Anda di halaman 1dari 17

SUNNAH MEMOTONG KUKU

KEBIDANAN DALAM ISLAM

Disusun Oleh :

Novia Bere Aparicio

1810104438

PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS AISYIYAH YOGYAKARTA

2018/2019
KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kita haturkan kepada Allah SWT sebab karena
limpahan rahmat serta anugerah dari- Nya kami mampu untuk menyelesaikan
makalah kami dengan judul “Sunnah Memotong Kuku” ini tepat waktu.
Shalawat serta salam tidak lupa selalu kita haturkan untuk junjungan nabi agung
kita, yaitu Nabi Muhammad SAW yang telah menyampaikan petunjukan Allah
SWT untuk kita semua, yang merupakan sebuah pentunjuk yang paling benar
yakni Syariah agama Islam yang sempurna dan merupakan satu-satunya karunia
paling besar bagi seluruh alam semesta.
Selanjutnya dengan rendah hati kami meminta kritik dan saran dari
pembaca untuk makalah ini supaya selanjutnya dapat kami revisi kembali. Karena
kami sangat menyadari, bahwa makalah yang telah kami buat ini masih memiliki
banyak kekurangan.
Kami ucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada setiap pihak
yang telah mendukung serta membantu kami selama proses penyelesaian makalah
ini hingga rampungnya makalah ini. Demikianlah yang dapat kami haturkan, kami
berharap supaya makalah yang telah kami buat ini mampu memberikan manfaat
kepada setiap pembacanya.

Yogyakarta, November 2018

Penulis
BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Personal hygine merupakan upaya yang dilakukan individu dalam
memelihara kebersihan dan kesehatan dirinya baik secara fisik maupun
mental. Berpenampilan bersih, harum, dan rapi merupakan dimensi yang
sangat penting dalam mengukur tingkat kesejahteraan individu secara umum.
Dalam Mubarok Ikabal Wahit dan Chayatin Nurul, (2007 : 26), aktivitas ini
dikembangkan menjadi rutinitas harian guna memberikan perasaan stabil dan
aman pada diri individu. Tingkat kebersihan sendiri dimulai dari penampilan
individu serta upayanya dalam menjaga kebersihan dan kerapian tubuhnya
stiap hari. Hal ini sangat penting, mengingat kebersihan merupakan kebutuhan
dasar utama yang dapat memengaruhi setatus kesehatan dan kondisi
psikologis individu secara umum.
Personal hygine meliputi tindakan kebersihan kulit, rambut,
memebersihkan dan menggunting kuku, sikat gigi, dan cuci tangan.
Meningkatkan personal hygine merupakan salah satu cara untuk mencegah
dari berbagai ancaman penyakit dari luar seperti kuman,virus dan bakteri
dengan tidak terawatnya personal hygine seseorang maka akan sangat mudah
terkena penyakit seperti scabies, diare, cacingan, infeksi saluran pernapasan
akut (ISPA), flu burung (H5N1), flu babi (H1NI) dan penyakit lainnya yang
dapat merugikan bagi tubuh.
Memelihara atau memotong kuku tangan dan kaki merupakan salah satu
perilaku personal hygine yang sangat penting sekali, tidak hanya akan
memberiakan rasa nyaman pada diri melainkan meningkatkan rasa percaya
diri dan iman seseorang. Dalam agama islam terdapat hadits tentang
kebersihan diri atau yang di sebut dengan personal hygine yang berbunyi
“kebersihan itu sebagian dari iman”. (HR Ahmad).
B. Tujuan
Untuk mengetahui Sunnah memotong kuku dan manfaat memotong kuku
BAB 2
PEMBAHASAN
A. Kuku Manusia dan Fungsinya
Setiap manusia yang sehat dan normal pasti memiliki jari dan kuku, hal
tersebut tidak hanya berguna untuk mempercantik tubuh, bahkan kuku yang
bentuknya kecil memiliki fungsi yang sangat besar. Kuku atau Unguis
Menurut kamus kedokteran Dorland adalah “Lempengan kulit bertanduk pada
permukaan dorsal ujung distal falang terminal jari tangan atau jari kaki, yang
tersusun dari kerak-kerak epitel yang memipih dan berkembang dari stratum
lucidum kulit”. Pengertian kuku pada umumnya adalah bagian tubuh manusia
yang bersifat keras, tumbuh di ujung jari dan berfungsi sebagai pelindung.
Struktur kuku menurut Oz MC Roizer MF dan Rome E. (2012) yaitu sebagai
berikut : Gambar II.1 Struktur Kuku

Sumber : Buku Healthy Life, Menjadi Remaja Sehat (Halaman 53)


Lempeng kuku : Bagian keras kuku yang kasat mata.
Lunula : Bagian kuku berwarna putih berbentuk seperti bulan separuh di dasar
kuku dan di bagian lempeng kuku.
Lipatan kuku : Kulit yang membungkus lempeng kuku pada ketiga sisinya.
Bantalan kuku : Kulit dibawah lempeng kuku. Sel-sel di dasar bantalan kuku
adalah penghasil lempeng kuku tangan atau kuku kaki.
Kutikula : Jaringan yang menindih lempeng kuku di dasar kuku dan kutikula
melindungi sel keratin baru yang secara perlahan muncul dari bantal kuku.
Pertumbuhan kuku terjadi sepanjang manusia masih hidup. Pada manusia
usia muda, kuku tumbuh lebih cepat dibandingkan pada usia lanjut dan
pertumbuhan kuku jari tangan dalam satu minggu rata-rata 0,5 - 1,5 mm, empat
kali lebih cepat dari pertumbuhan kuku jari kaki dan kecepatan pertumbuhan kuku
kaki sepertiga dari kecepatan pertumbuhan kuku tangan, kuku tangan tumbuh
sekitar 0,1 mm perhari atau sekitar 0,004 inchi perhari dan itu berarti kuku
tumbuh sebanyak 0,12 inchi dalam sebulan. Biasanya sekitar 1 centimeter dalam 3
bulan, pembaruan total kuku jari tangan 170 hari dan kuku kaki 12- 18 bulan.
Ciri-ciri kuku yang sehat adalah kuat, kenyal dan memperlihatkan warna
kemerah-merahan. Kuku memiliki fakta menarik yaitu tidak dapat berkeringat.
Bentuk dan warna pada kuku tangan manusia berdasarkan ilmu kesehatan dapat
memberikan tanda kesehatan tubuh manusia. Secara umum, kuku tangan akan
tumbuh lebih cepat pada orang yang masih muda. Cuaca panas cenderung lebih
baik untuk pertumbuhan kuku dibandingkan dengan udara dingin.
Pada manusia kuku mempunyai 2 fungsi utama, fungsi pertama adalah
sebagai pelindung dari ujung jari karena di penuhi dengan saraf-saraf. Fungsi
kedua, yaitu memberi sensitifitas dan mempertajam daya sentuh. Pada ujung jari
terdapat banyak reseptor yang berfungsi untuk menghantarkan rangsang sentuh
saat menyentuh suatu objek sehingga dapat dirasakan saat bersentuhan dengan
objek yang di sentuh. Berdasarkan fungsi tersebut, kuku memiliki fungsi yang
sangat besar. Maka dari itu, kesehatan dapat di mulai dari kuku.
B. Kesehatan dan Cara Merawat Kuku Manusia
Untuk mengetahui kuku yang sehat kita dapat lihat dan perhatikan fisik kuku
secara langsung. Pipin Tresna (2010) merawat kesehatan kuku manusia yang
paling mudah adalah memperhatikan warnanya. Kuku yang sehat seharusnya
berwarna pink segar. Kemudian tekstur permukaannya halus dan tidak
bergelombang. Ciri kuku sehat yang lain adalah kuku tidak mudah sobek. Jika
salah satu dari ciri tersebut tidak ada pada kuku, sebaiknya kuku segera di rawat
agar terhindar dari penyakit kuku yang biasanya ditemui di masyarakat dan pada
akhirnya merusak fungsi kuku.
Pipin Tresna (2010) Merawat kesehatan kuku manusia sangatlah mudah,
yang sulit adalah niat individu untuk menyempatkan waktu dalam melakukan
perawatan kuku. Berikut tips merawat kesehatan kuku tangan :
1. Jangan biarkan diri stress, karena stress dapat mempengaruhi kondisi
kesehatan kuku tangan.
2. Jangan mengunakan kuku sebagai alat, karena dapat mengakibatkan kuku
patah dan sobek.
3. Lindungi kuku dari kegiatan atau pekerjaan rumah tangga.
4. Jangan biarkan kuku tumbuh terlalu panjang.
5. Menghentikan kebiasaan menggigit kuku.
6. Jangan memakai cat kuku, karena tidak adanya anjurkan memakai cat kuku
ataupun yang merusak kuku dengan bahan kimia.
7. Rendam jari tangan dan kaki dengan menggunakan air hangat, lemon juice
atau minyak (baby oil).
8. Merapikan dan memotong kuku jika sudah panjang dan tidak teratur.
9. Memakai krim atau handbody pada kuku dan jari selama 5 menit atau sebelum
tidur.
10. Mendorong dengan lembut kutikula menggunakan stik khusus untuk kutikula.
C. Resiko Kuku Panjang
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Infectious Disease Society of America
kuku yang lebih panjang dari tiga milimeter di luar ujung jari mengadung bakteri
berbahaya. Hasil dari penelitian ini juga menunjukkan kebanyakan orang tidak
mencuci tangan dengan baik untuk menyingkirkan semua kuman di bawah kuku
mereka. Menurut penulis studi Dr Carol A. Kauffman (2013) seseorang harus
mecuci tangan mereka selama 15 detik untuk menyingkirkan kuman yang tidak
terlihat oleh mata. Karena setiap harinya tangan melakukan kontak dengan ratusan
benda. Pada kenyataannya tangan dan kaki digunakan untuk berbagai kegiatan
penting lainnya seperti berjalan, bermain dan makan. Kuku panjang berpotensi
menyebabkan sejumlah masalah kesehatan karena kuku menjadi tempat sempurna
bagi kuman dan kotoran untuk tinggal. Para ahli kesehatan setuju bahwa kuku
harus dipotong pendek dan tetap bersih. Salah satu resiko tidak menjaga kesehatan
kuku antara lain :
1. Cacingan
Cacingan adalah penyakit yang disebabkan telur cacing yang ditularkan
melalui tanah. Kebanyakan usia yang terkena penyakit cacingan adalah anak
sekolah dasar karena imun tubuh yang rendah serta kebersihan personal yang
belum optimal dilakukan oleh anak. Tetapi tidak menutup kemungkinan orang
dewasa terkena penyakit kecacingan. Anak-anak yang terkena cacingan
biasanya dapat dideteksi dari postur badan yang kurus, perut buncit, rambut
merah, tipis, jarang dan kusam, mata belekkan, malas belajar, dan mengantuk.
Sementara itu pada tahun 2015 angka prevalensi cacingan di Indonesia
mencapai 28,12 %. Angka kecacingan yang kecil menyebabkan masyarakat
dan pemerintah kurang menaruh perhatian terhadap penyakit ini. Infeksi
kecacingan menyebabkan menurunnya kualitas hidup penderitanya. Oleh
karena itu penting untuk mengetahui gejala dan faktor resiko infeksi
kecacingan sehingga dapat dilakukan tindakan yang mampu diterima dengan
baik untuk pencegahannya. Untuk mencegah penyakit cacingan biasanya
dengan meminum obat cacing 6 bulan sekali, pemakaian alas kaki secara rutin
jika bermain diluar rumah, mencuci tangan dengan sabun sehabis berkegiatan
dan setelah dari kamar mandi, serta rutin memotong kuku seminggu sekali.
2. Diare
Menurut Dr. Luszy Arijanty (2011) Diare adalah suatu kondisi dimana
seseorang buang air besar 3 kali atau lebih dalam satu hari dan tinja atau feses
yang keluar berupa cairan encer atau sedikit berampas, kadang juga disertai
darah atau lendir. Kalau hanya salah satu, misalnya hanya tinjanya yang cair,
belum bisa disebut feses (tinja) lebih dari 200 gram per hari boleh dibilang
mengalami diare. Sebagian besar (sekitar 90%) diare yang disebabkan oleh
infeksi rotavirus. Sebagian kecil diare disebabkan, diare dapat disebabkan
infeksi bakteri, parasit, jamur. Sebagian kecil lagi penyebab keracunan
makanan, alergi, faktor psikologis yaitu stres.
Penularan yang dapat menyebabkan diare ada tiga yaitu Finger (jari),
Food (makanan) dan Fly (lalat). Anak-anak sering masukin tangan ke dalam
mulut sehingga terkontaminasi virus. Berdasarkan jangka waktu terjadinya,
diare dibagi menjadi 2, yaitu diare akut dan kronis. Diare akut yang terjadi
sampai dengan 7 hari, kemudian diare melanjut berlangsung 8-14 hari,
sedangkan kronis terjadi lebih dari 2 minggu. Di Indonesia, lebih banyak
kasus diare akut dibandingkan yang kronis. Syarat disebut diare kalau ada
perubahan bentuk feses dan frekuensinya lebih dari 3 kali sehari. Anak-anak
rentan terkena diare karena daya tahan tubuhnya masih rendah sehingga
sangat mudah terinfeksi virus.
D. Aktivitas Kuku
Kuku sangat penting dan memiliki manfaat yang sangat besar di setiap
aktivitas tangan manusia. Berikut kegiatan atau aktivitas manusia yang
memerlukan kuku :
1. Menggaruk
Jika bagian tubuh terasa gatal cara yang paling cepat adalah
menggaruknya, meskipun kegiatan menggaruk dengan tangan terbatas
hanya pada bagian tubuh yang terlampaui saja. Kegiatan ini memberi
solusi walaupun beresiko jika terlalu lama menggaruk dengan kuku,
apalagi dengan kuku yang panjang. Menggaruk menggunakan kuku tangan
terjadi secara ilmiah dan terjadi begitu saja, tangan akan refleks
menggaruk bagian yang gatal menggunakan kuku.
2. Mencongkel atau Membuka sesuatu
Tuhan memberikan akal pada setiap manusia. Kadang akal tersebut
dipakai manusia saat melalui keterbatasan. Manusia selalu memiliki akal
dalam melakukan kegiatan. Salah satunya menggunakan kuku untuk
membuka sesuatu, contohnya : membuka casing batterai Handphone,
bungkus makanan dan berbagai bungkusan yang memerlukan sesuatu
untuk mencongkel dan merobek. Kegiatan atau aktivitas tersebut tidak
baik jika dilakukan terlalu lama atau berlebihan karena dapat merusak
kulit jika terus menerus di garuk karena dapat merusak kuku dan kuku
dapat patah atau robek dan melukai kutikula saat dipakai mencongkel atau
membuka sesuatu.
3. Pemotongan Kuku Jari Tangan dan Kaki
Merawat kuku terdiri dari memotong kuku dan menjaga kebersihan kuku.
Memotong kuku pada umumnya adalah kebiasaan yang pasti dilakukan
setiap orang. Sebagian masyarakat lebih memilih memanjangkan kuku-
nya, kondisi seperti ini yang belum disadari sekelompok masyarakat.
Menurut buku Higiene Personal, Keterampilan klinis Perawat Kuku harus
bersih, pendek dan rapih. Kuku jari tangan yang penuh kotoran akan
menyebarkan infeksi dan kuku jari tangan yang tidak rata dapat
menyebabkan cedera dan infeksi. Perawatan kuku sebaiknya dilakukan
saat individu duduk di kursi. Jika individu tidak dapat duduk di kursi,
perawatan dapat dilakukan di tempat tidur.
E. Manfaat Memotong Kuku Bagi Kesehatan.
Memotong kuku dengan rutin memiliki manfaat yang tidak kalah pentingnya
bagi kesehatan, manfaat memotong kuku bagi kesehatan diantaranya:
1. Mencegah Pembengkakan di Jari Kaki.
Kuku kaki yang panjang dan jarang dipotong, bila dibiarkan
pertumbuhannya maka pertumbuhan kuku akan masuk ke dalam. Ketika
kuku sudah mulai panjang akan membuat ukuran kuku semakin besar dan
bisa menembus kulit. Kondisi ini akan menimbulkan rasa sakit yang luar
biasa, bahkan bisa terjadi pembengkakan dan juga infeksi. Oleh sebab itu,
memotong kuku kaki secara rutin sangat penting.
2. Mencegah Infeksi Bakteri
Memotong kuku secara teratur dapat mengurangi infeksi bakteri yang
terdapat pada kuku. Pemakaian memakai kaos kaki dan juga sepatu yang
menyebabkan kuku lembab dan tidak ada udara masuk sehingga memicu
munculnya bakteri pada kuku, misalnya bakteri Tinea. Bakteri ini dapat
menyebabkan terjadinya kutu air, ruam merah di kuku, dan menyebabkan
kuku berwarna kuning. Maka dari itu, sangat dianjurkan untuk memotomg
kuku secara teratur.
3. Meminimalisir Cedera
Memiliki kuku panjang memperbesar resiko terjadinya cedera, seperti
tercakar ataupun mengalami cedera ketika kuku membentur benda keras.
Akibat benturan tersebut dapat menimbulkan rasa sakit serta menimbulkan
warna hitam di dalam kuku. Maka penting memotong kuku secara teratur,
karena bermanfaat dapat meminimalisir cedera dan meminimalisir kuku
yang dapat melukai orang lain.
F. Hukum Dan Hikmat Memotong Kuku
Di dalam islam hukum memotong kuku adalah sunnah (tidak wajib). Namun,
sebagian ulama berpendapat jika menghilangkan sebagian kuku yang panjangnya
melebihi jari jermari, maka hukumnya lebih disenangi. Pasalnya, saat kuku
seseorang sudah memiliki panjang melebihi ujung jari. Tidak menutup
kemungkinan akan terdapat kotoran yang terselip di dalamnya. Hal tersebut
disamarkan akan menghalangi masuknya air wudhu ke dalampermukaan kuku
tersebut.
Namun, bagaimana dengan hukum memotong kuku saat haid? Selain itu,
beberapa ulama juga berpendapat bahwa melakukan potong kuku akan lebih
disenangi mana kala dilakukan mulai dari bagian tangan kanan yang kemudian
dilanjutkan ke bagian tangan kiri. Setelah itu, bisa dilanjut ke bagian kuku kaki
sebelah kanan dan dilanjut ke bagian sebelah kiri. Namun dari pendapat tersebut
belum ada dalil shahih yang dapat digunakan sebagai patokan dalam memotong
kuku bagian manakah yang harus didahulukan.
Berdasarkan pendapat dari Ibnu Daqiqil Ied Rahimahulullah berkata “Orang
yang mengatakan sunnah dalam mendahulukan bagian tangan daripada kaki saat
memotong kuku harus mendatangkan dalil yang shahih karena kemutlakan dari
sebuah dalil ada yang menolak hal tersebut”. Namun berdasarkan hadist yang
diriwayatkan oleh Aisyah Radhiallahu’anha menyatakan bahwa “Rasulullah SAW
menyenangi sesuatu yang dimulai dari kanan kemudian dilanjut ke bagian kiri”.
G. Waktu yang Tepat Untuk Memotong Kuku
Tidak ada dalil shahih yang menyebutkan tentang kapan waktu yang tepat
untuk memotong kuku, baik itu dalam hari tertentu maupun jam tertentu. Namun
dalam hadist lain Rasulullah SAW bersabda “Beliau menyenangi waktu
memotong kuku dan kumis adalah pada hari jum’at”. Hadist ini diriwayatkan dari
Abu Ja’far Al-Baqir yang merupakan hadist mursal dan masuk dalam hadist dhaif.
Wallahu a’lamu Bish-shawaf. Dari hadist tersebut, menjelaskan bahwasanya
memotong kuku dapat dilakukan kapan saja tanpa ada hari atau jam tertentu untuk
melakukannya. Sedangkan kapan saja tanpa ada hari atau jam tertentu untuk
melakukannya. Sedangkan menurut Al-Hafidz Rahimahulullah menyataan bahwa
“Melakukan pemotongan kuku pada hari jum’at tidaklah dilarang,. Karena
sesungguhnya membersihkan diri di hari tersebut adalah salah satu perkara yang
disyariatkan dalam islam”. Namun beberapa pendapat mengatakan jika memotong
kuku di malam hari hukumnya adalah makruh. Hal tersebut tidak ada dalil yang
menjelaskan tentang hal ini. memotong kuku diperbolehkan kapan saja, baik itu
dalam waktu pagi, siang, ataupun malam hari. Selain itu, pendapat yang
mengharuskan membaca bacaan Basmalah sebanyak 3 kali di atas kuku yang akan
dipotong. Kalau tidak, maka kuku akan diambil syaitan. Maka hal tersebut juga
tidak ada dalil yang menyebutkannya. Kalaupun ada hadist tersebut sifatnya
sangat lemah sekali.
 Hukum memotong kuku saat puasa
Dari hal ini yang penting untuk diketahui adalah kuku-kuku janganlah
dibiarkan tumbuh melebihi 40 hari. Karena pada waktu tersebut kuku
diprediksikan sudah memanjang melebihi jari tangan. Beberapa hadist juga
melarang hal tersebut seperti yang telah diriwayatkan oleh Anas bin Malik
Radhiyallahu’anhu, Ia berkata: “Telah ditetapkan waktu bagi kami dalam hal
mencukur kumis, memotong kuku, mencabut buku ketiak, serta mencukur rambut
kemaluan agar kami tidak membiarkannya tumbuh lebih dari 40 malam”. Adapun
hadist lain yang diriwayatkan oleh Imam An-Nawawi Rahimahulullah
mengatakan jika “Penjelasan dari hadist di atas adalah tidak diperbolehkan
meninggalkan perbuatan yang telah disebutkan (memotong kuku) melebihi dari
40 malam”. Bukan berarti dari pendapat hadist tersebut Rasulullah SAW
menetapkan waktu dianjurkannya memotong kuku yang baik. Namun sebaiknya
memotong kuku dilakukan tidak lebih dari 40 hari. Imam Asy-Syaukani
Rahimahulullah berpendapat bahwa: “Pandapat yang terpilih adalah
ditetapkannya waktu 40 hari sebagimana yang telah ditetapkan oleh Rasulullah
SAW sehingga tidak diperbolehkan melampaui waktu tersebut”. Namun, bagi
orang yang sengaja memanjangkan kukunya atau bulu rambut ketiak atau bulu
rambut kemaluannya hingga melampaui waktu yang telah ditetapkan. Maka tidak
dianggap menyelisihi sunnah yang telah ditetapkan.
 Bekas Potongan Kuku Harus Dipendam Atau Dibuang Begitu Saja
Ketika Al-Hafidz menyatakan bahwa Imam Ahmad Rahimahulullah yang saat
itu ditanyai oleh seseorang tentang hal memotong kuku, apakah bekas potongan
kuku tersebut harus dipendam atau dibiarkan begitu saja? Maka beliau menjawab
“Dipendam”. Lalu kemudian ditanyakan kembali “Apakah sudah sampai
kepadamu dalil tentang ini?” Maka beliau menjawab bawah: “Ibnu Ummar juga
memendamnya”.
Dalam hadist lain yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi yang tersebumber dari
hadist Wa’il bim Hujr yang disebutkan bahwa Nabi SAW telah memerintahkan
untuk memendam kuku dan rambut usai dipotong. Hak ini dimaksudkan agar
tidak menjadi permainan sihir yang berasal dari anak Adam.
Kemudian Al-Hafitz Rahimahulullah berkata: “Orang-orang yang telah
berbeda dalam mahzab kamu juga menyenangi untuk memendam rambut dan
bekas potongan kuku karena hal tersebut merupakan bagian dari manusia itu
sendiri”.
Selain itu juga dijelaskan bahwasanya di dalam memotong kuku seseorang
boleh meminta tolong orang lain untuk melakukan hal tersebut. Karena hal ini
tidak dianggap sebagai sebuah pelanggaran yang merendahkan kehormatan orang
lain. Umumnya saat seseorang memotong kuku sebelah tangan, hal tersebut dirasa
sangat sulit dilakukan. Maka lebih utama bagi seseorang tersebut untuk meminta
tolong orang lain agar melakukannya.
H. Manfaat Memotong Kuku
Selain Hukum Memotong Kuku Adalah Sunnah, Memotong Kuku Juga Dapat
Menghindarkan dari Berbagai Penyakit Kuku merupakan bagian terluar yang
memiliki fungsi yang cukup besar bagi tubuh dan aktivitas sehari-hari. Karena
letak kuku berada di bagian luar jari tangan. Tentu tidak menutup kemungkinan
jika kuku yang tidak dirawat kebersihannya akan menjadi sarang berkembangnya
sejumlah kuman dan bakteri penyebab penyakit tertentu. Selain itu, Anda juga
dapat menerapkan cara hidup sehat menurut islam.
Bakteri yang sering di temukan pada lapisan kuku adalah Enterobacteriaceae,
yaitu bakteri yang meliputi bakteri E-Coli dan Salmonela. Bakteri ini akan
berkembang dengan cepat di sela-sela kuku yang kurang terjaga kebersihannya.
Kebanyakan seseorang akan menderita penyakit tertentu karena masuknya bakteri
tersebut ke dalam organ tubuh. Misalnya saja seperti diare atau sakit perut. Selain
itu, kuku yang tidak dipotong dan memiliki panjang yang melebihi jarijemari akan
berpotensi terkenanya penyakit Paronychia atau yang lebih dikenal dengan
sebutan cantengan. Kuku yang dibiarkan panjang akan membuat permukaan di
sekitar kuku mengalami lecet dan menjadi jalan masuk sejumlah kuman dan
bakteri.
Hal inilah yang dianjurkan dalam islam untuk memotong kuku dan
menjaga kebersihannya. Dari penjelasan di atas mengenai hukum memotong kuku
dalam islam. Setidaknya anda sudah tahu mengenai bagaimana hukum dan cara
memotong kuku secara lebih baik lagi. Semoga informasi seputar hukum
memotong kuku dan dalilnya ini dapat bermanfaat bagi anda semua.
I. Cara memotong kuku, menurut sunnah rasul

‫ا رسول عن هريرة أبي عن _ ا صلى _ وقص واالستحداد االختتان خمس الفطرة قال أنه وسلم عليه‬
‫ اإلبط ونتف األظفار وتقليم الشارب‬-‫مسلم رواه‬
Daripada Abu Hurairah Radiyallahuanhu, daripada Rasulullah
Sollallahualaihiwasallam, Baginda bersabda "Fitrah itu lima: Berkhatan,
mencukur bulu ari-ari, memotong misai, memotong kuku dan mencabut bulu
ketiak." (Riwayat Muslim)
Saidatina Aisyah: Sepuluh perkara dikira sebagai fitrah iaitu memotong misai,
memelihara janggut, bersugi, memasukkan air ke hidung, memotong kuku,
membasuh sendi-sendi, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu ari-ari, bersuci
dengan air (beristinja), berkata Zakaria: Aku lupa yang ke-10 kecuali berkumur.
(Riwayat Muslim).
Anas bin Malik: Sudah ditentukan waktu kepada kami memotong misai,
memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur bulu ari-ari agar kami tidak
membiarkannya lebih daripada 40 malam. (Riwayat Muslim).
Menurut Imam Shafie: Sunat memotong kuku sebelum mengerjakan solat Jumaat
sepertimana disunatkan mandi, bersugi, berharuman, berpakaian kemas sebelum
ke masjid. Rasulullah S.A.W. bersabda: Sesiapa yang mandi pada hari Jumaat,
bersugi, berwangian jika memilikinya dan memakai pakaian yang terbaik,
kemudian keluar rumah hingga sampai ke masjid, dia masjid, dia tidak
melangkahi orang yang sudah bersaf, kemudian mengerjakan sembahyang apa
saja (sembahyang sunat), dia diam ketika imam keluar (berkhutbah) dan tidak
berkata-kata hingga selesai mengerjakan sembahyang, maka jadilah penebus dosa
antara Jumaat itu dan Jumaat sebelumnya. (Riwayat Ahmad).
Berkata Abu Hurairah R.A.: Nabi Muhammad S.A.W. memotong kuku dan
menggunting misai pada hari Jumaat sebelum baginda keluar untuk
bersembahyang. (Riwayat al-Bazzar dan al-Tabrani).
Hari yang baik buat potong kuku itu hari Senin, Kamis, dan Jum'at. Kenapa??
Walaupun ga ada hadis tentang itu namun hari hari yang sering digunakan untuk
ibadah sunnah adalah hari-hari itu.
Menurut sabda Rasulullah begini, kalo kita motong kuku di masing-masing Hari
hari ahad: niscaya keluar kekayaan dan masuknya kemiskinan
 hari senin: niscaya akan keluarnya gila dan masuknya sehat
 hari selasa; niscaya keluar daripadanya sehat dan masuknya penyakit
 hari rabu: niscaya keluar kekayaan dan masuknya kemiskinan
 hari kamis: niscaya keluar daripadanya gila dan masuknya sembuh dari
penyakit
 hari jumat: niscaya keluar dosa-dosanya seperti pada hari dilahirkan oleh
ibunya dan masuknya rahmat dari Allah SWT
 hari sabtu: niscaya akan keluar obat dan masuknya penyakit dan adapun tata
cara/urutan memotong kukunya:
a. Tangan
1. Mulai dari Jari Telunjuk tangan kanan.
2. Jari Tengah tangan kanan
3. Jari Manis tangan kanan
4. Jari Kelingking tangan kanan (Tinggalkan Ibu Jari tangan kanan)
5. Jari Kelingking tangan kiri
6. Jari Manis tangan kiri
7. Jari Tengah tangan kiri
8. Jari Telunjuk tangan kiri
9. Ibu Jari tangan kiri
10. Ibu Jari tangan kanan
b. Kaki
 Mulai dari kanan, lanjut sebelah kiri yaitu kelingking kiri. Mulai dari
Kelingking
 Mulai dari kanan, lanjut sebelah kiri yaitu kelingking kiri. Mulai dari
Kelingking
 Kanan dan bergerak ke jari-jari lain di sebelah kiri jari kelingking kanan .
BAB 3
ANALISIS JURNAL

Peran ibu sangatlah penting dalam kejadian diare yang dialami balita karena
ibu merupakan tokoh utama yang paling bertanggungjawab terhadap tumbuh
kembang balita. Berdasarkan laporan dinas kesesehatan tahun 2011 hingga 2012
sebanyak 12.942 balita yang menderita diare di Kabupaten Wajo Sulawesi
Selatan. Metode penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.
Pemilihan informan dilakukan dengan metode purposive sampling, yaitu
pemilihan informan berdasarkan kriteria tertentu. Sehingga terpilih 11 orang
informan yang terdiri dari 8 orang ibu penderita diare, 2 orang bidan desa, dan 1
orang petugas Puskesmas Belawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan
yang dilakukan ibu dalam upaya pencegahan dan pengobatan penyakit diare anak
balita adalah menjaga kebersihan sanitasi lingkungan rumah, memberikan
makanan yang bergizi, memberikan ASI, mencuci tangan dengan sabun dan
memotong kuku. Pengobatan yang dilakukan jika balitanya mulai terserang diare
adalah memberikan pertolongan pertama dengan pemberian oralit dan daun jambu
biji untuk dimasak dan dikunyah hal ini dipercaya dapat membantu mengurangi
gejala diare. Namun, adapula ibu balita yang membawa balitanya berobat ke bidan
desa dan ke puskesmas terdekat. Kesimpulannya adalah pencegahan diare pada
balita dilakukan dengan adanya promosi kesehatan, perlindungan khusus,
diagnosis dini dan pengobatan segera.
BAB 4
PENUTUP

A. KESIMPULAN
B. SARAN