Anda di halaman 1dari 3

1.

Mendeskripsikan luka/trauma yang ditemukan pada pemeriksaan forensik, serta membuat


diagnosis hasil pemeriksaan
2. Bagaimanakah patomekanisme luka/trauma menggunakan pengetahuannya tentang
anatomi, fisiologi dan histologi ?
3. Menyusun penyebab luka/trauma (Cause of damage) menggunakan pendekatan proximus
morbus
4. Menjelaskan karakteristik kemungkinan Agen penyebab luka/trauma
5. Keparahan / derajat luka sesuai dengan hukum yang berlaku
Jawab
1. Bentuknya terdiri dari dua bagian yaitu bagian luar berupa kelim lecet dan bagian dalam
berupa lubang oval. Lingkaran pinggir lubang luka tampak berwarna kehitaman. Tebing
luka tidak rata, berbentuk silinder. Dasar luka tidak dapat ditentukan pada pemeriksaan
luar. Daerah di sekitar luka terlihat memar berwarna merah kebiruan.
2. Luka terjadi di mana adanya benda atau agen penyebab yang mengakibatkan adanya
rudapakasa mekanik, fisik, kimia, dan lain – lain pada jaringan tubuh. Jenis, ukuran dan
letak luka tergantung dari jenis agen penyebab luka (bentuk tajam / tumpul, jika tajam
bermata 1 / 2, ukuran kecil / sedang / besar. Awalnya agen penyebab luka mulai masuk
menembus atau merusak daerah kulit, dan terus menembus jaringan yang lain yang berada
di bawah maupun disekitarnya.
Dengan pengecualian efek perlambatan pada luka yang disebabkan pada semua trauma
mekanik seperti pukulan, tusukan, atau tendangan, terjadi karena adanya transfer energi
dari luar menuju ke jaringan. Ini juga terjadi pada luka tembak. Kerusakan yang terjadi
pada jaringan tergantung pada absorpsi energi kinetiknya, yang juga akan menghamburkan
panas, suara serta gangguan mekanik yang lainya.

3. Damage : luka terbuka pada betis kiri


A-1 : cedera pada epidermis dan terjadi perdarahan
A-2 : Benda tumpul
B : tidak ada
4. Senjata api adalah suatu senjata yang menggunakan tenaga hasil peledakan mesiu,dapat
melontarkan proyektil (anak peluru) yang berkecepatan tinggi melalui larasnya.Proyektil
yang dilepaskan dari suatu tembakan dapat tunggal, dapat pula tunggal berurutansecara
otomatis maupun dalam jumlah tertentu bersama – sama. Senjata api dapatdikelompokan
menjadi:
Berdasarkan Panjang Laras:

Laras pendek

 Revolver, Mempunyai metal drum (tempat penyimpanan 6 peluru) yang


berputar (revolver) setiap kali trigger ditarik dan menempatkan peluru baru pada
posisi siapuntuk di tembakkan.
 Pistol, peluru disimpan dalam sebuah silinder yang diputar dengan menarik picunya.
 Anak peluru untuk senjata api berlaras pendek jenis revolver umumnya terbuat
daritimah hitam yang kadang berselaput plastic, sedangkan anak peluru untuk
senjata berlaras pendek jenis pistol terbuat dari timah hitam sebagai inti yang dibalut
dengan tembaga, kuningan, atau nikel sebagai nikel.
Laras panjang
Senjata ini berkekuatan tinggi dengan daya tembak sampai 3000 m,
mempergunakan peluru yang lebih panjang. Dibagi menjadi dua yaitu:
 Senapan tabur : Senapan tabur dirancang untuk dapat memuntahkan butir-butir
tabur ganda lewat larasnya, sedangkan senapan dirancang untuk memuntahkan
pelurutunggal lewat larasnya, moncong senapan halus dan tidak terdapat rifling.
 Senapan untuk menyerang: Senapan ini mengisi pelurunya sendiri, mampu
melakukan tembakan otomatis sepenuhnya, mempunyai kapasitas magasin yang
besar dan dilengkapi ruang ledak untuk peluru senapan dengan kekuatan sedang
(pelurudengan kekuatan sedang antara peluru senapan standard dan peluru pistol).
 Anak peluru untuk senjata berlaras panjang umumnya terbuat dari timah hitamsebagai
inti yang dibalut dengan tembaga, kuningan, atau nikel sebagai mantel
5. luka derajat berat yang sesuai dengan Pasal 90 dan hukumannya dijelaskan pada pasal 351.
Pasal 90 :
Luka berat :
 Jatuh sakit atau mendapat luka yang tidak memberi harapan akan sembuh sama sekali,
atau yang menimbulkan bahaya maut;
 Tidak mampu terus menerus untuk menjalankan tugas jabatan atau pekerjaan
pencaharian;
 Kehilangan salah satu panca indera;
 Mendapat cacat berat;
 Menderita sakit lumpuh;
 Terganggunya daya pikir selama empat minggu lebih;
 Gugurnya atau matinya kandungan seorang perempuan.

Pasal 351
 Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan;
 Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat,dikenakan pidana penjara lima tahun;
 Jika mengakibatkan mati, dikenakan pidana penjara tujuh tahun;
 Dengan penganiayaan disamakan sengaja merusak kesehatan;
 Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana

Ahmad Yarid, dkk : Laporan Tutorial Kedokteran Forensik dan Medikolegal : Fakultas Kedokteran
Universitas Halu Oleo : 2017

Mistari Ritonga : Penilaian Alur Untuk Menentukan Luka Untuk Penyebab Kematian : The journal of
Medical School, Univ Of Sumatera Utara : Vol-46.no 3 : Desember 2013