Anda di halaman 1dari 4

MATA MERAH

KONJUNGTIVITIS UVEITIS ANTERIOR PERDARAHAN SUBKONJUNGTIVA


IV IV
Anamnesis HELEP: KU Mata merah tiba-tiba
1. Hiperemis  Injeksi konjungtiva Nyeri, mata merah, penglihatan menurun Lokasi: Unilateral
2. Epifora (mata berair)  K. Viral Lokasi : Kronologis:
3. Limfadenopati preaurikular  K.Viral Uni/bilateral Adanya darah pada sklera pada 24 jam pertama
4. Eksudasi Onset : Mendadak, batasan durasi 3 bulan atau  menghilang
K. Bakteri  Purulen kurang Tidak gatal, tidak ada sekret
K. Viral  Seromukus Kualitas
K. Alergi  Mukus Nyeri bertambah berat jika terkena cahaya atau FR
5. Pseudoptosis (sulit membuka mata) tekanan 1. Hipertensi
K. Bakteri Kuantitas 2. Manuver Valsava
Mata merah (injeksi siliar) menetap 3. Pertusis
KU F.Berat
- K.Bakteri : Mata merah & kotor, sekret purulen - Terkena cahaya atau tekanan PF:
- K.Viral : Mata merah & berair - Malam hari nyeri kepala lebih berat 1. Visus normal
- K.Alergi : Mata gatal & bengkak F.Ringan : - 2. Perdarahan sklera
Keluhan lain 3. Funduskopi: Lihat arteri dan vena
Lokasi : - Penurunan visus
- K.Bakteri : biasanya bilateral - Fotofobia Talak
- K.Viral&Alergi : Uni/bilateral - Lakrimasi R/ Hydroxiprophyl methylselulosa eye drop
RPD fls No. I
Onset : 3-7 hari setelah gejala muncul - Pernah mengalami trauma S 3 dd gtt 2 OD/OS
- Pernah menjalani operasi intraokular
Kualitas RPK
- K.Bakteri : Sekret purulen Bisa menular melalui kontak langsung (tergantung
- K.Viral : Sekret serous-mukus etiologinya)
- K.Alergi : Sekret mukus RPSosek
- K.Gonorrhae: Purulen, banyak >>> - Memiliki hewan peliharaan

Kuantitas
Mata merah menetap

F.Berat
- K.Bakteri&Viral : memberat di pagi
hari/bangun tidur  muncul keropeng akibat
sekret purulen yang mengering selama tidur
- K.Alergi : Semakin dikucek semakin gatal
F.Ringan
Tetes mata, tapi hanya sementara

Keluhan lain : -

RPD
K.Alergi : Musiman atau berulang

RPK
Bisa menular melalui kontak langsung

RPSosek
- Mengucek mata
- Mengendarai motor tanpa kaca helm
- Pekerjaan  di ruang AC  dry eyes  K.sika
- Penggunaan lensa kontak

PF - Konjungtiva merah - Injeksi siliar


- Terdapat sekret dan berair - Eksudat pd COA
- Hipopion
- Hifema
PP Pewarnaan methilen blue  Konjungtivitis -
gonorrhae
Tatalaksana K.Bakteri - Tetes mata sulfas atropin 1%
R/Kloramfenikol 0,5% eye drop fls No.I - Kortikosteroid 4-6 kali perhari tergantung beratnya
S 3 dd gtt 2 O.D.S - Antibiotik bila penyebab mikroorganismenya
diketahui
R/Ciprofloxacin 0,3% eye drop fls No.I
S omnihora (tiap jam) dd gtt 1 O.D.S Tetes mata = 2x lipat dari salep

K.Viral (HSV)
R/Zovirax 3% eye ointment 4,5g No.I
S 0,5.h dd gtt 1 O.D.S.

R/ Acyclovir 3% eye oinment 4,5 g No. I


S 5 dd ung OD/OS

K.Alergi
R/Flarex 0,1% eye drop fls No.I
S 3 dd gtt 1 O.D.S.
R/ Sodium Kromoglikat 4% eye drop fls No. I
S 3 dd gtt 2 OD/OS

K. Gonorrhae
R/ Kloramfenikol 0,5-1% eye drop fls No. I
S omnihora gtt 2 OD/OS

Edukasi - Edukasi ttg penyakit - Edukasi ttg penyakit


- Edukasi pencegahan - Edukasi pencegahan
- Kompres air dingin  K.Alergi - Pakai kacamata saat keluar rumah
-Kompres air hangat saat pagi  K.Bakteri
dan viral
- Tidak menggunakan handuk untuk mengeringkan
muka secara bersama2
- Jangan mengucek mata
- Pakai kacamata saat keluar rumah
DD Konjungtivitis lainnya - Konjungtivitis
- Keratitis
- Glaukoma akut