Anda di halaman 1dari 19

Tugas Makalah PENGETAHUAN HAYATI

BIODIVERSITY

Oleh:

WIWIN APRIANI
STAMBUK A20218061

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SAINS


PROGRAM PASCASARJANA
1
UNIVERSITAS TADULAKO
2018
2
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang maha pengasih dan maha penyayang,
kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadiratnya yang telah melimpahkan
rahmat, hidayah, dan inayah- Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah dengan judul Biodiversity
Harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk
maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin
masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat
mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi
kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah tentang Biodiversity bisa
memberikan manfaat maupun inspirasi untuk pembaca

Palu, februari 2019


Penyusun

3
DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR ....................................................................................... i
DAFTAR ISI .................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................... 1


A. Latar Belakang ..................................................................................... 1
B. Rumusan masalah ................................................................................. 2
C. Tujuan penulisan .................................................................................. 2

BAB II PEMBAHASAN .................................................................................. 3


1. Pengertian biodiversity .................................................................... 3
2. Tingkatan biodivirsty ........................................................................ 4
a. Tingkatan keanekaragaman gen .................................................. 4
b. Tingkatan keanekaragaman spesies ............................................ 5
c. Tingkatan keanekaragaman ekosistem....................................... 5
3. Manfaat biodivirsty .......................................................................... 7
a. Manfaat dalam ekonomi ............................................................. 7
b. Manfaat dalam ekologi………………………………………... 7
c. Manfaat dalam bidang kesehatan……………………………… 8
d. Manfaat dalam ilmu pengetahuan dan teknologi
4. Faktor penyebab hilangnya biodiversity ........................................... 9
a. Hilangnya habitat
b. Pencemaran tanah,udara dan air
c. Perubahan iklim
d. Eksploitas tanaman dan hewan ................................................ 11
5. Usaha pelestarian biodiversity ....................................................... 12

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN ........................................................ 14


A. Kesimpulan ........................................................................................... 14
B. Saran…………………………………………………………………. 14

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 15

4
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki tumbuhan dan hewan
yang tak terhitung jumlahnya. Sedangkan di dunia ini tidak ada dua individu yang benar
benar sama. Setiap individu pasti memiliki ciri-ciri khusus yang menyebabkannya
berbeda dari mahluk hidup yang lain sehinggga menimbulkan keanekaragaman.
Kekhasan dan tingginya tingkat keanekaragaman mahluk hidup sangat bermanfaat
untuk kelangsungan hidup manusia. Keanekaragaman mahluk hidup tersebut
kemudian dikenal dengan istilah keanekaragaman hayati

Keanekaragaman hayati atau dalam bahasa inggris di sebut biodiversity adalah


suatu istilah pembahasan yang mencakup semua bentuk kehidupan, yang secara ilmiah
dapat dikelompokkan menurut skala organisasi biologisnya, yaitu mencakup gen,
spesies tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme serta ekosistem dan proses-proses
ekologi dimana bentuk kehidupan ini merupakan bagiannya Bio Diversity

Dapat juga diartikan sebagai kondisi keanekaragaman bentuk kehidupan dalam


ekosistem atau bioma tertentu. Keanekaragaman hayati seringkali digunakan sebagai
ukuran kesehatan sistem biologis.

Keanekaragaman hayati tidak terdistribusi secara merata di bumi; wilayah tropis


memiliki keanekaragaman hayati yang lebih kaya, Keanekaragaman hayati yang
ditemukan di bumi adalah hasil dari miliaran tahun proses evolusi. Asal mula
kehidupan belum diketahui secara pasti dalam sains. Hingga sekitar 600 juta tahun
yang lalu, kehidupan di bumi hanya berupa, bakteri, protozoa, dan organisme uniseluler
lainnya sebelum organisme multiseluler muncul dan menyebabkan ledakan
keanekaragaman hayati yang begitu cepat.

5
. Keanekaragaman hayati seringkali digunakan sebagai ukuran kesehatan sistem
biologis yang secara keseluruhannya tidak terdistribusi secara merata di bumi.
Keanekaragaman hayati yang ditemukan di bumi adalah hasil dari miliaran tahun
proses evolusi yang menyebabkan ledakan keanekaragaman hayati yang begitu cepat,
namun secara periodik dan eventual namun juga terjadi kepunahan secara besar-
besaran akibat aktivitas bumi, iklim, dan luar angkasa.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apakah pengertian dengan Biodiversity ?
2. Apakah tingkatan dari Biodiversity ?
3. Apa manfaat Biodiversity ?
4. Apakah penyebab menghilangnya Biodiversity ?
5. Bagaimana usaha pelestarian Biodiversity ?

C. TUJUAN PENULISAN
1. Untuk mengetahui pengertian dengan Biodiversity
2. Untuk mengetahui tingkatan dari biodiversity
3. Untuk mengetahui manfaat Biodiversity
4. Untuk mengetahuipenyebab menghilangnya Biodiversity
5. Untuk mengetahui usaha pelestarian Biodiversity

6
BAB II
PEMBAHASAN

1. PENGERTIAN BIODIVERSITY ATAU KEANEKARAGAMAN HAYATI

Menurut UU No. 5 Tahun 1994, biodiversity atau keanekaragamana hayati

adalah keanekaragaman diantara mahluk hidup dari semua sumber termasuk di

antaranya daratan, lautan, dan ekosistem akuatik lain serta kompleks-kompleks ekologi

yang merupakan bagian dari keanekaragamannya, mencakup keanekaragaman dalam

spesies, antara spesies dengan ekosistem.”

Mochamad Indrawan (2007), menyatakan “Keanekaragaman genetik

merupakan variasi genetik dalam satu spesies baik di antara populasi-populasi yang

terpisah secara geografik maupun di antara individu-individu dalam satu populasi.”

Keanekaragaman hayati mencakup semua bentuk kehidupan di muka bumi,

mulai dari makhluk sederhana seperti jamur dan bakteri hingga makhluk yang mampu

berpikir seperti manusia (Bappenas, 2004: 6).

Jadi biodiversity atau keanekaragaman hayati adalah varasi atau perbedaan

bentuk-bentuk makhluk hidup, meliputi perbedaan pada tumbuhan, hewan, dan

mikroorganisme, materi genetik, spesies yang di kandungnya, serta bentuk-bentuk

ekosistem tempat hidup suatu makhluk hidup yang bersifat unik di berbagai kawasan

baik daratan lautan maupan di kawasan lain.

7
2. TINGKATAN BIODIVERSTY ATAU KEANEKARAGAMAN HAYATI

a. Tingkat Keanekaragaman Gen

Gen merupakan bagian kromosom yang mengendalikan ciri atau sifat suatu
organisme yang bersifat diturunkan dari induk/orang tua kepada keturunannya. Gen
pada setiap individu, walaupun perangkat dasar penyusunnya sama, tetapi susunannya
berbeda-beda bergantung pada masing-masing induknya.
Setiap sifat organisme hidup dikendalikan oleh sepasang faktor keturunan
(gen), satu dari induk jantan dan lainnya dari induk betina. Keanekaragaman tingkat
ini dapat ditunjukkan dengan adanya variasi dalam satu jenis. Susunan perangkat gen
inilah yang menentukan ciri atau sifat suatu individu dalam satu spesies.

Perkawinan antara dua individu makhluk hidup sejenis merupakan salah satu
penyebaab keanekaragaman gen..Keturunan dari hasil perkawinan memiliki susunan
perangkat gen yang berasal dari kedua induk/orang tuanya. Kombinasi susunan
perangkat gen dari dua induk tersebut akan menyebabkan keanekaragaman individu
dalam satu spesies berupa varietas-varietas (varitas) yang terjadi secara alami atau
secara buatan.
Keaneka ragaman genetik memberikan jaminan dalam menghadapi perubahan
lingkungan. Di beberapa tempat atau waktu, gen-gen di dalam organisme tertentu
membuat individu-individu bisa beradaptasi lebih baik terhadap lingkungan
dibandingkan dengan anggota lain dari spesiesnya. Sebuah spesies dengan ciri-ciri
yang kaya akan variasi gen memiliki perlengkapan yang lebih baik untuk mengatasi
perubahan, karena masing-masing individu memiliki kemampuan bawaan yang
memungkinkannya untuk beradaptasi dengan kondisi yang baru.
Keanekaragaman warna bunga pada tanaman mawar. Bentuk, rasa, warna pada
buah mangga, serta keanekaragaman sifat, warna bulu dan bentuk pial pada ayam, ini
semua disebabkan oleh pengaruh perangkat pembawa sifat yang disebut dengan gen.

8
Semua makhluk hidup dalam satu spesies/jenis memiliki perangkat dasar penyusun
gen yang serupa.

b. Tingkat Keanekaragaman Spesies

Keanekaragaman ini lebih mudah diamati daripada keanekaragaman gen.


Keanekaragaman hayati tingkat ini dapat ditunjukkan dengan adanya beraneka macam
jenis mahluk hidup baik yang termasuk kelompok hewan, tumbuhan dan mikroba.
Untuk mengetahui keanekaragaman hayati tingkat jenis pada tumbuhan atau hewan,
anda dapat mengamati, antara lain ciri-ciri fisiknya. Misalnya bentuk dan ukuran
tubuh,warna, kebiasaan hidup dan lain-lain.

Contoh, dalam keluarga kacang-kacangan, antara lain; kacang tanah, kacang


kapri, kacang hijau dan kacang buncis. Di antara jenis kacang-kacangan tersebut
dengan mudah membedakannya, karena antara mereka ditemukan ciri-ciri yang
berbeda antara ciri satu dengan yang lainnya. Misalnya ukuran tubuh atau batang (ada
yang tinggi dan pendek); kebiasaan hidup (tumbuh tegak, ada yang merambat), bentuk
buah dan biji, warna biji, jumlah biji, serta rasanya yang berbeda.

c. Tingkat Keanekaragaman Ekosistem

Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal
balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa
dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap
unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi.
Ekosistem merupakan penggabungan dari setiap unit biosistem yang
melibatkan interaksi timbal balik antara organisme dan lingkungan fisik sehingga
aliran energi menuju kepada suatu struktur biotik tertentu dan terjadi suatu siklus materi
antara organisme dan anorganisme. Matahari sebagai sumber dari semua energi yang
ada. Dalam ekosistem, organisme dalam komunitas berkembang bersama-sama dengan
lingkungan fisik sebagai suatu sistem. Organisme akan beradaptasi dengan lingkungan

9
fisik, sebaliknya organisme juga memengaruhi lingkungan fisik untuk keperluan hidup.
Pengertian ini didasarkan pada Hipotesis Gaia, yaitu: "organisme, khususnya
mikroorganisme, bersama-sama dengan lingkungan fisik menghasilkan suatu sistem
kontrol yang menjaga keadaan di bumi cocok untuk kehidupan". Hal ini mengarah pada
kenyataan bahwa kandungan kimia atmosfer dan bumi sangat terkendali dan sangat
berbeda dengan planet lain dalam tata surya.
Tingkat keberagaman ekosistem mengacu pada variasi bentuk fisik suatu
tempat seperti padang pasir, danau, karang, beserta populasi tumbuhan serta binatang
yang ada. Suatu ekosistem terdiri dari mahkluk-mahkluk hidup di suatu lokasi tertentu
dan unsur-unsur abiotik (air, tanah, udara, dll) yang penting bagi kelangsungan
mahkluk hidup tersebut. Setiap jenis ekosistem memiliki campuran spesies yang unik
yang berbeda dari setiap jenis ekosistem yang lain. Kombinasi tumbuhan dan binatang
bisa berbeda meskipun sama-sama di hutan tropis di lereng gunung. Jika suatu
ekosistem menghilang maka hilanglah pula spesies-spesies yang ada di tempat tersebut.

Kehadiran, kelimpahan dan penyebaran suatu spesies dalam ekosistem


ditentukan oleh tingkat ketersediaan sumber daya serta kondisi faktor kimiawi dan fisis
yang harus berada dalam kisaran yang dapat ditoleransi oleh spesies tersebut, inilah
yang disebut dengan hukum toleransi. Misalnya: Panda memiliki toleransi yang luas
terhadap suhu, namun memiliki toleransi yang sempit terhadap makanannya, yaitu
bambu. Dengan demikian, panda dapat hidup di ekosistem dengan kondisi apapun
asalkan dalam ekosistem tersebut terdapat bambu sebagai sumber makanannya.
Berbeda dengan makhluk hidup yang lain, manusia dapat memperlebar kisaran
toleransinya karena kemampuannya untuk berpikir, mengembangkan teknologi dan
memanipulasi alam.

10
3. MANFAAT BIODIVERSITY ATAU KEANEKARAGAMAN HAYATI
Biodiversity atau keanekaragaman Hayati merupakan anugrah terbesar dari Tuhan

Yang Maha Kuasa. Keanekaragaman hayati memiliki beberapa manfaat yaitu sebagai

berikut.

a. Manfaat dalam Ekonomi

Jenis hewan (fauna) dan tumbuhan (flora) dapat diperbarui dan dimanfaatkan

secara berkelanjutan. Beberapa jenis kayu memiliki manfaat bagi kepentingan

masyarakat Indonesia maupun untuk kepentingan ekspor, misalnya saja kayu jati jika

di ekspor akan menghasilkan devisa bagi negara. Beberapa tumbuhan juga dapat

dijadikan sebagai sumber makanan yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin

serta ada tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat-oabatan dan kosmetika.

Sumber daya yang berasal dari hewan dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan

dan untuk kegiatan industri. Dua pertiga wilayah Indonesia adalah perairan yang dapat

dijadikan sumber daya alam yang bernilai ekonomi. Laut, sungai, dan tambak

merupakan sumber-sumber perikanan yang berpotensi ekonomi. Beberapa jenis

diantaranya dikenal sebagai sumber bahan makanan yang mengandung protein.

b. Manfaat dalam Ekologi

Keanekaragaman hayati merupakan komponen ekosistem yang sangat penting,

misalnya hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis memiliki nilai ekologis atau nilai

lingkungan yang penting bagi bumi, antara lain: a. Merupakan paru-paru bumi

Kegiatan fotosintesis hutan hujan tropis dapat menurunkan kadar karbondioksida

(CO2) di atmosfer, yang berarti dapat mengurangi pencemaran udara dan dapat

11
mencegah efek rumah kaca. b. Dapat menjaga kestabilan iklim global, yaitu

mempertahankan suhu dan ke lembaban udara. Selain berfungsi untuk menunjuang

kehidupan manusia, keanekaragaman hayati memiliki peranan dalam mempertahankan

keberlanjutan ekosistem. Masing-masing jenis organisme memiliki peranan dalam

ekosistemnya. Peranan ini tidak dapat digantikan oleh jenis yang lain. Sebagai contoh,

burung hantu dan ular di ekosistem sawah merupakan pemakan tikus. Jika kedua

pemangsa ini dilenyapkan oleh manusia, maka tidak ada yang mengontrol populasi

tikus. Akibatnya perkembangbiakan tikus meningkat cepat dan di mana-mana terjadi

hama tikus.

c. Manfaat dalam bidang kesehatan


Manusia telah lama menggunakan sumber daya hayati untuk kepentingan

medis. Selain pengobatan tradisional, pengobatan moderenpun sangat tergantung pada

keragaman hayati terutama tumbuhan dan mikroba. Sumber daya dari tanaman liar,

hewan dan mikroorganisme juga sangat penting dalam pencarian bahan-bahan aktif

bidang kesehatan. Banyak obat-obatan yang digunakan saat ini berasal dari

tanaman; beberapa antibiotik, berasal dari mikroorganisme, dan struktur kimia baru

ditemukan setiap saat.

d. Manfaat dalam Ilmu pengetahuan dan Teknologi

Kekayaan aneka flora dan fauna sudah sejak lama dimanfaatkan untuk

pengembangan ilmu pengetahuan. Hingga saat ini masih banyak jenis hewan dan

tumbuhan yang belum dipelajari dan belum diketahui manfaatnya. Dengan demikian

keadaan ini masih dapat dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan pengetahuan dan

12
penelitian bagi berbagai bidang pengetahuan. Misalnya penelitian mengenai sumber

makanan dan obat-obatan yang berasal dari tumbuhan. Keanekaragaman hayati

merupakan lahan penelitian dan pengembangan ilmu yang sangat berguna untuk

kehidupan manusia Daerah alami menyediakan laboratorium yang baik sekali untuk

studi seperti ini, sebagai perbandingan terhadap daerah lain dengan penggunaan sistem

yang berbeda, dan untuk penelitian yang berharga mengenai ekologi dan

evolusi. Habitat yang tidak dialih fungsikan seringkali penting untuk beberapa

pendekatan tertentu, menyediakan kontrol yang diakibatkan oleh perubahan mengenai

sistem pelelolaan yang berbeda dapat diukur dan dilakukan

Di negara kita Indonesia, keanekaragaman hayati merupakan sumber daya yang

penting bagi pembangunan nasional. Sejumlah besar sektor perekonomian nasional

tergantung secara langsung ataupun tak langsung dengan keanekaragaman flora-fauna,

ekosistem alami dan fungsi-fungsi lingkungan yang dihasilkannya. Keanekaragaman

hayati ini juga merupakan anugerah terbesar bagi masyarakat Indonesia karena

Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki keanekaragaman hayati terbesar

di dunia.

4. FAKTOR PENYEBAB HILANGNYA BIODIVERSITY

Keberadaan keanekaragaman hayati ini tidak akan selalu tetap keadaannya,

baik jumlah serta jenisnya.

a. Hilangnya Habitat

Daftar Merah IUCN (International Union for Conservation of Nature)

menunjukkan bahwa hilangnya habitat yang diakibatkan manajemen pertanian dan

13
hutan yang tidak berkelanjutan menjadi penyebab terbesar hilangnya kenekaragaman

hayati. Bertambahnya jumlah penduduk menyebabkan semakin bertambah pula

kebutuhan yang harus dipenuhi. Lahan yang tersedia untuk kehidupan tumbuhan dan

hewan semakin sempit karena digunakan untuk tempat tinggal penduduk, dibabat

untuk digunakan sebagai lahan pertanian atau dijadikan lahan industri.

b. Pencemaran Tanah, Udara, dan Air

Zat pencemar (polutan) adalah produk buangan yang dihasilkan dari aktivitas

manusia. Polutan tersebut dapat mencemari air, tanah, dan udara. Beberapa polutan

berbahaya bagi organisme. Nitrogen dan sulfur oksida yang dihasilkan dan kendaraan

bermotor jika bereaksi dengan air akan membentuk hujan asam yang merusak

ekosistem. Penggunaan chlorofluorocarbon (CFC) yang berlebihan menyebabkan

lapisan ozon di atmosfer berlubang. Akibatnya intensitas sinar ultraviolet yang masuk

ke bumi meningkat dan menyebabkan banyak masalah, antara lain berkurangnya

biomassa fitoplankton di lautan yang menyebabkan terganggunya keseimbangan rantai

makanan organisme.

c. Perubahan Iklim

Salah satu penyebab perubahan iklim adalah pencemaran udara oleh gas karbon

dioksida (CO2) yang menimbulkan efek rumah kaca. Menurut Raven (1995), efek

rumah kaca meningkatkan suhu udara 1-3°C dalam kurun waktu 100 tahun. Kenaikan

suhu tersebut menyebabkan pencairan es di kutub dan kenaikan permukaan air laut

sekitar 1-2 m yang berakibat terjadinya perubahan struktur dan fungsi ekosistem lautan.

14
d. Eksploitasi Tanaman dan Hewan

Eksploitasi hewan dan tumbuhan secara besar-besaran biasanya dilakukan terhadap

komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi, misalnya kayu hutan yang digunakan

untuk bahan bangunan dan ikan tuna sirip kuning yang harganya mahal dan banyak

diminati oleh pecinta makanan laut. Eksploitasi yang berlebihan dapat menyebabkan

kepunahan spesies-spesies tertentu, apalagi bila tidak diimbangi dengan usaha

pengembangbiakannya.

e. Adanya Spesies Pendatang

Masuknya spesies dari luar ke suatu daerah seringkali mendesak spesies lokal yang

sebenarnya merupakan spesies penting dan langka di daerah tersebut. Beberapa spesies

asing tersebut dapat menjadi spesies invasif yang menguasai eksosistem. Contohnya

ikan pelangi (Melanotaenia ayamaruensis) merupakan spesies endemik Danau

Ayamaru, Papua Barat. Ikan pelangi terancam punah karena dimangsa oleh ikan mas

(Cyprinus Carpio) yang dibawa dari Jepang dan menjadi spesies invasif di danau

tersebut.

f. Industrialisasi Pertanian dan Hutan

Para petani cenderung menanam tumbuhan atau memelihara hewan yang bersifat

unggul dan menguntungkan sedangkan tumbuhan dan hewan yang kurang unggul dan

kurang menguntungkan akan disingkirkan. Selain itu, suatu lahan pertanian atau hutan

industri umumnya hanya ditanami satu jenis tanaman (monokultur), misalnya teh,

karet, dan kopi. Hal ini dapat menurunkan keanekaragaman hayati tingkat spesies.

15
5. USAHA PELESTARIAN BIODIVERSTY

Agar keanekaragaman makhluk hidup dapat terus lestari dan mampu memberi

manfaat yang sebesar-besarnya kepada manusia, pemanfaatannya harus secara

bijaksana. Beberapa usaha penyelamatan dan pelestarian keanekaragaman makhluk

hidup sebagai berikut.

a. Sistem tebang pilih dengan cara memilih tanaman yang bila ditebang tidak

sangat berpengaruh terhadap ekosistem.

b. Peremajaan tanaman dilakukan untuk mempertahankan dan meningkatkan

hasil dengan mempersiapkan tanaman pengganti.

c. Penangkapan musiman yang dilakukan pada saat populasi hewan paling

banyak dan tidak pada saat kondisi yang dapat mengakibatkan kepunahan.

Contohnya tidak berburu pada saat musim berkembang biak.

d. Pembuatan cagar alam dan tempat perlindungan bagi tumbuhan dan hewan

langka seperti suaka margasatwa dan taman nasional. Tempat-tempat tersebut

melindungi flora atau fauna yang sudah terancam punah.

Selain pencegahan perlu di adakan perlindungan ( konservasi ) biodiversty

bertujuan untuk melindungi flora dan fauna dari ancaman kepunahan.

Konservasi di bedakan atas dua yaitu :

 in situ
in situ adalah konservasi flora dan fauna yang dilakukan pada habitat asli.
Misalnya memelihara ikan yang terdapat di suatu danau yang dilakukan di
danau tersebut, tidak dibawa ke danau lain atau sungai. Ini dilakukan agar
lingkungannya tetap sesuai dengan lingkungan alaminya. Meliputi 7

16
kategori, yaitu cagar alam, suaka margasatwa, taman laut, taman buru,
hutan, atau taman wisata, taman provinsi, dan taman nasional.
 Ex Situ

Ex situ adalah konservasi flora dan fauna yang dilakukan di luar habitat

asli, namun kondisinya diupayakan sama dengan habitat aslinya.

Perkembangbiakan hewan di kebun binatang merupakan upaya

pemeliharaan ex situ. Jika berhasil dikembangbiakan, sering kali

organisme tersebut dikembalikan ke habitat aslinya. Contohnya, setelah

berhasil ditangkar secara ex situ, jalak Bali dilepaskan ke habitat aslinya

di Bali. Misalnya: konservasi flora di Kebun Raya Bogor dan konservasi

fauna di suaka margasatwa Way Kambas, Lampung.

17
BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

1. Keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman makhluk hidup yang

menunjukakan keseluruhan variasi gen, spesies, dan ekosisitem di suatu

daerah atau kawasan

2. Biodiversty dapat di manfaatkan untuk berbagai keperluan manusia

dalam memeneuhi kebutuhan sehari - hari

3. Menghilangnya biodiversity atau keanekaragaman hayati di suatu

wilayah dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu hilangnya habitat,

pencemaran tanah, udara, dan air, perubahan iklim, eksploitasi tanaman

dan hewan secara berlebihan, adanya spesies pendatang, dan faktor

industrialisasi pertanian dan hutan.

4. Pemanfaatan keanekaragaman hayati bagi masyarakat ini harus dilakukan

secara berkelanjutan yaitu manfaat yang tidak hanya untuk generasi

sekarang tetapi juga untuk generasi yang akan dating.

B. SARAN

1. Didalam kehidupan didunia ini terdapat berbagai jenis keanekaragaman


baik hewan maupun tumbuhan. Untuk mencegah kepunahan maka
diperlukan usaha bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam
upaya untuk melestarikannya, dan memberikan sanksi yang tegas kepada
oknum-oknum yang bertanggung jawab atas perusakan tersebut.

18
DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Keanekaragaman_hayati
http://www.crayonpedia.org/mw/Keanekaragaman_Hayati_Di_Indonesia_10.2
Irnaningtyas. (2013). Biologi untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta : Erlangga.
Nunung Nurhayati, Mukhlis, & Agus Jaya. (2014). Biologi untuk SMA/MA Kelas X.
(cetakan ke-1). Bandung : Yrama Widya.
Henny Riandari. (2014). Biologi untuk Kelas X SMA dan MA. Solo : Global
Mochamad Indrawan. (2007). Biologi Konservasi. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia

19