Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN KIMIA

OLEH :

Nama : Ni Wayan Sri Astuti


No Absen : 20 ( Dua Puluh )
No Ujian : 03-001-085-4
Kelas : XII MIA 1

SMA NEGERI 1 BANGLI

Tahun Ajaran 2016/2017


I. JUDUL :
TITRASI ASAM BASA

II. TUJUAN :
1. Untuk menentukan kadar zat dari data hasil titrasi

III. LANDASAN TEORI


Titrasi asam basa melibatkan
IV. ALAT DAN BAHAN
1. Alat
 Lampu senter
 Gelas plastik
 Sendok
2. Bahan
 Larutan gula
 Larutan garam
 Larutan santan
 Alkohol
 Larutan susu
V. CARA KERJA
No Nama kegiatan Gambar Keterangan
1. Menyiapkan  Tepung
semua alat dan  Santan
bahan yang  Gula
digunakan.  Garam
 Alkohol
2. Menyiapkan  Gelas plastik
alat- alat yang
digunakan.

 Senter

 Sendok

3 Tuangkan Larutan alkohol


larutan ke gelas
plastik
4 Aduk rata bahan larutan gula
yang dituangkan
dalam gelas

5 Sorotkan cahaya Percobaan efek


senter ke arah tyndall pada larutan
larutan susu. susu

6 Sorotkan cahaya Percobaan efek


senter ke arah tyndall pada larutan
larutan gula. gula

VI. HASIL PENGAMATAN


1. Larutan Gula
Pada larutan gula larutan berwarna bening, dan saat disorotkan
cahaya maka cahaya senter akan diteruskan.
2. Larutan Susu
Pada larutan susu larutan keruh , dan pada saat disorotkan cahaya
senter maka cahaya akan dihamburkan.

VII. KESIMPULAN
Dari hasil percobaan di atas dapat disimpulkan bahwa:
1. Larutan gula yang dalam keadaan awal bening, saat dikenai seberkas
cahaya dengan lampu senter, larutan gula akan meneruskan cahaya.
Berdasarkan pengamatan tersebut dapat disimpulkan bahwa larutan
gula termasuk larutan sejati.
2. Larutan susu yang dalam keadaan awal keruh, saat dikenai seberkas
cahaya dengan lampu senter, larutan susu akan menghamburkan
cahaya. Berdasarkan pengamatan tersebut dapat disimpulkan bahwa
larutan susu termasuk sistem koloid.

PERMASALAHAN :

1. Tuliskan reaksi yang terjadi jika larutan asam klorida dititrasi


dengan larutan natrium, hidroksida!
Jawab :
HCl(aq) + NaOH(aq) NaCl(aq) + H2O(aq)

2. Bagaimanakah cara membuat larutan 100 ml HCl 0,1 M dari larutan


HCl 12 M?
Jawab:
 Menentukan volume HCl 12 M yang harus diambil :
M2 x V2 = M1 x V1
0,1 M x 100 ml = 12M x V1
10 = V1
12
0,83 ml = V1

Untuk membuat 100 ml HCl 0,1 M, ambil / pipet 0,83 ml HCl


12 M. Kemudian masukkan ke dalam labu ukur 100 ml.
Tambahkan air hingga volume mencapai 100 ml (mencapai
garis batas)

3. Bagaimanakah cara melakukan percobaan membedakan sifat efek


tyndall koloid dengan larutan? (Larutan yang digunakan larutan
gula, susu,)
Jawab:
 Ambil 2 buah gelas A, dan gelas B.
 Gelas A dituang dengan larutan gula sedangkan gelas B
dituang larutan susu.
 kemudian sorotkan nyala senter pada kedua larutan.
 Catat pengamatan yang dapat dilihat!
 Hasil pengamatan :

a. Larutan Gula
Pada larutan gula larutan berwarna bening, dan saat disorotkan
cahaya senter akan diteruskan.
b. Larutan Susu
Pada larutan susu larutan keruh , dan saat disorotkan cahaya senter
maka cahaya akan dihamburkan.

4. Hitunglah massa NaOH yang harus ditimbang untuk membuat


larutan 250 ml NaOH 0,2 M? (Ar.Na = 23, O = 16, H = 1)
Jawab:
Massa yang ditimbang untuk membuat larutan 250 ml NaOH 0,2 M
adalah sebagai berikut:
Mol NaOH =MxL
= 0,2 x 0,25
= 0,05 mol

Massa NaOH = mol NaOH x Mr NaOH


= 0,05 x 40
= 2 gram

5. Larutan A dan larutan B di uji dengan menggunakan indikator


fenolftalein, larutan A tetap tidak berwarna sedangkan larutan B
berubah menjadi merah larutan manakah yang memiliki pH lebih
besar 7?
Jawab:
Larutan A + PP Tidak berwarna (asam) (8,3)
Larutan B + PP Merah (basa) (10,00)
Jadi larutan B memiliki pH lebih besar 7.
VIII. JUDUL :
TITRASI ASAM BASA
IX. TUJUAN :
2. Untuk menentukan kadar zat dari data hasil titrasi
3. Siswa mampu menerapkan teknik titrasi untuk menganalisis contoh
yang mengandung asam.
X. LANDASAN TEORI
Titrasi asam basa sering juga disebut dengan titrasi netralisasi.
Titrasi merupakan suatu metode untuk menentukan kadar suatu zat
dengan menggunakan zat lain yang sudah diketahui konsentrasinya.
Titrasi biasanya dibedakan berdasarkan jenis reaksi yang terlibat di
dalam proses titrasi, sebagai contoh bila melibatkan reaksi asam basa
maka disebut sebagai titrasi asam basa, titrasi redoks untuk titrasi yang
melibatkan reaksi reduksi oksidasi, titrasi kompleksomeri untuk titrasi
yang melibatkan pembentukan reaksi kompleks dan lain sebagainya.
Secara teknis, titrasi dilakukan dengan cara merealisasikan sedikit
demi sedikit larutan penitrasi melalui buret ke dalam larutan yang akan
dititrasi dalam labuerlenmayer. Penambahan dilakukan terus- menerus
sampai kedua larutan tepat habis direaksi yang ditandai dengan
berubahnya warna indicator. Kombinasi pada saat perubahan warna
indicator disebut titik akhir titrasi.
Rumus Umum Titrasi :
N asam x V asam = N asam x V basa

Normalitas diperoleh dari hasil perkalian antara molaritas ( M )


dengan jumlah ion H+ pada asam atau jumlah OH- pada basa, sehingga
rumus diatas menjadi :
(n x M asam ) x V asam = ( n x M basa ) x V
basa :
Keterangan
 N = Normalitas
 V = Volume
 M = Molaritas
 N = Jumlah ion H+( pada asam) atau OH- ( pada basa )
XI. CARA MENGETAHUI TITIK EKUIVALEN

Ada dua cara umtuk menetukan titik ekuivalen pada titrasi asam
basa, antara lain :

1. Menggunakan pH meter untuk memonitor perubahan pH selama


titrasi dilakukan, kemudian membuat plot antara pH dengan volume
titran untuk memperoleh kurva titrasi. Titik tengah dari kurva titrasi
tersebut disebut “titik ekuivalen”.
2. Menggunakan indicator asam basa. Indikator ditambahkan dua
sampai tiga tetes ( sedikit mungkin ) pada titran sebelum proses
titrasi dilakukan. Indikator ini akan berubah warna ketika titik
ekuivalen terjadi, pada saat inilah titrasi dihentikan. Indikator yang
digunakan dalam titrasi asam basa adalah indicator yang perubahan
warnanya dipengaruhi oleh pH.

Pada umumnya cara kedua lebih dipilih karena kemudahan dalam


pengamatan, tidak diperlukan alat tambahan, dan sangat praktis,
walaupun tidak seakurat dengan pH mter.

XII. ALAT DAN BAHAN


3. Alat
 Gelas ukur 500 mL
 Pipet tetes
 Tabung reaksi
 Timbangan
 Spatula
4. Bahan
 HCL 12 M dan NaOH
 Labu Erlenmayer