Anda di halaman 1dari 8

66

2.2.3 Konsep Dasar Asuhan Kebidanan pada Masa Nifas


1. Pengkajian
1) Data Subyektif
(1) Keluhan Utama

Nyeri saat melahirkan disebabkan kontraksi rahim, biasanya 2 – 4 hari

pascapersalinan. Karena menyusui merangsang kontraksi uterus, maka nyeri

umum terjadi saat ibu menyusui bayinya terutama pada mmultipara (Amru

Sofian, 2012).

(2) Pola Kebiasaan Sehari-hari


Menurut Mochtar (2011) kebiasaan ibu nifas adalah :
a. Nutrisi : Konsumsi kalori ± 500 kalori perhari, makan dengan diit

seimbang untuk mendapatkan protein, mineral, vitamin yang cukup,

minum minimal 2L/hari, obat zat besi setidaknya 40 hari dan kapsil

vitamin A 200.000 U. Ibu dengan pantang makanan perlu diberikan

konseling tentang fungsi tambahan nutrisi yaitu untuk proses laktasi dan

mencegah infeksi (Sofian, 2011)


b. Istirahat, ibu dapat beristirahat saat bayinya tidur. Mengurangi istirahat

akan mempengaruhi ibu dalam beberapa hal salah satunya jumlah ASI

berkurang.
c. Eliminasi
Buang air kecil disebut normal bila dapat buang air kecil spontan setiap

3 – 4 jam. Ibu diusahakan dapat buang air kecil sendiri, bila tidak

dilakukan dengan tindakan merangsang dengan mengalirkan air kran di

dekat klien dan mengompres air hangat diatas simfisi. Buang air besar

biasanya 2 – 3 hari post partum masih sulit buang air besar

(Ambarwati,2010).
d. Personal hygiene
Mandi ditempat tidu dilakukan sampai ibu dapat mandi sendiri dikamar

mandi, yang terutama dibersihkan adalah putting susu dan mamae

dilanjutkan perawatan perineum (Ambarwati,2010)


67

e. Seksual
Berhubungan seksual/koitus bisa dilakukan jika perdarahan telah

berhenti dan episiotomy sudah sembuh pada 3 – 4 minggu postpartum

(Ambarwati, 2010).
f. Riwayat persalinan
Tanggal dan jam persalinan, jenis persalinan, jenis kelamin anak, keadaan

bayi meliputi berat badan, panjang badan, penolong persalinan. Lama

persalinan normalnya tidak lebih dari 24 jam. Tidak terjadi perdarahan hebat

setelah 24 jam pertama sampai 6 minggu setelah persalinan.


( medforht,dkk,2012 ).
g. Psikologi, tahapan psikologi pada masa nifas
Tahapan-tahapan Masa Nifas :
Tahapan masa nifas menurut Reva Rubin:
1) Periode Taking In (hari ke 1 – 2 setelah melahirkan)
(1) Ibu masih pasif dan tergantung dengan orang lain
(2) Perhatikan ibu tertuju pada kekhawatiran perubahan tubuhnya
(3) Ibu akan mengulangi pengalaman – pengalaman waktu

melahirkan
(4) Memerlukan ketenangan dalam tidur untuk mengembalikan

keadaan tubuh ke kondisi normal


(5) Nafsu makan ibu biasanya bertambah sehingga membutuhkan

peningkatan nutrisi. Kurangnya nafsu makanmenandakan proses

pengembalian kondisi tubuh tidak berlangsung normal.


2) Periode Taking On/Taking Hold (hari ke 2 – 4 setelah melahirkan)
(1) Ibu memperhatikan kemampuan menjadi orang tua dan

meningkatkan tanggungjawab akan bayinya.


(2) Ibu memfokuskan perhatian pada pengontrolan fungsi tubuh,

BAK, BAB dan daya tahan tubuh


(3) Ibu berusaha untuk menguasai keterampilan merawat bayi serti

menggendong, menyusui, memandikan dan mengganti popok.


(4) Ibu cenderung terbuka menerima nasehat bidan dan kritikan

pribadi.
(5) Kemungkinan ibu mengalami depresi postpartum karena merasa

tidak mampu membesarkan bayinya.


3) Periode Letting Go
68

(1) Terjadi setelah ibu pulang ke rumah dan dipengaruhi oleh

keluarga dan perhatian keluarga.


(2) Ibu sudah mengambil tanggungjawab dalam merawat bayi dan

memahami kebutuhan bayi sehingga akan menguarngi hak ibu

dalam kebebasan dan hubungan sosial.


(3) Depresi postpartum sering terjadi pada masa ini.

2) Data Objektif
(1) Pemeriksaan Umum

a. Keadaan umum : Baik


Kesadaran : Komposmentis

b. Tanda-tanda vital :
a) Tekanan darah
Berkisar antara 100/60 – 120/80 mmHg. Biasanya tidak berubah,

kemungkinan tekanan darah rendah seteelah ibu melahirkan karena ada

perdarahan. Tekanan darah tinggi pada postpartum dapat menandakan

terjadinya preeclampsia postpartum (Ambarwati,2010)


b) Suhu
Berkisar 36,5oC – 37,4oC. 24 jam postpartum suhu badan akan naik

(37,5oC – 38oC) sebagai akibat kerja kerass saat melahirkan, kehilangan

cairan dan kelelahan, apabila keadaan normal suhu badan akan biasa lagi

(Ambarwati,2010)
c) Nadi
Nilai normal 60-80x/menit. Setelah melahirkan denyut nadi akan lebih

cepat.iap denyu nadi yang melebihi 100 adalah abnormal dan hal ini

disebabkan oleh infeksi attau ;erdarahan postpartum yang tertunda

(Ambarwati, 2010)
d) Pernafasan
Nilai normal 16-24 x/menit. Pada umumnya respirasi lambat atau bahkan

normal karena ibu dalam keadaan pemulihan atau dalam kondisi istirahat.
69

Bila ada respirasi cepat postpartum (>30 x/menit), mungkin karena

adanya tanda – tanda syok.


(2) Pemeriksaan Fisik

a. Muka
Normalnya tidak ditemui edema pada muka. Edema/pembengkakan pada

muka merupakan tanda preeclampsia (Rohani dkk,2011)


b. Mata
Normalnya sclera putih, konjungtiva muda. Konjungtiva pucat

mengindikasikan anemia pada pasien (Rohani dkk, 2011)


c. Mulut
Mukosa bibir lembab dan tidak pucat
d. Payudara
Payudara akan menjadi lebih besar, lebih kenceng dan ada nyeri tekan

sebagai reaksi terhadap perubahan status hormonal serta dimulainya proses

laktasi (Suherni, 2009). Penurunan kadar estrogen saat bayi lahir

mendorong naiknya kadar prolaktin. Naiknya kadar prolaktin, mendorong

produksi ASI. Maka dengan naiknya kadar prolaktin tersebut, mulailah

aktivitas produksi ASI berlangsung (Suherni, 2009).


e. Abdomen
Kontraksi uterus baik, konsistensi keras, TFU sesuai dengan involusi

uterus (Sofian, 2012), kandung kemih harus kosong dalam waktu 6 jam

postpartum.

Tabel 2.9 Tabel Tinggi Fundus Uteri menurut masa Involusi

Involusi Tinggi Fundus Uteri Berat

Bayi Lahir Sepusat 1000 gram

Uri lahir 2 jari di bawah pusat 750 gram

Satu minggu Pertengahan pusat sympisis 500 gram

Dua minggu Tidak teraba diatas sympisis 300 gram

Enam minggu Bertambah kecil 50 gram


70

Delapan Normal 30 gram

minggu

Sumber : Sofian, 2012

f. Genetalia
Keadaan laserasi baik, tidak ada infeksi (REEDA (Rednes atau kemerahan,

Eclymosis atau perdarahan bawah kulit, edema atau bengkak, discharge

atau perubahan lochea, approximation atau pertautan jaringan)),

mengeluarkan lochea sesuai dengan proses involusi, tidak mengalami

perdarahan > 500 cc selama masa nifas (Marliandiani, 2015)


Menurut Mochtar (2011), Lochia merupakan cairan sekret yang

berasal dari kavum uteri dan vagina dalam masa nifas.


a) Lochia rubra berisi darah segar dan sisa-sisa selaput ketuban, sel-sel

desidua, verniks caseosa, lanugo dan mekonium keluar selama 2 hari

pasca persalinan.
b) Lochia sangiulenta berwarna merah kuning berisi darah lendir, yang

keluar pada hari ke 3-7 pasca persalinan.


c) Lochia serosa berwarna kuning, cairan tidak berdarah lagi, pada hari ke

7-14 pasca persalinan.


d) Lochia alba merupakan cairan putih yang keluar 2 minggu pasca

persalinan.
e) Lochia purulenta merupakan lochia yang terjadi infeksi, keluar cairan

seperti nanah yang berbau busuk


2. Intepretasi Data Dasar Masa Nifas
a. Diagnosa : PAPIAH post partum fisiologis …… jam/hari ke...
b. Masalah : Masalah actual yang umumnya terjadi pada ibu nifas,

meliputi masalah nyeri, infeksi, cemas, perawatan perineum, payudara, ASI

eksklusif, KB, gizi, tanda bahaya, senam, serta masalah menyusui (Sofian,

2012)
c. Kebutuhan : kebutuhan ibu nifas di antaranya adalah kebutuhan nutrisi

dan cairan, ambulasi, eliminasi, istirahat dan tidur (Mochtar,2012)


71

3. Identifikasi Diagnosa potensial dan masalah potensial


Tidak ada.
4. Identifikasi kebutuhan segera
Pada keadaan nifas fisiologis, tidak ada kebutuhan tindakan segera, tetapi

jika ada komplikasi dapat dengan melakukan tindakan mandiri, kolaborasi, dan

rujukan.
5. Perencanaan
Dalam Kemenkes RI, 2011 rencana asuhan pada masa postpartum yang

dapat dilakukan antara lain sebagai berikut:


1) Kunjungan 1 (6 – 8 jam pascapersalinan)
(1) Informasikan hasil pemeriksaan pada ibu dan keluarga.
Rasional : agar mengerti tentang kondisinya dan agar ibu kooperatif

dalam menerima asuhan.


(2) Fasilitasi pemenuhan Nutrisi
Rasional : untuk mengganti energy yang hilang saat proses persalinan
(3) Bantu ibu untuk membersihkan diri dan menggati pembalut
Rasional : agar ibu bisa cepat pulih setelah persalinan
(4) Berikan KIE tentang:
a. Nutrisi

Makanan yang bergizi, tinggi kalori dan protein, tidak pantang makan.

b. Personal hygine
a) Sarankan ibu untuk mengganti pembalut setidaknya dua kali sehari.
b) Sarankan ibu untuk mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum

dan sesudah membersihkan daerah kelaminnya.


c) Jika ibu mempunyai luka episiotomy atau laserasi, ajarkan kepada

ibu untuk melakukan vulva hygiene dengan benar.


c. Istirahat
a) Anjurkan ibu agar istirahat cukup untuk mencegah kelelahan yang

berlebihan.
b) Sarankan ibu untuk kembali ke kegiatan-kegiatan rumah tangga

secara perlahan-lahan.
c) Tidur siang atau beristirahat selagi bayi tidur.
d. Perawatan payudara, yaitu:
a) Menjaga payudara tetap bersih dan kering, terutama putting.
b) Menggunakan BH yang menyokong payudara.
c) Apabila puting susu lecet, oleskan ASI pada sekitar puting setiap

selesai menyusui.
72

d) Jika lecet berat, istirahatkan 24 jam. ASI dikeluarkan dan

diminumkan dengan sendok.


e) Jika payudara bengkak akibat bendungan ASI, lakukan:
1. Pengompresan payudara dengan kain basah dan hangat selama 5

menit.
2. Urut payudara dari arah pangkal ke putting.
3. Keluarkan ASI sebagian sehingga puting susu lebih lunak.
4. Susukan bayi tiap 2-3 jam
5. Letakkan kain dingin pada payudara setelah menyusui. (Suherni,

Hesty W, Anita R, 2009)

Rasional : untuk mempercepat pemulihan ibu setelah persalinan

(5) Fasilitasi ibu dan bayinya untuk rooming in dan mengajarkan cara

menyusui yang benar.


Rasional : supaya bayi dapat kebutuhan nutrisi yang sesuai
(6) Jelaskan pada ibu tentang tanda bahaya masa nifas yaitu: perdarahan,

demam, odema muka, tungkai dan tangan, keluar cairan berbau busuk

dari jalan lahir, payudara bengkak, kemerahan dan sakit.


Rasional : untuk menambah pengetahuan ibu tentang masa nifas.
(7) Menganjurkan ibu untuk mengikuti senam nifas
Rasional : untuk mempercepat involusi uterus dan mengembalikan ke

keadaan sebelum hamil


(8) Jadwalkan kunjungan berikutnya, 1 minggu setelah persalinan
Rasional : untuk mengetahui kondisi ibu
2) Kunjungan II (6 hari setelah persalinan)
(1) Informasikan hasil pemeriksaan
Rasional : agar mengerti tentang kondisinya dan agar ibu kooperatif

dalam menerima asuhan.


(2) Jelaskan pada ibu tentang tanda bahaya masa nifas yaitu: perdarahan,

demam, odema muka, tungkai dan tangan, keluar cairan berbau busuk

dari jalan lahir, payudara bengkak, kemerahan dan sakit.


Rasional : untuk menambah pengetahuan ibu tentang masa nifas.
(3) Berikan penjelasan tentang kebutuhan nutrisi ibu tidak boleh tarak

makanan apapun kecuali alergi


Rasional : untuk memulihkan proses involusi uterus
(4) Pastikan ibu menyusui dengan benar dan tidak ada penyuli
Rasional : untuk memenuhi kebutuhan bayinya
73

(5) Berikan konseling pada ibu tentang perawatan tali pusat dan menjaga

bayi tetap hangat)


Rasional : untuk mencegah infeksi tali pusat
(6) Jadwalkan kunjungan berikutnya, 2 minggu setelah persalinan
Rasional : untuk mengetahui proses involusi uterus
3) Kunjungan III (2 minggu setelah persalinan)
(1) Informasikan hasil pemeriksaan
Rasional : agar mengerti tentang kondisinya dan agar ibu kooperatif

dalam menerima asuhan.


(2) Evaluasi tentang tanda bahaya masa nifas yaitu: perdarahan, demam,

odema muka, tungkai dan tangan, keluar cairan berbau busuk dari jalan

lahir, payudara bengkak, kemerahan dan sakit.


Rasional : ibu mampu mengingat tanda bahaya bahaya masa nifas
(3) Evaluasi cara menyusui dengan benar dan pastikan tidak ada penyulit
Rasional : untuk mengingat kembali teknik menyusui yang benar
(4) Evaluasi tentang perawatan tali pusat
Rasional : untuk mengingat kembali perawatan tali pusat yang benar
(5) Jadwalkan kunjungan berikutnya, 6 minggu setelah persalinan
Rasional : untuk mengetahui proses involusi.
4) Kunjungan IV (6 minggu setelah persalinan)
(1) Informasikan hasil pemeriksaan
Rasional : untuk mengetahui kondisi ibu
(2) Tanyakan pada ibu penyulit yang dialami ibu dan bayi yang dialami
Rasional : untuk mengetahui kondisi ibu
(3) Beritahu ibu tentang macam – macam kontrasepsi
Rasional : untuk menjarangkan kelahiran pada ibu\
6. Penatalaksanaan
Tahap ini dilakukan dengan melaksanakn rencana asuhan kebidanan secara

menyeluruh yang dibatasi oleh standard asuhan kebidanan pada masa

postpartum (Hidayat, 2011)


7. Evaluasi
Mengevaluasi keefektifan dari asuhan yang diberikan, ulangi kembali proses

manajemen dengan benar terhadap setiap aspek asuhan yang sudah dilaksanakan

tapi belum efektif atau merencanakan kembali yang belum terlaksana.


(Sofian, 2012)