Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Klebsiella pneumoniae termasuk genus Klebsiella dalam famili


Enterobacteriaceae yang merupakan penghuni normal traktus digestivus. Kuman
ini dapat diisolasi dari tinja manusia atau hewan. Pada manusia, genus Klebsiella
dapat merupakan kuman penyebab pneumonia, disamping infeksi lain diluar
sistim pernapasan misalnya: infeksi saluran kemih, infeksi nosokomial .
Pneumonia atau infeksi saluran napas bawah masih merupakan masalah
utama dalam bidang kesehatan, baik di negara sedang berkembang maupun yang
sudah maju. Di RSUP Persahabatan Jakarta tahun 2000, infeksi saluran napas
bawah juga merupakan penyakit utama, sedangkan di Malang pneumonia
merupakan salah satu penyebab dari rawat inap utama.
Beberapa survei yang dilakukan di Jakarta dan Malang ternyata dapat
diketahui bahwa penyebab pneumonia utama yang diambil dari bahan sputum
adalah kuman K. pneumoniae. Soepadi P (1997) menemukan 42,85 % kasus
pneumonia di Jakarta disebabkan oleh K. pneumoniae, sedangkan Jabang M
(1998) menemukan 36,36% pada kasus pneumonia; Hadiarto M (1997)
menemukan 44,4 % pada kasus pneumonia di Jakarta
dan Sartono dan Sumarno di Malang (2002) menemukan 19,4%. Untuk
mengetahui penyebab pneumonia memerlukan waktu beberapa hari sehingga pada
pemberian pengobatan awal pneumonia maka diberikan antibiotika secara
empiris. Untuk mengidentifikasi kuman penyebab pneumonia dapat digunakan
metode-metode: pengecatan dan kultur, Elisa,histologi dan serologi yang semua
ini memerlukan waktu yang cukup lama.

1.2 Rumusan Masalah

1.2.1 Bagaimana gambaran umum dari kuman Klebsiella pneumonia?

1.2.2 Bagaimana proses infeksi dari kuman Klebsiella pneumonia?

1.2.3 Apa saja patogenitas dari kuman Klebsiella pneumonia?

1.2.4 Bagaimana cara pemerikisaan dari kuman Klebsiella pneumonia?

1.3 Tujuan

1.3.1 Untuk mengetahui gambaran umum dari kuman Klebsiella pneumonia

1.3.2 Untuk mengetahui proses infeksi dari kuman Klebsiella pneumonia

1.3.3 Untuk mengetahui patogenitas dari kuman Klebsiella pneumonia

1.3.4 Untuk mengetahui cara pemerikisaan dari kuman Klebsiella pneumonia

BAB II

1
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Gambaran Umum dari Kuman Klebsiella pneumonia

Klebsiella spp khususnya Klebsiella pneumonia merupakan penyebab


yang penting pada infeksi nosokomial, dan populasi utama yang beresiko adalah
neonatus dan host yang memiliki kekebalan tubuh yang rendah. Genus kebsiella
terdiri dari 5 spesies, yakni Klebsiella pneumoniae, Klebsiella oxytoca, Klebsiella
planticola, klebsiella terrygena dan Klebsiella ornythinolytica ,yang biasanya
diidentifikasi dan dibedakan menurut reaksi biokimia mereka.

Klebsiella pneumonia pertama kali diteliti dan diidentifikasi oleh


bakteriologis Jerman bernama Edwin Klebs( 1834-1913). Klebsiella pneumonia
terdapat dalam feses dan saluran nafas sebanyak 5% pada orang normal.
Klebsiella pneumonia merupakan bakteri berbentuk batang non motil ( tidak
melakukan pergerakan secara sel ),merupakan Gram negatif,dapat menfermentasi
laktosa dan merupakan bakteri anaerob fakultatif yang biasanya ditemukan
sebagai flora normal pada kulit, mulut dan usus.

Klebsiella merupakan bakteri yang mempunyai kapsul polisakarida yang


mudah terlihat.Kapsul ini membungkus seluruh permukaan sel yang menyumbang
penampilan besar organisme pada pewarnaan Gram dan memberikan perlawanan
terhadap mekanisme pertahanan tuan rumah ( host) , anggota pada genus
Klebsiella biasanya menunjukkan dua jenis antigen yang khas pada permukaan sel
mereka, yang pertama adalah lipopolisakarida (antigen O) dan yang kedua adalah
kapsul polisakarida (antigen K). Kedua antigen tersebut berkontribusi pada
patogenitas. Ada sekitar 77 antigen K dan 9 antigen O. Variabilitas struktur pada
antigen ini membentuk dasar untuk klasifikasi ke dalam berbagai serotipe.
Virulensi pada semua serotipe terlihat sama. Kapsul memainkan peran yang
sangat penting dalam virulensi .

Klebsiella pneumonia adalah salah satu anggota paling penting pada


genus klebsiella dalam famili Enterobacteriacae, yang menyebabkan pneumonia
(penyakit destruksi peradangan paru-paru).Klebsiella merupakan patogen
oportunistik yang terutama menyerang pertahanan tubuh dari individu dan pasien
yang dirawat di rumah sakit. Sebagai tambahan Klebsiella pneumonia dilaporkan
sebagai komunitas potensial yang menyebabkan patogen. The Extended Spectrum
Beta Lactamase (ESBL) menyebabkan Klebsiella pneumonia kebal terhadap
beberapa obat-obatan.

2
2.2 Proses Infeksi dari Kuman Klebsiella pneumonia

Klebsiella pseudomonas adalah basil Gram negatif dan termasuk dalam


family Enterobacteriacae dan bertanggung jawab untuk infeksi berat yang didapat
di rumah sakit(Hospital Acquired Infections),termasuk pneumonia dan infeksi
aliran darah primer. Bakteri ini dapat dengan mudah bertahan/dapat dengan
mudah hidup di rumah sakit, bereproduksi pada lingkungan bebas dan
berkolonisasi pada kulit manusia,kandung kemih,dan saluran pernafasan.
Transmisinya biasanya dari pasien ke pasien melalui tangan personil kesehatan.
Klebsiella pneumonia telah diidentifikasi sebagai salah satu penyebab paling
sering dari wabah yang dilaporkan.

Klebsiella merupakan patogen oportunistik yang penting , yang dilaporkan


di seluruh dunia . kuman ini dapat menyebabkan infeksi saluran pernafasan,
mukosa hidung, faring dan umumnya meyebabkan pneumonia primer. Pada
umumnya, pneumonia dikategorikan dalam penyakit menular yang ditularkan
melalui udara, dengan sumber penularan adalah penderita pneumonia yang
menyebarkan kuman dalam bentuk droplet ke udara pada saat batuk atau bersin.
Untuk selanjutnya, kuman penyebab pneumonia masuk ke saluran pernapasan
melalui proses inhalasi (udara yang dihirup), atau dengan cara penularan
langsung, yaitu percikan droplet yang dikeluarkan oleh penderita saat batuk,
bersin, dan berbicara langsung terhirup oleh orang di sekitar penderita, atau
memegang dan menggunakan benda yang telah terkena sekresi saluran pernapasan
penderita

2.3 Patogenitas dari Kuman Klebsiella pneumonia

Klebsiella merupakan patogen oportunistik yang penting,yang dilaporkan


di seluruh dunia.Kuman ini dapat menyebabkan infeksi saluran pernafasan,
mukosa hidung, faring dan umumnya meyebabkan pneumonia primer. Pneumonia
adalah proses infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru(alveoli). Pneumonia
yang di sebabkan oleh Klebsiella pneumonia dapat berupa pneumonia
komunity(counity acquired pneumonia).

Klebsella pneumonia merupakan jenis bakteri golongan klebsiella yang


banyak menginfenksi manusia. Merupakan orgaisme oportunis yang ditemukan
pada lapisan mukosa mamalia, terutama paru-paru. Memiliki penyebaran yang
sangat cepat,terutama diantara orang-orang yang sedang terinfeksi bakteri ini
dengan gejala berupa pendarahan dan penebalan lapisan mukosa organ. Bakteri
ini juga merupakan salah satu bakteri yang menyebabkan penyakit bronkitis.

Pneumonia paling sering disebabkan oleh infeksi nosokomial (30-33%


kasus). Bakteri ini telah menjadi patogen penting dalam infeksi nosokomial yang
telah didokumentasikan dengan baik di Amerika Serikat dan India. Epidemik dan
endemik infeksi nosokimial yang disebabkan oleh spesies klebsiella sebagai

3
penyebab utama morbiditas dan mortalitas. Sebagai tambahan,kuman ini juga
menjadi penyebab utama infeksi saluran pernapasan. Kuman ini juga biasanya
menyebabkan pielonefritis akut pada wanita hamil dengan kelainan saluran kemih
seperti urolithiases, hidronefrosis atau cacat bawaan. Kuman ini dapat
menyebabkan sepsis dan cenderung telah ditandai dengan yang ada sebagai
infeksi campuran atau sebagai infeksi kedua dari bakteri patogen lain.

Baru-baru ini WHO juga memperingatkan masyarakat bahwa bakteri


multidrug resistant yang muncul diseluruh dunia dan merupakan tantangan besar
untuk kesehatan. Jika kita tidak segera mengambil tidakan, maka antibiotik
mungkin kehilangan kekuatan mereka untuk menyembuhkan penyakit. Bakteri
resisten multidrug menyebabkan nosokomial yang serius dan infeksi yang di
peroleh masyarakat yang sulit untuk diberantas dengan menggunakaan antibiotik
yang tersedia. Selain itu, penggunaan antibiotik spektrum yang luas pada pasien
yang dirawat di rumah sakit telah menyebabkan baik peningkatan pengangkutan
klebsiella dan pengembangan pada strain resisten- multidrug yang menghasilkan
Extended Spectrum Beta Lactamase(ESBL).

Spesies klebsiella paling sering ditemukan pada isolasi bakteri Gram


negatif pada kasus baketrimea primer. Kuman ini merupakan patogen kedua
setelah E.coli yang menyebabkan infeksi saluran kemih. Kuman Ini biasanya
mempengaruhi orang dengan kekebalan tubuh yang rendah seperti pasien rumah
sakit, pasien diabetes dan orang-orang dengan penyakit paru-paru kronis. Pada
banyak kasus alkoholik juga menderita infeksi Klebsiella pneumonia. Dengan
demikian infeksi tersebut salah satunya dapat diperoleh dari rumah sakit maupun
komunitas lainnya. Selain itu, Klebsiella pnemoia juga dapat menyebabkan diare
dan infeksi intra abdominal.

Pada manusia penderita diabetes melitus Klebsiella pneumoniae sering


menimbulkan infeksi pada tractus urinarius nosocomial infections, meningitis dan
pneumoni . Pneumonia yang disebabkan Klebsiella pneumoniae, biasanya dimulai
dengan gejala demam akut, lesu dan batuk kering, kemudian batuknya menjadi
produktif dan menghasilkan sputum berdarah dan bernanah . Bila penyakitnya
berlanjut, dapat terjadi abses, necrosis jaringan paru, bronchitasi dan fibrosis
paruparu Angka kematian antara 40-60%, (ENTJANG, 2001).

Pada tahun 2002 Tsukadaira et al melapokan 4 kasus pada infeksi


klebsiella pneumonia, yaitu : kasus bronkopneumonia akut dengan aspirasi
subklinikal, lobarpneumonia yang khas (Friedlander pneumonia) dan klebsiella
pneumoni kronik dengan abses paru dengan kavitas yang khas. Klebsiella
pneumonia juga dapat menyebabkan berbagai infeksi pada ekstrapulmonary
termasuk enteritis dan meningitis pada bayi, Infeksi saluran kemih pada anak-
anak dan orang dewasa dan juga septikemia. Di Amerika Serikat klebsiella

4
tercatat sekitar 3-7% pada semua infeksi bakteri nosokomial, menempatkan
mereka diantara 8 dari infeksi patogen yang paling penting di Rumah Sakit.

2.4 Cara Pemerikisaan dari Kuman Klebsiella pneumonia

Identifikasi Kuman Klebsiella pneumonia :

a) Karakteristik Morfologi
Semua isolat klinik diperiksa morfologinya untuk karakterisasi koloni
pada nutrien agar, Antara Brain Heart Infusion dan MacConkey sama-sam
baiknya dan diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37°C kemudia
dilanjutkan dengan pewarnaan Gram. Suspensi bakteri dibuat pada normal
saline pada pewarnaan Gram. Smear disiapkan pada objek glass kemudian
keringkan diudara dan lanjutkan dengan pemanasan dengan waktu yang
tidak terlalu lama. Genangi sediaan dengan Kristal Violet selama 1
menit,kemudian cuci dengan air mengalir (air kran). Gram iodium
dituangkan diatas sediaan selama 1 menit. Sediaan dicuci dan destained
dengan etil alkohol. Tahap terakhir dari pewarnaan ini adalah dengan
menuangkan safranin selama 30 detik. Kemudian sediaan dicuci
kembali,keringkan dan periksa di bawah mikroskop.
b) Karakterisasi Biokimia
Isolat klinik ini menunjukkan koloni berlendir yang diproses untuk tes
biokimia. Tes biokimia yang digunakan adalah produksi
urease,pemanfaatan sitrat dan fermentasi gula. Delapan tes fermentasi gula
dilakukan termasuk
sukrosa,glukosa,manitol,laktosa,adonitol,dulcitol,melibiose dan esculin.
Uji indol dan produksi H2S pada TSI agar,oksidase,katalase dan tes nitrat
juga dilakukan. Selain tes ini,motilitas dan pertumbuhan pada organisme
di KCN juga diperiksa. Untuk tes biokimia prosedur standar digunakan.
c) Sodium Dodecyl Sulphate-elektroforesis gel poliakrilamid (SDS-PAGE)
Profil protein dari biokimia dikonfirmasi isolat klinis positif pada
Klebsiella pneumonia yang diamati pada SDS-PAGE,yang dilakukan
sesuai prosedur Laemmli dengan modifikasi kecil

5
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Klebsiella spp khususnya Klebsiella pneumonia merupakan penyebab


yang penting pada infeksi nosokomial, dan populasi utama yang beresiko adalah
neonatus dan host yang memiliki kekebalan tubuh yang rendah. Genus kebsiella
terdiri dari 5 spesies, yakni Klebsiella pneumoniae, Klebsiella oxytoca, Klebsiella
planticola, klebsiella terrygena dan Klebsiella ornythinolytica ,yang biasanya
diidentifikasi dan dibedakan menurut reaksi biokimia mereka.

Bakteri ini dapat dengan mudah bertahan/dapat dengan mudah hidup di


rumah sakit, bereproduksi pada lingkungan bebas dan berkolonisasi pada kulit
manusia,kandung kemih,dan saluran pernafasan. Transmisinya biasanya dari
pasien ke pasien melalui tangan personil kesehatan. Klebsiella pneumonia telah
diidentifikasi sebagai salah satu penyebab paling sering dari wabah yang
dilaporkan.

Klebsiella merupakan patogen oportunistik yang penting , yang dilaporkan


di seluruh dunia . kuman ini dapat menyebabkan infeksi saluran pernafasan,
mukosa hidung, faring dan umumnya meyebabkan pneumonia primer, Infeksi
saluran pernafasan,Infeksi saluran kemih,Bronkitis,pielonefritis akut pada wanita
hamil,dll

Cara pemeriksaannya adalah :

1 Untuk Mengetahui morfologinya : Ditanam terlebih dahulu , bisa memakai


Brain Heart Infusion atau MacConkey.Dilanjutkan dengan pewarnaan
Gram
2 Karakterisasi Biokimia
Tes biokimia yang digunakan adalah : produksi urease,pemanfaatan sitrat
dan fermentasi gula.
(sukrosa,glukosa,manitol,laktosa,adonitol,dulcitol,melibiose dan
esculin.).Uji indol dan produksi H2S pada TSI agar,oksidase,katalase dan
tes nitrat juga dilakukan. Selain tes ini,motilitas dan pertumbuhan pada
organisme di KCN juga diperiksa. Untuk tes biokimia prosedur standar
digunakan.
3 Sodium Dodecyl Sulphate-elektroforesis gel poliakrilamid (SDS-PAGE)

6
7