Anda di halaman 1dari 4

MATA KULIAH MANAJEMEN OPERASI

NAMA : DIMAS GALUH SURYA

NIM : 530014871

Diskusi 6
Saudara mahasiswa peserta tutorial EKMO 5208.02 (Manajemen Operasi),
Silahkan pelajari Modul 3 (Lokasi & Lay-out /Tata letak Fasilitas Produksi) pada BMP
Manajemen Operasi terbitan UT,
Selanjutnya diskusikan dengan sesama teman dengan cara memberikan tanggapan dan
jawaban secara argumentatif,
1. Jelaskan faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan lokasi perusahaan,
2. Sebutkan tujuan yang hendak dicapai bagi suatu tata letak yang baik,
3. Sebutkan pula tiga jenis tata letak & berikan contohnya masing-masing,
Tutor

Jawaban

1. Berikut ini adalah faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan lokasi:

a. Globalisasi

Globalisasi menyebabkan perkembangan 1) ekonomi pasar, 2) komunikasi


internasional yang lebih baik, 3) pengiriman barang yang semakin mudah, 4)
aliran modal ke negara lain, 5) perbedaan biaya dan tenaga kerja.

b. Produktivitas Tenaga Kerja

Harga tenaga kerja yang murah belum tentu lebih menguntungkan. Perlu
dipertimbangkan juga produktivitas kerja yang dapat dihasilkan. Produktivitas
tenaga kerja diantaranya dapat dihitung dengan rumus:

Biaya per unit = Biaya tenaga kerja per hari / Produktivitas (unit) per hari

c. Nilai Tukar Mata Uang Asing

Nilai tukar mata uang yang tidak menguntungkan hanya akan menghasilkan biaya
tinggi. Perusahaan dapat meraih keuntungan melalui nilai tukar mata uang dengan
merelokasi ataupun mengekspor produknya ke negara lain.

1 Dimas GS | NIM 530014871


d. Biaya

Tangible cost adalah biaya yang telah teridentifikasi meliputi: utilisasi, tenaga
kerja, material, pajak, penyusutan mesin-mesin, dan peralatan.

Intangible cost adalah biaya yang sulit untuk dirumuskan meliputi: biaya lain-lain,
biaya transportasi bahan mentah, biaya pengiriman barang jadi, dan konstruksi.

e. Perilaku

Perilaku tenaga kerja antar negara, antar daerah, bisa jadi berbeda. Perbedaan ini
antara lain adalah tingkat perputaran tenaga kerja, serikat kerja, serta tingkat
absensi.

f. Kedekatan dengan Pasar, Pemasok, dan Pesaing

Mendekati konsumen dapat menjadi strategi untuk menghemat biaya pengiriman.


Mendekati pemasok dapat menjadi pilihan untuk menghadapi situasi a) bahan
baku dan bahan penolong mudah rusak, b) biaya transportasi bahan mahal, c)
bahan diperlukan dalam jumlah besar. Mendekati pesaing (clustering)
dimungkinkan karena adanya suatu sumber daya yang terpusat di suatu daerah.
Meliputi sumber daya alam, informasi dan sumber daya manusia.

2. Tujuan yang hendak dicapai bagi suatu tata letak yang baik :

a. Mencapai kualitas produk atau jasa.

b. Menempatkan pekerja dalam ruang kerja secara efisien

c. Menghindari terjadinya bottle neck.

d. Mengurangi biaya penyimpanan material.

e. Mengurangi pergerakan tenaga kerja dan material yang tidak diperlukan.

f. Mengurangi waktu produksi atau waktu layanan konsumen.

g. Meningkatkan keselamatan kerja.

2 Dimas GS | NIM 530014871


3. Layout untuk manufaktur

a. Layout produk

Digunakan untuk mencapai aliran yang lancar dan cepat barang-barang atau
konsumen dalam jumlah yang besar melalui suatu sistem.

Contoh:

Suatu proses produksi memiliki urutan proses cutting, sending, dan painting.
Maka peralatan yang sesuai dengan pekerjaan tersebut akan diurutkan sesuai
dengan urutan tersebut.

b. Layout proses

Dirancang untuk memproses barang atau jasa yang memerlukan berbagai macam
peralatan dalam proses.

Contoh:

Rumah Sakit memiliki unit-unit tersendiri yang secara spesialisasi menangani


kasus-kasus yang berbeda-beda. Misalnya unit yang melayani operasi, rontgen,
persalinan, THT, gawat darurat dan lain-lain.

c. Layout Posisi Tetap

Digunakan apabila produk diproduksi disuatu tempat tertentu dan sumber daya
yang digunakan, seperti tenaga kerja, material, mesin-mesin, dan peralatan
dipindahkan ke tempat tersebut.

Contoh:

Layout posisi tetap duterapkan untuk proyek konstruksi (gedung, bendungan),


kapal laut, pesawat terbang, dan roket luar angkasa.

d. Layout Seluler

Tipe layout yang mengelompokkan stasiun-stasiun kerja ke dalam kelompok-


kelompok yang disebut sebagai sebuah sel.

Contoh:

Pada produksi mobil akan diterapkan layout seluler ini. Dimana layout di dalam
sel akan disusun seperti layout proses. Misalnya untuk menghasilkan suatu produk
mobil yang siap jalan, sebelumnya tiap-tiap bagiannya telah menjalani berbagai

3 Dimas GS | NIM 530014871


proses baik itu mesin, body, interior, kelistrikan, hingga siap dirakit untuk menjadi
mobil yang utuh.

Layout Umum untuk Jasa

a. Layout Pergudangan

Perhatian untuk Layout jenis ini adalah untuk mengurangi biaya dan waktu
pengambilan barang. Yang paling umum dilakukan adalah dengan meletakkan
barang yang sering dipesan dekat pintu keluar. Selain itu juga memperhatikan
keterkaitan antar barang.

Contoh :

Barang A seringkali dipesan. Maka dia diletakkan dekat pintu keluar. Selain
itu barang B biasanya sering dipesan bersama barang C, maka keduanya
diletakkan berdekatan.

b. Layout Retail

Mempertimbangkan kehadiran konsumen dan kemungkinan meningkatkan


penjualan dengan penyusunan Layout yang menarik.

Contoh:

Meletakkan produk permen, mainan di dekat kasir untuk menarik konsumen


anak-anak yang sedang ikut berbelanja dengan orang tuanya.

c. Layout Kantor

Dilakukan dengan mempertimbangkan aliran atau pergerakan kertas kerja atau


dokumen serta peningkatan penggunaan alat komunikasi elektronik.

Contoh:

Pengaturan ruang kerja yang terbagi untuk tiap-tiap seksi. Dan melengkapi
tiap ruang dengan telepon lokal antar ruang.

Sumber:

Buku Materi Pokok Manajemen Operasi

4 Dimas GS | NIM 530014871