Anda di halaman 1dari 4

Tugas Rangkuman Materi

MANAJEMEN PENGGEMUKAN

“Implementasi Teori Pertumbuhan Dalam Penggemukan”

Oleh

NAMA : SITI FADILA GALANI

NIM : L1A1 16 102

KELAS :B

JURUSAN PETERNAKAN
FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2019
A. TEORI PERTUMBUHAN

Defenisi dari pertumbuhan adalah perubahan ukuran tubuh yang dapat di


ukur, yaitu dalam panjang, volume,atau massa. Perubahan ukuran meliputi perubahan
berat hidup, bentuk, dimensi linear dan komposisi tubuh, termasuk perubahan pada
komponen tubuh seperti tulang, otot, lemak, organ dan komponen kimia. Terjadi dua
hal dasar pada pertumbuhan ternak yaitu pertambahan berat badan yang disebut
pertumbuhan dan perubahan bentuk yang disebut perkembangan.
Dalam penggemukan sapi yang dikehendaki peternak adalah laju
pertumbuhan yang cepat dengan pertambahan berat yang tinggi, sehingga waktu yang
diperlukan untuk mencapai berat pemotongan tertentu menjadi lebih singkat.
Disamping itu, dalam penggemukan perlu memperhitungkan nilai konversi pakan
yang efesien dan feed cost gain yang ekonomis dalam pembentukan jaringan tubuh,
serta menghasilkan produksi karkas dan daging yang berkualitas tinggi.

B. PENERAPAN PERTUMBUHAN KOMPENSASI

Pertumbuhan kompensasi adalah pertumbuhan yang lebih cepat dari laju


pertumbuhan normal yang disebabkan karena sebelumnya ternak kekurangan pakan
atau gizi sehingga pertumbuhan terhambat, berhenti dan kehilangan berat badan,
tetapi setelah mendapat pakan yang cukup ternak mengalami pertumbuhan yang
tinggi atau melebihi normal.
Dalam program penggemukan sapi sistem feedlot, kasus pertumbuhan
kompensasi dapat diterapkan, terutama untuk mendapatkan pertambahan berat badan
yang tinggi dan akhirnya diperoleh pendapatan/ keuntungan yang lebih baik. Pada
pertumbuhan kompensasi rata-rata pertambahan berat badan harian sapi dapat
mencapai 1-1,5 kg/hari yang lebih besar dari ADG normal sekitar 0,8 kg/hari pada
sapi Brahman cross yang dipelihara secara intensif.Dalam penggemukan sapi yang
dikehendaki peternak adalah laju pertumbuhan berat badan yang tinggi, sehingga
waktu yang diperlukan untuk mencapai berat potong tertentu menjadi lebih singkat.
Disamping itu, dalam penggemukan perlu memperhitungkan nilai konversi pakan
yang efesien dan feed cost gain yang ekonomis dalam pembentukan jaringan tubuh,
serta menghasilkan produksi karkas dan daging yang berkualitas tinggi.

C. PENGGUNAAN SAPI KASTRASI

1. Sapi menjadi jinak


2. Tidak bereproduksi lagi
3. Efesiensi pakan tinggi
4. PBBH tinggi
5. Sapi cepat gemuk
D. STRATEGI PEMELIHARAAN YANG PERLU DILAKUKAN

1. Pemilihan/seleksi sapi bakalan yang mampu beradaptasi dengan


lingkungannya
2. Pengelompokkan sapi berdasarkan berat badan yang tidak jauh beda
3. Pemberian pakan yang mudah di peroleh dan minum 2-3 kali sehari
4. Kebersihan kandang dan lingkungan
5. Pemeliharaan kesehatan seperti pemberian obat cacing
6. Penimbangan ternak dilakukan sebulan sekali

E. TEKNIK PEMBERIAN PAKAN YANG EFISIEN

1. Pakan diusahakan tersedia secara kontinue


2. Bahan pakan mudah diperoleh, tidak beracun dan harganya murah.
3. Ransum secara kuantitas dan kualitas sesuai dengan kebutuhan ternak
4. Teknik pemberian pakan efisien perlu disediakan tempat pakan khusus dan
air minum harus selalu tersedia.
F. EVALUASI PROGRAM PENGGEMUKAN

Evaluasi program penggemukan perlu dilakukan secara periodik. Evaluasi


dilakukan baik pada aspek teknik maupun ekonomis, sehingga akhirnya dapat
digunakan untuk perbaikan manajemen. Dari segi aspek teknik, produksi sapi potong
dari usaha penggemukan diharapkan dapat menghasilkan laju pertumbuhan atau
pertambahan berat badan yang tinggi, konversi pakan yang efisien, feed cost/goin
yang ekonomis, dry matter/carcass ratio yang efisien, berat yang efisien, berat
potong yang tinggi, persentase dan berat karkas yang tinggi dan produksi daging yang
berkualitas. Dari aspek non-teksnis (ekonomis), usaha penggemukan sapi potong
perlu dinilai feasible (layak) atau tidak.