Anda di halaman 1dari 6

TERMINOLOGY RELATED TO

ENVIRONMENT POLLUTION

Mata Kuliah : Teknik Pengendali Pencemaran


Dosen : Dr. Leily Nurul Komariah, S.T, M.T.

Oleh :

Debi Anggun Sari

MAGISTER TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK – UNIVERSITAS SRIWIJAYA
PALEMBANG
2019
30 TERMINOLOGI YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENCEMARAN
LINGKUNGAN DAN DESKRIPSI SINGKATNYA

1. Hujan Asam
Fenomena kimia kompleks yang terjadi ketika emisi senyawa sulfur yang merupakan
pengotor dalam bahan bakar fosil serta nitrogen di udara yang bereaksi dengan oksigen
membentuk sulfur dioksida dan nitrogen oksida.

2. Korosi
Kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi redoks antara suatu logam dengan
berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tidak
dikehendaki.

3. Emisi
Emisi adalah zat, energi atau komponen lain yang dihasilkan dari suatu kegiatan yang
masuk atau dimasukkannya ke dalam udara yang mempunyai atau tidak mempunyai
potensi sebagai unsur pencemar (contoh : knalpot kendaraan bermotor)

4. Green house effect / Efek Rumah Kaca


Pemanasan atmosfer bumi disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas karbon
dioksida (CO2) karena banyaknya pembakaran bahan bakar minyak, batu bara dan
bahan bakar organik lainnya yang melebihi kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut
untuk menyerapnya.

5. Smog
Polusi udara yang terdiri dari asap dan kabut

6. Sewage
Limbah cair dari masyarakat, yang mungkin merupakan campuran limbah rumah
tangga dan limbah cair dari industri.

7. Smoke
Partikel tersuspensi di udara setelah pembakaran bahan tidak sempurna.
8. Thermal Pollution
Pelepasan air panas dari proses industri dalam jumlah besar sehingga temperatur air
melebihi kondisi normalnya serta dapat menyebabkan efek merugikan pada kehidupan
perairan.

9. Toxic Pollution
Bahan yang mencemari lingkungan yang menyebabkan kematian, penyakit, atau cacat
lahir pada organisme yang menelan atau menyerapnya.

10. Limbah Padat


Bahan nonliquid, tidak larut, mulai dari sampah hingga limbah industri yang
mengandung zat-zat yang kompleks seperti lumpur, sampah pertanian, limbah
pembongkaran dan residu penambangan.

11. Tailing
Residu bahan mentah atau limbah selama pemrosesan tanaman atau bijih mineral yang
dapat melepaskan kontaminan seperti asam sulfat yang dapat larut dan meracuni aliran,
sungai dan danau.

12. Reaktif
Senyawa yang biasanya tidak stabil, bereaksi keras dengan air, dapat menghasilkan gas
beracun dengan air atau memiliki sifat serupa lainnya. Reaktivitas adalah salah satu
karakteristik yang dapat membuat limbah berbahaya.

13. Blanket Bog


Lahan gambut yang berkembang di mana drainase terhambat dan tanah menjadi asam.

14. Fly Ash


Partikel abu dalam bentuk serpihan kecil tidak beraturan yang lepas ke atmosfer dan
dengan cepat mengendap di tanah.

15. Debu
Bahan padat tersuspensi di atmosfer oleh turbulensi dan lebih besar dari partikel
aerosol.
16. Soot (Jelaga)
Partikel-partikel halus karbon dihasilkan oleh pembakaran tidak sempurna dari bahan
bakar karbon.

17. Emisi karbon


Perubahan iklim yang disebabkan karena karbon dioksida dilepaskan ketika zat
terutama minyak, gas dan batu bara dibakar oleh kendaraan, pabrik dan perumahan.

18. Photochemical Air Pollution


Polusi yang disebabkan oleh reaksi hidrokarbon tak jenuh dan jenuh, aromatik dan
aldehida (dipancarkan karena pembakaran bahan bakar yang tidak lengkap) dengan
cahaya.

19. Polusi udara


Adanya zat pencemar atau pencemar di udara yang tidak menyebar dengan benar dan
mengganggu kesehatan atau kesejahteraan manusia.

20. Polusi suara


Terdengar pada tingkat berlebihan yang dapat merusak kesehatan manusia.

21. Polusi Limbah Nuklir


Polusi yang diciptakan oleh penanganan dan penyimpanan yang salah dari bahan bakar
nuklir bekas, potongan pakaian pelindung, alat-alat yang telah terkontaminasi, dan
pengangkutan bahan radioaktif yang sangat tidak aman dalam jarak jauh ke pabrik
pengolahan.

22. Polusi air


Diperoleh dari saluran pembuangan limbah industri dan rumah tangga dalam
konsentrasi yang cukup untuk membuatnya tidak layak untuk digunakan.

23. Dispersi Atmosfer


Proses pengenceran gas atau polusi asap di atmosfer.
24. Combustion (Pembakaran)
Oksidasi cepat disertai dengan pelepasan energi dalam bentuk panas dan cahaya. Ini
adalah penyebab dasar polusi udara.

25. Global Warming


Suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi yang
disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas
manusia

26. Infertile Land


Tanah yang tidak subur dan tidak banyak mengandung humus disebabkan karena
tercemarnya tanah oleh senyawa kontaminan.

27. Climate Change


Perubahan iklim terutama disebabkan oleh hasil pembakaran bahan bakar fosil (batu
bara, minyak bumi, gas, dan gas alam). Bahan-bahan bakar tersebut menghasilkan
karbon dioksida (CO2).

28. Ozone Layer Depletion


Penipisan lapisan ozon karena bahan-bahan kimia industri terutama zat pendingin,
pelarut, propelan, dan halokarbon (klorofluorokarbon (CFC), HCFC, halon).

29. Deforestation
Penggundulan hutan adalah kegiatan penebangan hutan untuk kepentingan tertentu
sehingga daerah-daerah yang telah ditebang habis biasanya mengalami pengikisan
tanah.

30. Overfishing
Kegiatan penangkapan ikan berlebih atau eksploitasi sumber daya ikan tanpa
memperhatikan keseimbangan dari ekologi laut.

31. Polar Ice Caps


Polar Ice Caps adalah wilayah lintang utara suatu planet atau satelit alami yang
tertutup es.Variasi tudung es secara musiman terjadi akibat tidak tentunya penyerapan
energi matahari saat planet atau bulan mengitari Matahari. Selain itu, dalam skala
waktu geologi, tudung es bisa berkembang atau menyusut karena perubahan iklim.

32. Ocean Acidification


Peningkatan keasaman air laut adalah peristiwa berkurangnya pH lautan yang berada di
bumi yang disebabkan oleh penyerapan karbon dioksida dari atmosfer (pH berkurang =
keasaman meningkat).