Anda di halaman 1dari 12

SATUAN ACARA PENYULUHAN

DIABETES MELITUS

DisusunOleh:
INTAN RAHMA SALESTRI
2016-49-038

AKADEMI KEPERAWATAN DHARMA HUSADA KEDIRI


TAHUN AJARAN 2017/2016
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan : DM
Sub pokok bahasan : Pencehgahan Diabetes Melitus
Sasan : Warga Ds.Besuki Kec.Besuki Kab.Tulungagung
Hari/tanggal : 31 Oktober 2017
Waktu : 35 menit

I. ANALISIS SITUASI
a. Peserta Promkes
Sasaran promkes adalah warga Desa Besuki Kec.Besuki
Kab.Tulungagung 30 peserta
Peserta promkes telah memiliki pengetahuan :
– Membaca dan menulis
b. Ruang Pembelajaran
– Balai desa besuki
– Ruangan cukup luas
– Penerangan dan ventilasi cukup memadahi
– Prasarana yang tersedia : leaflet
c. Pemateri/Promotor
Mahasiswa Akper Dharma Husada dalam rangka Promkes

II. TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM


Setelah mengikuti proses pendidikan kesehatan diharapkan peserta warga
desa Besuki mampu memahami pencegahan Penyakit Diabetes Melitus
dengantepat.

III. TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS


Setelah mengikuti proses pendidikan kesehatan diharapkan warga desa
Besuki mampu :
1. Menjelaskan pengertian Diabetes Melitus
2. Menyebutkan gejala Diabetes Melitus
3. Menjelaskan cara pencegahan Diabetes Melitus

IV. MATERI
1. Pengertian Diabetes Melitus
2. Gejala Diabetets Melitus
3. Cara pencegahan Diabetes Melitus

V. METODE
1. Ceramah
2. Tanya jawab

VI. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR


TAHAP KEGIATAN
WAKTU Pengajar PesertaPromosike
sehatan
Persiapan Pembukaan :  Menjawab
5 menit  Menyiapkan ruangan pertanyaan
 Menanyakan kepada Peserta
promkes tentang pengertian
Diabetes Melitus
Pelaksanaan Penalaksanaan :  Mendengar-kan
15 Menit Menjelaskan : dan
 Pengertian Diabetes Melitus memperhati-
 Penyebab diabetes kan Penjelasan
 Gejala diabetes melitus
 Tipe Diabetes Melitus
 Faktor-faktor yang mempertinggi
resiko diabetes
 Cara mencegahan penularan
penyakit Diabetes Melitus
Penutup Evaluasi :
10 menit  Memberikesempatan pada Peserta  Mengajukan
pelatihan untuk bertanya pertanyaan
 Memberi jawaban atas pertanyaan  Memperhatikan
Peserta pelatihan.
 Kesimpulan  Menjawab
Terminasi : salam
 Mengucapkan terimakasih dan
mengucapkan salam penutup.

VII. MEDIA/ALAT
1. Leaflet
2. LCD proyektor

VIII. EVALUASI
1. Prosedur : evaluasi dilakukan setelah selesai penyuluhan
2. Jenis tes : tanya jawab

IX. PENUTUP
A. Kesimpulan
Diabetes adalah suatu penyaakit, dimana tubuh penderitanya tidak bisa
secara otomatis mengendalikan tingkat gula (glukosa) dalam darahnya.
Pada tubuh yang sehat, prankeas melepas hormon insulin yang
bertugas mengakut gula melalui darah ke otot-otot dan jaringan lain
untuk memasok energi
Cara pencegahannya : 1. Bila kegemukan, turunkan berat badan 2.
Lakukan latihan aerobik 3. Konsumsi gula sesedikit mungkin atau
seperlunya 4. Setelah berumur 40 periksa kadar gula urine anda setiap
tahun, terutama bila anda mempunyai riwayat keluarga penderita
diabetes

X. DATAR PUSTAKA
Sustrani,lany (2006) .Diabetes Lengkap untuk Penderita dan
Keluarga.PT Gramedia Pustaka Utama.Jakarta
MATERI DIABETES MELITUS

A. Pengertian Diabetes Melitus


Diabetes adalah suatu penyaakit, dimana tubuh penderitanya tidak
bisa secara otomatis mengendalikan tingkat gula (glukosa) dalam
darahnya. Pada tubuh yang sehat, prankeas melepas hormon insulin yang
bertugas mengakut gula melalui darah ke otot-otot dan jaringan lain untuk
memasok energi.
Diabetes merupakan ganguan metabolisme (metabolic syndrome)
dari distribusi gula oleh tubuh. Penderita diabetes tidak bisa memproduksi
insulin dalam jumlah yang cukup, atau tubuh tak mampu menggunakan
insulin secara efektif, sehingga terjadilah kelebihan gula didalam darah.
Kelebihan gula yang kronis di dalam darah (hiperglikemia) ini menjadi
racun bagi tubuh. Sebagian glukosa yang tertahan di dalam darah itu
melimpah ke sistem urine untuk dibuang melalui urine. Air kencing
penderita diabetes yang mengandung gula dalam darah kadar tinggi
tersebut menarik bagi semut, karena itulah gejala ini disebut jua gejala
kencing manis.
Ganguan tersebut terjadi sekali lagi bila insulin tidak diproduksi
lagi oleh tubuh, atau jumlahnya tidak cukup, atau sel-sel tubuh tak bisa
meresponsnya secara normal (insulin resistance). Dalam kasus normal,
setiap orang membutuhakan glukosa atau zat gula untuk keselamatannya,
karena organ vital kita membutuhkannya sebagai sumber energi, yang
nantinya dibakar oleh oksigen. Terutama otak, sepenuhnya tergantung
pada pasukan gula dan oksigen untuk bisa bekerja dengan baik.
Banyak proses enzimatik yang megatur metabolisme tubuh
membutuhkan gula sebagai bahan dasarnya. Jadi, manusia tidak bisa
hidup tanpa gula. Masing-masing sel tubuh kita membutuhkan glukosa,
gula sederhana yang diserap dari tubuh kita membutuhkan glukosa, gula
sederhana yang diserap tubuh dari karbohidrat, sayur-sayuran, buah-
buahan, dan bahan makanan lainnya sebagai bahan bakar, sebagaiman
fungsi bensin bagi mobil. Sel-sel darah misalnya, menghabiskan 30 gram
glukosa setiap hari. Sistem saraf pusat membutuhkan lebih dari 150 gram,
belum lagi kebutuhan dari organ-organ lainnya dan untuk keperluan
sistem metabolisme.
Glukosa yang diserap tubuh dari makanan itu digunakan sesuai
dengan keperluan. Bila pasokan glukosa tersebut berlebih, sissanya
disimpan pada jaringan otot sebagai senyawa lemak yang disebut
glikogen, yang pada waktunya akan digunakan pada saat tubuh
mengalami kekurangan pasokan gula dari luar.
Tugas pengaturan pengiriman glukosa ke jaringan yang
membutuhkan tersebut dibebankan pada hoormon insulin yang
diproduksikan oleh kelenjaar pankreas.
Disaat jaringan tubuh kekurangan pasukan glukosa karena
terhambat di pembuluh darah itu, munculah gejala kelelahan, lapar dan
perasaan mudah tersinggung. Sedangkan gula yang menumpuk banyak di
dalam pembuluh darah akan membuat darah menjadi kental dan alirannya
melambat, sehingga mengakibatkan gangguan pada pasokan oksigen yang
dibawa oleh darah. Padahal untuk bisa bekerja dengan optimal, tubuh
membutuhkan oksigen yang cukup untuk membakar gula menjadi energi.
Akibat kekurangan oksigen tersebut, tubuh kehilangan tenaga dengan
munculnya gejala kelelahan, perubahan suasana hati, sakit kapala, dan
jantung bekerja lebih keras (berdebar-debar)
Gangguan insulin tersebut juga berakibat berlebihannya kadar
lemak di pembuluh darah dengan resiko terjadinya pengerasan pembuluh
darah arteri, sehingga koplikasi diabetes tercacat sebagai penyakit jantung
koroner, stroke dan gagal ginjal.
B. Penyebab diabetes
Penyebab utama diabetes adalah perubahan gaya hidup. Wajah Asia
secara harfiah telah berubah, dan salah satu aspek yang paling menonjol
adalah tingginya konsumsi makanan barat. Makanan gaya barat ini bisa
dipersonifikasikan dengan jaringan restoran cepat saji (fast food) Mc
Donald`s, KFC, Pizza Hut dan sebangsanya. Tentu saja, makanan tersebut
paling cocok dan paling nikmat bila diiringi dengan minuman ringan (soft
drink) yang tinggi gula.
Unsur kedua dari perubahan gaya hidup ini adalah kebiasaan
nimim gerak karena tinggal dalam ruangan (indoor). Zimmet
menggunakan istialah “Nintendoisme seluruh Asia” untuk
mengungkapkan banyakya anak-anak lebih suk duduk di depan televisi
dan komputer, dari pada menghabiskan waktu di luar rumah dibandingkan
generasi sebelumnya.
Keturunan, Orang yang bertalian darah dengan orang yang
mengidap diabetes melitus lebih cenderung mengidap penyakit tersebut
ketimbang dengan mereka yang tidak memilikinya di dalam keluarga.
Resikonya tergantung pada jumlah anggota keluarga yang memiliki
diabetes. Semakin banyak jumlah sanak saudara yang mengidap diabetes,
semakin tinggi resikonya. Ada resiko 5% bagi Anda untuk mengidap
diabates jika orang tua atau sodara kandung Anda mengidap diabetes.
Resikonya bisa meningkat menjadi 50% jika Anda kelebihan berat badan.
Pola makan tidak sehat, yang disebut pola makan yang tidak sehat
banyak sekali macamnya. Dan berkenaan dengan diabetes melitus hal ini
sangat menjadi penyebab dari diabetes. Makan-makanan yang terlalu
banyak mengandung gula dan juga makanan dengan indeks glikemik
tinggi dapat memicu Anda terkena diabetes nantinya. Makan-makanan
mengandung lemak tinggi dan kolesterol tinggi juga memicu diabetes.
Karena makanan jenis ini dapat memicu kegemukan atau obesitas terjadi
pada diri Anda
Faktor berikutnya yang harus diwaspadai adalah stres. Tingkat gula
darah tergantung pada kegiatan hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar
adrenal, yaitu adrenalin dan kortikosteroid. Kedua hormon tersebut
mengatur kebutuhan ekstra energi tubuh dalam menghadapi keadaan
darurat (fight or flight). Adrenalin akan memacu kenaikkan kebutuhan
gula darah, dan kortokosteroid akan menurunkan kembali. Adrenalin yang
dipacu terus-menerus akan mengakibatkan insulin kewelahan mengatur
kadar gula darah yang ideal, dan kadar gula darah jadinya naik secara
drastis.
C. Gejala diabetes melitus
Gejala diabetes tipe l muncul secara tiba-tiba pada saat usia anak-anak
sebagai akibat dari kelainan genetika, sehingga tubuh tidak memproduksi
insulin dengan baik. Gejala-gejalanya antara lain :
 Sering buang air kecil
 Terus-menerus lapar dan haus
 Berat badan turun
 Kelelahan
 Pengihatan kabur
 Infeksi pada kulit yang berulang
 Meningkatkan kadar gula dalam darah dan air seni
 Cenderung terjadi pada mereka yang berusia di bawah 20 tahun
Sedangkan gejala diabetes tipe II muncul secara perlahan-lahan menjadi
gangguan yang jelas, dan pada tahap permulaannya seperti gejala diabetes
tipe I yaitu :
 Cepat lelah, kehilangan tenaga dan merasa tidak fit
 Sering buang air kecil
 Terus-menerus lapar dan haus
 Kelelahan yang berkepanjangan dan tidak ada penyebabnya
 Mmudah sakit yang berkepanjangan
 Biasanya terjadi pada mereka yang berusia si atas 40 tahun, tetapi
prevaliensinya kini semakin tinggi pada golongan anak-anak dan
remaja.
D. Tipe Diabetes Melitus
Ada berbagai jenis gangguan pada sistem metabolisme, yang
terjadi pada pankreas yang memproduksi insulin, tetapi pada dasarnya
dikenal dua jenis diabetes yang berbeda secara mencolok, yakni diabetes
tipe 1 yang tergantung sepenuhnya pada insulin, dan diabetes tipe ll yang
masih bisa dibantu dengan obat-obatan lain. Keduanya memiliki
kesamaan karakteristik dalam hal mengakibatkan gangguan pada
metabolisme atau pada cara tubuh memanfaatkan makanan yang telah
dicerna untuk diubah menjadi energi dan promotor pertumbuhan.
 Diabetes Tipe l, tergantung pada insulin
Diabetes tipe l adalah bila tubuh perlu pasokan insulin dari luar,
karena sel-sel beta dari pulau-pulau Langerhans telah mengalami
kerusakan, sehingga pankreas berhenti memproduksi innsulin.
Kerusakan sel beta tersebut dapat terjadi sejak kecil ataupun
setelah dewasa.
Diabetes tipe l ini biasanya ditemukan pada penderita yang
mulai mengalami diabetes sejak anak-anak atau remaja, sehingga
pada zaman dulu para dokter menyebutkan sebagai diabetes anak
muda. Kemudian diketahui, bahwa siapa pun dari segala usia dapat
menderita diabetes tipe l ini meskipun mayoritas kasus yang yang
ada adalah pada usia 30 tahun ke bawah.
 Diabetes Tipe ll, tidak tergantung pada insulin
Diabetes tipe ll tejadi jika insulin hasil produksi pankreas tidak
cukup atau sel lemak dan otot tubuh menjadi kebal terhadap
insulin, sehingga terjadilah gangguan pengiriman gula ke sel tubuh.
Diabetes tipe ll ini merupakan tipe diabetes yang paling umum
dijumpai,, juga sering disebut biabetes yang dimulai pada masa
dewasa, dikenal sebagai NIDDM (Non-Insulin-dependent diabetes
melitus). Jenis diabetes ini mewakili sekitar 90 persen dari seluruh
kasus diabetes.
Karena umumnya 4 dari 5 orang penderita diabetes tipe ll
ini memiliki kelebihan berat badan, maka obesitas sering dijadikan
sebagai indikator bagi penderita diabetes.
E. Faktor-faktor yang mempertinggi resiko diabetes
Secara singkat, faktor-faktor yang mempertinggi risiko diabetes adalah :
a. Kelainan genetika
Diabetes dapat menurun menurut silsilah keluarga yang
mengidap diabetes, karena kelainan gen yang mengakibatkan
tubuhnya tak dapat menghasilkan insulin dengan baik. Tetapi
resikonya terkena diabetes juga tergantung pada faktor
kelebihan berat badan, sress dan kurang bergerak.
b. Usia
Umumnya manusia mengalamiperubahan fisiologis yang
secara drastis menurun dengan cepat setelah usia 40 tahun.
Diabetes sering muncul setelah seseorang memasuki usia
rawan tersebut, terutama setelah usia 45 tahun pada meraka
yang berat badannya berlebih, sehingga tubuhnya tidak peka
lagi terhadap insulin.
c. Gaya hidup stress
Sress kronis cenderung membuat seseorang mencari makanan
yang manis-manis dan berlemak tinggi untuk meningkatkan
kadar seretonin otak. Seretonin ini memiliki efek penenang
sementara untuk meredakan stressnya. Tetapi gula dan lemak
itulah yang brbahaya bagi mereka yang beresiko kena diabetes.
d. Pola makan yang salah
Kurang gizi atau kelebihan berat badan sama-sama
meningkatkan resiko kena diabetes. Kurang gizi (malnutrisi)
dapat merusak pankreas, sedangkan obesitas (gemuk
berlebihan) mengakibatkan gangguan kerja insulin (retensi
insulin)
Kuarng gizi dapat terjadi selama kehamilan, masa anak-
anak dan pada usia dewasa akibat diet ketat berlebihan.
Sedangkan kurang gizi pada janin mungkin terjadi karena
ibunya merokok atau mengonsumsi alkohol semasa hamilnya.
Sebaliknya, obesitas bukan karena makanan yang manis
atau kaya lemak, tetapi lebih disebabkan jumlah kosumsi yang
terlalu banyak, sehingga cadangan gula darah yang disimpan di
dalam tubuh sangat berlebihan. Sekitar 80 persen penderita
diabetes tipe ll adalah mereka yang tergolong gemuk.
F. Cara mencegahan penularan penyakit Diabetes Melitus
Melihat bahwa gangguan keseimbangan kadar gula darah dapat
dipengaruhi oleh konsumsi makanan yang berlebihan (pola makan yang
salah) dan kegiaatan yang penuh tekanan (gaya hidup stress), maka
diabetes sebenarnya dapat dicegah dengan cara-cara berikut :
1. Bila kegemukan, turunkan berat badan
2. Lakukan latihan aerobik (berenang, bersepeda, joging, jalan cepat)
paling tidak tiga kali seminggu, setiap kali 15-60 menit sampai
berkeringat dan terengah-engah
3. Konsumsi gula sesedikit mungkin atau seperlunya, karena bukan
merupakan bagian penting dari menu yang sehat. Kebutuhan zat gula
darah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dapat dipenuhi dari
karbohidrat yang berasal dari beras, sereal, roti, kentang atau baakmi
dalam menu sehari-hari.
4. Setelah berumur 40, periksa kadar gula urine anda setiap tahun,
terutama bila anda mempunyai riwayat keluarga penderita diabetes.

Tabel Kontrol Gula Darah


Pemeriksaan Kadar gula darah Kadar gula darah
penderita diabetes normal
Sebelum makan (puasa) 90-130 Di bawah 110
Setelah makan 90-130 Di bawah 110
Dua jam setelah makan 120-160 Di bawah 140
Sebelum tidur 110-150 Dibawah 120