Anda di halaman 1dari 14

Resume “ Paradigma Administrasi Negara Di Mata Nicholas Henry ”

PENDAHULUAN
● LATAR BELAKANG
Resume ini disusun sebagai syarat tugas dalam mata kuliah Pengantar Ilmu Administrasi
Negara. Resume ini membahas tentang Paradigma Administrasi Negara menurut Nicholas
Henry. Sebelum membahas isi makalah ini apakah paradigma itu? Lalu apa pengertian
paradigma administrasi negara? Paradigma adalah “a worldview, a general perspective, or a
way to describe real-world complexities of a particular discipline.” yaitu suatu pandangan dunia,
suatu cara pandang umum, atau suatu cara untuk menguraikan kompleksitas dunia nyata
tentang suatu disiplin ilmu tertentu. Sehingga Paradigma Administrasi Negara adalah suatu cara
pandang umum mengenai ilmu admnistrasi negara.
Ilmu administrasi negara adalah salah satu ilmu yang penting di masyarakat. Namun
penjelasannya dalam kuliah kurang memberikan pemahaman secara maksimal kepada
mahasiswa karena keterbatasan waktu. Sehingga cara untuk memperdalam ilmu ini yaitu salah
satunya dengan membuat makalah tentang ilmu tersebut.
Dalam makalah ini akan membahas paradigma administrasi negara yang kurang lebih sama
dengan bukunya Nicholas Henry yang berjudul “Administrasi Negara dan Masalah-masalah
Kenegaraan” tetapi lebih sederhana. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua
dan memberikan sedikit pemahaman bagi baik bagi pembaca maupun bagi penyusun sendiri.

● TUJUAN
Beberapa tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Sebagai syarat tugas dalam mata kuliah Pengantar Ilmu Administrasi Negara.
2. Bertujuan untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang Ilmu Administrasi
Negara yang ditujukan untuk penyusun sendiri dan pembaca tentunya.
3. Dan sebagai sarana untuk mengukur sejauh mana penyusun dapat memahami Ilmu
Administrasi Negara yang sudah dijelaskan sebelumnya oleh Bapak/Ibu Dosen.

Paradigma Administrasi Negara di Mata


Nicholas Henry

1
Resume “ Paradigma Administrasi Negara Di Mata Nicholas Henry ”

● Birokrasi
Top management dari Administrasi Negara bersifat Politis, mereka sering disebut sebagai
birokrasi. Birokrasi merupakan suatu organisasi negara yang dipimpin oleh pejabat pilihan
negara dan bersifat non karier, mereka dipilih berdasarkan periode waktu tertentu. Hal ini
dipahami merupakan pembedaan yang sangat mendasar dari organisasi negara dan privat.
Spektrum pemerintah yang memperluas pengaruhnya di dalam masyarakat dengan menambah
kekuasaan ekonominya bukan hanya melekat pada negara AS, tapi bersifat universal. Seiring
dengan berjalannya waktu, kenyataan menunjukkan bahwa birokrasi mulai mempunyai
kekuasaan. Studi Kaufman menyiratkan kepercayaan sejumlah orang Amerika terhadap
pemerintaannya bahwa organisasi pemerintah memang abadi dan pertumbuhannya tidak
dapat dihentikan. Para pembuat keputusan ini cenderung memandang diri mereka sebagai
politisi/administrator berdasarkan tingkat pendidikannya.
Para manajer yang memandang dirinya sendiri dalam konteks politik yang tinggi cenderung
mengutamakan ilmu-ilmu sosial/mengejar tingkat magister dalam administrasi negara. Tetapi
semuanya merasa mereka seharusnya berpatisipasi dalam pemrakarsa, perumusan, dan
penyajian usul-usul kebijakan untuk dewan-dewan mereka.
Birokrasi pemerintah merupakan kesatuan organisasi organisasi terbesar dan mempekerjakan
lebih banyak orang-orang professional yang terdidik dibandingkan institusi apapun lainnya di
AS. Oleh karena itu terungkap bahwa birokrasi negara patut dikaji sebagai upaya eltruistis
(sehingga kepentingan umum dapat terlaksana secara lebih efektif). Studi dan praktek
mengenai birokrasi negara disebut administrasi negara.
Administrasi negara mempunyai banyak definisi, yang secara umum dapat dibagi dalam dua
kategori. Pertama, definisi yang melihat administrasi negara hanya dalam lingkungan lembaga
eksekutif saja. Dan kedua, definisi yang melihat cakupan administrasi negara meliputi semua
cabang pemerintahan dan hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum.

● Perkembangan Administrasi Negara


● Administrasi Negara Sebelum Wilson :
☠ Plato “The Laws” masa Yunani Kuno membagi administrasi ke dalam tiga cabang yaitu
Pengawas Kota, Pengawas agora, dan Pengawas tempat ibadah serta menggambarkan tugas
dan kewajiban, serta bagaimana menentukan jumlah serta proses seleksinya.
☠ Aristoteles “Politics” /”On Athennian Constituon” menambahkan satu jenis pengawasan lagi
yaitu pengawas daerah pedalaman.
☠ Marchiavelli “The Prince” Administrasi sebagai pelayan negara yang membantu negara

2
Resume “ Paradigma Administrasi Negara Di Mata Nicholas Henry ”

☠ Montesquieui “The Spirit of Laws” Administrasi sistem regulasi dalam penerapan hukum
melalui pedoman-pedoman operasional.
☠ Rosseau “The Sosial Contract” bahwa ketika negara semakin besar beban administrasi akan
menjadi besar dalam mendukung berlangsungnya negara.

Singkatnya, dari pendapat para ahli di atas dapat diketahui bahwa berdasarkan tulisan kuno
(sebelum masa Wilson) administrasi negara sudah gencar dipersoalkan.

● Administrasi Negara Sebagai Disiplin Ilmu :


Pada perkembangan Administrasi sebagai disiplin ilmu mengalami beberapa proses pergantian
cara pandang. Menurut Nicholas Henry menyatakan terdapat krisis definisi administrasi dalam
administrasi negara dan lebih jauh Henry menyarankan bahwa pemahaman administrasi bisa
dipahami lewat paradigma. Henry mengutip pendapat Robert T. Golembiewski bahwa standart
disiplin ilmu mencakup Lokus dan Fokus. Lokus adalah letak/kelembagaan dari administrasi
berada, sedangkan fokus adalah sasaran spesialisasi dari bidang studi.

● Administrasi Negara di tahun 90-an


Administrasi negara ditujukan guna memahami hubungan pemerintah dan masyarakat,
meningkatkan responsibilitas kebijakan negara terhadap berbagai kebutuhan sosial, serta
melembagakan praktek manajerial sehingga terbiasa bekerja dengan cara yang lebih efektif dan
efisien. K. Bailey menjabarkan administrasi negara adalah menyangkut perkembangan 4
macam teori yaitu :
● Teori Diskriptif : diskripsi struktur bertingkat dan berbagai hubungan dengan lingkungan
kerjanya.
● Teori Normatif : nilai-nilai yang menjadi tujuan admnistrasi negara, alternatif keputusan,
yang seharusnya diambil oleh praktisi dan apa yang seharusnya dikaji serta dianjurkan pada
para pelaksana kebijakan.
● Teori Asumtif : pemahaman yang benar terhadap realitas seorang administrator, suatu
teori yang tak mengambil asumsi model setan/malaikat birokrat.
● Teori Instrumen : Peningkatan teknik-teknik manajerial dalam rangka efisiensi dan
efektifitas pencapaian tujuan negara.

3
Resume “ Paradigma Administrasi Negara Di Mata Nicholas Henry ”

● Alasan paradigma administrasi negara perlu diketahui antara lain :

● Orang harus mengetahui tempat bidang administrasi tersebut berada untuk memahami
statusnya yang sekarang.
● Administrasi negara adalah unik , keunikannya tersebut karena mempunyai perbedaan
yang sangat menonjol dengan ilmu politik (ibu ilmu administrasi negara) dalam masalah
perkembangan segi-segi tertentu teori organisasi dan teknik manajemen. Letak perbedaannya
pada penekanan perilaku dan struktur birokrasi serta metodologi. Perbedaan dengan ilmu
administrasi lain : teknik evaluasi yang diterapkan oleh organisasi kemasyarakatan yang tidak
mencari keuntungan dan tidak sama dengan organisasi swasta yang selalu mengejar
keuntungan.

● Masa Awal Ilmu Administrasi Negara :

Woodrow Wilson dalam “ The Study of Administration ” yang dimuat di Political Science
Quarterly 1887 mengetahui bahwa lebih sulit menjalankan suatu konstitusi daripada
menyusunya, lalu ia mengusulkan agar lebih banyak pikiran intelektual dalam mengemban
manajemen negara. Hal itu menimbulkan pertentangan di antara sarjana sesudahnya.

Kenyataannya Wilson terlihat mendua tentang apa sebenarnya administrasi negara itu. Richard
J. Stillman berpendapat Wilson gagal menjelaskan apa sebenarnya kajian adminstrasi,
bagaimana seharusnya hubungan antara bidang administrasi dan politik, dan apakah kajian
administrasi akan menjadi ilmu yang abstrak sama seperti ilmu alam. Namun ia memuji tulisan
itu karena mampu menempatkan tesis yang jelas, berpengaruh kuat dan sulit dihapus, bahwa
administrasi negara perlu untuk dipelajari.

Nicholas Henry memberikan beberapa ruang lingkup yang dapat dilihat dari topik-topik yang
dibahas (selain perkembangan ilmu administrasi negara itu sendiri) antara lain:

● Organisasi Negara : yang pada prinsipnya berkenaan dengan model-model organisasi dan
perilaku birokrasi.
● Manajemen Negara : berkenaan dengan sistem dan ilmu manajemen, evaluasi program dan
produktivitas, anggaran negara dan manajemen sumber daya manusia.
● Implementasi : menyangkut pendekatan terhadap kebijakan negara dan implementasinya,
privatisasi, administrasi antar pemerintah dan etika birokrasi.

4
Resume “ Paradigma Administrasi Negara Di Mata Nicholas Henry ”

● Krisis Identitas

Krisis identitas yang dialami administrasi negara, menurut Henry , berkisar pada persoalan
bagaimana administrasi negara memandang dirinya sendiri dalam waktu-waktu silam. Secara
rinci krisis identitas dimaksud menunjukkan bahwa:

♥ Krisis identitas yang dihadapi administrasi negara bertumpu pada tiadanya kesepakatan
tentang administrasi negara sebagai ilmu ataukah bukan.
♥ Sesuatu pengetahuan dapat dipandang sebagai ilmu apabila memenuhi dua ukuran
berikut:
a. mempunyai paradigma teoritis;
b. mempunyai teori-inti.
♥ Administrasi negara dapat dipandang sebagas studi multidisipliner yang bersifat eklektis
karena banyak konsep yang dipinjam dari ilmu-ilmu.
♥ Nicholas Henry menunjukkan adanya 5 paradigma administrasi negara adalah sebagai
berikut :

● Paradigma I “Dikotomi Politik/Admistrasi Negara 1900-1926”

Penekanan paradigma I adalah lokus (tempat) dimana administrasi negara seharusnya berada.
Tokoh-tokohnya adalah Frank J. Goodnow dan Leonard D. White. Goodnow mengungkapkan
bahwa politik harus memusatkan perhatian terhadap kebijakan dari kehendak rakyat. Pemisah
administrasi dan politik dimanifestasikan oleh pemisah antara badan legislatif yang bertugas
mengekspresikan kehendak rakyat, badan eksekutif yang mengimplementasikan kehendak
rakyat, dan judikatif membantu legislatif menentukan tujuan dan merumuskan kebijakan.
Legitimasi konseptual awal dari batasan lokus center bidang ini menjadi masalah bagi kalangan
akademisi dan praktisi dikenal sebagai dikotomi politik/administrasi.

Hasil paradigma I memperkuat pemikiran dikotomi politik/administrasi yang berbeda, dengan


menghubungkannya dengan dikotomi nilai/fakta yang berhubungan. Gambaran wilayah kajian
ahli ilmu administrasi negara antara lain teori organisasi, budgetting, dan kepegawaian.
Implikasi yang tak kalah penting dari tahap pemusatan lokus adalah tertutupnya administrasi
negara dari bidang-bidang lainnya seperti administrasi niaga. Penekanan administrasi negara
pada administrasi dan fakta. Paradigma ini hanya ditemukan aspek lokus saja, tetapi fokus
kurang jelas.

5
Resume “ Paradigma Administrasi Negara Di Mata Nicholas Henry ”

● Paradigma II “Prinsip-prinsip Administrasi Negara 1927-1937”

Administrasi negara mencapai puncak kejayaannya tahun 1930-an dan 1940-an dengan adanya
sambutan yang baik pada para ahli administrasi oleh kalangan industri dan pemerintah. Gulick
dan Urwick mengajukan 7 prinsip administrasi yaitu POSDCORB kepanjangan dari

● P Planning : Perencanaan,

Yaitu kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan penyusunan garis-garis besar yang memuat
sesuatu yang harus dikerjakan, dan metode-metode untuk melaksanakannya dalam rangka
mencapai tujuan organisasi.

● O Organisizing : Pengorganisasian,

Yaitu aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan penyusunan struktur yang dirancang untuk
membantu pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan. Pengorganisasian sebenarnya
merupakan proses mengorganisasikan orang-orang untuk melaksanakan tugas pokoknya.
Karena itu, dalam administrasi negara masalah organisasi dan personalia merupakan dua faktor
utama.

● S Staffing : Penyediaan staf,

Yaitu pengarahan dan latihan sekelompok orang yang mengerjakan sesuatu tugas, dan
memelihara kondisi kerja yang menyenangkan. Ada tiga tipe program pengembangan staf yang
terdiri dari presupervisory programs, middle management programs dan executive
development programs.

● D Directing : Pengarahan,

Yaitu pembuatan keputusan-keputusan dan menyatukan mereka dalam aturan yang bersifat
khusus dan umum.

● CO Coordinating : Pengkoordinasian,

Berupa kegiatan-kegiatan untuk mempertalikan berbagai bagian-bagian pekerjaan dalam


sesuatu organisasi.

6
Resume “ Paradigma Administrasi Negara Di Mata Nicholas Henry ”

● R Reporting : Pelaporan,

Yaitu hal yang berkaitan dengan pemberian informasi kepada manajer, sehingga yang
bersangkutan dapat mengikuti perkembangan dan kemajuan kerja.

● B Budgeting : Penganggaran.

Adalah fungsi yang berkenaan dengan pengendalian organisasi melalui perencanaan fiskal dan
akutansi. Allen Schick mengungkapkan 3 tujuan anggaran antara lain pengawasan, manajemen,
dan perencanaan. Memiliki fungsi sebagai fungsi kontrol, manajemen, perencanaan, dan fungsi
evaluasi.

Menurut para tokoh-tokoh diatas, prinsip ini berlaku dimana saja atau bersifat universal.
Sehingga paradigma ini fokus lebih ditekankan dari pada lokus.

Masa Penuh Tantangan 1938-1947.

1938-1940, serangan muncul dari Simon dalam Administrative Behavior 1946 dan pengujiannya
A Study of Decision Making Process in Administration Organization menunjukkan bahwa dalam
setiap prinsip administrasi ada suatu counterprinsip dan karena itu menyebabkan keseluruhan
ide dari prinsip-prinsip itu dapat dibantah.

Misalnya : literatur tradisional administrasi menyatakan birokrasi harus mempunyai lingkup


pengawasan yang sempit yang mengakibatkan penyampaian perintah menjadi kacau dan
pengawasan semakin tidak efektif dan bahkan hilang. Kedua, literatur untuk memaksimasi
komunikasi yang efektif guna mengurangi pemutarbalikan (memperbesar responsitas dan
memperketat pengawasan), menurut Simon sebaiknya tingkat hirarki dibuat serendah mungkin
yakni suatu hirarki yang datar.

Logika yang menjadi dasar prinsip ini adalah semakin sedikit orang yang menyampaikan pesan
baik ke tingkat atas/bawah maka semakin lebih memungkinkan pesan tersebut sampai pada
tempat yang dituju dengan relatif utuh dan tak rusak. Hirarki datar yang diperlukan seharusnya
mempunyai grafik organisasi seperti di bawah ini :

Prinsip Lingkup Pengawasan Sempit

7
Resume “ Paradigma Administrasi Negara Di Mata Nicholas Henry ”

Prinsip Maksimasi Komunikasi

Reaksi Terhadap Tantangan 1947-1950

Simon juga menambahkan suatu alternatif pada paradigma lama. Menurutnya pertama, suatu
paradigma administrasi negara yang baru seharusnya memiliki 2 macam ahli administrasi
negara yang bekerja secara serasi dan saling memberi dorongan antara lain : yang memusatkan
perhatian pada perkembangan ilmu administrasi murni yang didasarkan pada dasar-dasar
psikologi sosial secara seksama. Ia menghendaki ilmu murni ditunda dulu karena ada masalah
POSDCORB yaitu mengenai dasar dari pencaplokkan ilmu murni.

Kedua, psikologi sosial memberikan dasar pemahaman terhadap pelanggaran tingkah laku
administrasi yang bagi ahli administrasi negara dianggap asing dan tak menyenangkan karena
kebanyakan dari ahli tersebut tidak terlatih dalam psikologi sosial. Ketiga, karena ilmu dianggap
sebagai bebas nilai ini diikuti bahwa ilmu administrasi secara logis akan melarang ahli
administrasi negara dari apa yang mereka rasa sebagai sumber masalah yaitu teori politik
normatif, konsep kepentingan umum, dan keseluruhan aneka macam nilai kemanusiaan.

Bagi Simon dan pengikutnya ilmuwan administrasi negara mempunyai pemikat dan tongkat
pendorong. Pemikat itu adalah pemeliharaan hubungan-hubungan konseptual yang logis antara
administrasi negara dan politik yaitu proses pembuatan keputusan umum. Administrasi negara
menganggap tahap-tahap internal dari proses itu, pembentukan kebijaksanaan umum di dalam
birokrasi dan penyampaiannya kepada masyarakat. Sedangkan ilmu politik menganggap tahap-
tahap external dari proses antara lain tekanan-tekanan dalam masyarakat yang menyebabkan
perubahan sosial politik.

Tongkat pendorong : administrasi negara mempunyai prospek yang sedikit suram karena hanya
melengkapi kembali untuk menjadi apa yang secara teknik berorientasi ilmu murni yang dapat
kehilngan kaitan terhadap realitas sosial politik dalam usaha-usaha penanaman rekayasa
mentalitas pelaksana administrasi negara.

8
Resume “ Paradigma Administrasi Negara Di Mata Nicholas Henry ”

● Paradigma III “Administrasi Negara Sebagai Ilmu Politik 1950-1970”

Akibat dari perhatian dan kritik-kritik konseptual yang mengalir , administrasi negara masuk ke
dalam induk disiplin ilmu politik. Hasilnya adalah diperbaharuinya kembali penentuan lokus
yakni birokrasi pemerintah tetapi kehilangan fokusnya. Tahap penentuan ketiga ini sebagian
besar merupakan usaha menetapkan kembali kaitan-kaitan konseptual antara administrasi
negara dan politik. Namun, konsekuensinya adalah keharusan untuk sibuk mendefinisikan
bidang ini, paling tidak dalam fokus analisanya, dan keahlian utamanya.

Perbandingan dan Pembangunan Administrasi

Perbandingan administrasi negara memusatkan pada 5 permasalahan motivasi sebagai kegiatan


ilmiah, pencarian teori, dorongan bagi aplikasi praktis, sumbangan bagi perluasan perbandingan
politik, perlunya peneliti yang terlatih dalam tradisi hukum administrasi , dan analisa
perbandingan berbagai masalah administrasi yang ada.

Fred W Riggs perbandingan administrasi negara sebagai sarana perdebatan dan penguatan
teori administrasi negara. Perbandingan administrasi negara harus bersifat empiris, nomotetis,
ekologis, factual, ilmiah, dapat digeneralisis, sistematis, dan non parochial. Terdapat dua
perbedaan administrasi negara yaitu

● Bertahannya parochialisme administrasi negara Amerika yang punya banyak kesamaan


dengan parochialisme ilmu-ilmu yang mendasarkan pada pendekatan tingkah laku pada
umumnya.
● Administrasi negara pada umumnya dengan perbandingan administrasi khususnya,
punya masalah pertentangan antara praktek dan teori.

Ketegangan antara ilmu politik dan perbandingan administrasi negara adalah karena kurang
bisa diidentifikasikan sumber. Meski ada tumpang tindih/over lapping yang jelas antara
perbandingan administrasi Negara dengan perbandingan politik, khususnya tingkat kesejajaran
perkembangan kedua sub-bidang tersebut, umur rata-rata para partisipan dan kemiripan
pandangan dan tujuan.

Golembiewski mengikhtisarkan dilema perbandingan dan pembangunan administrasi Negara


tahun 1970-an. Administrasi Negara harus memberi perhatian penuh pada kenyataaan bahwa

9
Resume “ Paradigma Administrasi Negara Di Mata Nicholas Henry ”

kegagalan perbandingan administrasi pada pokoknya disebabkan tak lain di pengalaman


kegagalan yang dipaksakan sendiri. Ia meletakkan tujuan yang tak bisa dicapai yaitu pada
permulaannya dan tetap saja memilih untuk mencari model dan teori yang komprehensif untuk
mendefinisikan diri.

● Paradigma IV “Administrasi Negara Sebagai Ilmu Administrasi 1956-1970”

Suatu kebenaran tentang administrasi adalah administrasi negara tak punya identitas dan
keunikannya di dalam membatasi beberapa konsepnya yang lebih besar. Suatu masalah dalam
rute ilmu administrasi. Meski tak terdapat prinsip-prinsip universal dalam ilmu administrasi.
James D Thompson dalam Organizations in Action (1967) memberi alasan kuat untuk memilih
ilmu administrasi sebagai paradigma administrasi niaga yaitu semua organisasi dan metodologi
manajerial pada umumnya memiliki pola-pola, karakteristik-karakteristik, dan kelemahan-
kelemahan tertentu.

Dalam paradigma ini prinsip-prinsip management yang pernah popular dikembangkan secara
ilmiah dan mendalam. Fokusnya adalah perilaku organisasi, analisis manajemen, dan lainnya.
Semua fokus tidak hanya ditempatkan dalam ekonomi tapi juga dalam administrasi negara,
karena itu lokusnya kurang jelas.

Kebingungan akan istilah Negara dibidang administrasi negara memang bisa dimengerti karena
organisasi manajerial semakin banyak terkait dengan masalah-masalah Negara, pemerintahan
dan politik sehubungan dengan makin meningkatnya segi saling keterkaitan dalam masyarakat
teknologi. Para ahli administrasi negara mulai menerima bahwa kata Negara dalam administrasi
negara tidak bisa diartikan dalam makna institusi namun diartikan sebagai makna filosofis,
normatif dan etika. Dengan kata lain, kata Negara berarti segala sesuatu yang mempengaruhi
kepentingan umum.

Ketegangan diantara Negara dan swasta, kepentingan umum dan motif keuntungan yang
dicerminkan paradigma ilmu administrasi tak punya peran apapun guna meredakan
permasalahan lokus. Ilmu administrasi negara dapat digunakan untuk keperluan apa saja yang
paling immoral sekalipun. Konsep penentuan dan penerapan kepentingan umum memberi
tonggak pembatas bagi administrasi negara dan sebuah lokus untuk bidang studi ini.akan tetapi
hal itu tidak akan banyak, artinya jika setiap perhatian dalam konteks ilmu administrasi, seperti
fokus teori organisasi ataupun ilmu manajemen lebih condong ke ilmu politik. Paradigma ini
menyingkirkan banyak pertimbangan nilai kecuali nilai efisiensi ekonomi sehingga para ahli
dapat mulai berpikir secara filosofis mengenai arti yang sesungguhnya kata Negara dari
administrasi Negara.

10
Resume “ Paradigma Administrasi Negara Di Mata Nicholas Henry ”

Kekuatan Separatisme : “Ilmu dan Masyarakat”dan Administrasi Negara Baru” 1965-1967

Administrasi Negara mengalami 2 pembaharuan yaitu perkembangan program-program


interdisipliner dalam ilmu pengetahuan, teknologi dan kebijakan umum di universitas-
universitas terkemuka. Kedua adalah munculnya administrasi negara baru. 1968, Waldo dalam
The New Negara Administration : The Minnowbrook Perspective menjelaskan administrasi
negara yang baru sangat memperhatikan teori-teori normatif, filosofis, aktivisme, dan banyak
membahas hal-hal yang berkitan dengan nilai-nilai, etika, perkembangan para anggota secara
individual dalam organisasi, hubungan birokrasi dengan pihak yang dilayani, dan lainnya.
Penekanannya pada segi moral.

● Paradigma V “ Administrasi Negara Sebagai Administrasi Negara, 1970-?

Administrasi Negara dalam konteks paradigma yang tengah berlaku sekarang. Fokusnya adalah
teori organisasi dan ilmu manajemen sedangkan lokusnya adalah kepentingan umum dan
urusan umum. Administrasi negara telah tumbuh sebagai bidang ilmu tersendiri. Hal itu
dibuktikan dengan munculnya perguruan-perguruan tinggi, sekolah, dan jurusan yang khusus
mempelajari administrasi negara.

Namun cakupan sepenuhnya atas pendidikan administrasi negara masih belum pasti. Meski
begitu kecenderungan-kecenderungan yang pasti dalam administrasi negara semakin
menyeruak antara lain pertumbuhannya dan agresifnya pendidikan administrasi negara dalam
merekrut mahasiswa minoritas dan perempuan.

● Ciri Administrasi Negara :

● Administrasi Negara adalah suatu kegiatan yang tidak bisa dihindari (Unavoidable), titik
tekannya yang mendasar adalah dalam hubungannya antara negara dan masyarakat bersifat
pasti, lain halnya dengan hubungan masyarakat dengan institusi Privat (swasta) yang bersifat
temporary (sementara).
● Administrasi Negara mempunyai monopoli untuk menggunakan wewenang dan
kekuasaannya. Negara mempunyai kewenangan untuk memaksakan kehendaknya pada
masyarakat untuk menciptakan kepatuhan terhadap hukum, kekuasaan untuk melaksanakan
paksaan dipahami sebagai coercive power, administrasi negara merupakan penjelmaan dari hal
tersebut dan diwujudkan dalam lembaga-lembaga negara seperti kepolisian, kehakiman, dan
lainnya.

11
Resume “ Paradigma Administrasi Negara Di Mata Nicholas Henry ”

● Administrasi Negara mempunyai prioritas. Administrasi negara mengandung tanggung


jawab moral untuk mensejahterakan masyarakat, karena itu administrasi negara mempunyai
prioritas dalam memberikan arahan ataupun pelayanannya.
● Administrasi Negara mempunyai ukuran yang tidak terbatas. Terdapat lingkupan
masyarakat dalam negara yang meliputi batasan teritorial suatu negara, disitu akan terdapat
administrasi negara.

PENUTUP

● KESIMPULAN

Menurut Nicholas Henry dalam bukunya “ Administrasi Negara dan Masalah-Masalah


Kenegaraan ” pemahaman administrasi negara hanya bisa dipahami lewat paradigma yang
terdiri dari 5 macam antara lain :

☠ Paradigma I (1900-1926) : lebih mementingkan lokus.


☠ Paradigma II (1927-1937) : menonjolkan fokus.
☠ Paradigma III (1950-1970) : kembali lebih mementingkan lokus.
☠ Paradigma IV (1956-1970) : mementingkan fokus.
☠ Paradigma V (1970-?) : berusaha untuk mengaitkan antara fokus dan
lokus.

● SARAN :

Perkembangan administrasi telah mengalami perjuangan yang sangat panjang untuk menjadi
suatu bidang studi sendiri dan terpisah dari induk ilmunya “ Ilmu Politik ”. Para ahli telah
mempermudah para akademisi ilmu administrasi negara dalam mempelajari ilmu ini yaitu
melalui paradigma-paradigma yang ditulis dalam buku Administrasi Negara dan Masalah-
Masalah Kenegaraan karangan Nicholas Henry. Untuk itu, para calon ilmuwan Administrasi
Negara sebaiknya memperdalam pemahamannya tentang paradigma ini sehingga kemudian
hari mampu mengembangkan ilmu administrasi ke arah yang lebih baik dari sekarang.

12
Resume “ Paradigma Administrasi Negara Di Mata Nicholas Henry ”

DAFTAR PUSTAKA

● Henry,Nicholas.1988.Administrasi Negara dan Masalah-Masalah Kenegaraan.


Jakarta:CV.Rajawali.
● http://hendradarta.wordpress.com/2010/03/11/4/

● http://massofa.wordpress.com/2008/01/21/pengantar-ilmu-administrasi-negara-bag-1/

13
Resume “ Paradigma Administrasi Negara Di Mata Nicholas Henry ”

THE END

14