Anda di halaman 1dari 3

Membangun Generasi Sehat

Tanpa Narkoba
Generasi adalah tumpuan harapan bangsa. Apabila generasi muda telah rusak maka
akan rusaklah bangsa ini. sekarang banyak masalah yang dihadapi yang berkaitan dengan
merosotnya nilai generasi muda apalagi di golongan pelajar yaitu meningkatnya pecandu
narkoba, perzinahan sehingga penderita AIDS bertambah, tawuran antar anak sekolah dan
meningkatnya jumlah anak yang putus sekolah.

Di Indonesia terdapat sekitar 6,5 juta orang pengguna narkoba, 85% adalah generasi
muda termasuk anak sekolah. Oleh karena itu pelajar harus dibekali dengan meningkatkan
pengetahuan dan mengamalkan nilai-nilai agama.

Narkoba adalah semua zat padat, cair dan gas yang dimasukkan kedalam tubuh
yang dapat merubah fungsi struktur tubuh secara fisik maupun psikis.
Jenis Narkoba :
- Stimulan
- Depresan
- Halusinogen
- Tembakau
- Alkohol
- Ganja
- Heroin (Putau)
- Amphetamin (sabu-sabu)
- Kokain
- Inhalan / solven
Bahaya Narkoba terhadap diri sendiri :
- Mengubah kepribadian secara drastis
- Tidak peduli dengan diri sendiri
- Semangat bekerja dan belajar menurun
- Tidak segan-segan menyakiti dirinya sendiri
Bahaya Narkoba terhadap keluarga :
- Tidak ada sopan santun dalam keluarga
- Mencemarkan nama baik keluarga
- Menghabiskan biaya besar untuk penggunaan narkoba dan perawatan diri akibat narkoba
Bahaya Narkoba terhadap masyarakat :
- Menimbulkan tindak kriminal pada masyarakat.
- Merusak generasi muda yang belum terjerat narkoba.

Jalan Pemberantasan Narkoba

Beragam upaya dan langkah antisipasi telah ditempuh oleh berbagai pihak, baik
pemerintah, lembaga swadaya masyarakat maupun secara individual untuk mencegah dan
mengatasi problematika penyalahgunaan narkoba. Bahkan, Ibu Negara, Ani Susilo
Bambang Yudhoyono juga turut mencanangkan program Family Watch atau Waskat
(pengawasan melekat) untuk mengawasi gerak-gerik para generasi muda agar tak
terjerumus ke jebakan maut bernama narkoba.

Di sisi lain, banyak pihak yang mengusulkan agar hukuman bagi pelaku penyebaran
narkoba ini diberikan dengan hukuman mati. Upaya ini ditempuh agar dapat memberikan
efek jera bagi pelaku dan dapat mengurungkan niat bagi para pelaku krminal yang lainnya.
Sayangnya, upaya dan langkah dari berbagai pihak tersebut belum dapat menghentikan
penyebaran barang haram ini. Karena itu, Islam sebagai agama paripurna yang
bersumberkan dari wahyu Ilahi telah memberikan jalan yang terbaik untuk menyelesaikan
setiap problematika termasuk pemberantasan narkoba.

Salah satu upaya atau jalan pencegahan yang diajarkan oleh Islam adalah dengan
menempa ketakwaan individual. Penempaan atau peningkatan ketakwaan ini merupakan
benteng keluarga yang kokoh untuk menangkal budaya yang buruk atau tradisi amoral.
Ketakwaan individu juga merupakan tanggung jawab bersama baik keluarga, organisasi
dakwah dan masyarakat.

Pembentukan ketakwaan individu khususnya bagi kalangan generasi muda muslim


dapat diawali dengan pembentukan kepribadian Islam yang khas. Kepribadian Islam yang
khas merupakan sinergi antara pola pikir dan pola sikap seorang muslim yang dilandasi oleh
akidah dan nilai-nilai Islam. Pola pikir Islam adalah seperangkat pemikiran Islam yang
berfungsi untuk menyelesaikan seluruh problematika kehidupan manusia.

Pola pikir Islam dapat ditingkatkan dengan menggiatkan edukasi syariah atau
peningkatan wawasan keislaman yang utuh dan menyeluruh. Sedangkan pola sikap adalah
menyesuaikan segala tingkah laku sebagai jawaban terhadap kebutuhan jasmani dan naluri
yang merupakan bagian dari potensi kehidupan insaniah dengan norma Islam. Pola sikap
yang islami ini dapat dibentuk dengan peningkatan ibadah dan menciptakan lingkungan
yang kondusif untuk penerapan nilai-nilai Islam. Namun, ketakwaan indvidu yang melahirkan
kepribadian Islam yang khas tersebut juga sebaiknya ditopang oleh pengawasan
masyarakat yang kontinu. Pengawasan dan partisipasi dari masyarakat ini merupakan
bagian dari aktivitas amar ma'ruf nahyi mungkar yang diwajibkan oleh konsepsi syariah.

Aktivitas ini akan dapat memperkecil atau mempersempit ruang gerak para oknum
penyakit sosial untuk mengedarkan barang haram tersebut. Jika hampir seluruh masyarakat
memiliki perasaan, pemikiran dan peraturan yang sama yakni bahwasanya penyalahgunaan
narkoba adalah bentuk kemaksiatan yang akan berbuah kerusakan (fasad) secara komunal
hingga harus dihilangkan dari benak individu masyarakat. Maka, insya Allah
penyalahgunaan narkoba akan dianggap suatu perbuatan yang menjijikkan dan
menyimpang yang harus dihindari dan dieliminasi dari lingkungan masyarakat. Karena itu,
pengawasan masyarakat ini sewajarnya untuk dioptimalkan dengan membangun kebiasaan-
kebiasaan yang bersumberkan dari ideologi (mabda) Islam. Sedangkan kebiasaan-
kebiasaan yang berasaskan sekulerisme, pluralisme dan liberalisme tak sepantasnya lagi
dilirik jika membawa mudarat, sebaiknya untuk dilenyapkan dari bumi Allah SWT. Tentu saja
dituntut keberanian dan keseriusan dari segenap pihak untuk mewujudkan kebiasaan-
kebiasaan yang berlandaskan akidah Islam ini.

Upaya atau jalan pemberantasan narkoba lainnya yang tak kalah pentingnya adalah
dengan penegakan atau supremasi hukum dari penguasa yang tegas dan adil. Di dalam
kitab Nizhomul Uqubat Sistem Sanksi dalam Islam), Syaikh Abdurahman al Maliki
menjelaskan hukuman bagi pengedar narkoba adalah dengan ta'zir berupa tahanan selama
15 tahun hingga hukuman mati. Penerapan sanksi tersebut selain sebagai penebus dosa
bagi sang pelaku juga bertujuan untuk mencegah atau memberikan efek jera bagi anggota
masyarakat lainnya. Singkatnya, penyalahgunaan narkoba adalah problematika sosial yang
sewajarnya untuk diantisipasi secara kolektif berlandaskan konsepsi syariah. Karena hanya
dengan panduan syariah kehidupan insan dapat menjadi lebih baik