Anda di halaman 1dari 261

PUTUSAN

Nomor 1/PHPU.PRES-XII/2014

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

[1.1] Yang mengadili perkara konstitusi pada tingkat pertama dan terakhir,
menjatuhkan putusan dalam perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden
dan Wakil Presiden Tahun 2014, yang diajukan oleh:

[1.2] 1. Nama : H. Prabowo Subianto

Pekerjaan : Tentara Nasional Indonesia (Purnawirawan)


Alamat : Kampung Gombong RT.003/RW.009, Kelurahan Bojong
Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten
Bogor, Jawa Barat

2. Nama : Ir. H. M. Hatta Rajasa


Pekerjaan : Anggota Kabinet Kementerian/Wiraswasta (dulu
Anggota Kabinet Kementerian)
Alamat : Jalan RS. Fatmawati RT. 003, RW. 009 Kelurahan
Cilandak Barat, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan

Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilihan Umum


Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014, Nomor Urut 1;

Dalam hal ini berdasarkan Surat Kuasa Khusus bertanggal 23 Juli 2014 memberi
kuasa kepada Dr. Maqdir Ismail, S.H., LL.M., Firman Wijaya, S.H., M.H.,
Alamsyah Hanafiah, S.H. Didi Supriyanto, S.H., M.Hum. M. Mahendradatta,
SH., MA., MH., PhD., Dorel Almir, S.H., M.Kn., Dr. Hj. Elza Syarief, S.H., M.H.,
Habiburokhman, S.H., M.H., Sufmi Dasco Ahmad, S.H., M.H., Dr. Eggi
Sudjana, S.H., M.H., Heru Widodo, S.H., M.Hum., Dr. Syaiful Bakhri, S.H., M.H.,
Dr. S. F. Marbun, S.H., M.Hum., Zainuddin Paru, S.H., Agus Setiawan, S.H.,
Jamaludin Karim, S.H., Tina Haryaning, S.H., M.H., Hj. Difla Wiyani, S.H., M.H.,
Fahmi H. Bachmid, S.H., M.H., Muh. Sattu Pali, S.H., Totok Prasetiyanto, S.H.,
Robinson, S.Sos., S.H., Samsudin, S.H., Dhimas Pradana, S.H., Aan
Sukirman, S.H., Syarifuddin, S.H., Kristian Masiku, S.H., Bagus RP. Tarigan,
Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
2
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

S.H., Melissa Christianes, S.H., Slamet T, S.H., Panhar Makawi, S.H.,


Abdulrahman Tarjo, S.H., RA. Shanti Dewi, S.H., M.H., Gani Latar, S.H., M.H.,
Guntur Fattahillah, S.H., Sutejo Sapto Jalu, S.H., Hery Susanto, S.H., Ega
Windratno, S.H., M. Ratho Priyasa, S.H., Rita Suherman, S.H., Ahid Syaroni,
S.H., Abi Sambasi, S.H., Erwin Firmansyah, S.H., M.R. Pahlevi El-Hakim, S.H.,
M.H., A. Furqon Nurzaman, S.H., Dwi Putri Cahyani, S.H., M.H., Wahyu
Baskoro, S.H., Syaf Afif Maliki, S.H., Warno, S.H., Muhammad Sahal, S.H.,
Gusjay Setiawan, S.H., S.Sos., Riza Irwansyah, S.H., Roberth Aritonang, S.H.,
LL.M., Farid Ghazali, S.H., Farhan Hazairin, S.H., Anies Priyo Ansharie, S.H.,
Budhi Kuswanto, S.H., Fajar Herumurty, S.H., Novanda Kurniawan, S.H.,
Achmad Ardiyansyah Budiman, S.H., Dahlan Pido, S.H., Zaenal Fandi, S.H.,
Imam Asmara Hakim, S.H., Renal Akta Yudha, S.H., Allova Herling Mengko,
S.H., ST. Advent Hari Nugroho, S.H., Andreas Medio Yulius, S.H., Erwin
Simanjuntak, S.H., M. Muslim, S.H., Faisal, S.H., Masayu Donny Kertopati,
S.H., Mohammad Ikhsan, S.H., M. Said Bakhri, S.Sos, S.H., M.H., Maulana
Bungaran, S.H., Alex Chandra, S.H., Munathsir Mustaman, S.H., Hendarsam
Marantoko, S.H., Eva Yulianti, S.H., Ika Franova Octavia, S.H, M.Hum.,
Achmad Safaat, S.H., Rahman Kurniansyah, S.H., Ferdian Mahzan Fauzi, S.H.,
Coki TN Sinambela, S.H., M.M., Sahroni, S.H., Evi Risna Yanti, S.H., Esra
Sitorus, S.H., Chairul Aridin, S.H., Ismu Harkamil, S.H., M.H., Aristya Kusuma
Dewi, S.H., H. Moh. Ma’ruf, S.H., M.H., Sufrensi A. Manan, S.H., M.H., Rielen
Pattiasina, BSC, S.H., Meidy Juniarto, S.H., Anantha Budiantika, S.H., Sulistya
Adi, S.H., M.H., Sayuti, S.H., Renatha Sihombing, S.H., Dedy Setyawan, S.H.,
Muhdian Anshari, S.H., Razman Arif NST, S.H., S.Ag., MA, Ph.D., Sulistyowati,
S.H., M.H., Agustiar, S.H., C. Suherman, Kartadinata, S.H., MBA., Mahfudin,
S.H., Dwi Susanto, S.H., Ismail Ngangon, S.H., Djamaludin Koedoeboen, S.H.,
M. Din Toatubun, S.H., Hamrra Renleew, S.H., Agus S.P. Otto, S.H., M.H., Ari
Hadi Basuki, S.H., Inge A. Irawatie, S.H., M.H., Anggi Ariwibowo, S.H., Rahmat
Sorhalam Harahap, S.H., Fadly Nasution, S.H., M.H., Ade Irfan Pulungan, S.H.,
Joe Hasyim, S.H., M.H., Akhmad Leksono, S.H., Ahmad Zen Allantany, S.H.,
M.Si., Yudhia Sbaruddin, S.H., M.Si., Erwin Kallo, S.H., Ruli Margianto, S.H.,
Ahmar Ihsan, S.H., Muhammad Ichsan, S.H., Krist Ibnu T, S.H., Buswin
Wiryawan, S.H., M.H., Alvan Sikumbang, S.H., Hisar Tambunan, S.H., M.H.,
Krisna Murti, S.H., Taufik, C.H., S.H., M.H., Soraya Sultan Maharani, S.H.,

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
3
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

Fauziah, S.H., Jamal Kasim, S.H., dan Drs. Baginda Siregar, S.H., kesemuanya
adalah para Advokat dan Konsultan Hukum yang tergabung dalam Tim Kuasa
Pembela Merah Putih Prabowo-Hatta, beralamat di Jalan Harsono R.M. Nomor 54,
Ragunan-Pasar Minggu, Jakarta Selatan, 12550, baik sendiri-sendiri maupun
bersama-sama bertindak untuk dan atas nama pemberi kuasa;

Selanjutnya disebut sebagai -------------------------------------------------------- Pemohon;

Terhadap:

[1.3] Komisi Pemilihan Umum, berkedudukan di Jalan Imam Bonjol Nomor


29, Jakarta Pusat 10310;

Dalam hal ini berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor 1454/KPU/VIII/2014


bertanggal 4 Agustus 2014 memberi kuasa kepada Prof. Dr. Adnan Buyung
Nasution, S.H., Rasyid Alam Perkasa Nasution, S.H., Ali Nurdin, S.H., ST.,
Abdul Qadir, S.H., M.A., Kristina Yuliani, S.H., LL.M., Dr. Berna Sudjana
Ermaya, S.H., M.H., Arif Effendi, S.H., Rieke Savitri, S.H., Dedy Mulyana, S.H.,
M.H., Subagio Aridarmo, S.H., Sigit Nurhadi, S.H., M.H., Guntoro, S.H., M.H.,
KM. Ibnu Shina Zaenudin, S.H., Muh. Hikmat Sudiadi, S.H., Syafran Riyadi,
S.H., dan Dr. Absar Kartabrata, S.H., M.Hum., kesemuanya adalah Advokat yang
tergabung dalam Tim Advokasi KPU dari Kantor Constitution Centre Adnan
Buyung Nasution (CCABN) yang beralamat di Jalan Panglima Polim VI, Nomor
123, Jakarta Selatan, dan memilih domisili hukum di Jalan Imam Bonjol Nomor 29,
Jakarta Pusat, baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama bertindak untuk dan
atas nama pemberi kuasa;

Selanjutnya disebut sebagai ------------------------------------------------------- Termohon;

[1.4] 1. Nama : Ir. H. Joko Widodo


Tempat, Tanggal Lahir : Surakarta, 21 Juni 1961
Warga Negara : Indonesia
Alamat : Jalan Taman Suropati, Nomor 7, Menteng,
Jakarta Pusat;

2. Nama : Drs. H.M. Jusuf Kalla


Tempat, Tanggal Lahir : Watampone, 15 Mei 1942
Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

Warga Negara : Indonesia


Alamat : Jalan Brawijaya Raya, Nomor 6, Jakarta
Selatan

Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilihan Umum


Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014, Nomor Urut 2;

Dalam hal ini berdasarkan Surat Kuasa Khusus bertanggal 26 Juli 2014, memberi
kuasa kepada Sirra Prayuna, S.H., Henry Yosodiningrat, S.H., Dr. Junimart
Girsang, S.H., M.H., Taufik Basari, S.H., S.Hum., LL.M., Dr. Teguh Samudra,
S.H., M.H., Gusti Randa, S.H., Alexander Lay, S.T., S.H., LL.M., Firman Jaya
Daely, S.H., Dr. A. Muhammad Asrun, S.H., M.H., Sugeng Teguh Santoso,
S.H., Yanuar Prawira Wasesa, S.H., M.Si., M.H., Diarson Lubis, S.H., Edison
Panjaitan, S.H., HJ. Dwi Ria Latifa, S.H., MS.c., Risa Mariska, S.H., Dr. Soesilo
Aribowo, S.H., M.H., M.Si., Dr. H. Dossy Iskandar Prasetyo, SH., M.H., Dr.
Tommy Sihotang, S.H., LL.M., Dr. M. Rasyid Ridho, S.H., M.H., Drs. Eddy
Kusuma Wijaya, S.H., M.H., MM., Tanda Perdamaian Nasution, S.H., Djeni
Marthen, S.H., Sutra Dewi, S.H., Aidi Johan, S.H., Sumantap Simorangkir,
S.H., Irfan Imanuel Sinaga, S.H., Erick S Paat, S.H., Berto Herora Harahap,
S.H., Sahat Tamba, S.H., Fernandy, S.H., Noni T Purwaningsih, S.H., M.H.,
Simeon Petrus, S.H., Magda Widjajana, S.H., Heri Perdana Tarigan, S.H.,
Aries Surya, S.H., Sofia Bettrys Mandagi, S.H., Paskaria Tombi, S.H., M.H.,
Cahyo Gani Saputro, S.H., Badrul Munir, S.H., S.Ag., Ace Kurnia, S.Ag.,
Farida Hanum, S.H., Widyaningsih H Pangesti, S.H., Danny Apeles, S.H.,
Benny Hutabarat, S.H., Junianton Panjaitan, S.H., Jasmalin James Purba,
S.H., M.H., Christo C Hutabarat, S.H., M.H., Romi Daniel Tobing, S.H., M.H.,
Daniel Simanjuntak, S.H., MCIL., Aprilson Purba, S.H., Sudiyatmiko Aribowo,
S.H., Andy Firasadi, S.H., M.H., Anthony L.J. Ratag, S.H., Winarso, S.H.,
Nurmaeni Daulay, S.H. Susanty, S.H., Ira Zahara Jatim, S.H., Hermawi F.
Taslim, S.H., Muhammad Rullyandi, S.H., M.H., Regginaldo Sultan, S.H., MM.,
Wibi Andriano, S.H., Enny M Simon, S.H., Ferdian Sutanto, S.H., Michael R
Dotulong, S.H., Raja Sihotang, S.H., R. Romulo Napitupulu, S.H., Parulian
Siregar, S.H., Wahyudi, S.H., Ridwan Saidi Tarigan, S.H., M.H., Rahmat
Aminudin, S.H., Teddi Adriansyah, S.H., M.H., Zaenuri Makhroji, S.H., M.H.,
Usin Abdisyah Putri, S.H., Kristiawanto, S.HI., M.H., Dr. Alfies Sihombing,
S.H., M.H., M.M., MKS., Uus Mulyaharja, S.H., Mulyadi M Phillian, S.H., BIL,
Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
5
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

M.Si., Astiruddin Purba, S.H., Albiker Siagian, S.H., Djaka Sutrasta, S.H.,
Waldus Situmorang, S.H., M.H., Anwar Rahman, S.H., M.H., Sigit Darmawan,
S.H., Kabul Pujianto, S.H., Kuncoro, S.H., Supriyadi, S.H., Doddy Priambodo,
S.H., Agus Sudjatmoko, S.H., Marihot Siahaan, S.H., M.H., M. Nuzul Wibawa,
S.Ag., M.H., Azis Fahri Pasaribu, S.H., Muhamad Ibnu Novit Neang, S.H.,
Octianus, S.H., Ridwan Darmawan, S.H., Dr. Daniel Yusmic P FoEkh, S.H.,
Dedi Mawardi, S.H., Nikson Gans Lalu, S.H., M.H., Sandi Ebenezer Situngkir,
S.H, M.H., Fernando Silalahi, S.H., M.H., Itamari Lase, S.H., M.H., Antoni Silo,
S.H., Sigop M Tambunan, S.H., Newfone Arthur Rumimpunu, S.H., Megawati
Siringoringo, S.H., Vera Riamona S, S.H., M.H., Edwin E Tambunan, S.H.,
Alfra Tamas Girsang, S.H., Tulus Marasi Sihalolo, S.H., Freddy Evenggelista,
S.H., Osland E. Hutahean, S.H., Taufan Hunneman, S.H., Cosmas Refra, S.H.,
Fikri Darmawan, S.H., Timotus Tumbur Simbolon, S.H., Zen Smith, S.H.,
Rusmin H Hamzah, S.H., M.H., Zul Armain Aziz, S.H., Hendrik Jehaman, S.H.,
Rio F. Sihombing, S.H., Dinny Fitriyani, S.H., Henri Lumbanraja, S.H., S.E., M.
Ferry Sapta Adi, S.H., Denny Sedana, S.H., Dwi Surya Hadibudi, S.H., Sunggul
Hamonangan Sirait, S.H., Haposan Situmorang, S.H., M.H., Cindy Bertha
Panjaitan, S.H., Freddy Alex Damanik, S.H., Silas Dutu, S.H., M.H., Budi
Setiawan, S.H., Ferry Firman Nurwahyu, S.H., Hosper Sibarani, S.H., Sionit
Martin Gea, S.H., Hor Agusmen Girsang, S.H., M.H., Kusnadi Hutahaean, S.H.,
Philipus Tarigan, S.H., Ifdhal Kasim, S.H., Muhammad Yamin, S.H., Irawan
Harahap, S.H., M.Kn., Freddy Simatupang, S.H., Amudi Sidabutar, S.H.,
Tiarma Simamora, S.H., Marwan Aras, S.H., Hendra Kusuma, S.H., M.H., Ade
Yopie Hartaty, S.H., Lisa Agustiana, S.H., M.H., Liston Sibarani, S.H.,
Mangantar M Napitupulu, S.H., Erna Ratnaningsih., S.H., L.LM., Dr. Ricardo
Simanjuntak, S.H., L.LM., Nasrul S Nadeak, S.H., Abu Bakar Sidik, S.H., M.H.,
Drs. Yan Pieter Panjaitan, S.H., Nova Naumi A, S.H., Martin Hamonangan,
S.H., M.H., Wakit Nurohman, S.H., Hakim Yunizar, S.H., Yun Suryotomo, S.H.,
Wahyu S. Nugroho, S.H., Mahendra, S.H., M.Hum., Hendrikus CH. Kuntag,
S.H., Beverly Charles Panjaitan, S.H., HM. Kamal Singadirata, S.H., M.H.,
Saepudin Umar, S.H., Rolas Budiman Sitinjak, S.H., M.H., dan Saut
Pangaribuan, S.H., kesemuanya adalah Advokat dan Konsultan Hukum pada Tim
hukum Joko Widodo-Jusuf Kalla, berkedudukan di Golden Centrum, Jalan

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
6
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

Majapahit 26, Blok AG, Jakarta Pusat, baik bersama-sama maupun sendiri-sendiri
bertindak untuk dan atas nama pemberi kuasa;

Selanjutnya disebut sebagai --------------------------------------------------- Pihak Terkait;

[1.5] Membaca permohonan Pemohon;


Mendengar keterangan Pemohon;
Mendengar dan membaca jawaban Termohon;
Mendengar dan membaca keterangan Pihak Terkait;
Mendengar dan membaca keterangan Badan Pengawas Pemilihan
Umum;
Mendengar keterangan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Nabire;
Mendengar keterangan para saksi Pemohon, Termohon, dan Pihak
Terkait serta para ahli Pemohon, Termohon, dan Pihak Terkait;
Memeriksa bukti-bukti Pemohon, Termohon, dan Pihak Terkait;
Membaca kesimpulan tertulis Pemohon, Termohon, dan Pihak Terkait;

2. DUDUK PERKARA

[2.1] Menimbang bahwa Pemohon di dalam permohonannya bertanggal 25


Juli 2014 yang diterima di Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi (selanjutnya disebut
Kepaniteraan Mahkamah) pada tanggal 25 Juli 2014 berdasarkan Akta
Penerimaan Permohonan Pemohon Nomor 01-1/PAN.MK/2014 dan telah dicatat
dalam Buku Registrasi Perkara Konstitusi dengan Nomor 1/PHPU.PRES-XII/2014
pada tanggal 26 Juli 2014, yang kemudian diperbaiki dengan perbaikan
permohonan yang diterima di Kepaniteraan Mahkamah pada tanggal 26 Juli 2014
serta diperbaiki kembali dengan perbaikan permohonan yang diterima di

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4136
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

[2.10] Menimbang bahwa untuk mempersingkat uraian dalam putusan ini, segala
sesuatu yang terjadi di persidangan cukup ditunjuk dalam berita acara persidangan, yang
merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan putusan ini.

3. PERTIMBANGAN HUKUM

[3.1] Menimbang bahwa permasalahan hukum utama permohonan Pemohon


adalah keberatan terhadap Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor
535/Kpts/KPU/TAHUN 2014 tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan
Perolehan Suara dan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun
2014, bertanggal 22 Juli 2014, Berita Acara Rekapitulasi Hasil Perhitungan
Perolehan Suara dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014,
bertanggal 22 Juli 2014, dan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor
536/Kpts/KPU/TAHUN 2014 tentang Penetapan Pasangan Calon Presiden dan
Wakil Presiden Terpilih dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden
Tahun 2014, bertanggal 22 Juli 2014;

[3.2] Menimbang bahwa sebelum mempertimbangkan pokok permohonan,


Mahkamah Konstitusi (selanjutnya disebut Mahkamah) lebih dahulu akan
mempertimbangkan hal-hal berikut:
a. kewenangan Mahkamah untuk mengadili permohonan a quo;
b. kedudukan hukum (legal standing) Pemohon;
c. tenggang waktu pengajuan permohonan;

Terhadap ketiga hal tersebut di atas, Mahkamah berpendapat sebagai


berikut:

Kewenangan Mahkamah

[3.3] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 24C ayat (1)


Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (selanjutnya
disebut UUD 1945), Pasal 10 ayat (1) huruf d Undang-Undang Nomor 24 Tahun
2003 tentang Mahkamah Konstitusi sebagaimana telah diubah dengan Undang-
Undang Nomor 8 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 24
Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2011 Nomor 70, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4137
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

5226, selanjutnya disebut UU MK), Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008


tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 176, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4924, selanjutnya disebut UU 42/2008), dan Undang-
Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5076), salah satu kewenangan konstitusional
Mahkamah adalah memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum;

[3.4] Menimbang bahwa oleh karena permohonan Pemohon adalah


Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden sesuai dengan
Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor 535/Kpts/KPU/TAHUN 2014 tentang
Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara dan Hasil Pemilihan
Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014, bertanggal 22 Juli 2014, Berita
Acara Rekapitulasi Hasil Perhitungan Perolehan Suara dalam Pemilu Presiden dan
Wakil Presiden Tahun 2014, bertanggal 22 Juli 2014, dan Keputusan Komisi
Pemilihan Umum Nomor 536/Kpts/KPU/TAHUN 2014 tentang Penetapan
Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Terpilih dalam Pemilihan Umum
Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014, bertanggal 22 Juli 2014, maka
Mahkamah berwenang untuk mengadili permohonan a quo;

Kedudukan Hukum (Legal Standing) Pemohon

[3.5] Menimbang bahwa berdasarkan Pasal 74 ayat (1) huruf b UU MK dan


Pasal 2 ayat (1) Peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 4 Tahun 2014 tentang
Pedoman Beracara dalam Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil
Presiden (selanjutnya disebut PMK 4/2014), Pemohon dalam Perselisihan Hasil
Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden adalah Pasangan Calon Presiden
dan Wakil Presiden peserta Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden;

[3.6] Menimbang bahwa berdasarkan Surat Keputusan Komisi Pemilihan


Umum Nomor 454/Kpts/KPU/TAHUN 2014 tentang Penetapan Nomor Urut dan
Daftar Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Dalam Pemilihan Umum
Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014, tertanggal 1 Juni 2014, Pemohon
adalah Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 1;

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4138
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

[3.7] Menimbang bahwa berkenaan dengan pengunduran diri Pemohon


sebagaimana yang sudah menjadi pengetahuan umum masyarakat, menurut
Mahkamah pengunduran diri tersebut bukanlah dimaksudkan untuk keluar dari
seluruh proses Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 tetapi
hanya mengundurkan diri dari proses rekapitulasi pada tanggal 22 Juli 2014. Lagi
pula Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor 453/Kpts/KPU/Tahun 2014
tentang Penetapan Pasangan Calon Peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden
Tahun 2014, tanggal 31 Mei 2014 dan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor
454/Kpts/KPU/TAHUN 2014 tentang Penetapan Nomor Urut dan Daftar Pasangan
Calon Presiden dan Wakil Presiden Dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil
Presiden Tahun 2014, tertanggal 1 Juni 2014, tidak pernah dicabut oleh Termohon
atau dibatalkan oleh putusan pengadilan. Dengan demikian, berdasarkan
pertimbangan tersebut, menurut Mahkamah, Pemohon memiliki kedudukan hukum
(legal standing) untuk mengajukan permohonan a quo;

Tenggang Waktu Pengajuan Permohonan

[3.8] Menimbang bahwa berdasarkan Pasal 74 ayat (3) UU MK dan Pasal 8


PMK 4/2014, tenggang waktu untuk mengajukan permohonan pembatalan
penetapan hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden ke Mahkamah
paling lambat 3 x 24 (tiga kali dua puluh empat) jam sejak Termohon
mengumumkan penetapan hasil pemilihan umum secara nasional;

[3.9] Menimbang bahwa pengumuman penetapan hasil pemilihan umum


secara nasional ditetapkan oleh Termohon berdasarkan Keputusan Komisi
Pemilihan Umum Nomor 535/Kpts/KPU/TAHUN 2014 tentang Penetapan
Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara dan Hasil Pemilihan Umum
Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014, bertanggal 22 Juli 2014, pukul 21.05
WIB;

Bahwa tenggang waktu 3 x 24 (tiga kali dua puluh empat) jam sejak
Termohon mengumumkan penetapan perolehan suara hasil pemilihan umum
secara nasional dalam perkara a quo adalah Selasa, 22 Juli 2014; Rabu, 23 Juli
2014; Kamis, 24 Juli 2014; dan Jumat, 25 Juli 2014, pukul 21.05 WIB;

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4139
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

[3.10] Menimbang bahwa permohonan Pemohon diterima di Kepaniteraan


Mahkamah pada hari Jumat tanggal 25 Juli 2014, pukul 20.10 WIB berdasarkan
Akta Penerimaan Permohonan Pemohon Nomor 01-1/PAN.MK/2014, sehingga
permohonan Pemohon masih dalam tenggang waktu pengajuan permohonan yang
ditentukan peraturan perundang-undangan;

[3.11] Menimbang bahwa oleh karena Mahkamah berwenang mengadili


permohonan a quo dan Pemohon memiliki kedudukan hukum (legal standing)
untuk mengajukan permohonan a quo serta permohonan diajukan masih dalam
tenggang waktu yang ditentukan maka Mahkamah selanjutnya akan
mempertimbangkan pokok permohonan;

Pendapat Mahkamah

[3.12] Menimbang bahwa sebelum Mahkamah memberikan pendapat terhadap


eksepsi dan pokok permohonan, terlebih dahulu Mahkamah menilai dan
memberikan pendapat mengenai keabsahan bukti yang diajukan oleh Termohon
terkait dengan pembukaan kotak suara oleh Termohon sebelum adanya Ketetapan
Mahkamah Nomor 1/PHPU.PRES-XII/2014, tanggal 8 Agustus 2014, sebagai
berikut:

Bahwa Pemohon pada pokoknya mendalilkan, Termohon telah


melakukan hal yang nyata merusak bukti-bukti yang ada dalam kotak suara secara
merata di seluruh Indonesia berdasarkan Surat Edaran Nomor 1446/KPU/VII/2014
perihal Penyiapan dan Penyampaian Formulir A5 PPWP dan Model C7 PPWP,
tanggal 25 Juli 2014 yang ditujukan kepada Ketua KPU Provinsi/KIP dan Ketua
KPU Kabupaten/KIP Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia yang memerintahkan
pembukaan kotak suara semua TPS di seluruh Indonesia untuk mengambil
Formulir A5 PPWP dan Model C7 PPWP. Menurut Pemohon semua bukti yang
diperoleh dalam kotak suara sebelum adanya ketetapan Mahkamah yang
mengizinkan pembukaan kotak suara oleh Termohon harus dianggap tidak sah
karena diperoleh secara tidak sah. Pemohon mengajukan bukti surat/tulisan yang
diberi tanda P-67 sampai dengan P-72;

Bahwa Termohon membantah dalil Pemohon tersebut dan mengemukakan,


pembukaan kotak suara oleh Termohon untuk mendapatkan bukti-bukti yang
relevan terkait dengan permohonan Pemohon adalah tidak melanggar hukum,
Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4140
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

karena berdasarkan Pasal 29 ayat (2) PMK 4/2014, Termohon harus


menyampaikan jawaban dengan melampirkan bukti-bukti untuk membuktikan dalil
bantahannya atas permohonan Pemohon dengan mengambil dokumen yang
berada dalam kotak suara, antara lain, DPT, DPK, daftar hadir (Model C7 PPWP),
A.T. Khusus, Model C PPWP, Model C1 dan Lampirannya dan dokumen lain yang
relevan dengan permohonan Pemohon. Adapun mekanisme pengambilan
dokumen dilakukan secara transparan dan akuntabel dengan melibatkan saksi
Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden, Panwaslu, dan berkoordinasi
dengan Kepolisian setempat dilengkapi berita acara;

Untuk membuktikan bantahannya Termohon mengajukan alat bukti


surat/tulisan yang diberi tanda T. Aceh. Aceh Besar-109, T.Aceh.Gayo Lues.51,
T.Aceh.Gayo Lues.52, T. Sumatera Barat. Kota Solok.23, T. DKI. Jakbar-233,
T.Sulteng.Donggala.20, T.NTT.Flores Timur.4.2, T.NTT.Flores Timur.4.3;

Bahwa terhadap permasalahan hukum tersebut, menurut Mahkamah hal


pokok yang perlu dipertimbangkan oleh Mahkamah adalah apakah bukti-bukti yang
diperoleh dari kotak suara yang dibuka sebelum Ketetapan Mahkamah Nomor
1/PHPU.PRES-XII/2014, tanggal 8 Agustus 2014 merupakan bukti yang sah untuk
dapat digunakan dalam permohonan ini. Berkaitan dengan hal tersebut,
Mahkamah berpendapat sebagai berikut:

1. Bahwa Pasal 22E ayat (5) UUD 1945 menyatakan, “Pemilihan umum
diselenggarakan oleh suatu komisi pemilihan umum yang bersifat nasional,
tetap, dan mandiri” yang dalam Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang
Penyelenggara Pemilihan Umum menempatkan Termohon sebagai
penyelenggara Pemilihan Umum, dan menempatkan Badan Pengawas Pemilu
sebagai bagian dari penyelenggara Pemilihan Umum yang bertugas mengawasi
penyelenggaraan Pemilu di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik
Indonesia, serta menempatkan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan
Umum sebagai lembaga yang bertugas menangani pelanggaran kode etik
Penyelenggara Pemilu dan merupakan satu kesatuan fungsi penyelenggaraan
Pemilu. Dengan demikian, produk penyelenggaraan Pemilu berupa sertifikat
hasil pemilihan umum yang dikeluarkan oleh KPU adalah sebagai akta otentik
yang harus dianggap sah, kecuali dibuktikan sebaliknya.

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4141
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

2. Mengenai cara memperoleh bukti surat atau tulisan dimaksud, menurut


Mahkamah, Termohon sebagai penyelenggara Pemilu setelah menerbitkan
sertifikat penghitungan suara berkewajiban menyimpannya di dalam kotak suara
bersama-sama dengan surat suara dan dokumen-dokumen lainnya.
Berdasarkan kewajiban tersebut maka menurut Pasal 149 UU 42/2008
Termohonlah yang bertanggung jawab menyimpan, menjaga, dan
mengamankan keutuhan kotak suara setelah pelaksanaan rekapitulasi hasil
penghitungan suara. Oleh karena itu, untuk menjamin supaya surat suara
berikut dokumen tersebut aman maka kotak suara tersebut digembok dan
disegel. Dalam hal hasil kerja Termohon sebagai penyelenggara Pemilu
digugat, yang untuk merespons gugatan tersebut dan mempertahankannya
secara hukum diperlukan bukti, antara lain, bukti surat atau tulisan maka
Termohon harus mengambilnya dari dalam kotak suara. Untuk kepentingan
itulah Termohon membuka kotak suara dan mengambil dokumen yang
diperlukan untuk proses pembuktian secara hukum di Mahkamah.

Selanjutnya, mengenai perolehan bukti yang demikian menurut Mahkamah,


sebagaimana surat Termohon dan fakta yang terungkap di persidangan,
Termohon mengambil bukti-bukti surat/tulisan dari dalam kotak suara dengan
membuka kotak suara tersebut secara umum dilaksanakan dengan mengundang
pengawas Pemilu, para saksi dari pasangan calon dan bahkan dengan
mengundang pihak kepolisian serta dibuatkan berita acara. Perolehan bukti yang
demikian telah sejalan dengan syarat-syarat yang ditetapkan oleh Mahkamah
dalam Ketetapan Nomor 1/PHPU.PRES-XII/2014, tanggal 8 Agustus 2014.
Menurut Mahkamah, pembukaan kotak suara untuk memperoleh bukti-bukti
tersebut sekiranya secara formal dianggap melanggar hukum karena tidak
didasarkan pada perintah pengadilan, namun oleh karena bukti-bukti yang ada di
dalam kotak suara tersebut diperlukan oleh Termohon di dalam menghadapi
permohonan Pemohon dan dilakukan melalui proses yang transparan dan
akuntabel dengan mengundang saksi pasangan calon, pengawas Pemilu, dan
kepolisian, serta dengan membuat berita acara, sehingga menurut Mahkamah
perolehan bukti tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara hukum berdasarkan
Pasal 36 ayat (2) UU MK dan oleh karenanya bukti-bukti tersebut sah menurut
hukum sesuai dengan Pasal 36 ayat (4) UU MK;

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4142
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

Berdasarkan pertimbangan Mahkamah di atas, tidak berarti Mahkamah


menyatakan bahwa Termohon dapat secara bebas membuka kotak suara tanpa
alasan dan proses menurut hukum atau norma lain yang berlaku. Meskipun
Termohon secara hukum yang berkewajiban menyimpan dan memelihara dengan
sebaik-baiknya terhadap kotak suara, namun Termohon dalam membuka kotak
suara tersebut haruslah mengindahkan norma-norma yang berlaku. Sekiranya
pembukaan kotak suara oleh Termohon tersebut merupakan pelanggaran, baik
secara administrasi maupun hukum, namun tidak berkaitan dengan perolehan
suara maka forum penyelesaiannya bukanlah kewenangan Mahkamah. Demikian
pula apabila pelanggaran tersebut bersifat etik maka lembaga yang bertugas
menangani adalah Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan apabila
dalam pembukaan kotak suara tersebut Termohon melakukan perubahan terhadap
dokumen dimaksud maka hal demikian merupakan ranah hukum pidana yang
prosesnya menjadi kewenangan institusi lain. Dengan demikian masalah yang
dipertimbangkan oleh Mahkamah adalah cara perolehan bukti dan sah atau tidak
sahnya bukti yang berasal dari kotak tersebut sebagaimana telah dipertimbangkan
di atas.

Dalam Eksepsi

[3.13] Menimbang bahwa terhadap permohonan Pemohon, Termohon dan


Pihak Terkait mengajukan eksepsi yang pada pokoknya sebagai berikut:

Eksepsi Termohon

1. Permohonan Pemohon tidak memenuhi syarat permohonan sebagaimana diatur


dalam Pasal 75 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 sebagaimana telah
diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas
Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi, Pasal 9
ayat (1) huruf b Peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 4 Tahun 2014 tentang
Pedoman Beracara dalam Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan
Wakil Presiden karena tidak menguraikan dengan jelas kesalahan hasil
penghitungan perolehan suara yang diumumkan oleh Termohon dan hasil
penghitungan yang benar menurut Pemohon;

2. Perbaikan permohonan Pemohon tanggal 7 Agustus 2014 merupakan materi


baru dan tidak ada dalam permohonan awal maupun perbaikan permohonan

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4143
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

tanggal 26 Juli 2014, serta di luar materi nasihat yang disampaikan Mahkamah
dalam persidangan pemeriksaan pendahuluan, sehingga permohonan Pemohon
melewati tenggang waktu pengajuan permohonan;

3. Permohonan Pemohon tidak jelas atau kabur (obscuur libel) karena


pelanggaran yang didalilkan oleh Pemohon terstruktur, sistematis, dan masif
tidak menyebutkan kapan, dimana, dan bagaimana pelanggaran tersebut
terjadi.

Eksepsi Pihak Terkait

1. Pemohon tidak memiliki kedudukan hukum (legal standing) untuk mengajukan


permohonan in litis karena pada tanggal 22 Juli 2014 pada saat berlangsungnya
Pleno Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara dan Hasil
Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 oleh Termohon,
Pemohon telah menyatakan: ‘menolak pelaksanaan Pilpres dan menarik diri
dari proses tahapan Pemilu yang sedang berlangsung’ dalam Pemilihan
Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014. Hal tersebut disampaikan
oleh Pemohon secara terbuka di depan publik dan disiarkan secara langsung
oleh media elektronik pada tanggal 22 Juli 2014 dan diterbitkan secara luas oleh
media cetak. Oleh karena itu, dengan adanya “penolakan Pemohon atas
pelaksanaan Pilpres dan penarikan diri dari proses tahapan Pemilu yang
sedang berlangsung” maka secara hukum Pemohon tidak lagi memiliki
kedudukan hukum (legal standing) untuk mengajukan Permohonan Perselisihan
Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 kepada
Mahkamah;

2. Mahkamah tidak berwenang mengadili perkara a quo karena permohonan


bukan mengenai kesalahan hasil penghitungan perolehan suara melainkan
mengenai pelanggaran dalam proses dan pelaksanaan Pemilihan Umum
Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 yang menurut Pemohon telah
menguntungkan Pihak Terkait;

3. Perbaikan permohonan menambah dalil baru dan melanggar ketentuan


Peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 4 Tahun 2014 tentang Pedoman
Beracara dalam Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil
Presiden, sehingga permohonan Pemohon melewati tenggang waktu pengajuan
permohonan;
Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4144
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

4. Perbaikan permohonan Pemohon tidak cermat dan tidak jelas karena:


- permohonan Pemohon tumpang tindih dan tidak memiliki korelasi antara
posita dan petitumnya.
- permohonan Pemohon terhadap sengketa perselisihan hasil pemilihan umum
presiden dan wakil presiden tidak memenuhi syarat formal.
- Pemohon tidak jelas dan tidak rinci dalam menguraikan pelanggaran yang
terstruktur, sistematis, dan masif.

[3.14] Menimbang bahwa terhadap eksepsi Termohon angka 1 dan eksepsi


Pihak Terkait angka 2 (mengenai kewenangan Mahkamah), Mahkamah
mempertimbangkan bahwa pertimbangan Mahkamah dalam putusan Mahkamah
Konstitusi Nomor 108-109/PHPU.B-VII/2009, tanggal 12 Agustus 2009, antara lain,
menyatakan, “... a. “Mahkamah memutus perkara berdasarkan UUD 1945 sesuai
dengan alat bukti dan keyakinan hakim; dan b. bahwa Mahkamah dalam mengadili
perselisihan hasil Pemilu, tidak hanya menghitung kembali hasil penghitungan
suara, tetapi juga harus menggali keadilan dengan menilai dan mengadili hasil
penghitungan suara yang diperselisihkan. Mahkamah tidak melihat hasil
penghitungan suara an sich namun juga Mahkamah harus melihat pelanggaran-
pelanggaran yang menyebabkan terjadinya perbedaan hasil penghitungan suara
untuk menegakkan keadilan...”. Dengan berdasarkan pertimbangan tersebut maka
Mahkamah tidak hanya mengadili perselisihan hasil Pemilu, namun juga mengadili
pelanggaran Pemilu yang berakibat kepada perolehan suara, sehingga menurut
Mahkamah, eksepsi Termohon angka 1 dan eksepsi Pihak Terkait angka 2 tidak
beralasan menurut hukum;

[3.15] Menimbang bahwa terhadap eksepsi Termohon angka 2 dan eksepsi


Pihak Terkait angka 3 (mengenai perbaikan permohonan), menurut Mahkamah,
berdasarkan Pasal 35 ayat (2) Peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 4 Tahun
2014 tentang Pedoman Beracara dalam Perselisihan Hasil Pemilihan Umum
Presiden dan Wakil Presiden dinyatakan, ”Dalam Sidang Pleno Pemeriksaan
Pendahuluan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Mahkamah memeriksa
kelengkapan dan kejelasan materi permohonan sebagaimana dimaksud Pasal 8,
Pasal 9, Pasal 10, Pasal 11, dan Pasal 25 ayat (3), serta memberi nasihat kepada
Pemohon atau kuasa hukumnya untuk memperbaiki dan/atau melengkapi
permohonan apabila terdapat kekurangan”.
Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4145
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

Bahwa perubahan atau perbaikan permohonan Pemohon yang terakhir


dilakukan setelah pemberian kesempatan kepada Pemohon untuk menyampaikan
pokok-pokok permohonannya. Perbaikan yang demikian adalah hak Pemohon
yang diatur dalam Pasal 39 UU MK dan Pasal 35 ayat (2) Peraturan Mahkamah
Konstitusi Nomor 4 Tahun 2014 yang memberi kesempatan untuk mengadakan
perbaikan yang dipandang perlu. Menurut Mahkamah, perbaikan permohonan
Pemohon setelah jangka waktu 3x24 jam dan setelah sidang pleno pemberian
nasihat oleh Majelis Hakim masih dalam lingkup materi permohonan yang diajukan
sejak awal, dan bukan permohonan baru, sehingga perbaikan permohonan
tersebut dibenarkan. Oleh karena itu, eksepsi Termohon dan Pihak Terkait tidak
beralasan menurut hukum;

[3.16] Menimbang bahwa terhadap eksepsi Pihak Terkait angka 1 (mengenai


kedudukan hukum Pemohon), telah dipertimbangkan Mahkamah dalam paragraf
[3.5] sampai dengan paragraf [3.7], sehingga pertimbangan tersebut mutatis
mutandis berlaku pula untuk eksepsi Pihak Terkait angka 1, sehingga eksepsi
Pihak Terkait a quo tidak beralasan menurut hukum;

[3.17] Menimbang bahwa terhadap eksepsi Termohon angka 3 dan eksepsi


Pihak Terkait angka 4 (mengenai permohonan kabur dan tidak jelas), menurut
Mahkamah berkait erat dengan pokok permohonan sehingga akan
dipertimbangkan bersama-sama dengan pokok permohonan;

[3.18] Menimbang bahwa oleh karena eksepsi Termohon dan eksepsi Pihak
Terkait tidak beralasan menurut hukum, selanjutnya Mahkamah akan
mempertimbangkan pokok permohonan;

Dalam Pokok Permohonan

[3.19] Menimbang bahwa Pemohon pada pokoknya memohon kepada


Mahkamah untuk membatalkan Keputusan Termohon Nomor
535/Kpts/KPU/TAHUN 2014 tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan
Perolehan Suara dan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun
2014 tertanggal 22 Juli 2014 dan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor
536/Kpts/KPU/TAHUN 2014 tentang Penetapan Pasangan Calon Presiden dan
Wakil Presiden Terpilih dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden
Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4146
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

tertanggal 22 Juli 2014, dan menetapkan perolehan Pemohon 67.139.153 suara,


dan Pihak Terkait 66.435.124 suara atau memerintahkan Termohon untuk
melakukan pemungutan suara ulang di seluruh Indonesia atau di beberapa daerah
dengan alasan pada pokoknya sebagai berikut (selengkapnya termuat pada
bagian Duduk Perkara):

1. Menurut Pemohon, Termohon telah salah menetapkan perolehan suara


Pemohon sebanyak 62.576.444 suara dan Pihak Terkait sebanyak 70.997.833
suara, padahal yang benar perolehan suara Pemohon adalah 67.139.153
suara dan Pihak Terkait adalah 66.435.124 suara, karena menurut Pemohon
perolehan suara yang ditetapkan oleh Termohon dilakukan dengan cara-cara
yang tidak benar dan melawan hukum;

2. Termohon telah melakukan perencanaan kecurangan secara terstruktur,


sistematis dan masif yaitu dengan cara mengabaikan DP4 (Data Penduduk
Pemilih Potensial Pemilu) sebagai sumber penyusunan DPS (Daftar Pemilih
Sementara) dan DPT (Daftar Pemilih Tetap), menambahkan jumlah DPT dan
memodifikasi daftar pemilih, modifikasi logistik Pemilu, dan celah keamanan
elektronik yang berdampak sistemik dalam sistem IT Termohon sesuai
prosedur keamanan internasional yang menyebabkan terjadinya kecurangan;

3. Ada mobilisasi pemilih melalui daftar pemilih tambahan (DPTb) dan daftar
pemilih khusus tambahan (DPKTb), hampir di seluruh daerah pemilihan se-
Indonesia dengan fakta antara lain sebagai berikut:
a) Jumlah seluruh pengguna hak pilih tidak sama, dengan jumlah surat suara
yang digunakan dan jumlah suara sah dan tidak sah;
b) Jumlah surat suara yang digunakan tidak sama dengan jumlah suara sah
dan tidak sah;
c) Pengguna Hak Pilih dalam DPTb/Pemilih dari TPS lain lebih besar dari
Data Pemilih Terdaftar dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb);
d) Pengguna Hak Pilih dalam Daftar Pemilih Khusus Tambahan (DPKTb)/
Pengguna KTP atau identitas lain atau paspor lebih besar dari Daftar
Pemilih Khusus Tambahan (DPKTb)/ Penggunaan KTP atau identitas lain
atau paspor;

4. Ada penekanan oleh pejabat penguasa daerah dari dua Gubernur yaitu
Gubernur Provinsi Jawa Tengah dan Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah.

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4147
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

5. Ada rekayasa pihak penyelenggara, yaitu dengan sengaja menggunakan tinta


yang mudah dihapus, sehingga terjadi mobilisasi masyarakat untuk dapat
melakukan pemilihan lebih dari satu kali;

6. Telah terjadi politik uang yang bertujuan untuk memenangkan Pasangan Calon
Presiden dan Calon Wakil Presiden Nomor Urut 2 yang terjadi di 4 provinsi
yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Lampung, dan Sumatera Selatan.

7. Termohon melakukan hal yang nyata merusak bukti-bukti yang ada dalam
kotak suara secara merata di seluruh Indonesia, karena pada tanggal 25 Juli
2014, Termohon telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 1446/KPU yang
ditujukan kepada Ketua KPU Provinsi/KIP Aceh dan Ketua KPU/KIP
Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia yang isinya memerintahkan pembukaan
kotak suara semua TPS di seluruh Indonesia untuk diambil Formulir A5 PPWP
dan Model C7 PPWP.

[3.20] Menimbang bahwa sebelum Mahkamah mempertimbangkan lebih lanjut


pokok permohonan, terlebih dahulu menyampaikan hal-hal sebagai berikut:

Bahwa Pasal 1 ayat (2) UUD 1945 menyatakan, “Kedaulatan berada di


tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar” dan ayat (3)
menyatakan, “Negara Indonesia adalah negara hukum”. Kedua ketentuan tersebut
menegaskan bahwa terdapat prinsip mendasar yang dianut dalam
penyelenggaraan pemerintahan negara Republik Indonesia, yaitu prinsip
kedaulatan yang berada di tangan rakyat dan kedaulatan rakyat tersebut harus
dilaksanakan berdasarkan ketentuan konstitusi serta prinsip negara hukum.
Artinya, kedaulatan rakyat dibatasi dan harus sesuai dengan norma konstitusi dan
prinsip negara hukum;

Kedaulatan rakyat bermakna bahwa negara harus dijalankan dan


dikendalikan berdasarkan kehendak rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi
berdasarkan konstitusi. Penyelenggaraan pemerintahan negara dengan segala
bentuk kebijakannya tunduk pada kehendak dan kemauan rakyat yang berdaulat.
Penyelenggaraan pemerintahan negara yang berdasarkan kehendak rakyat inilah
yang disebut pemerintahan demokrasi, yaitu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat,
dan untuk rakyat. Demokrasi meniscayakan kebebasan setiap orang untuk ikut
menentukan jalannya pemerintahan negara, karena dengan kebebasan itulah hak

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4148
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

politik setiap rakyat dapat dilaksanakan dengan baik dan benar. Hak dan
kebebasan tersebut mencakup, antara lain, kebebasan untuk memilih dan dipilih
sebagai pemimpin dan wakil rakyat yang akan menjalankan kekuasaan
pemerintahan negara serta kebebasan untuk berpartisipasi dalam pemerintahan
termasuk mengawasi jalannya pemerintahan negara. Oleh karena itu, hak memilih
dan dipilih, hak mengeluarkan pendapat adalah merupakan sebagian hak
konstitusional setiap warga negara dalam pemerintahan demokrasi;

Berkaitan dengan pelaksanaan pemilihan umum, hak memilih adalah


salah satu hak konstitusional yang menjadi dasar pelaksanaan demokrasi yang
harus dijunjung tinggi dan untuk memberikan perlindungan, pemajuan, penegakan,
dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara terutama
pemerintah. Pemilihan umum adalah salah satu bentuk pelaksanaan demokrasi,
yaitu demokrasi untuk menentukan pemimpin atau perwakilan yang akan
menjalankan kekuasaan negara. Pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden
antara lain untuk memilih pemimpin bangsa dalam waktu lima tahun sekali yang
selanjutnya akan membentuk pemerintahan yang melindungi segenap bangsa
Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum,
mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang
berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, serta mewujudkan keadilan sosial
bagi seluruh rakyat Indonesia;

Berdasarkan UUD 1945, kebebasan dalam demokrasi tidaklah mutlak,


karena kebebasan harus dilaksanakan menurut norma dan ketentuan konstitusi
serta berdasarkan prinsip negara hukum. Hak dan kebebasan memilih setiap
warga negara harus berdasarkan pada norma dan ketentuan konstitusi serta tata
cara yang dilakukan berdasarkan norma hukum dan peraturan perundang-
undangan. Di sinilah prinsip konstitusi dan prinsip negara hukum harus dijalankan.
Pelaksanaan hak memilih sebagai hak asasi dan kebebasan dalam demokrasi
melalui pemilihan umum harus dilaksanakan berdasar norma dan tata cara yang
ditentukan dalam peraturan perundang-undangan. Dengan demikian kedua prinsip
tersebut, yaitu prinsip kebebasan dan demokrasi serta prinsip negara hukum harus
dilaksanakan secara seiring dan sejalan sehingga walaupun dengan alasan untuk
melindungi hak dan kebebasan memilih, negara dalam hal ini penyelenggara
pemilihan umum tidak boleh memberikan hak pilih itu dengan semena-mena,
melanggar prosedur dan tata cara sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4149
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

Pelanggaran prosedur dan tata cara tersebut adalah pelanggaran atas prinsip
negara berdasarkan hukum. Hakikat pemilihan umum, bukanlah semata-mata
dalam rangka mencapai tujuan untuk mendapatkan dukungan dan legitimasi rakyat
semata, tetapi pemilihan umum harus pula melalui prosedur dan tata cara yang
ditentukan oleh hukum yang berlaku. Dalam demokrasi antara tujuan dan tata cara
adalah dua sisi yang tidak bisa diabaikan. Prosedur dan tata cara justru untuk
memberi jaminan tegaknya prinsip demokrasi yang memberi jaminan atas
persamaan hak, kesetaraan, dan kebebasan itu sendiri;

Oleh karena itu, UUD 1945 menentukan dengan tegas asas


penyelenggaraan pemilihan umum yang harus ditaati dalam penyelenggaraan
pemilihan umum, yaitu asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Asas
tersebut dimaksudkan untuk memberikan jaminan bahwa setiap orang dilindungi
hak dan kebebasannya untuk memilih dan dipilih serta memberikan perlakuan
yang sama dan adil kepada setiap orang atau kepada setiap peserta dalam
pemilihan umum. Untuk menjamin penyelenggaraan pemilihan umum dengan
memenuhi asas-asas tersebut, konstitusi mengamanatkan untuk membentuk suatu
komisi pemilihan umum yang bersifat nasional, tetap dan mandiri;

Dalam rangka mengawal dan menegakkan negara demokrasi yang


berdasarkan konstitusi dan prinsip negara hukum tersebut, UUD 1945 membentuk
lembaga peradilan konstitusi yaitu Mahkamah Konstitusi, yang dalam kaitannya
dengan pemilihan umum berwenang untuk memutus perselisihan hasil pemilihan
umum (vide Pasal 24C UUD 1945). Dalam menjalankan wewenangnya memutus
perselisihan hasil pemilihan umum tersebut, yaitu sejak Putusan Nomor
41/PHPU.D-VI/2008 bertanggal 2 Desember 2008 (perselisihan hasil pemilihan
umum Gubernur Jawa Timur), Mahkamah telah memaknai wewenangnya untuk
memutus hasil pemilihan umum tidak saja terbatas pada hasil penghitungan suara
semata-mata, tetapi juga termasuk memutus pelanggaran dalam proses pemilihan
umum yang berpengaruh pada perolehan suara. Pelanggaran tersebut mencakup
pelanggaran administrasi persyaratan peserta pemilihan umum yang berakibat
pembatalan peserta pemilihan umum, misalnya dalam membatalkan dan
mendiskualifikasi peserta pemilihan umum yang tidak memenuhi syarat menurut
ketentuan undang-undang, serta pelanggaran administrasi dan pidana Pemilu
yang dilakukan sedemikian rupa dilakukan oleh penyelenggara Pemilu dan/atau
bersama-sama peserta pemilihan umum secara terstruktur, sistematis, dan masif
Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4150
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

yang berpengaruh signifikan terhadap hasil pemilihan umum. Dalam Putusan


Mahkamah Nomor 41/PHPU.D-VI/2008, bertanggal 2 Desember 2008, antara lain
dalam paragraf [3.25], Mahkamah mempertimbangkan, “... Tidak dapat dinafikan
bahwa seluruh penyimpangan yang terjadi dalam proses dan tahapan Pemilukada
akan sangat berpengaruh secara mendasar pada hasil akhir, dan dengan
absennya penyelesaian sengketa secara efektif dalam proses Pemilukada,
mengharuskan Mahkamah untuk tidak membiarkan hal demikian apabila bukti-
bukti yang dihadapkan memenuhi syarat keabsahan undang-undang dan bobot
peristiwa yang cukup siginifikan...”. Kemudian paragraf [3.28] putusan tersebut,
Mahkamah juga, antara lain, mempertimbangkan, “...bahwa dalam memutus
perselisihan hasil Pemilukada, Mahkamah tidak hanya menghitung kembali hasil
penghitungan suara yang sebenarnya dari pemungutan suara tetapi juga harus
menggali keadilan dengan menilai dan mengadili hasil penghitungan suara yang
diperselisihkan, sebab kalau hanya menghitung dalam arti teknis matematis
sebenarnya bisa dilakukan penghitungan kembali oleh KPUD sendiri di bawah
pengawasan Panwaslu dan/atau aparat kepolisian, atau cukup oleh pengadilan
biasa. Oleh sebab itu, Mahkamah memahami bahwa meskipun menurut undang-
undang, yang dapat diadili oleh Mahkamah adalah hasil penghitungan suara,
namun pelanggaran-pelanggaran yang menyebabkan terjadinya hasil
penghitungan suara yang kemudian dipersengketakan itu harus pula dinilai untuk
menegakkan keadilan. Hal ini sesuai dengan ketentuan Pasal 24 ayat (1) UUD
1945 yang berbunyi, “Kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka
untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan”, dan
Pasal 28D ayat (1) UUD 1945 yang berbunyi, “Setiap orang berhak atas
pengakuan, jaminan, perlindungan dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan
yang sama di depan hukum”;

Dalam Putusan Nomor 31/PHPU.D-VIII/2010, tanggal 30 Juni 2010, pada


paragraf [3.27] Mahkamah kembali mempertimbangkan, antara lain, “...Menimbang
bahwa dalam rangka menjaga tegaknya demokrasi, Mahkamah harus menilai dan
memberikan keadilan bagi pelanggaran-pelanggaran yang terjadi dalam
pelaksanaan demokrasi, termasuk penyelenggaraan Pemilukada. Pandangan
Mahkamah tersebut, didasarkan atas pemahaman bahwa demokrasi tidak saja
didasarkan pergulatan kekuatan politik semata, namun lebih jauh dari itu harus
dilaksanakan sesuai aturan hukum. Oleh karena itu setiap keputusan yang

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4151
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

diperoleh karena suara terbanyak dapat dibatalkan oleh pengadilan jika terbukti
menurut hukum dan keyakinan hakim terdapat pelanggaran terhadap prinsip-
prinsip hukum yang dapat dibuktikan secara sah dan meyakinkan di hadapan
pengadilan. Dengan demikian, menurut Mahkamah kewenangan Mahkamah untuk
memutuskan dan mengadili hasil Pemilu tidak saja terbatas pada penghitungan
suara yang dipersengketakan tetapi juga termasuk memutus dan mengadili
pelanggaran yang terjadi yang dapat mempengaruhi perolehan suara dalam
Pemilu.” Kemudian dalam Putusan Nomor 45/PHPU.D-VIII/2010, tanggal 7 Juli
2010, mempertimbangkan, antara lain, “Terhadap pelanggaran-pelanggaran
tersebut Mahkamah menilai telah terjadi pelanggaran secara terstruktur, sistematis
dan masif. Hal itu terbukti karena tindakan tersebut telah direncanakan sedemikian
rupa, terjadi secara meluas di seluruh Kabupaten Kotawaringin Barat, serta
dilakukan secara terstruktur dari tingkatan paling atas yang dimulai dari Pasangan
Calon, Tim Kampanye dan seluruh Tim Relawan sampai dengan tingkatan paling
rendah di tingkat RT, sehingga mempengaruhi hasil akhir perolehan suara bagi
masing-masing Pasangan Calon.” Pada bagian lain putusan tersebut yaitu pada
paragraf [3.27] Mahkamah juga mempertimbangkan, “...pelanggaran sistematis
terjadi karena adanya pelanggaran money politic secara terorganisasi, terstruktur
dan terencana dengan sangat baik sejak awal yaitu dengan melakukan persiapan
pendanaan secara tidak wajar untuk membayar relawan, melakukan rekrutmen
warga sebagai relawan yang dipersiapkan dengan organisasi yang tersusun dari
tingkatan paling atas Pasangan Calon, Tim Kampanye sampai dengan para
relawan di tingkat RT;...”. Jenis dan modus pelanggaran yang sama terjadi juga
pada perselisihan hasil Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Mandailing Natal,
sehingga Mahkamah menyimpulkan telah terjadi pelanggaran yang bersifat
terstruktur, sistematis dan masif dalam proses pelaksanaan pemilihan kepala
daerah Mandailing Natal, oleh karena itu Mahkamah memutuskan membatalkan
hasil pemilihan umum dan memerintahkan Komisi Pemilihan Umum untuk
melakukan pemungutan suara ulang (vide Putusan Mahkamah Nomor
41/PHPU.D-VIII/2010, tanggal 6 Juli 2010). Dalam Putusan Nomor 144/PHPU.D-
VIII/2010, tanggal 3 September 2010, dalam paragraf [3.32], Mahkamah juga
mempertimbangkan, “... Pelanggaran sistematis terjadi karena adanya
pelanggaran yang dilakukan oleh Pihak Terkait dengan memobilisasi Pegawai
Negeri Sipil (PNS) secara terorganisasi, terstruktur, dan terencana dengan sangat

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4152
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

baik sejak awal yaitu dengan melakukan persiapan dengan melakukan pertemuan-
pertemuan yang melibatkan para Camat, Lurah, dan Kepala Lingkungan se-Kota
Manado untuk mendukung Pihak Terkait menjadi pemenang dalam Pemilukada
Kota Manado yang disertai intimidasi berupa pemecatan kepada beberapa Kepala
Lingkungan dan karyawan Perusahaan Daerah Pasar Kota Manado yang tidak
mau mendukung Pihak Terkait...”. Pada berbagai putusan tersebut, Mahkamah
juga menegaskan bahwa terpenuhinya unsur terstruktur, sistematis, dan masif,
tidak harus terjadi di seluruh daerah pemilihan akan tetapi cukup dibuktikan di
daerah-daerah tertentu dan tidak serta merta berakibat dibatalkannya hasil
pemilihan umum. Mahkamah juga mempertimbangkan signifikansi selisih peringkat
perolehan suara sehingga jika pun dilakukan pemungutan suara ulang akan dapat
mengubah peringkat perolehan suara;

Berdasarkan pertimbangan dan kerangka berpikir tersebut, selanjutnya


Mahkamah akan mempertimbangkan pokok permohonan sebagai berikut:

Pengurangan Suara Pemohon dan Penambahan Suara Pihak Terkait

[3.21] Menimbang bahwa Pemohon mendalilkan pada pokoknya bahwa


rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara yang ditetapkan Termohon adalah
salah, karena seharusnya jika Termohon jujur, mandiri dan tidak memihak
Pasangan Calon Nomor Urut 2, maka perolehan suara yang benar menurut Berita
Acara Formulir C-1 PPWP KPU, D-1 PPWP KPU, DA-1 PPWP KPU, DB-1 PPWP
KPU, DC1- PPWP KPU dan DD1- PPWP KPU sesuai bukti-bukti yang ada pada
Pemohon berdasarkan Formulir C1-DA1-DB1 di seluruh provinsi dan di seluruh
kabupaten/kota, hasil rekapitulasi perolehan suara versi Pemohon ditemukan
adanya penambahan perolehan suara Pasangan Calon Presiden dan Wakil
Presiden Nomor Urut 2 sebanyak 1,5 juta suara, dan ditemukan adanya
pengurangan perolehan suara Pasangan Calon Nomor Urut 1 sebanyak 1,2 juta
suara yang terdapat di lebih kurang 155.000 TPS;

Untuk membuktikan dalilnya, Pemohon mengajukan alat bukti


surat/tulisan yang diberi tanda P-6 sampai dengan P-33;

Termohon membantah dalil permohonan tersebut dan pada pokoknya


mengemukakan bahwa yang didalilkan Pemohon tersebut tidak jelas dan kabur
(obscuur libel), seandainyapun benar dianggap telah terjadi kesalahan hitung yang

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4153
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

mengakibatkan terjadi pengurangan perolehan suara Pemohon dan terjadi


penambahan perolehan suara pada pasangan calon lain, quod non, maka
Pemohon seharusnya menerangkan secara rinci dan jelas mengenai terjadinya
kesalahan hitung dimaksud;

Untuk membuktikan bantahannya, Termohon mengajukan saksi bernama


Awaludin, Agus Supriatna, Beatrix Wanane, Filep Wamafma, Evi Novida Ginting
Manik, La Ode Abd. Nasir, Buchari Mahmud, dan Misnah M. Atas;

Pihak Terkait juga membantah dalil Pemohon a quo pada pokoknya


mengemukakan bahwa Pemohon tidak dapat membuktikan sebaliknya mengenai
angka perolehan suara yang berbeda dengan angka perolehan suara yang
ditetapkan oleh Termohon;

Untuk membuktikan bantahannya, Pihak Terkait mengajukan bukti


surat/tulisan yang diberi tanda PT-3.1 sampai dengan PT-3.11, PT-3.13 sampai
dengan PT-3.17, PT-3.19 sampai dengan PT-3.24, dan PT-3.29, serta saksi Didik
Prasetiono, Sukadar, Tarkit R. Dianto, Sunggul Sirait, Sahid, Sugiyono,
M.S.Anang, Eliyas Juliyus Prima, Tariat, Supardi, Chairul Ichsan, Wilson Panjaitan,
Johanes Cristopel Saduk, Damaryanti Nugraha Ningrum, saiful Hadi, Hasrat
Lukman, Tamrin Surya Purnomo, Saiful Bahri, Suyatno, Yuten Gurik, Herman
Yogobi, Yunawas Salawala, Naftalia Keiya, Marselino, Gabriel Takimai, Jimmy
Demianus Ijie, Yurisman Laia, La Ode Ota, Djarat Sumarsono, Mukhlis Mukhtar,
Dadang Mishal Yofhie Su’ud, Anton Bele, Samson Darmawan, dan La Ode
Haimudin;

Terhadap dalil tersebut, menurut Mahkamah, dalil Pemohon tidak


menguraikan dengan jelas dan rinci pada tingkat mana dan dimana terjadinya
kesalahan hasil penghitungan suara yang berakibat berkurangnya perolehan suara
Pemohon dan bertambahnya perolehan suara Pihak Terkait. Pemohon hanya
mendalilkan terjadi kesalahan hasil penghitungan suara yang mengakibatkan
penambahan suara Pihak Terkait sebanyak 1,5 juta suara, dan pengurangan
perolehan suara Pemohon sebanyak 1,2 juta suara yang terdapat di lebih kurang
155.000 TPS. Selain itu, berdasarkan fakta yang terungkap dalam persidangan
tidak ada bukti yang meyakinkan Mahkamah bahwa telah terjadi pengurangan
suara Pemohon dan penambahan suara Pihak Terkait seperti yang didalilkan
Pemohon. Di samping itu, fakta persidangan juga membuktikan bahwa tidak ada

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4154
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

saksi Pemohon yang mengajukan keberatan mengenai hasil penghitungan suara


pada saat rekapitulasi penghitungan suara. Justru sebaliknya keterangan saksi
yang diajukan oleh Termohon dan Pihak Terkait membuktikan bahwa tidak ada
keberatan dari semua saksi pasangan calon dalam proses rekapitulasi mengenai
perolehan suara (vide keterangan saksi Termohon, Awaludin, Agus Supriatna,
Beatrix Wanane, Filep Wamafma, Evi Novida Ginting Manik, La Ode Abd. Nasir,
Buchari Mahmud, dan Misnah M. Atas). Dengan demikian, menurut Mahkamah
dalil Pemohon a quo tidak beralasan menurut hukum;

Pengabaian DP4 Sebagai Sumber Penyusunan DPS dan DPT

[3.22] Menimbang bahwa Pemohon mendalilkan yang pada pokoknya


Termohon telah melakukan perencanaan kecurangan secara terstruktur,
sistematis, dan masif yaitu dengan cara mengabaikan DP4 (Data Penduduk
Pemilih Potensial Pemilu) sebagai sumber penyusunan DPS (Daftar Pemilih
Sementara) dan DPT (Daftar Pemilih Tetap), menambahkan jumlah DPT dan
memodifikasi daftar pemilih, modifikasi logistik Pemilu, dan celah keamanan
elektronik yang berdampak sistemik dalam sistem IT Termohon sesuai prosedur
keamanan internasional yang menyebabkan terjadinya kecurangan;

Untuk membuktikan dalilnya, Pemohon mengajukan alat bukti


surat/tulisan yang diberi tanda P.DPT-1 sampai dengan P.DPT-34, dan ahli
bernama Dr. A. Rasyid Saleh, M.Si, dan Marwah Daud Ibrahim, Ph.D;

Termohon membantah yang pada pokoknya bahwa proses penyusunan


dan penetapan DPT pada setiap jenjang melibatkan Pengawas Pemilu, Peserta
Pemilu, dan pemangku kepentingan lainnya. Pada tahap penyusunan DPT,
peserta Pemilu diberikan kesempatan memberikan tanggapan dan masukan untuk
penyempurnaan. Namun demikian, kesempatan tersebut tidak secara maksimal
digunakan oleh peserta Pemilu, sehingga rekapitulasi tingkat nasional tidak ada
keberatan terhadap hasil pemutakhiran data Pemilih;

Untuk membuktikan bantahannya, Termohon mengajukan alat bukti


surat/tulisan yang diberi tanda bukti T.KPU-1 sampai dengan T.KPU.5;

Bawaslu dalam keterangan tertulisnya menerangkan yang pada


pokoknya bahwa Pengawasan Penyusunan Data Pemilih dan Penetapan Daftar
Pemilih dilakukan dengan upaya pencegahan pelanggaran berupa instrumen

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4155
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

ataupun instruksi kepada jajaran Pengawas Pemilu untuk mengawasi


pemutakhiran Daftar Pemilih mulai dari tingkat PPS hingga Provinsi. Upaya
Pencegahan tersebut kemudian dilanjutkan dengan meneliti dokumen Daftar
Pemilih yang telah ditetapkan oleh KPU. Hasil analisis tersebut kemudian
dituangkan dalam Rekomendasi apabila ditemukan adanya kekeliruan dalam
Pemutakhiran data Pemilih Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014.
Adapun terkait dengan penanganan pelanggaran dalam penyelenggaraan tahapan
pemutakhiran data pemilih dan penetapan daftar pemilih Pemilu Presiden dan
Wakil Presiden Tahun 2014, Bawaslu tidak menerima laporan dugaan
pelanggaran;

Terhadap dalil mengenai pengabaian DP4 dalam penyusunan DPS


maupun DPT, setelah mempelajari secara seksama dalil Pemohon, Termohon,
dan Pihak Terkait, berikut bukti dan keterangan ahli masing-masing pihak, serta
keterangan Bawaslu, Mahkamah mempertimbangkan sebagai berikut:

Bahwa DPT merupakan tahap akhir dari suatu proses yang terdiri atas
tahap-tahap lain yang mendahuluinya. Dalam tahap-tahap tersebut terdapat
kerangka waktu tertentu yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan
yang relatif cukup bagi penyelenggara, dalam hal ini KPU dan jajarannya secara
berjenjang sampai pada tingkat KPPS yang sangat dekat dengan dinamika dan
mobilitas pemilih secara langsung dan peserta pemilihan umum, dalam hal ini
Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden dan jajarannya, untuk berinteraksi
dalam rangka memperoleh DPT secara objektif, sehingga dapat diterima oleh
kedua pihak, baik penyelenggara maupun peserta Pemilu;

Bahwa DPT memang merupakan keputusan KPU sebagai penyelenggara


yang berada pada puncak struktur, namun proses dari tahap-tahap tersebut
bersifat bottom up dari struktur penyelenggara yang paling bawah, kemudian
berlanjut tahap demi tahap sampai pada struktur yang tertinggi dalam kerangka
waktu sebagaimana diuraikan di atas. Oleh struktur yang paling atas itulah DPT
ditetapkan dan sebagai keputusan penyelenggara berlaku secara hukum, baik
kepada penyelenggara maupun peserta Pemilu;

Bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut maka apabila ada keberatan


mengenai DPT, seperti penambahan dan modifikasi jumlah pemilih sebagaimana
didalilkan Pemohon, seharusnya permasalahan tersebut diselesaikan oleh

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4156
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

penyelenggara dan peserta dalam kerangka waktu tersebut melalui mekanisme


yang menurut hukum tersedia pada tahap-tahap sebagaimana diuraikan di atas.
Terlebih lagi dalam soal ini terdapat struktur yang secara internal penyelenggara
memiliki fungsi pengawasan, yakni Bawaslu dan jajarannya, dan struktur yang
memiliki fungsi penyelesaian dalam bidang pelanggaran etik penyelenggara, yakni
DKPP. Oleh karena itu dalil mengenai DPT tersebut manakala locus-nya pada
TPS dan dalam tempus yang masih terdapat dalam kerangka waktu sebagaimana
diuraikan di atas menjadi tidak relevan dan lebih tidak relevan lagi manakala dalil
tersebut tempus-nya terjadi setelah ketetapan DPT oleh KPU, karena penambahan
dan modifikasi daftar pemilih tersebut berkualifikasi sebagai pelanggaran dalam
hukum pidana yang dalam penyelenggaraan Pemilu telah tersedia Gakkumdu
untuk memprosesnya secara hukum. Menurut Mahkamah, berdasarkan Pasal 29
ayat (1) UU 42/2008, penyusunan DPT Pilpres dilakukan oleh Termohon
berdasarkan DPT Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, dan DPRD sebagai
Daftar Pemilih Sementara (DPS) sehingga ahli Pemohon yang mempersoalkan
DPT Pilpres berdasarkan DP4 adalah tidak relevan untuk DPT Pemilihan Presiden.
Seharusnya persoalan itu adalah persoalan yang sudah harus selesai pada saat
Pemilihan Umum Anggota Lembaga Perwakilan. Selain itu, adalah kewenangan
Termohon untuk melakukan pemutakhiran data DPS dalam jangka waktu paling
lama 30 (tiga puluh) hari sebagaimana ditentukan dalam Pasal 29 ayat (2) UU
42/2008. Pada saat itu, para pihak dan masyarakat umum berkesempatan untuk
memberikan masukan dan tanggapan;

Bahwa adapun dalil Pemohon khusus mengenai pengabaian DP4 dalam


penyusunan DPS dan DPT sebagaimana disebutkan dalam tabel permohonan
(halaman 44), Pemohon tidak menjelaskan bagaimana pengabaian tersebut
terjadi, karena Pemohon hanya menyebut angka DPSHP yang diunduh dari laman
KPU dan angka penambahannya yang kemudian menjadi angka DPT PILPRES.
Keterangan ahli Pemohon, Dr. A. Rasyid Saleh, M.S.i dan Marwah Daud Ibrahim,
Ph.D., tidak menerangkan secara rinci dan jelas bagaimana hal itu terjadi, karena
Rasyid Saleh hanya menerangkan belum terselenggaranya dengan baik
administrasi kependudukan secara nasional dan Marwah Daud Ibrahim hanya
menerangkan hasil analisa yang simpulnya terdapat pemilih yang berdomisili di
suatu tempat tertentu memilih di tempat yang lain. Marwah Daud Ibrahim juga
menerangkan dalam keterangan tertulisnya bahwa DPT hanya merupakan modus

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4157
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

ketidakjujuran dan ketidakadilan berulang kali terjadi dan bahkan menjadi sumber
manipulasi yang terencana, terstruktur, sistematis, dan masif, untuk tujuan
kemenangan pasangan capres dan cawapres tertentu. Penyelenggaraan Pilpres
hanya untuk mengarahkan kemenangan pasangan capres dan cawapres tertentu.
Akan tetapi, ahli tersebut juga tidak dapat menerangkan apa kaitan antara DPT
sebagai modus kecurangan, ketidakjujuran, dan ketidakadilan, dengan kepastian
pemilih untuk memilih dan memenangkan pasangan tertentu. Menurut Mahkamah,
seharusnya Pemohon melalui mekanisme yang tersedia melakukan keberatan
dalam proses sebagaimana diuraikan dalam pertimbangan di atas. Dengan
demikian maka dalil a quo selain tidak jelas juga tidak sesuai dengan waktu yang
ditentukan.

DPTb, DPK, dan DPKTb

[3.23] Menimbang bahwa Pemohon mendalilkan pada pokoknya pelanggaran


tentang penyalahgunaan jalur DPKTb oleh Termohon terjadi dan berlangsung di
berbagai daerah dengan fakta hukum sebagai berikut:
1) permasalahan mengenai DPKTb yang tidak sesuai dengan Peraturan KPU
Nomor 9 Tahun 2014, karena banyak DPKTb dimanipulasi oleh penyelenggara
bekerja sama dengan Pasangan Calon Nomor Urut 2;
2) Termohon melakukan kecurangan dengan DPKTb yang menguntungkan
Pasangan Calon Nomor Urut 2 yang dilakukan dengan cara menambah
DPKTb di basis-basis pendukung Pasangan Calon Nomor Urut 1 untuk
mengurangi jumlah selisih suara pemilih terhadap Pemohon Sedangkan di
Basis pendukung Pasangan Calon Nomor Urut 2 penambahan DPKTb sangat
rendah jumlahnya;
3) Bahwa daerah basis Pasangan Calon Nomor Urut 2 yang tingkat partisipasi
dari pemilih pengguna DPKTb sangat rendah jumlahnya, antara lain terjadi di
daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Papua;
4) Bahwa pada saat hari pemungutan suara, pengguna hak pilih dalam Daftar
Pemilih Khusus Tambahan (DPKTb)/Pengguna KTP atau identitas lain atau
paspor lebih banyak dari DPKTb yang diatur oleh peraturan perundang-
undangan yang jumlahnya meningkat sangat tidak wajar;

Untuk membuktikan dalilnya, Pemohon mengajukan alat bukti


surat/tulisan yang diberi tanda P-1 sampai dengan P-4.92.53 serta saksi-saksi,

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4158
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

yaitu Muh. Soleh, A. Basuki Babus Salam, Purwanto, Achmad Zakaria, Arif
Indrijanto, M. Rahmatullah Al Amin, Riyono S.Kel., Julisa Ramadhan, Yudi Winoto,
Rudi Wahyono, Amir Darmanto, Iksan Maksum, Ahmad Ghufron, Bendhot Widoyo,
Abdul Karim, Muhamad Nur Wahyudi, Slamet, Hendra Cipto, Anwar Setiawan,
Muhamad Hizal Wijaya, Yan Sumarna, Maryono, Herika, Dwi Heriyanto, Rahadi
Mulyanto, Salman Qadama S, Ahmad Baskam Muhammad, Chardi, Amir Liputo,
Ahmad Wardoko, Joko Aryanto, Aziz Subekti, Ari Hadi Basuki Wibowo, serta ahli
Dr. Margarito Kamis, S.H., M.H., Dr. A. Rasyid Saleh, M.Si., Dwi Martono Arlianto,
dan Said Salahudin, S.H;

Termohon membantah yang pada pokoknya mengemukakan bahwa dalil


Pemohon tidak berdasar dan tidak didukung oleh fakta sama sekali. Jenis
pelanggaran yang didalilkan merupakan dalil yang tidak jelas atau kabur karena
Pemohon dalam menentukan kriteria pelanggaran tersebut didasarkan pada
kejanggalan-kejanggalan data. Pemohon tidak menguraikan secara konkrit
kesalahan atau pelanggaran yang dilakukan oleh Termohon dan tidak
menguraikan pengaruhnya terhadap perolehan suara Pemohon dan/atau kerugian
Pemohon akibat kesalahan atau pelanggaran tersebut. Selain itu, Pemohon juga
tidak menjelaskan pelanggaran tersebut dilakukan secara terstruktur, sistematis,
dan masif sehingga berpengaruh pada perolehan suara;

Untuk membuktikan dalil bantahannya, Termohon mengajukan alat bukti


surat/tulisan yang diberi tanda T-Aceh.Aceh Barat 1 sampai dengan T.Papua-Kota
Jayapura 5, serta saksi bernama Rochani, Muhammad Syai’in, S.H., Edi Saiful
Anwar, Purnomo S. Pringgodigdo, Nanang Haronim, Yohanes Supeno, Bawmar
Perianto Amron, Dahliah, Wahyu Dinata, Prianda Anatta, Khusairi, Muhammad
Soleh, Arsan, Agus Sudono, Wage Wardana, Immawan Margono, Agus Supriatna
Badrusalam, Ramelan, Samahu Muharam, Misnah M. Attas, Nuzul Fitri, dan ahli
bernama Didik Supriyanto, S.IP. M.IP, Dr. Harjono, S.H., M.C.L, Prof. Erman
Rajagukguk, S.H., L.LM., Ph.D., Ramlan Surbakti, M.A., Ph.D;

Pihak Terkait membantah yang pada pokoknya mengemukakan


Pemohon tidak mampu secara jelas dan rinci menguraikan di TPS mana telah
terjadi mobilisasi pemilih yang menggunakan DPKTb sehingga merugikan
perolehan suara Pemohon. Selain itu, ketentuan mengenai DPKTb dilakukan oleh
Termohon selaku Penyelenggara Pemilu adalah untuk memberikan hak pilih

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4159
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

kepada warga negara yang belum terdaftar dalam DPT sehingga tidak dapat
dikatakan sebagai pelanggaran;

Untuk membuktikan bantahannya, Pihak Terkait mengajukan saksi Didik


Prasetiyono, Sukadar, Elias Julius Prima,Wilson Panjaitan, Johanes Kristopel
Saduk, Hasrat Lukman, Dwi Wahyu Budiantoro, Edwin Adrian Huwae, Thamrin,
Surya Purnomo, Saiful Bahri, Suyatno, Drajat Sumarsono, Putu Ariyasa, Mukhlis
Mukhtar, Jasman Abu Bakar, La Ode Haimudin, Ferry Mursyidan Baldan, serta ahli
bernama Bambang Eka Cahya Widodo, M.A., dan Prof. Dr. Saldi Isra, S.H., M.PA;

Bahwa Bawaslu dalam keterangan tertulisnya menerangkan yang pada


pokoknya mengenai persoalan DPKTb yang banyak dipertanyakan di dalam
persidangan, Bawaslu melihatnya dari sudut pandang bahwa keberadaan DPKTb
merupakan terobosan baru untuk melindungi hak warga negara. Karena data
daftar pemilih tetap yang disusun tidak mengakomodasi seluruh warga negara
yang telah memenuhi syarat untuk dapat menggunakan hak pilihnya. Sehingga
tidak mungkin apabilah ada warga negara yang datang ke TPS untuk memberikan
hak pilihnya tidak diberikan kesempatan untuk menggunakan hak
konstitusionalnya. Apalagi sebelumnya pada saat pelaksanaan pemilihan umum
legislatif telah diberikan kesempatan untuk memilih;

Bahwa jumlah pemilih DPKTb yang jumlahnya banyak juga dipengaruhi


karena adanya re-grouping pemilih saat pemilihan legislatif, sehingga pada saat
pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, pemilih yang tadinya terdaftar di TPS yang
baru tidak memilih di TPSnya terdaftar, tetapi tetap memilih di TPS yang lama
dengan mempergunakan KTP/KK. Meningkatnya jumlah pemilih DPKTb bukan
karena manipulasi, jika dilihat dari sisi presentasenya. Selain itu, Bawaslu tidak
pernah menerima laporan manipulasi terkait dengan pemilih yang masuk dalam
kategori dalam DPKTb.

Terhadap dalil mengenai DPTb, DPK, dan DPKTb, Mahkamah akan


mempertimbangkan sebagai berikut:

Bahwa Pasal 27 ayat (1) UUD 1945 menyatakan, “Segala warga negara
bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib
menjunjung tinggi hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya”. Di
dalam pasal tersebut terdapat ketentuan yang mengelaborasi ketentuan Pasal 1
UUD 1945 yang menetapkan bahwa Indonesia adalah negara demokrasi
Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4160
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

berdasarkan atas hukum atau negara demokrasi konstitusional. Sebagai negara


demokrasi konstitusional pasal tersebut secara konstitusional menentukan, antara
lain, bahwa warga negara memiliki hak berkedudukan yang sama di dalam
pemerintahan. Hak tersebut secara teknis adalah hak untuk memilih dan dipilih
untuk duduk di dalam pemerintahan. Terkait dengan Pemilu Pasal 22E UUD 1945
menentukan, hak memilih warga negara tersebut harus dilaksanakan berdasarkan
asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil untuk memilih anggota
lembaga perwakilan dan memilih orang yang akan menduduki jabatan
kepresidenan. Untuk pelaksanaan hak warga negara tersebut negara bertugas
menyelenggarakan dengan membentuk KPU. Berdasarkan ketentuan
konstitusional tersebut maka warga negara memiliki hak konstitusional untuk
melaksanakan pemilihan, negara bertugas menyelenggarakan pemilihan, dalam
hal ini Pemilu. Sebagai negara yang berdasarkan atas hukum, untuk
penyelenggaraan Pemilu tersebut juga harus diatur oleh hukum, dalam hal ini
dengan peraturan perundang-undangan yang harus dibentuk secara demokratis
dan mengikat secara hukum, baik terhadap penyelenggara negara maupun warga
negara;

Bahwa salah satu ketentuan hukum yang mengatur tentang Pemilu adalah
negara berkewajiban untuk menetapkan DPT dan warga negara berhak untuk
didaftar dalam DPT tersebut dalam rangka pelaksanaannya. Berdasarkan
definisinya, secara hukum dan administratif warga negara yang dapat memilih
adalah yang terdaftar dalam DPT. Permasalahannya adalah bagaimana dengan
warga negara yang secara hukum telah memenuhi syarat untuk memilih, tetapi
tidak terdaftar dalam DPT;

Bahwa untuk menjawab permasalahan tersebut Mahkamah perlu merujuk


Putusan Mahkamah Nomor 102/PUU-VII/2009, tanggal 6 Juli 2009, yang telah
mengkonstatasi fakta dalam permasalahan DPT tersebut dan menentukan solusi
hukumnya. Mahkamah dalam pertimbangan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor
102/PUU-VII/2009, bertanggal 6 Juli 2009, menyatakan “... hak konstitusional
warga negara untuk memilih dan dipilih (rights to vote and right to be candidate)
adalah hak yang dijamin oleh konstitusi, undang-undang, dan konvensi
internasional, sehingga pembatasan, penyimpangan, peniadaan, dan
penghapusan akan hak dimaksud merupakan pelanggaran terhadap hak asasi dari
warga negara. ... ketentuan yang mengharuskan seorang warga negara terdaftar
Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4161
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

sebagai pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) lebih merupakan prosedur
administratif dan tidak boleh menegasikan hal-hal yang bersifat substansial yaitu
hak warga negara untuk memilih (right to vote) dalam pemilihan umum. Oleh
karena itu, Mahkamah berpendapat diperlukan adanya solusi untuk melengkapi
DPT yang sudah ada sehingga penggunaan hak pilih warga negara tidak
terhalangi ...”;

Berdasarkan ketentuan konstitusional dan pertimbangan hukum Mahkamah


sebagaimana diuraikan di atas maka permasalahan berikutnya yang harus dijawab
adalah bagaimana penilaian hukum Mahkamah terhadap DPTb, DPK, dan DPKTb
yang diatur oleh KPU dan dilaksanakan dalam Pemilu tahun 2014 ini, khususnya
Pemilu untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden. Untuk menjawab
permasalahan tersebut Mahkamah akan mempertimbangkan apakah KPU memiliki
kewenangan secara hukum untuk membentuk Peraturan Komisi Pemilihan Umum
(PKPU), apakah DPTb, DPK, dan DPKTb secara materiil bertentangan dengan
hukum atau konstitusi, dan apakah dalam implementasinya telah disosialisasikan
kepada masyarakat, khususnya pihak-pihak yang berkepentingan, serta apakah
DPTb, DPK, dan DPKTb nyata-nyata disalahgunakan sebagai instrumen untuk
pemenangan salah satu pasangan calon;

Bahwa untuk menjawab permasalahan kewenangan KPU membentuk


peraturan penyelenggaraan Pemilu, yakni PKPU, Mahkamah mempertimbangkan
sebagai berikut:

a) Pasal 22E ayat (5) dan ayat (6) UUD 1945 menentukan bahwa komisi pemilihan
umum, yang kemudian setelah dibentuk, terakhir dengan Undang-Undang
Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum (UU 15/2011)
disebut dengan nomenklatur yang sama, yaitu Komisi Pemilihan Umum,
disingkat KPU, adalah penyelenggara Pemilu yang bersifat nasional, tetap, dan
mandiri;

b) Pasal 119 UU 15/2011 menentukan bahwa dalam penyelenggaraan Pemilu


KPU berwenang membentuk Peraturan KPU (PKPU) yang merupakan
pelaksanaan peraturan perundang-undangan, yang harus menjadi pedoman
dalam penyelenggaraan Pemilu oleh jajaran KPU di bawahnya, yaitu KPU
Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota. Pasal tersebut secara formal juga

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4162
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

menentukan bahwa PKPU tersebut ditetapkan setelah berkonsultasi dengan


DPR dan Pemerintah.

c) PKPU a quo telah pula diundangkan dan dimuat dalam Berita Negara Republik
Indonesia, serta telah disosialisasikan dan diseminasikan kepada masyarakat,
terutama pihak-pihak yang berkepentingan;

Berdasarkan ketentuan tersebut di atas, KPU secara konstitusional dan


legal memiliki kewenangan membentuk PKPU sebagai pedoman penyelenggaraan
Pemilu;

Bahwa untuk menjawab permasalahan DPTb, DPK, dan DPKTb secara


materiil apakah bertentangan dengan hukum atau konstitusi, Mahkamah
mempertimbangkan sebagai berikut:

a) Pasal 27 ayat (1) UUD 1945 yang mengelaborasi ketentuan Pasal 1 UUD 1945
sebagaimana diuraikan dalam pertimbangan di atas menetapkan bahwa
Indonesia adalah negara demokrasi berdasarkan atas hukum atau negara
demokrasi konstitusional. Sebagai negara demokrasi konstitusional pasal
tersebut secara konstitusional menentukan, antara lain, bahwa warga negara
memiliki hak berkedudukan yang sama di dalam pemerintahan, yang secara
teknis terkait dengan Pemilu adalah hak memilih dan dipilih. Dengan demikian,
hak memilih merupakan hak warga negara yang sangat fundamental dalam
negara demokrasi konstitusional;

b) Putusan Mahkamah Nomor 102/PUU-VII/2009, tanggal 6 Juli 2009, yang telah


mengkonstatasi fakta dalam permasalahan DPT terkait dengan belum
tertibnya administrasi kependudukan dan solusi hukum yang telah ditetapkan
sebagaimana diuraikan secara lengkap dalam pertimbangan di atas maka hak
memilih sebagai hak yang sangat fundamental tidak dapat ditiadakan hanya
berdasarkan alasan teknis administrasi;

c) PKPU, meskipun dalam perspektif formalnya harus dibentuk dengan setelah


berkonsultasi dengan DPR dan Pemerintah, namun kedudukannya tetap
berada di bawah Undang-Undang, bahkan di bawah Peraturan Pemerintah.
Sementara itu, putusan Mahkamah yang bersifat erga omnes dan dalam
perspektif sistem perundang-undangan semestinya ditindaklanjuti dalam
Undang-Undang, tidak kunjung ditindaklanjuti [vide Pasal 10 ayat (1) huruf d
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan
Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4163
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011


Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234)].

Berdasarkan pertimbangan tersebut di atas, DPTb, DPK, dan DPKTb yang


diatur dalam PKPU harus dinilai sebagai implementasi penyelenggaraan Pemilu
dalam rangka memenuhi pelaksanaan hak konstitusional warga negara untuk
memilih, karena ketentuan konstitusional dalam UUD 1945 dan putusan
Mahkamah sebagai putusan pengadilan konstitusional secara faktual belum
ditindaklanjuti dalam Undang-Undang. Selain itu, putusan Mahkamah, meskipun
permohonannya diajukan oleh seseorang atau beberapa orang, putusan tersebut
bersifat erga omnes dan oleh karenanya mempunyai kekuatan hukum mengikat
terhadap seluruh masyarakat, khususnya warga negara. Oleh karena itu, secara
materiil DPTb, DPK, dan DPKTb yang diatur dalam PKPU tidak bertentangan
dengan hukum atau konstitusi. Bahkan, sesuai pertimbangan di atas, DPTb, DPK,
dan DPKTb yang diatur dalam PKPU telah memberikan ruang bagi pemilih yang
telah memenuhi syarat, tetapi tidak terdaftar dalam DPT;

Meskipun demikian, DPTb, DPK, dan DPKTb yang diatur dalam PKPU
tersebut harus dinilai sebagai instrumen transisional yang bersifat sementara
sampai dengan tertibnya administrasi kependudukan secara normatif maupun
implementasinya. Oleh karena sifatnya yang demikian Mahkamah perlu
menyampaikan beberapa catatan mengenai DPTb, DPK, dan DPKTb tersebut,
terutama terkait dengan syarat-syarat yang ditentukan dalam putusan Mahkamah
a quo dari perspektif penormaan maupun implementasinya dalam Pemilu Presiden
2014. Syarat-syarat yang ditentukan dalam putusan a quo tidak dinormakan
secara tepat dalam PKPU. Hal ini penting mengingat bahwa DPTb, DPK, dan
DPKTb sebagai instrumen transisional rawan untuk disalahgunakan, baik oleh
pemilih maupun oleh penyelenggara Pemilu. Implementasinya, oleh karena
bersifat transisional semestinya diterapkan secara ketat berdasarkan disiplin tinggi,
sehingga pelanggaran dapat ditiadakan atau paling tidak dapat diminimalisasi;

Bahwa terungkap dalam persidangan, terjadi beberapa penyimpangan


dalam penggunaan DPTb, DPK, dan DPKTb, seperti penyimpangan terkait dengan
waktu pemungutan suara, antara lain, di salah satu TPS di Kota Makassar,
Provinsi Sulawesi Selatan, tempat memilih di TPS di luar alamat yang tercantum
dalam KTP, tidak disertai dengan Kartu Keluarga, penggunaan Formulir A5 tidak
sesuai prosedur. Walaupun demikian, Mahkamah menilai tidak ada bukti yang
Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4164
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

meyakinkan bahwa Termohon dan/atau Pihak Terkait secara bersama-sama atau


sendiri-sendiri memobilisasi pemilih secara melanggar hukum sehingga
menguntungkan salah satu pasangan calon, dan merugikan pasangan calon
lainnya;

Bahwa untuk menjawab permasalahan sosialisasi implementasi DPTb,


DPK, dan DPKTb kepada masyarakat, khususnya pihak-pihak yang
berkepentingan, Mahkamah mempertimbangkan sebagai berikut:

a) Fakta bahwa DPTb, DPK, dan DPKTb sebagai bagian dari pranata dalam
penyelenggaraan Pemilu yang diatur dalam PKPU secara hukum harus
dianggap telah diketahui oleh masyarakat, terlebih lagi para peserta Pemilu;

b) Fakta bahwa implementasi DPTb, DPK, dan DPKTb yang secara masif
terdapat di sebagian besar TPS di seluruh Indonesia, sebagaimana juga
didalilkan oleh Pemohon dan Pemohon sendiri telah menjadikan objek
keberatan dalam rekapitulasi hasil penghitungan suara pada jenjang yang ada
secara hukum harus dianggap telah diketahui oleh masyarakat, khususnya
peserta Pemilu; dan

c) Fakta masih berlakunya PKPU a quo karena belum dicabut oleh Termohon
atau karena tidak dibatalkan oleh pengadilan yang berwenang yaitu
Mahkamah Agung, untuk itu secara hukum DPTb, DPK, dan DPKTb harus
dianggap masih ada dan berlaku, sehingga secara hukum pula pemilih yang
telah menggunakannya harus dianggap sah menurut hukum.

Berdasarkan pertimbangan tersebut di atas, DPTb, DPK, dan DPKTb yang


diatur dalam PKPU secara hukum harus dianggap tersosialisakan dan diketahui
oleh para peserta Pemilu;

Bahwa untuk menjawab permasalahan apakah DPTb, DPK, dan DPKTb


nyata-nyata telah disalahgunakan oleh penyelenggara dan/atau peserta Pemilu
secara TSM untuk memobilisasi pemilih dalam rangka memenangkan salah satu
peserta dalam Pemilu Presiden 2014, Mahkamah menilai bahwa sesuai
pertimbangan di atas, DPTb, DPK, dan DPKTb adalah pranata yang sah, baik
secara formal maupun materiil, karena diatur oleh pembentuknya yang memiliki
kewenangan untuk itu, pembentukannya sesuai peraturan perundang-undangan,
serta tidak dibatalkan oleh suatu pengadilan yang berwenang untuk itu. Oleh
karena itu, Mahkamah hanya akan mempertimbangkan mengenai dalil Pemohon
Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4165
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

tentang adanya penyalahgunaan DPTb, DPK, dan DPKTb untuk memobilisasi


pemilih secara terstruktur, sistematis, dan masif;

Bahwa berdasarkan bukti dari para pihak serta fakta yang terungkap dalam
persidangan, termasuk keterangan ahli yang diajukan oleh Pemohon serta
keterangan Bawaslu tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa Termohon atau
Pihak Terkait atau atas kerja sama keduanya dengan sengaja melakukan
mobilisasi pemilih untuk memenangkan Pihak Terkait dan merugikan Pemohon.
Bahkan Pemohon sendiri dalam permohonannya juga tidak menjelaskan cara
secara tegas bagaimana mobilisasi itu dilaksanakan;

Bahwa terkait dengan dalil Pemohon bahwa hal itu terjadi di Provinsi
Sumatera Utara, Riau, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DKI
Jakarta, yang DPKTb-nya banyak, setelah Mahkamah mencermati DPKTb di
seluruh provinsi di Indonesia dikaitkan dengan perolehan suara masing-masing
pasangan calon menurut Mahkamah, tidak terdapat penyalahgunaan DPKTb yang
terbukti menguntungkan salah satu pasangan calon atau sebaliknya merugikan
pasangan calon lainnya. Bahkan apabila hal tersebut dikaitkan dengan petitum
permohonan tentang perolehan suara yang benar menurut Pemohon, bahwa
Pemohon telah mengakui jumlah seluruh perolehan suara pasangan calon secara
nasional sebanyak 133.574.277 yang sesungguhnya sama dengan rekapitulasi
yang dilakukan Termohon. Terkait dengan hal terakhir ini maka dalil dan petitum
terkait dengan DPKTb tersebut tidak relevan;

[3.24] Menimbang selain itu Pemohon juga mendalilkan adanya pelanggaran


terstruktur, sistematis, dan masif yang berupa mobilisasi pemilih di 46.013 TPS di
seluruh Indonesia dengan cara sebagai berikut:
1) Jumlah seluruh pengguna hak pilih tidak sama dengan jumlah surat suara
yang digunakan dan jumlah suara sah dan tidak sah;
2) Jumlah surat suara yang digunakan tidak sama dengan jumlah suara sah dan
tidak sah;
3) Pengguna Hak Pilih dalam DPTb/Pemilih dari TPS lain lebih banyak dari Data
Pemilih Terdaftar dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb); dan
4) Pengguna Hak Pilih dalam Daftar Pemilih Khusus Tambahan (DPKTb)/
Pengguna KTP atau identitas lain atau paspor lebih besar dari Daftar Pemilih

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4166
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

Khusus Tambahan (DPKTb)/ Penggunaan KTP atau identitas lain atau paspor
yang terjadi di hampir seluruh daerah pemilihan se-Indonesia;

Untuk membuktikan dalilnya, Pemohon mengajukan alat bukti


surat/tulisan yang diberi tanda P-1 sampai dengan P-4.92.53 serta saksi-saksi,
yaitu Muh. Soleh, A. Basuki Babus Salam, Purwanto, Achmad Zakaria, Arif
Indrijanto, M. Rahmatullah Al Amin, Riyono S.Kel., Julisa Ramadhan, Yudi Winoto,
Rudi Wahyono, Amir Darmanto, Iksan Maksum, Ahmad Ghufron, Bendhot Widoyo,
Abdul Karim, Muhamad Nur Wahyudi, Slamet, Hendra Cipto, Anwar Setiawan,
Muhamad Hizal Wijaya, Yan Sumarna, Maryono, Herika, Dwi Heriyanto, Rahadi
Mulyanto, Salman Qadama S, Ahmad Baskam Muhammad, Chardi, Amir Liputo,
Ahmad Wardoko, Joko Aryanto, Aziz Subekti, Ari Hadi Basuki Wibowo, serta ahli
Dr. Margarito Kamis, S.H., M.H., Dr. A. Rasyid Saleh, M.Si., Dwi Martono Arlianto,
dan Said Salahudin, S.H;

Termohon membantah yang pada pokoknya mengemukakan bahwa dalil


Pemohon tidak berdasar dan tidak ada faktanya sama sekali. Jenis pelanggaran
yang didalilkan merupakan dalil yang tidak jelas atau kabur karena Pemohon
dalam menentukan kriteria pelanggaran tersebut didasarkan pada kejanggalan-
kejanggalan data. Pemohon tidak menguraikan secara konkrit kesalahan atau
pelanggaran yang dilakukan oleh Termohon dan tidak menguraikan pengaruhnya
terhadap perolehan suara Pemohon dan/atau kerugian Pemohon akibat kesalahan
atau pelanggaran tersebut. Selain itu, Pemohon juga tidak menjelaskan
pelanggaran tersebut dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif sehingga
berpengaruh pada perolehan suara;

Untuk membuktikan dalil bantahannya, Termohon mengajukan alat bukti


surat/tulisan yang diberi tanda T-Aceh.Aceh Barat 1 sampai dengan T.Papua-Kota
Jayapura 5, serta saksi bernama Rochani, Muhammad Syai’in, S.H., Edi Saiful
Anwar, Purnomo S. Pringgodigdo, Nanang Haronim, Yohanes Supeno, Bawmar
Perianto Amron, Dahliah, Wahyu Dinata, Prianda Anatta, Khusairi, Muhammad
Soleh, Arsan, Agus Sudono, Wage Wardana, Immawan Margono, Agus Supriatna
Badrusalam, Ramelan, Samahu Muharam, Misnah M. Attas, Nuzul Fitri, dan ahli
bernama Didik Supriyanto, S.IP. M.IP, Dr. Harjono, S.H., M.C.L, Prof. Erman
Rajagukguk, S.H., L.LM., Ph.D., Ramlan Surbakti, M.A., Ph.D;

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4167
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

Pihak Terkait membantah yang pada pokoknya mengemukakan


Pemohon tidak mampu secara jelas dan rinci menguraikan di TPS mana telah
terjadi mobilisasi pemilih yang menggunakan DPKTb sehingga merugikan
perolehan suara Pemohon. Selain itu, ketentuan mengenai DPKTb dilakukan oleh
Termohon selaku Penyelenggara Pemilu adalah untuk memberikan hak pilih
kepada warga negara yang belum terdaftar dalam DPT sehingga tidak dapat
dikatakan sebagai pelanggaran;

Untuk membuktikan bantahannya, Pihak Terkait mengajukan saksi Didik


Prasetiyono, Sukadar, Elias Julius Prima,Wilson Panjaitan, Johanes Kristopel
Saduk, Hasrat Lukman, Dwi Wahyu Budiantoro, Edwin Adrian Huwae, Thamrin,
Surya Purnomo, Saiful Bahri, Suyatno, Drajat Sumarsono, Putu Ariyasa, Mukhlis
Mukhtar, Jasman Abu Bakar, La Ode Haimudin, Ferry Mursyidan Baldan, serta ahli
bernama Bambang Eka Cahya Widodo, M.A., dan Prof. Dr. Saldi Isra, S.H., M.PA;

Terhadap permasalahan hukum tersebut, Mahkamah menilai seluruh


TPS yang dipersoalkan oleh Pemohon tidak terkait dengan perselisihan hasil
perolehan suara, melainkan terkait dengan masalah sebagaimana
dipertimbangkan di bawah ini:

Terhadap keempat masalah tersebut, setelah Mahkamah mencermati


bukti-bukti yang diajukan oleh Pemohon dan Termohon, Mahkamah
mempertimbangkan bahwa memang benar bahwa terdapat perbedaan antara
pengguna hak pilih dengan jumlah surat suara sah dan tidak sah, walaupun tidak
seluruh data yang diajukan oleh Pemohon adalah benar. Akan tetapi oleh karena
Pemohon tidak mengajukan Formulir D1 sebagai data pembanding, apakah
kesalahan pencatatan dalam Formulir C1 tersebut sudah atau belum diperbaiki
atau dikoreksi pada rekapitulasi di tingkat atasnya, sehingga Mahkamah tidak
dapat memastikannya. Dari data C1 tersebut ternyata para saksi Pemohon
maupun Pihak Terkait tidak ada yang mengajukan keberatan, sehingga Mahkamah
berkeyakinan bahwa kesalahan pencatatan tersebut bukanlah kesalahan yang
disengaja yang dimaksudkan untuk menguntungkan salah satu pihak atau
merugikan pihak lain. Saksi Pemohon yang bernama Riyono S. Kel dan Yanuar
Arif Wibowo, yang memberikan kesaksian dalam sidang Mahkamah juga
memastikan bahwa yang dipersoalkan bukan mengenai perolehan suara masing-
masing pasangan calon, walaupun diakui ada hubungannya. Berdasarkan
pertimbangan tersebut, Mahkamah tidak menemukan adanya pelanggaran yang
Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4168
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

dilakukan oleh Termohon dan/atau Pihak Terkait yang terstruktur, sistematis, dan
masif yang menguntungkan salah satu pasangan calon sehingga dalil tersebut
tidak beralasan menurut hukum;

Adapun mengenai masalah pengguna hak pilih dalam DPTb/pemilih dari


TPS lain lebih besar dari Data Pemilih Terdaftar dalam Daftar Pemilih Tambahan
(DPTb) dan DPKTb dianggap telah dipertimbangkan oleh Mahkamah pada
paragraf [3.23] oleh karena itu tidak perlu dipertimbangkan lagi;

Mengenai 2.152 TPS, Pemohon memperoleh 0 (nol) suara

[3.25] Menimbang bahwa Pemohon mendalilkan pada pokoknya terdapat 2.152


TPS dengan jumlah DPT keseluruhannya 665.905 (enam ratus enam puluh lima
ribu sembilan ratus lima) suara, yang tersebar di seluruh Indonesia di mana
Pemohon tidak mendapatkan suara sama sekali. Menurut Pemohon hal tersebut
terjadi karena kecurangan oleh pihak tertentu sehingga saksi Pemohon di TPS
tidak berani atau takut untuk memilih Pemohon;

Untuk membuktikan dalilnya Pemohon mengajukan bukti surat/tulisan


yang diberi tanda P5.12.1 sampai dengan Bukti P5.92.63, serta saksi Dadi
Waluyo, Yanuar Arif Wibowo, dan Aminadap Kudiai;

Termohon membantah yang pada pokoknya mengemukakan bahwa dalil


Pemohon tidak berdasar dan tidak disertai oleh fakta sama sekali. Jenis
pelanggaran yang didalilkan merupakan dalil yang tidak jelas atau kabur karena
Pemohon dalam menentukan kriteria pelanggaran tersebut didasarkan pada
kejanggalan-kejanggalan data. Pemohon tidak menguraikan secara konkrit
kesalahan atau pelanggaran yang dilakukan oleh Termohon dan tidak
menguraikan pengaruhnya terhadap perolehan suara Pemohon dan/atau kerugian
Pemohon akibat kesalahan atau pelanggaran tersebut. Selain itu, Pemohon juga
tidak menjelaskan pelanggaran tersebut dilakukan secara terstruktur, sistematis,
dan masif sehingga berpengaruh pada perolehan suara;

Untuk membuktikan dalil bantahannya, Termohon mengajukan alat bukti


surat/tulisan yang diberi tanda T.Jayawijaya.1.1 sampai dengan T.Papua
Kab.Yalimo 5.49, serta saksi bernama Yermias Numberi, Misnah M. Attas, dan
Beatrix Wanane;

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4169
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

Pihak Terkait membantah yang pada pokoknya mengemukakan bahwa


dalil Pemohon adalah dalil yang mengada-ada;

Untuk membuktikan bantahannya, Pihak Terkait mengajukan saksi


bernama Didik Parasetiyono, Yuten Gurik, dan Naftalia Keiya;

Atas permasalahan tersebut, Mahkamah berpendapat sebagai berikut:

Terhadap dalil Pemohon a quo, Mahkamah menilai bahwa pihak tertentu


yang membuat saksi Pemohon takut atau tidak berani, merupakan dalil yang tidak
jelas, karena pihak tertentu dimaksud siapa, melakukan apa, dan dengan cara
bagaimana, sehingga saksi Pemohon tidak berani/takut. Kejelasan mengenai
kedua hal itu penting terkait dengan proses pembuktian, selain harus membuktikan
kecurangan harus pula membuktikan siapa dan bagaimana kecurangan tersebut
terjadi, sehingga dalam pembuktian, harus mencakup kedua hal tersebut.
Pemohon mengajukan saksi Irwansyah mengenai perolehan suara di Kabupaten
Nias Selatan yang walaupun dibantah oleh saksi Termohon yang bernama
Sumangeli Mendrofa memang terbukti bahwa perolehan 100% tersebut adalah
sama dengan jumlah DPT yang menurut saksi Pemohon tidak mungkin karena ada
nama ibunya yang sudah meninggal. Selain itu, perolehan suara yang demikian,
menurut Mahkamah, memang tidak lazim terjadi kecuali di wilayah Provinsi Papua
yang menggunakan sistem noken atau ikat berdasarkan sistem kesepakatan
warga yang secara budaya diterima dan secara hukum diakui. Dalam praktik
pemilihan umum calon anggota lembaga perwakilan maupun pemilihan kepala
daerah, Mahkamah memang pernah menemukan dalil terkait dengan fakta adanya
perolehan 100% (seratus persen) untuk satu peserta pemilihan umum dan
perolehan 0 (nol) suara bagi peserta yang lain di TPS-TPS tertentu, khususnya di
Kabupaten Nias Selatan, Madura, Kalimantan, Bali, Maluku, dan Maluku Utara. Hal
itu pada umumnya terjadi di daerah tertentu yang memiliki ikatan sosial
kemasyarakatan adat yang kuat yang praktik pemilihannya dilakukan secara
kesepakatan, meskipun tidak menggunakan sistem noken atau sistem ikat.
Terhadap hal tersebut, Mahkamah tidak memerintahkan untuk melakukan
pemungutan suara ulang, karena faktanya para saksi peserta pemilihan umum
tidak mengajukan keberatan serta jumlah perolehan suara di TPS-TPS tersebut
tidak signifikan mempengaruhi peringkat perolehan suara seandainya pun
dilakukan pemungutan suara ulang;

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4170
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

Akan halnya terhadap 2.152 TPS yang didalilkan oleh Pemohon, selain
dalilnya tidak lengkap, ternyata tidak terdapat pula bukti mengenai mengapa dan
bagaimana terjadinya perolehan suara Pemohon 0%, sedangkan perolehan Pihak
Terkait 100% (seratus persen). Perolehan suara 0 (nol) ternyata bukan saja
dialami oleh Pemohon tetapi juga dialami oleh Pihak Terkait di 17 TPS di
Kabupaten Sampang, Madura, sebagaimana keterangan saksi Pihak Terkait Ferry
Mursyidan Baldan. Selain itu, tidak ada bukti yang dapat membuktikan bahwa
terjadi kecurangan di TPS-TPS tersebut ataukah kenyataannya memang demikian
adanya. Berdasarkan pertimbangan tersebut, kalau pun ada penyimpangan yang
terjadi dan diperintahkan dilakukan pemungutan suara ulang dipastikan hasilnya
tidak akan mengubah peringkat perolehan suara. Dengan demikian dalil Pemohon
tersebut harus dianggap tidak terbukti menurut hukum;

Rekomendasi Badan Pengawas Pemilu

[3.26] Menimbang bahwa Pemohon mendalilkan pada pokoknya mengenai


tidak dilaksanakannya rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (selanjutnya
disingkat Bawaslu), antara lain, di Provinsi DKI Jakarta dan Kabupaten Nias
Selatan;

Bahwa terkait adanya rekomendasi Bawaslu/Panwaslu, Pemohon


mendalilkan dalam permohonannya dan ditegaskan kembali dalam
kesimpulannya, bahwa Komisi Pemilihan Umum tidak melaksanakan rekomendasi
Badan Pengawas Pemilu/Panitia Pengawas Pemilu atas hal-hal sebagai berikut:
1. Pelaksanaan pengecekan kembali dokumen data pemilih DPKTb yang masih
berada dalam kotak suara di 5.812 TPS di Provinsi DKI Jakarta;
2. Pelaksanaan 27 rekomendasi Panitia Pengawas Pemilu untuk 27 kecamatan
agar diselenggarakan pemungutan suara ulang pada sejumlah TPS di
sejumlah kecamatan dan desa di Kabupaten Nias Selatan Provinsi Sumatera
Utara;
3. Penelitian dan pencermatan status DPKTb di 6 (enam) kabupaten/kota di
Provinsi Jawa Timur.

Terhadap keberatan mengenai pelaksanaan pengecekan kembali


dokumen data pemilih DPKTb yang masih berada dalam kotak suara di 5.812
TPS, Badan Pengawas Pemilu memberikan keterangan sebagai berikut:

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4171
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

a. Terhadap laporan Pemohon yang diterima Bawaslu Provinsi DKI Jakarta,


Bawaslu mengeluarkan rekomendasi bahwa di 5.812 TPS perlu dilakukan
kroscek dokumen data pemilih DPKTb yang datanya tersebut masih berada di
dalam kotak suara.

b. Terhadap rekomendasi Bawaslu Provinsi DKI Jakarta tersebut, KPU Provinsi


DKI Jakarta mengirimkan jawaban yang pada pokoknya telah menindaklanjuti
rekomendasi Bawaslu Provinsi DKI Jakarta terkait dengan pemungutan suara
ulang, pada tanggal 19 Juli 2014 akan dilaksanakan pemungutan suara ulang
di 13 TPS yang dimaksud mulai pukul 07.00 – 13.00 WIB dan penghitungan
suara dilakukan pukul 13.00 WIB sampai dengan selesai.

c. Menindaklanjuti surat KPU Provinsi DKI Jakarta tersebut selanjutnya Panwaslu


kabupaten/kota mengirim surat kepada KPU kabupaten/kota wilayah masing-
masing untuk melaksanakan rekomendasi pengecekan data pemilih DPKTb
sebagai berikut:

1. Panwaslu Jakarta Pusat berkirim surat kepada KPU Jakarta Pusat


sebagaimana surat Nomor 67/Panwaslu-JP/VII/2014, tanggal 18 Juli 2014,
Perihal: Rekomendasi Kroscek pada kotak suara di TPS yang terdapat
pemilih BerKTP daerah. KPU Jakarta Pusat tidak merespons rekomendasi
terkait kroscek terhadap dokumen pemilih DPKTb. (vide Keterangan
Tertulis Badan Pengawas Pemilihan Umum, Buku II, hlm. 159 poin 9.a);

2. Panwaslu Jakarta Utara berkirim surat kepada KPU Jakarta Pusat


sebagaimana surat No.1898/Panwaslu-JU/VII/2014, tanggal 18 Juli 2014,
Perihal: Rekomendasi Kroscek pada kotak suara di TPS yang terdapat
pemilih berKTP daerah. Terhadap surat tersebut hingga saat ini KPU
Jakarta Utara belum memberikan jawaban dan pelaksanaan kroscek data
belum dilaksanakan. Terhadap surat tersebut KPU Jakarta Utara menjawab
dengan surat Nomor 45/KPUJU/010.328877/VII/2014, tanggal 19 Juli 2014,
yang pada pokoknya terhadap pelaksanaan kroscek data pemilih yang
berada dalam kotak suara, akan berkonsultasi dan berkoordinasi dengan
KPU melalui KPU Provinsi DKI Jakarta. (vide Keterangan Tertulis Badan
Pengawas Pemilihan Umum, Buku II, hlm. 159 poin 9.b);

3. Panwaslu Jakarta Timur telah berkirim surat kepada KPU Jakarta Timur
dengan surat Nomor 280/Panwaslu-JT/VII/2014, tanggal 18 Juli 2014, Hal:
Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4172
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

Permohonan Kroscek Dokumen DPKTb, yang pada pokoknya meminta


kroscek data DPKTb tersebut. Terhadap surat tersebut KPU Kota Jakarta
Timur menjawab dengan surat Nomor 67/KPU-Kota-010.328846/VII/2014,
tanggal 19 Juli 2014, yang pada pokoknya menyatakan KPU Kota Jakarta
Timur masih akan berkonsultasi dengan KPU melalui KPU Provinsi DKI
Jakarta. (vide Keterangan Tertulis Badan Pengawas Pemilihan Umum,
Buku II, hlm. 159 poin 9.c);

4. Panwaslu Jakarta Barat dan KPU Jakarta Barat sejak tanggal 18 Juli 2014
berkoordinasi dan melaksanakan rekomendasi Bawaslu Provinsi DKI
Jakarta, dengan melakukan pengecekan data pemilih DPKTb dengan
membuka kotak suara yang dilaksanakan di 3 (tiga) kecamatan yaitu:
Kecamatan Grogol Petamburan, Kecamatan Cengkareng, dan Kecamatan
Palmerah, terdapat sekitar 400 TPS yang telah dilakukan kroscek data
pemilih DPKTb dan membuka kotak suara. (vide Keterangan Tertulis
Badan Pengawas Pemilihan Umum, Buku II, hlm. 160 poin 9.d);

5. Panwaslu Jakarta Selatan melakukan koordinasi dengan KPU Jakarta


Selatan terkait dengan tindak lanjut penanganan pelanggaran dengan
melakukan klarifikasi terhadap beberapa TPS, namun ada beberapa data
yang tidak disampaikan oleh KPPS terkait data pemilih DPKTb. Kemudian
Panwaslu Jakarta Selatan pada tanggal 20 Juli 2014 berkirim surat kepada
KPU Jakarta Selatan dengan Nomor 166/Panwaslu-JS/VII/2014, Perihal:
Pengecekan dokumen pemilih yang terdaftar dalam DPKTB menggunakan
KTP tidak sesuai domisili, yang pada pokoknya meminta kesediaan KPU
Kota Jakarta Selatan dan jajarannya untuk memberikan fasilitas akses
dalam pelaksanaan pengecekan dokumen pada 1.820 TPS yang diduga
ada pelanggaran Pemilu. Dalam hal ini KPU Jakarta Selatan melakukan
rekomendasi tersebut dengan memberikan akses kepada Panwaslu
Jakarta Selatan untuk membuka beberapa kotak suara untuk melakukan
kroscek dokumen DPKTb. (vide Keterangan Tertulis Badan Pengawas
Pemilihan Umum, Buku II, hlm. 160 poin 9.e);

6. Dalam laporan Panwaslu Kabupaten Kepulauan Seribu, tidak ada


pelanggaran yang dilaporkan oleh tim kampanye Nomor Urut 1 di

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4173
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

wilayahnya. (vide Keterangan Tertulis Badan Pengawas Pemilihan Umum,


Buku II, hlm. 160 poin 9.d).

d. Bahwa pelaksanaan rekomendasi Bawaslu Provinsi DKI Jakarta terkait


pengecekan data pemilih DPKTb baru ditindaklanjuti oleh 4 (empat) KPU
kabupaten/kota setelah Penetapan/Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil
Penghitungan Perolehan Suara di Tingkat Provinsi DKI Jakarta Pemilu
Presiden dan Wakil Presiden 2014 sebagai berikut:

1. KPU Jakarta Utara mengirimkan surat tembusan Nomor 47/KPU-JU-


010.328877/VII/2014 tanggal 20 Juli 2014, Perihal: Tindak lanjut surat
rekomendasi Panwaslu Jakarta Utara, yang pada pokoknya menyampaikan
instruksi kepada PPK dan PPS untuk berkoordinasi dan kooperatif kepada
Panwascam dan PPL untuk melaksanakan pembukaan kotak suara. Surat
tembusan tersebut diterima Panwaslu Kota Jakarta Utara tanggal 23 Juli
2014. Dan surat Nomor 248/KPU-JU-010.328877/VII/2014, tanggal 23 Juli
2014, Perihal: Tindak lanjut surat rekomendasi Panwaslu Jakarta Utara,
yang pada pokoknya menyampaikan bahwa KPU Jakarta Utara
memerintahkan kepada PPK dan PPS untuk melaksanakan pembukaan
kotak suara yang dilaksanakan tanggal 23 Juli 2014, jam 20.00 WIB. (Vide
Keterangan Tertulis Badan Pengawas Pemilihan Umum, Buku II, hlm. 161
poin 13.a).

2. KPU Jakarta Pusat mengirim surat Nomor 550/KPU-Kota-


010.328852/VII/2014 tertanggal 21 Juli 2014, yang diterima Panwaslu Kota
Jakarta Pusat pada tanggal 23 Juli 2014 jam 13.55 WIB jawaban via fax
yang pada pokoknya KPU Jakarta Pusat memfasilitasi kroscek dokumen
pemilih DPKTb dengan membuka kotak suara, namun pelaksanaan
kroscek data pemilih DPKTb dengan membuka kotak suara yang
dilaksanakan pada tanggal 23 Juli 2014 tersebut hanya pada 3 (tiga)
kecamatan yaitu Kecamatan Menteng, Kecamatan Gambir dan Kecamatan
Cempaka Putih. (Vide Keterangan Tertulis Badan Pengawas Pemilihan
Umum, Buku II, hlm. 161-162 poin 13.b).

3. Terhadap surat tersebut KPU Jakarta Selatan berkirim surat Nomor


461/KPU-JS/VII/2014, tanggal 21 Juli 2014, kepada Panwaslu Kota Jakarta
Selatan yang pada pokoknya bahwa KPU Jakarta Selatan memberikan
Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4174
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

akses kroscek dokumen pemilih DPKTb yang masih tersimpan dalam kotak
suara. (Vide Keterangan Tertulis Badan Pengawas Pemilihan Umum, Buku
II, hlm. 162 poin 13.c).

4. KPU Jakarta Timur mengirimkan surat Nomor 69/KPU-Kota-


10.328846/VII/2014, tanggal 23 Juli 2014, Perihal: Permohonan informasi
kroscek dokumen, yang pada pokoknya bahwa KPU Jakarta Timur telah
menginstruksikan kepada PPK dan PPS untuk bersifat kooperatif,
berkoordinasi dan memberikan akses kepada pengawas untuk melakukan
pengecekan data pemilih DPKTb yang berada dalam kotak suara, sampai
dengan tanggal 25 Juli 2014 tidak ada pelaksanaan pengecekan data
pemilih DPKTb serta pembukaan kotak suara. (Vide Keterangan Tertulis
Badan Pengawas Pemilihan Umum, Buku II, hlm. 162 poin 13.c).

e. Bahwa kemudian pada tanggal 25 Juli 2014 KPU Provinsi DKI Jakarta
mengirim surat Nomor 450/KPU-Prov-010/VII/2014 perihal Penghentian
Pengecekan Dokumen DPKTb yang pada pokoknya agar kegiatan pembukaan
kotak dihentikan sementara sambil menunggu petunjuk lebih lanjut serta tidak
melakukan pembukaan kotak suara dengan alasan apa pun sampai ada tindak
lanjut dengan masalah PHPU di MK. (Vide Keterangan Tertulis Badan
Pengawas Pemilu, Buku II, hlm. 162).

Adapun terkait rekomendasi Panwaslu di Kabupaten Nias Selatan, Provinsi


Sumatera Utara, Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Nias Selatan menyatakan
bahwa dalam pelaksanaan pemungutan dan penghitungan, rekapitulasi hasil,
Pengawas Pemilu telah mengeluarkan berbagai rekomendasi dan tidak
dilaksanakan oleh KPU Kabupaten Nias Selatan. Dalam keterangan tertulisnya
Bawaslu mencantumkan 27 rekomendasi Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten
Nias Selatan yang tidak dilaksanakan oleh KPU Kabupaten Nias Selatan. (Vide
Keterangan Tertulis Badan Pengawas Pemilu, Buku II, hlm. 23-29).

[3.26.1] Menimbang bahwa terhadap keberatan mengenai penelitian dan


pencermatan status DPKTb di 6 (enam) Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur,
Badan Pengawas Pemilu dalam keterangan tertulisnya menyatakan bahwa terkait
dengan rekomendasi Bawaslu Provinsi Jawa Timur agar KPU Provinsi Jawa Timur
melakukan penelitian dan pencermatan status DPKTb di 6 (enam) Kabupaten/Kota
hasilnya sampai saat ini belum disampaikan kepada Bawaslu Provinsi Jawa Timur
Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4175
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

dan hasil laporan 6 (enam) Panwaslu kabupaten/kota belum semuanya


ditindaklanjuti oleh 6 (enam) KPU kabupaten/kota dimaksud.

Terhadap dalil sebagaimana tersebut di atas, Termohon memberikan


jawaban sebagai berikut:

a. Rekomendasi Bawaslu dalam tahapan pemungutan dan penghitungan suara


baik di tingkat provinsi dan kabupaten/kota telah dilaksanakan termasuk
beberapa rekomendasi yang mengemuka dalam rekapitualsi tingkat nasional
yaitu rekomendasi Pengawas Pemilu Kabupaten Nias Selatan, Bawaslu
Provinsi DKI Jakarta, Bawaslu Provinsi Jawa Timur dan Panwaslu Kabupaten
Dogiyai. Beberapa kendala dialami oleh KPU provinsi dan kabupaten/kota
dalam melaksanakan rekomendasi Pengawas Pemilu sebagaimana terungkap
dalam persidangan dan bisa dipahami oleh pihak Bawaslu/Panwaslu.

b. Bawaslu Provinsi DKI Jakarta menerbitkan rekomendasi pada tanggal 16 Juli


2014 dan kemudian dikoreksi melalui rekomendasi tanggal 17 Juli 2014, yang
substansinya sangat berbeda sementara Termohon diperhadapkan dengan
batas waktu pelaksanaan tahapan rekapitulasi penghitungan suara tingkat
provinsi untuk melaksanakan rekomendasi tersebut. Sebagai tindak lanjut atas
rekomendasi Bawaslu, Termohon memberikan pedoman pelaksanaan
rekomendasi Bawaslu Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan pencermatan
pemilih kategori DPKTb dengan melakukan klarifikasi kepada PPK, PPS dan
KPPS untuk memastikan apakah terdapat keberatan saksi dalam tahapan
penghitungan atau rekapitulasi dan apakah terdapat pemilih yang
menggunakan hak pilih lebih dari satu kali. Termohon menyatakan bahwa
langkah ini dilakukan juga dengan memperhatikan kajian Bawaslu Provinsi DKI
Jakarta yang menyatakan belum tuntas melakukan klarifikasi terhadap saksi-
saksi dan bukti-bukti.

c. bahwa kondisi yang sama dialami oleh KPU Provinsi Jawa Timur dan KPU
Kabupaten Nias Selatan. Bawaslu Provinsi Jawa Timur menerbitkan
rekomendasi menjelang berakhirnya pelaksanaan rekapitulasi penghitungan
suara tingkat provinsi. Sementara itu, kendala KPU Kabupaten Nias Selatan
dalam melakukan rekomendasi Panwaslu Kabupaten Nias Selatan berkaitan
dengan minimnya dokumen Panwaslu Kabupaten Nias Selatan yang hanya
menerbitkan selembar surat tanpa hasil kajian.

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4176
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

d. Bahwa berdasarkan fakta tersebut di atas, pelaksanaan rekomendasi


Bawaslu/Panwaslu ditentukan juga oleh keakuratan data dan informasi
rekomendasi serta waktu yang secara patut memungkinkan KPU Provinsi dan
KPU Kabupaten/Kota menindaklanjuti sehingga rekomendasi
Bawaslu/Panwaslu dapat memberikan kemanfaatan bagi terwujudnya
penegakan hukum administrasi Pemilu.

Terkait keberatan Pemohon tersebut di atas, Pihak Terkait memberikan


keterangan sebagai berikut:

a. Terkait dalil Pemohon mengenai TPS bermasalah di Provinsi DKI Jakarta,


pada faktanya Pemohon hanya melaporkan 18 TPS dan Bawaslu Provinsi DKI
Jakarta telah merekomendasikan dilakukannya pemungutan suara ulang di
hanya 13 TPS. Rekomendasi tersebut telah dilaksanakan oleh Termohon;

b. Termohon telah melakukan rekomendasi Panwaslu Kabupaten Nias Selatan


untuk pelaksanaan pemungutan suara ulang di sejumlah TPS dengan
menyurati Panwaslu Kabupaten Nias Selatan agar memberikan kajian/data-
data konkret dan lengkap sehingga dapat dijadikan data pembanding bagi
Termohon dalam menindaklanjuti rekomendasi tersebut;

c. Bahwa DPKTb tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan


dan pemilih yang ada dalam DPKTb tidak dapat dibuktikan menguntungkan
salah satu pasangan calon tertentu.

[3.26.2] Menimbang bahwa sebelum mencermati secara saksama dalil dimaksud,


Mahkamah terlebih dahulu menguraikan struktur kelembagaan, tugas, wewenang
dan kewajiban Bawaslu;

Struktur kelembagaan Bawaslu terdiri atas: Bawaslu Republik Indonesia,


Bawaslu Provinsi, Panwaslu Kabupaten/Kota, Panwaslu Kecamatan dan
Pengawas Lapangan, serta Pengawas Pemilu Luar Negeri;

Tugas Bawaslu diatur dalam Pasal 73 Undang-Undang Nomor 15 Tahun


2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum (UU 15/2011). Pasal 73 ayat (2)
UU 15/2011 menyatakan bahwa Bawaslu bertugas mengawasi penyelenggaraan
Pemilu dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran untuk terwujudnya
Pemilu yang demokratis. Berdasarkan ketentuan Pasal 73 ayat (4) UU 15/2011,
Bawaslu memiliki wewenang antara lain menerima laporan adanya dugaan

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4177
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

pelanggaran administrasi Pemilu dan mengkaji laporan dan temuan, serta


merekomendasikannya kepada yang berwenang. Berdasarkan ketentuan Pasal 74
UU 15/2011 Bawaslu memiliki kewajiban antara lain menerima dan
menindaklanjuti laporan yang berkaitan dengan dugaan adanya pelanggaran
terhadap pelaksanaan peraturan perundang-undangan mengenai Pemilu;

Bahwa berdasarkan ketentuan peraturan-perundang-undangan, Komisi


Pemilihan Umum secara berjenjang memiliki tugas dan wewenang yang salah
satunya adalah menindaklanjuti dengan segera rekomendasi Bawaslu/Panwaslu
atas temuan dan laporan adanya dugaan pelanggaran Pemilu;

Terhadap permasalahan rekomendasi Bawaslu tersebut, Mahkamah


mempertimbangkan sebagai berikut:

1. Mengenai Provinsi DKI Jakarta;

[3.26.3] Menimbang, berdasarkan uraian di atas dan fakta persidangan, menurut


Mahkamah memang ditemukan ketidakjelasan rekomendasi Bawaslu tentang
kroscek dimaksud yang menimbulkan pemahaman dan penafsiran yang berbeda,
sehingga dalam pelaksanaannya menjadi beragam sebagaimana diuraikan di atas.
Demikian juga mengenai cakupan rekomendasi kroscek terhadap 5.812 TPS di
Provinsi DKI Jakarta yang ternyata dalam pelaksanaannya hanya melakukan
kroscek terhadap 854 TPS dan kemudian melakukan pemungutan suara ulang di
13 TPS yang semula direkomendasikan di 18 TPS. Seharusnya menurut Pasal
154 ayat (3) UU 42/2008, Termohon berkewajiban seketika dan serta merta
melaksanakan rekomendasi Bawaslu namun dalam kenyataannya, ketika
pelaksanaan rekomendasi tersebut belum selesai seluruhnya, Termohon
mengeluarkan perintah penghentian (moratorium) pembukaan kotak. Terhadap
penghentian pembukaan kotak tersebut, Bawaslu tidak juga mempersoalkan
ataupun meminta kembali agar kroscek dilanjutkan;

Berdasarkan hal tersebut, Mahkamah berpendapat bahwa Termohon


memang tidak secara keseluruhan melaksanakan rekomendasi Bawaslu dan
Bawaslu tidak cermat dalam memberikan rekomendasi dan tidak sungguh-
sungguh dalam mengawasi pelaksanaannya, sehingga oleh karena Bawaslu tidak
mempersoalkan pelaksanaan rekomendasinya secara keseluruhan oleh
Termohon, menurut Mahkamah, Bawaslu harus dianggap telah menerima
pelaksanaan rekomendasi oleh Termohon. Demikian pula halnya mengenai
Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4178
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

rekomendasi untuk pemungutan suara ulang yang hanya dilaksanakan di 13 TPS


padahal yang direkomendasikan adalah 18 TPS. Sehubungan dengan substansi
perintah kroscek sebagaimana dimaksud dalam rekomendasi Bawaslu tersebut di
atas, karena berkaitan dengan DPKTb, hal itu telah dipertimbangkan oleh
Mahkamah pada paragraf [3.23];

2. Mengenai Kabupaten Nias Selatan;

[3.26.4] Menimbang terhadap rekomendasi Panwaslu Kabupaten Nias Selatan


tersebut sesuai dengan fakta yang terungkap dalam persidangan, memang benar,
Termohon dalam hal ini KPU Kabupaten Nias Selatan tidak serta merta
melaksanakan rekomendasi tersebut sehingga waktunya menjadi terdesak karena
sudah masuk dalam rekapitulasi tingkat provinsi. Atas masalah tersebut, rapat
rekapitulasi di tingkat provinsi disepakati untuk diselesaikan di tingkat rekapitulasi
nasional. Pada rekapitulasi di tingkat nasional, masalah tersebut disepakati oleh
Termohon dan Bawaslu untuk dicermati oleh KPU Provinsi Sumatera Utara
bersama KPU Kabupaten Nias Selatan dan hasilnya telah dilaporkan dalam rapat
rekapitulasi tingkat nasional dan dapat diterima oleh Bawaslu. Berdasarkan fakta
tersebut, menurut Mahkamah, seandainya rekomendasi pun dilaksanakan yaitu
dengan melakukan penghitungan suara ulang sesuai dengan rekomendasi
Panwaslu Kabupaten Nias Selatan, bahkan pemungutan suara ulang sekalipun,
tidak akan lagi berpengaruh terhadap peringkat perolehan suara masing-masing
pasangan calon. Adapun masalah pelanggaran dan kesalahan prosedur yang
dilakukan oleh para pihak bukan menjadi ranah kewenangan Mahkamah untuk
menjatuhkan sanksi;

3. Mengenai Provinsi Jawa Timur;

[3.26.5] Menimbang bahwa terhadap masalah rekomendasi Bawaslu di Provinsi


Jawa Timur mengenai pengecekan status pemilih DPKTb di enam kabupaten/kota
tersebut terkait dengan masalah DPKTb, menurut Mahkamah, pelaksanaan
rekomendasi tersebut telah dilakukan oleh Termohon dengan meminta klarifikasi
kepada jajaran di bawahnya. Oleh karena rekomendasi tersebut terkait dengan
masalah DPKTb yang telah dipertimbangkan dengan utuh dalam paragraf [3.23],
sehingga pertimbangan tersebut mutatis mutandis berlaku pula terhadap dalil
a quo, dan tidak perlu dipertimbangkan lagi dalam paragraf ini;

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4179
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

[3.27] Menimbang bahwa terhadap permasalahan yang terjadi di Provinsi


Papua, Provinsi Papua Barat, Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Jawa Timur, dan
Provinsi DKI Jakarta sebagaimana yang terungkap di persidangan, Mahkamah
memberi pertimbangan sebagai berikut:

1. Provinsi Papua, Provinsi Papua Barat, dan Kabupaten Nias Selatan

[3.27.1] Menimbang bahwa Pemohon mendalilkan tidak ada pelaksanaan


Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 di 14 (empat belas)
kabupaten di pegunungan, baik pemilihan secara langsung maupun pemilihan
secara adat (noken). Adapun 14 kabupaten tersebut tersebut adalah:
1) Kabupaten Jayawijaya,
2) Kabupaten Nduga,
3) Kabupaten Yahukimo,
4) Kabupaten Puncak,
5) Kabupaten Puncak Jaya,
6) Kabupaten Tolikara,
7) Kabupaten Yalimo,
8) Kabupaten Pegunungan Bintang,
9) Kabupaten Paniai,
10) Kabupaten Intan Jaya,
11) Kabupaten Dogiyai,
12) Kabupaten Deyai,
13) Kabupaten Lani Jaya, dan
14) Kabupaten Mamberamo Tengah.

Menurut Pemohon, lazimnya Pemilu di 14 kabupaten di wilayah pegunungan


tersebut menggunakan sistem noken yang pelaksanaannya pada hari pemilihan
warga berkumpul dan membicarakan secara musyawarah pemilihan tersebut yang
dimulai dari tingkat kampung, distrik, kabupaten, dan provinsi. Akan tetapi, pada
Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 tidak pernah dilakukan musyawarah di
tingkat kampung dan distrik, namun Termohon sebagai penyelenggara Pemilu
langsung memberikan suara kepada Calon Presiden Nomor Urut 2 dan tidak
bersikap sebagai lembaga negara yang nasional, tetap dan mandiri;

Menurut Pemohon tidak dilaksanakannya Pemilihan Umum di 14


kabupaten tersebut disebabkan adanya intervensi dari penyelenggara Pemilu dan

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4180
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

intervensi dari pihak kepolisian mulai dari tingkat kampung sampai dengan tingkat
Kabupaten yang dilakukan dengan cara menyebar isu hak asasi manusia (HAM),
menahan atau tidak memberikan/menyerahkan logistik kertas suara kepada KPU,
memberikan ancaman kepada masyarakat, Tim Sukses, dan Termohon sendiri
sebagai Penyelenggara Pemilu, mengusir, mengancam, dan melarang Tim Sukses
Pemohon untuk mengajukan keberatan;

Untuk membuktikan dalilnya Pemohon mengajukan bukti surat/tulisan


yang diberi tanda bukti P-1.91.85, bukti P-1.91.109, bukti P-2.91.118, bukti P-
1.91.122, bukti P-2.92.90, bukti P-2.91.99, bukti P-2.91.95, bukti P-2.91.99, bukti
P-92.91.107, bukti P-2.91.109, bukti P-2.91.114, bukti P-2.91.120, bukti P-
2.91.9423, bukti P-3.91.6, bukti P-3.91.7, bukti P-3.91.11, dan bukti P-4.915, bukti
P-32.1 sampai dengan bukti P-32.17, bukti P-32.19 sampai dengan bukti P-32.43,
serta saksi bernama Dadi Waloyo, S.Pd, L. Vinsen Dogomo, Novela Nawipa,
Aminadap Kudiai, Ilan Pinggu, Martinus Adii, dan Budi Dayani, yang didengar
keterangannya di bawah sumpah dalam persidangan tanggal 12 Agustus 2014 dan
tanggal 14 Agustus 2014, yang keterangan selengkapnya telah diuraikan pada
bagian Duduk Perkara;

Termohon membantah dalil Pemohon yang pada pokoknya menerangkan


Termohon menyelenggarakan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 di 12
(dua belas) kabupaten di pegunungan seperti kebiasaan proses Pemilu Presiden
dan Wakil Presiden pada umumnya yaitu pemilihan dengan menggunakan sistem
noken atau sistem ikat. Hal itu terbukti Termohon telah melakukan proses
pendistribusian logistik, pemungutan suara sampai dengan rekapitulasi hasil
penghitungan suara di tingkat TPS, desa/kelurahan, distrik, kabupaten, dan
provinsi. Adapun kronologis proses pendistribusian logistik mulai sampai dengan
rekapitulasi hasil penghitungan suara di tingkat provinsi tersebut dapat dibaca
dalam jawaban Termohon sebagaimana telah diuraikan pada bagian Duduk
Perkara;

Untuk membuktikan bantahannya, Termohon mengajukan bukti


surat/tulisan yang diberi tanda bukti T.Papua Kab.Intan Jaya.1 sampai dengan
bukti T.Papua Kab.Intan Jaya.6.13, bukti T.Papua-Kab.Pegunungan Bintang.1
sampai dengan bukti T.Papua-Kab.Pegunungan Bintang.34.10, dan bukti T.Papua-
Kab.Pegunungan Bintang.35, bukti T.Papua-Kab.Deiyai.1 sampai dengan bukti
T.Papua-Kab.Deiyai.5.6, bukti T.Papua-Kab.Puncak.1 sampai dengan bukti
Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4181
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

T.Papua-Kab.Puncak.8.46, bukti T.Papua-Kab.Tolikara.1 sampai dengan bukti


T.Papua-Kab.Tolikara.48, bukti T.Papua-Kab.Paniai.1 sampai dengan bukti
T.Papua-Kab.Paniai.11, bukti T.Papua-Kab.Yahukimo.1 sampai dengan bukti
T.Papua-Kab.Yahukimo.51, bukti T.Papua-Kab.Puncak Jaya.1 sampai dengan
bukti T.Papua-Kab. Puncak Jaya.8.26, bukti T.Papua-Kab.Jayawijaya.1 sampai
dengan bukti T.Papua-Kab.Jayawijaya.40.11, bukti T.Papua-Kab.Nduga.1 sampai
dengan bukti T.Papua-Kab.Nduga.33, bukti T.Papua-Kab.Yalimo.1 sampai dengan
bukti T.Papua-Kab.Yalimo.6, bukti T.Papua-Kab.Dogiyai.1 Sampai dengan bukti
T.Papua-Kab.Dogiyai.2.78), serta saksi bernama Beatrix Wanane, Didimus
Dogomo, Iman H. Keliwar, Yermias Numberi, Immawan Margono, Ham Nawipa,
Yanes Alitnoe, Adam Arisoy, Martinus Adii, Budi Dayani, dan 1 (satu) orang ahli
bernama Drs. S.A. Hasjim Sangadji, yang didengar keterangannya di bawah
sumpah dalam persidangan tanggal 13 Agustus 2014 dan tanggal 14 Agustus
2014, yang keterangan selengkapnya telah diuraikan pada bagian duduk perkara;

Pihak Terkait membantah dalil Pemohon yang pada pokoknya menyatakan


pelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden di Provinsi Papua menggunakan
sistem noken dan sistem ikat secara efektif dan efisien berdasarkan asas
langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil sesuai dengan Pasal 1 angka 1,
Pasal 2, dan Pasal 4 UU 42/2008. Pada umumnya masyarakat Papua yang tinggal
di wilayah pegunungan dalam Pemilukada, Pemilu lembaga perwakilan, serta
Pemilu Presiden dan Wakil Presiden menggunakan sistem ikat dan sistem noken.
Sistem ikat dan sistem noken yang lazimnya berlaku pada satu wilayah hukum
adat tertentu tanpa dibatasi oleh wilayah pemerintahan kampung (desa), distrik
(kecamatan) atau kabupaten. Dalam hal ini suatu wilayah hukum adat dapat
meliputi satu kampung (desa) atau lebih, atau meliputi satu distrik (kecamatan)
atau lebih bahkan satu kabupaten, tergantung besar kecilnya wilayah adat yang
bersangkutan. Pelaksanaan Pemilihan Umum menggunakan sistem noken
memiliki landasan yuridis yaitu Putusan Mahkamah Nomor 3/PHPU.D-X/2012,
tanggal 17 Februari 2012, yang pada pokoknya menyatakan pemungutan suara
yang dilakukan dengan mekanisme dan tata cara hukum adat adalah sah.
Penyelenggaraan Pemilu tidak boleh melanggar pengakuan dan perlindungan
kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya yang dijamin
dalam Pasal 18B ayat (2) UUD 1945. Berdasarkan uraian tersebut, menurut Pihak
Terkait permohonan Pemohon untuk melakukan Pemungutan Suara Ulang di
Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4182
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

Provinsi Papua yaitu di Kabupaten: Jayawijaya, Nduga, Yahukimo, Puncak,


Puncak Jaya, Tolikara, Yalimo, Pegunungan Bintang, Paniai, Intan Jaya, Dogiyai,
Deyai, Lanny Jaya, dan Mamberamo Tengah, tidak beralasan hukum karena
Pelaksanaan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden di Provinsi Papua
telah berjalan dengan aman dan lancar dengan menggunakan sistem noken atau
ikat sebagai hukum adat yang berlaku di Provinsi Papua dan saksi Pemohon baik
di tingkat TPS, PPS, PPK/PPD dan KPU Kabupaten/Kota tidak menyatakan
keberatan serta menandatangani Berita Acara Rekapitulasi Penghitungan Suara;

Untuk membuktikan bantahannya, Pihak Terkait mengajukan bukti


surat/tulisan yang diberi tanda bukti PT-3.28, serta saksi bernama Yuten Gurik,
Herman Yogobi, Yunawas Salawala, Naftalia Keiya, Merselino Tekege, Gabrial
Takimai, dan Baharudin Faromawan, yang didengar keterangannya di bawah
sumpah dalam persidangan tanggal 14 Agustus 2014 yang keterangan
selengkapnya telah diuraikan pada Bagian Duduk Perkara;

Bawaslu dalam keterangan lisan dan keterangan tertulisnya juga telah


membantah dalil Pemohon yang pada pokoknya sama dengan jawaban Termohon
yang menyatakan Termohon telah melaksanakan Pemilu Presiden dan Wakil
Presiden Tahun 2014 di 12 kabupaten;

[3.27.2] Menimbang bahwa sebelum mempertimbangkan dalil Pemohon a quo,


Mahkamah terlebih dahulu akan menilai apakah pemungutan suara dengan sistem
noken atau sistem ikat sah menurut hukum. Mahkamah dalam beberapa
putusannya telah berpendirian bahwa pemungutan suara dengan sistem noken
atau sistem ikat, yaitu antara lain, Putusan Nomor 47-81/PHPU.A-VII/2009, tanggal
9 Juni 2009 mengenai Perselisihan Hasil Pemilihan Calon Anggota Dewan
Perwakilan Daerah Provinsi Papua Tahun 2009, Putusan Nomor 19/PHPU.D-
IX/2011, tanggal 3 Maret 2011 mengenai Perselisihan Hasil Pemilihan Umum
Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Yahukimo Tahun 2011,
Putusan Nomor 3/PHPU.D-X/2012, tanggal 17 Februari 2012 mengenai
Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
Kabupaten Dogiyai Tahun 2012, Putusan Nomor 14/PHPU.D-XI/2013, tanggal 11
Maret 2013 mengenai Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah dan
Wakil Kepala Daerah Provinsi Papua Tahun 2013, dan Putusan Nomor 06-
32/PHPU-DPD/XII/2014 (Provinsi Papua), tanggal 25 Juni 2014 mengenai

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4183
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan


Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tahun 2014. Adapun
pertimbangan Mahkamah dalam putusan-putusan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Putusan Nomor 47-81/PHPU.A-VII/2009, tanggal 9 Juni 2009


[3.23] Menimbang bahwa Mahkamah berpandangan, pemilihan umum di
Kabupaten Yahukimo tidak diselenggarakan berdasarkan peraturan
perundang-undangan yang berlaku (UU 10/2008 yang telah diubah terakhir
dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun
2009 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang
Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan
Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) karena tidak dengan cara
pencontrengan surat suara, melainkan dengan “kesepakatan warga” atau
“aklamasi” dan hasilnya tetap dimasukkan ke dalam rekapitulasi hasil
penghitungan suara yang dilaksanakan pada tanggal 6 Mei 2009 di KPU
Provinsi Papua;
[3.24] Menimbang bahwa Mahkamah dapat memahami dan menghargai nilai
budaya yang hidup di kalangan masyarakat Papua yang khas dalam
menyelenggarakan pemilihan umum dengan cara atau sistem “kesepakatan
warga” atau “aklamasi”. Mahkamah menerima cara pemilihan kolektif
(“kesepakatan warga” atau “aklamasi”) yang telah diterima masyarakat
Kabupaten Yahukimo tersebut, karena jika dipaksakan pemilihan umum sesuai
dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dikhawatirkan akan
timbul konflik di antara kelompok-kelompok masyarakat setempat. Mahkamah
berpendapat, agar sebaiknya mereka tidak dilibatkan/dibawa ke sistem
persaingan/perpecahan di dalam dan antarkelompok yang dapat mengganggu
harmoni yang telah mereka hayati. Penerimaan atas cara yang realistis ini
tentunya harus dilaksanakan dengan baik oleh penyelenggara atau panitia
pemilihan umum, dalam hal ini KPU kabupaten, tetapi dalam kasus a quo
tenyata KPU Kabupaten Yahukimo telah melakukan pelanggaran hukum
secara terstruktur dan masif. Oleh sebab itu, meskipun menerima caranya
yang khas, tetapi karena untuk distrik-distrik tertentu, penyelenggaranya telah
melakukan pelanggaran secara terstruktur dan masif, maka demi keadilan
Mahkamah menafikan hasil rekapitulasi tersebut agar KPU Kabupaten tetap
melaksanakan kewajiban hukumnya;

2. Putusan Nomor 19/PHPU.D-IX/2011, tanggal 3 Maret 2011


[3.26] ... Dengan demikian, pertimbangan hukum Putusan Nomor 47-
81/PHPU.A-VII/2009, tanggal 9 Juni 2009 mutatis mutandis berlaku juga bagi
permohonan para Pemohon a quo, sehingga sepanjang dalil para Pemohon
tentang ketidaksetujuan mengenai pemilihan secara aklamasi harus
dikesampingkan;

3. Putusan Nomor 3/PHPU.D-X/2012, tanggal 17 Februari 2012


Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4184
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

[3.26] Menimbang bahwa menurut Mahkamah, Termohon tidak dapat


mempertentangkan antara pemungutan suara berdasarkan hukum adat
(kesepakatan masyarakat) dan pemungutan suara berdasarkan hukum formal
(pencoblosan/pencontrengan) karena mekanisme pemungutan suara
berdasarkan kesepakatan masyarakat tersebut didasarkan pada hukum adat
yang berlaku di daerah setempat dan tidak diatur dalam Undang-Undang in
casu Undang-Undang Pemilu dan Undang-Undang Pemerintahan Daerah.
Sekalipun mekanisme pemungutan suara dengan cara kesepakatan
masyarakat tersebut tidak diatur secara ekplisit dalam Undang-Undang Pemilu
dan Undang-Undang Pemerintahan Daerah, namun konstitusi memberikan
pengakuan dan perlindungan terhadap masyarakat hukum adat dan hak-hak
tradisionalnya. Pengakuan dan perlindungan masyarakat adat dan hak-hak
tradisionalnya diatur dalam Pasal 18B ayat (2) UUD 1945 yang menyatakan,
“Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan hukum masyarakat
hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai
dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik
Indonesia, yang diatur dalam undang-undang”. Perlindungan hak-hak
masyarakat hukum adat tersebut juga diatur dalam Pasal 51 ayat (1) huruf b
UU MK yang pada pokoknya menyatakan, kesatuan masyarakat hukum adat
sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan
prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diatur dalam undang-
undang;

4. Putusan Nomor 14/PHPU.D-XI/2013, tanggal 11 Maret 2013


[3.24.4.3] Bahwa terkait dalil a quo, Majelis Rakyat Papua dalam
keterangannya yang disampaikan dalam persidangan pada tanggal 5 Maret
2013, pada pokoknya mengemukakan sebagai berikut:
 Bahwa sesuai dengan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 47-
81/PHPU.AVII/2009 maka dalam rangka Pemilihan Umum Gubernur dan
Wakil Gubernur Provinsi Papua Masa Jabatan Tahun 2013-2018,
Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua
dimungkinkan untuk dilaksanakan dengan sistem noken. Oleh karena itu,
KPU Provinsi Papua sebagai lembaga yang berwenang melaksanakan
Pemilihan Umum telah memberikan petunjuk pelaksanaan tentang sistem
Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua dengan
pemilihan sistem noken berdasarkan Keputusan KPU Provinsi Papua
Nomor 01/Kpts/KPU Prov.030/2013;
 Bahwa dalam kebudayaan masyarakat asli Papua, noken yang merupakan
tas atau kantong khas orang asli Papua yang terbuat dari serat kulit kayu
mempunyai fungsi dan makna yang Iuhur. Secara umum bagi orang asli
Papua, noken berfungsi sebagai alat untuk memindahkan barang dari satu
tempat ke tempat lain, seperti membawa hasil kebun dan hasil buruan;
menggendong bayi dan menyimpan barang-barang berharga termasuk
bekal makanan. Selain itu, secara filosofis noken mempunyai makna atau
simbol status sosial, identitas diri, perdamaian, dan kehidupan yang baik;

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4185
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

 Bahwa sistem pemilihan dengan menggunakan noken yang telah


dikukuhkan keabsahannya berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi
Nomor 47-81/PHPU.A/VII/2009 tersebut di atas, memang sesuai dengan
kebudayaan masyarakat orang asli Papua, terutama masyarakat orang asli
Papua yang mendiami daerah Pegunungan Tengah, yakni wilayah
kebudayaan Mee Pago dan La Pago. Mengenai wilayah kebudayaan Mee
Pago dan La Pago ini adalah dua wilayah kebudayaan dari tujuh wilayah
kebudayaan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat, yang telah
mendapatkan pengukuhan secara yuridis formil berdasarkan Perdasus
Nomor 4 Tahun 2005 dan Perdasus Nomor 4 Tahun 2010 tentang
Pemilihan Anggota Majelis Rakyat Papua. Wilayah Kebudayaan Mee Pago
meliputi wilayah administrasi Pemerintahan Kabupaten Nabire (sebagian
wilayah), Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Deiyai, Kabupaten Paniai,
Kabupaten Intan Jaya, dan Kabupaten Mimika. Wilayah kebudayaan La
Pago meliputi wilayah administrasi Pemerintahan Kabupaten Puncak Jaya,
Kabupaten Puncak, Kabupaten Nduga, Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten
Lanny Jaya, Kabupaten Mamberamo Tengah, Kabupaten Tolikara,
Kabupaten Yalimo, Kabupaten Pegunungan Bintang, dan Kabupaten
Yahukimo.
 Bahwa dalam sistem kebudayaan masyarakat orang asli Papua yang
mendiami dua wilayah kebudayaan tersebut di atas, dalam hal
berdemokrasi sejak zaman dulu sampai sekarang, pengambilan keputusan
yang menyangkut kepentingan bersama dilakukan melalui sistem noken
dan/atau sistem ikat. Dalam sistem noken dan/atau sistem ikat ini dalam
tradisi masyarakat orang asli Papua pada dua wilayah kebudayaan
tersebut di atas, untuk mengambil keputusan biasanya dilakukan dalam
rapat musyawarah dengan melibatkan warga masyarakat secara
keseluruhan atau orang-orang tertentu saja sebagai perwakilan. Dalam
hal-hal tertentu keputusan dapat diambil oleh kepala suku berdasarkan
otoritas yang ada padanya untuk mewakili seluruh masyarakatnya.
Sebagaimana diketahui dalam sistem politik tradisional orang asli Papua
dikenal adanya kepemimpinan “Pria Berwibawa” atau “The Big Man” yang
memang berada dalam dua wilayah kebudayaan tersebut di atas. Oleh
karena itu, dalam hal pengambilan keputusan yang menyangkut
kepentingan bersama dapat dilakukan melalui musyawarah tetapi juga
melalui keputusan berdasarkan otoritas kepala suku yang bersangkutan,
yang sekaligus merupakan representasi politik dari masyarakatnya;
 Adapun mekanisme untuk pengambilan keputusan melalui sistem noken
dan/atau sistem ikat tersebut di atas, dapat berdasarkan hasil musyawarah
bersama atau berdasarkan keputusan otoritas kepala suku yang sekaligus
merupakan representasi politik dari masyarakatnya;
 Bahwa berdasarkan model musyawarah atau otoritas kepala suku tersebut
dan berdasarkan kenyataan empirik, pelaksanaan Pemilihan Umum
selama ini dimulai sejak Pemilihan Umum Tahun 1971, baik menyangkut
Pemilihan Umum legislatif untuk DPR RI, DPD RI, DPRP, dan DPRD
Kabupaten maupun Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten dan Kepala
Daerah Provinsi Papua bahkan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden
Republik Indonesia, dalam hal ini sejak pemilihan secara langsung oleh
rakyat, baik pemilihan calon legislatif maupun calon kepala daerah dan
calon presiden dan wakil presiden di kedua wilayah kebudayaan tersebut
Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4186
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

di atas dilakukan melalui sistem noken dan/atau sistem ikat, dengan cara
calon-calon itu disepakati dalam musyawarah bersama atau berdasarkan
otoritas kepala suku. Dalam hal ini, cara yang menurut kebiasaan yang
dianut selama ini oleh masyarakat orang asli Papua pada kedua wilayah
kebudayaan tersebut di atas adalah surat-surat suara dari calon-calon itu
disepakati untuk dimasukkan dalam noken-noken tertentu yang telah
disepakati atau surat-surat suaranya dikumpulkan secara bersama-sama
dan diikat dalam satu kesatuan untuk ditusuk atau dicontreng. Cara yang
disebutkan ini sesungguhnya adalah sah menurut tradisi kebudayaan
masyarakat orang asli Papua yang mendiami wilayah kebudayaan Mee
Pago dan La Pago tersebut di atas;
 Berdasarkan fakta empirik tersebut di atas maka dalam hal Pemilihan
Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua, hal tersebut telah
diterapkan oleh masyarakat orang asli Papua pada wilayah pemilihan yang
mencakup kedua wilayah kebudayaan tersebut di atas. Artinya, menurut
Majelis Rakyat Papua hasil Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil
Gubernur Provinsi Papua Tahun 2013, yang dilakukan masyarakat dengan
memasukkan surat suaranya dalam noken-noken, tertentu dan/atau
mengikat surat suaranya untuk ditusuk atau dicontreng setelah
sebelumnya dilakukan musyawarah bersama atau berdasarkan keputusan
otoritas kepala suku adalah sah adanya. Hal ini sesuai pula dengan
Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 81/PUU-VIII/2010 bahwa pemilihan
yang demokratis itu dapat secara langsung atau tidak secara langsung
berdasarkan perwakilan, dan kedua-duanya sesuai dengan Undang-
Undang Dasar 1945 dan Pancasila. Oleh karena di dalam sila keempat
tersimpul bahwa dalam sistem demokrasi di Indonesia harus berdasarkan
“kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan”. Merujuk pada nilai dasar konstitusional dan
falsafah dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu Pancasila maka
sesungguhnya hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi
Papua yang menganut sistem noken adalah sah adanya.

5. Putusan Nomor 06-32/PHPU-DPD/XII/2014 (Provinsi Papua), tanggal 25 Juni


2014
[3.21] Menimbang bahwa menurut Mahkamah, semua proses Pemilu yang
menggunakan sistem noken atau sistem ikat haruslah diadministrasikan
dengan baik oleh penyelenggara Pemilu mulai dari tingkat terbawah, dalam hal
ini di tingkat TPS, sampai di tingkat provinsi. Syarat administrasi tersebut wajib
dilakukan sebagai pengakuan terhadap suara rakyat di tempat masing-
masing.Sistem noken atau sistem ikat hanya dapat diakui di tempat-tempat
yang selama ini memang selalu dilaksanakan secara terus menerus. Menurut
Mahkamah, sistem noken atau sistem ikat tidak boleh dilaksanakan di tempat-
tempat yang selama ini tidak pernah menggunakan sistem noken. Apabila di
suatu daerah sudah tidak lagi memakai sistem yang sebelumnya memakai
sistem noken, maka untuk daerah tersebut tidak lagi diakui keberadaan sistem
noken;

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4187
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

[3.27.3] Menimbang bahwa mengenai noken menurut Mahkamah, sampai saat ini
masih terdapat daerah-daerah tertentu, terutama di daerah-daerah pegunungan di
Provinsi Papua yang dalam pelaksanaan Pilpres yang pemungutan suaranya
menggunakan model kesepakatan/aklamasi yang selama ini dikenal dengan istilah
sistem noken atau sistem ikat;

[3.27.4] Menimbang bahwa menurut Mahkamah, semua proses Pemilu yang


menggunakan sistem noken atau sistem ikat haruslah diadministrasikan dengan
baik oleh penyelenggara Pemilu mulai dari tingkat terbawah, dalam hal ini di
tingkat TPS, sampai di tingkat provinsi. Syarat administrasi tersebut wajib
dilakukan sebagai pengakuan terhadap suara rakyat di tempat masing-masing.
Sistem noken atau sistem ikat hanya dapat diakui di tempat-tempat yang selama
ini memang selalu dilaksanakan secara terus menerus. Menurut Mahkamah,
sistem noken atau sistem ikat tidak boleh dilaksanakan di tempat-tempat yang
selama ini tidak pernah menggunakan sistem noken. Apabila di suatu daerah
sudah tidak lagi memakai sistem yang sebelumnya memakai sistem noken, maka
untuk daerah tersebut tidak lagi diakui keberadaan sistem noken;

[3.27.5] Menimbang bahwa meskipun keterangan Majelis Rakyat Papua


sebagaimana dimuat dalam Putusan Mahkamah Nomor 14/PHPU.D-XI/2013
disampaikan dalam konteks Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
Provinsi Papua dan Surat Keputusan KPU Provinsi Papua Nomor 01/Kpts/KPU
Prov.030/2013 tentang Petunjuk Teknis Tata Cara Pemungutan Suara dengan
Menggunakan Noken Sebagai Pengganti Kotak Suara tersebut ditetapkan sebagai
panduan bagi Petugas KPPS dalam melaksanakan Pemungutan Suara dan
penghitungan suara untuk Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua
Tahun 2013-2018, namun menurut Mahkamah, keterangan dan ketentuan tersebut
relevan diberlakukan dalam Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan
Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tahun 2014;

[3.27.6] Menimbang bahwa berdasar uraian pertimbangan di atas, maka dalam


memberikan penilaian dalil permohonan yang berkaitan dengan sistem noken atau
sistem ikat dalam perselisihan hasil Pilpres tahun 2014 di Provinsi Papua,
Mahkamah berpegang pada pertimbangan dan uraian tersebut di atas, yaitu
Mahkamah menghormati pemberian suara dengan sistem noken atau sistem ikat
dalam Pilpres tahun 2014 dengan ketentuan, yaitu:
Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4188
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

1) Sistem noken atau sistem ikat harus diadministrasikan dengan baik dalam arti
harus dituangkan ke dalam Formulir C1 di tingkat TPS sampai tingkat
selanjutnya oleh penyelenggara pemilu. Syarat ini penting dilakukan, terutama
untuk menentukan keabsahan perolehan suara yang sekaligus untuk
menghindarkan adanya kecurangan dalam penyelenggaraan Pilpres.
2) Memperhatikan dengan seksama tentang perjalanan historis yang terjadi di
Provinsi Papua bahwa telah terjadi perkembangan secara evolutif pada
masyarakat di Provinsi Papua dengan bergeser dan berkurangnya daerah-
daerah yang masyarakatnya masih menggunakan sistem noken atau sistem
ikat ke sistem coblos langsung sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan, maka Mahkamah berpendirian bahwa penyelenggaraan Pemilu
dengan didukung oleh seluruh pemangku kepentingan harus proaktif untuk
mensosialisasikan dan menginternalisasikan sistem Pemilu yang dimuat oleh
peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam masa transisi sekarang ini, sistem noken atau sistem ikat masih
dapat dibenarkan digunakan dengan syarat harus diadministrasikan oleh
penyelenggara Pemilu secara tertib sejak dari tingkat TPS sebagaimana diuraikan
di atas yaitu dengan dicatat dan dimasukkan dalam format berita acara Model C,
Model C-1 dan lampirannya yang disaksikan oleh saksi yang hadir dan kepala
suku/ ketua adat serta masyarakat yang ada;

Bahwa Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden di Papua telah


dilaksanakan sesuai jadwal yang ditetapkan secara nasional, baik dengan sistem
pencoblosan surat suara, maupun pemilihan dengan menggunakan sistem
noken/ikat dengan berbagai variasinya yang telah diakui keabsahannya oleh
Mahkamah selama ini;

[3.27.7] Menimbang bahwa Mahkamah dalam persidangan tanggal 13 Agustus


2014 telah mendengar keterangan lisan dan keterangan tertulis ahli dari Termohon
bernama Drs. S.A. Hasjim Sangadji yang pada pokoknya menerangkan,
“...penggunaan Noken sebagai pengganti kotak suara tidak seragam untuk
masing-masing kabupaten di daerah pegunungan. Pemilihan dilakukan atas dasar
kesepakatan bersama sekelompok orang yang dipimpin oleh tokoh
masyarakat/kepala suku. Ada beberapa cara pengambilan keputusan yang secara
garis besar dapat dikemukakan sebagai berikut: (i) mengumpulkan sejumlah

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4189
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

anggota masyarakat pemilih di sekitar area TPS, kemudian tokoh


masyarakat/kepala suku meminta surat suara sejumlah pemilih tertentu dan surat
surat itu dimaksukkan ke dalam Noken untuk diberikan kepada
partai/calon/pasangan calon; (ii) menggunakan hak pilihnya dengan cara sistem
ikat, yaitu jumlah pemilih di suatu tempat/kampung tertentu langsung dibagikan
kepada partai/calon/pasangan calon. Untuk menghindari adanya penyalahgunaan
ataupun pengalihan suara maka hendaknya penyelenggara Pemilu di tingkat
bawah mengadmistrasikan hasil perolehan suara tersebut dengan sistem Noken
atau sistem ikat tersebut...”;

Berdasarkan Putusan Mahkamah sebagaimana telah dikutip di atas, dan


keterangan ahli Termohon tersebut, Mahkamah berpendapat pemungutan suara
dengan sistem noken atau sistem ikat adalah sah menurut hukum karena dijamin
dalam Pasal 18B ayat (2) UUD 1945 yang menyatakan, “Negara mengakui dan
menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak
tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan
masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang diatur dalam
undang-undang”;

[3.27.8] Menimbang bahwa terhadap keberatan Pemohon mengenai tidak


dilaksanakannya Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 di 14
kabupaten tersebut, permasalahan hukum yang harus dijawab oleh Mahkamah
adalah (i) apakah 14 kabupaten di daerah pegunungan di Provinsi Papua
sebagaimana yang didalilkan melakukan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden
2014; dan (ii) apakah pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014 di 14 daerah
pegunungan di Provinsi Papua tersebut telah memenuhi dua syarat sebagaimana
yang putusan Mahkamah Konstitusi?

[3.27.9] Menimbang bahwa sebelum menjawab dua permasalahan di atas,


Mahkamah terlebih dahulu akan meneliti bukti-bukti para pihak dan fakta yang
terungkap dalam persidangan. Terhadap dalil Pemohon a quo Termohon
mengajukan bukti untuk 12 kabupaten yang dipermasalahkan oleh Pemohon,
yaitu:
1. Kabupaten Intan Jaya, Termohon mengajukan bukti berupa Model C1 PPWP,
Model DA1 di 6 distrik, yaitu Distrik Agisiga, Distrik Mbiandoga, Distrik
Hitadipa, Distrik Homeyo, Distrik Sugapa, dan Distrik Wandai, dan Model
Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4190
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

Model DB1 PPWP Kabupaten Intan Jaya (vide bukti T.Papua Kab.Intan Jaya.1
sampai dengan bukti T.Papua Kab.Intan Jaya.6.13);
2. Kabupaten Pegunungan Bintang, Termohon mengajukan bukti berupa Model
C1 PPWP, Model D1 PPWP, Model DA1 PPWP di 31 distrik, yaitu Distrik
Oksibil, Distrik Kiwirok, Distrik Okibab, Distrik Iwur, Distrik Batom, Distrik
Borme, Distrik Aboy, Distrik Pepera, Distrik Bime, Distrik Alemsom, Distrik
Okbape, Distrik Kalamdol, Distrik Oksop, Distrik Serambakon, Distrik Okaom,
Distrik Kawor, Distrik Awinbon, Distrik Tarup, Distrik Okhika, Distrik Oksamol,
Distrik Oklip, Distrik Distrik Okbemtau, Distrik Oksebang, Distrik Okbab, Distrik
Batani, Distrik Weime, Distrik Murkim, Distrik Mofinop, Distrik Jetfa, Distrik
Teiraplu, Distrik Eipumek, Distrik Pamek, Distrik Nongme, dan Distrik Kiwirok
Timur, serta Model DB1 PPWP Kabupaten Pegunungan Bintang (vide bukti
T.Papua-Kab.Pegunungan Bintang.1 sampai dengan bukti T.Papua-
Kab.Pegunungan Bintang.34.10, dan bukti T.Papua-Kab.Pegunungan
Bintang.35);
3. Kabupaten Deiyai, Termohon mengajukan bukti berupa Model C1 PPWP,
Model D1 PPWP, Model DA1 PPWP di 5 distrik, yaitu Distrik Tigi Barat, Distrik
Tigi Timur, Distrik Tigi, Distrik Bouwobado, dan Kapiraya (vide bukti T.Papua-
Kab.Deiyai.1 sampai dengan bukti T.Papua-Kab.Deiyai.5.6);
4. Kabupaten Puncak, Termohon mengajukan bukti berupa Model C1 PPWP,
Model D1 PPWP, Model DA1 PPWP di 8 distrik, yaitu Distrik Wangbe, Distrik
Pogoma, Distrik Agandugume, Distrik Sinak, Distrik Beoga, Distrik Doufo,
Distrik Gome, dan Distrik Ilaga (vide bukti T.Papua-Kab.Puncak.1 sampai
dengan bukti T.Papua-Kab.Puncak.8.46);
5. Kabupaten Tolikara, Termohon mengajukan bukti berupa Model C1 PPWP,
Model D1 PPWP, Model DA1 PPWP di 44 distrik, yaitu Distrik Gika, Distrik
Telenggeme, Distrik Air Garam, Distrik Yuneri, Distrik Kamboneri, Distrik
Konda, Distrik Douw, Distrik Timori, Distrik Panaga, Distrik Kuari, Distrik Kai,
Distrik Bokoneri, Distrik Kubu, Distrik Gilobandu, Distrik Goyage, Distrik
Woniki, Distrik Wugi, Distrik Bogunuk, Distrik Wina, Distrik Tagineri, Distrik
Bokondini, Distrik Dundu, Distrik Anawi, Distrik Numba, Distrik Umagi, Distrik
Lianogoma, Distrik Wakuwo, Distrik Gundagi, Distrik Bewani, Distrik Aweku,
Distrik Nelawi, Distrik Wenam, Distrik Geya, Distrik Biuk, Distrik Ware, Distrik
Wunin, Distrik Nabunage, Distrik Kembu, Distrik Nunggawi, Distrik Karubaga,

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4191
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

Distrik Pogoneri, Distrik Danime, Distrik Kanggime, Distrik Egiam, Distrik


Tagime, dan Distrik Yuko, serta Model DB PPWP Kabupaten Tolikara (vide
bukti T.Papua-Kab.Tolikara.1 sampai dengan bukti T.Papua-Kab.
Tolikara.46.11, bukti T.Papua-Kab.Tolikara.47 dan bukti T.Papua-Kab.Tolikara
48);
6. Kabupaten Paniai, Termohon mengajukan bukti berupa Model C1 PPWP,
Model D1 PPWP, Model DA1 PPWP di 10 distrik, yaitu Distrik Paniai Barat,
Distrik Paniai Timur, Distrik Siriwo, Distrik Aradide, Distrik Kebo, Distrik
Ekadide, Distrik Bogobaida, Distrik Bibida, Distrik Yatamo, dan Distrik
Dumadama, serta Model DB1 PPWP Kabupaten Paniai (vide bukti T.Papua-
Kab.Paniai.1 sampai dengan bukti T.Papua-Kab.Paniai.10.6, bukti T.Papua-
Kab.Paniai.11);
7. Kabupaten Yahukimo, Termohon mengajukan bukti Model DA1 PPWP di 50
distrik, yaitu Distrik Kurima, Distrik Mugi, Distrik Pasema, Distrik Tangma,
Distrik Werima, Distrik Yogosem, Distrik Amoma, Distrik Hogio, Distrik Musaek,
Distrik Obio, Distrik Samenage, Distrik Suru-Suru, Distrik Wusama, Distrik
Hilipuk, Distrik Kabianggama, Distrik Kayo, Distrik Kwikma, Distrik Loliat,
Distrik Ninia, Distrik Soba, Distrik Sobaham, Distrik Soloikma, Distrik Sumo,
Distrik Bomela, Distrik Kurupun, Distrik Kwuelamdua, Distrik Langda, Distrik
Seradala, Distrik Suntamon, Distrik Angguruk, Distrik Heriapini, Distrik
Kosarek, Distrik Panggema, Distrik Pronggoli, Distrik Kubahak, Distrik Kubalihi,
Distrik Walma, Distrik Yahulikambut, Distrik Dirwemna, Distrik Endomen,
Distrik Kona, Distrik Naka, Distrik Nipsan, Distrik Puldama, Distrik Talambo,
dan Distrik Duram, serta Model DB1 PPWP Kabupaten Yahukimo (vide bukti
T.Papua-Kab.Yahukimo.1 sampai dengan bukti T.Papua-Kab.Yahukimo.1.51);
8. Kabupaten Puncak Jaya, Termohon mengajukan bukti berupa Model C1
PPWP, Model D1 PPWP, Model DA1 PPWP di 7 distrik, yaitu Distrik Mulia,
Distrik Tingginambut, Distrik Ilu, Distrik Jigonikme, Distrik Yamo, Distrik
Mewoluk, Distrik Torera, dan Distrik Fawi (vide bukti T.Papua-Kab.Puncak
Jaya.1 sampai dengan bukti T.Papua-Kab. Puncak Jaya.8.26);
9. Kabupaten Jayawijaya, Termohon mengajukan bukti berupa Model C1 PPWP,
Model D1 PPWP, Model DA1 PPWP di 40 distrik, yaitu Distrik Molagalome,
Distrik Wamena, Distrik Pyramid, Libarek, Distrik Walelagama, Distrik Wita
Waya, Distrik Asotipo, Distrik Silosukarno Doga, Distrik Popugoba, Distrik

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4192
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

Welesi, Distrik Tagime, Distrik Walaik, Distrik Napua, Distrik Pelebaga, Distrik
Pisugi, Distrik Siekosi, Distrik Yalengga, Distrik Koragi, Distrik Tailarek, Distrik
Wame, Distrik Bolakme, Distrik Trikora, Distrik Bripi, Distrik Distrik Bugi, Distrik
Itlay Hasage, Distrik Asologaima, Distrik Kurulu, Distrik Wouma, Distrik Ibele,
Distrik Hubikiak, Distrik Maima, Distrik Muliama, Distrik Hubikosi, Distrik
Usilimo, Distrik Wollo, Distrik Asolokobal, Distrik Tagineri, Distrik Musatfak,
Wesaput, Distrik Wadangku, dan Distrik (vide bukti T.Papua-Kab.Jayawijaya.1
sampai dengan bukti T.Papua-Kab.Jayawijaya.40.11);
10. Kabupaten Nduga, Termohon mengajukan bukti berupa Model C1 PPWP di
30 distrik, yaitu Distrik Alama, Distrik Kenyam, Distrik Pasir Putih, Distrik
Inikgal, Distrik Wusi, Distrik Kilmid, Distrik Mbua Tengah, Distrik Mbuimu
Yalma, Distrik Krepkuri, Distrik Embetpen, Distrik Geselma, Distrik Wutpaga,
Distrik Nenggeagin, Distrik Mam, Distrik Yenggelu, Distrik Keroptak, Distrik
Paro, Distrik Wosak, Distrik Mbua, Distrik Nikrkuri, Distrik Kagayem, Distrik
Yal, Distrik Dal, Distrik Mapenduma, Distrik Kora, Distrik Memarok, Distrik Yigi,
Distrik Moba, Distrik Ineye, Distrik Pija, dan Distrik Mugi, serta Model DB1
PPWP Kabupaten Nduga (vide bukti T.Papua-Kab.Nduga.1 sampai dengan
bukti T.Papua-Kab.Nduga.32.18 dan bukti T.Papua-Kab.Nduga.33);
11. Kabupaten Yalimo, Termohon mengajukan bukti berupa Model C1 PPWP,
Model DA1 PPWP di 5 distrik, yaitu Distrik Abenaho, Distrik Benawa, Distrik
Elelim, Distrik Welarek, dan Distrik Apalapsili, serta Model DB1 PPWP
Kabupaten Yalimo (vide bukti T.Papua-Kab.Yalimo.1 sampai dengan bukti
T.Papua-Kab.Yalimo.5.51 dan bukti T.Papua-Kab.Yalimo.6);
12. Kabupaten Dogiyai, Termohon mengajukan bukti berupa Model D1 PPWP
dan Model DA1 PPWP di 10 distrik, yaitu Distrik Dogiyai, Distrik Mapia
Tengah, Distrik Mapia Barat, Distrik Mapia, Distrik Sukikai Selatan, Distrik
Daiyaye, Distrik Kamu Timur, Distrik Kamu Utara, Distrik Kamu Selatan, dan
Distrik Kamuu, serta DB1 PPWP Kabupaten Dogiyai (vide bukti T.Papua-
Kab.Dogiyai.1 Sampai dengan bukti T.Papua-Kab.Dogiyai.2.78);
13. Kabupaten Lanny Jaya, dan 14) Kabupaten Mamberamo Tengah, Termohon
tidak mengajukan bukti surat/tulisan. Terhadap fakta tersebut menurut
Mahkamah setelah mencermati dalil Pemohon terdapat ketidakkonsistenan
permohonan Pemohon mengenai nama ataupun jumlah kabupaten yang tidak
melakukan pemilihan dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014, yaitu

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4193
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

pada halaman 173 sampai dengan halaman 175 Pemohon pada pokoknya
menyebutkan “tidak terlaksananya Pemungutan Presiden dan Wakil Presiden
di 14 Kabupaten di Pegunungan sesuai kebiasaan dalam Pemilu pada
umumnya yaitu Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Nduga, Kabupaten
Yakuhimo, Kabupaten Puncak, Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Tolikara,
Kabupaten Yalimo, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Paniai,
Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Deyai, Kabupaten Lani
Jaya, dan Kabupaten Mamberamo Tengah”, namun pada halaman 176 sampai
dengan halaman 177 Pemohon menyebutkan “tidak ada pelaksanaan
pemungutan suara Pilpres sesuai peraturan perundang-undangan yang
berlaku di 11 Kabupaten di wilayah pedalaman Provinsi Papua”. Dalil
Pemohon demikian berbeda lagi dalam permohonan halaman 180 sampai
dengan 184 yang pada pokoknya menyebutkan “terdapat 10 kabupaten yang
tidak melaksanakan pemilihan pada tanggal 9 Juli 2014, yaitu Puncak,
Pegunungan Bintang, Tolikara, Paniai, Yahukimo, Dogiyai, Puncak Jaya,
Nduga, Deiyai, dan Intan Jaya”. Kabupaten Lani Jaya dan Kabupaten
Mamberamo Tengah tidak dinyatakan pada bagian terakhir permohonan
Pemohon, sehingga terhadap fakta hukum tersebut Mahkamah tidak perlu
menilai lebih lanjut dua kabupaten a quo;

Pemohon dalam persidangan telah mengajukan saksi-saksi yang


menguatkan dalil Pemohon yang pada pokoknya menerangkan, “tidak ada
pemungutan suara di Kabupaten Dogiyai karena logistik Pemilu tidak sampai di
Kabupaten Dogiyai. Kabupaten Dogiyai terdiri dari 10 distrik. Proses Pemilu di 10
distrik tersebut dilakukan di tingkat kabupaten dan di tingkat TPS, PPS, dan PPD.
Bawaslu mengeluarkan rekomendasi untuk Distrik Mapia Barat dan Mapia Tengah.
Empat belas kabupaten pegunungan di Provinsi Papua tidak melaksanakan
pemungutan suara, yaitu Kabupaten Dogiyai, Paniai, Deiyai, Intan Jaya,
Mamberamo, Nduga, Yahukimo, Tolikara, Lanny Jaya, Jayawijaya, Puncak,
Puncak Jaya, Puncak Jaya, dan Pegunungan Bintang. Proses pemungutan suara
dilakukan di tingkat kabupaten (keterangan saksi Dadi Waluyo, S.Pd). Pada saat
rekapitulasi penghitungan suara untuk Kabupaten Dogiyai ada rekomendasi
Bawaslu untuk pemungutan suara ulang di dua distrik (keterangan saksi L.
Vinsen Dogomo). Jadwal pemungutan suara dilakukan tanggal 9 Juli 2014,
namun di Kampung Awabutu, Kabupaten Paniai tidak ada aktifitas untuk

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4194
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

pemungutan suara karena tidak ada petugas dan tidak ada perlengkapan
pemungutan suara (keterangan saksi Novela Nawipa). Di Distrik Bibida,
Kabupaten Paniai tidak ada pemungutan suara dan tidak ada pula rekapitulasi
penghitungan suara, malainkan pemungutan suara dan penghitungan suara
tersebut dilakukan di tingkat kabupaten Paniai (keterangan saksi Aminadap
Kudiai). Tidak ada pemungutan suara di Kampung Jigikobak, Distrik Bokoniri,
Kabupaten Tolikara (keterangan saksi Ilan Pinggu), Pada tanggal 9 Juli 2014
tidak ada pemungutan suara di Desa Edarotalali, Distrik Tigi Timur, Kabupaten
Deyai (keterangan saksi Martinus Adii). Pada waktu rekap KPU Kabupaten
Dogiyai hingga H-2 belum menerima logistik pemilihan Presiden dan Wakil
Presiden 2014 (keterangan saksi Budi Dayani);

Termohon dalam persidangan juga mengajukan saksi yang membantah


keterangan saksi Pemohon yang pada pokoknya menerangkan, “KPU Provinsi
Papua telah melakukan pendistribusian logistik Pemilu Presiden dan Wakil
Presiden 2014 ke masing-masing kabupaten, misalnya Kabupaten Dogiyai,
Jayawijaya, Yalimo, dan Tolikara. Logistik di Kabupaten Dogiyai telah
didistribusikan sampai tingkat TPS. Bawaslu mengenolkan (diskualifikasi) untuk
suara di Distrik Mapia Barat dan Mapia Tengah. Pelaksanaan pemungutan suara
di Provinsi Papua dilakukan secara serentak pada tanggal 9 Juli 2014 dengan
sistem Noken/ikat dan/atau pencoblosan terhadap surat suara (keterangan saksi
Beatrix Wanane, dan saksi Didimus Dogomo). Pemilu Presiden di Kabupaten
Paniai menggunakan sistem ikat atau noken dan coblos. Pemungutan suara di
Kampung Awabutu, Kabupaten Paniai dilakukan di Distrik Paniai Timur dengan
menggunakan sistem noken. Pemungutan suara di Kampung Awabutu
dipindahkan ke Distrik Paniai Timur atas kesepakatan masyarakat kampung
Awabutu (keterangan saksi Ham Nawipa). Pendistribusian logistik Pemilu di
Kabupaten Yalimo menggunakan jalur darat (mobil) dan udara (pesawat).
Pemungutan suara Presiden dan Wakil Presiden 2014 di Kabupaten Yalimo
menggunakan sistem coblos. Pada saat rekapitulasi penghitungan suara di Distrik
se Kabupaten Yalimo tidak dihadiri oleh saksi Pasangan Calon Nomor Urut 1
(Pemohon), padahal Termohon telah mengundang semua saksi pasangan calon.
Saksi Pemohon tersebut baru hadir di rekapitulasi penghitungan suara di tingkat
kabupaten Yalimo (keterangan saksi Yanes Alitnoe). Seluruh kabupaten/kota di
Provinsi Papua melaksanakan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014. Ada

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4195
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

7 distrik di Kebupaten Yahukimo tidak melakukan pemungutan suara tanggal 9 Juli


2014 karena keterlambatan logistik Pemilu yang disebabkan adanya cuaca buruk,
namun 7 distrik tersebut dilakukan pemilu susulan berdasarkan Keputusan KPU.
Bawaslu mengeluarkan rekomendasi untuk melakukan Pemilu susulan di Distrik
Mapia Tengah dan Mapia Barat, Kabupaten Dogiyai. KPU Provinsi Papua tidak
dapat melaksanakan rekomendasi Bawaslu tersebut karena tidak cukup waktu dan
logistik Pemilu tidak cukup, namun demikian KPU Provinsi Papua pada saat Pleno
Rekapitulasi penghtingan suara di tingkat KPU pusat mengangkat/menyampaikan
kembali kasus yang belum selai di Distrik Mapia Tengah dan Mapia Barat
Kabupaten Dogiyai. Atas pendapat Bawaslu, perolehan suara di Distrik Mapia
Tengah dan Mapia Barat dinolkan/ditiadakan (keterangan saksi Adam Arisoy);

[3.27.10] Menimbang bahwa sebelum mempertimbangkan dalil Pemohon,


Mahkamah terlebih dahulu akan menguraikan alat-alat bukti untuk berperkara di
Mahkamah Konstitusi. Pasal 36 UU MK telah menentukan macam-macam alat
bukti yang dapat digunakan untuk beracara di Mahkamah Konstitusi, yaitu alat
bukti (a) surat/tulisan; (b) keterangan saksi; (c) keterangan ahli; (d) keterangan
para pihak; (e) petunjuk; dan (f) alat bukti lain berupa informasi yang diucapkan,
dikirim, diterima, atau disimpan secara elektronik dengan alat optik atau yang
serupa dengan itu. Bukti tertulis yang diajukan oleh Termohon tidak dibantah oleh
Pemohon, bahkan dalam persidangan saksi Pemohon di tingkat provinsi juga
menjelaskan perolehan suara masing-masing Pasangan Calon Presiden dan Wakil
Presiden. Dengan demikian, saksi Pemohon justru membenarkan adanya
pemungutan suara di 14 kabupaten;

Bukti surat/tulisan Termohon tersebut telah memberikan keyakinan bagi


Mahkamah bahwa telah terjadi pemilihan pada saat Pemilu Presiden dan Wakil
Presiden 2014 di 12 kabupaten yang didalilkan oleh Pemohon. Bukti surat/tulisan
Termohon tersebut sekaligus dapat menjawab permasalahan hukum yang kedua
mengenai hasil dari pemilihan dengan sistem noken/ikat telah dicatat/
diadministrasikan secara baik oleh Termohon mulai dari tingkat TPS sampai
dengan tingkat Provinsi Papua;

Terlepas dari pendapat Mahkamah tersebut, apabila mencermati dengan


saksama bukti-bukti Termohon memang terdapat keanekaragaman perolehan
suara kedua pasangan calon, yaitu adakalanya Pasangan Calon Presiden dan

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4196
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

Wakil Presiden Nomor Urut 2 (Pihak Terkait) di suatu TPS tertentu memperoleh
suara terbanyak, kalah, berimbang, atau bahkan tidak memperoleh suara (nol).
Demikian pula sebaliknya Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor
Urut 1 (Pemohon) adakalanya di suatu TPS tertentu memperoleh suara terbanyak,
kalah, berimbang atau tidak memperoleh suara. Dengan demikian perolehan suara
0 (nol) tidak hanya untuk Pemohon saja, akan tetapi Pihak Terkait di suatu TPS
juga memperoleh 0 (nol) suara. Menurut Mahkamah dalam pemilihan yang
menggunakan sistem noken/ikat yang menghasilkan perolehan suara 100% bagi
salah satu pasangan calon dan perolehan suara 0 (nol) bagi pasangan calon yang
lain merupakan hal yang wajar dan lazim terjadi dalam beberapa kasus
Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
(Pemilukada) dan Pemilu Legislatif yang pernah diputus oleh Mahkamah. Dengan
demikian, menurut Mahkamah apapun hasil pemilihan dengan sistem noken/ikat
semua pihak harus menerimanya sebab sistem pemilihan demikian telah diakui
dan dijamin oleh konstitusi;

Mencermati dengan saksama bukti-bukti Termohon di 12 kabupaten


Provinsi Papua yang dipermasalahkan oleh Pemohon telah ternyata tidak hanya
Pihak Terkait saja yang memperoleh suara 100%, namun Pemohon di TPS
tertentu juga memperoleh suara 100% dan Pihak Terkait tidak memperoleh suara
(nol). Persandingan perolehan suara Pemohon dan Pihak Terkait yang
memperoleh suara 100% ataupun tidak memperoleh suara (nol) dapat dibaca
dalam tabel di bawah ini:

Tabel Perolehan Suara Pemohon dan Pihak Terkait Di Tingkat TPS Dan/Atau Desa/Kelurahan Dan/Atau
Distrik di 12 Kabupaten Di Papua

Yang Memperoleh Suara 100% ataupun tidak memperoleh suara (Nol)

1. Kabupaten Jaya Wijaya


1.1. Distrik Molagalome
Perolehan
Suara (C-1)
No TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Tanah Merah 0 343 T. Jayawijaya.1.1

2 TPS 02 Tanah Merah 0 358 T. Jayawijaya.1.2

3 TPS 01 Molagalome 0 428 T. Jayawijaya.1.4

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4197
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

4 TPS 02 Molagalome 0 297 T. Jayawijaya.1.5

5 TPS 01 Kwigiluk 0 355 T. Jayawijaya.1.7

6 TPS 02 Kwigiluk 0 408 T. Jayawijaya.1.8

7 TPS 01 Towagame 0 460 T. Jayawijaya.1.10

8 TPS 02 Towagame 0 331 T. Jayawijaya.1.11

9 TPS 01 Mebunukme 0 478 T. Jayawijaya.1.13

10 TPS 02 Mebunukme 0 273 T. Jayawijaya.1.14

11 TPS 01 Okwa 0 419 T. Jayawijaya.1.16

12 TPS 02 Okwa 0 373 T. Jayawijaya.1.17

JUMLAH 0 4.523

1. 2 Distrik Wamena
Perolehan
Suara (C-1)
No TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 17 Wamena Kota 0 500 T. Jayawijaya.2.17

2 TPS 05 Sinakma 500 0 T. Jayawijaya.2.36

3 TPS 09 Sinakma 500 0 T. Jayawijaya.2.40

4 TPS 21 Sinakma 500 0 T. Jayawijaya.2.52

5 TPS 01 Lantipo 0 500 T. Jayawijaya.2.64

JUMLAH 1.500 1.000

1.3 Distrik Pyramid


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Gobalimo 0 320 T. Jayawijaya.3.5

2 TPS 02 Gobalimo 0 360 T. Jayawijaya.3.6

3 TPS 01 Balnia 0 336 T. Jayawijaya.3.11

4 TPS 01 Algonik 0 241 T. Jayawijaya.3.13

5 TPS 01 Beam 0 200 T. Jayawijaya.3.15

6 TPS 01 Jumbun 0 397 T. Jayawijaya.3.17

7 TPS 01 Perabaga 0 370 T. Jayawijaya.3.19

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4198
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

8 TPS 02 Perabaga 0 399 T. Jayawijaya.3.20

9 TPS 01 Aboneri 0 405 T. Jayawijaya.3.25

10 TPS 02 Aboneri 0 325 T. Jayawijaya.3.26

JUMLAH 0 3.353

1.4 Distrik Walelagama


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Walelagama 0 504 T. Jayawijaya.5.1

2 TPS 02 Walelagama 0 390 T. Jayawijaya.5.2

3 TPS 02 Itlay Halitopo 0 363 T. Jayawijaya.5.5

4 TPS 01 Kuluakma 0 355 T. Jayawijaya.5.7

5 TPS 02 Kuluakma 0 286 T. Jayawijaya.5.8

6 TPS 01 Pugima 0 390 T. Jayawijaya.5.10

7 TPS 02 Pugima 0 235 T. Jayawijaya.5.11

8 TPS 02 Kulaken 0 288 T. Jayawijaya.5.13

9 TPS 01 Kulaken 0 364 T. Jayawijaya.5.14

10 TPS 01 Wamu Sago 0 331 T. Jayawijaya.5.16

11 TPS 02 Wamu Sago 0 304 T. Jayawijaya.5.17

JUMLAH 0 3.810

1.5 Distrik Wita Waya


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Tulem 0 303 T. Jayawijaya.6.3

2 TPS 01 PPS Alula 0 390 T. Jayawijaya.6.5

JUMLAH 0 693

1.6 Distrik Asotipo


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4199
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

1 TPS 01 Sogokmo 0 474 T. Jayawijaya.7.2

2 TPS 02 Sogokmo 0 447 T. Jayawijaya.7.3

3 TPS 01 Haberima 0 475 T. Jayawijaya.7.5

4 TPS 02 Haberima 0 458 T. Jayawijaya.7.6

5 TPS 01 Asotipo 0 320 T. Jayawijaya.7.8

6 TPS 02 Asotipo 0 283 T. Jayawijaya.7.9

7 TPS 02 Hukulimo 0 445 T. Jayawijaya.7.11

8 TPS 01 Iwigima 0 462 T. Jayawijaya.7.13

9 TPS 02 Iwigima 0 465 T. Jayawijaya.7.14

10 TPS 01 Pobiatma 0 486 T. Jayawijaya.7.16

11 TPS 02 Pobiatma 0 474 T. Jayawijaya.7.17

12 TPS 01 Putagaima 0 480 T. Jayawijaya.7.19

13 TPS 02 Putagaima 0 432 T. Jayawijaya.7.20

14 TPS 01 Kuantapo 0 502 T. Jayawijaya.7.22

15 TPS 02 Kuantapo 0 492 T. Jayawijaya.7.23

16 TPS 01 Hitigima 0 493 T. Jayawijaya.7.25

17 TPS 02 Hitigima 0 413 T. Jayawijaya.7.26

18 TPS 01 Air Garam 0 515 T. Jayawijaya.7.28

19 TPS 02 Air Garam 0 477 T. Jayawijaya.7.29

JUMLAH 0 8.593

1.7 Distrik Silokarnodoga


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Jerega 0 256 T. Jayawijaya.8.6

2 TPS 02 Jerega 0 333 T. Jayawijaya.8.7

2 TPS 01 Ulagi 0 289 T. Jayawijaya.8.12

2 TPS 02 Ulagi 0 258 T. Jayawijaya.8.13

2 TPS 01 Gigilobo 0 285 T. Jayawijaya.8.15

2 TPS 02 Gigilobo 0 278 T. Jayawijaya.8.16

2 TPS 01 Holasili 0 247 T. Jayawijaya.8.18

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4200
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

2 TPS 02 Holasili 0 319 T. Jayawijaya.8.19

JUMLAH 0 2.265

1.8 Distrik Popugoba


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Popugoba 0 500 T. Jayawijaya.9.2

2 TPS 02 Popugoba 0 482 T. Jayawijaya.9.3

3 TPS 01 Waima 0 400 T. Jayawijaya.9.5

4 TPS 02 Waima 0 400 T. Jayawijaya.9.6

5 TPS 03 Waima 0 381 T. Jayawijaya.9.7

6 TPS 01 Yomote 0 450 T. Jayawijaya.9.9

7 TPS 02 Yomote 0 418 T. Jayawijaya.9.10

8 TPS 01 Yelelo 0 500 T. Jayawijaya.9.12

9 TPS 02 Yelelo 0 405 T. Jayawijaya.9.13

JUMLAH 0 3.936

1.9 Distrik Welesi


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Welesi 0 470 T. Jayawijaya.10.2

2 TPS 02 Welesi 0 419 T. Jayawijaya.10.3

3 TPS 03 Welesi 0 133 T. Jayawijaya.10.4

4 TPS 01 Jagara 0 375 T. Jayawijaya.10.6

5 TPS 02 Jagara 0 311 T. Jayawijaya.10.7

6 TPS 01 Asoyelipele 0 361 T. Jayawijaya.10.9

7 TPS 02 Asoyelipele 0 426 T. Jayawijaya.10.10

8 TPS 01 Lanitapa 0 485 T. Jayawijaya.10.12

9 TPS 02 Lanitapa 0 311 T. Jayawijaya.10.13

10 TPS 01 Pawekama 0 476 T. Jayawijaya.10.15

11 TPS 02 Pawekama 0 363 T. Jayawijaya.10.16

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4201
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

12 TPS 01 Apenas 0 387 T. Jayawijaya.10.18

13 TPS 02 Apenas 0 297 T. Jayawijaya.10.19

14 TPS 01 Tulima 0 475 T. Jayawijaya.10.21

15 TPS 02 Tulima 0 353 T. Jayawijaya.10.22

JUMLAH 0 5.642

1.10 Distrik Tagime


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Yordania Tulak 0 324 T. Jayawijaya.11.5

2 TPS 01 Gume Kupari 0 438 T. Jayawijaya.11.7

3 TPS 01 Wandinggunnie 0 355 T. Jayawijaya.11.9

4 TPS 01 Onggobelo 0 207 T. Jayawijaya.11.11

5 TPS 01 Mulugame 0 328 T. Jayawijaya.11.15

6 TPS 01 Lapeyo 0 285 T. Jayawijaya.11.20

7 TPS 02 Lapeyo 0 225 T. Jayawijaya.11.21

8 TPS 01 Porome 0 283 T. Jayawijaya.11.22

9 TPS 01 Yanggopura 0 268 T. Jayawijaya.11.25

JUMLAH 0 2.713

1.11 Distrik Walaik


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Walaik 0 394 T. Jayawijaya.12.2

2 TPS 02 Walaik 0 284 T. Jayawijaya.12.3

3 TPS 01 Elarek 0 383 T. Jayawijaya.12.5

4 TPS 02 Elarek 0 352 T. Jayawijaya.12.6

5 TPS 01 Walekama 0 446 T. Jayawijaya.12.8

6 TPS 01 Holima 0 346 T. Jayawijaya.12.10

7 TPS 02 Holima 0 269 T. Jayawijaya.12.11

8 TPS 01 Yelai 0 339 T. Jayawijaya.12.13

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4202
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

9 TPS 02 Yelai 0 263 T. Jayawijaya.12.14

JUMLAH 0 3.076

1.12 Distrik Napua


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Napua 0 393 T. Jayawijaya.13.2

2 TPS 01 Yomaima 0 287 T. Jayawijaya.13.4

3 TPS 01 Lani Matua 0 340 T. Jayawijaya.13.6

4 TPS 02 Lani Matua 0 310 T. Jayawijaya.13.7

5 TPS 01 Yelekama 0 495 T. Jayawijaya.13.9

6 TPS 02 Yelekama 0 483 T. Jayawijaya.13.10

7 TPS 01 Sapalek 0 375 T. Jayawijaya.13.12

8 TPS 02 Sapalek 0 217 T. Jayawijaya.13.13

9 TPS 01 Hokilik 0 389 T. Jayawijaya.13.15

10 TPS 02 Hokilik 0 236 T. Jayawijaya.13.16

11 TPS 01 Healekma 0 397 T. Jayawijaya.13.18

12 TPS 02 Healekma 0 202 T. Jayawijaya.13.19

13 TPS 01 Holima 0 431 T. Jayawijaya.13.21

14 TPS 01 Wilekama 0 344 T. Jayawijaya.13.23

JUMLAH 0 4.899

1.13 Distrik Pelebaga


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Wililimo 487 0 T. Jayawijaya.14.2

2 TPS 01 Hitelowa 386 0 T. Jayawijaya.14.4

3 TPS 01 Aleak 0 399 T. Jayawijaya.14.6

4 TPS 02 Aleak 0 378 T. Jayawijaya.14.7

5 TPS 01 Inanekelok 455 0 T. Jayawijaya.14.8

6 TPS 01 Wukahilapok 311 0 T. Jayawijaya.14.10

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4203
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

7 TPS 01 Wetalak 359 0 T. Jayawijaya.14.12

8 TPS 01 Mulukmo 0 336 T. Jayawijaya.14.14

9 TPS 02 Mulukmo 0 330 T. Jayawijaya.14.15

10 TPS 01 Duabalek 0 448 T. Jayawijaya.14.20

11 TPS 01 Landia 500 0 T. Jayawijaya.14.22

12 TPS 02 Landia 425 0 T. Jayawijaya.14.23

13 TPS 01 Yabem 0 256 T. Jayawijaya.14.25

14 TPS 01 Filia 372 0 T. Jayawijaya.14.26.A

15 TPS 01 Isunik 236 0 T. Jayawijaya.14.28

JUMLAH 3.531 2.147

1.14 Distrik Pisugi


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Akiaput 0 120 T. Jayawijaya.15.6

2 TPS 01 Wara 0 467 T. Jayawijaya.15.16

JUMLAH 0 587

1.15 Distrik Silepkosi


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Noagalo 0 191 T. Jayawijaya.16.4

2 TPS 02 Noagalo 0 359 T. Jayawijaya.16.5

3 TPS 01 Wikia 0 232 T. Jayawijaya.16.11

4 TPS 01 Sekan 0 313 T. Jayawijaya.16.13

JUMLAH 0 1.095

1.16 Distrik Yalengga


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Yalengga 0 366 T. Jayawijaya.17.5

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4204
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

2 TPS 01 Wugurima 283 0 T. Jayawijaya.17.7

3 TPS 01 Bitti 0 295 T. Jayawijaya.17.9

4 TPS 01 Pilimo 281 0 T. Jayawijaya.17.11

5 TPS 02 Pilimo 397 0 T. Jayawijaya.17.12

6 TPS 01 Wananuk 0 508 T. Jayawijaya.17.17

7 TPS 01 Marili 0 426 T. Jayawijaya.17.24

8 TPS 02 Marili 0 228 T. Jayawijaya.17.25

9 TPS 01 Aipokma 415 0 T. Jayawijaya.17.27

JUMLAH 1.376 1.823

1.17 Distrik Koragi


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Koragi 0 306 T. Jayawijaya.18.2

2 TPS 02 Koragi 0 253 T. Jayawijaya.18.3

3 TPS 01 Kumudluk 0 281 T. Jayawijaya.18.5

4 TPS 02 Kumudluk 0 282 T. Jayawijaya.18.6

5 TPS 01 Tagibaga 0 280 T. Jayawijaya.18.8

6 TPS 02 Tagibaga 0 240 T. Jayawijaya.18.9

7 TPS 01 Telegai 0 500 T. Jayawijaya.18.11

8 TPS 02 Telegai 0 354 T. Jayawijaya.18.12

9 TPS 01 Tenondek 0 472 T. Jayawijaya.18.14

10 TPS 02 Tenondek 0 462 T. Jayawijaya.18.15

JUMLAH 0 3.430

1.18 Distrik Tailarek


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Tailarek 0 209 T. Jayawijaya.19.2

2 TPS 01 Etadoma 0 189 T. Jayawijaya.19.4

3 TPS 01 Bokiem 0 339 T. Jayawijaya.19.6

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4205
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

4 TPS 02 Bokiem 0 221 T. Jayawijaya.19.7

5 TPS 01 Isora 0 473 T. Jayawijaya.19.9

6 TPS 01 Butliem 0 500 T. Jayawijaya.19.11

7 TPS 02 Butliem 0 298 T. Jayawijaya.19.12

8 TPS 01 Huluaima 0 429 T. Jayawijaya.19.14

9 TPS 01 Senogalik 0 380 T. Jayawijaya.19.16

10 TPS 02 Wenggeri 0 314 T. Jayawijaya.19.17

11 TPS 01 Yoman Woya 0 500 T. Jayawijaya.19.19

12 TPS 02 Yoman Woya 0 214 T. Jayawijaya.19.20

JUMLAH 0 4.066

1.19 Distrik Wame


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Wanggonoma 0 171 T. Jayawijaya.20.4

JUMLAH 0 171

1.20 Distrik Bolakme


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Bolakme 0 266 T. Jayawijaya.21.2

2 TPS 01 Owagambak 0 343 T. Jayawijaya.21.4

3 TPS 01 Nunggarugum 0 299 T. Jayawijaya.21.6

4 TPS 02 Nunggarugum 0 302 T. Jayawijaya.21.7

5 TPS 01 Patmos 0 225 T. Jayawijaya.21.9

6 TPS 02 Patmos 0 324 T. Jayawijaya.21.10

7 TPS 02 Bandua 0 338 T. Jayawijaya.21.12

8 TPS 01 Bandua 0 225 T. Jayawijaya.21.13

9 TPS 01 Kugiteko 0 351 T. Jayawijaya.21.14

10 TPS 01 Lani Timur 0 241 T. Jayawijaya.21.16

11 TPS 02 Lani Timur 0 320 T. Jayawijaya.21.17

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4206
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

12 TPS 01 Wenamela 0 441 T. Jayawijaya.21.19

13 TPS 01 Munak 0 268 T. Jayawijaya.21.21

14 TPS 02 Munak 0 320 T. Jayawijaya.21.22

15 TPS 01 Bimu 0 460 T. Jayawijaya.21.24

16 TPS 01 Tekani 0 450 T. Jayawijaya.21.26

17 TPS 01 Tenonggame 0 304 T. Jayawijaya.21.28

18 TPS 02 Tenonggame 0 267 T. Jayawijaya.21.29

JUMLAH 0 5.744

1.21 Distrik Bripi


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 02 Dionggoky 402 0 T. Jayawijaya.23.7

JUMLAH 402 0

1.22 Distrik Bugi


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Air Garam 0 286 T. Jayawijaya.24.21

2 TPS 02 Air Garam 282 0 T. Jayawijaya.24.22

JUMLAH 282 286

1.23 Distrik Itlay Hisage


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Sumunikama 0 169 T. Jayawijaya.25.4

2 TPS 01 Kamisage 0 183 T. Jayawijaya.25.6

3 TPS 01 Yogonima 0 310 T. Jayawijaya.25.8

4 TPS 02 Yogonima 0 248 T. Jayawijaya.25.9

5 TPS 01 Tomisa 0 223 T. Jayawijaya.25.11

6 TPS 02 Tomisa 0 295 T. Jayawijaya.25.12

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4207
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

7 TPS 01 Miami 0 271 T. Jayawijaya.25.14

8 TPS 02 Miami 0 278 T. Jayawijaya.25.15

9 TPS 01 Siliwa 0 499 T. Jayawijaya.25.17

10 TPS 01 Wuroba 0 459 T. Jayawijaya.25.19

11 TPS 01 Heledalege 0 482 T. Jayawijaya.25.21

JUMLAH 0 3.417

1.24 Distrik Asologaima


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Wawanca 0 268 T. Jayawijaya.26.5

2 TPS 02 Wawanca 0 291 T. Jayawijaya.26.6

3 TPS 01 Miligatnem 0 239 T. Jayawijaya.26.11

4 TPS 02 Miligatnem 0 333 T. Jayawijaya.26.12

5 TPS 01 Tikawa 0 321 T. Jayawijaya.26.15

6 TPS 02 Tikawa 0 239 T. Jayawijaya.26.16

7 TPS 01 Logotpaga 0 257 T. Jayawijaya.26.18

8 TPS 01 Kombage 0 197 T. Jayawijaya.26.20

9 TPS 01 Loki 0 495 T. Jayawijaya.26.22

JUMLAH 0 2.640

1.25 Distrik Kurulu


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Yiwika 0 473 T. Jayawijaya.27.2

1 TPS 02 Waga-waga 0 247 T. Jayawijaya.27.6

1 TPS 01 Waga-waga 0 267 T. Jayawijaya.27.7

1 TPS 01 Limpagalo 0 277 T. Jayawijaya.27.12

1 TPS 02 Limpagalo 0 281 T. Jayawijaya.27.13

1 TPS 01 Abusa 0 262 T. Jayawijaya.27.15

1 TPS 02 Abusa 0 291 T. Jayawijaya.27.16

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4208
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

1 TPS 01 Hopama 0 432 T. Jayawijaya.27.18

1 TPS 01 Eragama 0 278 T. Jayawijaya.27.23

1 TPS 01 Purkalo Sati 0 235 T. Jayawijaya.27.25

1 TPS 01 Kumima 0 488 T. Jayawijaya.27.27

JUMLAH 0 3.531

1.26 Distrik Wouma


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Wisakma 0 411 T. Jayawijaya.28.4

2 TPS 02 Wisakma 0 339 T. Jayawijaya.28.5

3 TPS 01 Logonoba 0 358 T. Jayawijaya.28.7

4 TPS 02 Logonoba 0 224 T. Jayawijaya.28.8

5 TPS 01 Wesakin 0 402 T. Jayawijaya.28.10

6 TPS 02 Wesakin 0 342 T. Jayawijaya.28.11

JUMLAH 0 2.076

1.27 Distrik Ibele


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Tagarobak 0 237 T. Jayawijaya.29.2

2 TPS 02 Yelewarak 0 230 T. Jayawijaya.29.4

3 TPS 01 Zinai 0 396 T. Jayawijaya.29.6

4 TPS 01 Tipalok 0 411 T. Jayawijaya.29.8

5 TPS 01 Holaliba 0 363 T. Jayawijaya.29.10

6 TPS 01 Zapma 0 277 T. Jayawijaya.29.12

7 TPS 01 Jokaldalek 0 254 T. Jayawijaya.29.14

8 TPS 01 Ajobaibuk 0 463 T. Jayawijaya.29.16

9 TPS 01 Ibele 0 418 T. Jayawijaya.29.18

10 TPS 01 Habema 0 454 T. Jayawijaya.29.20

JUMLAH 0 3.503

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4209
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

1.28 Distrik Hubikiak


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Husoak 0 380 T. Jayawijaya.30.2

2 TPS 04 Hetuma 0 399 T. Jayawijaya.30.18

JUMLAH 0 779

1.29 Distrik Maima


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Maima 0 573 T. Jayawijaya.31.2

2 TPS 02 Maima 0 494 T. Jayawijaya.31.3

3 TPS 01 Esiak 0 465 T. Jayawijaya.31.5

4 TPS 02 Esiak 0 358 T. Jayawijaya.31.6

5 TPS 01 Heraewa 0 480 T. Jayawijaya.31.8

6 TPS 02 Heraewa 0 358 T. Jayawijaya.31.9

7 TPS 01 Kepi 0 479 T. Jayawijaya.31.11

8 TPS 02 Kepi 0 339 T. Jayawijaya.31.12

9 TPS 01 Minimo 0 425 T. Jayawijaya.31.14

10 TPS 02 Minimo 0 211 T. Jayawijaya.31.16

11 TPS 01 Hwewa 0 415 T. Jayawijaya.31.18

12 TPS 02 Hwewa 0 323 T. Jayawijaya.31.19

13 TPS 01 Menagaima 0 417 T. Jayawijaya.31.21

14 TPS 02 Menagaima 0 377 T. Jayawijaya.31.22

JUMLAH 0 5.714

1.30 Distrik Muliama


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Muliama 0 320 T. Jayawijaya.32.2

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4210
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

2 TPS 02 Muliama 0 302 T. Jayawijaya.32.3

3 TPS 01 Molebaga 0 385 T. Jayawijaya.32.5

4 TPS 02 Molebaga 0 186 T. Jayawijaya.32.6

5 TPS 01 Asologama 0 355 T. Jayawijaya.32.8

6 TPS 02 Asologama 0 218 T. Jayawijaya.32.9

7 TPS 01 Silamik 0 325 T. Jayawijaya.32.11

8 TPS 02 Silamik 0 235 T. Jayawijaya.32.12

9 TPS 01 Kewin 0 360 T. Jayawijaya.32.14

10 TPS 02 Kewin 0 204 T. Jayawijaya.32.15

11 TPS 01 Konam 0 308 T. Jayawijaya.32.17

12 TPS 02 Konam 0 242 T. Jayawijaya.32.18

13 TPS 01 Pilabaga 0 175 T. Jayawijaya.32.22

14 TPS 01 Hukulagi 0 152 T. Jayawijaya.32.24

15 TPS 01 Delekama 0 308 T. Jayawijaya.32.25

16 TPS 02 Delekama 0 254 T. Jayawijaya.32.26

17 TPS 01 Helefa 0 285 T. Jayawijaya.32.29

18 TPS 02 Helefa 0 271 T. Jayawijaya.32.30

19 TPS 01 Sekom 0 315 T. Jayawijaya.32.32

20 TPS 02 Sekom 0 251 T. Jayawijaya.32.33

21 TPS 02 Sekom 0 251 T. Jayawijaya.32.33

JUMLAH 0 5.702

1.31 Distrik Hubi Kosi


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Kosi Hiladok 0 428 T. Jayawijaya.33.2

1 TPS 02 Kosi Hiladok 0 303 T. Jayawijaya.33.3

1 TPS 01 Pipukmo 0 407 T. Jayawijaya.33.5

1 TPS 02 Pipukmo 0 348 T. Jayawijaya.33.6

1 TPS 01 Meagama 0 780 T. Jayawijaya.33.7

1 TPS 01 Isakusa 0 382 T. Jayawijaya.33.10

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4211
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

1 TPS 02 Isakusa 0 320 T. Jayawijaya.33.11

1 TPS 01 Hubi Kosi 0 298 T. Jayawijaya.33.12

1 TPS 01 Tkilumo 0 355 T. Jayawijaya.33.15

1 TPS 01 Kosimeaga 0 392 T. Jayawijaya.33.19

1 TPS 01 Sunili 0 339 T. Jayawijaya.33.21

1 TPS 01 Kikhumo 0 507 T. Jayawijaya.33.22

JUMLAH 0 4.859

1.32 Distrik Usilimo


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Isaimo 241 0 T. Jayawijaya.34.20

JUMLAH 241 0

1.33 Distrik Wollo


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Wodloma 0 270 T. Jayawijaya.35.17

JUMLAH 0 270

1.34 Distrik Asolokobal


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Asolokobal 0 455 T. Jayawijaya.36.1

2 TPS 02 Asolokobal 0 485 T. Jayawijaya.36.2

3 TPS 03 Asolokobal 0 120 T. Jayawijaya.36.3

4 TPS 01 Hesatum 0 379 T. Jayawijaya.36.5

5 TPS 02 Hesatum 0 350 T. Jayawijaya.36.6

6 TPS 03 Hesatum 0 390 T. Jayawijaya.36.7

7 TPS 01 Asotapo 0 264 T. Jayawijaya.36.9

8 TPS 02 Asotapo 0 480 T. Jayawijaya.36.10

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4212
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

9 TPS 03 Asotapo 0 349 T. Jayawijaya.36.11

10 TPS 01 Wiaima 0 371 T. Jayawijaya.36.13

11 TPS 02 Wiaima 0 465 T. Jayawijaya.36.14

12 TPS 01 Sinata 0 449 T. Jayawijaya.36.16

13 TPS 02 Sinata 0 441 T. Jayawijaya.36.17

14 TPS 02 Yapema 0 449 T. Jayawijaya.36.19

15 TPS 01 Yapema 0 253 T. Jayawijaya.36.20

16 TPS 01 Nimabua 0 462 T. Jayawijaya.36.22

17 TPS 02 Nimabua 0 386 T. Jayawijaya.36.23

18 TPS 02 Helalua 0 329 T. Jayawijaya.36.25

19 TPS 01 Helalua 0 448 T. Jayawijaya.36.26

20 TPS 01 Mulinekama 0 320 T. Jayawijaya.36.28

21 TPS 02 Mulinekama 0 456 T. Jayawijaya.36.30

JUMLAH 0 8.101

1.35 Distrik Tagineri


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Tagineri 0 316 T. Jayawijaya.37.2

2 TPS 01 Wuragukme 0 259 T. Jayawijaya.37.4

3 TPS 01 Pagaluk 0 252 T. Jayawijaya.37.6

4 TPS 02 Pagaluk 0 351 T. Jayawijaya.37.7

5 TPS 01 Injuta 0 316 T. Jayawijaya.37.9

6 TPS 02 Injuta 0 374 T. Jayawijaya.37.10

7 TPS 01 Galelema 0 499 T. Jayawijaya.37.12

8 TPS 01 Binibaga 0 315 T. Jayawijaya.37.14

9 TPS 02 Binibaga 0 300 T. Jayawijaya.37.15

10 TPS 02 Wilaloma 0 320 T. Jayawijaya.37.15

11 TPS 01 Wilaloma 0 286 T. Jayawijaya.37.19

12 TPS 01 Tamokilu 0 469 T. Jayawijaya.37.21

13 TPS 01 Melemei 0 457 T. Jayawijaya.37.23

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4213
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

JUMLAH 0 4.514

1.36 Distrik Musatfak


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Anegera 0 395 T. Jayawijaya.38.2

2 TPS 01 Hamukhi 0 387 T. Jayawijaya.38.4

3 TPS 01 Temia 0 461 T. Jayawijaya.38.6

4 TPS 01 KosiAkve 0 380 T. Jayawijaya.38.8

5 TPS 01 Siadma 0 203 T. Jayawijaya.38.10

6 TPS 01 Yumubima 0 179 T. Jayawijaya.38.12

7 TPS 01 Mulupalek 0 456 T. Jayawijaya.38.14

8 TPS 01 Elabukama 0 272 T. Jayawijaya.38.16

9 TPS 01 Abulukmo 0 231 T. Jayawijaya.38.18

10 TPS 01 Dumasili 0 481 T. Jayawijaya.38.20

JUMLAH 0 3.445

1.37 Distrik Wesaput


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Hokama 0 463 T. Jayawijaya.39.2

2 TPS 01 Yaloaput 0 500 T. Jayawijaya.39.10

3 TPS 02 Yaloaput 0 500 T. Jayawijaya.39.11

4 TPS 03 Yaloaput 0 396 T. Jayawijaya.39.12

5 TPS 01 Parema 0 500 T. Jayawijaya.39.17

6 TPS 02 Parema 0 500 T. Jayawijaya.39.18

7 TPS 03 Parema 0 119 T. Jayawijaya.39.19

JUMLAH 0 2.978

2. Kabupaten Puncak Jaya


2.1. Distrik Mulia
No TPS (Desa) Perolehan Tanda Bukti

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4214
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

Suara (C-1)

No. 1 No. 2

1 TPS 01 Muliabut 0 325 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.1

2 TPS 02 Muliabut 0 305 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.2

3 TPS 01 Liginikime 0 499 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.4

4 TPS 02 Liginikime 0 498 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.5

5 TPS 03 Liginikime 463 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.6

6 TPS 01 Yalinggua 294 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.7

7 TPS 02 Yalinggua 292 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.8

8 TPS 01 Yambidugum 450 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.11

9 TPS 02 Yambidugum 425 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.12

10 TPS 01 Talilome 254 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.13

11 TPS 02 Talilome 296 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.14

12 TPS 01 Kamburaw 484 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.15

13 TPS 01 Doligobak 426 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.16

14 TPS 02 Doligobak 0 424 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.17

15 TPS 02 Usir 476 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.19

16 TPS 02 Kulokenggame 485 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.20

17 TPS 01 Birakmbut 300 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.21

18 TPS 01 Trikora 0 499 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.24

19 TPS 02 Trikora 0 477 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.25

20 TPS 01 Karubate 460 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.28

21 TPS 03 Karubate 0 451 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.30

22 TPS 01 Lulame 444 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.33

23 TPS 01 Wanduri 309 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.34

24 TPS 02 Wanduri 308 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.35

25 TPS 01 Agutare 372 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.36

26 TPS 01 Kilungw 326 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.37

27 TPS 02 Kilungwi 331 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.38

28 TPS 01 Omabut 2571 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.41

29 TPS 02 Omabut 272 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.42

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4215
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

30 TPS 01 Tomemarib 0 238 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.45

31 TPS 01 Ginigom 270 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.53

32 TPS 02 Ginigom 269 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.54

33 TPS 10 Teboilok 0 456 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.55

34 TPS 01 Moulo 400 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.56

35 TPS 01 Wujukwi 487 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.64

36 TPS 02 Wujukwi 437 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.65

37 TPS 03 Wujukwi 0 455 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.66

38 TPS 09 Wujukwi 0 436 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.72

39 TPS 11 Wujukwi 0 451 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.74

40 TPS 13 Wujukwi 499 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.76

41 TPS 01 Urgele 500 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.85

42 TPS 02 Urgele 500 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.86

43 TPS 03 Urgele 450 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.87

44 TPS 04 Urgele 387 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.88

45 TPS 01 Wandengobak 0 499 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.89

46 TPS 02 Wandengobak 0 500 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.90

47 TPS 03 Wandengobak 0 499 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.91

48 TPS 04 Wandengobak 0 404 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.92

49 TPS 05 Wandengobak 0 422 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.93

50 TPS 06 Wandengobak 0 446 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.94

51 TPS 01 Berelema 490 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.95

52 TPS 02 Berelema 485 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.96

53 TPS 03 Berelema 454 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.97

54 TPS 04 Berelema 364 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.98

55 TPS 05 Berelema 405 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.99

56 TPS 01 Kulirik 500 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.100

57 TPS 02 Kulirik 499 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.101

58 TPS 03 Kulirik 499 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.102

59 TPS 04 Kulirik 499 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.103

60 TPS 05 Kulirik 497 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.104

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4216
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

61 TPS 06 Kulirik 451 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.105

62 TPS 07 Kulirik 498 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.106

63 TPS 08 Kulirik 407 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.107

64 TPS 09 Kulirik 416 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.108

65 TPS 10 Kulirik 472 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.109

66 TPS 01 Pruleme 500 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.110

67 TPS 02 Pruleme 499 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.111

68 TPS 03 Pruleme 499 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.112

69 TPS 04 Pruleme 500 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.113

70 TPS 06 Pruleme 453 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.115

71 TPS 07 Pruleme 498 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.116

72 TPS 08 Pruleme 445 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.117

73 TPS 02 Pagaleme 500 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.119

74 TPS 03 Pagaleme 496 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.120

75 TPS 04 Pagaleme 0 500 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.121

76 TPS 05 Pagaleme 500 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.122

77 TPS 07 Pagaleme 493 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.124

78 TPS 09 Pagaleme 499 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.126

79 TPS 11 Pagaleme 404 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.128

80 TPS 12 Pagaleme 407 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.128A

81 TPS 13 Pagaleme 351 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.129

82 TPS 14 Pagaleme 351 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 1.130

JUMLAH 28.568 8.784

2.2. Distrik Tingginambut


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS (Desa) Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 02 Monik 0 382 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.1

2 TPS 01 Wondwi 0 500 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.2

3 TPS 02 Wondwi 0 300 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.3

4 TPS 03 Wondwi 0 304 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.4

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4217
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

5 TPS 01 Aulame 0 500 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.5

6 TPS 02 Aulame 0 425 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.6

7 TPS 01 Monia 500 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.7

8 TPS 01 Tinggineri 0 438 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.8

9 TPS 01 Bime 0 302 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.9

10 TPS 02 Bime 0 270 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.10

11 TPS 01 Yalibate 0 54 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.11

12 TPS 01 Ginilome 0 56 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.12

13 TPS 01 Nakogwe 0 369 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.13

14 TPS 01 Pagaruwom 0 286 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.14

15 TPS 01 Oriluk 0 102 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.15

16 TPS 01 Tenoluk 0 62 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.16

17 TPS 01 Kayogebur 0 300 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.17

18 TPS 02 Kayogebur 0 302 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.17A

19 TPS 01 Binggelakme 0 300 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.18

20 TPS 02 Binggelakme 0 241 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.19

21 TPS 01 Rabume 0 56 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.20

22 TPS 01 Towolulk 0 60 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.21

23 TPS 01 Delalo 0 119 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.22

24 TPS 01 Innikimualok 0 244 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.24

25 TPS 01 Yongun 0 169 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.25

26 TPS 01 Lumbuk 0 299 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.26

27 TPS 02 Lumbuk 0 229 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.27

28 TPS 01 Turotaro 0 390 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.28

29 TPS 01 Pernalak 0 216 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.29

30 TPS 01 Jumsari 0 214 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.30

31 TPS 01 Tenggoname 0 129 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.31

32 TPS 01 Naburage 0 259 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.32

33 TPS 01 Gibume 0 160 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.33

34 TPS 01 Vanemgawi 0 265 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.34

35 TPS 01 Jiramok 0 304 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.35

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4218
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

36 TPS 02 Jiramok 0 360 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.36

37 TPS 01 Palumiage 0 291 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.37

38 TPS 01 Yumgwi 0 266 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.38

39 TPS 01 Pilibur 0 364 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.39

40 TPS 01 Kiburu 0 200 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.40

41 TPS 01 Nuwi 0 156 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.41

42 TPS 01 Diraluk 0 122 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.42

43 TPS 01 Derem 0 397 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.43

44 TPS 01 Undini 0 179 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.44

45 TPS 01 Longawi 0 396 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.45

46 TPS 01 Cilome 0 306 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.46

47 TPS 02 Cilome 0 312 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.47

48 TPS 02 Aulakmu 0 222 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.48

49 TPS 01 Agape 0 330 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.49

50 TPS 01 Mondogoneri 0 20 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.50

51 TPS 01 Lera Wera 0 301 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.51

52 TPS 02 Lera Wera 0 350 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.52

53 TPS 01 Ginipago 0 355 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.53

54 TPS 01 Yaniruk 0 163 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.54

55 TPS 01 Gwenggu 0 164 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.55

56 TPS 01 Pilia 0 25 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.56

57 TPS 01 Perime 0 431 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.57

58 TPS 01 Gubupur 0 24 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.58

59 TPS 01 Wiyage 0 371 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.59

60 TPS 01 Kalome 0 497 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.60

61 TPS 02 Kalome 0 500 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.61

62 TPS 03 Kalome 0 499 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.62

63 TPS 04 Kalome 0 500 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.63

64 TPS 05 Kalome 0 298 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.64

65 TPS 06 Kalome 0 277 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.65

66 TPS 01 Jibinggame 0 301 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.66

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4219
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

67 TPS 02 Jibinggame 0 303 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.67

68 TPS 01 Umrokmikna 0 451 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.68

69 TPS 01 Varmukum 0 500 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.69

70 TPS 02 Varmukum 0 300 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.70

71 TPS 03 Varmukum 0 223 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.71

72 TPS 01 Yogorimi 0 500 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.72

73 TPS 02 Yogorimi 0 500 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.73

74 TPS 03 Yogorimi 0 344 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.74

75 TPS 01 Nenegame 0 253 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.75

76 TPS 01 Anggepegepe 0 500 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.76

77 TPS 02 Anggepegepe 0 246 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.77

78 TPS 01 Toragi 0 500 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.78

79 TPS 02 Toragi 0 178 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.79

80 TPS 01 Melokum 0 415 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.80

81 TPS 01 Jigobune 0 398 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.81

82 TPS 01 Jigobau 0 300 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.82

83 TPS 03 Jigobak 0 361 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.83

84 TPS 01 Tingginambut 0 500 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.84

85 TPS 02 Tingginambut 300 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.85

86 TPS 01 Bonaluk 0 341 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.86

87 TPS 02 Bonaluk 0 339 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.87

88 TPS 01 Lura Bara 0 446 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.88

89 TPS 01 Gereja Lama 0 384 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.89

90 TPS 01 Jugubelokwi 0 198 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.90

91 TPS 01 Paralo 0 129 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.91

92 TPS 01 Purugi 0 45 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.92

93 TPS 01 Degi 0 215 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.93

94 TPS 01 Yamengga 0 156 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.94

95 TPS 01 Uragi 0 84 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.95

96 TPS 01 Gimangku 0 56 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.96

97 TPS 01 Tombo 0 302 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.97

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4220
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

98 TPS 01 Tingginime 0 342 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.98

99 TPS 01 Papua 121 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.99

100 TPS 01 Gisume 0 61 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 2.100

JUMLAH 921 27.453

2.3. Distrik Ilu


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS (Desa) Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Gumawi 83 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.1

2 TPS 01 Lambo 348 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.2

3 TPS 02 Lambo 346 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.3

4 TPS 02 Pindebaga 372 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.5

5 TPS 01 Amberiambut 325 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.6

6 TPS 02 Amberiambut 326 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.7

7 TPS 01 Jigelo 402 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.8

8 TPS 02 Jigelo 302 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.9

9 TPS 03 Jigelo 322 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.10

10 TPS 01 Bunume 500 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.11

11 TPS 02 Bunume 387 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.12

12 TPS 03 Bunume 380 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.13

13 TPS 01 Ambit-Mbit 498 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.14

14 TPS 02 Ambit-Mbit 499 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.15

15 TPS 03 Ambit-Mbit 500 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.16

16 TPS 04 Ambit-Mbit 498 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.17

17 TPS 05 Ambit-Mbit 479 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.18

18 TPS 01 Wurak 500 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.19

19 TPS 02 Wurak 500 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.20

20 TPS 03 Wurak 499 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.21

21 TPS 04 Wurak 361 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.22

22 TPS 05 Wurak 374 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.23

23 TPS 01 Yamoneri 0 500 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.24

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4221
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

24 TPS 02 Yamoneri 0 499 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.25

25 TPS 03 Yamoneri 0 500 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.26

26 TPS 04 Yamoneri 0 402 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.27

27 TPS 05 Yamoneri 0 300 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.28

28 TPS 06 Yamoneri 0 400 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.29

29 TPS 01 Aulukme 340 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.30

30 TPS 02 Aulukme 343 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.31

31 TPS 01 Kirigimaduk 283 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.32

32 TPS 01 Agopaga 495 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.33

33 TPS 01 Jiguluk 203 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.34

34 TPS 01 Digulome 60 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.35

35 TPS 01 Jimbeneri 130 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.36

36 TPS 01 Jimbonok 120 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.37

37 TPS 01 Jimbanime 63 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.38

38 TPS 01 Yagaluk 411 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.39

39 TPS 01 Wugi Wagi 306 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.40

40 TPS 01 Kobarak 356 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.41

41 TPS 01 Laworege 200 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.42

TPS 01
42 Numbukenggawi 276 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.43

43 TPS 01 Ninom 286 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.44

44 TPS 01 Galonegame 117 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.45

45 TPS 01 Maka 268 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.46

46 TPS 02 Maka 271 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.47

47 TPS 01 Juria 265 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.48

48 TPS 02 Juria 261 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.49

49 TPS 01 Gubulome 500 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.50

50 TPS 02 Gubulome 469 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.51

51 TPS 01 Piyapigi 323 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.52

52 TPS 02 Piyapigi 301 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.53

53 TPS 01 Kurikpulok 106 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.54

54 TPS 01 Aringga 242 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.55

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4222
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

55 TPS 01 Tirigoi 160 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.56

56 TPS 01 Anggutari 386 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.57

57 TPS 01 Tenomanggen 371 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.58

58 TPS 01 Andiron 365 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.59

59 TPS 01 Mobigi 372 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.60

60 TPS 01 Girmor 258 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.61

61 TPS 01 Pulau Timur 189 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.62

62 TPS 01 Kalengga 103 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.63

63 TPS 01 Belantara 274 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.64

64 TPS 01 Moulo 171 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.65

65 TPS 01 Pereya 291 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.66

66 TPS 02 Pereya 299 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.67

67 TPS 01 Dilonggame 499 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.68

68 TPS 02 Dilonggame 500 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.69

69 TPS 04 Dilonggame 352 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 3.71

JUMLAH 20.386 2.601

2.4. Distrik Jigonikme


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS (Desa) Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 02 Nioga 0 500 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 4.2

2 TPS 03 Nioga 0 500 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 4.3

3 TPS 04 Nioga 500 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 4.4

4 TPS 06 Nioga 432 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 4.6

5 TPS 01 Gubume 500 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 4.7

6 TPS 03 Gubume 0 234 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 4.9

7 TPS 01 Gibaga 499 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 4.10

8 TPS 02 Gibaga 0 500 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 4.11

9 TPS 04 Gibaga 380 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 4.13

10 TPS 02 Tinggirege 0 214 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 4.15

11 TPS 01 Jigonikme 498 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 4.16

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4223
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

12 TPS 03 Jigonikme 0 250 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 4.18

13 TPS 01 Guna 499 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 4.19

14 TPS 02 Guna 498 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 4.20

15 TPS 03 Guna 0 497 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 4.21

16 TPS 05 Guna 0 301 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 4.23

17 TPS 01 Jinggi 400 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 4.24

18 TPS 03 Jinggi 0 309 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 4.26

19 TPS 02 Modu 0 396 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 4.29

20 TPS 01 Puki-Paki 300 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 4.31

21 TPS 01 Woraluk 0 119 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 4.65

22 TPS 01 Mabuk Timur 0 181 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 4.66

23 TPS 01 Onendu 0 168 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 4.67

24 TPS 01 Akwibaga 0 79 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 4.68

JUMLAH 4.506 4.248

2.5. Distrik Yamo


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS (Desa) Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Dondo 0 402 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 5.3

2 TPS 02 Dondo 0 379 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 5.4

3 TPS 03 Dondo 0 373 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 5.5

4 TPS 01 Yamo 0 500 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 5.6

5 TPS 02 Yamo 0 485 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 5.7

6 TPS 01 Purbalo 295 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 5.8

7 TPS 02 Yogolawi 0 420 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 5.11

8 TPS 01 Wundu 0 421 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 5.12

9 TPS 02 Wundu 422 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 5.13

10 TPS 03 Wundu 0 410 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 5.14

11 TPS 01 Binime 0 335 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 5.15

12 TPS 02 Binime 0 332 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 5.16

13 TPS 03 Binime 0 367 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 5.17

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4224
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

14 TPS 01 Tiogeme 0 287 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 5.18

15 TPS 02 Tiogeme 0 262 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 5.19

16 TPS 01 Goyage 0 287 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 5.20

17 TPS 02 Goyage 0 278 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 5.21

18 TPS 01 Wurage 0 90 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 5.22

19 TPS 01 Pulau Yamo 0 79 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 5.23

20 TPS 01 Nowoneri 0 95 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 5.24

21 TPS 01 Wolame 0 59 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 5.28

22 TPS 01 Yaumambu 0 264 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 5.29

23 TPS 01 Goyage 224 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 5.31.a

24 TPS 01 Jigunikime 222 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 5.32

25 TPS 01 Gibaga 78 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 5.33

26 TPS 01 Nami 0 201 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 5.34

27 TPS 01 Tukwi 0 208 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 5.36

28 TPS 01 Sanoba 0 117 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 5.37

29 TPS 01 Niruwi 0 185 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 5.39

30 TPS 01 Yalikambi 0 230 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 5.40

31 TPS 01 Kwatineri 0 55 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 5.41

32 TPS 01 Aligapaga 0 66 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 5.42

JUMLAH 1.241 7.187

2.6. Distrik Mewoluk


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS (Desa) Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 02 Mewoluk 0 430 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 6.2

2 TPS 03 Mewoluk 0 442 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 6.3

3 TPS 01 Gilibe 0 296 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 6.4

4 TPS 02 Gilibe 0 288 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 6.5

5 TPS 01 Lumo 0 397 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 6.6

6 TPS 02 Lumo 401 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 6.7

7 TPS 03 Lumo 0 358 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 6.8

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4225
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

8 TPS 02 Kililumo 0 499 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 6.10

9 TPS 03 Kililumo 0 359 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 6.11

10 TPS 04 Kililumo 0 403 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 6.12

11 TPS 01 Gumbru 0 323 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 6.13

12 TPS 02 Gumbru 306 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 6.14

13 TPS 01 Mewut 0 500 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 6.15

14 TPS 02 Mewut 0 400 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 6.16

15 TPS 03 Mewut 0 401 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 6.17

16 TPS 04 Mewut 0 325 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 6.18

17 TPS 01 Golapaga 0 239 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 6.19

18 TPS 02 Golapaga 0 343 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 6.20

19 TPS 01 Balinggup 0 394 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 6.21

20 TPS 01 Walibo 0 339 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 6.22

21 TPS 01 Biak 0 206 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 6.24

22 TPS 01 Wanume 0 40 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 6.25

23 TPS 01 Tigir 0 404 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 6.27

24 TPS 01 Ogoluk 0 371 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 6.28

25 TPS 01 Ninggineri 0 399 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 6.29

26 TPS 01 Belabaga 0 403 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 6.30

27 TPS 01 Wurabak 0 279 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 6.31

28 TPS 02 Wurabak 0 343 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 6.32

29 TPS 01 Gililome 0 336 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 6.33

30 TPS 01 Maloinggen 0 94 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 6.34

31 TPS 01 Dologobak 0 282 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 6.35

32 TPS 01 Tiolome 0 481 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 6.36

33 TPS 01 Utikme 0 396 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 6.37

JUMLAH 707 10.770

2.7. Distrik Torere


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS (Desa) Tanda Bukti
No. 1 No. 2

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4226
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

1 TPS 01 Gubugani 0 500 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 7.1

2 TPS 02 Gubugani 500 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 7.2

3 TPS 03 Gubugani 421 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 7.3

4 TPS 01 Tumbiwalu 0 500 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 7.4

5 TPS 03 Tumbiwalu 0 289 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 7.6

6 TPS 01 Ambok 0 500 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 7.7

7 TPS 02 Ambok 0 499 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 7.8

8 TPS 03 Ambok 0 500 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 7.9

9 TPS 04 Ambok 0 175 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 7.10

10 TPS 01 Awiyam 176 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 7.11

11 TPS 01 Tubnoime 352 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 7.12

12 TPS 01 Wariru 255 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 7.13

13 TPS 01 Digi 0 246 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 7.14

14 TPS 01 Kikup 474 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 7.15

15 TPS 01 Gunung Tayok 180 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 7.16

16 TPS 01 Kelandu 181 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 7.17

17 TPS 01 Nambu 130 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 7.18

18 TPS 01 Asua 0 128 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 7.19

19 TPS 01 Degei 43 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 7.20

20 TPS 01 Sigou 81 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 7.21

21 TPS 01 Nalu 0 439 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 7.22

JUMLAH 2.793 3.776

2.8. Distrik Fawi


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS (Desa) Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Fawi 346 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 8.1

2 TPS 02 Fawi 293 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 8.2

3 TPS 01 Bakusi 197 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 8.6

4 TPS 01 Kaho 0 401 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 8.8

5 TPS 01 Biricare 0 235 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 8.9

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4227
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

6 TPS 01 Fii 21 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 8.11

7 TPS 01 Evo 0 332 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 8.12

8 TPS 01 Yerei 0 140 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 8.13

9 TPS 01 Mbonbano 0 97 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 8.18

10 TPS 01 Atol 0 317 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 8.21

11 TPS 01 Mandara Lani 46 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 8.22

12 TPS 01 Amuringak 107 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 8.23

13 TPS 01 Wanoida 0 49 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 8.24

14 TPS 01 Teaton Banoaw 0 83 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 8.25

15 TPS 01 Ambo 85 0 T.Papua.Kab.Puncak Jaya 8.26

JUMLAH 1.095 1.654

3. Kabupaten Paniai
3.1. Distrik Paniai Barat
Perolehan
Suara (C-1)
No TPS (Desa) Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Kegouda 0 458 T.Papua.Kab.Paniai 1.1

2 TPS 02 Kegouda 0 458 T.Papua.Kab.Paniai 1.2

3 TPS 03 Kegouda 0 458 T.Papua.Kab.Paniai 1.3

4 TPS 04 Kegouda 0 457 T.Papua.Kab.Paniai 1.4

5 TPS 05 Kegouda 0 457 T.Papua.Kab.Paniai 1.5

6 TPS 04 Weipa 0 445 T.Papua.Kab.Paniai 1.8

7 TPS 03 Weipa 0 500 T.Papua.Kab.Paniai 1.9

8 TPS 02 Weipa 0 474 T.Papua.Kab.Paniai 1.10

9 TPS 01 Weipa 0 487 T.Papua.Kab.Paniai 1.11

10 TPS 01 Mogeya 0 475 T.Papua.Kab.Paniai 1.15

11 TPS 02 Mogeya 0 475 T.Papua.Kab.Paniai 1.16

12 TPS 03 Mogeya 0 462 T.Papua.Kab.Paniai 1.17

13 TPS 04 Mogeya 0 446 T.Papua.Kab.Paniai 1.18

14 TPS 01 Tipakotu 0 372 T.Papua.Kab.Paniai 1.19

15 TPS 02 Tipakotu 0 364 T.Papua.Kab.Paniai 1.20

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4228
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

16 TPS 01 Muyetadi 0 450 T.Papua.Kab.Paniai 1.21

17 TPS 02 Muyetadi 0 375 T.Papua.Kab.Paniai 1.22

18 TPS 03 Muyetadi 0 350 T.Papua.Kab.Paniai 1.23

19 TPS 04 Muyetadi 0 333 T.Papua.Kab.Paniai 1.24

20 TPS 01 Epabutu 0 475 T.Papua.Kab.Paniai 1.25

21 TPS 02 Epabutu 0 472 T.Papua.Kab.Paniai 1.26

22 TPS 01 Ukauwo 0 325 T.Papua.Kab.Paniai 1.29

23 TPS 02 Ukauwo 0 377 T.Papua.Kab.Paniai 1.30

24 TPS 01 Obano 0 457 T.Papua.Kab.Paniai 1.34

25 TPS 02 Obano 0 457 T.Papua.Kab.Paniai 1.35

26 TPS 03 Obano 0 457 T.Papua.Kab.Paniai 1.36

27 TPS 04 Obano 0 457 T.Papua.Kab.Paniai 1.37

28 TPS 04 Obano 0 458 T.Papua.Kab.Paniai 1.38

JUMLAH 0 12.231

3.2. Distrik Paniai Timur


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS (Desa) Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 02 Waidide 0 400 T.Papua.Kab.Paniai 2.8

2 TPS 04 Waidide 0 399 T.Papua.Kab.Paniai 2.10

3 TPS 01 Ipakiye 0 401 T.Papua.Kab.Paniai 2.14

4 TPS 02 Ipakiye 0 407 T.Papua.Kab.Paniai 2.15

5 TPS 01 Kopo 0 443 T.Papua.Kab.Paniai 2.16

6 TPS 03 Awabutu 0 499 T.Papua.Kab.Paniai 2.20

7 TPS 01 Toko 0 396 T.Papua.Kab.Paniai 2.21

8 TPS 02 Toko 0 397 T.Papua.Kab.Paniai 2.22

9 TPS 03 Toko 0 396 T.Papua.Kab.Paniai 2.23

10 TPS … Desa … 0 396 T.Papua.Kab.Paniai 2.28

11 TPS 02 Pugo Woge 0 394 T.Papua.Kab.Paniai 2.29

12 TPS 03 Pugo Woge 0 395 T.Papua.Kab.Paniai 2.30

13 TPS 01 Dagouto 0 488 T.Papua.Kab.Paniai 2.37

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4229
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

14 TPS 02 Dagouto 0 488 T.Papua.Kab.Paniai 2.38

15 TPS 01 Papato 0 429 T.Papua.Kab.Paniai 2.39

16 TPS 02 Papato 0 429 T.Papua.Kab.Paniai 2.40

17 TPS … Desa … 0 456 T.Papua.Kab.Paniai 2.44

18 TPS 02 Timida 0 450 T.Papua.Kab.Paniai 2.45

19 TPS 04 Dei 0 300 T.Papua.Kab.Paniai 2.49

20 TPS 01 Pugo Woge 0 396 T.Papua.Kab.Paniai 2.52

JUMLAH 0 8.359

3.3. Distrik Siriwo


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS (Desa) Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Bua Kotu 0 497 T.Papua.Kab.Paniai 3.1

2 TPS 05 Bua Kotu 0 497 T.Papua.Kab.Paniai 3.5

3 TPS 06 Bua Kotu 0 497 T.Papua.Kab.Paniai 3.6

4 TPS … Desa … 0 350 T.Papua.Kab.Paniai 3.7

5 TPS 03 Dadou 0 261 T.Papua.Kab.Paniai 3.8

6 TPS 01 Todiyai 0 412 T.Papua.Kab.Paniai 3.9

7 TPS … Desa … 0 412 T.Papua.Kab.Paniai 3.10

8 TPS 03 Todiyai 0 391 T.Papua.Kab.Paniai 3.11

9 TPS 03 Dadou 0 412 T.Papua.Kab.Paniai 3.12

JUMLAH 0 3.729

3.4. Distrik Aradide


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS (Desa) Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Toyaimoti 0 453 T.Papua.Kab.Paniai 4.1

2 TPS 02 Toyaimoti 0 453 T.Papua.Kab.Paniai 4.2

3 TPS 01 Tuguwai 0 365 T.Papua.Kab.Paniai 4.3

4 TPS 02 Tuguwai 0 339 T.Papua.Kab.Paniai 4.4

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4230
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

5 TPS 01 Yabumaida 0 311 T.Papua.Kab.Paniai 4.5

6 TPS 02 Yabumaida 0 229 T.Papua.Kab.Paniai 4.6

7 TPS 01 Deta 0 437 T.Papua.Kab.Paniai 4.7

8 TPS 02 Deta 0 436 T.Papua.Kab.Paniai 4.8

9 TPS 01 Akoubaida 0 431 T.Papua.Kab.Paniai 4.9

10 TPS 01 Dauwagu 0 379 T.Papua.Kab.Paniai 4.11

11 TPS 02 Dauwagu 0 379 T.Papua.Kab.Paniai 4.12

12 TPS 01 Abatadi 0 349 T.Papua.Kab.Paniai 4.13

13 TPS 03 Abatadi 0 335 T.Papua.Kab.Paniai 4.14

JUMLAH 0 4.896

3.5. Distrik Kebo


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS (Desa) Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Ipuwa 429 0 T.Papua.Kab.Paniai 5.1

2 TPS … Desa … 463 0 T.Papua.Kab.Paniai 5.2

3 TPS 03 Ipuwa 429 0 T.Papua.Kab.Paniai 5.3

4 TPS 01 Pugaida 440 0 T.Papua.Kab.Paniai 5.4

5 TPS 02 Pugaida 440 0 T.Papua.Kab.Paniai 5.5

6 TPS 03 Pugaida 440 0 T.Papua.Kab.Paniai 5.6

7 TPS 01 Munaiyep 446 0 T.Papua.Kab.Paniai 5.7

8 TPS 02 Munaiyep 464 0 T.Papua.Kab.Paniai 5.8

9 TPS 01 Togowa 0 485 T.Papua.Kab.Paniai 5.9

10 TPS 02 Togowa 0 489 T.Papua.Kab.Paniai 5.10

11 TPS … Desa … 400 0 T.Papua.Kab.Paniai 5.11

12 TPS 02 Panibakata 429 0 T.Papua.Kab.Paniai 5.12

13 TPS 03 Panibakata 427 0 T.Papua.Kab.Paniai 5.13

14 TPS 01 Kagapagu 0 350 T.Papua.Kab.Paniai 5.14

15 TPS … Desa … 0 350 T.Papua.Kab.Paniai 5.15

16 TPS 03 Kagapagu 0 349 T.Papua.Kab.Paniai 5.16

17 TPS 01 Ibumomaida 371 0 T.Papua.Kab.Paniai 5.17

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4231
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

18 TPS 02 Ibumomaida 0 350 T.Papua.Kab.Paniai 5.18

19 TPS 03 Ibumomaida 0 345 T.Papua.Kab.Paniai 5.19

20 TPS 01 Ayaigo 0 374 T.Papua.Kab.Paniai 5.20

21 TPS 02 Ayaigo 0 374 T.Papua.Kab.Paniai 5.21

22 TPS 03 Ayaigo 0 373 T.Papua.Kab.Paniai 5.22

23 TPS 01 Kebo I 0 359 T.Papua.Kab.Paniai 5.23

24 TPS 02 Kebo I 0 358 T.Papua.Kab.Paniai 5.24

25 TPS 03 Kebo I 0 358 T.Papua.Kab.Paniai 5.25

26 TPS 01 Kebo II 0 412 T.Papua.Kab.Paniai 5.26

27 TPS 02 Kebo II 0 412 T.Papua.Kab.Paniai 5.27

28 TPS 03 Kebo II 0 412 T.Papua.Kab.Paniai 5.28

29 TPS 04 Kebo II 0 410 T.Papua.Kab.Paniai 5.29

JUMLAH 5.178 6.560

3.6. Distrik Ekadide


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS (Desa) Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 02 Geida 0 422 T.Papua.Kab.Paniai 6.2

2 TPS 03 Geida 0 422 T.Papua.Kab.Paniai 6.3

3 TPS … Desa … 0 495 T.Papua.Kab.Paniai 6.5

4 TPS 03 Agapo 0 495 T.Papua.Kab.Paniai 6.6

5 TPS 02 Eyagitaida 0 428 T.Papua.Kab.Paniai 6.8

6 TPS 03 Eyagitaida 0 481 T.Papua.Kab.Paniai 6.9

7 TPS 02 Pasirputih 0 428 T.Papua.Kab.Paniai 6.11

8 TPS 03 Pasirputih 0 428 T.Papua.Kab.Paniai 6.12

9 TPS 04 Pasirputih 0 426 T.Papua.Kab.Paniai 6.13

10 TPS 05 Pasirputih 0 426 T.Papua.Kab.Paniai 6.14

11 TPS 02 Obaipugaida 0 481 T.Papua.Kab.Paniai 6.16

12 TPS … Desa … 0 481 T.Papua.Kab.Paniai 6.17

13 TPS 04 Obaipugaida 0 481 T.Papua.Kab.Paniai 6.18

14 TPS 05 Obaipugaida 0 481 T.Papua.Kab.Paniai 6.19

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4232
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

JUMLAH 0 6.375

3.7. Distrik Bogobaida


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Youbadi 0 383 T.Papua.Kab.Paniai 7.1

2 TPS 02 Youbadi 0 383 T.Papua.Kab.Paniai 7.2

3 TPS 03 Youbadi 0 384 T.Papua.Kab.Paniai 7.3

4 TPS 01 Ipouwo 0 459 T.Papua.Kab.Paniai 7.4

5 TPS 02 Ipouwo 0 468 T.Papua.Kab.Paniai 7.5

6 TPS 01 Nawipouwo 0 355 T.Papua.Kab.Paniai 7.6

7 TPS 02 Nawipouwo 0 355 T.Papua.Kab.Paniai 7.7

8 TPS 03 Nawipouwo 0 349 T.Papua.Kab.Paniai 7.8

9 TPS 01 Bogobaida 0 391 T.Papua.Kab.Paniai 7.9

10 TPS 02 Bogobaida 0 391 T.Papua.Kab.Paniai 7.10

11 TPS 03 Bogobaida 0 376 T.Papua.Kab.Paniai 7.11

12 TPS 01 Nomouwodide 0 431 T.Papua.Kab.Paniai 7.12

13 TPS 02 Nomouwodide 0 442 T.Papua.Kab.Paniai 7.13

14 TPS 03 Nomouwodide 0 410 T.Papua.Kab.Paniai 7.14

15 TPS 04 Nomouwodide 0 442 T.Papua.Kab.Paniai 7.15

16 TPS 05 Nomouwodide 0 420 T.Papua.Kab.Paniai 7.16

17 TPS 01 Uwagi 0 381 T.Papua.Kab.Paniai 7.17

18 TPS 02 Uwagi 0 383 T.Papua.Kab.Paniai 7.18

19 TPS 03 Uwagi 0 383 T.Papua.Kab.Paniai 7.19

JUMLAH 0 7.586

3.8. Distrik Bibida


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS (Desa) Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Ugidimi 0 268 T.Papua.Kab.Paniai 8.1

2 TPS 02 Ugidimi 0 268 T.Papua.Kab.Paniai 8.2

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4233
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

3 TPS 01 Bibida 0 287 T.Papua.Kab.Paniai 8.3

4 TPS 02 Bibida 0 286 T.Papua.Kab.Paniai 8.4

JUMLAH 0 1109

3.9. Distrik Yatamo


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS … Desa … 0 306 T.Papua.Kab.Paniai 9.9

2 TPS 04 Wotai 0 313 T.Papua.Kab.Paniai 9.11

JUMLAH 0 619

3.10. Distrik Dumadama


Perolehan
Suara (C-1)
No TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Duma 0 364 T.Papua.Kab.Paniai 10.1

2 TPS 02 Duma 0 364 T.Papua.Kab.Paniai 10.2

3 TPS 03 Duma 0 366 T.Papua.Kab.Paniai 10.3

4 TPS 01 Dogomo 0 449 T.Papua.Kab.Paniai 10.4

5 TPS 02 Dogomo 0 449 T.Papua.Kab.Paniai 10.5

6 TPS 03 Dogomo 0 449 T.Papua.Kab.Paniai 10.6

JUMLAH 0 2.441

4. Kabupaten Yahukimo
4.1. Distrik Mugi
Perolehan
Suara (DA-1)
No Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 Mugi 0 5239 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.2

JUMLAH 0 5.239

4.2. Distrik Pasema


Perolehan
No Desa Tanda Bukti
Suara (DA-1)

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4234
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

No. 1 No. 2

1 Mugi 5.475 0 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.3

JUMLAH 5.475 0

4.3. Distrik Tangma


Perolehan
Suara (DA-1)
No Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 Tangma 0 2155 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.4

2 Wanerek 0 506 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.4

3 Hipela 0 395 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.4

4 Huewi 0 546 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.4

5 Punno 0 350 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.4

6 Yeleas 0 468 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.4

7 Simeka 0 533 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.4

8 Aleleng 0 292 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.4

9 Helo 0 483 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.4

10 Yalimo 0 356 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.4

JUMLAH 0 6.084

4.4. Distrik Ukhai


Perolehan
Suara (DA-1)
No Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 Ukha 2.663 0 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.5

2 Sele 377 0 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.5

3 Waku 189 0 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.5

4 Eki 365 0 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.5

5 Musa 436 0 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.5

6 Ami 326 0 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.5

7 Yelep 225 0 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.5

8 Wali 338 0 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.5

9 Kule 258 0 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.5

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4235
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

10 Wena 250 0 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.5

11 Lua 227 0 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.5

JUMLAH 5.654 0

4.5. Distrik Yogosem


Perolehan
Suara (DA-1)
No Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 Yogesem 1.672 0 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.7

2 Kiroma 367 0 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.7

3 Sogasia 354 0 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.7

4 Mesagep 429 0 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.7

5 Esaga 436 0 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.7

6 Hokol 426 0 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.7

7 Saikam 576 0 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.7

JUMLAH 4.260 0

4.6. Distrik Hogio


Perolehan
Suara (DA-1)
No Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 Duguamsat 297 0 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.9

2 Higiot I 66 0 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.9

3 Higiot II 39 0 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.9

4 Leleak 113 0 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.9

5 Pasima 1471 0 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.9

6 Sengoa 44 0 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.9

7 Sionidi 63 0 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.9

8 Subsal 507 0 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.9

JUMLAH 2.600 0

4.7. Distrik Obio


Perolehan
No Desa Tanda Bukti
Suara (DA-1)

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4236
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

No. 1 No. 2

1 Obio 543 0 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.11

2 Plagun 410 0 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.11

3 Kwakena 542 0 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.11

4 Homho 557 0 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.11

5 Penegik 839 0 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.11

6 Yehufa 515 0 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.11

7 Wandamo 517 0 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.11

8 Bitsupa 529 0 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.11

9 Ujisa 201 0 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.11

10 Jibak 213 0 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.11

11 Muna 269 0 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.11

12 Yagabi 229 0 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.11

13 Patin 200 0 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.11

JUMLAH 5.564

4.8. Distrik Samenago


Perolehan
Suara (DA-1)
No Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 Samenago 0 1.501 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.12

2 Hale 0 393 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.12

3 Astado 0 216 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.12

4 Hirin 0 416 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.12

5 Hugi 0 613 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.12

6 Ison 0 339 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.12

7 Muke 0 310 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.12

8 Monna 0 379 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.12

9 Podia 0 304 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.12

JUMLAH 0 4.471

4.9. Distrik Silimo


No Desa Perolehan Tanda Bukti

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4237
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

Suara (DA-1)

No.
No. 1
2

1 Silimo 10.266 0 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.13

JUMLAH 10.266 0

4.10. Distrik Holuol


Perolehan
Suara (DA-1)
No Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 Holuol 0 610 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.18

2 Weni 0 346 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.18

3 Bumelerut 0 377 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.18

4 Sohogigik 0 482 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.18

5 Danggema 0 410 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.18

6 Sia 0 410 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.18

7 Sosi 0 359 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.18

JUMLAH 0 2994

4.11. Distrik Kobianggama


Perolehan
Suara (DA-1)
No Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 Desa … 0 425 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.19

2 Desa … 0 515 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.19

3 Desa … 0 351 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.19

4 Desa … 0 1136 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.19

5 Desa … 0 372 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.19

6 Desa … 0 498 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.19

7 Desa … 0 510 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.19

JUMLAH 0 3807

4.12. Distrik Kayo


Perolehan
No Desa Tanda Bukti
Suara (DA-1)

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4238
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

No. 1 No. 2

1 Kayo 0 2.268 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.20

2 Uase 0 428 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.20

3 Molama 0 218 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.20

4 Sebu 0 271 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.20

5 Hembsa 0 222 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.20

6 Walet 0 196 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.20

7 Alhagai 0 336 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.20

JUMLAH 0 3.939

4.13. Distrik Kwikma


Perolehan
Suara (DA-1)
No Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 Kwikma 0 4.043 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.21

JUMLAH 0 4.043

4.14. Distrik Loliat


Perolehan
Suara (DA-1)
No Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 Desa … 0 315 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.22

2 Desa … 0 250 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.22

3 Desa … 0 320 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.22

4 Desa … 0 315 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.22

5 Desa … 0 335 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.22

6 Desa … 0 225 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.22

7 Desa … 0 199 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.22

JUMLAH 0 1.959

4.15. Distrik Soba


Perolehan
No (Desa) Tanda Bukti
Suara (DA-1)

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4239
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

No. 1 No. 2

1 Soba 0 1.268 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.24

2 Hepinis 0 639 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.24

3 Nilen 0 404 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.24

4 Tanda 0 470 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.24

5 Surukmu 0 556 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.24

6 Ulugunung 0 475 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.24

JUMLAH 0 3.812

4.16. Distrik Soloikma


Perolehan
Suara (DA-1)
No (Desa) Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 Weawen 0 738 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.26

2 Kwelena 0 537 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.26

3 Soline 0 1949 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.26

4 Singokla 0 440 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.26

5 Banga 0 689 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.26

6 Musan 0 463 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.26

7 Etim 0 460 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.26

8 Sulbi 0 547 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.26

JUMLAH 0 5823

4.17. Distrik Bomela


Perolehan
Suara (DA-1)
No (Desa) Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 Bomela 0 1.602 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.28

2 Sumbat 0 399 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.28

3 Kitikni 0 238 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.28

4 Kubiyalas 0 195 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.28

5 Yalmabi 0 649 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.28

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4240
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

6 Palamdua 0 217 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.28

JUMLAH 0 3.300

4.18. Distrik Kwelambua


Perolehan
Suara (DA-1)
No (Desa) Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 Debula 0 1.340 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.30

2 Kwelam II 0 397 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.30

3 Senayom 0 241 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.30

4 Kobukdua 0 350 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.30

5 Baluk 0 286 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.30

6 Sesepne 0 349 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.30

7 Kemligin 0 216 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.30

8 Obis 0 222 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.30

9 Kabulan 0 247 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.30

10 Yaledoman 0 429 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.30

JUMLAH 0 4.077

4.19. Distrik Angguruk


Perolehan
Suara (DA-1)
No (Desa) Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 Hohe 0 485 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.35

2 Ilwab 0 466 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.35

3 Kiltam 0 282 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.35

4 Lelambo 0 484 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.35

5 Letin 0 269 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.35

6 Poliptek 0 247 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.35

7 Pilong 0 333 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.35

8 Suahi 0 465 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.35

9 Tohong 0 390 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.35

10 Tulpa 0 232 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.35

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4241
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

11 Vuno 0 308 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.35

12 Yabulikma 0 526 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.35

JUMLAH 0 4.487

4.20. Distrik Panggema


Perolehan
Suara (DA-1)
No (Desa) Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 Ponlanikme 0 1.451 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.38

2 Panggem 0 349 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.38

3 Masaham 0 363 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.38

4 Kolu 0 290 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.38

5 Yangkali 0 583 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.38

6 Humtongga 0 428 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.38

7 Waresili 0 322 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.38

8 Susek 0 471 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.38

9 Tukam 0 334 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.38

10 Kuni 0 263 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.38

11 Tongkay 0 372 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.38

12 Lemunang 0 456 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.38

13 Binerok 0 195 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.38

JUMLAH 0 5.877

4.21. Distrik Pronggoli


Perolehan
Suara (DA-1)
No (Desa) Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 Siwikono 0 1.716 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.39

2 Piliam 0 1505 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.39

3 Pontenpak 0 780 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.39

4 Hulapunu 0 502 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.39

5 Lirukke 0 454 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.39

6 Hiktahia 0 465 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.39

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4242
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

7 Pronggoli 0 134 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.39

8 Helapilik 0 368 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.39

JUMLAH 0 5.924

4.22. Distrik Ubahak


Perolehan
Suara (DA-1)
No (Desa) Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 Ubahak 0 9375 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.40

JUMLAH 0 9375

4.23. Distrik Ubalihi


Perolehan
Suara (DA-1)
No (Desa) Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 Heriki 0 738 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.41

2 Letet 0 141 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.41

3 Membahan 0 648 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.41

4 Solokma 0 470 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.41

5 Samiyul 0 460 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.41

6 Sehelu 0 505 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.41

7 Talambelo 0 588 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.41

8 Ubalilio 0 290 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.41

9 Watahua 0 335 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.41

10 Wanam 0 847 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.41

11 Wisomi 0 526 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.41

JUMLAH 0 5548

4.24. Distrik Walma


Perolehan
Suara (DA-1)
No (Desa) Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 Walma 0 977 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.42

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4243
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

2 Solinggul 0 579 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.42

3 Werry 0 735 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.42

4 Werene 0 710 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.42

5 Hontalum 0 361 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.42

6 Wawesi 0 325 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.42

7 Yetuhup 0 487 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.42

8 Honggolek 0 496 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.42

JUMLAH 0 4670

4.25. Distrik Yahuliambut


Perolehan
Suara (DA-1)
No (Desa) Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 Yahuliambut 3.703 0 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.43

JUMLAH 3.703 0

4.26. Distrik Derwemna


Perolehan
Suara (DA-1)
No (Desa) Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 Derwemna 0 2.389 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.44

JUMLAH 0 2.389

4.27. Distrik Kona


Perolehan
Suara (DA-1)
No (Desa) Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 Kona 0 1.300 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.46

2 Sekiak 0 500 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.46

3 Wetmuk 0 409 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.46

4 Kubun 0 404 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.46

5 Kalpok 0 500 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.46

JUMLAH 0 3.113

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4244
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

4.28. Distrik Nalea


Perolehan
Suara (DA-1)
No (Desa) Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 Nalea 0 1.666 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.47

2 Mangkona 0 673 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.47

3 Cendrawasih 0 475 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.47

4 Hein 0 584 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.47

5 Bolda 0 533 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.47

6 Luwemna 0 314 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.47

7 Imsekla 0 278 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.47

8 Emm 0 370 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.47

9 Ngerken 0 421 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.47

JUMLAH 0 5.314

4.29. Distrik Nipsan


Perolehan
Suara (DA-1)
No (Desa) Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 Nipsan 0 1.392 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.48

2 Tapia 0 1.023 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.48

3 Biu 0 300 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.48

4 Walmak 0 230 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.48

5 Ilukdoman 0 230 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.48

6 Ikmok 0 280 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.48

7 Sermon 0 226 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.48

8 Yalum 0 212 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.48

JUMLAH 0 3.893

4.29. Distrik Puldama


Perolehan
Suara (DA-1)
No TPS (Desa) Tanda Bukti
No. 1 No. 2

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4245
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

1 TPS 01 Puldama 0 500 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.49

2 TPS 02 Puldama 0 500 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.49

3 TPS 03 Puldama 0 500 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.49

4 TPS 04 Puldama 0 500 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.49

5 TPS 05 Puldama 0 500 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.49

6 TPS 06 Puldama 0 500 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.49

7 TPS 07 Puldama 0 290 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.49

8 TPS 08 Kasen 0 277 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.49

9 TPS 09 Semlu 0 216 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.49

10 TPS 10 Manbolak 0 378 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.49

11 TPS 11 Kpg Baru 0 362 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.49

12 TPS 12 Balsek 0 198 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.49

13 TPS 13 Bako 0 198 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.49

14 TPS 14 Fameka 0 208 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.49

JUMLAH 0 5.127

4.30. Distrik Talambo


Perolehan
Suara (DA-1)
No (Desa) Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 Talambo 0 4.491 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.50

JUMLAH 0 4.491

4.31. Distrik Duram


Perolehan
Suara (DA-1)
No (Desa) Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 Duram 938 0 T.Papua.Kab.Yahukimo 1.51

JUMLAH 938 0

5. Kabupaten Dogiyai
5.1. Distrik Dogiyai
Perolehan
NO TPS/Desa Tanda Bukti
Suara (D)

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4246
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

No. 1 No. 2

1 TPS 1 Bobobutu 0 432 T.Papua Kab.Dogiyai.2

2 TPS 2 Bobobutu 0 421 T.Papua Kab.Dogiyai.2

3 TPS 3 Bobobutu 0 421 T.Papua Kab.Dogiyai.2

4 TPS 4 Bobobutu 0 262 T.Papua Kab.Dogiyai.2

5 TPS 1 Denemani 0 553 T.Papua Kab.Dogiyai.2.1

6 TPS 2 Denemani 0 440 T.Papua Kab.Dogiyai.2.1

7 TPS 3 Denemani 0 434 T.Papua Kab.Dogiyai.2.1

8 TPS 1 Dogimani 0 442 T.Papua Kab.Dogiyai.2.2

9 TPS 2 Dogimani 0 431 T.Papua Kab.Dogiyai.2.2

10 TPS 3 Dogimani 0 430 T.Papua Kab.Dogiyai.2.2

11 TPS 4 Dogimani 0 432 T.Papua Kab.Dogiyai.2.2

12 TPS 1 Egebutu 0 422 T.Papua Kab.Dogiyai.2.3

13 TPS 2 Egebutu 0 412 T.Papua Kab.Dogiyai.2.3

14 TPS 3 Egebutu 0 245 T.Papua Kab.Dogiyai.2.3

15 TPS 1 Idadagi 0 462 T.Papua Kab.Dogiyai.2.4

16 TPS 2 Idadagi 0 462 T.Papua Kab.Dogiyai.2.4

17 TPS 3 Idadagi 0 461 T.Papua Kab.Dogiyai.2.4

18 TPS 4 Idadagi 0 461 T.Papua Kab.Dogiyai.2.4

19 TPS 1 Kigamani 0 456 T.Papua Kab.Dogiyai.2.5

20 TPS 2 Kigamani 0 456 T.Papua Kab.Dogiyai.2.5

21 TPS 3 Kigamani 0 456 T.Papua Kab.Dogiyai.2.5

22 TPS 4 Kigamani 0 455 T.Papua Kab.Dogiyai.2.5

23 TPS 5 Kigamani 0 454 T.Papua Kab.Dogiyai.2.5

24 TPS 6 Kigamani 0 454 T.Papua Kab.Dogiyai.2.5

25 TPS 1 Makidimi 0 533 T.Papua Kab.Dogiyai.2.6

26 TPS 2 Makidimi 0 431 T.Papua Kab.Dogiyai.2.6

27 TPS 3 Makidimi 0 431 T.Papua Kab.Dogiyai.2.6

28 TPS 4 Makidimi 0 331 T.Papua Kab.Dogiyai.2.6

29 TPS 1 Motito 0 441 T.Papua Kab.Dogiyai.2.7

30 TPS 2 Motito 0 422 T.Papua Kab.Dogiyai.2.7

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4247
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

31 TPS 3 Motito 0 422 T.Papua Kab.Dogiyai.2.7

32 TPS 4 Motito 0 422 T.Papua Kab.Dogiyai.2.7

33 TPS 1 Pona 0 298 T.Papua Kab.Dogiyai.2.8

34 TPS 2 Pona 0 297 T.Papua Kab.Dogiyai.2.8

35 TPS 3 Pona 0 297 T.Papua Kab.Dogiyai.2.8

JUMLAH 0 14,679

5.2.Distrik Diyaiye
Perolehan
Suara (D)
NO TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 1 Apogomakida 0 445 T.Papua Kab.Dogiyai.2.9

2 TPS 2 Apogomakida 0 444 T.Papua Kab.Dogiyai.2.9

3 TPS 3 Apogomakida 0 425 T.Papua Kab.Dogiyai.2.9

4 TPS 4 Apogomakida 0 433 T.Papua Kab.Dogiyai.2.9

5 TPS 1 Deneiode 0 532 T.Papua Kab.Dogiyai.2.10

6 TPS 2 Deneiode 0 574 T.Papua Kab.Dogiyai.2.10

7 TPS 3 Deneiode 0 474 T.Papua Kab.Dogiyai.2.10

8 TPS 4 Deneiode 0 374 T.Papua Kab.Dogiyai.2.10

9 TPS 1 Egipa 0 384 T.Papua Kab.Dogiyai.2.11

10 TPS 2 Egipa 0 384 T.Papua Kab.Dogiyai.2.11

11 TPS 3 Egipa 0 285 T.Papua Kab.Dogiyai.2.11

12 TPS 1 Idedua 0 447 T.Papua Kab.Dogiyai.2.12

13 TPS 2 Idedua 0 347 T.Papua Kab.Dogiyai.2.12

14 TPS 3 Idedua 0 227 T.Papua Kab.Dogiyai.2.12

15 TPS 1 Kegata 0 435 T.Papua Kab.Dogiyai.2.13

16 TPS 2 Kegata 0 435 T.Papua Kab.Dogiyai.2.13

17 TPS 3 Kegata 0 225 T.Papua Kab.Dogiyai.2.13

18 TPS 1 Tibaugi 0 445 T.Papua Kab.Dogiyai.2.14

19 TPS 2 Tibaugi 0 335 T.Papua Kab.Dogiyai.2.14

20 TPS 3 Tibaugi 0 248 T.Papua Kab.Dogiyai.2.14

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4248
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

21 TPS 1 Ukagu 0 415 T.Papua Kab.Dogiyai.2.15

22 TPS 2 Ukagu 0 411 T.Papua Kab.Dogiyai.2.15

23 TPS 3 Ukagu 0 304 T.Papua Kab.Dogiyai.2.15

24 TPS 1 Yegeiyepa 0 433 T.Papua Kab.Dogiyai.2.16

25 TPS 2 Yegeiyepa 0 431 T.Papua Kab.Dogiyai.2.16

26 TPS 3 Yegeiyepa 0 311 T.Papua Kab.Dogiyai.2.16

JUMLAH 0 10,203

5.3. Distrik Sukikai Selatan


Perolehan
Suara (D)
NO TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 1 Iyaro 0 536 T.Papua Kab.Dogiyai.2.17

2 TPS 2 Iyaro 0 322 T.Papua Kab.Dogiyai.2.17

3 TPS 3 Iyaro 0 445 T.Papua Kab.Dogiyai.2.17

4 TPS 1 Sukikai 0 359 T.Papua Kab.Dogiyai.2.18

5 TPS 2 Sukikai 0 270 T.Papua Kab.Dogiyai.2.18

6 TPS 1 Unito 0 418 T.Papua Kab.Dogiyai.2.19

7 TPS 2 Unito 0 319 T.Papua Kab.Dogiyai.2.19

8 TPS 1 Wigoumakida 0 434 T.Papua Kab.Dogiyai.2.20

9 TPS 2 Wigoumakida 0 353 T.Papua Kab.Dogiyai.2.20

JUMLAH 0 3,456

5.4. Distrik Madia Tengah


Perolehan
Suara (D)
NO TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 1 Adauwo 0 374 T.Papua Kab.Dogiyai.2.21

2 TPS 2 Adauwo 0 273 T.Papua Kab.Dogiyai.2.21

3 TPS 1 Diyeugi 0 349 T.Papua Kab.Dogiyai.2.22

4 TPS 2 Diyeugi 0 284 T.Papua Kab.Dogiyai.2.22

5 TPS 1 Atou 0 519 T.Papua Kab.Dogiyai.2.23

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4249
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

6 TPS 2 Atou 0 445 T.Papua Kab.Dogiyai.2.23

7 TPS 3 Atou 0 432 T.Papua Kab.Dogiyai.2.23

8 TPS 1 Gabaikunu 0 464 T.Papua Kab.Dogiyai.2.24

9 TPS 2 Gabaikunu 0 464 T.Papua Kab.Dogiyai.2.24

10 TPS 3 Gabaikunu 0 256 T.Papua Kab.Dogiyai.2.24

11 TPS 1 Megaikebo 0 424 T.Papua Kab.Dogiyai.2.25

12 TPS 2 Megaikebo 0 424 T.Papua Kab.Dogiyai.2.25

13 TPS 3 Megaikebo 0 222 T.Papua Kab.Dogiyai.2.25

14 TPS 1 Modio 0 422 T.Papua Kab.Dogiyai.2.26

15 TPS 2 Modio 0 422 T.Papua Kab.Dogiyai.2.26

16 TPS 3 Modio 0 522 T.Papua Kab.Dogiyai.2.26

17 TPS 1 Piyakunu 0 415 T.Papua Kab.Dogiyai.2.27

18 TPS 2 Piyakunu 0 306 T.Papua Kab.Dogiyai.2.27

19 TPS 1 Putapa 0 630 T.Papua Kab.Dogiyai.2.28

20 TPS 2 Putapa 0 630 T.Papua Kab.Dogiyai.2.28

21 TPS 3 Putapa 0 527 T.Papua Kab.Dogiyai.2.28

22 TPS 1 Timeeda 0 444 T.Papua Kab.Dogiyai.2.29

23 TPS 2 Timeeda 0 444 T.Papua Kab.Dogiyai.2.29

24 TPS 3 Timeeda 0 444 T.Papua Kab.Dogiyai.2.29

25 TPS 1 Upibega 0 426 T.Papua Kab.Dogiyai.2.30

26 TPS 2 Upibega 0 326 T.Papua Kab.Dogiyai.2.30

27 TPS 3 Upibega 0 306 T.Papua Kab.Dogiyai.2.30

JUMLAH 0 11,194

5.5. Distrik Madia Barat


Perolehan
Suara (D)
NO TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 1 Abouyaga 0 501 T.Papua Kab.Dogiyai.2.31

2 TPS 2 Abouyaga 0 497 T.Papua Kab.Dogiyai.2.31

3 TPS 3 Abouyaga 0 497 T.Papua Kab.Dogiyai.2.31

4 TPS 4 Abouyaga 0 497 T.Papua Kab.Dogiyai.2.31

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4250
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

5 TPS 5 Abouyaga 0 497 T.Papua Kab.Dogiyai.2.31

6 TPS 6 Abouyaga 0 497 T.Papua Kab.Dogiyai.2.31

7 TPS 7 Abouyaga 0 497 T.Papua Kab.Dogiyai.2.31

8 TPS 1 Maikotu 0 408 T.Papua Kab.Dogiyai.2.32

9 TPS 2 Maikotu 0 408 T.Papua Kab.Dogiyai.2.32

10 TPS 3 Maikotu 0 231 T.Papua Kab.Dogiyai.2.32

11 TPS 1 Toubaikebo 0 465 T.Papua Kab.Dogiyai.2.33

12 TPS 2 Toubaikebo 0 464 T.Papua Kab.Dogiyai.2.33

13 TPS 3 Toubaikebo 0 263 T.Papua Kab.Dogiyai.2.33

14 TPS 1 Yegoukotu 0 436 T.Papua Kab.Dogiyai.2.34

15 TPS 2 Yegoukotu 0 436 T.Papua Kab.Dogiyai.2.34

16 TPS 3 Yegoukotu 0 234 T.Papua Kab.Dogiyai.2.34

JUMLAH 0 6,828

5.6. Distrik Madia


Perolehan
Suara (D)
NO TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 1 Obaikagoba 0 433 T.Papua Kab.Dogiyai.2.35

2 TPS 2 Obaikagoba 0 330 T.Papua Kab.Dogiyai.2.35

3 TPS 3 Obaikagoba 0 243 T.Papua Kab.Dogiyai.2.35

4 TPS 1 Magode 0 555 T.Papua Kab.Dogiyai.2.36

5 TPS 2 Magode 0 445 T.Papua Kab.Dogiyai.2.36

6 TPS 1 Diyoudimi 0 455 T.Papua Kab.Dogiyai.2.37

7 TPS 2 Diyoudimi 0 320 T.Papua Kab.Dogiyai.2.37

8 TPS 1 Dawaikuno 0 446 T.Papua Kab.Dogiyai.2.38

9 TPS 2 Dawaikuno 0 336 T.Papua Kab.Dogiyai.2.38

10 TPS 1 Abaimaida 0 475 T.Papua Kab.Dogiyai.2.39

11 TPS 2 Abaimaida 0 316 T.Papua Kab.Dogiyai.2.39

12 TPS 3 Abaimaida 0 275 T.Papua Kab.Dogiyai.2.39

13 TPS 1 Bomomani 0 443 T.Papua Kab.Dogiyai.2.40

14 TPS 2 Bomomani 0 443 T.Papua Kab.Dogiyai.2.40

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4251
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

15 TPS 3 Bomomani 0 443 T.Papua Kab.Dogiyai.2.40

16 TPS 4 Bomomani 0 244 T.Papua Kab.Dogiyai.2.40

17 TPS 1 Bonakunu 0 426 T.Papua Kab.Dogiyai.2.41

18 TPS 2 Bonakunu 0 426 T.Papua Kab.Dogiyai.2.41

19 TPS 3 Bonakunu 0 321 T.Papua Kab.Dogiyai.2.41

JUMLAH 0 7,375

5.7. Distrik Kamu Utara


Perolehan
Suara (D)
NO TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 1 Duntek 0 433 T.Papua Kab.Dogiyai.2.42

2 TPS 2 Duntek 0 433 T.Papua Kab.Dogiyai.2.42

3 TPS 3 Duntek 0 333 T.Papua Kab.Dogiyai.2.42

4 TPS 1 Ekimani 0 423 T.Papua Kab.Dogiyai.2.43

5 TPS 2 Ekimani 0 423 T.Papua Kab.Dogiyai.2.43

6 TPS 3 Ekimani 0 222 T.Papua Kab.Dogiyai.2.43

7 TPS 1 Idakebo 0 426 T.Papua Kab.Dogiyai.2.44

8 TPS 2 Idakebo 0 426 T.Papua Kab.Dogiyai.2.44

9 TPS 3 Idakebo 0 416 T.Papua Kab.Dogiyai.2.44

10 TPS 1 Ikral 0 406 T.Papua Kab.Dogiyai.2.45

11 TPS 2 Ikral 0 405 T.Papua Kab.Dogiyai.2.45

12 TPS 3 Ikral 0 405 T.Papua Kab.Dogiyai.2.45

13 TPS 4 Ikral 0 405 T.Papua Kab.Dogiyai.2.45

14 TPS 5 Ikral 0 404 T.Papua Kab.Dogiyai.2.45

15 TPS 1 Kuyakago 0 523 T.Papua Kab.Dogiyai.2.46

16 TPS 2 Kuyakago 0 423 T.Papua Kab.Dogiyai.2.46

17 TPS 3 Kuyakago 0 422 T.Papua Kab.Dogiyai.2.46

18 TPS 1 Mogou 0 437 T.Papua Kab.Dogiyai.2.47

19 TPS 2 Mogou 0 434 T.Papua Kab.Dogiyai.2.47

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4252
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

20 TPS 3 Mogou 0 244 T.Papua Kab.Dogiyai.2.47

21 TPS 1 Obayo 0 531 T.Papua Kab.Dogiyai.2.48

22 TPS 2 Obayo 0 431 T.Papua Kab.Dogiyai.2.48

23 TPS 3 Obayo 0 421 T.Papua Kab.Dogiyai.2.48

24 TPS 1 Pugatadi I 0 422 T.Papua Kab.Dogiyai.2.49

25 TPS 2 Pugatadi I 0 422 T.Papua Kab.Dogiyai.2.49

26 TPS 3 Pugatadi I 0 254 T.Papua Kab.Dogiyai.2.49

30 TPS 1 Yametadi 0 431 T.Papua Kab.Dogiyai.2.51

31 TPS 2 Yametadi 0 421 T.Papua Kab.Dogiyai.2.51

32 TPS 3 Yametadi 0 420 T.Papua Kab.Dogiyai.2.51

JUMLAH 0 11,796

5.8. Distrik Kamu Timur


Perolehan
Suara (D)
NO TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 1 Boduda 0 442 T.Papua Kab.Dogiyai.2.52

2 TPS 2 Boduda 0 442 T.Papua Kab.Dogiyai.2.52

3 TPS 3 Boduda 0 442 T.Papua Kab.Dogiyai.2.52

4 TPS 4 Boduda 0 441 T.Papua Kab.Dogiyai.2.52

5 TPS 5 Boduda 0 440 T.Papua Kab.Dogiyai.2.52

6 TPS 1 Boubaibutu 0 452 T.Papua Kab.Dogiyai.2.53

7 TPS 2 Boubaibutu 0 431 T.Papua Kab.Dogiyai.2.53

8 TPS 3 Boubaibutu 0 232 T.Papua Kab.Dogiyai.2.53

9 TPS 1 Bunauwo 0 554 T.Papua Kab.Dogiyai.2.54

10 TPS 2 Bunauwo 0 443 T.Papua Kab.Dogiyai.2.54

11 TPS 3 Bunauwo 0 443 T.Papua Kab.Dogiyai.2.54

12 TPS 1 Deiyapa 0 421 T.Papua Kab.Dogiyai.2.55

13 TPS 2 Deiyapa 0 211 T.Papua Kab.Dogiyai.2.55

14 TPS 3 Deiyapa 0 201 T.Papua Kab.Dogiyai.2.55

15 TPS 1 Nuwa 0 541 T.Papua Kab.Dogiyai.2.56

16 TPS 2 Nuwa 0 431 T.Papua Kab.Dogiyai.2.56

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4253
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

17 TPS 3 Nuwa 0 421 T.Papua Kab.Dogiyai.2.56

18 TPS 1 Yotapuga 0 442 T.Papua Kab.Dogiyai.2.57

19 TPS 2 Yotapuga 0 441 T.Papua Kab.Dogiyai.2.57

20 TPS 1 Ugapuga 0 452 T.Papua Kab.Dogiyai.2.58

21 TPS 2 Ugapuga 0 442 T.Papua Kab.Dogiyai.2.58

22 TPS 3 Ugapuga 0 432 T.Papua Kab.Dogiyai.2.58

JUMLAH 0 9,197

5.9. Distrik Kamu Selatan


Perolehan
Suara (D)
NO TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 1 Bodiyateugi 0 444 T.Papua Kab.Dogiyai.2.59

2 TPS 2 Bodiyateugi 0 344 T.Papua Kab.Dogiyai.2.59

3 TPS 3 Bodiyateugi 0 333 T.Papua Kab.Dogiyai.2.59

4 TPS 1 Botumoma 0 534 T.Papua Kab.Dogiyai.2.60

5 TPS 2 Botumoma 0 434 T.Papua Kab.Dogiyai.2.60

6 TPS 3 Botumoma 0 432 T.Papua Kab.Dogiyai.2.60

7 TPS 1 Bodidikebo 0 505 T.Papua Kab.Dogiyai.2.61

8 TPS 2 Bodidikebo 0 414 T.Papua Kab.Dogiyai.2.61

9 TPS 3 Bodidikebo 0 413 T.Papua Kab.Dogiyai.2.61

10 TPS 4 Bodidikebo 0 304 T.Papua Kab.Dogiyai.2.61

11 TPS 1 Matadi 0 523 T.Papua Kab.Dogiyai.2.62

12 TPS 2 Matadi 0 423 T.Papua Kab.Dogiyai.2.62

13 TPS 3 Matadi 0 415 T.Papua Kab.Dogiyai.2.62

14 TPS 1 Obaibega 0 423 T.Papua Kab.Dogiyai.2.63

15 TPS 2 Obaibega 0 423 T.Papua Kab.Dogiyai.2.63

16 TPS 3 Obaibega 0 423 T.Papua Kab.Dogiyai.2.63

17 TPS 1 Puweta I 0 444 T.Papua Kab.Dogiyai.2.64

18 TPS 2 Puweta I 0 443 T.Papua Kab.Dogiyai.2.64

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4254
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

19 TPS 3 Puweta I 0 432 T.Papua Kab.Dogiyai.2.64

20 TPS 4 Puweta I 0 232 T.Papua Kab.Dogiyai.2.64

21 TPS 1 Puweta II 0 454 T.Papua Kab.Dogiyai.2.65

22 TPS 2 Puweta II 0 443 T.Papua Kab.Dogiyai.2.65

23 TPS 3 Puweta II 0 243 T.Papua Kab.Dogiyai.2.65

24 TPS 1 Bouwouda 0 444 T.Papua Kab.Dogiyai.2.66

25 TPS 2 Bouwouda 0 444 T.Papua Kab.Dogiyai.2.66

26 TPS 3 Bouwouda 0 344 T.Papua Kab.Dogiyai.2.66

27 TPS 1 Tuwaida 0 454 T.Papua Kab.Dogiyai.2.67

28 TPS 2 Tuwaida 0 450 T.Papua Kab.Dogiyai.2.67

29 TPS 3 Tuwaida 0 414 T.Papua Kab.Dogiyai.2.67

30 TPS 1 Ugikagouda 0 544 T.Papua Kab.Dogiyai.2.68

31 TPS 2 Ugikagouda 0 434 T.Papua Kab.Dogiyai.2.68

32 TPS 3 Ugikagouda 0 434 T.Papua Kab.Dogiyai.2.68

33 TPS 4 Ugikagouda 0 434 T.Papua Kab.Dogiyai.2.68

34 TPS 5 Ugikagouda 0 411 T.Papua Kab.Dogiyai.2.68

35 TPS 6 Ugikagouda 0 410 T.Papua Kab.Dogiyai.2.68

36 TPS 1 Ugikebo 0 440 T.Papua Kab.Dogiyai.2.69

37 TPS 2 Ugikebo 0 340 T.Papua Kab.Dogiyai.2.69

38 TPS 3 Ugikebo 0 232 T.Papua Kab.Dogiyai.2.69

39 TPS 1 Yepo 0 413 T.Papua Kab.Dogiyai.2.70

40 TPS 2 Yepo 0 413 T.Papua Kab.Dogiyai.2.70

41 TPS 3 Yepo 0 411 T.Papua Kab.Dogiyai.2.70

JUMLAH 0 16,944

5.10. Distrik Kamuu


Perolehan
Suara (C)
NO TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 1 Bukapa 0 416 T.Papua Kab.Dogiyai.2.71

2 TPS 2 Bukapa 0 416 T.Papua Kab.Dogiyai.2.71

3 TPS 3 Bukapa 0 416 T.Papua Kab.Dogiyai.2.71

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4255
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

4 TPS 4 Bukapa 0 415 T.Papua Kab.Dogiyai.2.71

5 TPS 5 Bukapa 0 415 T.Papua Kab.Dogiyai.2.71

6 TPS 1 Dikiyou 0 442 T.Papua Kab.Dogiyai.2.72

7 TPS 2 Dikiyou 0 442 T.Papua Kab.Dogiyai.2.72

8 TPS 3 Dikiyou 0 431 T.Papua Kab.Dogiyai.2.72

9 TPS 4 Dikiyou 0 231 T.Papua Kab.Dogiyai.2.72

10 TPS 1 Ekemamida 0 454 T.Papua Kab.Dogiyai.2.73

11 TPS 2 Ekemamida 0 454 T.Papua Kab.Dogiyai.2.73

12 TPS 3 Ekemamida 0 254 T.Papua Kab.Dogiyai.2.73

13 TPS 1 Idakotu 0 423 T.Papua Kab.Dogiyai.2.74

14 TPS 2 Idakotu 0 403 T.Papua Kab.Dogiyai.2.74

15 TPS 3 Idakotu 0 201 T.Papua Kab.Dogiyai.2.74

16 TPS 1 Ikebo 0 434 T.Papua Kab.Dogiyai.2.75

17 TPS 2 Ikebo 0 433 T.Papua Kab.Dogiyai.2.75

18 TPS 3 Ikebo 0 423 T.Papua Kab.Dogiyai.2.75

19 TPS 4 Ikebo 0 323 T.Papua Kab.Dogiyai.2.75

20 TPS 1 Kimupugi 0 459 T.Papua Kab.Dogiyai.2.76

21 TPS 2 Kimupugi 0 459 T.Papua Kab.Dogiyai.2.76

22 TPS 3 Kimupugi 0 459 T.Papua Kab.Dogiyai.2.76

23 TPS 4 Kimupugi 0 459 T.Papua Kab.Dogiyai.2.76

24 TPS 5 Kimupugi 0 459 T.Papua Kab.Dogiyai.2.76

25 TPS 6 Kimupugi 0 457 T.Papua Kab.Dogiyai.2.76

26 TPS 1 Mauwa 0 446 T.Papua Kab.Dogiyai.2.77

27 TPS 2 Mauwa 0 446 T.Papua Kab.Dogiyai.2.77

28 TPS 3 Mauwa 0 446 T.Papua Kab.Dogiyai.2.77

29 TPS 4 Mauwa 0 445 T.Papua Kab.Dogiyai.2.77

30 TPS 5 Mauwa 0 445 T.Papua Kab.Dogiyai.2.77

31 TPS 6 Mauwa 0 445 T.Papua Kab.Dogiyai.2.77

32 TPS 1 Putapa 0 465 T.Papua Kab.Dogiyai.2.78

33 TPS 2 Putapa 0 465 T.Papua Kab.Dogiyai.2.78

34 TPS 3 Putapa 0 445 T.Papua Kab.Dogiyai.2.78

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4256
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

JUMLAH 0 14,226

6. Kabupaten Tolikara
6.1. Distrik Telenggeme
Perolehan
Suara (DA)
No. (Desa) Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 01 Kagi 317 0 T.Papua.Kab.Tolikara.2.1

2 TPS 02 Kimugu 409 0 T.Papua.Kab.Tolikara.2.2

3 TPS 03 Linggara 0 215 T.Papua.Kab.Tolikara.2.3

4 TPS 05 Wekaru 0 218 T.Papua.Kab.Tolikara.2.5

5 TPS 06 Aukum 493 0 T.Papua.Kab.Tolikara.2.6

6 TPS 07 Yagagobak 0 287 T.Papua.Kab.Tolikara.2.7

TPS 08 Doronggun
7 318 0 T.Papua.Kab.Tolikara.2.8
Linggira

8 TPS 09 Tenek 0 378 T.Papua.Kab.Tolikara.2.9

JUMLAH 1.537 1.098

6.2. Distrik Air Garam


Perolehan
Suara (DA)
No. TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 1 Kubur 240 0 T.Papua.Kab.Tolikara.3.1

2 TPS 2 Lenggub 110 0 T.Papua.Kab.Tolikara.3.2

3 TPS 3 Liwese 270 0 T.Papua.Kab.Tolikara.3.3

4 TPS 4 137 0 T.Papua.Kab.Tolikara.3.4

5 TPS 5 Tabo Wanimbo 200 0 T.Papua.Kab.Tolikara.3.5

6 TPS 6 Tiger 277 0 T.Papua.Kab.Tolikara.3.6

7 TPS 7 Wenduri 388 0 T.Papua.Kab.Tolikara.3.7

8 TPS 8 Weu 370 0 T.Papua.Kab.Tolikara.3.8

9 TPS 9 137 0 T.Papua.Kab.Tolikara.3.9

JUMLAH 2129 0

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4257
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

6.3. Distrik Kamboneri


Perolehan
Suara (DA)
No. TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 1 Barombanak 0 310 T.Papua.Kab.Tolikara.5.1

2 TPS 2 Gabag 0 369 T.Papua.Kab.Tolikara.5.2

3 TPS 4 Kamboniki 0 232 T.Papua.Kab.Tolikara.5.3

4 TPS 5 Kekoli 0 201 T.Papua.Kab.Tolikara.5.4

5 TPS 6 Marta 0 213 T.Papua.Kab.Tolikara.5.5

6 TPS 7 Marbuna 0 280 T.Papua.Kab.Tolikara.5.6

7 TPS 8 Tari 0 236 T.Papua.Kab.Tolikara.5.7

JUMLAH 0 1841

6.4. Distrik Konda


Perolehan
Suara (DA)
No. TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 1 Sialbulo 426 0 T.Papua.Kab.Tolikara.6.1

2 TPS 2 Yawimeri 463 0 T.Papua.Kab.Tolikara.6.2

3 TPS 3 Arulo 491 0 T.Papua.Kab.Tolikara.6.3

4 TPS 4 Arumagi 265 0 T.Papua.Kab.Tolikara.6.4

5 TPS 5 Ganage 327 0 T.Papua.Kab.Tolikara.6.5

6 TPS 6 Gimo 369 0 T.Papua.Kab.Tolikara.6.6

7 TPS 7 Mowilame 224 0 T.Papua.Kab.Tolikara.6.7

8 TPS 1 Arikola 283 0 T.Papua.Kab.Tolikara.6.8

9 TPS 1 Tingapura 355 0 T.Papua.Kab.Tolikara.6.9

10 TPS 1 Konda 498 0 T.Papua.Kab.Tolikara.6.10

11 TPS 2 Yawineri 463 0 T.Papua.Kab.Tolikara.6.11

12 TPS 1 Mandura 302 0 T.Papua.Kab.Tolikara.6.12

13 TPS 2 Arulo 500 0 T.Papua.Kab.Tolikara.6.13

JUMLAH 4966 0

6.5. Distrik Douw


No. TPS/Desa Perolehan Tanda Bukti

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4258
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

Suara (DA)

No. 1 No. 2

1 TPS 1 Bire 0 368 T.Papua.Kab.Tolikara.7.1

2 TPS 2 Dagare 0 306 T.Papua.Kab.Tolikara.7.2

3 TPS 3 Douw 0 229 T.Papua.Kab.Tolikara.7.3

4 TPS Itoli 0 340 T.Papua.Kab.Tolikara.7.4

5 TPS 5 Pagare 0 296 T.Papua.Kab.Tolikara.7.5

6 TPS 6 Prawa 0 268 T.Papua.Kab.Tolikara.7.6

7 TPS ... Desa ... 0 292 T.Papua.Kab.Tolikara.7.7

8 TPS 8 Takri 0 238 T.Papua.Kab.Tolikara.7.8

9 TPS 9 Tigou 0 281 T.Papua.Kab.Tolikara.7.9

10 TPS 10 Paguja 0 299 T.Papua.Kab.Tolikara.7.10

11 TPS 11 Warka 0 201 T.Papua.Kab.Tolikara.7.11

JUMLAH 0 3118

6.6. Distrik Timori


Perolehan
Suara (DA)
No. TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 500 0 T.Papua.Kab.Tolikara.8.1

2 TPS 2 Beremo 500 0 T.Papua.Kab.Tolikara.8.2

3 TPS 3 Bolubur 474 0 T.Papua.Kab.Tolikara.8.3

4 TPS 4 Eragani 279 0 T.Papua.Kab.Tolikara.8.4

5 TPS 5 ... 482 0 T.Papua.Kab.Tolikara.8.5

6 TPS 6 Koinggambu 297 0 T.Papua.Kab.Tolikara.8.6

7 TPS 7 Liwina 492 0 T.Papua.Kab.Tolikara.8.7

8 TPS 8 Logulo 273 0 T.Papua.Kab.Tolikara.8.8

9 TPS 9 Luki/TPS 9 0 500 T.Papua.Kab.Tolikara.8.9

10 TPS 10 Luki 0 500 T.Papua.Kab.Tolikara.8.10

11 TPS 11 Pirago 313 0 T.Papua.Kab.Tolikara.8.11

12 TPS 12 Tioneri 476 0 T.Papua.Kab.Tolikara.8.12

13 TPS 13 Tirib 497 0 T.Papua.Kab.Tolikara.8.13

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4259
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

14 TPS 14 Tirib 496 0 T.Papua.Kab.Tolikara.8.14

JUMLAH 5079 1000

6.7. Distrik Panaga


Perolehan
Suara (C)
No. TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 1 Eragani 0 261 T.Papua.Kab.Tolikara.9.1

2 TPS 2 Ibihu 0 495 T.Papua.Kab.Tolikara.9.2

3 TPS 3 Kution 0 82 T.Papua.Kab.Tolikara.9.3

4 TPS 4 Paido 0 399 T.Papua.Kab.Tolikara.9.4

5 TPS 5 Panaga 0 500 T.Papua.Kab.Tolikara.9.5

6 TPS 6 Pindanggun 0 500 T.Papua.Kab.Tolikara.9.6

7 TPS 7 Saksimaler 0 464 T.Papua.Kab.Tolikara.9.7

8 TPS 8 Siak 0 467 T.Papua.Kab.Tolikara.9.8

9 TPS 9 Yandono 0 481 T.Papua.Kab.Tolikara.9.9

10 TPS 10 Panaga 0 500 T.Papua.Kab.Tolikara.9.10

JUMLAH 0 4149

6.8. Distrik Kuari


Perolehan
Suara (C)
No. TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 1 Abepur 369 0 T.Papua.Kab.Tolikara.10.1

2 TPS 2 Alopur 261 0 T.Papua.Kab.Tolikara.10.2

3 TPS 3 Baliminggi 243 0 T.Papua.Kab.Tolikara.10.3

4 TPS 4 Gubagi 233 0 T.Papua.Kab.Tolikara.10.4

5 TPS 5 Jinulira 335 0 T.Papua.Kab.Tolikara.10.5

6 TPS 6 Kenen 297 0 T.Papua.Kab.Tolikara.10.6

7 TPS 7 Kibur 377 0 T.Papua.Kab.Tolikara.10.7

8 TPS 8 Kondenggun 357 0 T.Papua.Kab.Tolikara.10.8

9 TPS 9 ... 0 385 T.Papua.Kab.Tolikara.10.9

10 TPS 10 Kurika 0 305 T.Papua.Kab.Tolikara.10.10

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4260
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

11 TPS 11 ... 0 385 T.Papua.Kab.Tolikara.10.11

12 TPS 12 Markar 0 277 T.Papua.Kab.Tolikara.10.12

13 TPS 13 Menggeba 0 327 T.Papua.Kab.Tolikara.10.13

14 TPS 14 Menggeba 0 264 T.Papua.Kab.Tolikara.10.14

15 TPS 15 Tebenalo 0 302 T.Papua.Kab.Tolikara.10.15

16 TPS 16 Umaga 0 336 T.Papua.Kab.Tolikara.10.16

17 TPS 17 Wanggugup 0 284 T.Papua.Kab.Tolikara.10.17

18 TPS 18 ... 0 184 T.Papua.Kab.Tolikara.10.18

JUMLAH 2472 3049

6.9. Distrik Kai


Perolehan
Suara (C)
No. TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 1 Again 0 273 T.Papua.Kab.Tolikara.11.1

2 TPS 2 Bawi 0 209 T.Papua.Kab.Tolikara.11.2

3 TPS 3 Kaiga 0 507 T.Papua.Kab.Tolikara.11.3

4 TPS 4 Kotorambur 0 224 T.Papua.Kab.Tolikara.11.4

5 TPS 5 Kurbaya 0 312 T.Papua.Kab.Tolikara.11.5

6 TPS 6 Piraleme 0 297 T.Papua.Kab.Tolikara.11.6

7 TPS 7 Tina 0 224 T.Papua.Kab.Tolikara.11.7

8 TPS 8 Tugunale 0 261 T.Papua.Kab.Tolikara.11.8

9 TPS 9 Wianger 0 270 T.Papua.Kab.Tolikara.11.9

10 TPS 10 Wolu 1 0 299 T.Papua.Kab.Tolikara.11.10

11 Kaiga 2 … 0 300 T.Papua.Kab.Tolikara.11.11

JUMLAH 0 3176

6.10. Distrik Bokoneri


Perolehan
Suara (C)
No. TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 1 Abimbak 0 221 T.Papua.Kab.Tolikara.12.1

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4261
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

2 TPS 2 Bokoneri 1 0 267 T.Papua.Kab.Tolikara.12.2

3 TPS 3 Bokoneri 2 0 266 T.Papua.Kab.Tolikara.12.3

4 TPS 4 Bolly 0 232 T.Papua.Kab.Tolikara.12.4

5 TPS 5 Donggem 0 241 T.Papua.Kab.Tolikara.12.5

6 TPS 6 Dutuma 0 260 T.Papua.Kab.Tolikara.12.6

7 TPS 7 Kanepo 0 195 T.Papua.Kab.Tolikara.12.7

8 TPS 8 Kanewunuk 0 248 T.Papua.Kab.Tolikara.12.8

9 TPS 9 Kureunuk 0 217 T.Papua.Kab.Tolikara.12.9

10 TPS 10 Lerewere 0 200 T.Papua.Kab.Tolikara.12.10

11 TPS 11 Monogame 0 206 T.Papua.Kab.Tolikara.12.11

12 TPS 12 Nangguleme 0 202 T.Papua.Kab.Tolikara.12.12

13 TPS 13 Nunggalo 0 189 T.Papua.Kab.Tolikara.12.13

14 TPS 14 Omuk 0 240 T.Papua.Kab.Tolikara.12.14

15 TPS 15 Tanabome 0 204 T.Papua.Kab.Tolikara.12.15

16 TPS 16 Waringga 0 252 T.Papua.Kab.Tolikara.12.16

17 TPS 17 Weri 0 223 T.Papua.Kab.Tolikara.12.17

18 TPS 18 Wanaga 0 251 T.Papua.Kab.Tolikara.12.18

JUMLAH 0 4114

6.11. Distrik Gilobandu


Perolehan
Suara (C)
No. TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 1 Mortelo 0 458 T.Papua.Kab.Tolikara.14.1

2 TPS … Mortelo 0 459 T.Papua.Kab.Tolikara.14.2

3 TPS 3 Yakep 0 498 T.Papua.Kab.Tolikara.14.3

4 TPS 4 Egoni 0 431 T.Papua.Kab.Tolikara.14.4

5 TPS 5 Walesi 0 483 T.Papua.Kab.Tolikara.14.5

6 TPS 6 Lere Were 0 483 T.Papua.Kab.Tolikara.14.6

7 TPS 7 Orelukban 0 417 T.Papua.Kab.Tolikara.14.7

8 TPS 8 Yamulo 0 486 T.Papua.Kab.Tolikara.14.8

9 TPS 9 Bagoni 0 458 T.Papua.Kab.Tolikara.14.9

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4262
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

10 TPS 10 Kulitin 0 444 T.Papua.Kab.Tolikara.14.10

11 TPS 11 Tinggom 0 490 T.Papua.Kab.Tolikara.14.11

JUMLAH 0 5107

6.12. Distrik Gayage


Perolehan
Suara (C)
No. TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 1 Peko 0 208 T.Papua.Kab.Tolikara.15.1

2 TPS 1 Wajamurik 0 310 T.Papua.Kab.Tolikara.15.2

3 TPS 1 Dedelonik 0 210 T.Papua.Kab.Tolikara.15.3

4 TPS 1 Gilok 0 345 T.Papua.Kab.Tolikara.15.4

5 TPS 1 Tigir 0 306 T.Papua.Kab.Tolikara.15.5

6 TPS 1 Woji 0 315 T.Papua.Kab.Tolikara.15.6

7 TPS 1 Gayage 0 313 T.Papua.Kab.Tolikara.15.7

8 TPS 1 Bini 0 275 T.Papua.Kab.Tolikara.15.8

9 TPS 1 Kumbu 0 142 T.Papua.Kab.Tolikara.15.9

10 TPS 1 Yemarima 0 323 T.Papua.Kab.Tolikara.15.10

11 TPS 1 Dugi 0 224 T.Papua.Kab.Tolikara.15.11

12 TPS 1 Napulaga 0 335 T.Papua.Kab.Tolikara.15.12

13 TPS 1 Bapa 0 255 T.Papua.Kab.Tolikara.15.13

14 TPS 1 Benari 0 397 T.Papua.Kab.Tolikara.15.14

15 TPS 1 Doge 0 223 T.Papua.Kab.Tolikara.15.15

16 TPS 1 Tigikum 0 315 T.Papua.Kab.Tolikara.15.16

17 TPS 1 Tidur Mabuk 0 320 T.Papua.Kab.Tolikara.15.17

18 TPS 1 Tiri 0 272 T.Papua.Kab.Tolikara.15.18

19 TPS 1 Angkasa 0 235 T.Papua.Kab.Tolikara.15.19

JUMLAH 0 5323

6.13. Distrik Wugi


Perolehan
Suara (C)
No. TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4263
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

1 TPS 1 Buang Ludah 0 182 T.Papua.Kab.Tolikara.17.1

2 TPS 2 Gilime 0 142 T.Papua.Kab.Tolikara.17.1A

3 TPS 03 ... 0 199 T.Papua.Kab.Tolikara.17.2

4 TPS 4 Koli 0 177 T.Papua.Kab.Tolikara.17.3

5 TPS 5 Kuagembur 0 189 T.Papua.Kab.Tolikara.17.4

6 TPS 6 … 0 202 T.Papua.Kab.Tolikara.17.5

7 TPS 7 Gitar 0 180 T.Papua.Kab.Tolikara.17.6

8 TPS 8 Wuronggi 0 203 T.Papua.Kab.Tolikara.17.7

9 TPS 8 Pandelo 0 211 T.Papua.Kab.Tolikara.17.8

10 TPS 7 Loma 1 204 T.Papua.Kab.Tolikara.17.9

11 TPS 10 Wugi 1 211 T.Papua.Kab.Tolikara.17.10

JUMLAH 2 2100

6.14. Distrik Bogonuk


Perolehan
Suara (C)
No. TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 1 Alinduda 244 T.Papua.Kab.Tolikara.18.1

2 TPS 2 Andomau 271 0 T.Papua.Kab.Tolikara.18.2

3 TPS 3 Bogomuli 497 0 T.Papua.Kab.Tolikara.18.3

4 TPS 7 Ewan 452 0 T.Papua.Kab.Tolikara.18.4

5 TPS 5 Laura 461 0 T.Papua.Kab.Tolikara.18.5

6 TPS 6 Paba 307 0 T.Papua.Kab.Tolikara.18.6

7 TPS 7 Talinamber 347 0 T.Papua.Kab.Tolikara.18.7

8 TPS 8 Walelo 398 0 T.Papua.Kab.Tolikara.18.8

9 TPS 9 Wisman 493 0 T.Papua.Kab.Tolikara.18.9

10 TPS 10 Wumelap 435 0 T.Papua.Kab.Tolikara.18.10

JUMLAH 3905 0

6.15. Distrik Wina


Perolehan
Suara (C-1)
No. TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4264
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

1 TPS 1 Gualo 0 493 T.Papua.Kab.Tolikara.19.1

2 TPS 1 Nakwil 0 364 T.Papua.Kab.Tolikara.19.2

3 TPS 1 Wariru 0 121 T.Papua.Kab.Tolikara.19.3

4 TPS 1 Tawi 0 468 T.Papua.Kab.Tolikara.19.4

5 TPS 1 Finai 0 133 T.Papua.Kab.Tolikara.19.5

6 TPS 1 Yugubuk 0 109 T.Papua.Kab.Tolikara.19.6

7 TPS 1 Holandia 0 231 T.Papua.Kab.Tolikara.19.7

8 TPS 1 Wina 0 181 T.Papua.Kab.Tolikara.19.8

9 TPS 1 Yugumengga 0 321 T.Papua.Kab.Tolikara.19.9

10 TPS 1 Malela 0 311 T.Papua.Kab.Tolikara.19.10

11 TPS 1 Akima 0 342 T.Papua.Kab.Tolikara.19.11

JUMLAH 0 3074

6.16. Distrik Bokondini


Perolehan
Suara (C-1)
No. TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 1 Apiam 0 500 T.Papua.Kab.Tolikara.21.1

2 TPS 2 Bokondini 0 419 T.Papua.Kab.Tolikara.21.2

3 TPS 3 Dunduma 0 391 T.Papua.Kab.Tolikara.21.3

4 TPS 4 Galala 0 294 T.Papua.Kab.Tolikara.21.4

5 TPS 5 Jawalani 0 418 T.Papua.Kab.Tolikara.21.5

6 TPS 6 Kologume 0 278 T.Papua.Kab.Tolikara.21.6

7 TPS 7 Lambogo 0 266 T.Papua.Kab.Tolikara.21.7

8 TPS 8 Lambogo 0 266 T.Papua.Kab.Tolikara.21.8

9 TPS 9 Mairi 0 247 T.Papua.Kab.Tolikara.21.9

10 TPS 10 Minaganggo 0 433 T.Papua.Kab.Tolikara.21.10

11 TPS 11 Tenggama 0 273 T.Papua.Kab.Tolikara.21.11

12 TPS 12 Umaga 0 281 T.Papua.Kab.Tolikara.21.12

JUMLAH 0 4066

6.17. Distrik Dundu


No. TPS/Desa Perolehan Tanda Bukti

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4265
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

Suara (C-1)

No. 1 No. 2

1 TPS 1 Kembu 0 262 T.Papua.Kab.Tolikara.22.1

2 TPS 2 Dundu 0 492 T.Papua.Kab.Tolikara.22.2

3 TPS 3 Bimo 0 409 T.Papua.Kab.Tolikara.22.3

4 TPS 4 Dugumagel 0 421 T.Papua.Kab.Tolikara.22.4

5 TPS 5 Nubuni 0 299 T.Papua.Kab.Tolikara.22.5

6 TPS 6 Nilogabu 0 308 T.Papua.Kab.Tolikara.22.6

7 TPS 7 Kurupu 0 327 T.Papua.Kab.Tolikara.22.7

8 TPS 8 Nini 0 332 T.Papua.Kab.Tolikara.22.8

9 TPS 9 Nakwi 0 400 T.Papua.Kab.Tolikara.22.9

10 TPS 10 Jiku 0 378 T.Papua.Kab.Tolikara.22.10

JUMLAH 0 3628

6.18. Distrik Anawi


Perolehan
Suara (C-1)
No. TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 1 Imurik 0 315 T.Papua.Kab.Tolikara.23.1

2 TPS 2 Ariduda 0 271 T.Papua.Kab.Tolikara.23.2

3 TPS 4 Guneru 0 292 T.Papua.Kab.Tolikara.23.4

4 TPS 1 Anawi 0 298 T.Papua.Kab.Tolikara.23.5

JUMLAH 0 1176

6.19. Distrik Numba


Perolehan
Suara (C-1)
No. TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 1 Numba 475 0 T.Papua.Kab.Tolikara.24.1

2 TPS 1 Yiragame 291 0 T.Papua.Kab.Tolikara.24.7

3 TPS 1 Yugume 0 306 T.Papua.Kab.Tolikara.24.9

JUMLAH 766 306

6.20. Distrik Umagi

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4266
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

Perolehan
Suara (C-1)
No. TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 1 Nolopur 0 213 T.Papua.Kab.Tolikara.25.1

2 TPS 1 Warna 0 156 T.Papua.Kab.Tolikara.25.2

3 TPS 1 Priuk 0 446 T.Papua.Kab.Tolikara.25.3

4 TPS 1 Pabongga 0 400 T.Papua.Kab.Tolikara.25.4

5 TPS 2 Gutini 0 391 T.Papua.Kab.Tolikara.25.5

6 TPS 3 Yaleme 0 208 T.Papua.Kab.Tolikara.25.6

7 TPS 3 Yaleme 0 213 T.Papua.Kab.Tolikara.25.7

8 TPS 4 Popaga 0 345 T.Papua.Kab.Tolikara.25.8

9 TPS 7 Mino 0 245 T.Papua.Kab.Tolikara.25.9

10 TPS … Desa … 0 320 T.Papua.Kab.Tolikara.25.10

11 TPS … Desa … 0 491 T.Papua.Kab.Tolikara.25.11

12 TPSA 10 Nambu 0 140 T.Papua.Kab.Tolikara.25.12

JUMLAH 0 3568

6.21. Distrik Wakuwo


Perolehan
Suara (C-1)
No. TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 1 Gunalo 0 224 T.Papua.Kab.Tolikara.27.1

2 TPS …Wonitu 0 287 T.Papua.Kab.Tolikara.27.2

3 TPS 1 Gulak 0 282 T.Papua.Kab.Tolikara.27.3

4 TPS 1 Kumbur 0 237 T.Papua.Kab.Tolikara.27.4

5 TPS … Nawo 0 401 T.Papua.Kab.Tolikara.27.5

6 TPS … Wama 0 222 T.Papua.Kab.Tolikara.27.6

7 TPS …Golena 0 216 T.Papua.Kab.Tolikara.27.7

8 TPS 1 Korlo 0 303 T.Papua.Kab.Tolikara.27.8

9 TPS …Weyage 0 222 T.Papua.Kab.Tolikara.27.9

10 TPS 1 Timer 0 185 T.Papua.Kab.Tolikara.27.10

11 TPS 1 Towolome 0 257 T.Papua.Kab.Tolikara.27.11

12 TPS 1 Kwarini 0 324 T.Papua.Kab.Tolikara.27.12

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4267
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

JUMLAH 0 3160

6.22. Distrik Gundagi


Perolehan
Suara (C-1)
No. TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 1 Aworera 0 233 T.Papua.Kab.Tolikara.28.1

2 TPS 2 Engawogo 0 226 T.Papua.Kab.Tolikara.28.2

3 TPS 3 Gingga 0 303 T.Papua.Kab.Tolikara.28.3

4 TPS 4 Gubini 0 254 T.Papua.Kab.Tolikara.28.4

5 TPS 4 Wome 0 222 T.Papua.Kab.Tolikara.28.5

6 TPS 5 Gubuk 0 331 T.Papua.Kab.Tolikara.28.6

7 TPS 6 Kalarim 0 251 T.Papua.Kab.Tolikara.28.7

8 TPS 7 Kurik 0 313 T.Papua.Kab.Tolikara.28.8

9 TPS 8 Muruneri 0 312 T.Papua.Kab.Tolikara.28.9

10 TPS 9 Nangga 0 311 T.Papua.Kab.Tolikara.28.10

11 TPS 10 Oker 0 228 T.Papua.Kab.Tolikara.28.11

12 TPS 11 Pungelak 0 341 T.Papua.Kab.Tolikara.28.12

13 TPS 12 Umar 0 234 T.Papua.Kab.Tolikara.28.13

14 TPS 13 Wamili 0 279 T.Papua.Kab.Tolikara.28.14

15 TPS 14 Wamolo 0 214 T.Papua.Kab.Tolikara.28.15

16 TPS 15 Winengga 0 331 T.Papua.Kab.Tolikara.28.16

17 TPS 17 Woraga 0 300 T.Papua.Kab.Tolikara.28.17

JUMLAH 0 4683

6.23. Distrik Bewani


Perolehan
Suara (C-1)
No. TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 1 Abena 0 328 T.Papua.Kab.Tolikara.29.1

2 TPS 2 Arelam 0 271 T.Papua.Kab.Tolikara.29.2

3 TPS 4 Bitilabur 0 353 T.Papua.Kab.Tolikara.29.3

4 TPS 5 Duma 0 241 T.Papua.Kab.Tolikara.29.4

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4268
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

5 TPS 6 Gambugobak 0 186 T.Papua.Kab.Tolikara.29.5

6 TPS 7 Gelalo 0 227 T.Papua.Kab.Tolikara.29.6

7 TPS 8 Nogobumbu 0 254 T.Papua.Kab.Tolikara.29.7

8 TPS 9 Bilubaga 0 365 T.Papua.Kab.Tolikara.29.8

9 TPS 9 Wanggulam 0 413 T.Papua.Kab.Tolikara.29.9

10 TPS 10 Wania 0 302 T.Papua.Kab.Tolikara.29.10

11 TPS 11 Windik 0 242 T.Papua.Kab.Tolikara.29.11

12 TPS 12Wuluruk 0 284 T.Papua.Kab.Tolikara.29.12

13 TPS 13 Yibalo 0 294 T.Papua.Kab.Tolikara.29.13

14 TPS 14 Yinama 0 240 T.Papua.Kab.Tolikara.29.14

JUMLAH 0 4000

6.24. Distrik Bewani


Perolehan
Suara (C-1)
No. TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 1 Kolanggun 0 177 T.Papua.Kab.Tolikara.30.1

2 TPS 1 Kogagi 0 201 T.Papua.Kab.Tolikara.30.2

3 TPS 1Tiyonggi 0 195 T.Papua.Kab.Tolikara.30.3

4 TPS 1 Posman 0 202 T.Papua.Kab.Tolikara.30.4

5 TPS 1 Agin 0 212 T.Papua.Kab.Tolikara.30.5

6 TPS 1 Wenggun 0 201 T.Papua.Kab.Tolikara.30.6

7 TPS 1 Yelly 0 206 T.Papua.Kab.Tolikara.30.7

8 TPS 1 Wuluk 0 202 T.Papua.Kab.Tolikara.30.8

9 TPS … Desa … 0 199 T.Papua.Kab.Tolikara.30.9

10 TPS 1 Wagimi 0 224 T.Papua.Kab.Tolikara.30.10

JUMLAH 0 2019

6.25. Distrik Nelawi


Perolehan
Suara (C-1)
No. TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 1 Mondanggul 497 0 T.Papua.Kab.Tolikara.31.1

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4269
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

2 TPS 2 Timosimo 200 0 T.Papua.Kab.Tolikara.31.2

3 TPS 3 Tabowonimbo 187 0 T.Papua.Kab.Tolikara.31.3

4 TPS 4 Nelawi 500 0 T.Papua.Kab.Tolikara.31.4

5 TPS 5 Woromolome 412 0 T.Papua.Kab.Tolikara.31.5

6 TPS 6 Kendemeya 365 0 T.Papua.Kab.Tolikara.31.6

7 TPS 7 Palagi 392 0 T.Papua.Kab.Tolikara.31.7

8 TPS 8 Megapura 293 0 T.Papua.Kab.Tolikara.31.8

9 TPS 9 Wabuna 375 0 T.Papua.Kab.Tolikara.31.9

10 TPS 10 Minagame 374 0 T.Papua.Kab.Tolikara.31.10

11 TPS 11 Bername 385 0 T.Papua.Kab.Tolikara.31.11

12 TPS 12 Jilogonime 463 0 T.Papua.Kab.Tolikara.31.12

JUMLAH 4443 0

6.26. Distrik Geya


Perolehan
Suara (C-1)
No. TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 10 Winalo 0 251 T.Papua.Kab.Tolikara.33.10

2 TPS … Desa … 251 0 T.Papua.Kab.Tolikara.33.13

JUMLAH 251 251

6.27. Distrik Biuk


Perolehan
Suara (C-1)
No. TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 1 Biuk 0 215 T.Papua.Kab.Tolikara.34.1

2 TPS 2 Guburini 0 227 T.Papua.Kab.Tolikara.34.2

3 TPS 3 Wonabu 0 215 T.Papua.Kab.Tolikara.34.3

4 TPS 4 Jugumabur 0 210 T.Papua.Kab.Tolikara.34.4

5 TPS 5 Yiluk Kondengun 0 213 T.Papua.Kab.Tolikara.34.5

6 TPS 7 Tomagi 0 227 T.Papua.Kab.Tolikara.34.6

7 TPS 9 Galugub 0 338 T.Papua.Kab.Tolikara.34.7

8 TPS 10 Purugi 0 323 T.Papua.Kab.Tolikara.34.8

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4270
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

9 TPS 11 Binime 0 296 T.Papua.Kab.Tolikara.34.9

10 TPS … Desa … 0 214 T.Papua.Kab.Tolikara.34.10

11 TPS … Desa ... 0 211 T.Papua.Kab.Tolikara.34.11

JUMLAH 0 2689

6.28. Distrik Wari


Perolehan
Suara (C-1)
No. TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 1 Arebe 0 76 T.Papua.Kab.Tolikara.35.1

2 TPS 2 Bleise 0 45 T.Papua.Kab.Tolikara.35.2

3 TPS 3 Doreba 0 241 T.Papua.Kab.Tolikara.35.3

4 TPS 4 Dotori 0 213 T.Papua.Kab.Tolikara.35.4

5 TPS 5 Dustra 0 211 T.Papua.Kab.Tolikara.35.5

6 TPS 6 Fiji 0 253 T.Papua.Kab.Tolikara.35.6

7 TPS 7 Kalibu 0 48 T.Papua.Kab.Tolikara.35.7

8 TPS 8 Kowari 0 227 T.Papua.Kab.Tolikara.35.8

9 TPS 9 Keruku 0 148 T.Papua.Kab.Tolikara.35.9

10 TPS 10 Lani Loma 0 45 T.Papua.Kab.Tolikara.35.10

11 TPS 11 Miribaga 0 29 T.Papua.Kab.Tolikara.35.11

12 TPS 12 Muna 0 284 T.Papua.Kab.Tolikara.35.12

13 TPS 14 Timoga 0 52 T.Papua.Kab.Tolikara.35.14

14 TPS 15 Wakumender 0 53 T.Papua.Kab.Tolikara.35.15

15 TPS 16 Wari 0 233 T.Papua.Kab.Tolikara.35.16

16 TPS 17 Wiki 0 193 T.Papua.Kab.Tolikara.35.17

17 TPS 13 Papedan 0 224 T.Papua.Kab.Tolikara.35.18

JUMLAH 0 2575

6.29. Distrik Nabunage


Perolehan
Suara (C-1)
No. TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 1 Kumbo 0 497 T.Papua.Kab.Tolikara.37.1

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4271
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

2 TPS 1 Wewo 0 405 T.Papua.Kab.Tolikara.37.2

3 TPS 1 Missa 0 354 T.Papua.Kab.Tolikara.37.3

4 TPS 1 Kimilo 0 327 T.Papua.Kab.Tolikara.37.4

5 TPS 1 Giningga 0 426 T.Papua.Kab.Tolikara.37.5

6 TPS 1 Nabunage 0 441 T.Papua.Kab.Tolikara.37.6

7 TPS 1 Jekito 0 426 T.Papua.Kab.Tolikara.37.7

8 TPS 1 Kupara 0 413 T.Papua.Kab.Tolikara.37.8

9 TPS 1 Timbindelo 0 404 T.Papua.Kab.Tolikara.37.9

10 TPS 2 Kupara 0 421 T.Papua.Kab.Tolikara.37.10

11 TPS 1 Logilome 0 298 T.Papua.Kab.Tolikara.37.11

12 TPS 1 Kutime 0 500 T.Papua.Kab.Tolikara.37.12

13 TPS 2 Kutime 0 336 T.Papua.Kab.Tolikara.37.13

JUMLAH 0 5248

6.30. Distrik Nunggawi


Perolehan
Suara (C-1)
No. TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 1 Belep 0 500 T.Papua.Kab.Tolikara.39.1

2 TPS 1 Belep 0 500 T.Papua.Kab.Tolikara.39.2

3 TPS 1 Kilungga 0 116 T.Papua.Kab.Tolikara.39.3

4 TPS 2 Berengga 0 97 T.Papua.Kab.Tolikara.39.4

5 TPS 3 Derelak 0 99 T.Papua.Kab.Tolikara.39.5

6 TPS 4 Derek 0 101 T.Papua.Kab.Tolikara.39.6

7 TPS 5 Gilo 0 98 T.Papua.Kab.Tolikara.39.7

8 TPS 6 Langgineri 0 91 T.Papua.Kab.Tolikara.39.8

9 TPS 8 Kimobur 0 32 T.Papua.Kab.Tolikara.39.9

10 TPS 9 Kidino 0 156 T.Papua.Kab.Tolikara.39.10

11 TPS 11 Kokondao 0 276 T.Papua.Kab.Tolikara.39.11

12 TPS 10 Kokondao 0 276 T.Papua.Kab.Tolikara.39.12

13 TPS 11 Kondangwi 0 148 T.Papua.Kab.Tolikara.39.13

14 TPS 12 Kubalo 0 114 T.Papua.Kab.Tolikara.39.14

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4272
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

15 TPS 12 Kubumanggen 0 139 T.Papua.Kab.Tolikara.39.15

16 TPS 14 Kuridaga 0 309 T.Papua.Kab.Tolikara.39.16

17 TPS 15 Kuripara 0 106 T.Papua.Kab.Tolikara.39.17

18 TPS 16 Mololowa 0 89 T.Papua.Kab.Tolikara.39.18

19 TPS 17 Nombor 0 255 T.Papua.Kab.Tolikara.39.19

20 TPS 18 Numbe 0 77 T.Papua.Kab.Tolikara.39.20

21 TPS 19 Mangaup 0 419 T.Papua.Kab.Tolikara.39.21

22 TPS 20 Tinoweno 0 114 T.Papua.Kab.Tolikara.39.22

23 TPS 21 Tomobur 0 97 T.Papua.Kab.Tolikara.39.23

24 TPS 22 Tunibur 0 103 T.Papua.Kab.Tolikara.39.24

25 TPS 23 Wondame 0 300 T.Papua.Kab.Tolikara.39.25

26 TPS 24 Undi 0 100 T.Papua.Kab.Tolikara.39.26

27 TPS 25 Wondama II 0 336 T.Papua.Kab.Tolikara.39.27

28 TPS 26 Womluk 0 141 T.Papua.Kab.Tolikara.39.28

29 TPS 28 Woli 0 182 T.Papua.Kab.Tolikara.39.29

JUMLAH 0 5371

6.31. Distrik Karubaga


Perolehan
Suara (C-1)
No. TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 1 Muara 0 294 T.Papua.Kab.Tolikara.40.1

2 TPS 1 Gurikagewak 0 412 T.Papua.Kab.Tolikara.40.2

3 TPS 1 Bandia 0 512 T.Papua.Kab.Tolikara.40.3

4 TPS 1 Pulanggun 0 843 T.Papua.Kab.Tolikara.40.4

5 TPS 1 Kulonane 0 426 T.Papua.Kab.Tolikara.40.5

6 TPS 1 Nalutini 0 412 T.Papua.Kab.Tolikara.40.6

7 TPS 1 Ampera 0 409 T.Papua.Kab.Tolikara.40.7

8 TPS 1 Kuragepura 464 0 T.Papua.Kab.Tolikara.40.8

9 TPS 1 Kiranage 0 302 T.Papua.Kab.Tolikara.40.10

10 TPS 2 Kogimagi 0 319 T.Papua.Kab.Tolikara.40.11

11 TPS 3 Dangulurik 0 313 T.Papua.Kab.Tolikara.40.12

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4273
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

12 TPS 6 Guninggadunak 0 500 T.Papua.Kab.Tolikara.40.13

13 TPS 8 Burikime 0 230 T.Papua.Kab.Tolikara.40.14

14 TPS 10 Kimobur 0 366 T.Papua.Kab.Tolikara.40.17

15 TPS 22 Pulangun I 0 422 T.Papua.Kab.Tolikara.40.18

16 TPS 22 Pulangun II 0 421 T.Papua.Kab.Tolikara.40.19

17 TPS 103 Lirak 0 444 T.Papua.Kab.Tolikara.40.20

18 TPS … Kolilan 0 398 T.Papua.Kab.Tolikara.40.22

19 TPS … Elsaday 0 500 T.Papua.Kab.Tolikara.40.23

20 TPS … Losmen 0 347 T.Papua.Kab.Tolikara.40.26

21 TPS … Belene 0 331 T.Papua.Kab.Tolikara.40.27

22 TPS … Molera 0 309 T.Papua.Kab.Tolikara.40.28

23 TPS … Desa … 0 239 T.Papua.Kab.Tolikara.40.29

JUMLAH 464 8749

6.32. Distrik Poganeri


Perolehan
Suara (C-1)
No. TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 5 Genage 455 0 T.Papua.Kab.Tolikara.41.4

2 TPS 8 Konengga 0 460 T.Papua.Kab.Tolikara.41.6

3 TPS 9 Kuoklanggunik 0 472 T.Papua.Kab.Tolikara.41.7

4 TPS 10 Mabuk 0 461 T.Papua.Kab.Tolikara.41.8

5 TPS 11 Nogari 0 500 T.Papua.Kab.Tolikara.41.9

6 TPS … Desa … 0 445 T.Papua.Kab.Tolikara.41.13

JUMLAH 455 2338

6.33. Distrik Danime


Perolehan
Suara (C-1)
No. TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 1 Abena 156 0 T.Papua.Kab.Tolikara.42.1

2 TPS 2 Delegari 0 142 T.Papua.Kab.Tolikara.42.2

3 TPS 3 Gunombo 0 110 T.Papua.Kab.Tolikara.42.3

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4274
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

4 TPS 4 Kopenawi 0 115 T.Papua.Kab.Tolikara.42.4

5 TPS 5 Mawi 0 115 T.Papua.Kab.Tolikara.42.5

6 TPS 7 Niagele 0 132 T.Papua.Kab.Tolikara.42.7

7 TPS 8 Ripa 0 142 T.Papua.Kab.Tolikara.42.8

8 TPS 9 Tarawi 116 0 T.Papua.Kab.Tolikara.42.9

9 TPS 10 Wania 0 140 T.Papua.Kab.Tolikara.42.10

JUMLAH 272 896

6.34. Distrik Kanggime


Perolehan
Suara (C-1)
No. TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 2 Kanggime 0 482 T.Papua.Kab.Tolikara.43.1

2 TPS 11 Purusi 0 478 T.Papua.Kab.Tolikara.43.7

3 TPS … Aulani 0 433 T.Papua.Kab.Tolikara.43.8

4 TPS … Kogoni 0 430 T.Papua.Kab.Tolikara.43.9

5 TPS … Kanggimaluk 0 469 T.Papua.Kab.Tolikara.43.10

6 TPS 1 Kanggime 0 377 T.Papua.Kab.Tolikara.43.11

7 TPS … Desa … 0 497 T.Papua.Kab.Tolikara.43.12

JUMLAH 0 3166

6.35. Distrik Egiam


Perolehan
Suara (C-1)
No. TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 1 Yonira 0 433 T.Papua.Kab.Tolikara.44.1

2 TPS 1 Egiam 0 403 T.Papua.Kab.Tolikara.44.2

3 TPS 1 Tabonakme 0 366 T.Papua.Kab.Tolikara.44.3

4 TPS 1 Pinde 0 448 T.Papua.Kab.Tolikara.44.4

5 TPS 1 Murni 0 387 T.Papua.Kab.Tolikara.44.5

6 TPS 1 Kaliundi 0 269 T.Papua.Kab.Tolikara.44.6

7 TPS 1 Wayongga 0 391 T.Papua.Kab.Tolikara.44.7

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4275
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

8 TPS 1 Weri 0 440 T.Papua.Kab.Tolikara.44.8

9 TPS 1 Yoka 0 458 T.Papua.Kab.Tolikara.44.9

10 TPS 1 Kurba 0 274 T.Papua.Kab.Tolikara.44.10

11 TPS 2 Kalilindi 0 269 T.Papua.Kab.Tolikara.44.11

12 TPS 3 Kurba 0 274 T.Papua.Kab.Tolikara.44.12

13 TPS 4 Murni 0 387 T.Papua.Kab.Tolikara.44.13

14 TPS 5 Pinde 0 448 T.Papua.Kab.Tolikara.44.14

15 TPS 6 Tabonakme 0 366 T.Papua.Kab.Tolikara.44.15

16 TPS 7 Wayongga 0 391 T.Papua.Kab.Tolikara.44.16

17 TPS 8 Weri 0 440 T.Papua.Kab.Tolikara.44.17

18 TPS … Desa … 0 458 T.Papua.Kab.Tolikara.44.18

JUMLAH 0 6902

6.36. Distrik Yuko


Perolehan
Suara (C-1)
No. TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 1 Ambirik 0 106 T.Papua.Kab.Tolikara.46.1

2 TPS 1 Karu 0 83 T.Papua.Kab.Tolikara.46.2

3 TPS 3 Gwakdugunik 0 104 T.Papua.Kab.Tolikara.46.3

4 TPS 5 Kotorambik 0 217 T.Papua.Kab.Tolikara.46.4

5 TPS 6 Kungge 0 111 T.Papua.Kab.Tolikara.46.5

6 TPS 7 Minegimen 0 124 T.Papua.Kab.Tolikara.46.6

7 TPS 9 Pekaleme 0 174 T.Papua.Kab.Tolikara.46.7

8 TPS 10 Tabu 0 221 T.Papua.Kab.Tolikara.46.8

9 TPS 11 Teleme 0 81 T.Papua.Kab.Tolikara.46.9

10 TPS … Desa … 0 99 T.Papua.Kab.Tolikara.46.10

11 TPS … Desa … 0 94 T.Papua.Kab.Tolikara.46.11

JUMLAH 0 1414

7. Kabupaten Pegunungan Bintang


7.1 Distrik Oksibil
No. TPS/Desa Perolehan Tanda Bukti

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4276
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

Suara (C-1)

No. 1 No. 2

1 TPS 2 Kabiding 0 500 T.Papua.Kab.Pegunungan Bintang.1.2

2 TPS 4 Kabiding 0 463 T.Papua.Kab.Pegunungan Bintang.1.4

3 TPS 1 Aldom 0 76 T.Papua.Kab.Pegunungan Bintang.1.5

4 TPS 1 Kutdol 0 473 T.Papua.Kab.Pegunungan Bintang.1.6

5 TPS 13 Polsam 0 56 T.Papua.Kab.Pegunungan Bintang.1.7

T.Papua.Kab.Pegunungan
6 TPS 1 Molbib Silibib 0 116
Bintang.1.14

JUMLAH 0 1684

7.2 Distrik Kiwirok


Perolehan
Suara (C-1)
No. TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 3 Kukihil 0 146 T.Papua.Kab.Pegunungan Bintang.2.3

2 TPS 3 Kiwi 0 194 T.Papua.Kab.Pegunungan Bintang.2.4

3 TPS 6 Pelebip 0 249 T.Papua.Kab.Pegunungan Bintang.2.6

4 TPS 7 Asua 0 99 T.Papua.Kab.Pegunungan Bintang.2.8

5 TPS 8 Lolim 0 171 T.Papua.Kab.Pegunungan Bintang.2.9

T.Papua.Kab.Pegunungan
6 TPS 10 Diip 0 87
Bintang.2.11

T.Papua.Kab.Pegunungan
7 TPS 12 Delpem 0 171
Bintang.2.12

JUMLAH 0 1117

7.3 Distrik Okibab


Perolehan
Suara (C-1)
No. TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 1 Okbifisil 0 310 T.Papua.Kab.Pegunungan Bintang.3.1

2 TPS 1 Iriding 0 204 T.Papua.Kab.Pegunungan Bintang.3.4

3 TPS 2 Iriding 0 145 T.Papua.Kab.Pegunungan Bintang.3.5

4 TPS 3 Iriding 0 114 T.Papua.Kab.Pegunungan Bintang.3.6

5 TPS 1 Atolbol 0 130 T.Papua.Kab.Pegunungan Bintang.3.7

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4277
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

6 TPS 1 Oktauglap 0 230 T.Papua.Kab.Pegunungan Bintang.3.8

7 TPS 1 Oksemar 0 134 T.Papua.Kab.Pegunungan Bintang.3.9

T.Papua.Kab.Pegunungan
8 TPS … Okablo 0 239
Bintang.3.10

JUMLAH 0 1506

7.4 Distrik Batom


Perolehan
Suara (C-1)
No. TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

T.Papua.Kab.Pegunungan
1 TPS 9 Akyako 0 50
Bintang.5.10

JUMLAH 0 50

7.5 Distrik Borme


Perolehan
Suara (C-1)
No. TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 1 Borme 0 464 T.Papua.Kab.Pegunungan Bintang.6.1

2 TPS 2 Omban 0 251 T.Papua.Kab.Pegunungan Bintang.6.2

3 TPS 3 Omban 0 375 T.Papua.Kab.Pegunungan Bintang.6.3

4 TPS 4 Sikibur 0 372 T.Papua.Kab.Pegunungan Bintang.6.4

5 TPS 5 Sikibur 0 230 T.Papua.Kab.Pegunungan Bintang.6.5

6 TPS 6 Sikibur 0 226 T.Papua.Kab.Pegunungan Bintang.6.6

7 TPS 2 Onya 0 259 T.Papua.Kab.Pegunungan Bintang.6.8

8 TPS 9 Arina 0 356 T.Papua.Kab.Pegunungan Bintang.6.9

T.Papua.Kab.Pegunungan
9 TPS 10 Arina 0 462
Bintang.6.10

T.Papua.Kab.Pegunungan
10 TPS 3 Bapalnye 0 249
Bintang.6.11

T.Papua.Kab.Pegunungan
11 TPS 12 Bordamban 0 292
Bintang.6.12

T.Papua.Kab.Pegunungan
12 TPS 13 Kwedamban 0 246
Bintang.6.13

13 TPS 14 Aringgon 0 147


T.Papua.Kab.Pegunungan

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4278
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

Bintang.6.14

T.Papua.Kab.Pegunungan
14 TPS 16 Bukab 0 311
Bintang.6.15

T.Papua.Kab.Pegunungan
15 TPS 16 Kwime 0 133
Bintang.6.16

T.Papua.Kab.Pegunungan
16 TPS 3 Kolgir 0 162
Bintang.6.17

T.Papua.Kab.Pegunungan
17 TPS 19 Laydamban 0 160
Bintang.6.19

T.Papua.Kab.Pegunungan
18 TPS 1 Seban 0 131
Bintang.6.20

JUMLAH 0 4826

7.6 Distrik Aboy


Perolehan
Suara (C-1)
No. TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 1 Aboy 0 328 T.Papua.Kab.Pegunungan Bintang.7.1

JUMLAH 0 328

7.7 Distrik Pepera


Perolehan
Suara (C-1)
No. TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 4 Denom 0 208 T.Papua.Kab.Pegunungan Bintang.8.4

2 TPS 4 Oktelabe 0 119 T.Papua.Kab.Pegunungan Bintang.8.6

JUMLAH 0 327

7.8 Distrik Bime


Perolehan
Suara (C-1)
No. TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

1 TPS 1 Calap 0 258 T.Papua.Kab.Pegunungan Bintang.9.6

2 TPS 5 Calap 0 252 T.Papua.Kab.Pegunungan Bintang.9.7

JUMLAH 0 510

7.9 Distrik Alemsom


No. TPS/Desa Perolehan Tanda Bukti

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4279
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

Suara (C-1)

No. 1 No. 2

T.Papua.Kab.Pegunungan
1 TPS 1 Eraduman 0 121
Bintang.10.1

T.Papua.Kab.Pegunungan
2 TPS 1 Alemsom I 0 300
Bintang.10.2

T.Papua.Kab.Pegunungan
3 TPS 3 Alemsom II 0 297
Bintang.10.3

T.Papua.Kab.Pegunungan
4 TPS 4 Tapasik 0 186
Bintang.10.4

T.Papua.Kab.Pegunungan
5 TPS 5 Payol/Masumkon 0 253
Bintang.10.5

T.Papua.Kab.Pegunungan
6 TPS 6 Tapok 0 201
Bintang.10.6

T.Papua.Kab.Pegunungan
7 TPS 7 Bakwalin 0 134
Bintang.10.7

T.Papua.Kab.Pegunungan
8 TPS 8 Imiyi 0 207
Bintang.10.8

T.Papua.Kab.Pegunungan
9 TPS 9 Sumtamon 0 142
Bintang.10.9

T.Papua.Kab.Pegunungan
10 TPS 10 Bondik 0 350
Bintang.10.10

T.Papua.Kab.Pegunungan
11 TPS 11 Muruman 0 234
Bintang.10.11

T.Papua.Kab.Pegunungan
12 TPS 12 Binalkon 0 396
Bintang.10.12

T.Papua.Kab.Pegunungan
13 TPS 13 Tibal 0 200
Bintang.10.13

JUMLAH 0 3021

7.10 Distrik Okbape


Perolehan
Suara (C-1)
No. TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

T.Papua.Kab.Pegunungan
1 TPS 1 Bape 0 212
Bintang.11.1

T.Papua.Kab.Pegunungan
2 TPS 2 Masim 0 238
Bintang.11.2

T.Papua.Kab.Pegunungan
3 TPS 3 Kasawi 0 248
Bintang.11.3

Salinan putusan ini tidak untuk dan tidak dapat dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110, Telp. (021) 23529000, Fax (021) 3520177, Email: sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id
4280
SALINAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Diunduh dari laman : www.mahkamahkonstitusi.go.id

T.Papua.Kab.Pegunungan
4 TPS 4 Akmer 0 160
Bintang.11.4

T.Papua.Kab.Pegunungan
5 TPS 6 Bapenka 0 268
Bintang.11.6

JUMLAH 0 1126

7.11 Distrik Kolomdol


Perolehan
Suara (C-1)
No. TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

T.Papua.Kab.Pegunungan
1 TPS 3 Tulo 0 66
Bintang.12.5

T.Papua.Kab.Pegunungan
2 TPS 6 Arinkop 0 76
Bintang.12.6

T.Papua.Kab.Pegunungan
3 TPS 7 Imik 0 58
Bintang.12.7

JUMLAH 0 200

7.12 Distrik Oksop


Perolehan
Suara (C-1)
No. TPS/Desa Tanda Bukti
No. 1 No. 2

T.Papua.Kab.Pegunungan
1 TPS 1 Mimin 0 285
Bintang.13.3

T.Papua.Kab.Pegunungan
2 TPS 2 Mimin 0 365
Bintang.13.4

T.Papua.Kab.Pegunungan
3 TPS 1 Menar 0 241