Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM

PENGENALAN ALAT EKOLOGI

Disusun oleh:

Kelompok biologi non reguler

Dede rohimah 1631021004

Hana rizky pratiwi 1631011005

Lilis siti hindun shkz 1631011021

Nurhayati 1631011022

PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI

2019

I. TUJUAN
1.1.Mengetahui alat-alat yang biasa digunakan dalam praktikum Ekologi.
1.2.Mengetahui spesifikasi, fungsi, cara kerja, prinsip kerja, serta klasifikasi alat
praktikum Ekologi.

II. LANDASAN TEORI


Istilah ekologi pertama kali dekenalkan oleh ahli biologi Jerman, yaitu Ernst
Haeckel (1834-1919). Ekologi berasal dari bahasa Yunani; oikos, artinya rumah
atau tempat tinggal dan logos, artinya ilmu. Jadi, Ekologi adalah ilmu yang
mempelajari makhluk hidup, seperti tumbuhan, hewan, dan manusis untuk
hidup bersama dan saling memepngaruhi di dalam lingkungannya.

Dalam ekologi, tiga aspek utama yang dimiliki dan berlaku dalam
kajiannya adalah sebagai berikut:
 Studi tentang hubungan organisme atau group dengan lingkungannya.
 Studi tentang hubungan antara organisme atau group organisme terhadap
lingkungannya.
 Studi tentang struktur dan fungsi alam.

Prinsip-prinsip utama yang dianut dalam ekologi antara lain:


 Interaksi (interaction)
 Saling ketergantungan (interdependence)
 Keanekaragaman (diversity)
 Keharmonisan (harmony)
 Kemampuan berkelanjutan (sustainability)

Pada pembelajaran sains termasuk ekologi di dalamnya, keberadaan


laboratorium menjadi sangat penting. Pada konteks proses belajar mengajar
sains seringkali istilah laboratorium diartikan dalam pengertian sempit yaitu,
ruang yang di didalamnya terdapat sejumlah alat-alat dan bahan praktikum

Pengenalan alat-alat praktikum penting dilakukan guna untuk keselamatan


kerja dalam melakukan proses penelitian. Selain itu juga, pengenalan alat
praktikum bertujuan untuk mahasiswa mengetahui nama dan fungsi dari alat-
alat tersebut. Alat-alat prktikum sangat dibutuhkan dalam proses penelitian
ataupun praktikum terutama dalam proses praktikum biologi. Ada banyak
sekali alat-alat yang digunakan dan mempunyai fungsi masing-masing didalam
bidang keilmuan ataupun proses penelitian tentu alat-alat ini sangat dibutuhkan
sekali (Soetarto, 2008).

Dilihat dari penggunaannya alat yang biasa digunakan ada yang bersifat
manual, ada pula yang bersifat digital Pengetahuan mengenai fungsi,
spesifikasi, cara kerja, serta prinsip kerja alat merupakan hal yang wajib
diketahui mengingat peran alat yang sangat fundamental dalam kegiatan
praktikum ekologi. Selain itu, pengetahuan wajib dimiliki oleh masing-masing
ekolog agar alat tidak mudah cepat rusak mengingat peralatan ekologi memiliki
harga yang kebanyakan tidak murah.

Dalam suatu pengukuran dibutuhkan alat-alat untukmengukur benda


tersebut berdasarkan !ara kerja dan fungsi masing-masing. Alat-
alat tersebut harus digunakan dengan caranya sendiri dan tidak boleh
disalahgunakan, karena dapat menyebabkan kesalahan dalam pengukuran.
Adapun alat-alatyang ada di laboratorium biologi, diantaranya respirometer

III. PROSEDUR KERJA


3.1. Alat
 Altimeter
 pH meter
 Four in one
 Soil tester
 DO meter
 Anemo meter
 Sling meter
 Conductivity meter
 Meteran
 Sechii disk
 Trap
 Surbernet
 Loop
 Insecnet
 Soil corer
 Termometer
 Klinometer
 Worm mery
 Beaker glass
 Oven
3.2. Cara Kerja

IV. DATA PENGAMATAN

No Nama Alat Dan Fungsi Prinsip Cara Kerja


Gambar
1 Alti meter Mengukur Altimeter memiliki Cara menggunakan alti
ketinggian suatu titik 3 prinsip kerja meter yaitu:
dari permukaan laut yaitu: 1. Tempatkan altimeter
1. Menggunakan pada posisi datar dan
gelombang, pastikan gelembung
seperti ultra sonic nivo tepat ditengah
atau infra merah lingkaran
2. Menggunakan 2. Aturlah tanda
magnet bumi, indicator yang
seperti sudut memiliki tanda minus
inclinasi dan plusagar berada
3. Menggunakan ditengah. Untuk
tekanan udara, mengaturnya, putarlah
hal ini menjadi tuas pemutar besar
prinsip dalam yang berada pada
berbagai altimeter
pengukuran 3. Selanjutnya, aturlah
ketinggian pada titik 0
meter. Caranya
tariklah keatas lalu
putar tuas kecil.
4. Kemudian, pindahkan
altimeter ketempat
yang akan diukur
ketinggiannya.
5. Terakhir, carilah
ketinggian tempat
yang diinginkan
dengan cara mengatur
atau memutar jarum
indicator hingga
berada ditengah lalu
bacalah skala yang
muncul.
2 pH Meter Fungsi PH Prinsip kerja pH Cara-cara menggunakan
Meter adalah untuk meter adalah alat ph meter dengan
mengukur pH (kadar didasarkan pada benar, diantaranya:
keasaman atau basa) potensial elektro 1. Sediakan larutan yang
suatu cairan. kimia yang terjadi akan di ukur
antara larutan yang keasamannya.
terdapat di dalam Siapkan sesuai
elektroda gelas yang kebutuhan, jangan
telah diketahui terlalu banyak jangan
dengan larutan yang pula terlalu sedikit,
terdapat di luar secukupnya saja.
elektroda gelas yang 2. Sebelum di ukur,
tidak diketahui. Hal terlebih dahulu
ini dikarenakan perhatikan kadar suhu
lapisan tipis dari larutan yang akan di
gelembung kaca ukur dengan suhu
akan berinteraksi larutan yang sudah
dengan ion hidrogen dikalibrasi
yang ukurannya sebelumnya. Pastikan
relatif kecil dan keduanya harus sama,
aktif. misalnya jika suhu
Elektroda gelas larutan yang sudah
tersebut akan dikalibrasi sebesar dua
mengukur potensial puluh derajat
elektrokimia dari celcius,makasuhu
ion hidrogen atau di cairan yang akan
istilahkan dengan diukur juga harus
potential of sama.
hidrogen. Untuk 3. Buka penutup
melengkapi sirkuit elektroda pada alat ph
elektrik dibutuhkan dengan menggunakan
suatu elektroda air khusus, kemudian
pembanding. bersihkan dengan tisu
Sebagai catatan, alat sampai kering.
tersebut tidak 4. Hidupkan alat ph,lalu
mengukur arus celupkan elektroda ke
tetapi hanya dalam cairan yang
mengukur tegangan. akan diukur,
kemudian putar-putar
elektroda larut
menjadi homogen.
5. Kemudian tekan
tombol yang
bertuliskan MEAS
lantas akan muncul
kata HOLD di layar.
Lalu tunggu beberapa
saat hingga muncul
angka PH yang
menunjukan kadar ph
pada cairan tersebut.
Setelah itu matikan
alat tersebut.

3 Four in one Mengukur intensitas Empat fungsi Untuk menggunakan


cahaya, kelembapan dimodifikasi dalam alat ini dengan menekan
udara, suhu udara sati alat. Untuk tombol on, kemudian
dan kecepatan angin intensitas cahaya, tekan tombol sesuai
kelembapan udara, dengan yang kita
suhu udara dan inginkan. Contohnya
kecepatan angin menekan tombol lux
untuk mengetahui
intensitas cahaya.
4 Soil Tester Alat pengukur Ph Bagian bawah dari Cara menggunakan soil
dan kelembaban tester soil akan tester adalah sebagai
tanah menangkap adanya berikut:
H+ dan OH- pada 1. Masukkan elektroda
tanah sehingga logam meteran's di
dapat menentukan tanah sepenuhnya,
pH dari tanah sementara posisi
tersebut (prinsip elektroda sedekat
elektroda). Dan juga akar tanaman
bisa menangkap mungkin.
kadar air yang ada 2. Divisi skala berkisar
pada tanah tersebut dari 1 sampai 8, yang
masing-masing
untuk menentukan berbunyi nilai
kelembabannya. kelembaban sesuai
dengan kondisi
tanah.
3. Kebutuhan air dapat
ditentukan oleh
posisi pointer.
4. Untuk Pengujian
pada tanah yang
kering dan
mengandung
kotoran, meter akan
menunjukkan
pengukuran pH
dengan nilai yang
benar, Sebab itu
tanah dapat ditaburi
air sekitar satu
ember, kemudian
tunggu hingga
setengah jam untuk
melakukan
pengujian.
5. Untuk penggunaan
awal alat ukur
kelembaban
tanah ini, pengguna
dapat memastikan
permukaan logam
sudah dipoles dengan
kain basah. Selain itu
dapat juga
memastikan untuk
memasukkan alat
ukur tersebut
beberapa kali
kedalam tanah agar
menghilangkan
kotoran berminyak.
5 DO meter Untuk mengukur Prinsip kerja Cara pemakaian
kadar oksigen berdasarkan 1. DO mere dikalibrasi
terlarut dalam air fenomena, 2. Prop kedalam air
atau larutan. polarografi yang yang akan diuji
terjadi diantar dua 3. Angka yang tertera
electrode katode pada layar dicatat
dan anode. 4. Pengujian dilakukan
Tegangan listrik beberapa kali
negative diberikan
kepada electrode 5. DO meter
katode. Adanya dibersihkan dan
tegangan negative dikeringkan setelah
ini akan dipakai
mengakibatkan
reaksi kimia terjadi
secara cepat antara
air dengan oksigen
terlarut pada
permukaan katode.
6 Anemometer Untuk mengukur Prinsip kerja Cara pemakaian:
arah dan kecepatan gerakan atau 1. Tekan tombol on/off
angina. perpindahan masa 2. Akan tampil semua
udara pada udara item pengukuran
pada arah horizontal pada layar
yang disebabkan 3. Pilid mode
oleh perbedaan pengukuran yang
tekanan udara dari diinginkan
satu tempat dengan 4. Tekan tombol hold
tempat yang lain. untuk melihat hasil
pengukuran
5. Catat hasil
pengukuran

7 Sling hygrometer Mengukur Prinsip keja alat ini Higrometer terdapat dua
kelembapan udara adalah dengan skala, dimana yan satu
mengunakan dua menunjukan
thermometer. kelembaban dan yang
Thermometer satu menunjukan
pertama diunakan temperature
untuk mengukur Cara menggunakannya
suhu udara biasa dengan meletakkan
dan an kedua untuk ditempat yang akan
mengukur suhu diukur kelembabannya
udara jenuh/lembab kemudian tunggu dan
(bagian bawah bacalah skalanya.
thermometer
diliputi kain/kapas
yang basah)
8 Conductivity meter Untuk mengukur Prinsip kerja nilai Cara pemakaian alat
konduktivitas atau konjumlah ion serta Alat dikalibrasi –
kadar ion didalam konsentrasi padatan celupkan bagian bawah
suatu perairan. (total Dissolved conductivity meter
solid/ TDS) yang tersebut, karena pada
terlarut di duktivitas bagian tersebut terdapat
listrik sebuah cairan sensor – hasil sensor data
dibaca pada layar digital.
menjadi referensi
atas dalamnya.

9 Meteran Berfungsi untuk Panjang objek akan Cara pemakaian/


mengukur jarak atau sama dengan nilai pengukurannya tinggal
panjang suatu objek skala yang tertera merentangkan meteran
pada alat ini dari ujung yang satu
ke ujung yang berbeda
yaknik ke objek yang
akan diukur.

10 Sechi Disk Digunakan untuk Prinsip kernyanya Cara pemakaian:


mengukur penetrasi yaitu jika bagian Dipasang pada tiang atau
cahaya ke dalam air. warna putih masih tali, dan diturunkan
terlihat maka perlahan-lahan kedalam
cahaya masih dapat air – kedalaman dimana
tembus pada pola pada disk tidak lagi
kedalaman tersebut. terlihat diambil sebagai
ukuran transparansi air –
jarak/kedalaman diukur
melalui panjang tali.
11 Trap Untuk menjebak Hewan yang telah Membiarkan hewan
hewan-hewan kecil jatuh ke dalam yang diinginkan jatuh ke
biasanya hewan wadah tidak dapat dalam wadah. Bisa
terestial seperti keluar lagi. Bosa dengan menaruh sesuatu
serangga kecil, reptil juga ditambah yang menarik dalam
dan amfibi kecil dengan wadah untuk hewan
menuangkan larutan yang diinginkan.
garam+deterjen ke
dalam wadah agar
serangga
(khususnya) tidak
dapat kabur
12 Surber net Mencuplik bentos di Prinsip kerjanya Cara pemakaiannya
perairan yaitu: yaitu:
lotik/perairan yang Sistem kerja seperti 1. Besi persegi yang
memiliki arus kuat/ jarring dengancara terletak didepan
cukup kuat dan dasar meletakkan surber mulut surber net
perairannya berpasir net dialiran sungai berfungsi untuk
halus atau sedikit yang memiliki arus menentukan wilayah/
berlumpur. dan surber daerah yang akan
diletakkan melawan dicuplik
arus. Agar bentos 2. Permukaan surber net
yang menempel diletakkan kea rah
pada batu dapat datangnya air
tertangkap oleh mengalir, kemuduan
surber dibantu di depan permukaan
dengan tangan atau tersebut terdapat foot
kaki. template yang dapat
diinjak-injak/ diaduk
agar organisme
bentos yang melekat
pada dasar perairan
hanyut dan
tertangkap surber.
13 Loop Untuk melihat benda Benda diperbesar Sinar-sinar cahaya yang
yang berukuran kecil terletak di dalam melewati lensa itu
titik fokus lup itu membelok ke dalam
atau jarak benda ke untuk mengumpul di
lensa lup tersebut sebuah titik fokus pada
lebih kecil kedua sisi lensa. Jarak
dibandingkan jarak dari pusat lensa ke titik
titik fokus lup ke fokus, kira-kira 12 cm
lensa lup tersebut. pada kaca pembesar
Bayangan yang yang umum, disebut
dihasilkan bersifat jarak fokus. Dalam
tegak, nyata dan penggunaan lup
diperbesar seseorang harus
menempatkan benda
yang akan dilihat pada
ruang satu (antara lensa
dan fokus lensa)
sehingga akan
dihasilkan bayangan
yang diperbesar dan
maya
14 Insect trap Untuk menangkap Menjaga agar Cara pemakaian:
serangga terbang spesimen tidak 1. Agar serangga tidak
seperti kupu-kupu, mengalami kabur, usahakan
belalang, lebah dan kerusakan organ waktu mengambil
capung serangga dengan
atau mati ketika jarring berjalan
ditangkap perlahan berlawanan
arah sinar matahari
2. Setelah menemukan
serangga yang diburu
ayunkan jarring
dengan gerakan
menyapu atau
menangkap serangga
kemudian kunci
dengan melipat
jarring agar serangga
tidak bisa keluar.
15 Soil corer Melubangi atau Prinsip kerjanya Cara pemakaiannya
menegbor tanah dan yaitu kecepatan yaitu:
dapat digunakan putaran soil corner, Soil corner diletakkan
untuk mengambil tekanan dan gaya tegak lurus dengan
sampel tanah yang yang diberikan. permukaan tanah –
akan diuji. diputar hingga batang
yang tertancap pada
tanah terbenam sampai
ketinggian tertentu –
untuk mengambil
sampel tanah soil corner
diangkat dan sisa tanah
yang menempel pada
besi diambil untuk diuji.
16 Thermometer Untuk mengetahui Pemuaian zat cair Cara pemakaian:
suhu tertinggi dan karena perubahan 1. Kalibrasi alat dengan
terendah di tempat kalor pada menekan tombol
dan waktu tertentu. lingkungan sekitar. reset
Thermometer max 2. Thermometer
berisi air raksa yang diletakkan pada
mudah memuai dan tempat yang ingin
thermometer min diukur suhu selama
berisi alcohol yang kurang lebih 24 jam
memiliki titi beku 3. Indeks tertinggi pada
1440 c. thermometer max
merupakan suhu
tertinggi dan indeks
tertinggi min
merupakan suhu
terendah pada hari
tersebut.
17 Klinometer Untuk menentukan Prinsip kerja Cara kerja
besar sudut elevansi klinometer adalah 1. Tentukan obyek yang
dalam mengukur alat sederhana untuk akan diukur, misalnya
mengukur sudut mengukur tinggi pohon
tinggi objek secara elevansi antar garis 2. Bidik ujung pohon
tidak langsung. datar dan sebuah kemudian ditembak.
garis yang 3. Lihat hasilnya pada
menghubungkan clinometer, misalnya
sebuah titik pada 450
garis datar tersebut 4. Perhitungan tinggi
dengan titik puncak pohon : H = D tan θ + HI
(ujung) sebuah Keterangan: H = tinggi
objek. Aplikasinya pohon D = jarak
digunakan untuk pengamat ke pohon HI =
mengukur tinggi jarak mata pengamat ke
(panjang) suatu dasar pohon n
objek dengan
memanfaatkan
sudut elevansi.
18 Wormery Alat untuk melihat Prinsip Kerja alat Cara Pemakaian •
gerak taksis cacing ini digunakan Masukan 3 jenis tanah ke
tanah dengan dalam alat dan
menggunakan tanah dipisahkan menjadi tiga
sebagai bahan bagian menggunakan
kontrol sekat. • Masukkan
cacing kedalam tanah
dibagian tanah kontrol,
tutup alat hingga tidak
ada cahaya biarkan
beberapa saat. • Setalah
beberapa menit
kemudian buka kembali
alat dan lihat apakah
cacing berubah tempat
dari tanah kontrol
19 Beaker glass sebuah wadah Prinsip kerjanya carar Kerja :
penampung yang yaitu melihat skala Larutan dituangkan ke
digunakan untuk pada sisi beaker dalam beaker glass
mengaduk, glass yang secara perlahan, ukur
mencampur, dan digunakan untuk volumenya dengan
memanaskan cairan. mengukur larutan mengamati skala pada
secara tidak teliti badan gelas. Jika ingin
memasukkan larutan
asam terlebih dahulu
masukkan akuades di
beaker glass tersebut.
20 Oven untuk memamaskan Perubahan energi Cara penggunaan alat
atau mengeringkan listrik menjadi 1. Hubungkan dengan
alat-alat energi panas dimana sumber listrik
laboratorium atau temperature dalam 2. Masukkan alat yang
objek-objek oven dijagatetap akan dikeringkan,
lainnya. konstan dengan alat atur dengan rapi lalu
kontrol tutup pintu dengan
thermometer. rapat
3. Hidupkan alat
dengan menekan
tombol ON, lampu
pilot akan menyala
(merah dankuning)
4. Atur temperatur
suhu dan waktu yang
diinginkan

V. PEMBAHASAN
1. Alti meter
Altimeter adalah sebuah alat untuk mengukur ketinggian suatu titik dari
permukaan laut. Biasanya alat ini digunakan untuk keperluan navigasidalam
penerbangan, pendakian, dan kegiatan yang berhubungan dengan
ketinggian.
Fungsi: untuk mengukur ketinggian suatu titik dari permukaan laut.
2. pH meter
ph meter adalah alat elektronik yang digunakan untuk mengukur pH
(keasaman atau alkalinitas) dari cairan (meskipun probe khusus terkadang
digunakan untuk mengukur pH zat semi-padat).
Fungsi: untuk mengukur pH (kadar keasaman atau basa) suatu cairan.
3. Four in one (4in1)
Fungsi: untuk mengukur intensitas cahaya, kelembapan udara, suhu udara
dan kecepatan angin.
4. Soil tester
Soil tester adalah alat untuk mengukur pH dan kelembapan tanah.
Fungsi: unuk mengukur Ph dan kelembaban tanah .
5. DO meter
DO meter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur kadar oksigen
terlarut (Dissolve Oxygen) di dalam air atau larutan.
Fungsi: untuk mengukur kadar oksigen terlarut dalam air atau larutan.
6. Anemometer
Anemometer adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur/menentukan
kecepatan angin
Fungsi: untuk mengukur arad dan kecepatan angin.
7. Sling hygrometer
Higrometer adalah sejenis alat untuk mengukur tingkat kelembaban pada
suatu tempat.
Fungsi: untuk mengukur kelembapan udara.
8. Conductivity meter
Conductivity meter adalah alat untuk mengukur nilai konduktivitas listrik
(specific/electric conductivity) suatu larutan atau cairan
Fungsi: untuk mengukur konduktivitas atau kadar ion didalam suatu
perairan.
9. Meteran
Meteran juga dikenal sebagai pita ukur atau tape atau bisa disebut juga
sebagai Roll Meter ialah alat ukur panjang yang bisa digulung, dengan
panjang 25 – 50 meter.
Fungsi: untuk mengukur jarak atau panjang suatu objek.
10. Sechi disk
secchi disk adalah instrument alat sederhana yang digunakan untuk
mengukur transparansi air di lautan dan danau
Fungsi: untuk mengukur penetrasi cahaya ke dalam air.
11. Trap
Fungsi: Untuk menjebak hewan-hewan kecil biasanya hewan terestial
seperti serangga kecil, reptil dan amfibi kecil.
12. Suber net
Fungsi: Mencuplik bentos di perairan lotik/perairan yang memiliki arus
kuat/ cukup kuat dan dasar perairannya berpasir halus atau sedikit
berlumpur.
13. Loop
Fungsi: untuk melihat benda yang berukuran kecil.
14. Insect trap
Adalah sebuah alat elektrik yang dirancang khusus untuk menangkap
serangga
Fungsi: untuk menangkap serangga terbang seperti kupu-kupu, belalang,
lebah dan capung.
15. Soil corer
Fungsi: untuk melubangi atau menegbor tanah dan dapat digunakan untuk
mengambil sampel tanah yang akan diuji.
16. Thermometer
TERMOMETER adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu
(temperatur), ataupun perubahan suhu. Istilah termometer berasal dari
bahasa latin thermo yang berarti panas dan meter yang berarti untuk
mengukur. Prinsip kerja termometer ada bermacam-macam, yang paling
umum digunakan adalah termometer air raksa.
Fungsi: untuk mengetahui suhu tertinggi dan terendah di tempat dan waktu
tertentu.
17. Klinometer
Klinometer Merupakan Alat Sederhana Yang Digunakan Untuk Mengukur
Sudut Elevasi Yang Dibentuk Antara Garis Datar Dengan Sebuah Garis
Yang Menghubungkan Sebuah Titik Pada Garis Datar Tersebut Dengan
Titik Puncak
Fungsi: untuk menentukan besar sudut elevansi dalam mengukur tinggi
objek secara tidak langsung.
18. Wormery
Fungsi: untuk melihat gerak taksis cacing tanah.
19. Beaker glass
Fungsi: sebuah wadah penampung yang digunakan untuk mengaduk,
mencampur, dan memanaskan cairan.
20. Oven
Fungsi: untuk memamaskan atau mengeringkan alat-alat laboratorium atau
objek-objek lainnya.

VI. KESIMPULAN

Pada pembelajaran sains termasuk ekologi di dalamnya, keberadaan


laboratorium menjadi sangat penting. Pada konteks proses belajar mengajar
sains seringkali istilah laboratorium diartikan dalam pengertian sempit yaitu,
ruang yang di didalamnya terdapat sejumlah alat-alat dan bahan praktikum

Dalam suatu pengukuran dibutuhkan alat-alat untukmengukur benda


tersebut berdasarkan !ara kerja dan fungsi masing-masing. Alat-
alat tersebut harus digunakan dengan caranya sendiri dan tidak boleh
disalahgunakan, karena dapat menyebabkan kesalahan dalam pengukuran.
Adapun alat-alatyang ada di laboratorium biologi, diantaranya Dilihat dari
penggunaannya alat yang biasa digunakan ada yang bersifat manual, ada pula
yang bersifat digital. Diantaranya adalah Altimeter, pH meter, Four in one,
Soil tester, DO meter, Anemometer, Sling hygrometer, Conductivity meter,
Meteran,Sechii disk, Trap, Surbernet, Loop, Insecnet, Soil corer,
Termometer, Klinometer, Worm mery, Beaker glass dan Oven. Dalam
paktikum ekologi kita perlu mengenali nama dan bentuk alat-alat yang
digunakan, mempelajari fungsi dari alat-alat tersebut, mempelajari prinsip
dan cara kerja alat-alat tersebut, memahami cara penggunaan dan perawatan
alat-alat tersebut dan mengamati langsung dan mencoba menggunakan salah
satu alat.
VII. DAFTAR PUSTAKA
1.
Budi.(2013)Faktor yang Mempengaruhi Kehidupan Mahluk Hidup.[Online]
Tersedia: budisma.web.id. [17 Februari 2013]

2. Michael, P. 1995. Metode Ekologi untuk Penyelidikan Ladang dan


Laboratorium. Jakarta: UI
3. Budimarwanti.( 2003).pengelolaan alat dan bahan kimia.yogyakarta :
UNY