Anda di halaman 1dari 1

Fungsi reproduksi wanita identic dengan siklus2 tdk seperti pada fungsi reproduksi pria di mana

hormon2 seks disekresikan terus menerus dan sperma diproduksi terus menerus. Sebagai contoh
konkret ialah menstruasi di mana terjadi dengan adanya suatu siklus menstruasi. Setiap siklus, tubuh
wanita dipersiapkan untuk fertilisasi dan implantasi, saat fertilisasi tidak terjadi siklus ini akan tetap
berjalan, tetapi apabila terjadi fertilisasi siklus ini akan terhenti dan tubuh akan menyesuaikan untuk
terjadinya kehamilan. Perbedaan lain pada system reproduksi pria dan wanita ialah spermatogenesis
dan oogenesis, di mana pada spermatogenesis semua sel akan berkembang menjadi sperma yang
fungsional, sedangkan pada oogenesis hanya 1 sel dari 2 yg kemudian berkembang menjadi ovum.

Terdapat yang namanya siklus ovarian yg terbagi menjadi fase folikuler dan fase luteal. Fase folikuler
ditandai dengan adanya pematangan folikel dan fase luteal ditandai dengan terbentuknya corpus
luteum. Fase folikular meliputi proses pematangan folikel hingga terjadinya ovulasi. Corpus luteum yg
terbentuk pada fase luteal disebabkan oleh proses luteinisasi (krn LH) yg memicu folikel menjadi
sebuah jaringan yg aktif memproduksi hormon steroid karena di dalamnya terkandung banyak
kolesterol. Kolesterol yg banyak inilah yang menyebabkan corpus luteum berwarna kuning. Pada
akhirnya corpus luteum akan mensekresikan estrogen dan progesterone yg berperan penting dalam
menyiapkan endometrium untuk terjadinya implantasi dan mempertahankan kehamilan. Apabila
tidak terjadi fertilisasi atau implantasi, corpus luteum akan berdegenerasi dalam 14 hari menjadi
corpus albiicans. Pada fase folikular ini hormon yang berpengaruh besar ialah FSH dan LH. FSH
bersama2 dgn estrogen akan mensekresikan estrogen itu sendiri. Peningkatan estrogen akan
menghambat sekresi FSH. Saat estrogen sdh mencapai titk puncak nya, LH akan tersekresi hingga
puncaknya juga hal inilah yg memungkinkan terjadinya ovulasi. Pada tahap 14 terjadi peningkatan
estrogen yg dikarenakan oleh adanya corpus luteum yg menyekresikan progesterone dan estrogen.
Progesterone akan menghambat FSH dan LH yg berkurang terus menerus selama fase luteal. Ketika
corpus luteum berdegenerasi estrogen dan progesterone juga akan berkurang, sehingga FSH dan LH
dapat meningkat lagi kadarnya.