan demonstrasi

ulang, baik sebagian maupun keseluruhan?

4. Selama demonstrasi berlangsung guru dapat mempertanyakan kepada diri

sendiri apakah:

a. Keterangan-keterangan itu dapat didengar jelas oleh peserta didik.

b. Kedudukan alat atau kedudukan guru sendiri sudah cukup baik sehingga

semua peserta didik dapat melihatnya dengan jelas.

c. Terdapat cukup waktu dan kesempatan untuk membuat catatan seperlunya

bagi peserta didik.

5. Mempertimbangkan penggunaan alat bantu pengajaran lainnya, sesuai dengan

luasan makna dan isi dari demonstrasi. Untuk itu dapat dipertanyakan hal-hal

berikut:

a. Adakah guru menyimpulkan kegiatan dari setiap langkah-langkah pokok

demonstrasi itu.

b. Bagaimana dan kapan dilakukan semua hal-hal itu, sebelum, sesudah atau

selama demonstrasi itu berlangsung.

6. Menetapkan rencana untuk menilai kemajuan siswa. Seringkali perlu telebih

dahulu dilakukan diskusi-diskusi dan peserta didik mencobakan kembali atau

mengadakan demonstrasi ulang untuk memperoleh kecakapan yang lebih baik.

2.1.5 Peran Metode Demonstrasi Dalam Peningkatan Hasil Belajar


8

Penggunaan metode demonstrasi mampu mengkomunikasikan sesuatu yang

ingin disampaikan oleh pemberi kepada penerima. Oleh karena itu dalam

merancang proses belajar hendaknya dipilih metode yang benar-benar efektif dan

efisien atau merancang metode sendiri sehingga dapat menyampaikan pesan

pembelajaran, yang akhirnya terbentuk kompetensi tertentu dari siswa. Metode

yang dimaksud dalam penelitian ini adalah metode demonstrasi. Metode

demonstrasi mempunyai kemampuan atau potensi mengatasi kekurangan-

kekurangan guru, metode demonstrasi mampu menyampaikan meteri secara jelas

dan mudah di pahami siswa. Dengan demikian penggunan metode demonstrasi

dapat menyalurkan pesan yang dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan.

Dari hal tersebut maka proses belajar akan efektif dan prestasi belajar siswa akan

meningkat.
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Metode demonstrasi adalah salah satu metode mengajar dengan

menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk

memperlihatkan bagaimana melakukan sesuatu dengan jalan mendemonstrasikan

terlebih dulu kepada siswa

Metode ini dapat menghilangkan varbalisme sehingga siswa akan semakin

memahami materi pelajaran. Akan tetapi ada beberapa hal yang perlu di perhatikan

agar metode ini dapat berjalan dengan efektif dan efesien sesuai dengan prosedur

yang diharapkan.

9
DAFTAR PUSTAKA