Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

HAK ASASI MANUSIA ( ABORSI )

DISUSUN OLEH :

DYAN (61117061)

EVA VERONIKA (61117017)

MUHAMMAD AKBAR (61117038)

MESSI RATAPAN (61117010)

YUSIE AGUSTINA (61117014)

YUSUF RIFA’I (61117059)

UNIVERSITAS SERANG RAYA


DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ................................................................................................. i


BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG ...................................................................... 1
B. RUMUSAN MASALAH .................................................................. 1
BAB II
PEMBAHASAN
A. DEFINISI ABORSI .......................................................................... 2
B. DEFINISI HAM ................................................................................ 4
C. KAITANNYA ABORSI DENGAN HAM DAN PASAL YG DAPAT
DIJERAT .......................................................................................... 5
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN ................................................................................. 8

i
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Permasalahan mengenai aborsi sampai kini masih sering mencuat.


Seiring dengan maraknya pergaulan bebas, aborsi semakin semarak
pula. Apa sih sebenarnya aborsi itu? Aborsi adalah penghentian
kehamilan setelah tertanamnya telur (ovum) yang telah dibuahi dalam
rahim (uterus). Secara umum, aborsi diartikan sebagai pengguguran
kandungan, yaitu dikeluarkannya janin sebelum waktunya, baik
disengaja maupun tidak. Ada dua macam aborsi, yaitu aborsi spontan
dimana aborsi terjadi secara alami tanpa intervensi tindakan medis, dan
aborsi yang direncanakan dimana melalui tindakan medis dengan obat-
obatan saja atau tindakan bedah, atau tindakan lain yang menyebabkan
pendarahan lewat vagina.

Aborsi adalah kaitannya dengan Hak Asasi Manusia. Pengertian


HAM menurut Pasal 1 (1) UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM dan
UU No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan, HAM adalah seperangkat
hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai
makhluk Tuhan Yang Maha Kuasa dan merupakan anugerah-Nya yang
wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum,
pemerintah dan setiap orang, demi kehormatan serta perlindungan
harkat dan martabat manusia.

B. Rumusan Masalah
 Hak asasi manusia (aborsi)?

1
BAB II

PEMBAHASAN

A. DEFINISI ABORSI
Aborsi adalah tindakan untuk mengakhiri kehamilan dengan pengeluaran
hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar kandungan. Itu
merupakan pengertian aborsi secara medis atau dalam ilmu kedokteran. Aborsi
juga dalam pengertian negatif didefinisikan sebagai pengguguran kandungan
secara sengaja karena tidak menginginkan janin tersebut (biasanya sering terjadi
pada wanita yang hamil diluar nikah). Sedangkan penjelasan aborsi menurut
wikipedia adalah :

Gugur kandungan atau aborsi (bahasa Latin:abortus) adalah


berhentinya kehamilan sebelum usia kehamilan 20 minggu yang
mengakibatkan kematian janin. Apabila janin lahir selamat (hidup)
sebelum 38 minggu namun setelah 20 minggu, maka istilahnya adalah
kelahiran prematur.

Dalam ilmu kedokteran, jenis aborsi dibagi menjadi 2 (dua), yaitu:


1. Aborsi Spontan (Alamiah)
Pengguguran kandungan yang terjadi disebabkan oleh
kecelakaan, atau dengan kata lain karena sebab-sebab alami
yang tidak disengaja, tanpa intervensi tindakan medis bahkan
sering tidak disadari gejalanya oleh ibu hamil. Jenis aborsi ini
terbagi menjadi:
a. Aborsi komplitus
Artinya keluarnya seluruh hasil konsepsi sebelum umur
kehamilan lengkap 20 minggu.
b. Aborsi habitualis
Artinya aborsi terjadi 3 atau lebih aborsi spontan
berturut-turut.
c. Aborsi inkomplitus

2
Artinya keluar sebagian tetapi tidak seluruh hasil
konsepsi sebelum umur kehamilan lengkap 20 minggu.
d. Aborsi induksi
Yaitu penghentian kehamilan sengaja dengan cara apa
saja sebelum umur kehamilan lengkap 20 minggu dapat
bersifat terapi atau non terapi.
e. Aborsi insipiens
Yaitu keadaan perdarahan dari interauteri yang terjadi
dengan dilatasi serviks kontinu dan progresif tetapi
tanpa pengeluaran hasil konsepsi sebelum umur
kehamilan 20 minggu.
f. Aborsi terinfeksi
Yaitu aborsi yang disertai infeksi organ genital.
g. Missed Abortion
Yaitu aborsi yang embrio atas janinnya meninggal.
Dalam uterus sebelum umur kehamilan lengkap 20
minggu tetapi hasil konsepsi tertahan dalam uterus
selama 8 minggu atau lebih.
h. Aborsi septik
Yaitu aborsi yang terinfeksi dengan penyebaran
mikroorganisme dari produknya ke dalam sirkulasi
sistematik ibu.
2. Aborsi Buatan (Sengaja)
Pengakhiran kehamilan lebih awal yang diakibatkan oleh
tindakan yang disadari oleh ibu hamil dan pelaksana (dokter,
bidan maupun dukun beranak) melalui tindakan medis dengan
obat-obatan, tindakan bedah, atau tindakan lain yang
menyebabkan pendarahan lewat vagina (aborsi provokatus)

3
B. DEFINISI HAM
Menurut para ahli , Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) adalah
hak-hak dasar yang dimiliki setiap pribadi manusia sebagai anugerah
Tuhan yang dibawa sejak lahir. sedangkan pengertian HAM menurut
perserikatan bangsa-bangsa (PBB) adalah hak yang melekat dengan
kemanusiaan kita sendiri, yang tanpa hak itu kita mustahil hidup
sebagai manusia. Secara umum Hak Asasi Manusia sering sekali
terdengar di telinga kita tentang Pelanggaran-pelanggaran HAM yang
membuat kita prihatin tentang semua yang terjadi, sehingga perlunya
kita tahu lebih jelas tentang hak asasi manusia seperti dibawah ini..

Dari pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) dapat disimpulkan


bahwa sebagai anugerah dari Tuhan terhadap makhluknya, hak asasi
tidak boleh dijauhkan atau dipisahkan dari dipisahkan dari eksistensi
pribadi individu atau manusia tersebut. Hak asasi tidak bisa dilepas
dengan kekuasaan atau dengan hal-hal lainnya, Bila itu sampai terjadi
akan memberikan dampak kepada manusia yakni manusia akan
kehilangan martabat yang sebenarnya menjadi inti nilai
kemanusiaan. Walapun demikian, bukan berarti bahwa perwujudan
hak asasi manusia dapat dilaksanakan secara mutlak karena dapat
melanggar hak asasi orang lain. Memperjuangkan hak sendiri sembari
mengabaikan hak orang lain merupakan tindakan yang tidak
manusiawi. Kita wajib menyadari bahwa hak-hak asasi kita selalu
berbatasan dengan hak-hak asasi orang lain, karena itulah ketaan
terhadap aturan menjadi penting

4
C. KAITANNYA ABORSI DENGAN HAM DAN PASAL YG DAPAT
DIJERAT
Permasalahan mengenai aborsi sampai kini masih sering mencuat.
Seiring dengan maraknya pergaulan bebas, aborsi semakin semarak
pula. Apa sih sebenarnya aborsi itu? Aborsi adalah penghentian
kehamilan setelah tertanamnya telur (ovum) yang telah dibuahi dalam
rahim (uterus). Secara umum, aborsi diartikan sebagai pengguguran
kandungan, yaitu dikeluarkannya janin sebelum waktunya, baik
disengaja maupun tidak. Ada dua macam aborsi, yaitu aborsi spontan
dimana aborsi terjadi secara alami tanpa intervensi tindakan medis, dan
aborsi yang direncanakan dimana melalui tindakan medis dengan obat-
obatan saja atau tindakan bedah, atau tindakan lain yang menyebabkan
pendarahan lewat vagina.

Aborsi adalah kaitannya dengan Hak Asasi Manusia. Pengertian


HAM menurut Pasal 1 (1) UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM dan
UU No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan, HAM adalah seperangkat
hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai
makhluk Tuhan Yang Maha Kuasa dan merupakan anugerah-Nya yang
wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum,
pemerintah dan setiap orang, demi kehormatan serta perlindungan
harkat dan martabat manusia.
Aborsi dalam KUHP dan UU no 36 tahun 2009
 Pasal 346
Seorang wanita yang sengaja menggugurkan atau mematikan
kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu, diancam
dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

5
 Pasal 347
(1) Barang siapa dengan sengaja menggugurkan atau
mematikan kandungan seorang wanita tanpa persetujuannya,
diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun.
(2) Jika perbuatan (2) Jika perbuatan itu mengakibatkan
matinya wanita tersebut, diancam dengan pidana penjara paling
lama tujuh tahun.
 Pasal 348
(1) Barang siapa dengan sengaja menggugurkan atau
mematikan kandungan seorang wanita dengan persetujuannya,
diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam
bulan.
(2) Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut,
diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.
 Pasal 349
Jika seorang dokter, bidan atau juru obat membantu melakukan
kejahatan berdasarkan pasal 346, ataupun melakukan atau
membantu melakukan salah satu kejahatan yang diterangkan
dalam pasal 347 dan 348, maka pidana yang ditentukan dalam
pasal itu dapat ditambah dengan sepertiga dan dapat dicabut
hak untuk menjalankan pencarian dalam mana kejahatan
dilakukan.
 Pasal 350
Dalam hal pemidanaan karena pembunuhan, karena
pembunuhan dengan rencana, atau karena salah satu kejahatan
berdasarkan Pasal 344, 347 dan 348, dapat dijatuhkan
pencabutan hak berdasarkan pasal 35 No. 1- 5.uu 36/2009

6
 Pasal 194
Setiap orang yang dengan sengaja melakukan aborsi tidak
sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal
75 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10
(sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp1.000.000.000,00
(satu miliar rupiah).
75 ayat (2)
(2) Larangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dapatdikecualikan berdasarkan:
a. indikasi kedaruratan medis yang dideteksi sejak usia dini
kehamilan, baik yang mengancam nyawa ibu dan/atau janin,
yang menderita penyakit genetik berat dan/atau cacat bawaan,
maupun yang tidak dapat diperbaiki sehingga menyulitkan bayi
tersebut hidup di luar kandungan; atau
b. kehamilan akibat perkosaan yang dapat menyebabkan trauma
psikologis bagi korban perkosaan

7
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Aborsi adalah penghentian kehamilan setelah tertanamnya telur


(ovum) yang telah dibuahi dalam rahim (uterus). Secara umum, aborsi
diartikan sebagai pengguguran kandungan, yaitu dikeluarkannya janin
sebelum waktunya, baik disengaja maupun tidak. Ada dua macam aborsi,
yaitu aborsi spontan dimana aborsi terjadi secara alami tanpa intervensi
tindakan medis, dan aborsi yang direncanakan dimana melalui tindakan
medis dengan obat-obatan saja atau tindakan bedah, atau tindakan lain
yang menyebabkan pendarahan lewat vagina.
Aborsi adalah kaitannya dengan Hak Asasi Manusia. Pengertian
HAM menurut Pasal 1 (1) UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM dan UU
No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan.
HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan
keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Kuasa dan
merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan
dilindungi oleh negara