Anda di halaman 1dari 5

2

Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2016 yang mencapai 91,00

per 100.000 kelahiran hidup. (Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur, 2017).

K4 adalah gambaran besaran ibu hamil yang mendapatkan pelayanan ibu hamil

sesuai dengan standart serta paling sedikit empat kali kunjungan dengan distribusi sekali

pada trimester pertama sekali pada trimester kedua dan dua kali pada trimester ketiga.

Capaian ibu hamil K4 Provinsi Jawa Timur pada tahun 2017 adalah 89,9 %. Angka ini

mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2016 yaitu 89,5 %. Provinsi Jawa Timur

untuk indikator K4 belum mencapai target, indikator K4 termasuk indikator SPM (Standar

Pelayanan Minimal), target adalah 100%.


Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan (PN) bila dibandingkan

dengan cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan (Pf)

maka terjadi kesenjangan. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan di

fasilitas kesehatan (Pf) adalah termasuk indikator SPM (Standar Pelayanan Minimal) yang

diharapkan target mencapai 100%. Capaian cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga

kesehatan (PN) untuk Provinsi Jawa Timur pada tahun 2017 mencapai 94,6 %. Angka ini

mengalami penurunan dibandingkan tahun 2016 yang mencapai 95,1 %.


Cakupan kunjungan neonatal (KN) sebagai salah satu program kesehatan anak

dengan indicator program kesehatan anak. Kunjungan Neonatal Lengkap (KN Lengkap)

sebagai salah satu indicator SPM. Tahun 2017 terdapat 31 kabupaten belum mencapai

target 100% . angka cakupan bayi provinsi jawa timur pada tahun 2017 yaitu 95,5% disini

menunjukkan adanya penurunan dibandingkan tahun 2016.


Indikator pelayanan KB digunakan dalam menggambarkan kinerja dan kualitas

pelayanan KB. Cakupan peserta KB aktif menjadi 75,3% dan metode KB didominasi

metode NON MKJP/ non metode kontrasepsi jangka pendek yaitu suntik dan pil.
Angka Kematian Ibu di Jawa Timur cenderung meningkat pada dua tahun terakhir.

Hal ini bukan berarti menunjukkan hasil kinerja yang menurun tetapi adanya faktor

dukungan baik dari segi manajemen program KIA maupun sistem pencatatan dan
3

pelaporan yang semakin membaik. Menurut Supas tahun 2016, target untuk AKI sebesar

305 per 100.000 kelahiran hidup. Pada tahun 2017, AKI Provinsi Jawa Timur mencapai

91,92 per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun

2016 yang mencapai 91 per 100.000 kelahiran hidup.

AKI di kota Surabaya mencapai 5,11 per 1.000 kelahiran hidup. Dibandingkan

dengan target yang telah ditetapkan yaitu ≤ 6,45 per 1.000 kelahiran hidup, maka capaian

kinerjanya mencapai 100% menunjukkan keberhasilan. Apabila dibandingkan dengan

tahun 2016, hal ini menunjukkan penurunan. (Profil Kesehatan Kota Surabaya, 2017).

Pada tahun 2017 tercatat 63 puskesmas di kota surabaya dimana salah satunya yaitu

puskesmas Tanah Kali Kedinding. Berdasarkan data pada tahun 2017 AKI di puskesmas

Tanah Kali Kedinding yaitu sebesar 2 jiwa dari 873 jumlah lahir hidup sedangkan kejadian

AKB pada tahun 2017 yaitu sebesar 6 jiwa per 152 kematian bayi di seluruh puskesmas di

Surabaya. ( profil dinas kesehatan kota surabaya ).

Salah satu program pemerintah untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI)

dalam pencegahan terjadinya komplikasi kebidanan adalah pendampingan Puskesmas oleh

Rumah Sakit Kota dan Propinsi. Dalam mewujudkan kehamilan yag aman yaitu dengan

kepedulian ibu dari awal kehamilannya yang dapat dilakukan dengan kunjungan rutin ke

fasilitas kesehatan. (Profile Kesehatan Kota Surabaya, 2017) .

Sustainable Development Goals (SDGs) adalah kelanjutan dari global goals

Melenium Development Goals (MDGs) yang berakhir tahun 2015. Menurut kemenkes RI

dalam program SDGs bahwa target system kesehatan nasional yaitu pada goals ke 3

menerangkan bahwa pada 2030, mengurangi angka kematian ibu hingga di bawah 70 per

100.000 kelahiran hidup, mengakhiri kematian bayi dan balita yang dapat dicegah, dengan

seluruh Negara berusaha menurunkan Kematian Neonatal setidaknya hingga 12 per 1.000

kelahiran hidup dang Angka Kematian Balita 25 per 1.000 kelahiran hidup, mengurangi
4

sepertiga kematian premature akibat penyakit tidak menular melalui pencegahan dan

perawatan, serta mendorong kesehatan dan kesejahteraan mental, pada 2030 menjamin

akses semesta kepada pelayanan keehatan seksual dan reproduksi, termasuk Keluarga

Berencana (KB), informasi dan edukasi, serta integrasi kesehatan reproduksi ke dalam

strategi dan program nasional (Permenkes RI, 2015).

Berdasarkan data tersebut, tenaga kesehatan berperan penting dalam upaya

penurunan komplikasi kebidanan terutama bagi seorang bidan. Salah satu upaya yang

dapat dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang bersifat menyeluruh dan

bermutu kepada ibu dan bayi dalam lingkup kebidanan adalah melakukan asuhan

kebidanan secara komprehensif dan Continuity Of Care ( COC ). Menurut Wiknjosastro

(2010), COC merupakan upaya bidan di Indonesia untuk memberikan asuhan yang

berkelanjutan, bidan dapat memantau kondisi ibu dan bayi sehingga mencegah terjadinya

komplikasi yang tidak segera ditangani. Pemantauan tersebut secara intensif sangat

diperlukan untuk mendeteksi secara dini apabila terdapat penyimpangan atau kelainan

dengan tujuan menyiapkan wanita hamil seoptimal mungkin baik fisik maupun mental

serta menyelamatkan ibu dan bayi dalam kehamilan, persalinan dan nifas.

Oleh karena itu, dari hasil data yang ada baik dari Jawa Timur, Surabaya, dan

Puskesmas Tanah Kali Kedinding maka masih perlunya dilakukan asuhan kebidanan pada

ibu hamil, bersalin, nifas, sampai dengan KB dan melakukan pemantauan bayi baru lahir

dengan menggunakan asuhan kebidanan yang berkelanjutan sebagai laporan tugas akhir.

1.2 Batasan Masalah

Berdasarkan ruang lingkup asuhan kebidanan, sasaran pelayanan bidan meliputi

kehamilan trimester I, II, III, persalinan, masa nifas, Bayi Baru Lahir (BBL), neonatus,

anak balita, masa antara. Batasan masalah yang digunakan pada penulisan Proposal Tugas
5

Akhir ini adalah asuhan kebidanan berkelanjutan (Continuity of care) pada ibu hamil

trimester III, ibu bersalin, ibu nifas, neonatus dan masa antara (Keluarga Berencana).

1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum

Pada penulisan dan penyusunan Proposal Tugas Akhir ini diharapkan penulis

mampu memberikan asuhan kebidanan secara continuity of care pada ibu hamil,

bersalin, nifas, neonatus dan keluarga berencana dengan menggunakan pendekatan

standar asuhan Varney dan pendokumentasian SOAP.

1.3.2 Tujuan Khusus

Tujuan dalam penulisan Proposal Tugas Akhir ini diharapkan penulis dapat:

1. Melakukan asuhan kebidanan pada kehamilan trimester III


2. Melakukan asuhan kebidanan pada persalinan
3. Melakukan asuhan kebidanan pada masa Nifas
4. Melakukan asuhan kebidanan pada neonatus
5. Melakukan asuhan kebidanan pada masa antara ( keluarga berencana)

1.4 Ruang Lingkup

1.4.1 Sasaran

Asuhan Kebidanan mulai saat hamil trimester III, bersalin, nifas, neonatus, dan masa

antara menggunakan model asuhan yang berkelanjutan dan berkesinambungan

(Continuity of Care).

1.4.2 Tempat

Tempat studi kasus secara berkelanjutan atau Continuity of Care ini direncanakan di

wilayah kerja Puskesmas Tanah Kali Kedinding urabaya.

1.4.3. Waktu

Waktu pelaksanaan studi kasus secara berkelanjutan atau Continuity of Care ini

direncanakan pada tanggal


6

1.5 Manfaat

1.5.1 Manfaat Teoritis

1. Menambah pengetahuan, pengalaman, dan wawasan serta bahan dalam penerapan

asuhan kebidanan dalam batas Continuity of Care terhadap ibu hamil, bersalin,

nifas, bayi baru lahir dan pelayanan kontrasepsi.


2. Dapat dijadikan bahan perbandingan untuk laporan studi kasus selanjutnya.

1.5.2 Manfaat Praktis

1. Bagi Penulis
Penulis dapat memahami dan menerapkan Asuhan Kebidanan pada Ibu hamil,

bersalin, nifas, neonates, dan akseptor keluarga berencana.


2. Bagi Institusi Pendidikan
Asuhan Kebidanan ini sebagai bahan informasi dalam penyusunan asuhan kebidanan

yang bersifat Continuity of Care.


3. Bagi Lahan Praktik
Asuhan Kebidanan ini dapat dijadikan gambaran informasi serta digunakan untuk

meningkatkan pelayanan kebidanan yang diterapkan oleh lahan praktik (Puskesmas

Tanah Kali Kedinding).


4. Bagi Klien
Klien mendapatkan asuhan kebidanan secara komprehensif (Continuity of care)