Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOLOGI

CARA PEMBERIAN OBAT

DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS PRAKTIKUM MATA KULIAH


FARMAKOLOGI
Oleh ( Kelompok V-A ) :
Dinar Nur Asyifa Rahmawati (16010019)
Eka Rohmatul Fazriah (16010101)
Geofany Nurhayati (160
Jeje Miharja (160
S-1 FARMASI REGULER
DOSEN PENGAMPU
Siti Mariam, M.Farm, Apt

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI DAN FARMASI BOGOR

BAB I
PENDAHULUAN
TUJUAN
Mengenal teknik-teknik pemberian obat melalui berbagai rute pemberian
Menyadari berbagai pengaruh rute pemberian obat terhadap efeknya
Dapat menyatakan konsenkuensi praktis dari pengaruh rute pemberian obat.
DASAR TEORI
Obat adalah zat kimia yang dapat mempengaruhi
prosesk e h i d u p a n . Tu j u a n p e n g o b a t a n u n t u k m e m b e r i k a n
m a n f a a t maksimal dengan bahaya minimal. Nasib obat di dalam
t u b u h mengalami absorbsi, distribusi, pengikatan pada reseptor
untuksampai di tempat kerja dan menimbulkan efek, dengan atau
tanpametabolisme atau biotransformasi, dan diakhiri dengan ekskresi darid a l a m
tubuh. Efek yang timbul setelah pemberian obat
a k a n b e r b e d a u n t u k s e t i a p i n d i v i d u . Mencit ( Mus musculus )
merupakan hewan laboratorium yang paling luas dan paling banyak digunakan
untuk praktikum. Mencit merupakan anggota dari Muridae ( tikus-tikusan) yang
berukuran kecil. Hewan ini diduga sebagaimamalia terbanyak kedua di dunia,
setelah manusia. Mencit sangat mudah menyesuaikan diri dengan perubahan yang
dibuat oleh manusia, bahkan jumlahnya yang hidup liar di hutan barangkali lebih
sedikit daripada yang tinggal di perkotaan. Mencit percobaan (laboratorium)
dikembangkan dari mencit, melalui proses seleksi. Sekarang mencit juga
dikembangkan sebagai hewan peliharaan (Amori, 1996).
Pengunaan hewan percobaan dalam penelian ilmiah dibidang
kedokteran/biomedis telah berjalan pulauhan tahun yang lalu. Hewan sebagai
model atau sarana percobaan haruslah memmenuhi persyaratan-persyatan tertentu,
antara lain persyaratan genetis/keturunan dan lingkungan lingkungan yang
memadai dalam pengelolaannya, disamping faktor ekonomis, mudah tidaknya
diperoleh, serta mampu memberikan reaksi biologis yang mirip kejadiannya pada
manusia. Cara penanganan hewan serta penentuan jenis kelaminnya, pwerlu
diketahui. Cara memegang hewan dari masing-masing jenis hewan adalah
berbeda-beda dan ditentukan oleh sifat hewan, keadaan fisik (besar atau keci)
serta tujuannya. Kesalahan dalam caranya akan dapat menyebabkan kecelakaan
atau hips ataupun rasa sakit bagi hewan.
Memilih rute penggunaan obat tergantung dari tujuan terapi, sifat obatnyaserta
kondisi pasien. Oleh sebab itu perlu mempertimbangkan masalah-masalahseperti
berikut:
Tujuan terapi menghendaki efek lokal atau efek sistemik b.
Apakah kerja awal obat yang dikehendaki itu cepat atau masa kerjanya lama
stabilitas obat di dalam lambung atau usus
Keamanan relatif dalam penggunaan melalui bermacam-macam rute
Rute yang tepat dan menyenangkan bagi pasien dan dokter
Harga obat yang relatif ekonomis dalam penyediaan obat melalui bermacam-macam
rute.
Bentuk sediaan yang diberikan akan mempengaruhi kecepatan dan
besarnyaobat yang diabsorpsi, dengan demikian akan mempengaruhi pula kegunaan
danefek terapi obat. Bentuk sediaan obat dapat memberi efek obat secara lokal
atausistemik. Efek sistemikdiperoleh jika obat beredar ke seluruh tubuh melalui
peredaran darah, sedang efek lokal adalah efek obat yang bekerja setempatmisalnya
salep.
Efek sistemik dapat diperoleh dengan cara:
a) Oral melalui saluran gastrointestinal atau rectal
b)Parenteral dengan cara intravena, intra muskuler dan subkutan
c)Inhalasi langsung ke dalam paru-paru.
Efek lokaldapat diperoleh dengan cara:
a)Intraokular, intranasal, aural, dengan jalan diteteskan ada mata, hidung,telinga
b) Intrarespiratoral, berupa gas masuk paru-paru
Rektal, uretral dan vaginal, dengan jalan dimasukkan ke dalam dubur,saluran kencing
dan kemaluan wanita, obat meleleh atau larut padakeringat badan atau larut dalam
cairan badan.
Rute penggunaan obat dapat dengan cara:
Melalui rute oral
b)Melalui rute parenteral
Melalui rute inhalasi
Melalui rute membran mukosa seperti mata, hidung, telinga, vagina dansebagainya
Melalui rute kulit (Anief, 1990)