Anda di halaman 1dari 7

ANALISIS PENGARUH PEMUNGUTAN PAJAK PBB (AL-KHARAJ)

DAN PAJAK CUKAI (AL-USYUR),SEBAGAI ANALOG DARI PERPAJAK ISLAM


TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA
PERIODE 2011-2016
Judul :
Analisis pengaruh pemungutan pajak PBB (kharaj) dan pajak cukai (usyur) sebagai analog
perpajakan dalam islam terhadap pertumbuhan ekonomi islam.

Latar Belakang

Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu masalah jangka panjang yang harus dilakukan oleh
setiap negara. Dimana sangat diharapkan terjadinya pertumbuhan ekonomi tersebut.
Pertumbuhan ekonomi yang pesat merupakan fenomena penting yang dialami dunia semnjak
dua abad belakangan ini. Dalam periode tersebut dunia telah menganalami perubahan yang
sangat nyata apabila dibandingkan dengan periode sebelumnya. Sampai abad ke 18
kebanyakan masyarakat di berbagai negara masih hidup pada tahap subsisten dan mata
pencarian utama adalah dari mata pencaharian di sektor pertanian, perikanan dan berburu.

Ditinjau dari sudut ekonomi, perkembangan ekonomi dunia yang berlaku semenjak dua abad
yang lalu menimbulkan du efek penting yang sangat menggalakkan yaitu:
• Kemakmuran atau taraf hidup masyarakat makin meningkat.
• Masyarakat dapat menciptakan kesempatan kerja yang baru kepada penduduk yang terus
bertambah jumlahnya.

Untuk memahami masalah pertumbuhan ekonomi yang dihadapi oleh negara negara
berkembang terutama negara berkembang yang masih rendah taraf pembangunan dan
kemakmurannya.
Tabel 1 : Data jumlah pbb, cukai, dan pdb di Indonesia periode 2011-2016.
Sumber Data : Bps.go.id

Tahun Pbb (Miliar Rupiah) Cukai ( Miliar Pdb ( Miliar


Rupiah) Rupiah)

2011 29 057 68 875 7 287 083,4

2012 28 969 95 028 7 727 083,8

2013 25 305 108 452 8 156 497,8

2014 21 743 117 450 8 564 866,6

2015 29 250 144 641 8 982 511,3

2016 17 711 148 091 9 433 034,4

Tabel 1 menunjukkan Pdb di indonesia mengalami kenaikan dari tahun ketahun yakni berawal
tahun 2011 sebesar 7 287 083,4 dan mengalami kenanikan yang pesat sampai tahun 2016 yaitu
sebesar 9 433 034,4.selanjutnya jumlah data penerimaan pbb di indonesia mengalami naik turun
yaitu tahun 2011 sempat naik sebesar 29 057 dan mengalami pesat pada tahun 2014 yaitu sebesar
21 250 dan kemudian mengalami kenaikan kembali pada tahun 2015 sebesar 29 250 dan kembali
turun pada tahun 2016 yaitu sebesar 17 711.
Berikunya penerimaan cukai, bisa di lihai fi tabel mengalami kenaikan yang pesat dari tahun ke
tahun yakni dari tahun 68 875 dan mengalami kenaikan pesat sampai tahun 2016 sebesar 148
091.Jadi kesimpulan pertumbuhan ekonomi di indonesia mengalami peningkatan yang positif.

Rumusan masalah
Dari latar belakang di maka dapat di ajukan pertanyaan dalam hal ini,untuk memaparkan
mengenai perbedaan yang terdapat pada sistem pajak masa kini dan masalalu, terhadap
pertumbuhan indonesia saat ini sesuai dengan judul yang di ambil yaitu:
- Bagaimana pengaruh PBB sebagai analog dari Al-kharaj terhadap pertumbuhan
ekonomi di indonesia?
- Bagaimana pengaruh BPHTB sebagai analog dari Al-kharaj terhadap pertumbuhan
ekonomi di indonesia?

Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah:
1. Untuk mengkaji dan mengetahui bea perolehan atas tanah dan bangunan secara sejarah
islam.
2. Untuk mengkaji dan mengetahui pelaksanaan pajak bumi dan bangunan di Indonesia.
3. Untuk mengetahui tinjauan pajak dari sejarah al-kharaj.
4. Mengetahui pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Manfaat Penelitian
Hasil penelitian analisisnsistem pemungutan pajak PBB dan PPN sebagai analog dari Al-kharaj
terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia, ini di harapkan memberi sejumlah manfaat,antara
lain :
1. Manfaat ini bersifat teoritis, hasil penelitian ini diharapkan berguna bagi ilmu
pengetahuan, yaitu pengetahuan tentang perpajakan tanah secara islam di indonesia.
2. Manfaat yang bersifat praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan
kontribusi serta menjadi bahan masukan bagi para pengambil kebijakan dalam perpajakan
terhadap pertumbuhan ekonomi.

1. Studi Pustaka
6.1 Landasan Teori
-Teori al-Kharaj dengan PBB
Salah satu jenis pajak yang dibolehkan dalam Islam adalah Kharaj. Menurut al-Mawardi
kharaj adalah pungutan yang harus dibayar atas tanah. Tanah yang dimaksud oleh al-Mawardi
tersebut adalah tanah yang diperoleh dari hasil taklukan umat muslim terhaap non-muslim, atau
tanah yang diperoleh dari pemilik yang berdamai dengan pasukan muslim dan mereka tetap
mengelola tanah tersebut dengan membayar kharaj tiap tahun. Sedangkan salah satu jenis pajak
yang diberlakukan di Indonesia adalah PBB yang telah di atur dalam UU No 12 tahun 1985 dan
1994. Dalam UU tersebut dijelaskan bahwa yang menjadi objek PBB adalah bumi dan atau
bangunan yang berdiri di atasnya. Pengertian bumi dalam undang-undang ini meliputi tanah dan
perairan pedalaman laut serta laut wilayah Indonesia. Objek al-Kharaj menurut al-Mawardi
dengan objek PBB menurut UU No. 12 tahun 1985 dan 1994 terdapat relevansi, dimana kedua
objek tersebut memiliki kesamaan yaitu pajak atau pungutan yang dilaksanakan atas tanah atau
bumi. Terdapat perbedaan antara PBB yang dipungut terhadap warga negara Indonesia dengan
kharaj yaitu Indonesia bukanlah termasuk tanah Kharajiyah yang ditaklukkan dengan
peperangan, sedangkan tanah atau bumi yang dikenakan kharaj adalah tanah kharajiyah, namun
warga negara Indonesia tetap dikenakan PBB.
- Teori sistem perpajakan al-kharaj
Kharaj sebagai sistem pemungutan pajak yang dikenakan atas hasil
pertanian pernah efektif diterapkan pada masa pemerintahan Umar r.a. Umar
telah menata sistem perpajakan atas tanah pertanian yang dikenakan pada non
muslim.11 Pada masa itu, kehidupan ekonomi, sosial dan politik semakin
komplek. Dengan adanya administrasi pemerintahan yang lebih maju, telah
banyak timbul kebutuhan akan pemasukan dana untuk negara. Daerah subur
Irak juga telah jatuh ke tangan pasukan Islam. Menurut kebiasaan, tanah hasil
rampasan perang, sebagaimana berlaku terhadap barang lainnya,
dibagikan kepada pasukan yang memperolehnya, tetapi tetap digarap oleh
penghuni atau pemiliknya semula dan selanjutnya menjadi miliki negara.
Pihak penggarap diwajibkan mengeluarkan sebagian hasil tanah itu untuk
negara.Dalam sistem pelaksanaannya Umar menetapkan kharaj
berdasarkan beberapa aspek. Misalnya, kharaj hanya dipungut pada kafir
dzimi, luas tanah, hasil produksi atas tanah yang digarap oleh kafir dzimi.
Sehingga dalam pelaksanaannya kharaj tidak memberatkan bagi mereka
(dzimi).

-Teori Pajak Bumi dan Bangunan


Pajak Bumi dan Bangunan merupakan pajak yang dikenakan atas bumi dan/atau bangunan.
Dalam Pasal 1 UU Pajak Bumi dan Bangunan, Bumi adalah permukaan bumi (perairan) dan
tubuh bumi yang berada di bawahnya. Sedangkan bangunan adalah konstruksi teknik yang
ditanam atau dilekatkan secara tetap pada tanah dan/atau perairan yang diperuntukkan sebanggal,
atau tempat berusaha, atau tempat yang dapat diusahakan

-Teori Pajak Bea Perolehan Atas Tanah Dan bangunan


Pajak Pertambahan Nilai atau PPN adalah pungutan yang dibebankan atas transaksi jual-beli
barang dan jasa yang dilakukan oleh wajib pajak pribadi atau wajib pajak badan yang telah
menjadi Pengusaha Kena Pajak (PKP). Jadi, yang berkewajiban memungut, menyetor dan
melaporkan PPN adalah para Pedagang/Penjual. Namun, pihak yang berkewajiban membayar
PPN adalah Konsumen Akhir.
PPN atau Pajak Pertambahan Nilai dikenakan dan disetorkan oleh pengusaha atau perusahaan
yang telah dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP). Namun beban PPN tersebut
ditanggung oleh konsumen akhir.
-Pertumbuhan Ekonomi
pertumbuhan ekonomi sebagai ”kenaikan jangka panjang dalam kemampuan suatu negara untuk
menyediakan semakin banyak jenis barang-barang ekonomi kepada penduduknya. Kemampuan
ini tumbuh sesuai dengan kemajuan teknologi, dan penyesuaian kelembagaan dan idiologis yang
diperlukannya”.Definisi ini mempunyai 3 (tiga) komponen: pertama, pertumbuhan ekonomi
suatu bangsa terlihat dari meningkatnya secara terus-menerus persediaan barang; kedua,
teknologi maju merupakan faktor dalam pertumbuhan ekonomi yang menentukan derajat
pertumbuhan kemampuan dalam penyediaan aneka macam barang kepada penduduk; ketiga,
penggunaan teknologi secara luas dan efisien memerlukan adanya penyesuaian di bidang
kelembagaan dan idiologi sehingga inovasi yang dihasilkan oleh ilmu pengetahuan umat
manusia dapat dimanfaatkan secara tepat.

2 Penelitian sebelumnya

1. Pipih 2004 (Mahasisiwi Perbankan Syariah UIN Jakarta) yang berjudul “Kontribusi
Pemikiran Abu Yusuf terhadap Konsep Pajak”. Penelitian yang dilakukan fokus pada
penjelasan mengenai konsep Abu Yusuf dalam manajemen keuangan publik berdasarkan realitas
historis yang pernah dipraktekkan, serta analisa pemikiran tentang pajak yang memiliki
signifikansi ekonomi yang besar pada saat ini. Dari metode penelitian, penelitian yang dilakukan
oleh Pipih menggunakan pendekatan kualitatif. Kemudian instrument pengumpulan data yang
digunakan adalah dengan metode analisa deskriptif.
2. Sofian (Mahasiswa Perbankan Syariah UIN Jakarta) yang berjudul “Konsep Pajak
Ya’qub bin Ibrahim bin Sa’ad al-Anshor (Abu Yusuf)” pada 2004. Jenis penelitian yang
digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode analisa deskriptif. Penelitian ini
membahastentang prinsip dan sistem pemungutan pajak menurut Abu Yusuf serta tujuan dan
manfaat pemungutan pajak.
3. Malau (Mahasisiwi Perbankan Syariah UIN Jakarta) pada 2004 dengan judul “Tinjauan
Hukum Islam terhadap Sistem Perpajakan Modern”. Penelitian ini fokus membahas tentang
Pajak Penghasilan (PPh) yang mencakup sistem perpajakan modern, fungsi pajak di Indonesia,
dan tinjauan hukum Islam terhadap Pajak Penghasailan.
4. Andry Kurniawan (Mahasisiwa Perbankan Syariah UIN Jakarta) pada 2009 dengan judul
“Praktik Pemungutan Pajak Pertambahan Nilai dalam Perspektif Hukum Islam”.
Penelitian ini membahas tentang teori dan aplikasi praktik pemungutan PPN menurut hukum
Islam dengan metode peneltian yaitu penelitian kualitatif normatif. Dari penelitian tersebut
disimpulkan bahwa praktik pemungutan PPN tidak dibenarkan dalam hukum Islam, karena tidak
adanya kejelasan pengkonsumsian barang/jasa yang halal ataupun yang haram.
Penelitian yang akan dilakukan oleh penulis berbeda dengan keempat penelitian di atas.
Perbedaan tersebut terletak pada objek penelitian. Objek penelitian penulis adalah praktik Pajak
Bumi dan Bangunan di Indonesia yang akan dianalisa menurut tinjauan Ekonomi Islam
berdasarkan dasar hukum pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan, konsep distribusi kekayaan
pada objek yang dikenakan Pajak Bumi dan Bangunan serta prinsip keadilan pada tarif yang
dikenakan dalam Pajak Bumi dan Bangunan
5. Pertumbuhan penduduk mempengaruhi pada perkembangan sosial dalam masyarakat.
Perkembangan sosial seperti seperti kurangnya pangan, rendahnya pendidikan masyarakat dll.
Cara mengatasi pembludakan pertumbuhan penduduk tersebut adalah dengan Membuat Undang-
Undang yang jelas tentang umur minimum pernikahan, Program KB (keluarga berencana) dan
sosialisasi pada masyarakat.
Pertumbuhan penduduk sebuah desa di pinggiran kota yang menyebabkan banyaknyak urban
masuk pada desa yang telah menimbulkan berbagai persoalan di kawasan itu. Berbagai persoalan
yang muncul antara lain, tata ruang desa kota yang tidak beraturan, kondisi lingkungan yang
merosot, ketahanan pangan yang terancam, konflik sosial yang cenderung meluas dan
dipertahankan oleh ekslufisitas kelompok di dalam komunitas itu dan ancaman tidak adanya
mekanisme penyelesaian konflik yang baik.
Hal tersebut yang mengakibatkan berbagai persoalan muncul dan cenderung tidak terkendali atas
terbentuknya suatu kawasan desa-kota yang tidak terencana dengan baik. Sebagai konsekwensi
dari meluasnya wilayah-wilayah perkotaan adalah berkembangnya desa-desa di daerah pinggiran
kota menjadi kawasan desa-kota. Fenomena ini hampir terjadi di berbagai kota di Indonesia dan
hingga saat ini tidak ada suatu sistem perencanaan yang terpadu untuk mengatasi persoalan itu.

BPHTB
PERTUMBUHAN
EKONOMI
PBB