Anda di halaman 1dari 4

NASKAH DRAMA

BUDAYAKU MEMBUNUH MIMPI KU

KELOMPOK : IV
ANGGOTA:
1.Asniati Woli

2.Monika S. Bulu

3.Angreni I. J. Mere

4.Yasinta S. Uwong

5.Dedi S. Lolo Ngara

6.Marselinus Y. Ngongo

SMAK. ST. THOMAS AQUINAS

WEETEBULA
Prolog: Disuatu desa terdapat sebuah keluraga yang hidupnya sangat berkecukupan dan mempunyai
seorang anak yang memiliki cita-cita yang tinggi.Tetapi,ayah ibunya tidak memperhatikan anaknya
mereka sibuk dengan acara –acara adat demi mendapatkan nama baik dari orang –orang
sekitar.Hingga suatu hari pada saat penerimaan amplop orang tuanya tidak hadir. Adapun pelaku-
pelakunya sebagai berikut:

1.Ayah di perankan oleh Dedi

2.Ibu diperankan oleh Monic

3.Anak diperankan oleh Evlin

4.Majikan diperankan oleh Asni

5.Teman 1 diperankan oleh Anggy

6. Teman 2 diperankan oleh Yere

BABAK 1

ADEGAN 1

(Evlin pulang dengan hati gembira dan memberi salam pada ayah ibunya yang baru saja pulang dari
acara adat)

Evlin :”Slamat siang ayah,ibu”(sambil menyalami ayah ibunya)

Ayah + Ibu : “selamat siang nak”

Evlin: “Yah,bu,,Evlin lulus.Ada yang ingin Evlin sampaikan,tolong Ayah ibu kabulkan permintaan
Evlin yah...”(dengan penuh harap)

Ibu : “Sampaikan dulu nak, kalau memang ayah dan ibu bisa kabulkan, kenapa tidak?”

Evlin : “ayah ibu Evlin ingin lanjut kulia seperti teman teman yang lain,evlin ingin berhasil”(dengan
ragu- ragu)

Ayah: “Tidak! Kamu tidak boleh kulia, kkamu adalah anak satu- satunya, kamu harus melanjutkan
tradisi yang ayah dan ibu lakukan.kami terpandang di desa ini, kamu tidak boleh mempermalukan
kami, mengerti? (dengan nmarah dan tegas)

Evlin : “tapi yah,saya tetap ingain kulia”

Ayah: “kalau ayah katakan tidak ya tidak,jangan membantah”

Ibu : “Nak, benar kata ayahmu kamu tidak perlu kulia kita sudah cukup kaya di desa ini, apalagi
yang kamu cari?”

Evlin : “tapi bu?

Ibu : “evlin,kamu harus patuhi keinginan kami”(degan tegas)

( kemudian evlin dengan marah ia pergi ke kamarnya dengan marah, ia mengemas barangnya dan
kabur dari rumah dan pergi keteman temannya yang sedang nongkrong di deker)

Evlin : “hay bro,,,”( dengan wajah cemberut)

Anggy + Yere :”hai juga bro”

Anggy: “lo kenapa ? lagi stress, minum dulu ke, atau mau rokok ?”

Yere : “enjoy aja bro, tapaleuk gitu.”

Evlin :”iya, makasih ya teman-teman”(wajah kurang bersemangat)


(mereka bersenang-senang sambil minum minuman keras. Dalam hati Evlin berpikir keras
bagaimana caranya untuk melanjutkan kuliah)

ADEGAN 2

Prolog :keesokan paginya Evlin diam-diam pergi tanpa sepengetahuan teman-temannya. Evlin tidak
tahu hrus pergi kemana, ia hanya berdoa berharap Tuhan memberikan jalan keluar hingga suatu
ketika ia bertemu dengan seseorang yang baik hati ingin membantunya)

Evlin : “Tuhan tolong saya!(tiba-tiba datanglah seseorang menyapanya)

Ibu Asni : “Pergi kemana nak ?

Evlin : “saya tidak tahu bu saya harus kemana, saya kabur dari rumah, saya ingin mencari pekerjaan
bu.”

Ibu Asni : “kenapa kamu berbuat begitu ? kasian orang tuamu.”

Evlin : “sama saja bu mereka tidak peduli dengan saya.”

Ibu Asni : “kalau begitu, kamu tinggal di rumah saya dulu, kebetulan saya tinggal sendiri.”

Evlin : “benar bu ??? Terikasih bu, tapi saya ingin kerja sambil kuliah. Ibu bisa membantu saya cari
pekerjaan ??”

Ibu Asni : “iya, ibu akan membantumu dan kebetulan rumah ibu dekat dengan kampus, kamu bisa
kuliah malam, bagaimana ?”

Evlin : “terimakasih bu, ibu baik sekali.”

Ibu Asni : “(sambil tersenyum) Ngomong-ngomong kita belum kenalan, nama saya Asni, nama
kamu siapa ?”

Evlin : “nama saya Evlin bu.”

Ibu Asni : “oh iya nak...”

Prolog :Hari berganti hari waktu terus berputar hingga akhirnya Evlin bisa menggapai cita-citanya.
Dia sangat berterimakasih kepada Ibu Asni. Karena telah menyelesaikan kuliahnya Evlin pun pamit
kepada ibu Asni untuk pulang ke kampung halamannya. Dan setibanya di kampung halamannya ia
tidak pergi ke rumah orang tuanya. Ia pun bekerja di sebuah lembaga pemberdayaan masyarakat, ia
menjadi sukses pada kariernya. Suatu hari ketika selesai penyuluhan di desa orang tuanya ia
bertemu dengan orang tuanya, mereka sudah tidak punya apa-apa lagi karena harta mereka telah
habis berpesta pora. Bagaimana kisah selanjutnya mari kita saksikan.

ADEGAN 3

Ibu :”Evlin”(memanggil Evlin)

(Evlin pun menoleh dan melihat Ayah dan Ibunya, ia menangis)

Evlin :”Ibu maafkan Evlin ya, selama ini Evlin tidak peduli sama ayah dan ibu.”

Ayah :”Evlin seharusnya kami yang minta maaf, kami tidak memperhatikanmu, kami egois,
maafkan ayah dan ibumu ya”

Evlin :”ayah ibu Evlin sudah maafkan kok, Evlin tidak pernah membenci ayah dan ibu.” (memeluk
ayah dan ibunya)

Ayah + Ibu :”terimakasih nak.”

SELESAI

Pesan :