Anda di halaman 1dari 4

BAB 1 ISOLASI DAN IDENTIFIKASI MINYAK ATISIRI

 Minyak Atisiri: atau dikenal juga sebagai minyak eterik (aetheric oil), minyak esensial (essential
oil), minyak terbang (volatile oil), serta minyak aromatik (aromatic oil), adalah kelompok
besar minyak nabati yang berwujud cairan kental pada suhu ruang namun mudah menguap
sehingga memberikan aroma yang khas.
 Ekstraksi: suatu proses pemisahan suatu zat berdasarkan perbedaan kelarutannya terhadap dua
cairan tidak saling larut yang berbeda, biasanya air dan yang lainnya pelarut organik.
 KLT : suatu teknik kromatografi yang digunakan untuk memisahkan campuran yang tidak volatil.
1. Alasan penggunaan pelarut air dalam isolasi dan identifikasi minyak atsiri adalah didasarkan
pada perbedaan titik didih dari sampel dan pelarut. Saat dilakukan pemanasan, maka senyawa
yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap terlebih dahulu dan uapnya akan
didinginkan dalam kondensor sehingga dihasilkan destilat.
2. Fungsi pencucian : menghilangkan tanah dan pengotoran lainnya yang melekat pada bahan
simplisia.
3. Fungsiperajangan : untuk mempermudah proses penguapan
4. Fungsi penambahan Petroleum Eter adalah untuk memisahkan fase minyak dengan fase air dan
mengikat fase minyak, Fase yang diambil pada saat pemisahan adalah fase bagian atas, karena
fase minyak atisiri memiliki bj lebih kecil dibandingkan dengan bj air.

BAB 2 ISOLASI DAN IDENTIFIKASI EUGENOL

1. Fungsi penambahan KOH adalah untuk membentuk kalium eugenolat yang larut dalam air.
2. Fungsi penambahan H2SO4 adalah menetralkan ekstrak yang masih bersifat basa dan untuk
memecah kalium eugonolat.
3. PerhitunganRf = Jarak yang ditempuh substansi/Jarak yang ditempuh oleh pelarut
4. PerhitunganHRf = hasilRf x 100

Perhitungan Rendemen eugenol (contoh):

Diukur minyak cengkeh : 5ml

Berat cawan+m.cengkeh : 57,9516 gram

Berat cawan kosong : 56,9400 gram -


Beratrendemen 1,0116 gram

Nilairendemen : 1,0116 gram x 100%

5 ml

= 20,232 % b/v

BAB 3 ISOLASI DAN IDENTIFIKASI PIPERIN

1. Rangkaian alat lengkap sokletasi

2. Alasan penggunaan pelarut etanol 95% adalah Karena baik piperin maupun etanol memiliki
kepolaran yang sama yaitu bersifat polar sehingga etanol mampu melarutkan piperin sesuai
dengan prinsip like dissolved like.

Piperin (1–piperilpiperidin ) C17H19O3N merupakan alkaloid dengan inti piperidin. Piperin


berbentuk kristal berwarna kuning dengan titik leleh 127-129,50C, merupakan basa yang tidak
optis aktif, dapat larut dalam alkohol, benzena, eter, dan sedikit larut dalam air
(Anwar,dkk.1994).

3. Fungsi penambahan KOH-etanol 10% adalah untuk memperoleh piperin dari ekstrak pekat
tersebut, dimana didalam ekstrak tersebut terdapat komponen lain ketika ditambahkan KOH-
etanol yang menyebabkan piperin yang ada dalam ekstrak tersebut bereaksi menjadi garam
asam piperat dan dengan penambahan KOH-etanol dapat mengeliminasi senyawa lainnya,
karena dalam ekstak tersebut masih ada zat pengotor.

untuk mengisolasi senyawa piperin dalam bentuk garamnya, karena berdasarkan literature
dinyatakan bahwa senyawa golongan alkaloid sering kali diisolasi dalam bentuk garamnya yaitu
garam asam piperat.

Hidrolisis piperin dapat dilakukan dengan menggunakan larutan 10% KOH-etanol menjadi asam
piperat.

4. Fungsi pencucian Kristal denganetanol 95%adalah Kristal yang diperoleh direkristalisasi


menggunakan etanol, rekristalisasi ini didasarkan pada prinsip perbedaan dalam kelarutan pada
suatu pelarut tertentu dan suhu tertentu. Pada suhu kamar, senyawa piperin dalam bentuk
kristalnya yang memang bersifat polar akan dapat melarut dalam etanol yang juga bersifat
polar. Ketika ditambahkan etanol sebagai pelarut, maka piperin yang ada akan melarut dalam
filtratnya, sedangkan zat pengotor seperti piperin yang bersifat nonpolar atau kurang polar tidak
larut dalam etanol akan tertinggal di dalam residunya.

BAB 4 ISOLASI DAN IDENTIFIKASI KAFEIN

1. Sublimasi adalah perubahan wujud dari padat ke gas tanpa mencair terlebih dahulu.Misal kanes
yang langsung menguap tanpa mencair terlebih dahulu.
2. Dekantasi adalah sebuah proses yang dilakukan untuk memisahkan campuran larutan dan
padatan yang paling sederhana yaitu dengan menuangkan cairan secara perlahan sehingga
endapan tertinggal dibagian dasar bejana.
3. Fungsi kapas basah pada proses sublimasi sebagai kondensor atau pendingin untuk menangkap
uap supaya jatuh ke bawah lagimen jadi Kristal dikertas saring.
Bab 5 PENETAPAN KADAR NIKOTIN DALAM TEMBAKAU

1. Penetapan kadar Nikotin dengan Metode Acidimetri

Baku sekunder :HCl

Baku primer :NaOH

2. ManfaatNikotin :
1. Mengatasigugup
2. Meningkatkansistemimunpadamanusia
3. Mengurangi Parkinson
4. Hubungan temporal lebihbaik
5. Dapatmengurangiseranganjantung
6. Mengatasistrok
7. Menghindarisusutgusi
8. MencegahAlergiPadaMembran Mata
9. MembunuhKuman
10. 10. MencegahKankerKulit