Anda di halaman 1dari 2

BAGAIMANA MEMPERBAIKI KEMAMPUAN TANAH

MENYIMPAN AIR-TERSEDIA ?

Kapasitas air-tersedia

Kapasitas air tersedia adalah jumlah maksimum air yang tersedia dalam tanah bagi tanaman.
Kapasitas ini merupakan indikator kemampuan tanah untuk menahan air dan membuatnya
tersedia bagi tanaman.
Kapasitas air tersedia adalah air nyang ditahan dalam tanah antara kapasitas lapang dan titik
layu permanen. Kapasitas Lapang adalah jumlah air yang tersisa dalam tanah setelah tanah
benar-benar jenuh dan dibiarkan mengalir secara bebas , biasanya selama satu sampai dua
hari .
Titik layu permanen adalah kadar air tanah dimana tanaman layu dan gagal
sembuh kembali bila diaktifkan dengan kelembaban yang cukup. Kapasitas air biasanya
dinyatakan sebagai fraksi-volume atau persentase , atau kedalaman ( inchi atau cm ) .

Faktor-faktor yang Mempengaruhi

Faktor Inherent - Kapasitas air tersedia dipengaruhi oleh tekstur tanah, keberadaan dan
kelimpahan fragmen batuan , dan kedalaman tanah dan lapisan-lapisan profil tanah.
Kapasitas air tersedia meningkat dengan semakin halusnya tekstur tanah , dari tanah pasir ke
tanah lempung hingga tanah liat . Tanah bertekstur kasar memiliki kapasitas lapang yang lebih
rendah karena mereka kaya pori-pori makro yang mengalami drainase bebas. Tanah bertekstur
halus memiliki lebih banyak mengandung pori mikro yang mampu menahan air untuk melawan
drainase bebas , sehingga mempunyai kapasitas lapang lebih tinggi (besar). Namun demikian,
kalau dibandingkan dengan tanah-tanah lembung dan lempung berdebu yang agregasinya
bagus, kapasitas air tersedia pada liat tanah cenderung lebih rendah karena tanah liat ini
memiliki titik layu permanen yang tinggi.
Fragmen batuan mengurangi kapasitas air tersedia tanah sebanding dengan volumenya ,
kecuali batu-batu yang berpori .
Kedalaman tanah dan perakaran tanaman menentukan lapisan yang mempengaruhi kapasitas
total air tersedia karena mereka dapat membatasi volume tanah yang tersedia bagi
pertumbuhan akar . ( Lapisan pembatas ini mungkin alamiah atau akibat dari kegiatan
pengelolaan tanah).

Karakteristik perakaran tanaman harus dipertimbangkan untuk pemahaman secara praktis


tentang efek kedalaman tanah dan lapisan pembatas terhadap air tersedia bagi pertumbuhan
tanaman . Suatu lapisan pembatas pada kedalaman 20 inchi mungkin memiliki konsekuensi
kecil terhadap kebutuhan air tanaman yang berakar dangkal .
Namun, lapisan ini mungkin sangat membatasi volume tanah yang dapat dijelajahi oleh
tanaman yang perakarannya dalam untuk menyerap air tanah.

Faktor Dinamis - Kapasitas air tersedia dipengaruhi oleh bahan organik tanah, pemadatan
tanah, dan konsentrasi garam dalam tanah.

Bahan organik tanah meningkatkan kemampuan tanah untuk menahan air , baik langsung
maupun tidak langsung . Ketika tanah adalah pada kapasitas lapangan, bahan organik memiliki
kapasitas memegang air yang lebih tinggi daripada tanah mineral . Air yang dapat ditahan oleh
bahan organik pada titik layu permanen juga lebih tinggi , secara keseluruhan , peningkatan
bahan organik tanah meningkatkan kemampuan tanah untuk menyimpan air tersedia bagi
tanaman.

Secara tidak langsung , bahan organik tanah dapat memperbaiki struktur tanah dan stabilitas
agregat tanah, sehingga meningkatkan ukuran pori dan volumenya. Perbaikan kualitas tanah ini
dapat memperbaiki infiltrasi , pergerakan air dalam tanah , dan kapasitas air tersedia .
Pemadatan tanah dapat mengurangi kapasitas air tersedia melalui efek buruknya terhadap
kapasitas lapang dan titik layu permanen. Pemadatan tanah mengurangi total volume pori ,
akibatnya mengurangi simpanan air pada kondisi kapasitas lapang. Pemadatan tanah juga
menghancurkan pori makro menjadi pori yangukurnanya lebih kecil-kecil. Kareni pori mikro
menhaan air lebih kuat daripada pori makro, maka lebih banyak air yang ditahan dalam tanah
pada kondisi titik layu permanen .
Garam dalam air tanah berasal dari pupuk atau senyawa alamiah. Konsentrasi garam
meningkat seiring dengan menurunnya kandungan air tanah . Untuk tanah-tanah yang kaya
garam-larut , dapat terjadi cekaman air karena tanaman tidak dapat menyerap air melintasi
gradient konsentrasi garam yang tidak sesuai.
Tanah dengan konsentrasi garam yang tinggi, cenderung mempunyai kapasitas air tersedia
lebih rendah, karena lebih banyak air dipertahankan pada titik layu permanen daripada jika air
ditahan oleh faktor fisik saja. Efek ini paling jelas terlihat pada tanah di daerah kering di mana
garam terakumulasi akibat irigasi atau proses alamiah.

Meningkatkan Kapasitas Air Tersedia

Petani dapat menanam jenis-jenis tanaman yang menghasilkan banyak residu biomasa ,
tanaman penutup tanah , mengurangi kegiatan yang mengganggu tanah , dan mengelola residu
sisa apanen tanaman untuk melindungi dan meningkatkan kandungan bahan organik tanah,
untuk memperbaiki kapasitas air tersedia dalam tanah. Jika memungkinkan , pengolahan tanah
, panen tanaman, dan operasi pertanian lainnya yang membutuhkan alat berat dapat dihindari
ketika tanah masih basah untuk meminimalkan efek pemadatan; lapisan padat dapat
dihancurkan untuk memperluas kedalaman tanah yang tersedia bagi pertumbuhan akar .

Untuk tanah-tanah yang kaya garam-larut , kegiatan pengelolaan tanah yang mempertahankan
garam tetap berada dalam zona di bawah perakaran sangat dianjurkan . Hal ini termasuk irigasi
untuk mencuci garam ke lapisan tanah bawah; dan praktek yang mempromosikan infiltrasi ,
mengurangi penguapan , meminimalkan gangguan fisik tanah, mengelola residu sisa panen,
dan mencegah pencampuran tanah lapisan bawah yang kaya garam dengan tanah lapisan
atas.

Praktek konservasi yang dapat memperbaiki kapasitas air tersedia sehingga menguntungkan
fungsi tanah adalah:
1. Konservasi Rotasi Tanaman
2. Tanaman penutup tanah
3. Penggembalaan terkendali
4. Pengelolaan Residu sisa panen dan olah-tanah
5. Pengelolaan Salinitas dan Tanah sodik .

(Sumber: Soil Quality Indicators. USDA Natural Resources Conservation Services. June 2008)