Anda di halaman 1dari 3

Definisi dan Klasifikasi BBLR

Bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat badan lahirnya kurang 2500 gram tanpa
memandang masa kehamilan. Berat badan lahir adalah berat badan yang ditimbang dalam 1 jam setelah bayi
lahir. Bayi berat lahir rendah terjadi karena kehamilan prematur, bayi kecil masa kehamilan dan kombinasi
keduanya. Bayi kurang bulan adalah bayi yang lahir sebelum umur kehamilan mencapai 37 minggu. Bayi
yang lahir kurang bulan belum siap hidup di luar kandungan sehingga bayi akan mengalami kesulitan dalam
bernapas, menghisap, melawan infeksi dan menjaga tubuh tetap hangat (Depkes RI, 2009). Pengukuran
berat badan lahir rendah dilakukan di tempat fasilitas (Rumah Sakit, Puskesmas, dan Polindes), sedang bayi
yang lahir di rumah waktu pengukuran berat badan dapat dilakukan dalam waktu 24 jam (Anonimous,
2010).
Pada tahun 1961 oleh WHO semua bayi yang baru lahir dengan berat lahir kurang dari 2500 gram
disebut Low Birth Weight Infant (BBLR). Sedangkan pada tahun1970, kongres European Perinatal
Medicine II yang diadakan di London juga diusulkan definisi untuk mendapatkan keseragaman tentang
maturitas bayi lahir, yaitu sebagai berikut:
1) Preterm Infant (Prematur) atau bayi kurang bulan., adalah bayi dengan masa kehamilan kurang dari
37 minggu (259 hari).
2) Term Infant atau cukup bulan adalah bayi dengan masa kehamilan mulai 37 minggu sampai 42
minggu (259-293 hari).
3) Post term atau bayi lebih bulan, adalah bayi dengan masa kehamilan mulai 42 minggu atau lebih
(294 hari atau lebih) (Ika, 2010).
Klasifikasi BBLR berdasarkan berat badan lahir, BBLR dibagi menjadi (Maryunani, 2013) :
1. Bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gr.
2. Bayi berat lahir sangat rendah (BBLSR) atau Very Low Birth Weight (VLBW) adalah bayi yang
lahir dengan berat badan antara 1000-1500 gr.
3. Bayi berat lahir amat sangat rendah (BBLASR) adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang
dari 1000 gr.
Ada beberapa cara dalam mengelompokkan BBLR (Proverawati dan Ismawati, 2010) :
1. Menurut harapan hidupnya
1) Bayi berat lahir rendah (BBLR) dengan berat lahir 1500-2500 gram.
2) Bayi berat lahir sangat rendah (BBLSR) dengan berat lahir 1000-1500 gram.
3) Bayi berat lahir ekstrim rendah (BBLER) dengan berat lahir kurang dari 1000 gram.
2. Menurut masa gestasinya
1) Prematuritas murni yaitu masa gestasinya kurang dari 37 minggu dan berat badannya sesuai
dengan berat badan untuk masa gestasi atau biasa disebut neonatus kurang bulan sesuai untuk
masa kehamilan (NKB-SMK).
2) Dismaturitas yaitu bayi lahir dengan berat badan kurang dari berat badan seharusnya untuk masa
gestasi itu. Bayi mengalami retardasi pertumbuhan intrauterin dan merupakan bayi kecil untuk
masa kehamilannya (KMK).

Sumber:
Anik Maryunani. 2013. Asuhan Kegawatdaruratan Maternal & Neonatal. Jakarta : Trans Info Medika.
Anonymous. 2010. Neonatologi. Jakarta: Badan penerbit IDAI.
Depkes RI. 2009. Buku Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta.
Pantiawati, Ika. 2010. Bayi dengan BBLR. Yogyakarta.
Proverawati Atikah, & Ismawati Cahyo, S. 2010. BBLR : Berat Badan Lahir Rendah. Yogyakarta: Nuha
Medika.
Definisi dan Klasifikasi Asfiksia

Asfiksia adalah keadaan di mana bayi baru lahir tidak dapat bernapas secara spontan dan teratur.
Bayi dengan riwayat gawat janin sebelum lahir, umumnya akan mengalami asfiksia pada saat dilahirkan.
Masalah ini erat hubungannya dengan gangguan kesehatan ibu hamil, kelainan tali pusat, atau masalah yang
mempengaruhi kesejahteraan bayi selama atau sesudah persalinan (Asuhan Persalinan Normal, 2007).
Sedangkan menurut Wiknjosastro (1999), asfiksia neonatorum ialah keadaan di mana bayi tidak dapat
segera bernafas secara spontan dan teratur setelah lahir. Hal ini disebabkan oleh hipoksia janin dalam uterus
dan hipoksia ini berhubungan dengan faktor-faktor yang timbul dalam kehamilan, persalinan, atau segera
setelah bayi lahir. Akibat-akibat asfiksia akan bertambah buruk apabila penanganan bayi tidak dilakukan
secara sempurna. Tindakan yang akan dikerjakan pada bayi bertujuan mempertahankan kelangsungan
hidupnya dan membatasi gejala-gejala lanjut yang mungkin timbul.
Kata asfiksia berarti hipoksia yang progresif, penimbunan CO2 dan asidosis. Bila proses ini
berlangsung terlalu jauh dapat mengakibatkan kerusakan otak atau kematian. Asfiksia juga dapat
mempengaruhi fungsi organ vital lainnya (Saifudin, 2009). Asfiksia neonatorum menurut Hassan (2007)
dapat dibagi menjadi tiga, yaitu :
a. Asfiksia ringan (“virgorous baby”). Skor APGAR 7-10. Dalam hal ini bayi dianggap sehat dan tidak
memerlukan tindakan istimewa.
b. Asfiksia sedang (“mild-moderate asphyxia”). Skor APGAR 4-6. Pada pemeriksaan fisik terlihat frekuensi
jantung >100x per menit, tonus otot kurang baik atau baik, refleks iritabilitas tidak ada.
c. Asfiksia berat yaitu dengan skor APGAR 0-3. Pada pemeriksaan fisik ditemukan frekuensi jantung kurang
dari 100x/menit, tonus otot buruk, sianosis berat dan kadang-kadang pucat, refleks iritabilitas tidak ada.

Sumber:
Depkes RI. 2007. Asuhan Persalinan Normal. Jakarta: Dinkes.
Wiknjosastro. 1999. Ilmu Bedah Kebidanan. Jakarta : Bina Pustaka.
Saifudin, A. 2010. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: PT Bina
Pustaka Indonesia.
Hassan, et al. 2007. Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta: Percetakan Infomedika Jakarta.