Anda di halaman 1dari 1

POTENSI ENERGI TERBARUKAN PER TAHUN 2015

A. POTENSI TENAGA ANGIN DI INDONESIA


Potensi tenaga angin di Indonesia lebih sering dimanfaatkan untuk kepentingan
energi listrik, sehingga energi tenaga angin disebut dengan PLTB (Pembangkit Listrik
Tenaga Bayu). Pembangkit Listrik Tenaga Angin ini memanfaatkan energi gerak atau
kinetik yang berasal dari baling-baling seperti kincir angin dan disimpan layaknya baterai
telfon selular, baling – baling tersebut berputar karena adanya angin yang bertiup, tetapi
tidak semua angin yang bertiup dapat membuat kincir angin berputar, terdapat 12 kondisi
kelas angin dan hanya 6 diantaranya dapat dimanfaatkan agar kincir angin berputar yaitu
kecepatan angin berkisar antara 12 – 74.5 km/ jam atau 6.61 – 40.3 knot/jam. Tenaga Angin
ini diperknalkan oleh Persia (Iran) dan berkembang oleh orang Belanda, kincir angin
dahulunya dimanfaatkan untuk menggiling jagung, memotong kayu dan memompa air,
seiiring dengan berjalannya waktu pada tahun 1920-an oleh orang Amerika dimanfaatkan
untuk kepentingan listrik yang belum terjangkau hingga ke pedesaan kala itu. Di Indonesia
sendiri pemafaatan energi angin (PLTB) memiliki sumber energi angin yang cukup besar.
Menurut LAPAN dari 166 lokasi yang diteliti, terdapat 35 lokasi yang mempunyai potensi
angin yang bagus dengan kecepatan angin diatas 5 meter perdetik pada ketinggian 50 meter.
Daerah yang mempunyai kecepatan angin bagus tersebut, diantaranya Nusa Tenggara Barat
(NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), pantai selatan Jawa dan pantai selatan Sulawesi.
Disamping itu, LAPAN juga menemukan 34 lokasi yang kecepatan anginnya mencukupi
dengan kecepatan 4 sampai 5 meter perdetik (Energinet, DEA, 2016). Beberapa lokasi yang
telah dan sedang dikembangkan menjadi PLTB, seperti di Jeneponto dan Bantul. PLTB
Jeneponto berlokasi di Desa Jombe, Kecamatan Turatea, Jeneponto, akan menyumbang
sekitar 70 MW ke Sistem PLN Sulselrabar. Proyek yang dikerjakan PT Energi Angin
Indonesia ini memiliki kapasitas total 162,5 MW dari 65 unit turbin, namun baru 70 MW
yang sudah masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL)
PT PLN Sulselrabar pertengahan tahun 2017. Energi listrik ini akan dialirkan ke sistem
transmisi 150 KV meliputi Palu-Mamuju, Wotu-Masamba dan Sengkang-Siswa. Setelah
masuk dalam sistem, diharapkan mampu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, baik di
daerah perkotaan maupun daerah terpencil . Lokasi potensi angin pada tabel berikut :