Anda di halaman 1dari 3

PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN

Pakar komunikasi menyebutkan bahwa sekarang hidup di dunia yang sesak media.
Berbagai media tersedia untuk membantu manusia memperoleh informasi mutakhir tentang
berbagai hal. Informasi tersebut disebarluaskan dan dipertukarkan manusia melalui berbagai
media, mulai dari media konvensioanal sampai media baru. Kebiasaan berkomunikasi melalui
media akan melahirkan apa yang dianamakan ledakan informasi tertulis. Konon, belum pernah
terjadi dalam sejarah peradapan, manusia begitu intensif berkomunikasi secara tekstual seperti
sekarang ini.

Ketersediaan berbagai media tersebut tentu saja berdampak pada bagaimana kita memilih
media untuk pembelajaran. Setiap media memiliki kelebihan dan kekurangan masing-
masing.dengan demikian akan diperlukan pertimbangan-pertimbangan dalam melakukan
komunikasi pembelajaran secara bermedia. Beberapa pertimbangan yang perlu diambil saat ingin
memanfaatkan media untuk kegiatan pembelajaran. Pertimbangan tersebut adalah:

1. Sikap positif pendidik terhadap pemanfaatan media dalam pembelajaran.


2. Media itu hanyalah salah satu komponen saja dari pembelajaran dan sebagai salah satu
komponen tentu berkaitan dengan komponen-komponen lainnya.
3. Pendidik yang hendak menggunakan media, harus mengetahui kelebihan dan kekurangan
masing-masing media.
4. Keterampilan dalam mengoperasikan media.
5. Ketersediaan perangkat media di ruang kelas.
6. Ketersediaan program yang diperlukan.
7. Ketersediaan perangkat penunjang termasuk untuk perbaikan dan menyelesaikan masalah
yang berkaiatan dengan perangkat dan programnya.
8. Efektivitas biayanya dalam jangka waktu yang panjang.1
Media pembelajaran memang memiliki beberapa keunggulan, diantara dapat membantu
meningkatkan mutu pembelajaran karena melalui media pemebelajaran itu dimungkinkan untuk
menyampaikan bahan pembelajaran sistematis, jelas dan spesifik, yang bisa disajikan secara

1
Arief S. Sadiman, Media Pendidikan, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta: 2014, hlm. 14
visual, aditif dan verbal. Selain itu memungkinkan semua siswa dari berbagai jelas menerima
informasi yang sama karena bersumber pada media yang menyampaikan informasi yang sama.
Pemilihan media pembelajaran yang dapat menggunakan pendekatan aoretik-konseptual.
Misanyalnya dengan menggunakan konsep “kekayaan” informasi yang dikembangkan teori
kekayaan informasi yang biasa juga disebut teori kekayaan media. Makna kekayaan disini terkait
dengan fungsi yang bisa dijalankan media. Misalnya, kemampuan media menyampaikan media
tersebut mewahanai pengiriman umpan balik, kemampuan media menyampaikan pesan secara
verbal dan nonverbal, dan kemampuan media menyajikan pesan yang menggunakan pesan yang
sealamiah mungkin.2

Cara maupun prosedur pemilihan media dapat dikelompokkan menjadi 3 model yaitu:

1. Model flowchart yang menggunakan system pengguguran dalam pengambilan keputusan


pemilihan
2. Model matriks yang menangguhkan proses pengambilan keputusan pemilihan sampai
seluruh kriteria pemilihannya diidentifikasi.
3. Model checklist yang menangguhkan keputusan pemilihan sampai semua kriterianya
dipertimbangkan.
Meskipun belum ada penelitian khusus tentang hal ini, tampaknya model checklist lebih
sesuai untuk membakukan prosedur pemilihan media jadi, model matriks lebih serasi untuk
digunakan dalam pemilihan media rancangan, sedang model flowchart dapat digunakan baik
untuk menggambarkan proses pemilihan media jadi maupun media rancangan.
Dari segi teori belajar, berbagai kondisi dan prinsip-prinsip psikologis yang perlu mendapat
pertimbangan dalam pemilihan dan penggunaan media adalah sebagai berikut:
1. Motivasi 7. Partisipasi
2. Perbedaan individual 8. Umpan balik
3. Tujuan pembelajaran 9. Penguatan (reinforcement)
4. Organisasi isi 10. Latihan dan pengulangan
5. Persiapan sebelum belajar 11. Penerapan
6. Emosi

2
Yosal Irianti, Komunikasi Pembelajaran, Simbiosa Rekatama Media, Bandung, 2014, hlm.206-207
Kriteria pemilihan

Beberapa kriteria yang patut diperhatikan dalam memilih media ialah:

1. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.


2. Tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta, konsep, prinsip, atau
generalisasi.
3. Praktis, luwes dan bertahan.
4. Guru terampil menggunakan media dalam proses pembelajaran.
5. Pengelompokan sasaran.
6. Mutu teknis.3

3
Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta: 2014, hlm. 73