Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ruang topologi adalah sebuah himpunan yang mempunyai satu topologi.
Topologi dari himpunan X adalah koleksi yang berisi himpunan-himpunan bagian
dari X yang gabungan dan irisan dari setiap anggotanya termasuk dalam koleksi ini,
topologi X juga harus memuat himpunan kosong dan X sendiri.
Salah satu hal yang menjadi masalah dasar dalam topologi adalah menentukan
apakah dua ruang sama secara topologi atau tidak. Dua ruang yang sama secara
topologi akan memiliki kesamaan dalam semua sifat topologi sehingga jika diketahui
terdapat suatu sifat topologi yang berlaku pada sebuah ruang topologi, sifat tersebut
juga berlaku pada ruang lain yang sama secara topologi. Secara intuisi, dua ruang
dikatakan sama secara topologi jika ruang yang satu dapat dideformasi menjadi ruang
yang lain tanpa ada bagian yang dipotong atau disatukan. Sedangkan secara
matematis, dua ruang dikatakan sama secara topologi jika terdapat suatu
homeomorfisme, yaitu fungsi satu-satu dan pada yang kontinu dengan invers yang
juga kontinu, antara kedua ruang tersebut.
Sebagian besar ruang yang dipelajari dalam topologi merupakan ruang yang
kompleks, sehingga sulit untuk mempelajari sufat-sifat topologi yang dimiliki ruang-
ruang tersebut. Jika terdapat hemeomorfisme antara ruang topologi yang kompleks
dengan ruang topologi lain yang sudah diketahui sifatnya, maka sifat-sifat topologi
ruang yang kompleks ini dapat dipelajari melalui sifat ruang tersebut.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan topologi ?
2. Apakah yang dimasud dengan ruang topologi ?
3. Bagaimana contoh-contoh dari ruang topologi ?

C. Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui apa itu topologi
2. Untuk mengetahui apa itu ruang topologi
3. Untuk mengetahui bagamana contoh-contoh ruang topolog

1
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Ruang Topologi
Misalkan X adalah himpunan tak kosong. Sebuah topologi pada X adalah
koleksi himpunan A dari subset-subset X yang memenuhi syarat sebagai berikut.
[A1] X, ∅ ∈ 𝜏
[A2] Gabungan dari semua elemen sebarang subset 𝜏 merupakan elemen dari 𝜏
[A3] Irisan dari semua elemen sebarang subset hingga 𝜏 merupakan elemen 𝜏
Himpunan X dengan topologi 𝜏 disebut dengan ruang topologi, atau yang dinotasikan
dengan pasangan berurutan (X, 𝜏). Jadi (X, 𝜏) dibaca ruang topologi. Sedangkan
elemen-elemen dari 𝜏 disebut dengan himpunan buka.

Contoh 1 :
Misalkan X = {a,b,c,d,e}. 𝜏1, 𝜏2, dan 𝜏3 masing – masing subset dari 2x. manakah
yang merupakan topologi pada X bila :
𝜏1 = {X, ϕ, {a}, {c, d}, {a, c, d}, {b, c, d ,e}}
𝜏2 = {X, ϕ, {a}, {c, d}, {a, c, d}, {b, c, d}}
𝜏3 = {X, ϕ, {a}, {c, d}, {a, c, d}, {a, b, d ,e}}

Penyelesaian :
𝜏1 adalah topologi pada X karena memenuhi ketiga sifat (aksioma) diatas yaitu :
[𝐴1] X, ϕ ∈ 𝜏
[A2] ∀ Ai ∈ 𝜏1, ⋃i Ai ∈ 𝜏1
[A3] ∀ Ai ∈ 𝜏1, ⋂i Ai ∈ 𝜏1

𝜏2 bukan topologi pada X karena { a } ∪ {b, c, d} = {a, b, c, d} ∉ 𝜏2


𝜏3 bukan topologi pada X karena { a, c, d } ∩ {a, b, d, e} = {a, d} ∉ 𝜏3

Pernyataan dalam contoh diatas, dapat di generalisasi untuk koleksi dari topologi –
topologi, seperti dinyatakan pada teorema berikut :

2
Teorema 4.1
Misalkan X adalah sebarang himpunan, dan l adalah koleksi himpunan semua subset
U dan X sedemikian hingga X – U adalah hingga atau sama dengan X. Maka dapat
dibuktikan bahwa l merupakan topologi pada X dan disebut topologi komplemen
hingga.
Bukti :
(i) X ∈ l, karena X – X adalah hingga, dan ∅ ∈ l, karena X - ∅ = X
(ii) Misalkan {Un} adalah sebarang koleksi berindeks tak kosong dari elemen-elemen
l. Maka :
X – ∪Un = ∩ (X – Un)
Dan masing-masing (X – Un) adalah himpunan hingga maka ∩ (X – Un) juga
merupakan himpunan hingga, sehingga dapat disimpulkan ∪Un ∈ l
(iii)Misalkan U1, U2, …., Un adalah sebarang elemen tak kosong dari l, dan X - ∩i-1
Ui = ⋃𝑛𝑖=𝑙(𝑥 − 𝑢𝑖 ). Karena gabungan dari sejumlah hingga himpunan hingga
adalah juga merupakan himpunan hingga, sehingga ⋃𝑛𝑖=𝑙 ⋃𝑖 ∈ l

Teorema 4.2 jika 𝜏1 dan 𝜏2 adalah sebarang dua topologi dari himpunan X. maka
irisan dari 𝜏1 dan 𝜏2 yaitu 𝜏1 ∩ 𝜏2 juga merupakan sebuah topologi pada X
.

Bukti :
(i) Karena ϕ dan X merupakan elemen-elemen dan 𝜏1 dan 𝜏2 maka ϕ ∈ 𝜏1 ∩ 𝜏2 dan X
∈ 𝜏1 ∩ 𝜏2
(ii) Misalkan (Un) adalah sebarang koleksi berindeks tak kosong dari elemen-elemen
𝜏1 ∩ 𝜏2 karena masing-masing 𝜏1 dan 𝜏2 adalah topologi maka ∩Un ∈ 𝜏1 dan ⋂
Un ∈ 𝜏2
(iii) misalkan U1 U2 ……. Un adalah sebarang elemen tak kosong dari 𝜏1 ∩ 𝜏2 karena
masing-masing 𝜏1 dan 𝜏2 adalah topologi, maka ⋃𝑛𝑖=𝑙 ⋃𝑖 ∈ 𝜏1 dan ⋃𝑛𝑖=𝑙 ⋃𝑖 ∈ 𝜏2
sehingga diperoleh ⋃𝑛𝑖=𝑙 ⋃𝑖 ∈ 𝜏1 ∩ 𝜏2

3
Dalam contoh ini ditunjukkan bahwa gabungan dari topologi – topologi tak perlu
topologi:

Contoh:
Kelas – kelas 𝜏1 = {X, ϕ, {a}} dan 𝜏2 = {X, ϕ, {b}} adalah topologi pada X = {a, b,
c}. tetapi 𝜏1 ∪ 𝜏2 = {X, ϕ, {a}, {b}} bukan topologi pada X, karena {a}, {b} ∈ 𝜏1 ∪
𝜏2, maka {a} ∪ {b} = {a, b} ∉ 𝜏1 ∪ 𝜏2.
Bila G adalah set buka yang memuat titik p ∈ X maka G disebut lingkungan terbuka
dari p, dan G tanpa p yaitu G – {p}, disebut lingkungan terbuka keterhapuskan dari p

Catatan :
Aksioma – aksioma [A1], [A2] dan [A3] adalah ekuivalen dengan dua aksioma berikut
:
[A1*] gabungan dari set – set dalam 𝜏 termasuk dalam 𝜏
[A2*] irisan terhingga dari set – set dalam 𝜏 termasuk dalam 𝜏
Untuk [A1*] menyimpulkan bahwa ϕ termasuk dalam 𝜏 karena
∪ {G ∈ 𝜏 : G ∈ 𝜙} = ϕ
Yaitu gabungan dari set – set kosong adalah set kosong.
Untuk [A2*] menyimpulkan bahwa X termasuk ke dalam 𝜏 karena
∪ {G ∈ 𝜏 : G ∈ 𝜙} = Xu
Yaitu irisan kosong dari subset – subset dari X adalah X sendiri.

Pernyataan diatas dapat diperluas lagi untuk sebarang koleksi topologi pada himpunan
X, yaitu:
Misalkan {Ti, i ∈ I} adalah sebatang koleksi topologi pada himpunan X, maka ⋂Ti
juga merupakan sebuah topologi pada X. Bukti ditinggalkan sebagai latihan.
Gabungan dari T1 dan T2 yaitu T1 ⋃ T2 tidak selalu merupakan sebuah topologi pada
X.

4
Contoh 4.6.
Misalkan T1 = {X, ∅, {a}} dan T2 = {X, ∅, {b}} adalah dua topologi pada himpunan
X = {a, b, c} tetapi T1 ⋃ T2 bukan merupakan topologi pada X, karena {a} ∈ T1⋃ T2
dan {b} ∈ T1⋃ T2 akan tetapi {a, b} ∈ T1⋃ T2

Definisi 4.3.
Misalkan T1 dan T2 adalah sebarang dua topologi dari himpunan X dan jika T1 ⊃ T2
yaitu setiap elemen dari T2 juga merupakan elemen dari T1, maka :
(i) T1 disebut penghalusan (finer) atau lebih besar (larger) dari T2 dan jika T1
merupakan subset sejati dari T2 maka dikatakan T1 disebut penghalusan sejati
(strictly finer).
(ii) T2 disebut lebih kecil (smaller) dari T2.

Catatan
tentu saja sebarang dua topologi pada himpunan X tidak selalu dapat dibandingkan,
yaitu jika satu topologinya bukan merupakan subset dari topologi lainnya.

Contoh 4.7.
misalkan D adalah topologi diskrit, I adalah topologi indiskrit dan J adalah sebarang
topologi lainnya pada himpunan X. Maka J lebih kecil dari D dan J lebih besar atau
penghalusan dari I

5
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Misalkan X adalah himpunan tak kosong. Sebuah topologi pada X adalah
koleksi himpunan A dari subset-subset X yang memenuhi syarat sebagai berikut.
[A1] X, ∅ ∈ 𝜏
[A2] Gabungan dari semua elemen sebarang subset 𝜏 merupakan elemen dari 𝜏
[A3] Irisan dari semua elemen sebarang subset hingga 𝜏 merupakan elemen 𝜏
Himpunan X dengan topologi 𝜏 disebut dengan ruang topologi, atau yang dinotasikan
dengan pasangan berurutan (X, 𝜏). Jadi (X, 𝜏) dibaca ruang topologi. Sedangkan
elemen-elemen dari 𝜏 disebut dengan himpunan buka.

3.2 Saran
Saya menyadari pembahasan mengenai Ruang Topologi dan Contoh-
Contohnya pada makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Seharusnya masih ada
pembahasan yang lebih terperinci untuk materi ini. Maka dari itu saya mengharapkan
adanya kritik dan saran untuk perbaikan makalah ini selanjutnya

6
DAFTAR PUSTAKA
Wahyudin.1992.DASAR-DASAR TOPOLOGI.Bandung:Tarsito