Anda di halaman 1dari 17

Makalah Fisika

D
I
S
U
S
U
N

OLEH :

Nama: M Rustu Syawaludin


Kelas: X TKI 4

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


SMKN 1 KOTA BENGKULU
JL.JATI NO 41 SAWAH LEBAR KOTA BENGKULU
TP 2018-2019

GETARAN DAN GELOMBANG

Pengertian Getaran

Pengertian getaran adalah gerak bolak-balik suatu benda secara teratur melalui titik
keseimbangan. Contoh benda yang mengalami getaran adalah bandul dan senar gitar.

Benda yang begetar selalu memiliki simpangna-simmpangan. Simpangan merupakan jarak


yang ditempuh benda bergetar dari titik keseimbangan. Simpangan terbesar yang dimiliki
oleh benda bergetar disebut dengan amplitudo.

Amplitudo dilambangkan dengan A dengan satuan meter.

Jenis-Jenis Getaran
Getaran dibedakan menjadi dua macam, yaitu :

Getaran Bebas
Getaran bebas yaitu getaran yang terjadi ketika sistem mekanis dimulai dengan adanya
gaya awal yang bekerja pada sistem itu sendiri, setelah itu dibiarkan bergetar secara
bebas. Getaran bebas akan menghasilkan frekuensi yang natural karena disebabkan sifat
dinamika dari distribusi massa dan kekuatan yang membuat getaran.
Misalnya, bandul yang ditarik kemudian dilepaskan dan dibiarkan saja akan menghasilkan
getaran hingga pergerakan bandul tersebut berhenti.

Getaran Paksa
Getaran Paksa yaitu suatu getaran yang terjadi ketika gerakan bolak-balik yang disebabkan
adanya gaya luar yang secara paksa menciptakan getaran pada sistem.

Misalnya, getaran rumah yang roboh ketika terjadi gempa.

Periode Getaran (T)


Periode adalah waktu yang dibutuhkan oleh benda guna melakukan suatu getaran. Satuan
periode adalah sekon (s).
Periode getaran oleh sebuah bandul tidak dipengaruhi amplitudo, tetapi bisa dipengaruhi
oleh panjang tali bandul. Periode getara dapat dirumuskan sebagai berikut.

T = t/n

Keterangan :

T = periode (s)

t = waktu untuk menghasilkan n getaran (sekon)

n = banyak getaran

Frekuensi Getaran (f)


Frekuensi adalah banyak getaran yang terjadi dalam waktu satu sekon. Satuan frekuensi
adalah hertz (Hz) atau getaran per sekon. Rumus frekuensi getaran adalah :

f = n/t

f = frekuensi (1/s atau Hz)

Hubungan antara frekuensi (f) dan periode (t) dapa dinyatakan sebagai berikut.

f = 1/t atau T = 1/f

Keterangan :

f = frekuensi (1/s atau Hz)

T= periode (sekon)
Contoh Soal
Mistar plastik digetarkan sehingga jarak antara kedudukan teratas dan kedudukan
terbawahnya 5 cm. Berapa amplitudo getarannya ?

Jawaban :

Amplitudo adalah simpangan terbesa yang dimiliki benda saat bergetar. Jarak kedudukan
teratas dan kedudukan terbawah adalah 2 kali amplitudo. Jadi, amlitudo getaran adalah 2,5
cm.

Sebuah ayunan digetarkan sehinnga menghasilkan 50 getaran dalam waktu 2 menit.


Berapakah periodenya ?

Penyelesaian :

Diketahui.

t = 2 menit = 120 sekon

n = 50 getaran

Ditanyakan = T ?

Jawab :

T = t/n

T = 120/50 = 2,4 s

Jadi, periode sebuah ayunan tersebut adalah 2,4 sekon.


Pengertian Gelombang
Pengertian gelombang adalah getaran yang merambat. Gelombang berpindah ketempat
satu ketempat lainnya dengan menggunakan menggunakan media tertentu. Gelombang
juga dapat bergerak tanpa menggunakan media seperti pada ruang hampa.

Ketika merabat, gelombang memindahkan energi dari satu tempat ketempat lainnya tanpa
memindahkan medium yang dilaluinya. Contoh darigelombang adalah omka laut. Energi
gelombang dapat kamu rasakan ketika ombak laut itu menyentuh kakimu pada saat kamu
berada ditepi pantai.

Macam-Macam dan Bentuk Gelombang


Macam-macam gelombang dapat dibedakan menjadi berikut.

Berdasarkan Arah Rambat dan Arah Getarannya


Berdasarkan arah rambat dan arah getarannya, gelombang dapat dibedakan menjadi
berikut.

Gelombang Transversal
Gelombang transversal adalah gelombang yang arah rambatnya tegak lurus terhadap
getarannya. Gelombang transversal berbentuk bukit dan lembah gelombang. Misalnya,
gelombang permukaan air, gelombang tali dan gelombang cahaya.

Keterangan :

 Dasar gelombang (lembah) merupakan titik dasar atau yang terendah di suatu
gelombang.
 Bukit gelombang yaitu bagian dari gelombang seperti gunung dengan titik yang
tertinggi atau puncak dari gelombang
 Panjang gelombang yaitu jarak antara dua puncak atau dapat pula disebut dengan
dua lembah gelombang.
 Amplitudo (A)merupakan simpangan yang terjauh dari garis keseimbangan.
 Periode (T) adalah waktu yang diperlukan guna dapat menempuh jarak dua puncak
atau dua buah lembah yang berurutan atau waktu yang diperlukan untuk
membentuk suatu gelombang.
Gelombang Longitudional
Gelombang longitudional adalah gelombang yang arah rambatnya sejajar dengan arah
getarannya. Gelombang longitudional berbentuk penjalaran rapatan dan renggangan
secara bergantian. Misalnya gelombang pada slinki dan gelombang bunyi.

Keterangan :

 Rapatan merupakan daerah yang ada di sepanjang gelombang yang mempunyai


rapatan atau tekanan molekul yang lebih tinggi.
 Renggangan yaitu daerah di sepanjang gelombang yang mempunyai rapatan
molekul lebih rendah.
 Panjang 1 gelombang yaitu jarak antara dua buah rapatan atau antara dua buah
renggangan yang saling berdekatan.

Berdasarkan Median dalam Perambatannya


Berdasarkan median dalam perambatannya, gelombang dibedakan menjadi :

Gelombang Mekanik
Gelombang mekanik adalah gelombang yang membutuhkan medium tempat merambat.
Misalkan gelombang pada tali dan gelombang bunyi.

Gelombang Elektromagnetik
Gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang energi dan momentumnya dibawa
oleh medan listrik (E) dan medan magnet (B) yang bisa merambat melalui vakum atau
tanpa membutuhkan medium dalam perambatan gelombangnya.

Contoh dari gelombang elektromagnetik adalah gelombang cahaya dan gelombang radio.
Sumber dari gelombang elektromagnetik adalah sebagai berikut.

 Osilasi listrik.
 Sinar matahari menghasilkan sinar infra merah.
 Lampu merkuri menghasilkan ultra violet.
 Inti atom yang tidak stabil ® menghasilkan sinar gamma.

Penembakan elektron dalam tabung hampa pada keping logam menghasilkan sinar X
(digunakan untuk rontgen). Keterkaitan antara medan listrik (E) dan medan magnet (B)
diungkapkan dalam persamaan Maxwell. Persamaan Maxwell adalah hukum yang
mendasari teori medan elektromagnetik.

Berdasarkan Amplitudonya
Berdasarkan amlitudonya, gelombang dibedakan menjadi 2, yaitu :

 Gelombang stasioner adalah gelombang yang mempunyai amplitudo tidak tetap


besarannya.
 Gelombang berjalan adalah gelombang yang mempunyai amplitudo yang tetap.

Sifat-Sifat Gelombang
Berikut adalah sifat dari gelombang, yakni :

 Gelombang mengalami pemantual (sifat refleksi).


 Gelombang mengalami pembiasan (sifat refraksi).
 Gelombang mengalami penggabungng (sifat interefensi).
 Gelombang mengalami lenturan (sifat difraksi).
 Gelombang mengalami dispresi, yakni penyebaran bentuk gelombang ketika
merambat melalui suatu medium.
Gelombang mengalami polarisasi, yakni peristiwa terserapnya sebagian arah getar
gelombang sehingga hanya tinggal mempunyai satu arah saja.

Cepat Rambat Gelombang


Cepat rambat gelombang adalah jarak yang ditempuh gelombang setiap satuan waktu.
Dalam hubungannya dengan panjang gelombang, periode, dan frekuensi,cepat rambat
gelombang dirumuskan sebagai berikut.

Keterangan:

v : cepat rambat gelombang (m/s)

λ : panjang gelombang (m)

T : periode gelombang (s)

f : frekuensi gelombang (Hz)

Contoh Soal Cepat Rambat Gelombang


Rere menggetarkan tali sehingga membentuk 2 bukit dan 3 lembah gelombang dalam
waktu 16 sekon. Jika panjang tali 5 meter, tentukan cepat rambat gelombang tersebut.
Penyelesaian :

Diketahui :

λ = 2,5

t = 16 s

s=5m

Ditanyakan : v ?

Jawab :

v=λf

= s/n n/t

= s/t = 5m/16s = 0,3125 m/s = 31,25 cm/s

Jadi, cepat rambat gelombang adalah 31,25 cm/s.

ALAT OPTIK
Pengertian Alat Optik

Alat optik adalah alat yang menggunakan lensa dan cermin yang
memanfaatkan sifat cahaya yang dapat dipantulkan dan dibiaskan yang
dimanfaatkan untuk melihat.

enis / Macam-Macam Alat Optik

Alat optik ada 2 macam, yaitu alat optik alamiyah yaitu mata, dan alat
optik buatan seperti kaca mata, kamera, lup/lensa pembesar, mikroskop,
teleskop/teropong, periskop, episkop, diaskop, dan sebagainya. Mari kita
bahas satu per satu.
1.Cermin

Cermin adalah permukaan yang licin dan dapat


menciptakan pantulan sehingga membentuk bayangan. (dalam wikipedia,
2015). Banyak benda-benda lain di sekitar kita yang dapat
memantulkan cahaya, misalnya air di kolam dan benda-benda yang terbuat
dari logam mengilat seperti emas, perak, dan perunggu.
Cermin terdiri atas cermin datar dan cermin lengkung. Cermin datar
memiliki permukaan yang datar, sedangkan cermin lengkung memiliki
permukaan yang lengkung. Cermin lengkung terdiri atas cermin silinder
dan cermin bola. Cermin lengkung yang akan dibicarakan dalam modul ini
adalah cermin bola. Jika permukaan bola bagian dalam yang mengkilap,
jenis cermin adalah cermin cekung. Jika permukaan bagian luar bola yang
mengkilap, jenis cermin adalah cermin cembung. Ruang di belakang
cermin yang dapat dilihat oleh mata disebut dengan medan penglihatan.
Medan penglihatan tergantung pada ukuran cermin dan letak mata di
depan cermin
Pemantulan pada cermin Lengkung
Sewaktu di SMP kalian telah dikenalkan tentang cermin lengkung.
Cermin lengkung ada dua jenis yaitu cermin cembung dan cemin cekung.
Pertama-tama yang perlu kalian ketahui adalah daerah di sekitar cermin
lengkung. Daerah ini dibagi menjadi empat ruang. Perhatikan pembagian
ruang ini pada Gambar berikut. Coba kalian amati apa persamaan dan
perbedaan dari cermin cekung dan cermin cembung.
Pembagian ruang pada cermin cekung itu dibatasi oleh cermin (titik
O), titik R (titik pusat kelengkungan) dan titik F (titik fokus). Jarak OF sama
dengan FR sehingga berlaku hubungan:

Ruang-ruang di sekitar cermin ini juga dibagi menjadi dua lagi yaitu
daerah di depan cermin bersifat nyata dan di belakang cermin
bersifat maya.
Sifat-sifat bayangan
Bayangan-bayangan benda oleh cermin lengkung dapat ditentukan
dengan berbagai metode. Metode itu diantaranya adalah dengan
percobaan dan penggambaran sinar-sinar istimewa. Ada tiga sinar
istimewa yang melalui cermin yaitu:
1. Sinar yang menuju fokus akan dipantulkan sejajar sumbu utama.
2. Sinar yang sejajar sumbu utama akan dipantulkan menuju fokus (untuk
cermin cekung) atau seolah-olah dari fokus (untuk cermin cembung).
3. Sinar yang menuju atau melalui titik pusat kelengkungan (R) akan
dipantulkan kembali.
Hubungan antar besaran
Sifat-sifat bayangan oleh cermin lengkung juga dapat ditentukan
secara matematis. Masih ingat hubungan jarak benda ke cermin (S), jarak
bayangan ke cermin (S’) dan jarak fokus (f)? Di SMP kalian sudah
diajarkan. Hubungan itu dapat dituliskan sebagai berikut.

Hubungan kedua yang perlu kalian mengerti adalah perbesaran bayangan.


Perbesaran bayangan oleh cermin lengkung memenuhi:

Untuk melihat hubungan antara nilai M dengan sifat-sifat bayangan


yang terbentuk, dapat dlihat pada tabel berikut ini.
Tabel 2.1. Perbesaran Cermin
Nilai M Sifat Bayangan
M > 1 (positif) Maya, tegak, diperbesar
0 < M < 1 (positif) Maya, tegak, diperkecil
M < -1 (negatif) Nyata, terbalik, diperbesar
M = -1 (negatif) Nyata, terbalik, sama besar
-1 < M < 0 (negatif) Nyata, terbalik, diperkecil
Soal dan pembahasan :
1. Seseorang tidak dapat membaca pada jarak normal (25 cm). Saat melihat benda,
dia bisa melihat dengan jelas jika jaraknya 1 m dan selebihnya. Tentukan daya kaca
mata yang dibutuhkan agar dapat melihat pada jarak baca normal dan tentukan pula
jarak fokus lensanya!

2. Seseorang tidak dapat melihat benda jauh tak hingga dengan jelas. Kemudian dia
memeriksakan diri ke dokter mata. Untuk mengatasi kelemahan itu dia diberi saran
dokternya untuk memakai kaca mata dengan kekuatan − dioptri. Berapakah titik
jauh mata orang tersebut?
2. LUP

Lup adalah alat optik yang berfungsi mengamati benda kecil agar tampak besar dan
jelas dengan menggunakan lensa cembung. Bayangan yang dihasilkan lup
bersifat Maya, Tegak dan Diperbesar

Pembesaran pada lup :

Lup adalah alat optik yang berfungsi mengamati benda kecil agar tampak besar dan
jelas dengan menggunakan lensa cembung. Bayangan yang dihasilkan lup
bersifat Maya, Tegak dan Diperbesar

Pembesaran pada lup :


Soal dan pembahasan :
1. Seorang siswa melihat sebuah benda kecil dengan menggunakan lup yang berjarak fokus 10
cm. Jika benda diletakkan di titik fokus lup, tentukan perbesaran lup.
Penyelesaian:
Diketahui:
f = 10 cm
s = 10 cm (karena benda diletakkan di titik fokus lup)
Ditanyakan: M
Jawab:
Jika benda diletakkan di titik fokus lensa, maka pengamat mengamati dengan mata tidak
berakomodasi. Jadi, perbesarannya dapat dicari dengan persamaan sebagai berikut.
sn
M =
f
25
M =
10
25
M =
10
M = 2,5 kali
Jadi, perbesaran bayangannya adalah 2,5 kali.
3.MIKROSKOP

Mikroskop adalah alat optik untuk melihat benda-benda yang sangat kecil agar tampak
lebih besar dan jelas. Mikroskop terdiri dari dua lensa cembung : lensa okuler (dekat
mata) dan lensa objektif (dekat benda). Fokus obejektif lebih kecil dari fokus okuler.

Lensa Objektif menghasilkan bayangan nyata terbalik, diperbesar. Bayangan ini


sekaligus manjadi benda bagi lensa okuler.

Sifat Bayangan Akhir pada mikroskop adalah Maya, terbalik dan diperbesar.

Persamaan dalam mikroskop sama dengan persamaan pada lensa


cembung, karena lensa objektif dan okuler merupakan lensa cembung.
Sedang perbesaran mikroskop sama dengan perkalian dari perbesaran lensa objektif
dan okuler.
Panjang mikroskop merupakan jumlah jarak bayangan lensa
objektif dengan jarak benda lensa okuler. Secara matematis panjang mikroskop dirumuskan
sebagai berikut :

Soal dan pembahasan :


1.Perbesaran total sebuah mikroskop adalah 100x, jika perbesaran yang dibentuk lensa objektif
5x, berapakah perbesaran lensa okulernya?
Penyelesaian:
Diketahui:
M = 100x
mob = 5x
Ditanyakan: mok
Jawab:
M = mob × mok
M 100 =
mok = =
mob 5 20
Jadi, perbesaran lensa okuler mikroskop tersebut adalah 20x.

2. Sebuah mikroskop memiliki jarak fokus lensa objektif dan lensa okuler masing-
masing 10 mm dan 5 cm. Sebuah benda ditempatkan 11 mm di depan lensa
objektif. Tentukan perbesaran mikroskop pada pengamatan:
■ Tanpa akomodasi
■ Berakomodasi maksimum
■ Berakomodasi pada jarak 50 cm
Penyelesaian:
Diketahui:
fob = 10 mm
fok = 5 cm
sob = 11 mm
sn = 25 cm (mata normal)