Anda di halaman 1dari 8

PENGORGANISASIAN INFORMASI / PENGETAHUAN DALAM

INGATAN MANUSIA

Disusun Guna Memenuhi Tugas Akhir Modul Belajar 3


Kuliah daring Program PPG Tahun 2019

Disusun Oleh:
Baiq Suningrat
(19230302710234)
Kelas B

PROGRAM PPG
UNIVERSITAS HAMZANWADI
2019

1
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Belajar merupakan tindakan dan perilaku siswa yang kompleks. Sebagai
tindakan, maka belajar hanya dialami oleh siswa sendiri. Siswa adalah penentu
terjadinya atau tidak terjadinya proses belajar. Tentu saja dalam proses belajar terdapat
teori - teori yang memunculkan adanya belajar. Dari zaman dahulu, para ilmuwan terus
mengembangkan teori - teori belajar sebagai temuan mereka untuk mengembangkan
pemikiran belajar mereka. Era globalisasi telah membawa berbagai perubahan yang
memunculkan adanya teori - teori belajar yang baru guna menyempurnakan teori - teori
yang telah ada sebelumnya. Akan tetapi, kita sebagai insan tak bisa bertolak dengan
adanya teori belajar yang telah ada sebelumnya. Adapun teori belajar selalu bertolak dari
sudut pandangan psikologi belajar tertentu.
Psikologi dalam pendidikan menjadi berkembang sangat pesat. Dengan
bermunculnya teori - teori yang baru akan menyempurnakan teori - teori yang
sebelumnya. Berbagai teori belajar dapat dikaji dan diambil manfaat dengan adanya teori
tersebut. tentunya setiap teori belajar memiliki keistimewaan tersendiri. Bahkan, tak
jarang dalam setiap teori belajar juga terdapat kritikan - kritikan untuk penyempurnaan
teori tersebut. dalam hal ini, penulis akan mengkaji salah teori belajar pengolahan
informasi.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud dengan teori pengorganisasian informasi ?
2. Apa yang dimaksud dengan sistem memori manusia ?
3. Bagaimanakah komponen belajar ?
4. Apa saja aplikasi teori pengolahan informasi dalam belajar ?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian dari teori pengolahan informasi.
2. Untuk mengetahui pengertian system memori manusia.
3. Untuk mengetahui komponen belajar,
4. Untuk mengetahui aplikasi teori pengolahan informasi dalam belajar.

BAB II
2
PEMBAHASAN

2.1 Teori Pengolahan Informasi


Belajar merupakan tindakan yang dilakukan seseorang untuk membekali diri dengan
pengetahuan, keterampilan dan sikap mulia yang bermanfaat bagi kehidupannya. Menurut
Bloom (1988) defenisi belajar adalah perubahan tingkah laku yang relatif menetap sebagai
hasil dari pengalaman . Secara praktis dan diasosiasikan sebagai proses memperoleh
informasi . Menurut Kupferman (1981) belajar adalah proses dimana manusia dan binatang
menyesuaikan tingkah lakunya sebagai hasil dari pengalaman.Memori ingatan adalah
proses dimana informasi belajar disimpan dan dapat dibaca kembali.

Pengolahan informasi merupakan perluasan dari bidang kajian ranah psikologi


kognitif. Dimana dalam ranah psikologi kognitif ini sebagai upaya untuk memahami
mekanisme dasar yang mengatur cara berpikirnya orang (Anderson, 1980). Dalam teori
pengolahan informasi memiliki sutu perbedaan dengan teori belajar yaitu pada derajat
penekanan pada soal belajar.

Teori pengolahan informasi tidak memberlakukan belajar sebagai titik pusat penelitian
yang utama melainkan juga melihat sisi lainnya, seperti pada informasi yang diperoleh
ataupun melihat kemampuan memori seorang individu.
Menurut Anderson, 1980 “belajar itu hanyalah merupakan salah satu proses yang diselidiki
dan antara kegiatan belajar dan sub-sub ranah lain dari psikologi kognitif tetap tidak jelas.
Namun demikian, penelitian pengolahan informasi memberikan sumbangan atas pengertian
proses belajar. Dari pernyataan Anderson tersebut dapat kita simpulkan bahwa antara
belajar dan pengolahan informasi adalah dua aspek yang saling melengkapi.
Asumsi yang mendasari teori ini adalah bahwa pembelajaran merupakan faktor yang sangat
penting dalam perkembangan. Perkembangan merupakan hasil kumulatif dari pembelajaran.
Berdasarkan temuan riset linguistik, psikologi, antropologi dan ilmu komputer, dikembangkan
model berpikir. Pusat kajiannya pada proses belajar dan meng-gambarkan cara individu
memanipulasi simbol dan memproses informasi. Model belajar pemrosesan informasi Anita
E. Woolfolk (Parkay & Stanford, 1992 disajikan melalui skema yang dikutip berikut ini.
Model belajar pemrosesan informasi ini sering pula disebut model kognitif information
processing, karena dalam proses belajar ini tersedia tiga taraf struktural sistem informasi,
yaitu:
a. Sensory atau intake register: informasi masuk ke sistem melalui sensory register,
tetapi hanya disimpan untuk periode waktu terbatas. Agar tetap dalam sistem,

3
informasi masuk ke working memory yang digabungkan dengan informasi di long-
term memory.
b. Working memory: pengerjaan atau operasi informasi berlangsung di working memory,
dan di sini berlangsung berpikir yang sadar. Kelemahan working memory sangat
terbatas kapasitas isinya dan memperhatikan sejumlah kecil informasi secara
serempak.
c. Long-term memory, yang secara potensial tidak terbatas kapasitas isinya sehingga
mampu menampung seluruh informasi yang sudah dimiliki peserta didik.
Kelemahannya adalah betapa sulit mengakses informasi yang tersimpan di
dalamnya. Diasumsikan, ketika individu belajar, di dalam dirinya berlangsung proses
kendali atau pemantau bekerjanya sistem yang berupa prosedur strategi mengingat,
untuk menyimpan informasi ke dalam long-term memory (materi memory atau
ingatan) dan strategi umum pemecahan masalah (materi kreativitas).
Adapun tokoh lain yang menyatakan tentang hal ini adalah Robert M. Gagne,
Menurut gagne belajar dipandang sebagai proses pengolahan informasi, Gagne adalah
seorang psikolog pendidikan berkebangsaan amerika yang terkenal dengan penemuannya
berupa condition of learning. Gagne pelopor dalam instruksi pembelajaran yang
dipraktekkannya dalam training pilot AU Amerika. Ia kemudian mengembangkan konsep
Robert M Gagne, Jerome Seymour Bruner, Albert Bandura dan Lev Vygotsky merupakan
tokoh-tokoh penting yang telah mencetuskan berbagai teori pembelajaran dan memberi
sumbangan yang besar dalam dunia pendidikan.
Edgar Dale mengemukakan tentang Kerucut Pengalaman (Cone of Experience).
Kolaborasi Robert Gagne dengan Leslie Briggs telah menggabungkan keahlian psikologi
pembelajaran dengan bakat dalam desain sistem yang membuat konsep desain
pembelajaran menjadi semakin hidup dan berkembang sesuai harapan. Robert Gagne
merupakan salah satu tokoh pencetus teori ini. Teori ini memandang bahwa belajar adalah
proses memperoleh informasi, mengolah informasi, menyimpan informasi, serta mengingat
kembali informasi yang dikontrol oleh otak. Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya
interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. Kondisi
internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan
proses kognitif yang terjadi dalam individu. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan
dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses belajar yang dijalankan oleh
individu tersebut (peserta didik).
2.2 Sistem memori manusia
Konsepsi lama tentang memori manusia adalah bahwa memori itu semata-mata
hanya tempat penyimpanan informasi dalam waktu yang lama. Jadi memori adalah koleksi

4
potongan-potongan kecil informasi yang terlepas-lepas dan tidak saling berkaitan.
Di mulai tahun 1960-an memori manusia dipandang sebagai suatu struktur yang rumit untuk
mengolah dan mengorganisasi semua pengetahuan, demikian menurut Naisser, 1967.

Sebagian besar model-model yang dikembangkan tahun 1960-an mengajukan tiga


struktur memori yaitu:
1. Pencatatan penginderaan (Sensoric Memori)
Ingatan sekilas atau sekelebat yang didapat melalui panca indera ini biasanya
disebut ’sensory memory’ atau ‘ingatan inderawi’. Berdasar pada apa yang
dipaparkan di atas, dapatlah disimpulkan bahwa, seperti yang telah sering dialami
para guru dan telah dinyatakan dua orang siswa di bagian awal tulisan ini, pesan
atau keterangan yang disampaikan seorang guru dapat hilang seluruhnya dari
ingatan para siswa jika pesan atau keterangan tersebut terkategori sebagai
pencatatan pengideraan. Alasanya, seperti sudah dipaparkan tadi, pencatatan
pengideraan hanya dapat bertahan di dalam pikiran manusia selama tidak lebih dari
satu detik saja.
2. Penyimpanan Jangka Pendek (working memory)
Dengan kata lain, penyimpanan jangka pendek tidak akan terbentuk di dalam
otak siswa tanpa adanya perhatian dari siswa terhadap informasi tersebut.
Penyimpanan jangka pendek ini dapat bertahan relatif jauh lebih lama lagi, yaitu
sekitar 20 detik.
3. Penyimpanan Jangka Panjang (Long Term Memory)
Jangka panjang adalah penyimpanan jangka pendek yang mendapat
pengulangan. Dapatlah disimpulkan sekarang bahwa pengulangan merupakan kata
kunci dalam proses pembelajaran.
·
2.3 Komponen Belajar
Penerapan teori pengolahan informasi dalam belajar ada tiga tahapan yaitu:
a. Mengarahkan perhatian ke stimulus
Pengolahan sistem informasi dalam memori manusia diawali ketika isyarat fisik
diterima pencatat sensori melalui indera (visual, audio maupun kenestik ). Isyarat fisik
ini disimpan sebentar disebut ikon dan memori audio disebut peniru bunyi (echo).
Jenis retensi isyarat yang ke tiga disebut taktil atau haptik, Peranan perhatian ada
dua peran perhatian dalam sistem pengolahan informasi yaitu:
1) pengolahan informasi secara otomatik

5
2) peranan perhatian untuk mengolah informasi yang memerlukan usaha sadar
yang dilakukan secara terkosentrasi.
b. Mengkode stimulus
Ada dua cara pengkodean yaitu: gladi pelihara atau gladi primer dan gladi
elaboratif. Pengulangan terhadap informasi yang ingin diingat ini adalah salah satu
contoh gladi pelihara.
c. Penyimpanan dan pemanggilan informasi.
Pengkodean dimaksudkan untuk menyimpan informasi guna disimpan dalam
memori jangka panjang untuk dapat diingat kembali sewaktu-waktu diperlukan. Gladi
pelihara dan gladi elaboratif ke duanya dapat membantu individu dalam mengingat
informasi dalam waktu yang akan datang. Sistem mnemonik adalah cara untuk
memudahkan kembali meliputi: akronim, catatan, kartu pengisyaratan, titian ingatan,
penggunaan kata-kata frase untuk mengingat not-not yang terletak pada garis-garis
paranada dan seterusnya.

2.4 Aplikasi Pengorganisasian Informasi / Pengetahuan Dalam Ingatan Manusia Dalam


Belajar
Hal yang esensial dari pembelajaran adalah:
a. Membimbing untuk menerima stimulus.
b. Memperlancar pengkodean.
c. Memperlancar penyimpanan dan retrival.
Melihat dari komponen tersebut sudah pasti ketiganya merupakan suatu satu
kesatuan yang harus dilakukan secara berutan dan akan selalu mempengaruhi hasil
yang akan di dapat atau hasil belajar dari peserta didik itu sendiri.
1. Membimbing peserta didik dalam penerimaan stimulus
Kegiatan pembelajaran yang dapat dilakukan berkaitan dengan memberikan bimbingan
perhatian peserta didik terhadap penerimaan stimulus antara lain:
a. Memusatkan perhatian ke stimulus-stimulus tertentu yang di pilih.
b. Mengenali secara awal stimulus dengan kode-kode tertentu.
Tujuan dengan pemberian kerangka ini atau advance organize yaitu untuk
membantupeserta didik untuk mengetahui dan memperhatikan hal-hal penting dari
material atau bahan pelajaran yang baru. Adapun yang mengatakan bahwa advance
organizer juga berguna untuk memberikan kerangka konseptual untuk belajar.
Membahas mengenai advance organizer, ada dua jenis organizer yang disampaikan
(mayer: 19979) yaitu:
a. Organizer Ekspositorik.

6
b. Organizer komparatif
2. Memperlancar pengkodean
Pengkodean berfungsi untuk menyiapkan informasi baru untuk di simpan
kedalam memori jangka panjang.proses ini menghendaki adanya tranformasi informasi
menjadi kode ringkasan guna memudahkan dan mengingat kembali di waktu kemudian
mengenai informasi tersebut. penyimpanan pada memori kerja peserta didik. Rancangan
ini disebut bantuan berbasis pembelajaran, contohnya: penggunaan sinonim untuk kata-
kata yang sulit pertanyaan ulangan, akronim untuk belajar asosiasi yang sifatnya
sembarang.
3. memperlancar penyimpanan dan retrival
Suatu taktik atau siasat pengkodean sangat penting karena hal ini dapat
meningkatkan kemampuan mengingat kembali pada waktu yang akan datang. Ini dapat
ditujukan berupa: irama bunyi,sajak, kata-kata pokok, citra visual dan sebagainya, yang
semuanya memberikan pengisyaratan untuk maksud retrival bagi peserta didik dalam
proses belajar.
·

BAB III
KESIMPULAN

3.1 Kesimpulan

7
Berdasarkan pada penjelasan-penjelasan di atas dapat menarik beberapa
kesimpulan diantaranya:
1. Pengolahan informasi mengandung pengertian tentang bagaimana seorang individu
mempersepsi, mengorganisasi, dan mengingat sejumlah besar informasi yang
diterima individu dari lingkungan.
2. Terdapat tiga unsur struktur memori yaitu: Pencatatan penginderaan (Sensoric
Memori), Penyimpanan Jangka Pendek (working memory), dan Penyimpanan Jangka
Panjang (Long Term Memory).
3. Terdapat tiga tahapan belajar dalam teori pengolahan informasi yaitu; Perhatian ke
stimulus, Mengkode stimulus, dan memperlancar penyimpanan dan retrival.