Anda di halaman 1dari 31

“CRITICAL BOOK REVIEW”

DISUSUN OLEH :

Ramadanu (7182240004)
Mata Kuliah : Akuntansi Sektor Publik

Dosen pengampu : Dewi Kemala Putri SE. Msi. Ak.

ILMU EKONOMI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkatdan
Rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah mata kuliah Pengantar Bisnis
ini yang berjudul “CRITICAL BOOK Review”.

Penulis berterimakasih kepada Ibu dosen DEWII KEMALA PUTRI LUBIS SE. M. Si.
Ak. yang sudah memberikan bimbingannya. Penulis juga menyadari bahwa tugas ini masih
banyak kekurangan oleh karena itu penulis meminta maaf jika ada kesalahan dalam penulisan
dan penulis juga mengharapkan kritik dan saran yang membangun guna kesempurnaan tugas ini.

Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih semoga dapat bermanfaat dan bisa
menambah pengetahuan
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Rasionalisasi pentingnya CBR sering kali kita bingung memilih buku refrensi untuk kita
baca dan pahami.Terkadang kita memilih satu buku ,namun kurang memuaskan hati
kita.Misalnya dari segi analisis bahasa,pembahasan tentang Akuntansi Sektor Publik
.Oleh karna itu penulis membuat Critical Book Report (CBR) ini untuk mempermudah
pembaca dalam memilih buku refrensi.Terkhususnya pada pokok bahasa tentang
Akuntansi Sektor Publik

1.2 Tujuan Penulisan CBR


Mengkritis/ membandingkan satu topic mata kuliah Akuntansi Sektor Publik dengan
dua buku yang berbeda.

1.3 Manfaat CBR


o Untuk menambah wawasan Akuntansi Sektor Publik
o Untuk mengetahui fungsi fungsi Akuntansi Sektor Publik
o Untuk mengetahui tentang tujuan Akuntansi Sektor Publik

1.4 Identitas buku


A. Identitas Buku Utama

Judul Buku : Akuntansi Sektor Publik

Pengarang/penulis : Arfan ikhsan, Muhammad Yamin, Noch

Azizul Hamdani junita putri Raja

Penerbit : Madenatera

Tahun Terbit : 2018

ISBN. : 978-602-5470-10-3

Jumlah Halaman : 309 halaman


Jumlah Bab : 12 bab

Edisi : Revisi Firza

Editor : Firza Alphi

Website : http://www.madenatera.co.id

Email :arf_79lbs@yahoo.com ;

madenateranews@gmail.com

B. Identitas Buku Pembanding


Judul ; Akuntansi Sektor Publik
Pengarang ; Deddi Nordiawan
Ayuningtyas Hertianti
Penerbit ; Selemba Empat
Tahun ; 2010
ISBM ; 978-979-061-113-9
Halaman ; 230
Ukuran ; 19 × 26 cm
BAB II
PEMBAHASAN
A. Ringkasan Buku utama

Bab 1 : Gambaran Akuntansi Sektor Publik

1. Pengertian Sektor Publik


Pengertian mengenai Sektor Publik adalah suatu enitas yang aktivitasnya berhubungan dengan usaha
ubtuk menghasilkan barang dan pelayanan publik dalam rangka memenuhi kebutuhan publik.
Permasalahan nya adalah bahwa kebutuhan publik beragam dan tak terbatas, segingga diperlukan adanya
prioritas kebijakan dan negoisasi Publik untuk menyeleksi berbagai alterbatif yang ada.
2. Arti penting Sektor Publik
Alasan mengapa diperlukan sektor Publik ;

 Sektor Publik berfungsi untuk menyediakan barang baranh Publik yang sangat dibutuhkan
masyarakat dan tidak disediakan Sektor privat maupun Sektor sosial
 Sektor Publik diperlukan sebagai regulator
 Sektor Publik diperlukan sebagai pengelola negara dan pengemban amanah konstitusi melalui
fungsi birokrasi pemerintahan.

3. Domain organisasi Sektor Publik


 Instansi pemerintah ; adalah sejumlah organisasi atau lembaga yang dibentuk dalam rangka
penyelenggaraan pemerintah negara berupa organisasi kenegaraan dan pemerintahan
 Organisasi nirlaba milik negara ; adalah suatu organisasi yang bersasaran pokok untuk
mendukung suatu isu atau perihal didalam menarik publik untuk suatu tujuan yang tidak
komersial tanpa ada perhatian terhadap hal hal yang bersifat mencari laba ( moneter) .
 Organisasi Nirlaba milik swasta ; meeupakan suatu lembaga arau kumpulan dari beberapa
individu yang memiliki tujuan tertentu dan bekerja sama untuk Mencapai tujuan, dalam
pelaksanaan nya kegiatan yang mereka lakukan tidak berorientasi pada pemupukan laba atau
kekayaan semata

4. Akuntansi Sektor Publik


Akuntansi Sektor Publik didefenisika. Sebagai proses pengumpulan, pencatatan, pengklasifikasian,
penganalisaan, dan pelaporan transaksi keuangan dalam domain organisasi publik yang menyediakan
informasi keuangan bagi para pemakai laopran keuangan yang berguna untuk pengambilan keputusan.
5. Tujuan Akuntansi Sektor Publik
Tujuan utama akuntansi Sektor Publik adalah untuk mencatat melaporkan dan menginterpretasikan data
data ekonomi untuk digunakan sebagai pengambilan keputusan.
6. Ruang lingkup dan perkembangan akuntansi Sektor Publik di indonesia
 Fase tahun 1975 ; pada tahun ini belum ada sistem akuntansi, yang ada baru sebatas sistem
administrasi atau dikenal dengan istilah tata usaha keuangan daerah.
 Fase tahun 1979-1980 ; siatem administrasi masih dilakukan secara manual, belum memiliki
standar akuntansi pemerintah, penyampaian laporan PAN oleh pemerintah kepada DPR
dilaksanakan waktu 2-3 tahun, depatemen mulai membuat rencana studi modernisasi sistem
akuntansi pemerintah
 Fase tahun 1986 ; Dibuat desain pengembangan sistem akuntansi pusat dan akuntansi instansi
dengan mengusulkan disusunnya bagan akun standar dan standar dari akuntansi pemerintah
 Fase tahun 2003 – 2004 ; reformasi akuntansi sektor publik yang di mulai dengan di terbitkan nya
tiga UU negara yaitu : 1) UU no. 17 tahun 2003 tentang keuangan negara. 2)UU no. 1 tahun
2004 tentang perbankan negara
 Fase 2010 ; dikeluarkan peraturan pemerintah No. 71 tahun 2010 tentang standar akuntansi
pemerintah menggantikan PP no. 24 tahun 2005.

7. Sifat dan karakteristik akuntansi sektor publik


 Faktor ekonomi
 Faktor politik
 Faktor kultural
 Faktor demografi

8. Peran akuntansi Sektor Publik


 Pengelolaan keuangan negara
 Pelaporan keuangan
 Pemeriksaan
 Akuntibiltas publik
 Tata kelola pemerintahan yang baik
 Ekonomi, Efisiensi dan efektivitas
9. Penerapan prinsip kepemerintahan yang baik pada Sektor Publik
 Partisipasi
 Peran hukum
 Transparansi
 Tanggap
 Orientasi kosensus kesetaraan dan keadilan
 Efektif dan Efisiensi
 Akuntabilitas
 Visi strategik
10. Penggunaam barang dan jasa publik.
a) Barang publik ; sesuatu yang dapat dinikmati dan dibutuhkan oleh semua orang.
Contohnya adalah udara, cahaya matahari, papan marka jalan, lampu lalu lintas dan lain
sebagainya.
b) Barang privat
Sifat sifat barang privat tersrbut adalah :
 Rivalrous consumption dimana konsumsi oleh satu konsumen akan mengurangi atau
menghilangkan kesempatan pihak lain untuk melakukan hal serupa
 Exludable consumption dimana konsumsi suatu barang dapat dibatasi hanya pada
mereka yang memenuhi persyaratan tertentu ( biasanya harga) .
 Scarcity /depletability / finite, yaitu kelangkaan atau keterbatasan dalan jumlah yang
disikrit atau terbatas inilah yang menimbulkan kedua sifat sebelumnya

Sifat barang Publik

 Non – rivalry
Penggunaam barang publik berarti bahwa penggunaam satu konsumen terhadap
suatu barang tidak akan mengurangi kesempatan konsumen lain sari barang
tersebut
 Non – excludable

Bab 2 : Akuntansi Manajemen Sektor Publik


Barang publik ini berrti bahwa apabila suatu barang publik yang tersedia tidak ada yang dapat
menghalangi siapa pun untuk memperoleh manfaat dari barang tersebut atau dengan kata lain setiap orang
memiliki akses ke barang tersebut
1. Konsep akuntansi manajemen
Pengeetian akuntansi manajemen adalah proses identifikasi, pengukuran, pengumpulan, analisis,
penyiapan, dan komunikasi informasi finansial yang digunakan oleh manajemen untuk perencanaan,
evaluasi, pengendalian dalam suatu organisasi, serta untuk menjamin kecepatan penggunaan sumber
sumber dan pertanfgung jawaban atas sumber tersebut.
2. Jenis informasi akuntansi manajemen

 Akuntansi biaya penuh ( full cost accounting)


 Akuntansi biaya diferensial ( diferential accounting)
 Akuntansi pertanggung jawaban (responsibility accounting)
3. Akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan
Persamaan akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan
 Keduanya dibangun atas dasar pertanggung jawaban. Manajemen sebagai wakil
perusahaan harus mempertanggung jawabkan keuangan dan juga operasional perusahaan
kepada semua pihak yang berkepntingan
 Akuntansi keuangan dan akuntansi pertanggung jawaban sibangun dalam suatu sistem
akuntansi umum tidak dalam suatu sistem yang terpisah
4. Manfaat akuntansi manajemen sektor publik
 Akuntansi sebagai alat perencanaan organisasi ;perencanaan merupakan cara organisasi
menetapkan tujuan dan sasaran organisasi.
 Akuntansi sebagai Alat pengendalian organisasi ; informasi yang diberikan besifat
kuantitatif dan umum nya dinyatakan dalam bentu ukuran finansial.
5. Proses perencanaan dan pengendalian manajemen organisasi Sektor Publik
 Perumusan strategi
 Perencanaan strategi
 Penganggaran
 Pelaksanaan
 Evaluasi kinerja
6. Peran akuntansi manajemen dalam organisasi Sektor Publik yaitu;
 Perencanaan strategi
 Pemberian informasi
 Penilaian investasi
 Penganggaran
 Penentuan biaya pelayanan
 Penilaian kerja
7. Penentuan Tarif pelayanan Publik
a) Pelayanan publik yang bisa dijual
b) Efisiensi Ekonomi
c) Prinsip Keuntungan
d) Dasar penentuan harga tarif Pelayanan elastisitas permintaan
e) Biaya produksi Pelayanan
8.dalil terhadap pembebanan tarif Pelayanan
Tarif didefenisikan sebagai sejumlah uang dan jasa atau barang yang tersedia ditukarkan oleh pembeli
untuk mendapatkan manfaat yang dirasakan setelah hak kepemilikan atau penggunaam diperoleh.
 Dasar pembebanan tarif Pelayanan
a. Suatu jasa baik merupakan barang publik maupun barang privat, mungkin tidak dapat
diberikan kepada semua orang
b. Suatu Pelayanan mungkin membutuhkan sumber daya yang mahal atau langka sehingga
konsumsi publik harus disiplin
c. Terdapat variasi dalam konsumsi individu yang lebih berhubungan dengan pilihan dari pada
kebutuhan
d. Suatu jasa mungkin digunakan untuk operasi komersial yang menguntungkan dan untuk
memenuhi kebutuhan domestik secara individual maupun industrial
 Prinsip dan praktik pembebanan
 Kegunaan pembebanan dalam praktik
 Penetapan Pelayananan

Bab 3 : Penganggaran Sektor Publik

1. Pengertian Anggaran
Anggaran merupakan suatu rencana yabg disusun secara sistematis, meliputi seluruh kegiatan perusahaan,
dinyatakan dalam unit moneter yang berlaku untuk jangka waktu tertentu yang akan datang. Sedangkan,
Penganggaran adalah suatu proses pengalokasian sumber daya yang terbatas (unlimited demands)
Sementara itu anggaran rencana kerja yang telah ditetapkan dalam satuan mata uang
2. Perkembangan penganggaran
Pada tahun 2004 sampai sekarang
Periode ini merupakan kelanjutan periode sebelumnya pada periode ini diterapka. Tiga paket UU tentang
keuangan negara. Implikasi dari tiga paket UU tersebut adalah perlu disesuaikan dan diamandemen nya
aturan perundang undangan sebelumnya terutama yang terkait dengan pemerintahan dan pengelolaan
keuangan daerah. Sehingga diterbitkan UU no 32 tahun 2004 sebagai pengganti dari UU no 22 tahun
1999 tentang pemerintahan daerah.
3. Hubungan Anggaran dengan akuntansi sektor publik
Anggaran dan akuntansi sektor publik memiliki kaitan yang erat dimana akuntansi sektor Publik
menyajikan data data yang historis yang sangat bermanfaat untuk mengadakan estimasi estimasi yang
akan dituangkan dalam anggaran publik, yang nantinya akan dijadikan sebagai pedoman kerja diwaktu
yang akan datang.
4. Anggaran sektor Publik
Anggaran sektor Publik merupakan perencanaan manajerial untuk tindakan yang akan dinyatakan dalam
istilah istilah keuangan.
a) Fungsi Anggaran sektor publik
 Fungsi Anggaran dari aspek mikro
Anggaran sebagai alat perencanaan, anggaran sebagai alat pengendalian, anggaran sebagai alat
kebijakan fiskal, anggaran sebagai alat politik, anggaran sebagai alat koordinasi dan komunikasi,
anggaran sebagai alat penilaian kinerja, anggaran sebagai alat motivasi, anggaran sebagai alat
menciptakan ruang Publik
 Fungsi Anggaran dri aspek makro
Anggaran sebagai alat alokasi, anggaran sebagai alat distribusi, anggaran sebagai alat stabilitas.

b) Tujuan Anggaran sektor Publik

 Anggaran dinyatakan dalam satuan keuangan


 Anggaran umum nya mencakup jangka waktu tertentu, satu atau beberapa tahun jangka pendek,
menengah dan jangka panjang
 Anggaran berisi komitmen atau kesanggupan manajemen untuk mencapai tujuan /sasaran yang
ditetapkan
 Usulan anggaran ditelaah dan disetujui oleh pihak wewenang yang lebih tinggi dari penyusunan
anggaran

C) pentingnya anggaran sektor Publik

 Anggaran merupakan alat bagi pemerintah untuk mengarahkan pembangunan sosial ekonomi
menjamin kesinambungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat
 Anggaran diperlukan karena adanya kebutuhan dan keinginan masyarakat yang tak terbatas dan
terus berkembang
 Anggaran diperluka. Untuk meyakinkan bahwa pemerintah telah bertanggung jawab terhadap
masyarakat.

5. Jenis – jenis anggaran


 Anggaran operasional
 Anggaran modal
 Anggaran pengesahan
 Anggaran dana alokasi umum
 Anggaran dana alokasi khusus
 Anggaran tetap vs anggaran fleksibel
 Anggaran eksekutif vs anggaran legislatif

6. Prinsip anggaran sektor Publik


1) Prinsip otorisasi legislatif
2) Prinsip komprehensif
3) Prinsip keutuhan anggaran
4) Prinsip nondirectionary apropriation
5) Prinsip periodik
6) Prinsip akurat
7) Prinsip jelas
8) Prinsip diketahui publik

7. Pendekatan penganggaran pada Sektor Publik


a. Pendekatan tradisional
Pendekatan tradisional merupakan pendekatan yang banyak digunakan di negara
berkembang. Ciri lain yang melekat pada pendekatan tradisional adalah sebagai berikut
 Incremental budget
 Line item budget
 Reveneu budgeting
 Repetive budgeting
 Suplemental budgeting
b. Pendekatan new publik management
 Anggaran kinerja
 Program budgeting
 Zero bassed budgeting ( ZBB)
 Planing programing and budgeting system

8. Proses penyusunan anggaran sektor publik


a) Persiapan anggaran (preparation)
b) Persetujuan lembaga legislative ( lagislative anactmen)
c) Administrasi (administration)
d) Pelaporan pemeriksaan( reporting)
e) Pemeriksaan ( post – audit)
9. Aspek penganggaran sektor publik
Pendekatan perilaku
Beberpa aspek perilaku dalam penganggaran sektor publik antara lain ;

 Partisipasi anggaran
Partisipasi merupaka proses yang melibatkan individu individu secara langsung didalam nya
mempunyai pengaruh terhadap penyususnan tujuan anggaran yang prestasinya akan diniali
kemungkinan akan dihargai atas dasar pencapaian tujuan anggaran mereka.
 Keterlibatan manajemen senior
 Senjangan anggaran
Pendakatan politik

 Penentuan kebijakan anggaran


 Penentuan prioritas program dan plafon anggaran
 Penentuan alokasi anggaran
 Pembahasan anggaran
 Perubahan anggaranpertanggung jawaban anggaran

10. Penganggaran dan standar pelayanan mininal (SPM)


Sebagai upaya mebingkatkan pelayanan publik yang dapat dijangkau oleh masyarakat, semua aspek /
sektor dalam urusan wajib yang dikategorikan sebagai pelayanan dasar harus disusun standarpelayanan
minimal (SPM) sebagai acuan standar kuantitas dan kualitas pelayanan harus diberikan kepada
masyarakat. Dengan adanya SPM akan memudahkan bagi masyarakat untuk memantau kinerja aparatnya.
Proses implementasi penerapan SPM meliputi kegiatan sebagai berikut ;

 Persiapan rencana pencapaian SPM


 Pengintergrasian rencana SPM dalam dokumen perencanaan.
 Periapan mekanisme pembelanjaan penerapan SPM dan rencana pembiayaan SPM
 Penyampaian informasi rencana dan realisasi terget tahunan SPM dalam laporan
penyelanggaraam.

Bab 4 : pengembangan teori akuntansi sektor publik


1.Teori akuntansi
Teori akuntansi sebagai ide “ pemikiran teoritis akuntansi “ didefenisikan sebagai “menetukan
“bagaimana dan mengapa variabel variabel akuntansi dan pernyataan hubungan dapat saling
berhubungan.
2. Fungsi teori akuntansi

 Menjadi pegangan bagi lembaga penyusunan standar akuntansi dalam menyusun standarnya
 Memberikan kerangka rujukan untuk menyelesaikan masalah akuntansi dalam hal tidak adanya
standar resmi
 Meningkatkan pemahaman dan keyakinan pembaca laporan terhadap informasi yang disajikan
laporan keuangan
3. Konsep teoritis akuntansi

 Teori kepemilikan
 Teori enitas
 Teiri dana
 Teori enterprise
 Teori komando
4. Teori pembuat kebijakan akuntansi sektor publik

 Teori akuntansi
 Faktor politik
 Kondisi ekonomi
5. Pelaporan keuangan organisasi sektor publik
Apek aspek pelaporan keuangan untu pihak eksternal tersebut antara lain ;

 Tujuan penyajian laporan keuangan


 Bentuk laporan keuangan
 Elemen laporan keuangan
 Regulasi, standar, dan pedoman penyajian laporan keuangan
 Badan penyusun standar atau regulasi akuntansi.
6. Prinsip akuntansi keuangan sektor publik

 Objektivitas
Manfaat suatu laporan keuangan ditentukan oleh objektivitas dengan pembuktian dan kebenaran
data.
 Konsisten
Untuk mengetahui perkembangan yang telah dicapai agar laporan keuangan dapat diketahu dari
tahun sebelumny
 Daya banding
 Tepat waktu
 Ekonomis dalam penyajian laporan
 Materialis
7. Hak dan kebutuhan pemakai laporan keuangan
a) hak untuk mengetahui yaitu

 Mebgatehui kebijakan pemerintah


 Menegetahui keputusan yang diambil pemerintah
 Mengetahui alasan dilakukan nya suatu kebijakan dan keputusan tertentu
B) hak untuk diberi informasi yang meliputi hak untuk diberi penjelasan terbuka atas permaslahan
permasalaha tertentu yang menjadikan debatan publik
C) hak untuk didengar aspirasinya
Kebutuhan informasi pemakai laporan keuangan pemerintah tersebut dapat diringkas sebagai berikut ;

 Masyarakat pengguna pelayanan publik membutukan informasi atas biaya harga


 Masyarakat pembayar pajak dan pemberi bantuan ingin mengatahui keberadaan pengguna dana
yang telah diberikan.
 Kreditor dan investor membutuhkan informasi untuk menghitung tingkat resiko likuiditas
 Parlemen dan kelompok politik memerlukan sejumlah informasi keuangan pemerintah dan
penyelewengan keuangan negara.

Bab 5 : pencatatan akuntansi sektor publik


1 . Teknik akuntansi keuangan sektor publik
Akuntansi keuangan sektor publik adalah bagian dari akuntansi yang berkaitan dengan penyiapan laporan
keuangan dan juga berhubungan dengan pencatatan transaksi organisasi publik dan penyususnan bebagai
laporan berkala dari hasil pencatatan tersebut.
2. Teknik akuntansi anggaran
Sistem akuntansi anggaran adalah sistem akuntansi yang mencatat, mengklasifikasikan dan
mengikhtisarkan transaksi berdasarkan anggaran pendapatan ataupun belanja. Tujuan dari teknik ini
adalah untuk melihat cara pelaksanaan penganggaran yang sudah dibuat dapat dikendalikan dan
dipertanggungjawabkan. Untuk dapat penyajian itubdikembangkan beberapa alternatif metode dan dan
teknik pencatatan antara lain ;

 Mencatat anggaran sebagai sebuah transaksi tersendiri dapat memperlakukan setiap akun buku
besar tersendiri yang setara
 Mencatat anggaran sebagai sebuah transasksi sendiri dan menempatkan nya sebagai akun besar
pembantu disetiap akun rill nya
 Menjadikan anggaran sebagai informasi yang melekat pada setiap buku besar
3. Teknik akuntansi kas
Karakteristik basis kas adalah sebagai berikut ;

 Mengukur aliran sumber kas


 Transaksi keuangan diaku pada saat uang diterima
 Menunjukkan ketaatan pada batas anggaran belanja dan pada peraturan lain
 Menghasilkan laporan yang kurang komprehensif bagi pengambil keputusam
Basis kas juga mendasarkan konsep pada dua pilar yaitu ;

 Pengakuan pendapatan ; adalah pada saat perusahaan menerima pembayaran secara


kas
 Pengakuan biaya ; dilakukan pada saat sudah dilakukan pembayaran kas .
4. Teknik akuntansi akrual
Teknik akuntansi akrual dapat menghasilkan laporan keuangan yang lebih dapat dipercaya, akurat,
komprehensif, dan relevan untuk pengambilan keputusan ekonomi, sosial, politik
Basis akrual juga mendasarkan konsepnya pada dua pilar yaitu ;

 Pengakuan pendapatan ; dimana pada saat perusahaan mempunyai hak untuk melakukan
penagihan dari hasil kegiatan perusahaan
 Pengakuan biaaya ; dilakukan pada saat kewajiban membayar sudah terjadi

5. Teknik akuntansi komitmen


Akuntansi komitmen merupakan system akuntansi yang mengakui transaksi (pembelian)
ditempatkan diterima dan mengakui pendapatan ketika faktur dikeluarkan.
Sistem akuntansi komitmen adalah sistem akuntansi yang dijadikan dasar pengambilan keputusan
manajemen organisasi
Jika menggunakan akuntansi komitmen manajer dapat dengan mudah mengeluarkan pesanan saat
mendekati akhir tahun anggaran untuk menghabiskan anggaran tersebut.
6. Teknik akuntansi dana
Teknik akuntansi dana adalah metode pelaporan yang memdefenisikan unit pelaporan sebagai dana
organisasi sebagai polling dana. Penggunaan akuntansi dana merupakan salah satu perbedaan utama
akuntansi pemerintah dengan akuntansi bisnis. Dari kesatuan dana dana yang di miliki organisasi sektor
publik dapat digolongkan menjadi yaitu ;.

 Dana yang bisa dibelajakan


 Dana yang bisa disediakan untuk mebiayai aktivitas aktivitas yang bersifat busines yang menjadi
bagian dari tujuan organisasi sektor publik
 Dana yabg tidak bisa di belanjakan
 Dana yabg dipisahkan untuk aktivitas aktivitas yang bersifat dinamis.
7. Teknik akuntansi modifikasi
Teknik ini pada dasarnya sama dengan akuntansi berbasis kad namun dalam basis ini pembukuan untuk
periode tahun berjalan masih ditambah dengan waktu tertentu.
Laporan keuangan dalam basis ini juga memerlukan pengungkapan tambahan atas item item yang
biasanya diakui dalam basis akuntansi akrual.

Bab 6 : pelaporan keuangan sektor Publik


1.Tujuan pelaporan keuangan
Tujuan nya adalah memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus enitas
yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam pembuat keputusan ekonomi.
Pelaporan keuangan juga menyajikan informasi bagi pengguna mengenai
 Indikasi apakah sumber daya telah diperoleh dan digunakan sesuai dengan anggaran
 Indikasi apakah sumber daya diperoleh dan digunakan sesuai dengan ketentuan termasuk
batas anggaran yang diterapkan oleh DPR/DPRD
2. Basis akuntansi
Basis akuntansi merupakan prinsip prinsip akuntansi yang menentukan kapan pengaruh atas transaksi atau
kejadian harus di akui untuk tujuan pelaporan keuangan.
Basis kas, transaksi ekonomi dan kejadian lain diakui ketika oas diterima oleh kas pemerintah ( kas umum
Negara / kas umum Daerah) atau dibayarkan dari kas pemerintah ( kas umum negara /kas umum Daerah)
Sedangkan dalam Akuntansi berbasis akrual adalah dimana transaksi ekonomi dan peristiwa peristiwa
lain nya diakui dan dicatat dalam catatan akuntansi dan dilaporkan dalam periode laporan keuangan pada
saat terjadi nya transaksi tersebut bukan pada saat kas atau ekuivalen kas diterima atau dibayarkan.
3. Periode laporan
Sesuai dengan UU no 17 tahun 2003 Tentang Keuangan Negara batas batas waktu penyampaian laporan
keuangan sebagai suatu laporan pertanggung jawaban pelaksanaan APBN /APBD selambat lambat nya 6
bulan setelah berakhirnya tahun anggaran.
Selain laporan keuangan tahunan setiap enitas pelaporan juga diwajibkan menyusun laporan keuangan
interim, yaitu kaitu setidak tidaknya setiap semester sebagai mana diamanatkan dalam peraturan
pemerintah daerah No 20 Tahun 2004 tentang pemerintahan penyusunan rencana kerja dan anggaran
kementerian negara / lembaga dan peraturan pemerintah nomor 8 Tahun 2006 tentang pelaporan
keuangan dan kinerja instansi pemerintah
4.laporan keuangan pemerintah pusat (LKKP)
Laporan keuangan pemerintah pusat terdiri atas ;

 Neraca pemerintah pusat


 Laporan realisasi anggaran
 Laporan operasional
 Laporan perubahan saldo lebih
 Laporan perubahan ekuitas
 Laporan arus kas
5. Laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD)
Laporan keuangan pemerintah daerah meliputi :

 Neraca pemerintah daerah laporan realisasi anggaran


 Laporan operasional
 Laporan perubahan saldo anggaran lebih (laporan perubahan SAL)
 Laporan perubahan ekuitas
 Laporan arus kas
 Catatan atas laporan keuangan
7. Hubungan Antar komponen laporan keuangan

 Laporan realisasi dengan laporan arus kas


 Laporan realisasi anggaran dengan neraca
 Neraca dengan laporan arus kas
 Catatan laporan keuangan dengan laporan realisasi anggaran dan laporan arus kas

Bab 7 : keuangan Negara dan Daerah


1 . pengertian dan ruang lingkup keuangan negara dan daerah
Keuangan negara adalah hak dan jewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang, serta segala sesuatu
baik berupa uang maupun barang barang yang dapat dijadikan hak milik negara berhubung dengan
pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut
Keuangan daerah adalah semua hak dan kewajiban pemerintah daerah yang dapat di nilai dengan uang
serta segala sesuatu baik berupa uang maupun barang yang dapat di jadikan milik daerah berhubungan
dengan pelaksanaan hak dan kewajiban daerah tersebut.
2. Ruang lingkup keuangan negara dan daerah

 Ruang lingkup keuangan negara ;


 Hak negara untuk memungut pajak mengeluarkan dan mengedarkan uang, dan
melakukan pinjaman
 Kewajiban negara untuk menyelenggarakan tugas layanan umum
 Penerimaan negara
 Pengeluaran negara
 Penerimaan daerah
 Pengeluaran daerah
 Ruang lingkup keuangan daerah ;
 Hak daerah untuk memungut pajak daerah dan retribusi daerah serta melakukan pinjaman
 Kewajiban daerah untuk menyelanggarakan urusan pemerintah daerah
 Penerimaan daerah
 Pengeluaran daerah
 Kekayaan Daerah yang dikelola sendiri atau pihak lain berupa uang, surat berharga,
piutang, barang serta hak hak lain yang dapat di nilai dengan uang termasuk kekayaan
yang dipisahkan pada perusahaan daerah
 Kekayaan pihak lain yang di kuasai oleh pemerintah daerah dalam rangka penyelenggara
tugas pemerintahan dan atau kepentingan umum.
3. Azas -azas umum pengelolaan keuangan negara
 Azas tahunan, memberikan persyaratan bahwa anggaran negara dibuat secara tahunan
 Azas universality ( kelengkapan)
 Azas kesatuan, mempertahankan hak budget dari dewan secara lengkap
 Azas spesialitas menstyaratkan bahwa jenis pengeluaran dimuat dalam mata anggaran tertentu
 Azas Akuntabilitas berorientasi pada hasil, mengandung makna bahwa setiap penggunaam
anggaranwajib menjawab dan menerangkan kinerja organisasi.
4. Regulasi Keuangan Negara Dan Daerah
ISebagai suatu negara yang berkedaulatan rakyat, berdasarkan hukum, dan juga menyelenggarakan
pemerintah berdasarkan konstitusi, sistem pengelolaan keuangan harus berdasarkan ketentuan yang ada (
UUD 1945)
UU keuangan negara ini merupakan tonggak reformasi pengelolaan keuangan negara indonesia, karena
memberikan perubahan mendasar dalan ketentuan keuangan negara.
5. Kekuasaan atas pengelolaan keuangan negara
Presiden selaku kepala pemerintah memegang kekuasaan pengelolaan keuangan negara sebagai bagian
dari kekuasaan pemerintah. Sub bidang pengelolaan fiskal meliputi fungsi fungsi pengelolaan kebijakan
fiskal dan kerangka ekonomi makro, penganggaran, administrasi, perpajakan, administrasi kepabeanan,
perbendaharaan, pengawasan keuangan.
Pasal 17 UU no. 17 tahun 2003 menegaskan bahwa

 Kekuasaan atas pengelolaan keuangan negara digunakan untuk mencapai tujuan bernegara
 Dalam rangka penyelengaraan fungsi pemerintah untuk mencapai tujuan bernegara sebagaimana
dimaksudkan dalam ayat satu setiap tahun disusun APBN dan APBD.

6. Pengorganisasian keuangan daerah

 Peeencanaan anggaran ; ini menjelaskan keterkaitan dan konsistensi antara dokumen perencanaan
pembangunan dengan penganggaran
 Pelaksanaan anggaran ; relaisasi pendapatan dan belanja daerah dikelola / dikendalikan untuk
tidak melebihi pagu anggaran yang telah ditetapkan dan sesuai dengan peruntukkan pada
penjabaran APBD yang telah ditetapkan.
 Perubahan anggaran ; perubahan APBD hanya dapat dilakukan hanya satu kali satu tahun
anggaran kecuali dalam keadaan luar dalam keadaan luar biasa.
7 pertanggung jawaban pengelola keuangan negara dan daerah
Pertanggung jawaban merupakan ujung dari siklus anggaran setelah perencanaan dan pelaksanaan
Evaluasi kinerja yang dilakukan dalam rangka pemantauan pada pokoknya adalah menyediakan informasi
bagi para pengelola kebijakan dan pembuat kebijakan mengenai ketetapan dan efektivitas kebijakan dan
sistem serta proses yang dilakukan tindak lanjut apabila secara aktual ternyata ada hal hal hal yang perlu
dikoreksi baik pada kebijakan ataupun pada sistem dan proses pelaksanaan nya.
LAKIP adalah media pwrtanggungjawaban yang berisi informasi mengenai kinerja instansi pemerintah,
dan bermanfaat antara lain untuk :

 Mendorong instansi pemerintah untuk menyelenggarakan tugas unun pemerintahan dan


pembangunan secara baik dan benar ( good governance) yang didasarkan pada peraturan
perundang undangan yang berlaku
 Menjadikan instansi pemerintah yang akuntabel sehingga dapat beroperasi secara efektif dan
Efisien
 Menjadi masukan dan umpan balik bagi pihak yang berkepntingan dalam rangka meningkatkan
kinerja instansi pemerintahan
 Terpeliharanya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

Bab 8 : Badan Usaha Milik Pemerintah Dan Badan Usaha Layanan Umum
1.Badan usaha milik negara dan badan usaha milik daerah

 Pengertian badan usaha milik negara ; merupakan suatu unit usaha yang sebagian besar atau
seluruh modal berasal dari dari kekayaan negara yang dipisahkan serta membuat suatu produk
atau jasa yang sebesarbesarnya untuk kemakmuran rakyat.
 Pengertian badan usaha milik daerah ; adalah perusahaan yang didirikan oleh pemilik daerah
Maksud dan tujuan pendirian BUMN dan BUMD

 Memberikan sumbangan bagi perkembangan perekonomian nasional pada umun nya dan
penerimaan negara pada khususnya
 Menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan jasa yang bermutu tinggi
dan memadai bagi pemenuhan hajat hidup orang banyak
 Mengejar Keuntungan
 Menjadi perintid perintis kegiatan usaha yang belum dapat dilaksanakan oleh sektor swasta dan
koperasi
Bentuk BUMN

 Perusahaan jawatan (perjan)


 Perusahaan umum (perum)
 Perusahaan perseroan
2. Badan layanan umum (BLU) dan badan layanan umum daerah
BLU adalah instansi lingkungan pemerintahan yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada
masyarakat berupa penyediaan barang / jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari Keuntungan dan
dalam melakukan nya didasarkan pada prinsip Efisiensi dan produktifitas
Badan layanan umum daerah (BLUD) adalah satuan kerja perangkat daerah atau unit kerja pada satuan
kerja perangkat daerah lingkungan pemerintahan daerah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan
kepada masyarakat berupa penyediaan barang atau jasa yabg dijual tanpa mengutamakan Keuntungan.
Bab 9 : sistem Akuntansi Pemerintah Pusat Dan Daerah
1.pengertian dan tujuan sistem akuntansi pemerintah pusat(SAPP)
SAPP adalah sistem akuntansi yang mengolah semua transaksi keuangan, aset, kewajiban, dan ekuitas
dana pemerintahan pusat yang menghasilkan informasi akuntansi dan laporan keuangan yang tepat waktu
dengan mutu yang dapat diandalkan baik yang diperlukan oleh badan diluar pemerintahan pusat seperti
DPR.
Tujuan SAPP adalah untuk menyediakan informasi Keuangan yang diperlukan dalam hal perencanaan,
penganggaran, pelaksanaan, penatausahaan, pengendalian, perencanaan, perumusan kebijakan, pengambil
keputusan, dan penilaian kerja pemerintahan dan sebagai upaya mempercepat penyajian perhitungan
anggaran negara serta memudahkan pemeriksaan oleh aparat pengawasan fungsional secara efektif dan
efisien.
Sistem akuntansi pemerintah daerah (SAPD) adalah serangkaian prosedur mulai dari proses
pengumpulan data, pencatatan, pengikhtisaran, sampai dengan pelaporan keuangan dalam rangka
pertanggung jawaban pelaksanaan APBD yang dapat dilakukansecara manual dengan menggunakan
komputer.
Sistem pengeluaran kas adalah sistem yang digunakan untuk mencatat seluruh transaksi pengeluaran kas.
Sistem Akuntasi selain kas adalah sistem yang digunakan untuk mencatat semua transaksi atau kejadian
selain kas.

Bab 10: Standar Akuntansi Pemerintahan


1 . Pentingnya standar Akuntansi Pemerintahan
UU no 17 tahun 2003 tentang keuangan negara mengamanatkan bahwa laporan pertanggung jawaban
APBN /APBD harus disusun dan disajikan sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan dan standar
tersebut disusun oleh suatu komite standar yang independen dan ditetapkan dengan peraturan pemerintah
Standar akuntansi pemerintahan (SAP) adalah prinsip prinsip akuntansi yang diterapkan dalam
menyusun dan menyajikan laporan keuangan pemerintah, dalam rangka transparansi dan Akuntabilitas
penyelenggaraan akuntansi pemerintahan, serta peningkatan kualitas LKPP dan LKPD.
2. Penyusunan dan Penetapan standar akuntansi pemerintahan
Penyusunan yang digunakan dalam standar akuntansi pemerintahan adalah proses yang berlaku umum
secara internasional dengan penyesuaian terhadap kondisi yang ada di indonesia

 Tahap – tahap penyiapan SAP adalah sebagai berikut


 Identifikasi topik untuk dikembangkan menjadi standar
 Pembentukan kelompok kerja didalam KSAP
 Riset terbatas oleh kelompok kerja
 Pembahasan draftSAP oleh komite kerja
 Pembahasan Draft oleh komite kerja
 Pengambilan keputusan draft untuk di publikasikan
 Peluncuran draft dipublikaskan SAP (Exposure Draft)
 Dengar pendapat terbatas, dan dengar pendapat publik
 Pembahasan tanggapan dan masukan terhadap Draft publikasian

 Proses penetapan standar akuntansi pemerintah


sebelum dansetelah dilakukanpublik hearing ,standar dibahas bersama dengan Tim penelaah standar
akuntansi pemerintah BPK . Setelah dilakukan pembahasan berdasarkan masukan masukan KSAP
melakukan finalis standar kemudian KSAP meminta pertimbangan kepada BPK melalui menteri
keuangan .
3. Badan Penyusunan Standar Akuntansi Indonesia
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) adalah organisasi profesi akuntan dan juga merupakan badan yang
menyusun standar akuntansi keuangan indonesia . di Indonesia baik standar penyusunan akuntansi untuk
sektor bisnis dan organisasi nirlaba disusun oleh ikatan akuntan indonesia (IAI).
Produk IAI antara lain beruppa pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK ) , interpretasi pernyataan
standar akuntansi keuangan( IPSAK ) , dan buletin teknis . sedanghkan standar akuntansi pemerintahan
(KSAP) yang dibentuk berdasarkan surat keputusan presiden .
4. Standar Internasional Akuntansi Sektor Publik
International public sector accounting standars ( IPSAS )adalah standar akuntansi untuk entitas
publikyang dikembangkan oleh international public sector accounting standars board (IPSASB) yang
merupakan badan yang bernaung ditingkat internasioanl 1997 .
Tujuan ISPAS adalah untuk memperbaiki kualitas pelaporan keuangan untuk tujuan utama oleh entitas
sektor publik .yang mengarah kepenilaian informasi yang lebih baik dari pada alokasi sumber daya
keputusan yang dibaut oleh pemerintah sehingga mengikat transparansi dan akuntabilitas .
5. Standar Akuntasi Pemerintahan Di Indonesia
Pp no. 71 tahun 2010 siap berbasis akrual
Pemerintah menerapkan SAP berbasis akrual , yaitu SAP yang mengakui pendapatan ,beban , ast
,utang ,dan ekuitas dalam pelaporan finansial berbasis akrual serta mengakui pendapatan ,belanja , dan
pembiayaan dalam pelaporan pelaksanaan anggran berdasarkan basis yang ditetapkan dalam APBN
/APBD . dengan ditetapkan nya pp no . 71 tahun 2010 maka penerapan sistem akuntansi pemerintahan
berbasis akrual telah mempunyai landasan hukum , dan hal ini juga berarti bahwa pemerintah
mempunyai kewajiban untuk dapat segera menrapakan SAP yang baru yaitu bebasis akrual .
SAP berbasis menuju akrual
Penerapan SAP berbasis akrual dilaksanakan secara bertahap dari penerapan SAP berbasis kas menuju
akrual menjadi penerapan SAP yang mengakui pendapatan ,belanja , dan pembiayaan berbasis kas , serta
mengakui aset , utang dan ekuitas dana berbasis akrual .
6. Isi Pokok Standar Akuntansi pemerintahan \

 PSAP NO.0 1 penyajian laporan keuangan


 PSAP No .02 laporan realisasi anggaran
 PSAP No. 03 laporan arus kas
 PSAP No. 04 Catatan atas laporan keuangan
 PSAP No. 05 Akuntansi Persediaan
 PSAP No. 06 Akuntansi Investasi
 PSAP No.07 Akuntansi Asopset tetap
 PSAP No. 08 Akuntansi konstrukssi dalam pengerjaan

 PSAP No.10 Koreksi kesalahan ,perubahan kebijakan akuntansi dan peristiwa luar biasa
 PSAP No.11 Lporan keuangan konsolidasi .

Bab 11 : Auditing Sektor Publik


1. Auditing sektor publik
 Auditing sektor publik adalah proses identifikasi masalah, analisis dan evaluasi yang
dilakukan secara independan, objektif, dan profesioal berdasarka standar auditing, untuk
menilai kebenaran, kecermatan , kredibilitas, dan keandalan informasi, mengenai
pengeloaan dan tanggungjawab keuangan pada organisasi sektor publik.
 Tujuan auditing sektor publik
Untuk tetap menjaga prinsip transparansi dan akuntabilitas dengan cara memberikan
keyakinan yang memadai bahwa laporan keuangan ytang diperiksa telah mematuhi
prinsip akuntansi berterima umum peraturan perundang undangan dan pengendalian
intern serta kegiatan operasi entitas sektor publik dilaksanakan dilaksanakan secara
efisien, komunis dan efektif sehingga laporan keuangan disajikan tersebut tidak
menyesatkan bagi para pengguna nya .
2 . Audit sektor publik dan audit sektor swasta
Beberapa teknik audit sektor publik relatif kurang berkembang dibandingkan dengan audit
sektor swasta ,contohnya teknik perencanaan dan sampel statistik . dipihak lain sektor publik
mempunyai sejarah yang panjang dalam pmbangunan nasional ,misalnya peranan auditor dalam
mendeteksi dalam adanya kecurangan (audit investigasi ).
Perbedaan yang paling mendasar antara audit sektor publik dan swasta adalah pertimbangan
kebijakan poltik . audit pada sektor swasta lebih ditentukan oleh interaksi antara pemilik
perusahaan dan manajemen perusahaan yang banyak dtentukan oleh kontrak kontrak yang tejadi
diantara mereka .sebaliknya ,pada sektor publik interaksi antara pemilik dalam hal ini ,
masyarakat yang diwakili oleh legislatif dengan manajemen sektor publik ( pemerintah ) diatur
dengan jelas pada berbagai peraturan perundang undangan .

Fungsi audit sektor publik ; secara umum audit sektor publik memiliki fungsi yang lebih luas
terutama dalam kaitan nya dengan tegas dan kewajiban nya untuk melaporkan adanya indikasi
kecurangan dan korupsi . pemeriks berfungsi untuk mendukung keberhasilan pengelolaan
keuangan suatu negara secara tertib , taat pada peraturan perundang undangan, efisien, ekonomis,
efektif, transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan .

Peran audit sektor pubik ; audit sektor publik memiliki peran pentig dan strategis dalam
perwujudan tata kelola pemerintahan yang baik ( goog goverment ) .good mengandung du
pengertian . pertama ,nilai nilai menjunjung tinggi kehendak rakyar dalam pencapaian tujuan
kemandirian ,pembangunan berkelanjutan ,dan keadilan sosial . kedua , aspek aspek fungsional
yang dijalankan secara efisien dan efektif .
3 . Jenis – jenis auditing publik
 Audit lapoan keuangan ; bertujuan untuk memberikan keyakinan apakah lapran keuagan
dari enitas yang audit telah menyajikan secara wajar tentang posisi keuangan, hasil
operasi/ usaha dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum .
 Audit kinerja ; adalah pemeriksaan secara ob jektif dan sitematik terhadap berbagai
macam bukti, untuk dapat melakukan penilaan secara independen atas kinerja entitas
atau program / kegiatan pemerintah yang diaudit
 Audit untuk tujuan tertentu
1) Audit investigasi
Adalah kegiatan pemeriksa dengan linkup tertentu , periodenya tidak dibatasi,
periodenya tidak dibatasi, lebih spesisifik pada area area pertanggug jawaban
yang diduga mengandung efisiensi atau indikasi penyalah gunaan wewenang ,
dengan hasi audit berupa rekomendasi untuk ditindak lanjuti bergantung pada
derajat penyimpangan wewenang yang ditemukan .
2) Audit ketaatan
Audit bertjuan untuk menentukan apakahauditan telah memenuhi atau mengikuti
prosedur dan peraturan tertentu yang telah ditetapkan .contoh audit ketaatan
adalah audit pajak penghasilan dengan tujuan apakah auditan telah memenuhi
peraturan perpajakan dalam menghitung besarnya pajak yang terhutang .
 Audit Forensik
Didefenisikan sebagai tindakan menganalisa dan membandingkan antara kondisi
dilapangan dengan kriteria , untuk menghasilkan informasi atau bukti kuantitatif yng bisa
digunakan dimuka pengadilan .
4. Audit Sektor Publik Dan Audit sektor swasta

 Standar auditing sektor publik


Standar auditing merupakan pedoman bagi auditor dalam menjalankan tanggung jawab
profesional nya .standar standar ini meliputi pertiombangan mengenai kualitas profesional auditor
seperti keahlian dan independensi ,persyaratan pelaporan dan bahan bukti .

Standar auditing IAI


 Standar umum
 Standar pekerjaan lapangan
 Standar pelaporan
 Satnadar pemeriksa keuangan negara
Selain standar audit yang telah dibicarakan diatas terdapat standar pemeriksa keuangan Negara
yang telah ditetapkan oleh badab pemeriksa keuangan (BPK) Republik Indonesia .
 Standar audit aparat pengeawasan intern pemerintah
5. Kewajiban Hukum Auditor

 Tanggung jawab auditor


 Mendeteksi kecurangan ; (1) tanggung jawab mendeteksi kecurangan ataupun kesalahan
kesalahan yang tidak sengaja , (2) tanggung jawab untuk melaporkan kecurangan jika
terdapat bukti adanya kecurangan .laporan ini dilaporkan oleh auditor kepada pihak
manajemen , komite audit dewan direksi .
 Tindakan pelanggaran ; (1) tanggung jawab untuk mendeteksi pekanggaran hukum yang
dilakukan oleh klien . auditor bertanggung jawab atas salah saji yang berasal tindakan
elanggar hukum yang memiliki pengaruh langsung dan material oada penentuan jumlah
laporan keuangan , (2) tanggung jawab untuk melaporkan tindakan melanggar hukum
apabila suatu tindakjan melanggar terhadap material laporan keuangan . auditor harus
mendesak manajemen untuk melakuakn revisi atas ,ap[oran keuangan tersebut .
 Pemahaman Dan Kewajiban Auditor
Banyak profesional akuntansi dan hukum percaya bahwa penyebab utama tuntutan hukum
terhadap kantor akuntan publik adalah kurangnya pemahaman pemakai laporan keuangan
perbedaan antara kegagalan bisnis dan kegagalan auditor.
Berikut ini defenisi mengenai kegagalan bisnis kegaghalan audit dan resiko audit ;
 kegagalan bisnis adalah kegagalan yan terjadi apabila perusahaan tidak mampu
membayar kembali utang nya
 kegagalan audit adalah kegagalan yang terjadi jika auditor mengenluarkan pendapat audit
yang salah karena gagal dalam memenuhi persyaratn standar auditing yang berlaku
umum
 resiko audit adalah resiko dimana auditor menyimpulkan bahwa laporan keuangan
disajukan dengan wajar tanpa pengecualian sedangkan dalam kenyataannya lapoaran
tersebut disajikan salah secara material
 Kewajiban Hukum Auditor
Kewajiban hukum auditor dalam pelaksanaan audit apabila adanya tuntutan pengadilan yang
menyaangkut laporan keuangan adalah sebagai berikut :
 Kewajiban kepada klien ; kewajiban akuntan publik terhadap klien karena kegagalan
untuk melaksanakan tugas audit sesuai waktu yang disepakati
 Kewajiban kepada pihak ketiga menurut common law , kewajiban akuntan publik kepada
pihak ketiga jika terjadi kerugian pada pihak penggugat karena mengandalkan lapora
keuangan yang menyesatkan
 Kewajiban perdata menurut hukum sekuritas federal ( liabilitas under securits law)
kewajiban hukum yang diatur menurut sekuritas federal dengan standar yang ketat
 Kewajiban kriminal (crime liabilitas ) kewajiban hukum yang timbul sebagai akibat
kemungkinan akuntan publik disalahkan karena tindakan kriminal menurut undang
undang .

Bab 12 : Pengukuran Kinerja Sektor Publik


1. Pengertian Kinera Sektor Publik
Kinerja sektor publik adalah keluaran / hasil darikegiatan yang hendak atau telah dicapai dengan
penggunaan anggaran kuantitas dan kualitas terukur ( menurut PP No.8/ 2006 tentang pelporan keuangan
kinerja dan instansi pemerintah )
2. Tujuan Dan Manfaat Pengukuran Kinerja Sektor Publik
Tujuan pengukuran kinerja sektor publik adalah :
 Untuk mengkomunikasikan strategi dengan lebih baik
 Untuk mengukur kinerja finansial dan non –finansial secara berimbang sehingga dapat
ditelusuri pekembangan strategi
 Untuk mengakomodasikan pemahaman kepentingan manejer level menengah dan manajer
bawah serta memotivasi dan untuk mencapai goal congruance
 Sebagai alat untuk mencapai kepuasan berdasarkan pendekatan individual dan kemampuan
kolektif yang rasioanl
 Untuk menciptakan akuntabilitas publik
Manfaat Pengukuran Kinerja Sektor Publik adalah sebagau berikut ;
 Memberikan pemahaman mengenai ukuran yang digunakan untuk menilai kinerja manajemen
 Memberikan arah untuk mencapai terget kinerja yang ditetapkan
 Untuk memonitordan mengevaluasi pencapaian kinerja serta melakukan tindakan korektif untuk
memperbaiki kinerja
 Sebagi dasar untuk memberikan penghargaan dan hukuman secara obkjektif atas pencapaian yang
diukur sesuai dengan sistem pengukuran kinerja yang telah disepakati .
 Sebagai alat komunikasi antar bawahan dan pimpinan dalam rangka memperbaiki kinerja
organisasi

3. Kendala Dan Tantangan Poengukuran Kinerja Organissasi Sektor Publik


Ada beberapa pengukuran kinerja organisasi sektor publik antara lain ;
 Kinerja organisasi sektor publim tidak bisa dinilai hanya berdasar rasio rasio keuangan ,
karena tujuan organisasi bukan untuk menghasilkan laba ( profit )
 Output pelayanan biasanya bersifat kualitatif , sehingga sulit untuk diukur
 Antara input dan output tidak ada hubungan secara langsung ,karena sulitnya menetapkan
standar sebagai tolok ukur produktivitas
 Tidak beroperasi berdasarkan market forces sehingga tidak ada pembanding yang independen
dan memerlukan instrumen pengganti ekanisme pasar dalam mengukur kinerja .
Berikut ada empat proses dasar atas pengukuran kinerja yang sekaligus memunculkn tyantangan yang
dihadapi terutama dalam desain dan implementasi sistem pengukuran kinerja ;
 Desain sistem pengukuran
 Implementasi
 Manajemen pengukuran
 Penyegaran /refresing sistem pengukuran

4. Indikator kinerja sektor publik


Indikator kinerja sektor publik adalah ukuran kuantitatif dan /atau kualitatisf yang
menggambarkan tingkat pencapaian suatu sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan .
5. Syarat syarat indikator kinerja
 Spesifik dan jelas sehingga dapat dipahami dan tidak ada kemungkinan kesalahan
interpretasi
 Dapat diukur secara objektif baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif
 Relevan indikator kinerja harus menangani aspek aspek objektif yang relevan
 Dapat dicapai , penting, dan harsus berguna untuk menunjukkan keberhasilan masukan,
keluaran, hasil, manfaat, dan dampak
 Harus cukup fleksibel dan sensitif terhadap perubahan /penyesuaian pelaksanan kegiatan
6. Langkah Langkah Penyusunan Indikator Kinerja
 Susun dan tetapkan rencana dan strategik lebih dahulu .Rencana stratejik meliputi visi, misi,
tujuan, sasaran, dan cara mencapai tujuan /sasaran (kebijakan dan program)
 Identifikasi data / informasi yang relevan lengkap dan akurat serta kemampuan dan
pengetahuan kirta tentang bidang yang akan dibahas akan banyak menolong kita untuk
menyusun dan menetapkan indikator kinerja yang tepat dan relevan
 Pilih dan tetapkan indikator kinerja yang paling relevan dan berpengaruh besar terhadap
keberhasilan pelaksanaan kebijakan /program
7. Pelaporan kinerja
Informasi tentang kinerja yang dibutukan pada saat pelaksanaan kegiatan .seperti layaknya indikator
dan rambu saat berkendara , informasi kinerja berguna bagi sebuah organisasi untuk mengetahui
posisi keberadaan nya sehingga dapat mengatur strategi dan terobosan yang dibutuhkan
Informasi kinerja dalam bentuk sebuah laporan pertanggungjawaban menjadi informasi yang
krusial untuk kepentingan evaluasi . tanpa laporan kinerja dalam proses pertanggungjawaban, siklus
penganggaran berbasis kinerja menjadi tidak lenkap perencanaan dan kinerja .
B.Ringkasan Buku Pembanding
Bab 1 PENDAHULUAN
Dalam kehidupan sehari-hari keberadaan organisasi sektor publik sangat dekat dan dapat
dilihat di sekitar kita pemerintah, partai, politik, ta'mir masjid, sekolah, rumah sakit, dan
Puskesmas adalah contoh organisasi sektor publik yang mudah di temui dalam keseharian
masyarakat dengan demikian Apakah sektor publik itu sebenarnya? apa karakteristik khas
organisasi sektor publik? Bagaimana implikasi karakteristik tersebut pada akuntansi sektor
publik?
SEKTOR PUBLIK DAN PERBANDINGANNYA DENGAN SEKTOR KOMERSIAL
Ada beberapa persamaan dan perbedaan yang dapat dibandingkan antara keduanya sebelum
membahas perbedaan-perbedaannya kita perlu memahami bahwa sektor publik tetap memiliki
irisan yang menjadi persamaan dengan sektor komersial beberapa kesamaan tersebut antara
lain sebagai berikut.
1. Keduanya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam sebuah sistem perekonomian
nasional yang secara bersama-sama menggunakan sumber daya dalam sistem perekonomian
tersebut baik sumber daya finansial modal maupun manusia
2. Keduanya sama-sama menghadapi sumber daya ekonomi yang terbatas untuk mencapai
tujuan tujuannya
3. Keduanya mempunyai pola manajemen keuangan yang sama yang dimulai dari perencanaan
sampai pengendalian di mana penggunaan akuntansi menjadi kebutuhan dalam hal ini
4. Dalam beberapa hal keduanya mempunyai output produk yang sama
Mencari dua hal yang membedakan organisasi sektor publik dengan perusahaan di sektor
komersial secara signifikan adalah
1 tujuan organisasi : perusahaan komersial bertujuan memaksimalkan kesejahteraan pemegang
saham melalui penciptaan keuntungan. Sedangkan organisasi sektor publik bertujuan
meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan.
2. Sumber-sumber pendanaan : perusahaan komersial didanai melalui hasil operasi perusahaan
bersangkutan selain investasi dari pemegang saham. Sementara itu sesuai dengan tujuan
organisasi sektor publik mendanai operasinya tidak melalui laba koperasi tetapi melalui cara
khusus berupa sumbangan dan donasi yang bersifat sukarela.
3. Peraturan perundangan : organisasi sektor publik harus melakukan aktivitasnya sesuai
dengan peraturan perundangan yang berlaku . Bagi perusahaan komersial mereka bisa memilih
aktivitas yang akan dilakukan atas produk yang akan dibuat berdasarkan pertimbangan untung
dan rugi
DEFINISI ORGANISASI SEKTOR PUBLIK
Keberadaan organisasi sektor publik sangat dibutuhkan oleh masyarakat hal ini didasarkan pada
kondisi kondisi :
1. Organisasi sektor publik merupakan penyedia barang publik : barang publik adalah barang
yang memiliki dua karakteristik pertama barang publik adalah komoditas yang keberadaannya
tidak melalui persaingan antar penyediaannya sebagaimana barang privat diperjualbelikan di
pasar yang penuh persaingan antar produsen nya kedua tidak dapat di terapkan prinsip
pengecualian bagi para penggunanya sehingga semua masyarakat dapat menggunakannya
2. Organisasi sektor publik diperlukan dalam rekayasa struktur sosial : dalam masyarakat yang
kehidupannya digerakkan oleh ekonomi hampir setiap transaksi dilakukan melalui mekanisme
pasar Jika setiap aspek kehidupan didominasi oleh pasar maka dampak kesenjangan semakin
lama semakin lebar
Dalam pemahaman dan definisi tersebut organisasi sektor publik menjadi berbeda dengan ciri-
ciri berikut :
1. Dijalankan tidak untuk mencari keuntungan finansial melainkan untuk mencapai suatu misi
atau tujuan tertentu
2. Dimiliki secara kolektif oleh publik
3.Kepemilikan atas sumber daya tidak digambarkan dalam bentuk saham yang dapat
diperjualbelikan
4. Keputusan-keputusan yang terkait kebijakan maupun operasi seringkali didasarkan pada
konsensus
JENIS JENIS ORGANIAASI SEKTOR PUBLIK
1. Instansi pemerintah : instansi pemerintah merupakan bagian organisasi yang berbentuk
instansi pemerintah pusat dan pemerintah daerah
2. Organisasi nirlaba milik pemerintah : yang bentuknya bukan instansi pemerintah tetapi
dimiliki oleh pemerintah contohnya perguruan tinggi BHMN, Rumah Sakit milik pemerintah dan
yayasan yayasan milik pemerintah
3. Organisasi nirlaba milik swasta : merupakan yang dimiliki dan dikelola oleh pihak swasta
contohnya Yayasan milik swasta, sekolah dan universitas swasta dan Rumah Sakit
SEKARAH AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK
Sejarah organisasi sektor publik sebenarnya telah ada sejak ribuan tahun lalu. Bukunya vernon
karn (1989) dalam Indra Bastian 2001 menjelaskan bahwa praktik akuntansi sektor publik
sebenarnya telah ada sejak ribuan tahun sebelum Masehi munculnya lebih dipengaruhi pada
Interaksi yang terjadi dalam masyarakat dan kekuatan sosial dalam masyarakat. Sejarah juga
menunjukkan bahwa praktik pencatatan telah dilakukan di zaman Mesir kuno dan pada masa
Yunani pemerintah yang berkuasa membagi berbagai sumber pendapatan yang diterima secara
adil dan di masa selanjutnya di akhir abad ke-14 praktik pencatatan transaksi keuangan
ditemukan di Genoa pada masa modern akuntansi sektor publik terus berkembang sebagai
sebuah alat pengawasan dan pelaporan dalam rangka akuntabilitas publik.
Bab 2 REGULAAI DAN STANDAR DI SEKTOR PUBLIK
KEBUTUHAN REGULASI DAN STANDAR SEKTOK
Organisasi sektor publik perlu diatur dengan peraturan peraturannya yang nantinya regulasi ini
akan bersifat Lebih Detail dibandingkan dengan regulasi yang mengatur sektor komersial
mengingatkan sifatnya yang mengaruhi kepentingan orang banyak Selain itu organisasi yang
mengelola dana masyarakat organisasi sektor publik juga mampu Memberikan
pertanggungjawaban publik melalui laporan keuangannya untuk keperluan tersebut dibutuhkan
standar akuntansi yang dimaksud menjadi acuan dan pedoman bagi para akuntan yang berada
dalam organisasi sektor publik standar akuntansi merupakan prinsip akuntansi yang berlaku
umum (PABU) atau Generaly accepted accounting principle (GAAP)
PERKEMBANGAN REGILASI DI SEKTOR PIBLIK
Perkembangan regulasi terkait organisasi nirlaba regulasi tentang Yayasan, regulasi tentang
partai politik, regulasi tentang badan hukum milik negara, dan badan hukum milik pendidikan.
perekembangan regulasi terkait keuangan negara undang-undang nomor 17 tahun 2003
tentang keuangan negara undang-undang nomor 1 tahun 2004 tentang perbendaharaan negara
pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum undang-undang nomor 15 tahun 2004 tentang
pemeriksaan pengelolaan dan tanggungjawab keuangan negara pelaksanaan pemeriksaan
umum hasil pemeriksaan dan tindak lanjut perkembangan regulasi terkait otonomi daerah
tahun 2004 tentang pemerintah daerah undang-undang Nomor 33 tahun 2004 tentang
pertimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah
PERKEMBANGANA S1TANDAR DI SEKTOR
Di Indonesia beberapa upaya untuk membuat sebuah standar yang relevan dan praktik praktik
akuntansi di organisasi sektor publik telah dilakukan baik oleh ikatan akuntansi Indonesia
maupun oleh pemerintah sendiri pada lingkup internasional telah terdapat sebuah standar
akuntansi bagi organisasi sektor publik yang disusun oleh federasi akuntan internasional
standar itu disebut standar internasional akuntansi sektor publik
STANDAR PEMERIKSA KEUANGAN NEGARA (SPKN)
SPKN memuat persyaratan profesional yang harus dipenuhi oleh setiap pemeriksa atau auditor
atau pelaksanaan pemeriksaan auto audit dan persyaratan laporan pemeriksaan yang
profesional dengan mendasarkan pelaksanaan pemeriksaan atau audit kepada SPKM
kredibilitas informasi dilaporkan oleh entitas yang diperiksa dalam penyusunannya SPKN
merujuk pada landasan peraturan perundang-undangan dan referensi baik dari dalam maupun
luar negeri sebagai acuan audit di sekitar SPKN memberikan kerangka dasar untuk menerapkan
secara efektif standar pekerjaan lapangan dan pelaporan audit SPKN Memberikan suatu
standar umum yang berkaitan dengan persyaratan kemampuan atau keahlian staf independensi
organisasi pemeriksa dan pemeriksa secara Individual pelaksanaan kemahiran profesional
secara cermat dan seksama serta pengendalian mutu hasil pekerjaan.
LAMPIRAN KERANGKA KONSEPTUAL MENURUTI SAP
Pendahuluan, lingkungan akuntansi pemerintah, pengguna dan kebutuhan informasi, entitas
pelaporan, peranan dan tujuan pelaporan keuangan, dasar hukum pelaporan keuangan,
komponen laporan keuangan, karakteristik kualitatif laporan keuangan, asumsi dasar prinsip
akuntansi dan pelaporan keuangan, kendala informasi yang relevan dan andal
BAB 3 ORGANISASI SEKTOR PUBLIK
Organisasi sektor publik terdiri atas banyak jenis organisasi yang kalau secara umum dapat
dibagi dalam dua kelompok besar yaitu organisasi yang berbentuk pemerintah atas instansi
pemerintah seperti pemerintahan pusat pemerintahan daerah, Departemen, serta organisasi
lainnya yang tidak berbentuk pemerintah seperti yayasan partai politik dan lain-lain.
PEMERINTAH
Pemerintah merupakan komponen terbesar dalam pembagian organisasi sektor publik. secara
umum, pemerintah adalah organisasi yang memiliki kekuasaan untuk membuat serta
menetapkan hukum dan undang-undang di wilayah tertentu. yang disebut pemerintah terdiri
atas pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Pemerintah pusat adalah presiden RI yang memegang kekuasaan pemerintahan negara
sebagaimana dimaksud dalam undang-undang 1945. Konteks pemerintah pusat juga meliputi
lembaga tinggi negara yang ada di Indonesia. Lembaga-lembaga tinggi negara ini diatur dalam
undang-undang dasar tahun 1945 sampai amandemen ke-4 dan dijelaskan dalam beberapa
peraturan perundangan terutamanya salah satunya undang-undang nomor 27 tahun 2009
Tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD
Pemerintah daerah adalah gubernur bupati dan walikota dan perangkat daerah sebagai
unsur penyelenggara pemerintah daerah. sementara itu pemerintah daerah adalah
penyelenggara urusan pemerintah oleh pemerintah daerah dan DPRD menurut asas otonomi
dan tugas pembantuan dengan prinsip ekonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip NKRI.
UNIVERSITAS
Universitas merupakan salah satu bentuk perguruan tinggi selain Akademi, Politeknik, dan
Institut.
Berdasarkan PP RI nomor 60 tahun 1999 pasal 3 perguruan tinggi merupakan satuan
pendidikan yang;
1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi, penelitian, serta pengabdian, kepada masyarakat;
2. Pendidikannya berupaya menghasilkan manusia terdidik.
3. Penelitian yang merupakan kegiatan telaah kaidah Dalam usaha mencari kebenaran dan
atau menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan
atau kesenian.
4. Bentuk pengabdiannya kepada masyarakat berkaitan dengan usaha pemberi kan
manfaat melalui ilmu pengetahuan.
RUMAH SAKIT
Rumah Sakit (RS) berdasarkan fungsinya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat
sehingga sebagian besar dikelompokkan dalam organisasi sektor publik yang tidak berorientasi
mencari keuntungan kecuali beberapa (RS) yang didirikan oleh perseroan terbesar (PT) yang
secara eksplisit memang bertujuan mencari keuntungan. Secara umum jenis-jenis Rumah Sakit
terbagi dalam pengelompokan berikut;
1. Rumah Sakit Umum, 2. Rumah Sakit terspesialisasi, 3. Rumah Sakit penelitian atau
pendidikan,4. Rumah Sakit lembaga atau perusahaan, 5. Klinik
Berdasarkan kepemilikannya rumah sakit rumah sakit di Indonesia dibedakan menjadi
rumah sakit pemerintah, Rumah Sakit berbentuk Badan Layanan Umum, BLU dan rumah sakit
swasta.
YAYASAN
Yayasan adalah suatu badan hukum yang mempunyai maksud dan tujuan bersifat sosial.
kelembagaan, dan kemanusiaan yang didirikan untuk memperhatikan persyaratan formal yang
ditentukan dalam undang-undang di Indonesia Yayasan diatur dalam undang-undang Nomor 28
Tahun 2004 tentang perubahan atas undang-undang Nomor 16 tahun 2001 tentang
pelaksanaan Yayasan. rapat paripurna DPR pada tanggal 7 September 2004 menyetujui undang-
undang di ini dan Presiden RI Megawati Soekarnoputri mengesahkan nya pada tanggal 6
Oktober 2004.
PARTAI POLITIK
Pengertian partai politik menurut undang-undang nomor 2 tahun 2008 tentang partai politik
adalah organisasi yang bersifat nasional dan dibentuk oleh sekelompok WNI secara sukarela
atas dasar kesamaan kehendak dan cita-cita untuk memperjuangkan dan membela kepentingan
politik anggota masyarakat, bangsa, dan negara, yang memelihara keutuhan NKRI berdasarkan
Pancasila, dan UUD 1945. Organisasi partai politik terdiri atas organisasi di tingkat pusat, tingkat
provinsi, dan tingkat kabupaten kota jika dianggap perlu organisasi partai politik juga dapat
dibentuk sampai tingkat Kelurahan atau desa.
Atas keuangan yang dikelola pengurus Partai di setiap tingkat wajib menyusun laporan
keuangan setelah tahun anggaran berakhir. hasil pemeriksaan atas laporan
pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran keuangan partai politik tersebut terbuka
untuk diketahui masyarakat.
BAB 4 KONSEP ANGGARAN
Proses penganggaran merupakan sebuah proses penting yang seringkali menjadi perhatian
tersendiri bagi sebuah organisasi sektor publik terutama pemerintah tidak seperti di sektor
swasta yang menempatkan penganggaran sebagai hal yang bersifat optimal proses
penganggaran sektor publik khususnya pemerintah merupakan hal yang mutlak
PROSES AKUNTANSI MANAJEMEM DI SEKTOR PUBLIK
Semua organisasi baik swasta maupun sektor publik didirikan untuk mencapai satu atau lebih
tujuan pemerintah, proses akuntansi manajemen merupakan integrasi yang tidak terpisahkan
antara perencanaan dan pengendalian dalam spektif tersebut perlu dibedakan antara dua jenis
aktivitas perencanaan strategi dan aktivitas perencanaan operasional jika dibandingkan sektor
publik dan sektor swasta tidak memiliki perbedaan substansial namun proses di sektor publik
biasanya lebih rumit sektor swasta bertujuan memaksimalkan kekayaan pemegang saham
peran penting operasional biasanya meliputi periode waktu untuk jangka pendek atau jangka
menengah dan dapat dinyatakan baik secara finansial maupun non finansial penggunaan
indikator kinerja dan target yang bersifat non finansial menjadi semakin penting dalam
perencanaan operasional setelah aktivitas jangka pendek yang perlu dilakukan identifikasi
mereka dinyatakan secara finansial tahap ini adalah tahap penganggaran Peran penting
anggaran dalam organisasi sektor publik berasal dari kegunaannya dalam menentukan estimasi
pendapatan atau jumlah tagihan atau jasa yang diberikan
ANGGARAN SEKTOR PUBLIK
Proses penyusunan anggaran seringkali menjadi isu penting yang menjadi sorotan masyarakat
misalnya ,pidato Presiden setiap bulan Agustus tentang nota keuangan dan rancangan APBN
selalu menjadi indikator perekonomian negara setahun kedepan.
Sementara itu mardiasmo 2005 mendefinisikan anggaran sebagai pernyataan mengenai
estimasi kinerja yang hendak dicapai selama periode waktu tertentu yang dinyatakan dalam
ukuran finansial dan penganggaran merupakan proses atau metode untuk mempersiapkan
suatu anggaran. sementara, itu Indra Bastian 2006 berpendapat bahwa anggaran merupakan
paket pernyataan perkiraan penerimaan dan pengeluaran yang diharapkan akan terjadi dalam
satu atau beberapa periode mendatang.
JENIS JENIS ANGGARAN
Secara garis besar, anggaran dapat diklasifikasikan menjadi berikut;
1. Anggaran operasional dan anggaran modal (curret vs capital budgest)
2. Anggaran berdasarkan pengesahan (tentave enacted budgts)
3. Anggaran dana umum vs anggaran dana khusus (general vs speal budgst)
4. Anggaran tetap vs anggaran fleksibel (fixed vs flexible budgst)
5. Anggaran eksekutif vs anggaran legislatif (exsecutive vs legislative budgst)
SIKLUS ANGGARAN
Pembuatan anggaran adalah suatu proses yang berkelanjutan. pada organisasi sektor publik
membuat anggaran umumnya melewati 5 tahapan.
1. Persiapan (preparation)
2. Persetujuan lembaga legislatif (legislative enagment)
3. Administrasi (adminitration)
4. Pelaporan (reperting)
5. Pemeriksaan (post-audit)
SISTIMATIKA ANGGARAN
Sistematika dan klasifikasi mempunyai fungsi penting Selain sebagai alat pengeluaran pokhan
akun sistematika anggaran juga mengarahkan proses analisis sehingga fungsi anggaran sebagai
alat kebijakan dapat berjalan dengan baik untuk menyusun klasifikasi anggaran dapat ditemui
dalam general financial statistic (FS).
General social statistics (GFS) merupakan pelabuhan internasional mengenai metodologi
statistik yang telah dikeluarkan oleh internasional Monotary fund (IMF). manual GFS dibuat
oleh IMF statistik Departemen manual ini merupakan desain untuk memenuhi misi Departemen
tersebut dalam dengan mengaplikasikan praktik statistik prinsip dan konsep yang dibuat dalam
manual ini disesuaikan dengan sistem of national accounts 1993 (1993SNA) sehingga statistik
keuangan pemerintah dapat dimanfaatkan secara bersamaan dengan statistik makro ekonomi
lainnya.
Bab 5 PENDEKATAN PENYUSUNAN ANGGARAN
Beberapa pendekatan dapat digunakan dalam proses penyusunan anggaran di suatu organisasi
pendekatan-pendekatan ini merupakan hasil perkembangan yang menandakan adanya
penyempurnaan atas kelemahan pada pendekatan yang berkembang selamanya pada dasarnya
setiap organisasi dapat memilih pendekatan penyusunan anggaran yang dianggap paling sesuai
dengan karakter organisasi dengan memperhatikan kelebihan dan kekurangan tiap pendekatan.
PENDEKATAN TRADISIONAL
Pendekatan penganggaran tradisional sering disebut pendekatan atau metode object of
expenditures incremental. Atau line item sesuai dengan namanya pendekatan penganggaran ini
menggunakan paradigma sederhana yang berorientasi pada pengendalian setiap jenis biaya
sebutan incremental mengandung pengertian bahwa penentuan setiap jenis dan jumlah biaya
yang ada pada anggaran belanja dari suatu periode anggaran tertentu didasarkan pada
persentase kenaikan tertentu dari setiap jenis dan jumlah biaya yang sama dengan tahun
anggaran sebelumnya dengan demikian pendekatan ini menggunakan asumsi bahwa setiap
jenis biaya akan dinaikkan jumlahnya pada tingkat kenaikan yang relatif sama tanpa
memperhatikan kebutuhan yang seharusnya.
PENDEKATAN KINERJA
Pendekatan kinerja diperkenalkan untuk mengatasi berbagai kelemahan yang terdapat dalam
anggaran tradisional khususnya kelemahan yang disebabkan oleh tidak adanya tolak ukur yang
dapat digunakan untuk mengukur kinerja dalam pencapaian tujuan dan sasaran pelayanan
politik dengan pendekatan kinerja organisasi akan lebih memperhatikan aspek pencapaian
kinerja dibanding sekedar penghematan biaya Semata.
PENDEKATAN SIATEM PERENCANAAN ,PROGRAM, DAN ANGGARAN TERPADU (PLENING,
PROGRAMMING, END BUDGETING SYIDTEM-PPBS)
PPBS dikembangkan untuk mengatasi ketidak puasan terhadap sistem penganggaran tradisional
dan penganggaran berbasis kinerja. Penganggaran tradisional di rasakan menitik beratkan pada
kontrol tetapi terlalu sedikit perhatian pada kebijakan dan hasil. penganggaran kinerja yang
diharapkan mampu mengatasi berbagai kelemahan dari penganggaran tradisional ternyata juga
memiliki kelemahan tersendiri. penganggaran berbasis kinerja penitik Barat pada hal-hal yang
dapat diukur dan dihitung. Oleh karena itu, meskipun pada perhatian pada output atau hasil
hanya sedikit usaha yang dibuat untuk menghubungkan hasil dengan proses perencanaan
(tujuan dan sasaran) yang telah dicanangkan di awal
Konsep PPBS merupakan konsep luas yang memandang bahwa penyusunan anggaran
bukanlah proses terpisah yang terdiri sendiri melainkan sebuah bagian yang tidak terpisahkan
dari proses perencanaan dan perumusan program kegiatan suatu organisasi.
PENDEKATAN ZERO BESED
Pendekatan pembuatan anggaran ini adalah setiap aktivitas atau program yang telah diadakan
di tahun-tahun sebelumnya tidak secara otomatis dapat dilanjutkan secara aktivitas harus di
evaluasi setiap tahun untuk menentukan apakah aktivitas itu akan diadakan tahun ini dengan
melihat kontribusi yang diberikan-nya kepada tujuan organisasi proses anggaran berbasis nol (
zero bused budgeting-ZBB)
1. Pembagian semua operasi dari organisasi ke dalam unit-unit keputusan keputusan ini
adalah program aktivitas atau unit organisasi di tingkat yang rendah
2. Dasar untuk pembagian adalah aktivitas secara spesifik jasa spesifik yang diberikan
disebut organisasi atau aktivitas alternatif yang dilakukan untuk mencapai tujuan dari program
3. Memilih cara terbaik untuk menyediakan jasa dengan berdasarkan analisis biaya
manfaat atau analisis lainnya (atau menggunakan pertimbangan politis)
4. Menentukan pilihan atas beberapa unit organisasi sehingga didapat keputusan tentang
banyaknya jasa yang akan disediakan (sama dengan tahun lalu ditambah atau dikurangi)
Bab 6 TEKNIK AKUNTANAI SEKTOR PUBLIK
Bab ini akan memperkenalkan tiga macam teknik akuntansi sektor publik yaitu;
1. Akuntansi dana (fund accounting)
2. Akuntansi anggaran (budgetary accounting)
3. Akuntansi komitmen (comminmend accounting)
AKUNTANSI DANA ( FUND ACCOUNTING)
Sumber daya keuangan berupa dana yang disediakan untuk digunakan oleh organisasi nirlaba
untuk institusi pemerintah. biasanya mempunyai keterbatasan penggunaan hal itu berarti
penggunaan dana dana tersebut dibatasi untuk tujuan atau aktivitas tertentu yang terkadang
merupakan syarat dari pihak eksternal yang merupakan penyedia dana.
Tidak seperti perusahaan swasta yang mencari laba organisasi sektor publik mempunyai
tujuan tujuan yang spesifik. dengan latar belakang tersebut, perusahaan swasta dapat
menggunakan sumber daya yang dimiliki untuk keperluan ataupun. hal-hal penting bagi mereka
adalah adanya laba. hal itu berbeda dengan organisasi sektor publik di mana sumber daya yang
ada harus digunakan dengan tujuan tertentu.
AKUNTANAI ANGGARAN ( BUDGETARY ACCOUNTING)
Akuntansi anggaran mengacu pada praktik yang dilakukan oleh banyak organisasi sektor publik
khususnya pemerintah dalam upaya menyajikan akun-akun operasinya dengan menggunakan
format yang sama dengan anggaran. tujuan praktik ini adalah melihat cara pelaksanaan
anggaran yang sudah dibuat dapat dikendalikan dan dipertanggungjawabkan kepada Tuhannya.
Organisasi sektor publik menyajikan informasi tentang anggaran dan Realisasi nya dalam dua
kelompok secara bersama-sama untuk mendapatkan penyajian tersebut dikembangkan
beberapa alternatif metode dan teknik pencatatan.
AKUNTANSI KOMINTMEN (COMMITMENT ACCOUNTING)
Sistem akuntansi yang diterapkan oleh beberapa pemerintah mengakui transaksi ketika
organisasi berkomitmen terhadap transaksi tersebut, artinya transaksi tidak diakui ketika kas
dibayarkan atau diterima atau pun ketika faktur diterima atau dikirimkan tetapi pada titik yang
lebih awal ketika pesanan dibuat atau diterima.
BASIS AKUNTANSI DAN FOKUS PENGUKURAN
Proses pencatatan akuntansi memerlukan pijakan dalam melakukan pengukuran dan
pengukuran basis. akuntansi menjadi kebijakan penting dalam melakukan pencatatan. basis
akuntansi menentukan asumsi-asumsi yang dipakai dalam melakukan pencatatan dan
pelaporan basis akuntansi yang dipilih juga akan memengaruhi arsitektur standar akuntansi
yang dibangun, baik kerangka konseptual maupun pertanyaan-pertanyaan terkait dengan
Kapan sebuah transaksi diakui dan seberapa besar nilainya.
BAB 7 LAPORAN KEUANGAN AEKTOR PUBLIK
Laporan keuangan dalam lingkungan sektor publik berperan penting dalam menciptakan
akuntabilitas sektor. publik semakin besarnya tuntunan terhadap pelaksanaan akuntabilitas
sektor publik.besar kebutuhan akan transportasi informasi keuangan sektor publik informasi
keuangan ini berfungsi sebagai dasar pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan
akuntansi sektor publik berperan penting dalam menyiapkan laporan keuangan sebagai
perwujudan akuntabilitas publik.
TUJUAN DAN FUNGSI LAPORAN KEUANGAN SEKTOR PUKLIK
Mardiasmo )2002) menyebutkan tujuan dan fungsi laporan keuangan sektor publik sebagai
berikut.;
1. Kepatuhan dan pengelolaan (compliance and stewardship)
Laporan keuangan digunakan untuk memberikan jaminan kepada pengguna laporan
keuangan dan pihak otoritas penguasa bahwa pengelolaan sumber daya telah dilakukan sesuai
dengan ketentuan hukum dan peraturan lain yang telah ditetapkan.
2. Akuntabilitas dan pelaporan retrospektif (accountability end retrospective reporting)
Laporan keuangan digunakan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik laporan
keuangan digunakan untuk memonitor kerja dan mengevaluasi manajemen memberikan dasar
untuk mengamati trend antar kurun waktu pencapaian atas tujuan yang telah ditetapkan dan
membandingkannya dengan kinerja organisasi lain yang sejenis jika ada laporan keuangan juga
memungkinkan pihak luar untuk memperoleh informasi biaya atas barang dan jasa yang
diterima serta memungkinkan mereka untuk menilai Efisiensi dan efektivitas penggunaan
sumber daya organisasi.
3. Perencanaan dan informasi otorisasi (plening end authorization infomation)
Laporan keuangan berfungsi memberikan dasar perencanaan kebijakan dan aktivitas di
masa mendatang laporan keuangan berfungsi memberikan informasi pendukung mengenai
otorisasi penggunaan dana.
4. Kelangsungan organisasi (viability)
Laporan keuangan berfungsi membantu pengguna dalam menentukan apakah suatu
organisasi atau unit kerja dapat meneruskan menyediakan barang dan jasa (pelayanan di masa
mendatang.)
5. Hubungan Masyarakat (publik relation)
Laporan keuangan berfungsi memberikan kesempatan kepada organisasi untuk
mengemukakan pernyataan atas prestasi yang telah dicapai kepada pengguna yang dipengaruhi
karyawan dan masyarakat. laporan keuangan berfungsi sebagai alat komunikasi dengan publik
dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.
6. Sumber fakta dan gambaran (sours of facts end figures)
Laporan keuangan bertujuan memberikan informasi kepada berbagai kelompok
kepentingan yang ingin mengetahui organisasi secara lebih dalam
PENGGUNAAN LAPORAN KEUANGAN SEKTOT PUBLIK
Identifikasi penggunaan laporan keuangan sektor publik dapat dilakukan dengan melihat
kepada pihak-pihak yang berkepentingan terhadap organisasi sektor publik. pihak-pihak
tersebut memiliki kebutuhan akan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan organisasi
sektor publik pada bagian ini, kita akan melihat beberapa aplikasi penggunaan laporan
keuangan sektor publik.
Drebin et al.(1981) mengidentifikasikan 10 kelompok pengguna laporan keuangan sektor
publik berikut ini.
1. Pembayaran pajak
2. Pemberian bantuan
3. Investor
4. Pengguna jasa
5. Karyawan
6. Pemasok
7. Dewan Legislatif
8. Manajemen
9. Pemilih
10. Badan pengawasan
LAPORAN KEUANGAN SEKTOR PUBLIK DI INDONESIA
Berdasarkan tujuan tujuan yang telah dijelaskan di atas laporan keuangan dikembangkan
sedemikian rupa dalam berupa bentuk tertentu untuk memenuhi kebutuhan para pengguna
laporan keuangan
Entitas perusahaan yang dijalankan untuk mencari laba laporan keuangan sektor publik
terbagi menjadi dua yaitu laporan keuangan yang menunjukkan posisi keuangan organisasi
pada waktu tertentu dan laporan keuangan yang menjelaskan perubahan atas posisi keuangan
tersebut
Pada praktiknya laporan-laporan yang sangat beraneka ragam baik dalam jenis maupun
peristilah menyesuaikan dengan setiap lingkungan sektor publik yang juga sangat beraneka
ragam
Acuan yang pertama (PSAK 45) sering menjadi pedoman organisasi sektor publik yang
bergerak di berbagai sektor yaitu, Yayasan LSM, termasuk institusi institusi pendidikan
sementara itu acuan yang kedua (SAP) menjadi acuan wajib bagi seluruh organ pemerintah di
pusat dan di daerah.