Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Perusahaan


Coca-Cola Bottling Indonesia merupakan salah satu
produsen dan distributor minuman ringan terkemuka di Indonesia.
Memproduksi dan mendistribusikan produk-produk berlisensi dari
The Coca-Cola Company.
Perusahaan ini memproduksi dan mendistribusikan produk Coca-
Cola ke lebih dari 400.000 outlet melalui lebih dari 120 pusat
penjualan.
Coca-Cola Bottling Indonesia merupakan nama dagang yang
terdiri dari perusahaan-perusahaan patungan (joint venture) antara
perusahaan-perusahaan lokal yang dimiliki oleh pengusaha-
pengusaha independen dan Coca-Cola Amatil Limited, yang
merupakan salah satu produsen dan distributor terbesar produk-
produk Coca-Cola di dunia.
Coca-Cola Amatil pertama kali berinvestasi di Indonesia pada
tahun 1992. Mitra usaha Coca-Cola saat ini merupakan pengusaha
Indonesia yang juga adalah mitra usaha saat perusahaan ini
memulai kegiatan usahanya di Indonesia.

Produksi pertama Coca-Cola di Indonesia dimulai pada tahun


1932 di satu pabrik yang berlokasi di Jakarta. Produksi tahunan
pada saat tersebut hanya sekitar 10.000 krat.
Saat itu perusahaan baru memperkerjakan 25 karyawan dan
mengoperasikan tiga buah kendaraan truk distribusi. Sejak saat itu
hingga tahun 1980-an, berdiri 11 perusahaan independen di
seluruh Indonesia guna memproduksi dan mendistribusikan
produk-produk The Coca-Cola Company. Pada awal tahun 1990-
an, beberapa diantara perusahaan-perusahaan tersebut mulai
bergabung menjadi satu.
Tepat pada tanggal 1 Januari 2000, sepuluh dari perusahaan-
perusahaan tersebut bergabung dalam perusahaan-perusahaan yang
kini dikenal sebagai Coca-Cola Bottling Indonesia.
Saat ini, dengan jumlah karyawan sekitar 10.000 orang, jutaan krat
produk kami didistribusikan dan dijual melalui lebih dari 400.000
gerai eceran yang tersebar di seluruh Indonesia.

Page 1
Rangkaian produk Coca-Cola Bottling meliputi empat dari lima
merek terkenal di dunia saat ini, seperti Coca-Cola, diet Coke,
Fanta, dan Sprite. Produk-produk ini telah menjadi bagian dari
kehidupan sehari-hari masyarakat konsumen Indonesia dari
berbagai latar belakang sosial dan ekonomi. Juga memproduksi
dan mendistribusikan teh siap minum bermerek Frestea, Sunfill
dan minuman mengandung soda bermerek Schweppes.
Semua fungsi dan jajaran organisasi, mulai dari produksi,
pemasaran, distribusi, keuangan, layanan pelanggan dan
konsumen, bekerja keras untuk mengembangkan praktek-praktek
yang terbaik di industri minuman.
The Coca-Cola Quality System merupakan landasan kebijakan
perusahaan terhadap pengawasan mutu - yang memotivasi kami
untuk bertindak memenuhi dan bahkan melampaui berbagai
standar kualitas, baik itu merupakan standar internasional maupun
standar yang ditetapkan menurut peraturan perundang-undangan
yang berlaku di Industri makanan dan minuman.
Perusahaan memiliki Consumer Response Teams dan program-
program yang dilaksanakan di semua area operasi di seluruh
Indonesia untuk menampung setiap masukan yang disampaikan
oleh para konsumen dan pelanggan, yang kemudian meneruskan
masukan tersebut kepada pihak-pihak yang tepat di dalam
perusahaan untuk menjamin bahwa standar kualitas yang tinggi
tetap terjaga.

1.2 Kasus Permasalahan


1. Bagaimana proses produksi pada perusahaan minuman Coca
Cola Botling?
2. Bagaimana sistem produksi pada perusahaan minuman Coca
Cola Botling?
3. Bagaimana mengantisipasi limbah dari proses produksi Coca
Cola?

Page 2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Proses Produksi Pada Perusahaan Coca Cola Botling

Untuk memproduksi Coca Cola terdapat beberapa unit produksi


yg mendukung proses pembuatan Coca Cola hingga sampai ke tangan
Konsumen. Berikut ini beberapa unit produksi yg ada.
1. Unit produksi Coca-Cola terdiri dari delapan proses, yaitu:
a. Gudang
Gudang merupakan tempat penyimpanan bahan baku yang terdiri dari
gula standar industri, air yang dimurnikan, soda pengkarbonasi, dan
formula konsentrat (concentrate).

b. Pencampuran
Pencampuran merupakan proses penggabungan antara air murni
dengan gula dan formula konsentrat (concentrate) untuk menghasilkan
sirup. Kemudian, proses selanjutnya adalah penambahan soda
pengkarbonasi (karbondioksida murni) kedalam campuran sirup untuk
mendapatkan kesegaran rasa.

c. Pencucian
Pencucian merupakan proses pencucian, pensterilan, dan pembilasan
botol bekas pakai sebelum diisi kembali untuk memastikan konsistensi
kualitas produk.

d. Pengisian dan Penutupan


Setelah melalui proses pencucian, mesin pengisian memasukkan
campuran sirup yang sudah siap dalam jumlah akurat, lalu langsung
diikuti dengan menutup kemasan tersebut untuk menjamin dan
memastikan kebersihannya.

e. Pengkodean
Masing-masing botol ditandai dengan kode khusus yang menjelaskan
hari, bulan, shift, dan pabrik pembuatan.

f. Pemeriksaan
Proses pengontrolan dilakukan secara cermat mulai botol dibawa ke
pabrik, dicuci, hingga pada tahap pengisian. Pengontrolan secara
manual dan mekanis adalah untuk memastikan keunggulan kualitas
produk

Page 3
g. Pengemasan
Setelah pengontrolan terakhir, botol yang telah diisi siap untuk
dikemas dan dikirimkan.

h. Pengangkutan
Pengangkutan merupakan proses pengiriman produk yang telah
dikemas kepada channel perusahaan.

2. Proses pembuatan Coca-Cola


Minuman Coca-Cola sebelum sampai ke tangan konsumen
berawal dari bahan baku pilihan berkualitas tinggi yang diproses
melalui beberapa tahapan.

1. Tahap pertama untuk menghasilkan Coca-Cola sangat sederhana,


yaitu membuat sirup yang terdiri dari gula dan air. Airnya disaring
dengan seksama karena bagi “Coca-Cola” bahan baku berkualitas
tinggi sangat mutlak diperlukan.

2. Untuk memastikan bahwa air yang digunakan untuk produk botol


dan kaleng benar-benar bersih dan murni, air tersebut disaring. Para
teknisi pengawasan mutu menguji air tersebut berkali-kali sebelum
digunakan untuk membuat produk akhir.

3. Pemeriksaan dan pengujian berlanjut. Perangkat canggih membantu


para teknisi memeriksa segala segi proses, mulai dari kondisi tiap
kemasan hingga kadar karbondioksida, rasa dan kandungan sirup.
Pada tahap ini, campuran sirup diperiksa.

4.Sirup kemudian ditambahkan dengan konsentrat “Coca-Cola”. Sari


rasa untuk “Coca-Cola ini dibuat di pabrik-pabrik The Coca-Cola
Company dan hingga kini tetap merupakan rahasia dagang terbesar di
dunia.Teknisi kemudian mencicipi, memeriksa dan mencatat
campuran setiap batch sirup dengan seksama.Setelah pencampuran,
cairan siap untuk diberi tambahan karbondioksida. Pengawasan mutu
yang amat ketat adalah alas an mengapa “Coca-Cola” dikenal sebagai
minuman yang memiliki kadar soda yang paling sempurna.

5. Rangkaian botol dari gelas atau plastik PET (Polyethelyne


terephthalate) maupun kaleng sekarang dalam jumlah sangat besar
siap untuk diisi dengan produk akhir. Botol-botol pun harus melalui
pemeriksaan yang amat teliti. Pertama-tama dicuci dan dibasuh

Page 4
kemudian diperiksa secara elektronik dan manual.Barulah boto-botol
tersebut siap untuk diisi dengan minuman ringan paling popular di
dunia saat ini.

6. Botol demi botol diletakkan di atas ban berjalan agar dapat terisi
secara otomatis. Cara tersebut menjamin jumlah dalam tiap botol
akurat, dan penutupan botol secara otomatis menjamin kadar higienis
yang sempurna pula.

7. Akhirnya, botol-botol diberi label, kode produksi dan dikemas


dalam karton-karton atau dimasukkan ke dalam krat. Selanjutnya,
pusat penjualan siap untuk mengirimkan produk-produk “Coca-Cola
menuju lebih dari 420.000 gerai (outlet) yang menjual produk-produk
“Coca-Cola” di Indonesia.

2.2 Sistem Produksi Pada Perusahaan Minuman Coca Cola


Botling.
Coca-cola Company adalah perusahaan yang telah berhasil
menjadi global dalam dua hal yaitu dalam hal visi dan skala operasi,
yang dikelola berdasarkan penguasaan pasar lokal. Daerah operasinya
meliputi 200 negara dan mengendalikan 47 persen pangsa pasar soft
drinks yang dikonsumsi seluruh dunia dengan angka konsumsi sebesar
1,06 juta per hari di seluruh Dunia. Coca Cola adalah contoh merk
yang sangat dominan di dunia. Dan Coca-cola Company sudah dan
masih memanage minuman soda pop wilayah Indonesia dan Filipina
dengan selera lokal (The Wall Street Journal 1989).

Pengembangan Strategi

Perusahaan Coca-cola dalam mengembangkan strategi perusahaanya


melalui langkah-langkah berikut ini:

1. Melakukan Analisis SWOT

Kekuatan (Strengths-S)
 Menguasai pangsa pasar dunia
 Beroperasi hingga lebih dari 200 negara
 Memproduksi 400 merk yang terdiri lebih dari 2600 produk
minuman
 Bermarkas di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat
 Perusahaan minuman terbesar sedunia

Page 5
 Sebagai inovator dalam industri soft drink
 Melakukan bottling investment dengan beberapa investe

Kelemahan (Weaknesses-W)
 Inovasi dan ekspansi yang lambat dalam mengatasi pesaing dan
memenuhi keinginan pasar
 Coca Cola hanya berbasis pada kategori minuman dan belum
merambah ke sektor lain
 Bagan struktur organisasi yang tidak mencakup semua jabatan
yang ada sangat baik
 Coca-cola memenangkan pengahargaan untuk kategori kemasan
kaleng dari jenis produk yang paling inovatif
 Per. Memiliki kepopuleran merk yang tinggi dan dikenal oleh
masyarakat sedunia memiliki divisi di beberapa negara
 Memiliki seni dalam kegiatan marketing
 Nomor 1 dalam penjualan minuman jus dan Nomor 1 dalam
penjualan minuman teh dan kopi
 Perbedaan geografi perusahaan memberikan keseimbangan
 Memiliki social responsibilities yang sangat baik
 Net operating revenue tumbuh 4% menjadi $24.1 billion, dan
operating income tumbuh 4% menjadi $6.3 billion

Peluang (Opportunities-O)
 Meningkatnya gayhidup beberap konsumen akasoftdrink
 Pendistribusian produk yang mudake berbagai daerakarena
luasnyjaringan
 Kerjasama dengaberbagai pihak
 Pengembangan produk baru jeni makanan
 Pertumbuhan iklan di internet karena penggunaan internet telah
meningkat

Ancaman (Threats-T)
 Banyak konsumen yang mulai meninggalkan minuman
berkarbonasi
 Invasi AS ke Irakyang mempengaruhipenjualan coca-cola
 Tingginya harga bahan mentah
 Kesulitan mengaturseluruh anakperusahaan sedunia

2. Menentukan strategi
Strategi yang diterapkan oleh perusahaan Coca-cola berdasarkan hasil
analisis SWOT yang telah dilakukan adalah sebagai berikut:

Page 6
Strategi SO
 Meningkatkan jumlah produk dan didistribusikan ke banyak
daerah
 Memperbanyak iklan dari situs web
 Memproduksi jenis produk makanan

Strategi WO
 Mulai melayanidaerah-daerah yangkiranya kurang
mendapatpendistribusian dariproduk
 Memakai iklan di situsweb untukmemperkenalkan jenisproduk
baru
 Meningkatkan kerjasama dengan marketplacuntuk
meningkatkanpendistribusiaan produknya

Strategi ST
 Meningkatkan distribusi produk ke banyak daerah
 Meningkatkan jumlah penjualan di daerah yang tidak ditentang
 Mencari pemasok yang menawarkan harga terendah untuk
bahanmentah
 Memperbaiki sistemkinerja manajemen dankaryawan di
perusahaan
 Memperbanyak iklandi situs web
 Memperluas segmenpasar pada konsumenyang tidak anti-
Amerika

Strategi WO
 Mulai melayani daerah-daerah yang kiranya kurang mendapat
pendistribusian dari produk
 Memakai iklan di situs web untuk memperkenalkan jenis
produk baru
 Meningkatkan kerja sama dengan marketplace untuk
meningkatkan pendistribusiaanproduknya

Strategi ST
 Meningkatkan distribusi produk ke banyak daerah
 Meningkatkan jumlah penjualan di daerah yang tidak ditentang
 Mencari pemasok yang menawarkan harga terendah untuk
bahanmentah

Page 7
 Memperbaiki sistemkinerja manajemen dan karyawan di
perusahaan
 Memperbanyak iklandi situs web
 Memperluas segmenpasar pada konsumen yang tidak anti-
Amerika

Strategi WT
 Tidak mejual pada negara yang memberlakukan peraturan
melarang penjualan coca-cola
 Memperbanyak minuman yang tidak berkabonasi

3. Mengenal dan menjalankan faktor penentu keberhasilan.

 Merek Coca-cola sudah dikenal masyarakat seluruh dunia lebih


dari 1 abad.
 Coca-cola sudah beroperasi hingga lebih dari 200 negara.
 Memiliki 400 buah nerek yang terdiri dari lebih dari 2600
produk minuman.
 Bermarkas di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat.
 Sebagai inovator dalam industri soft drink.
 Melakukan bottling investment dengan beberapa investee.
 Mempunyai struktur organisasi yang sangat baik.
 Memiliki kepopuleran merk yang tinggi dan dikenal oleh
masyarakat sedunia.
 Memiliki divisi di beberapa Negara.
 Kaleng dari jenis produk yang paling inovatif dan atraktif.
 Perbedaan geografi perusahaan memberikan keseimbangan
 Memiliki social responsibilities yang sangat baik
 Net operating revenue tumbuh 4% menjadi $24.1 billion, dan
 Operating income tumbuh 4% menjadi $6.3 billion.
 Meningkatnya gaya hidup beberapa konsumen akan softdrink
 Pendistribusian produk yang mudah ke berbagai daerah karena
luasnya
 Kerjasama dengan berbagai pihak
 Pengembangan produk baru jenis makanan
 Pertumbuhan iklan di internet karena penggunaan internet telah
meningkat

Page 8
4.Perawatan Fasilitas Produksi

Sistem Maintenance

Maintenance di PT Coca-cola dibagi dalam 2 bagian, yaitu


maintenace umum, dan maintenance produksi. Untuk maintenance
umum tugasnya melakukan maintenance untuk benda-benda non
mesin, seperti gedung, alat-alat transportasi, dll. Sedangkan pada
maintenance produksi tugasnya melakukan maintenance mesin-mesin,
sarana listrik, air yang digunakan dalam proses produksi.

Maintenance mesin dilakukan dalam 3 tahap, yaitu daily preventive


maintenance, weekly preventive maintenance, dan monthly preventive
maintenance. Program maintenance dilakukan oleh dilakukan oleh
ME Dept. dan Produksi Dept. Dalam hal ini Produksi Dept. hanya
melakukan cleaning dan small repair maintenance yang rutin dan
terjadwal. Sedangkan semua kegiatan program maintenance dilakukan
oleh ME Dept. seperti preventive maintenance, corrective
maintenance dan breakdown maintenance.

 Proses Produksi Secara Umum

Dalam proses produksi minuman ringan di PT.CCBI-Central Java


terdapat beberapa tahapan/proses sebelum produk jadi berupa
carbonated soft drink sampai ke tangan konsumen. Selain itu, proses
produksi minuman ringan ini menggunakan bahan baku pilihan yang
berkualitas tinggi. Pada dasarnya produksi minuman ringan di
PT.CCBI-Central Java dibagi menjadi empat tahapan proses produksi,
yaitu :
1. Pengolahan air
2. Pembuatan sirup
3. Pencampuran (mixing)
4. Pembotolan (filling)

5.Manajemen Pemasaran

Coca-Cola memiliki beberapa program untuk mendukung penjualan


dan pemasaran produk-produknya. Program tersebut bertujuan untuk
meningkatkan kepuasan dan loyalitas konsumen, yaitu:

Page 9
- ProgramPromosi
Mereka mempunyai program promosi yang beragam, yang tidak
hanya untuk meningkatkan penjualan dan pemasaran, tetapi juga
meningkatkan loyalitas konsumen terhadap produk.

- LayananKonsumen
Di Coca-Cola, Customer Service System (CSS), sistem pelayanan
pelanggan, didesain untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas
konsumen secara terus-menerus terhadap produk-produk Coca-Cola
dengan menyediakan pelayanan yang optimal kepada seluruh
pelanggan berdasarkan kebutuhan mereka masing-masing

- AreaMarketingContractor
Terbatasnya sumberdaya dan kemampuan untuk melakukan
pengembangan daerah tertentu, sekaligus komitmen untuk
menciptakan peluang kerja yang luas di sektor informal, mendorong
Coca-Cola untuk secara serius dan berkesinambungan
mengembangkan jaringan Distribusi Tak Langsung (Indirect
Distribution) berbasis Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di
Indonesia. Sistem Distribusi ini mengandalkan dua kelompok usaha
kecil dan menengah yang terbagi dalam dua kelompok besar: Area
Marketing Contractor (AMC) dan Street Vending.

- Layanan ProdukPendingin
Riset membuktikan bahwa 90% konsumen Coc-Cola ebih menyukai
membeli produk dalam keadaan dingin. Hal ini menunjukkan bahwa
peranan Cold Drink Equipment (peralatan pendingin) sangat penting
dalam meningkatkan pertumbuhan penjualan dan mendorong tingkat
keuntungan para pelanggan.

- HoReCa
Dengan bekerjasama dengan berbagai Hotel, Restaurant, dan Café
ternama, Coca-Cola memberikan beragam penawaran menarik melalui
program HoReCa ini

6. Pemasaran Coca Cola Di Indonesia

Coca-Cola Bottling Indonesia merupakan salah satu produsen dan


distributor minuman ringan terkemuka di Indonesia. Kami
memproduksi dan mendistribusikan produk-produk berlisensi dari The
Coca-Cola Company.

Page 10
Perusahaan ini memproduksi dan mendistribusikan produk Coca-Cola
ke lebih dari 400.000 outlet melalui lebih dari 120 pusat penjualan.

Coca-Cola Bottling Indonesia merupakan nama dagang yang terdiri


dari perusahaan-perusahaan patungan (joint venture) antara
perusahaan-perusahaan lokal yang dimiliki oleh pengusaha-pengusaha
independen dan Coca-Cola Amatil Limited, yang merupakan salah
satu produsen dan distributor terbesar produk-produk Coca-Cola di
dunia.

Coca-Cola Bottling Indonesia memproduksi merek-merek inti seperti


Coca-Cola, Sprite, Fanta, dan Frestea di dalam pabrik-pabriknya yang
tersebar di seluruh Indonesia. Untuk menjaga agar mutu minuman
yang dihasilkan sesuai dengan standar, kami menerapkan dengan ketat
proses produksi yang diakui secara internasional.

Pemberian kode-kode pada setiap produk merupakan bagian


terpenting dari keseluruhan proses. Dengan kode-kode itu kami
menjaga agar para pelanggan mendapatkan minuman kami dalam
rasanya yang terbaik.

Setiap kode menunjukkan keterangan-keterangan tertentu tentang


produk tersebut. Ada kode yang menunjukkan keterangan tentang
tanggal pembuatan.

Ada kode yang lebih rumit, terdiri atas huruf dan angka yang
menunjukkan hari, bulan, shift, dan pabrik tempat minuman tersebut
dibuat. Ada lagi yang tidak tampak pada kemasan karena tinta yang
digunakan hanya dapat dibaca dengan teknologi khusus.

Semua itu menunjukkan komitment kami untuk memastikan bahwa


teknologi, sumber daya manusia maupun material yang kami
pergunakan, semuanya tertuju untuk kepuasan para pelanggan dan
konsumen kami.

2.3 Cara Mengantisipasi Limbah Dari Proses Produksi Coca Cola

PT Coca-Cola Bottling Indonesia memiliki komitmen untuk


senantiasa memahami, mencegah dan memperkecil setiap dampak
buruk terhadap lingkungan sehubungan dengan kegiatan produksi
minuman ringan, serta terus berupaya memberikan pelayanan dan

Page 11
produk berkualitas yang diharapkan konsumen maupun pelanggan,
dan menciptakan lingkungan kerja yang aman bagi seluruh
karyawan.

Kita yakin bahwa seluruh karyawan PT Coca-Cola Botting


Indonesia dan setiap orang yang tergabung di dalam perusahaan,
serta semua mitra kerjanya, bersama-sama memainkan peranan
penting dalam menerapkan kebijakan Perusahaan di bidang
perlindungan lingkungan ini. Untuk itulah maka kita berupaya
membekali para karyawan agar mampu melibatkan diri mereka
sepenuhnya.

Kami akan:
berusaha sebaik mungkin mencapai kinerja di bidang perlindungan
lingkungan dengan memenuhi persyaratan dari The Coca-Cola
Company dan Peraturan Perundangan yang berlaku;

1. Senantiasa memasukkan pertimbangan-pertimbangan


lingkungan dalam menyusun Business Plan (Perencanaan Bisnis)
untuk memastikan bahwa pengelolaan masalah lingkungan selalu
menjadi bagian yang integral dari Operasi Perusahaan;

2. Menerapkan dan mempertahankan sistem manajemen


lingkungan terprogram, serta terus menerus menyempurnakan dan
meninjaunya agar senantiasa sejalan dengan operasi perusahaan;

3. Mendorong dan membekali karyawan agar mampu mengenali,


memahami dan bertindak pada setiap peluang yang ada untuk
mencegah dan memperkecil setiap dampak negatif yang berpotensi
menimbulkan masalah lingkungan;

4. Mengembangkan dan menerapkan cara-cara meningkatkan


efisiensi pemakaian sumber daya, termasuk energi, bahan kimia,
air, kemasan dan bahan baku lainnya;

5. Medapat mungkin mencegah, mengurangi, menggunakan


kembali dan mengolah semua limbah yang ditimbulkan di dalam
area kita sendiri, serta menjamin prosedur pembuangan limbah
tersebut dengan cara yang aman dan berdampak yang seminimal
mungkin.

Page 12
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Banyak hal baru yang bisa didapat dari proses produksi Coca-Cola.
Mulai dari sejarah Coca-Cola yang sudah berdiri lebih dari satu abad,
mengetahui raw material yang digunakan, bagaimana line of
production berbagai produk Coca-Cola dari berupa raw material
sampai produk jadi.

3.2 Saran

Kekurangan yang cukup signifikan dalam coca cola amatil indonesia,


yaitu bagaimana kurang efektifnya produksi produk dari coca cola
amatil di area indonesia, karena sebagaimana yang diketahui bahwa
coca cola amatil indonesia menghadapi permasalahan pembagian
wilayah distribusi produk di indonesia. Hal ini mengakibatkan supply
chain yang di perhitungkan di awal menjadi sedikit meleset karena
permasalahan ini. Untuk hal ini sebaik nya di perbaiki lagi untuk
pembagian wilayah distribusi produk.

Page 13
DAFTAR PUSTAKA

https://tugaspom.wordpress.com/2011/12/08/laporan-company-visit-
coca-cola-amatil-indonesia/

http://www.coca-
colabottling.co.id/ina/ourcompany/index.php?act=environmental

http://rudy-dblues.blogspot.com/2010/10/kasus-pada-perusahaan-
minuman-coca-cola.html1

http://amaliarochning.blogspot.com/2017/11/sistem-produksi-
perusahaan-coca-cola.html

Page 14