Anda di halaman 1dari 8

TUGAS MATA KULIAH

Sistem Infrastrukur ke-PU-an


Prasarana Keairan

Dosen:
Ir. Bachmid Tohary, M.Eng

Disusun Oleh:
Yoga Pradana
NRP. 03111750077001

PROGRAM MAGISTER
BIDANG KEAHLIAN MANAJEMEN ASET INFRASTRUKTUR
JURUSAN TEKNIK SIPIL
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOVEMBER
SURABAYA
2017
1. CHECK DAM

Check dam merupakan bangunan pengendali sedimen, bangunan ini biasanya


terdapat di sebelah hulu yang berfungsi memperlambat gerakan dan berangsur-
angsur mengurangi volume sedimen. Dibutuhkan bangunan check dam yang kuat
untuk menahan aliran air dan menahan benturan dari sedimen yang terangkut. Check
dam biasanya digunakan pada chat ment area yang kecil karena mempunyai daya
tampung yang sangat kecil dan umur layan check dam sangat pendek. Check dam
adalah bangunan yang berfungsi menampung atau menahan sedimen dalam jangka
waktu sementara maupun tetap dan harus tetap melewatkan air baik melalui mercu
maupun tubuh bangunan. Check dam juga digunakan untuk mengatur kemiringan
dasar sungai sehingga mencegah terjadinya penggerusan yang membahayakan
stabilitas bangunan di sepanjang sungai. (Boguslaw Michalec, 2014). Check Dam
yaitu bangunan pengendali pasir agar tidak terbawa ke orde di bawahnya.
Fungsi : agar kemiringan sungai (i) menjadi stabil atau tidak curam.

2. WADUK
Waduk didefinisikan sebagai perairan menggenang atau badan air yang memiliki
ceruk, saluran masuk (inlet), saluran pengeluaran (outlet) dan berhubungan langsung
dengan sungai utama yang mengairinya. Waduk umumnya memiliki kedalaman 16
sampai 23 kaki (5-7 m) (Shaw et al., 2004). Menurut Perdana (2006) waduk
merupakan badan air tergenang (lentik) yang dibuat dengan cara membendung
sungai, umumnya berbentuk memanjang mengikuti bentuk awal dasar sungai. Ada 2
fungsi waduk yaitu: (1) Waduk multi purpose adalah waduk yang berfungsi untuk
memenuhi berbagai kebutuhan, misalnya waduk untuk memenuhi kebutuhan air,
irigasi, air baku dan PLTA. Kombinasi dari berbagai kebutuhan ini dimaksudkan untuk
dapat mengoptimalkan fungsi waduk dan meningkatkan kelayakan pembangunan
suatu waduk. (2) Waduk single purpose adalah waduk yang dioperasikan untuk
memenuhi satu kebutuhan saja, misalnya untuk kebutuhan air irigasi, air baku atau
PLTA. Pengoperasian waduk eka guna lebih mudah dibandingkan dengan waduk multi
guna dikarenakan tidak adanya konflik kepentingan di dalam. Pada waduk single
purpose pengoperasian yang dilakukan hanya mempertimbangkan pemenuhan satu
kebutuhan.
3. TANGGUL SUNGAI

Tanggul memiliki nama lain levee, dike, embankment, yaitu semacam tembok miring
baik buatan maupun alami, dipergunakan untuk mengatur muka air. Biasanya terbuat
dari tanah dan seringkali dibangun sejajar badan sungai atau pantai.Tanggul di
sepanjang sungai adalah salah atu bangunan yang paling utama dan paling penting
dalam usaha melindungi kehidupan dan harta benda masyarakat terhadap genangan-
genangan yang disebabkan oleh banjir dan badai (gelombang pasang). Tanggul
dibangun terutama dengan konstruksi urugan tanah, karena tanggul merupakan
bengunan menerus yang sangat panjang serta membutuhkan bahan urugan yang
volumenya sangat besar.

4. PELINDUNG TEBING SUNGAI

Perkuatan lereng/Revetments merupakan struktur perkuatan yang ditempatkan di


tebing sungai untuk menyerap energi air yang masuk guna melindungi suatu tebing
alur sungai atau permukaan lereng tanggul terhadap erosi dan limpasan gelombang
(overtopping) ke darat dan secara kesuluruhan berperan meningkatkan stabilitas alur
sungai atau tubuh tanggul yang dilindungi.
Disamping digunakan untuk melindungi lereng sungai, revertment juga biasanya
digunakan untuk melindungi tanggul, ataupun pantai. Daerah yang dilindungi
revertment adalah daratan tepat di belakang bangunan. Permukaan bangunan yang
menghadap arah datangnya gelombang dapat berupa sisi vertikal atau miring.
Bangunan ini bisa terbuat dari pasangan batu, beton, tumpukan pipa (buis) beton,
turap, kayu atau tumpukan batu ataupun beberapa jenis revertment yang di
produksi oleh pabrik. Namun yang sering di jumpai di lapangan adalah revertment
yang terbuat dari tumpukan batu dengan lapis luarnya terdiri dari batu dengan ukuran
yang lebih besar.
Bisa berupa pasangan batu, beton (concrete pile), baja (sheet pile)
Pelindung tebing sungai digunakan apabila terdapat keterbatasan tempat.
Fungsi : Untuk menahan longsornya tebing sungai

Pelindung
tebing
Fleksible
apron

5. BANGUNAN PENGENDALI BANJIR

Bangunan pengendali banjir adalah bangunan untuk memecah air sungai supaya
bagian di hilir tidak terjadi banjir

6. KRIB

Krib adalah bangunan air yang secara aktif mengatur arah arus sungai dan
mempunyai efek positif yang besar jika dibangun secara benar. Sebaliknya , apabila
kribdibangun secara kurang semestinya, maka tebing diseberangnya dan bagian
sungaisebelah hilir akan mengalami kerusakan. Karenanya, haruslah dilakukan
penelaahan danpenelitian yang sangat seksama sebelum penetapan type suatu krib
yang akan dibangun.
krib yang terbuat dari bronjong

Fungsi : untuk mencegah terjadinya gerusan terutama pada daerah tikungan.

7. BANGUNAN PENGATUR PASANG SURUT

Bangunan pengatur pasang surut adalah bangunan untuk mengatur air dari laut
(pasang) dengan aliran air dari saluran drainase atau aliran sungai. Operasional pintu
air pasang surut dapat melalui manual, elektrik maupun pintu klep.
8. BENDUNG

Bendung (Bangunan Sadap) atau Weir (Diversion Structure) merupakan bangunan


(komplek bangunan) melintasi sungai yang berfungsi mempertinggi elevasi air sungai
dan membelokkan air agar dapat mengalir ke saluran dan masuk ke sawah untuk
keperluan irigasi.Definisi bendung menurut ARS Group, 1982, Analisa Upah dan
Bahan BOW (Burgerlijke Openbare Werken),Bandung adalah bangunan air (beserta
kelengkapannya) yang dibangun melintang sungai atau pada sudetan untuk
meninggikan taraf muka air sehingga dapat dialirkan secara gravitasi ke tempat yang
membutuhkannya.
9. BANGUNAN PELIMPAH SAMPING

Pelimpah Samping (side weir) adalah bangunan untuk melindungi saluran dari
kerusakan yang diakibatkan oleh jumlah air yang berlebihan (overtopping). Dengan
dipasang pelimpah samping maka ketinggian air di saluran atau sungai tetap
terjaga. Tipe aliran adalah aliran berubah lambat laun terhadap ruang (spatially
varied flow) dengan penurunan debit yang terjadi di saluran utama sepanjang
pelimpah