Anda di halaman 1dari 4

Pengaruh Rokok pada Penyakit Tuberculosis

Anastasya Putri Liara


102018144
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jl. Arjuna Utara No. 6 Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11510
E-mail: anastasya.2018fk144@civitas.ukrida.ac.id
Abstrak
Penyakit Tuberkulosis atau yang biasa dikatakan sebagai TB Paru merupakan salah satu
penyakit fatal yang dapat menyerang organ-organ pada tubuh manusia dan yang paling banyak
menyerang organ tersebut adalah paru-paru. Tuberkulosis ini dapat menular dan bersifat
mematikan. Penyakit ini banyak dijumpai didaerah yang padat oleh penduduk atau di negara
yang berkembang seperti Indonesia. Di Indonesia pun salah satu negara yang merupakan
banyak menimbulkan masalah penyakit Tuberkulosis di lingkungan masyarakat. Penyebab dari
munculnya kasus penyakit tuberkulosis ini bisa berupa tingkat ekonomi pada masyarakat,
rendahnya tingkat perlindungan di lingkungan masyarakat, dan masih banyak lagi. Salah
satunya adalah merokok. Merokok sangat mempengaruhi kesehatan paru-paru. Karena di
dalam rokok tersebut banyak mengandung zat-zat yang berbahaya sehingga zat-zat itulah yang
dapat mempengaruhi kesehatan fungsi paru-paru hingga dapat menimbulkan penyakit
Tuberkulosis. Di Indonesia sendiri, merokok bukan hal yang baru lagi, merokok sudah menjadi
kebiasaan atau kebutuhan masyarakat Indonesia.

Kata Kunci: Tuberkulosis, paru-paru, rokok.

Abstract
Tuberculosis or Pulmonary Tuberculosisis one of a chronic disease who can attack organs on
the human body and most attack the organ is lungs. Tuberculosis can infectious and deadly.
This disease can be discovered in the area which is densely populated or in the developing
country like Indonesia. In Indonesia, one of the countries that constitute many Tuberculosis
disease problems in society. Cause of cases of Tuberculosis disease can be economic level in
society, low level of protection in society, and many more. One of them is smoking. Smoking
also affects health in the lungs. In Indonesia, smoking is not a new thing, smoking has become
a habit or Indonesia community needs.
Key Words: Tuberculosis, lungs, cigarettes.

Pendahuluan
Tuberculosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri basil atau yang
disebut dengan sebutan Mycobacterium Tuberculosis.1 Penyebaran Penyakit Tuberkulosis ini
banyak didapatkan di negara berkembang. Penyebaran penyakit Tuberkulosis di Asia sebanyak
(59%), Afrika (26%), Eropa (4,3%), Amerika (3%). Lima negara yang mempunyai kasus
terbanyak pada tahun 2011 yaitu India (2 juta-2,5 juta), Cina (0,9 juta-1,1 juta), Afrika Selatan
(0,4 juta-0,6 juta), Indonesia (0,4 juta- 0,5 juta), dan Pakistan (0,3 juta-0,5 juta).2
Banyak faktor-faktor yang dapat memicu penyakit Tuberkulosis ini. Diantaranya
adalah umur, kondisi sosial dan ekonomi, dan salah satunya adalah merokok. Walaupun
merokok bukan faktor utama dari terjadinya penyakit Tuberkulosis, tetapi merokok dapat
memudahkan proses masuknya bakteri Mycobacterium Tuberculosis atau bakteri TB.
Merokok adalah kebiasaan yang dapat membahayakan kesehatan karena dapat memicu
banyak penyakit bahkan kematian. Namun, sayangnya masih banyak orang yang
mempergunakan rokok dalam kehidupan sehari-harinya. Merokok juga sudah menjadi
kebiasaan sebagian besar kaum dewasa, bahkan tidak sedikit juga untuk kaum remaja yang
sudah merokok. Rokok sudah menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan dan tidak bisa
ditinggalkan lagi.

Merokok dan Tuberkulosis


Penyakit tuberculosis (TB Paru) ini merupakan penyakit infeksi yang mampu merusak
organ dalam tubuh manusia dan infeksi tersebut sering menyerang organ paru-paru.3 Penyakit
Tuberkulosis banyak dijumpai di negara-negara berkembang atau daerah yang padat oleh
penduduk salah satunuya adalah negara Indonesia.
Di tahun 2003 WHO mempropagandakan penyakit Tuberkulosis sebagai global
emergency. Tuberculosis merupakan salah satu penyebab dari kematian setelah penyakit
jantung pembuluh darah.3
Kebiasaan merokok di negara Indonesia dimulai pada saat rakyat Indonesia meniru
kebiasaan dari masyarakat Belanda.4 Maka dari kebiasaan bangsa lain itulah yang
menyebabkan rakyat Indonesia mulai mengenal rokok.
Hubungan Merokok dan Tuberkulosis
Rokok dengan komposisi utamanya dibuat dari olahan daun tembakau yang sudah
kering sehingga mengandung senyawa nikotin, lalu dibungkus kertas. Jika dalam proses rokok
di hirup lewat mulut pada ujung rokok maka akan keluar dari tembakau senyawa-senyawa
nikotin tersebut dan asapnya yang sangat berbahaya.5
Berdasarkan dari data WHO, jumlah perokok aktif di Indonesia menduduki urutan
ketiga, dengan jumlah 34,7% dari jumlah total penduduk yang berkisaran 82 juta jiwa. 6 Serta
dalam penghasil tembakau, Indonesia mendapatkan urutan ke tujuh di dunia. Indonesia juga
biasa disebut high burden countries di dalam bagian rokok.7 Menurut dari penelitian Aditama
(2009) bahwa orang yang perokok lebih banyak mengalami penyakit Tuberkulosis dan salah
satu penyebab kematian dari penyakit Tuberkulosis adalah orang yang kebiasaan merokok.8
Tuberculosis dan merokok ternyata memiliki hubungan yang kuat.9 Karena merokok
merupakan kebiasaan yang dapat merusak pertahanan paru-paru yang biasa disebut oleh
muccociliary clearance dan merokok dapat menyebabkan terganggunya sel epitel, sel dendric,
dan sel natural killer pada pertahanan alamiah paru-paru.10
Pada orang yang merokok akan mengalami penurunan tingkat kekebalan tubuh,
terjadinya gangguan pada fungsi kerja silia, mengalami kecacatan pada sistem imun makrofag
sehingga mempermudah untuk masuknya bakteri Tuberkulosis kedalam dinding sel
Tuberkulosis.11

Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan diatas, dapat kita simpulkan bahwa hubungan antara orang
yang perokok aktif akan berdampak terhadap penyakit yang kronis. Yaitu, penyakit
tuberculosis atau yang biasa dikatakan TB paru, yang dimana penyakit tersebut menyerang
atau merusak organ paru-paru. Karna di dalam kandungan rokok terdapat zat-zat kimia yang
membahayakan. Selain itu, merokok juga dapat menimbulkan penyakit lainnya.

Daftar Pustaka (mnt 20)


1. Hasan H. Tuberculosis Paru. Dalam Wibisono MJ, Winariani, Hariadi S, editor
(penyunting). Buku Ajar Ilmu Penyakit Paru FK Unair. Edisi Ke-2. Surabaya: Departemen
Ilmu Penyakit Paru FK Unair; 2010. H.9.
2. World Health Organization. Global Tuberculosis Report. France: WHO Press; 2012.
3. Bahar A, Amin Z. tuberculosis paru. In: Siti S, Alwi I, Sudoyo AW, K MS, Setiyohadi B,
Syam AF, editors. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. 2017. P. 863.
4. Achadi A, Soeraju W, Barber S. The Relevance and Prospects of Advancing Tobacco
Control in Indonesia. Health Policy. 2005.72:333-49.
5. Pemerintah Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 19 Tahun
2003 Tentang Pengamanan Rokok Bagi Kesehatan Bab 1 Pasal 1 Poin 1. Jakarta.2003.
6. World Health Organization. Tobacco (diunduh 30 Oktober 2018). http://www.who.int
7. Aditama TY. Tuberculosis, rokok dan perempuan. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. 2006.
8. Aditama TY. Youth tobacco Indonesian experience. Mumbai, India: Indonesia Smoking
Control Foundation. 2009.
9. Schlenger NW. The deadly pairing of tuberculosis and smoking. World Lung Foundation
Directions. 2011;2(2).
10. Wijaya AA. Merokok dan tuberculosis. Jurnal Tuberkulosis Indonesia. 2012;8 (diunduh
30 Oktober 2018) (web)(tgl akses)
11. PDPI. Pedoman diagnosis dan penatalaksanaan penyakit paru obstruksi kronis (PPOK) di
Indonesia. 2010. (diunduh 31 Oktober 2018) (web) (tgl akses)

*Untuk pengiriman turnitin, dapus dan email dipisah. Yg dinilai hanya sisanya
*sub judul Tuberkulosis. Rokok. Bahaya merokok
*cite this for me (dapus no 6, 10,11)