Anda di halaman 1dari 7

FUNGSI KEPEMIMPINAN

Pada umunya Fungsi Kepemimpinan adalah mengusahakan agar kelompok


yang dipimpinnya dapat mewujudkan tujuan dengan baik melalui kerjasama yang
produktif dalam segala situasi.

Fungsi Kepemimpinan Dalam Organisasi

Tugas yang paling penting dan paling pokok dari seorang pemimpin adalah
mampu melakukan koordinasi secara keseluruhan. Artinya, pemimpin tersebut harus
mampu mengendalikan segala situasi yang terjadi. Pemimpin harus mampu
mengelompokkan, mengantarkan, memberikan informasi, memberikan masukan,
memberikan petunjuk dan bisa mendidik bawahan yang dinaungi.
Selain itu, pencapaian sebuah tujuan juga ditentukan oleh seorang pemimpin. Maka
tidak heran jika dalam sebuah organisasi, keahlian dan kecakapan seorang pemimpin
sangat mempengaruhi. Semakin dihormati seorang pemimpin biasanya akan semakin
segan rasa membantah tumbuh dalam diri bawahan. Hal ini menyebabkan pencapaian
tujuan organisasi akan lebih mudah untuk dicapai.

Fungsi Kepemimpinan Dalam Manajemen

Manajemen menjadi bidang penting seorang pemimpin. Ada banyak sekali


fungsi seorang pemimpin khususnya dalam manajemen meliputi fungsi perencanaan.
Fungsi perencanaan yaitu fungsi yang membuat pemimpin berperan penting dari
adanya perencanaan. Perencanaan yang diselenggarakan adalah sebuah pemikiran dan
identifikasi dari situasi yang sudah ada sehingga apa yang harus dilakukan sudah
disesuaikan dengan kondisi yang ada. Semakin ahli seorang pemimpin dalam
membaca situasi maka akan semakin lancar juga fungsi perencanaan tersebut
dijalankan. Melalui perencanaan tersebut, segala sesuatu yang akan dilaksanakan di
masa mendatang juga bisa direncanakan dan dipetakan dengan baik sehingga
beberapa kendala dan hambatan bisa diidentifikasi lebih cepat dibandingkan dengan
yang lain.
Perencanaan Pada Fungsi Kepemimpinan

 Fungsi Fungsi Kepemimpinan perencanaan yang lainnya yaitu dalam hal


membuat perencanaan tertulis dan perencanaan tidak tertulis. Sesuai dengan
namanya, perencanaan tertulis ini adalah rencana yang sudah didiskusikan dalam
sebuah organisasi yang kemudian dituangkan ke dalam notulensi atau proposal
yang mana nanti dijadikan sebagai pedoman dalam melaksanakan suatu kegiatan.

Sedangkan perencanaan yang tidak tertulis adalah rencana-rencana yang berisi


rencana teknis jika rencana awal tidak bisa terlaksana. Tentu keahlian untuk
mempersiapkan rencana lain atau plan B ini wajib dimiliki oleh seorang
pemimpin sehingga kegagalan dalam menjalankan sebuah kegiatan tidak akan
pernah terjadi.

Fungsi kepemimpinan menurut para ahli terfokus kepada fungsi lebih


visioner. Artinya, seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk
memandang sesuatu yang ada di depan sehingga rasa terdorong untuk mencapai
sesuatu dan rasa waspada untuk menghindari sesuatu bisa ditransformasikan
secara utuh dan sempurna langsung kepada bawahan. Segala kemungkinan bisa
saja terjadi diluar perencanaan sehingga rasa tanggap harus dimiliki oleh semua
elemen organisasi.

Fungsi Kepemimpinan Pendidikan

Pada fungsi kepemimpinan pendidikan yaitu seorang pemimpin memiliki


kewajiban dan tugas untuk memberikan pendidikan kepada bawahannya. Artinya,
seorang pemimpin harus mampu mengarahkan bawahannya untuk menuju ke tujuan
organisasi. Misalkan saja ketika ada anggota baru dalam sebuah organisasi maka
penting bagi seorang pemimpin untuk menyelenggarakan pendidikan bagi anggota
baru tersebut. Dengan cara ini maka anggota baru akan semakin memperkuat
organisasi yang dijalankan dan juga ikut memberikan sumbangsih dalam mencapai
tujuan. Pendidikan tersebut juga bisa dituangkan dalam perencanaan dan penjelasan
deskripsi kerja, apa saja yang harus dilakukan, tujuan organisasi dan juga
memberikan pendampingan selama anggota baru tersebut beradaptasi dengan
lingkungan yang baru. Ketika kendala dan hambatan ditemui oleh anggota baru
tersebut, maka seorang pemimpin memiliki kewajiban untuk membantu anggota
tersebut.

Tugas Dan Fungsi Kepemimpinan

Beberapa diantaranya yaitu fungsi perencanaan, fungsi mengidentifikasi yang


ada di masa depan, fungsi dalam mengambil keputusan, fungsi dalam memberikan
pengawasan kepada bawahan, fungsi mengembangkan diri khususnya menuju ke arah
loyalitas, fungsi untuk memberikan motivasi kepada bawahan, fungsi mengantisipasi
hal-hal yang tidak diinginkan, dan juga fungsi menjalankan tugas. Fungsi-fungsi
tersebut tentu saja harus dijalani dengan seimbang dan sesuai dengan porsi masing-
masing sehingga sifat kepemimpinan tersebut tidak akan otoriter dan sesuai dengan
kemampuan pribadi.

Tujuan dan fungsi kepemimpinan menurut William Lassey salah satu tokoh
yang ahli dalam bidang kepemimpinan menyampaikan dalam bukunya yang berjudul
Dimension of Leadership yang menyebutkan adanya dua fungsi kepemimpinan yaitu
fungsi dalam menjalankan tugas dan fungsi untuk memberikan pemeliharaan.
Fungsi untuk menjalankan tugas diantaranya adalah dengan membuat
kegiatan yang mendukung adanya inisiatif dari berbagai kalangan, mencari informasi
yang bisa mempermudah dalam mencapai tujuan dengan cara mencari usul dan
pendapat dari bawahan, menyampaikan informasi yang berkaitan dengan data ketika
menemui sebuah kasus dan permasalahan dalam organisasi, memberikan pendidikan
seperti penjelasan dan contoh pada setiap tugas, merangkum ide dan gagasan dari
semua bawahan yang dimintai pendapat, mengidentifikasi gagasan mana yang paling
cocok untuk diterapkan, menganalisis sumber kesulitan dan memilih keputusan yang
terbaik tentunya yang tidak merugikan salah satu pihak.

Menurut Sondang S. P. Siagian (1999) fungsi-fungsi kepemimpinan meliputi:

1. Pimpinan Sebagai Penentu Arah

Setiap organisasi dibentuk sebagai wahana untuk mencapai tujuan tertentu.


Arah yang hendak ditempuh oleh organisasi menuju tujuannya harus sedemikian rupa
sehingga mengoptimalkan pemanfaatan dari segala sarana dan prasarana yang
tersedia. Perumus dan penentu strategi dan taktik tersebut adalah pimpinan dalam
organisasi tersebut.

2. Pimpinan Sebagai Wakil dan Juru Bicara Organisasi

Kebijaksanaan dan kegiatan organisasi perlu dijelaskan kepada pihak luar agar
pihak tersebut mempunyai pengetahuan yang tepat tentang kehidupan organisasi yang
bersangkutan, dan yang paling bertanggung jawab sebagai wakil dan juru bicara
organisasi dalam hubungan dengan berbagai pihak tersebut adalah pimpinan
organisasi. Pimpinan perlu mengetahui keputusan lain yang telah dibuat oleh
pimpinan yang lebih rendah. Serta pengetahuan tentang berbagai kegiatan yang
berlangsung dalam organisasi sebagai pelaksanaan dari berbagai keputusan yang telah
diambil.

3. Pimpinan Sebagai Komunikator yang Efektif

Pemeliharaan hubungan baik ke luar maupun ke dalam dilakukan melalui


proses komunikasi. Interaksi yang terjadi antara sesama anggota dalam suatu
organisasi dimungkinkan karena komunikasi yang efektif. Komunikasi sangat
diperlukan pimpinan dalam menyampaikan suatu keputusan dalam rangka
pengendalian dan pengawasan, pengerahan bawahan dan menyampaikan informasi
kepada pihak lain.
4. Pimpinan Sebagai Mediator

Dalam kehidupan organisasional, selalu ada saja situasi konflik yang harus
diatasi, baik dalam hubungan ke luar maupun dalam hubungan ke dalam organisasi.
Fungsi pimpinan sebagai mediator dalam hal ini difokuskan pada penyelesaian situasi
konflik yang mungkin timbul dalam organisasi. Timbulnya situasi konflik dalam
organisasi merupakan tantangan yang harus dihadapi pimpinan. Untuk mengatasinya
secara rasional, objektif, efektif dan tuntas, dituntut kemampuannya berperan sebagai
seorang mediator yang handal.

Sumber gambar dari leadership-toolbox.com

5. Pimpinan Sebagai Integrator

Adanya pembagian tugas, sistem alokasi daya, dana dan tenaga, serta
diperlukannya spesialisasi pengetahuan dan ketrampilan dapat menimbulkan sikap,
perilaku dan tindakan yang berkotak-kotak. Oleh karena itu diperlukan integrator
terutama pada hirarki puncak, yaitu pimpinan. Hanya pimpinanlah yang berada “di
atas semua orang dan semua satuan kerja yang memungkinkannya menjalankan
peranan integratif yang didasarkan pada pendekatan yang holistik.
Berdasarkan pembahasan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa
keefektivan kepemimpinan dapat disoroti dari segi penyelenggaraan fungsi-fungsi
kepemimpinan yang bersifat hakiki, yaitu sebagai penentu arah yang hendak
ditempuh melalui proses pengambilan keputusan, sebagai wakil dan juru bicara
organisasi dalam usaha pemeliharaan hubungan dengan pihak-pihak yang
berkepentingan di luar organisasi, sebagai komunikator yang efektif, sebagai
mediator yang rasional, objektif dan netral serta sebagai integrator. Dengan fungsi-
fungsi kepemimpinan tersebut, seorang pimpinan dapat menggerakkan, mengarahkan
dan mempengaruhi bawahannya.
DAFTAR PUSTAKA

Sondang P. Siagian. 1999. Teori dan Praktek Kepemimpinan. Jakarta: Rineka Cipta.

https://jurnalmanajemen.com/fungsi-kepemimpinan/ (diakses pada bulan April 2019)