Anda di halaman 1dari 3

Resume Materi

Bentuk Statisk Kriminal dan Statistik kriminal Polri


DOSEN

Hj. Tenofrimer,S.H.,M.H.

Oleh:

KELOMPOK 4
Al Khori Rezki 1710112102

Cindy Ishlaha 1710112124

Febby Rista Dwidya 1710113036

Friska Yulinda Putri 1710112041

Memusha Pudica Andreas 1710113015

Monsano Andri 1710112026

Niken Wl Gasutri 1710111089

Rahmad Arif Rivaldi 1720123088

FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS ANDALAS

2018
A. Bentuk-bentuk Statistik Kriminal:
1. Statistik kriminal yang dibuat oleh instansi resmi dan berwenang untuk itu seperti
kepolisian, kejaksaan, pengadilan maupun instansi lembaga pemasyarakatan
2. Statistik kriminal yang dibuat oleh instansi yang tidak resmi seperti badan-badan
hukum dan peneliti

B. Statistik Kriminal Polri


Dalam Pokja Mabes Polri ,”Peranan statistik kriminal dalam penegakan hukum
pidana yang disampaikan pada Seminar Kriinologi V 1986 menyatakan Sispullahjianta,
Sistem Pengumpulan, Pengolahan dan Penyajian Data, mencakup 3 sistem :
a. Sub sistem pengumpulan data (Pulta)
b. Sub sistem pengolahan data (Lahta)
c. Sub sistem penyajian data (Jianta) Data sektor kepolisian seperti:

a. Data astagatra tentang:


- ciri goegrafis wilayah kesatuan yang bersangkutan
- ciri demografi penduduk setempat termasuk jenis kelamin, pendidikan, status sosial
serta kuantitasnya
- ciri dan situasi ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, agama dan hankam. Ini
merupakan pangkal orientsi penilaian perkembangan situasi selanjutnya
b. Data tentang gangguan kamtibmas berupa:
- jumlah, jenis, sifat dan skala waktu kriminalitas di daerah tersebut
- jumlah, jenis, sifat dan skala waktu pelanggaran yng terjadi
- ploting peristiwa kejahatan dan pelanggaran diatas peta geografi, guna
mengenali sifat pengelompokkan dan kecendrungan penjabaran dalam
wilayah bersangkutan
c. Data kekuatan Polri setempat:
- jumlah, kualitas dan struktur kekuatan personil
- jumlah, kualitas kekuatan struktur alat penunjang dalam mendukung
pelaksanaan tugas operasional
- jumlah, kualitas dan struktur masalah yang dihadapkan pada kesatuan
yang bersifat menghambat kegiatan operasional

C.Metode Pengolahan Data Kriminal oleh Polri :


Metode Pengolahan Data Kriminal oleh Polri adalah sebagai berikut.
1. Pengolahan data kuantitatif guna memahami frekuensi, distribusi, tingkat kecendrungan
dan pola-pola kriminalitas tertentu
2. Pengolahan data kualitatif guna memahami tingkat kerawanan daerah tertentu, hubungan
korelatif kriminogen, modus operandi, dan hazard kepolisian
D. Pengolahan Hasil Data Kriminal:
1. Secara kuantitatif:
- pola kejahatan (Crime pattern)
- total kejahatan per tahun (crime total)
- total rata-rata kejahatan per bulan
- rata-rata kejahatan per tahun dalam perbandingan per 100.000 penduduk (crime
rate)
- Indeks kejahatan per tahun (crime index)
- Frekuensi kejahatan menurut jam dalam detik (crime clock)
- Rata-rata kekuatan Polri per 1000 penduduk (police employee)
- Kemampuan menyelesaikan perkara yang dilaporkan per tahun (crime clearance)

2. Secara kualitatif:
- Hubungan antara usia dan kejahatan, Di Jakarta usia pelaku kejahatan adalah usia
produktif antara 16 – 35 tahun
- Hubungan antara sudah atau belum bekerja dengan kejahatan, tidak ada korelasi
antara belum dan sudah bekerja dengan pelaku kejahatan.
- Hubungan tempat tinggal tetap dengan kejahatan, tidak ada korelasi yang kuat
antara tuna wisma dan kejahatan.
- Hubungan urbanisasi fisik dengan kejahatan, terdapat hubungan korelasi yang kuat
antara pendatang dengan kejahatan
- Hubungan pendidikan dengan kejahatan, terdapat korelasi yang kuat mereka yang
berpendidikan dengan kejahatan.
- Hubungan motivasi dan kejahatan, terdapat korelasi yang kuat antara motif ekonomi
dengan kejahatan