Anda di halaman 1dari 3

PENYIMPANAN SEDIAAN FARMASI,

ALAT KESEHATAN, DAN BAHAN


MEDIS HABIS PAKAI
RSUD
Prof. Dr. Soekandar No Dokumen No Revisi Hal
Kabupaten Mojokerto 01 1 dari 3

Ditetapkan
Direktur,
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO) Tanggal Terbit

01-05-2015
Dr. SUJATMIKO, MM.,M.M.R
Pembina Tk.I
NIP. 19630908 199603 1 002

1. PENGERTIAN 1.1 Sediaan Farmasi adalah obat, bahan obat, obat


tradisional, dan kosmetika
1.2 Alat Kesehatan adalah Instrumen, aparatus, mesin
dan/atau implan yang tidak mengandung obat yang
digunakan untuk mencegah, mendiagnosa,
menyembuhkan, dan meringankan penyakit, merawat
orang sakit, memulihkan kesehatan pada manusia,
dan/atau membentuk struktur dan memperbaiki fungsi
tubuh
1.3 Bahan Medis Habis Pakai adalah alat kesehatan yang
ditujukan untuk penggunaan sekali pakai (single use)
yang daftar produknya diatur dalam peraturan
perundang-undangan
2. TUJUAN 2.1 Prosedur ini dibuat untuk pelaksanaan dan
pengawasan kegiatan penyimpanan sediaan farmasi,
alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai sehingga
mendapatkan jumlah dan jenis yang sesuai dengan
kebutuhan dan menjamin ketersediaan sediaan
farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai
di sarana pelayanan.
3. KEBIJAKAN 3.1 Penyimpanan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan
bahan medis habis pakai di gudang farmasi
menggunakan sistem :
FEFO (First Expired First Out) yaitu barang yang lebih
dahulu masa kadaluarsanya akan dikeluarkan terlebih
PENYIMPANAN SEDIAAN FARMASI,
ALAT KESEHATAN, DAN BAHAN
MEDIS HABIS PAKAI
RSUD
Prof. Dr. Soekandar No Dokumen No Revisi Hal
Kabupaten Mojokerto 01 2 dari 3

dahulu dan atau waktu kadaluwarsa terdekat


dikeluarkan lebih dahulu (diberlakukan untuk sediaan
farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai
yang tertulis masa kadaluarsa)
FIFO (First In First Out) yaitu barang yang datang lebih
dahulu dikeluarkan terlebih dahulu (diberlakukan untuk
sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis
habis pakai yang tidak tertulis masa kadaluarsanya)
3.2 Sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis
habis pakai yang termasuk LASA (Look Alike, Sound
Alike) diberi label LASA
3.3 Sediaan farmasi yang termasuk High Alert diberi label
High Alert
4. PROSEDUR 4.1 Petugas Farmasi menyimpan sediaan farmasi, alat
kesehatan, dan bahan medis habis pakai sesuai
dengan petunjuk penyimpanan yang tercantum di
kemasan masing masing dan sesuai dengan
persyaratan kefarmasian yang meliputi :
a. Stabilitas, disimpan pada suhu yang sesuai (2-80 C
di lemari pendingin khusus obat, <300 C di ruangan
ber ac )
b. Keamanan, disimpan di tempat yang terbebas dari
gangguan hewan pengerat dan terbebas dari
kecurian
c. Sanitasi, disimpan di tempat yang bagus
sanitasinya
d. Cahaya, disimpan di tempat yang terhindar dari
cahaya matahari langsung
e. Kelembaban, disimpan di tempat yang tidak
lembab
f. Ventilasi, disimpan di tempat yang mempunyai
ventilasi bagus
PENYIMPANAN SEDIAAN FARMASI,
ALAT KESEHATAN, DAN BAHAN
MEDIS HABIS PAKAI
RSUD
Prof. Dr. Soekandar No Dokumen No Revisi Hal
Kabupaten Mojokerto 01 3 dari 3

g. Penggolongan, disimpan sesuai dengan


golongannya (tablet, syrup, injeksi, topikal, generik
berlogo, generik bernama dagang, cairan infus,
narkotik, psikotropik, alat kesehatan dan bahan
habis pakai, radio farmasi, reagensia, gas medik)
4.2 Penyimpanan Sediaan Farmasi, alat kesehatan, dan
bahan medis habis pakai yang penampilan dan
penamaannya mirip (LASA) tidak ditempatkan
berdekatan dan harus diberi penandaan khusus untuk
mencegah terjadinya kesalahan pengambilan obat
4.3 Penyimpanan Sediaan Farmasi yang termasuk High
Alert ditempat tersendiri dan harus diberi penandaan
khusus High Alert pada satuan terkecil sediaan.
4.4 Penyimpanan Bahan Beracun dan Berbahaya ( B3 )
ditempatkan terpisah, diberi label, dan dilengkapi
dengan MSDS
4.5 Narkotika dan Psikotropika disimpan pada tempat
tersendiri sesuai standar kefarmasian.
5. UNIT TERKAIT 1. Gudang Farmasi
2. Instalasi Rawat Jalan
3. Instalasi Rawat Inap